[a/n] aku ga tau banyak istilah istilah hybrid, jadi aku bikin versi aku '-'
Kang Daniel
x
Ong Seongwoo
.
.
.
"Wild Cat : Sequel"
.
.
Hari ini Daniel menjadi wali untuk kelulusan sepupunya. Dan ia terlambat. Terimakasih untuk Seongwoo, si hybrid yang bertanggung jawab atas ketidak-nyenyakan tidur Daniel semalam. Hybrid galak itu terus bergerak semaunya tanpa sadar genital mereka saling bergesekkan. Membuat Daniel mati-matian untuk tak menyingkirkan badan Seongwoo dari atas tubuhnya. Perlu diingatkan, Daniel itu pecinta kucing dan seongwoo juga kucing—meskipun tak sepenuhnya. Mana tega dia membiarkan nya bangun. Apalagi wajah hybrid galak itu tampak damai dalam tidur nya.
Daniel tak tau kapan seongwoo kembali berubah menjadi wujud kucingnya,ketika ia bangun tidur seongwoo sudah dalam bentuk kucing.
"ah sial , bocah itu pasti akan mengadu pada eomma" , Daniel memakai kemeja nya sembarangan tak mempedulikan rapih-tidak nya kemeja putih yang ia kenakan, masa bodo toh ia tetap tampan. Kemudian Daniel mengmbil jas yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Sebelum pergi , ia menyiapkan semangkuk makanan dan juga susu didalam kamarnya. Ia masih bingung kenapa seongwoo bisa kembali dalam wujud kucing, seingatnya hybrid kelinci kesayangan woojin sepupunya tetap berwujud manusia.
"seongwoo-ya , bangun" ujar Daniel pelan sambil menoel pipi kucing seongwoo. Seongwoo dalam wujud kucing menggeram. Ia membuka matanya malas dan mentap Daniel marah.
Ia mengeong tanda tak mau diajak bicara. Daniel memasang seringai, ia mencium bibir si kucing di saat ia tak terbungkus selimut. Seongwoo terkejut, sialan Daniel umpat nya dalam hati.
Ia duduk dengan kedua kaki terlipat seperti katak, sebelah tangannya ia gunakan untuk menutup genitalnya , sedangkan tangan lainnya ia gunakan untuk mengambil bantal dan melempar nya ke arah Daniel.
"sialan kau! Dasar mesum!" umpatnya. Ia mengambil bantal lainnya untuk menutup bagian bawah tubuhnya.
"aku tidak tau , kenapa wujud manusia mu tidak permanen. Ya sudah, aku harus pergi. Jaga rooney dan peter untuk ku."
"nghh" –seongwoo mendesah pelan, bukan karena dia ingin. Tapi si Daniel dengan kurang ajarnya menyentuh aset berharga seongwoo. Apa lagi kalau bukan ekor nya.
"enyah kau!"
"baiklah sayang, aku pergi dulu" pamit Daniel. Baru saja ia hendak melangkah lebih jauh. Teriakan seongwoo menghentikan langkahnya.
"berikan aku pakaian sebelum kau pergi bodoh!"
Ck, kucing manis ini kerjaan nya hanya mengumpat.
Daniel lagi-lagi menyeringai,ia membuka lemarinya dan melemparkan sebuah kemeja putih untuk seongwoo. Setelah itu ia mengunci lemarinya dan menyimpannya dalam saku.
"aku sudah terlambat. Jangan hancurkan rumah ku"
.
.
Setelah kepergian Daniel , seongwoo hanya bisa merutuk. Yang benar saja, kemeja tanpa celana. Huh, harusnya seongwoo ambil sendiri. Bagaimana ia lupa kalau Daniel itu super mesum.
Seongwoo memakai kemeja yang dilemparkan Daniel untuknya. Bahu Daniel memang lebar , wajar saja kalau kemeja ini tampak kebesaran di badan seongwoo meskipun tinggi mereka tak beda jauh.
Kedua lengan sengwoo tersembunyi di balik panjang nya kemeja Daniel, ia sengaja membiarkan lengan kemeja itu tak terkancing. Baju nya hanya mampu untuk menutupi seperempat paha seongwoo. Tapi tetap saja butt nya terekspos karena ekornya.
"ck, dia benar-benar mesum"
.
.
"yo Daniel hyung , kau benar-benar terlambat" seru woojin dari ujung koridor. Memang tak tau malu. Dari kecil sepupunya itu memang punya tingkah yang memalukan.
"ke aula sekarang?" tanya Daniel. Woojin mengangguk. Mereka jalan beriringan menuju aula. Sepupu Daniel yang bernama Park Woojin ini juga punya seorang hybrid, bedanya hybrid woojin itu kelinci. Kalau boleh jujur kesan pertama Daniel saat melihat hybrid milik sepupunya itu, menggemaskan dan juga menggiurkan. Nama nya hyungseob, hybrid kelinci itu terlihat lugu dan polos. Dan dia juga penurut. Lelaki macam Daniel itu suka tipe penurut, yah kau tau lah.
Berbanding terbalik dengan hybrid kucing yang ia temui kemarin malam. Manis sih, tapi sombong , tak tau diri, pemarah. Meski Daniel akui , hybrid nya lumayan hebat saat diranjang. Ah, Daniel ingat ingin menanyakan hal ini pada woojin.
"hei woojin, seingatku dulu saat kau menemukan hyungseob, dia masih dalam wujud kelinci. Tapi keesokan hari nya ia bertransformasi secara permanen dalam wujud manusia. Kenapa bisa begitu?" tanya Daniel.
Woojin mengernyit, kemudian ia mengangguk paham seperti nya Daniel hyung punya hybrid batinnya. "kami bercinta saat ia pertama kali berubah jadi manusia karena ku" jawab woojin disertai senyuman menyeramkan, gingsul nya yang terekspos membuat woojin seperti paman-paman pedofil.
"kau gila" komentar Daniel.
"percayalah hyung, berhubungan badan dengan hybrid yang masih polos itu melebihi nikmatnya jalang yang pernah kau pesan di klub malam" bisik woojin
"sayangnya hybrid ku tidak seperti hybrid mu—tentu saja dia lebih menggairahkan" Daniel mengangkat sebelah sudut bibirnya, ia membayangkan ekspresi nakal seongwoo ketika berada dibawah kungkungannya. Ah Daniel jadi ingin segera pulang kerumah dan merealisasikan imajinasi nya.
.
.
Begitu sampai rumah setelah beberapa jam berada di sekolah woojin, Daniel mendapati kemeja yang ia lemparkan pada seongwoo tergeletak didekat rak sepatu.
Dia jadi kucing lagi? Batin Daniel.
"aku pulang!" sapanya pada kucing-kucing kesayangannya.
PRANK! Bunyi piringan kaleng yang biasa Daniel jadikan tempat makan para kucingnya terdengar. Dan Daniel dapat melihat kucing putih dengan telinga dan ekor hitam itu berlari dengan cepat kearahnya. Awalnya Daniel bingung, seongwoo tidak mungkin menghampirinya karena rindu.
Mata Daniel terarah pada kemeja di kaki nya, ia menyeringai dan langsung mengambil kemeja itu. Bertepatan dengan tubuh kucing seongwoo yang berhenti mendadak didepannya. Seongwoo menggeram, ia bersiap untuk melompat dan mencakar wajah Daniel. Tapi Daniel sudah biasa dengan kucing yang tipe pemarah seperti itu. Dengan sigap ia menggendong tubuh kucing seongwoo.
Sedangkan seongwoo terus menggeram , berusaha untuk setidak nya bisa menyentuh permukaan kulit Daniel. Tapi , tubuh kucing nya ini memang tidak berguna jika dihadapkan dengan seorang pecinta kucing seperti Daniel.
"grrr…" suara kucing seongwoo seakan siap untuk menerkam Daniel dengan gigi taringnya.
"apa? Mau melukai ku, hm?" tanya Daniel lembut.
Dan seongwoo masih tetap menggeram. Daniel menutup mulut kucing seongwoo kemudian mencium nya. Dasar Daniel Kang, dia benar-benar sengaja.
Daniel semakin melebarkan seringai nya ketika wujud manusia seongwoo mulai terlihat.
Tubuh telanjang seongwoo dan sebuah choker adalah perpaduan yang sempurna, hingga membangkitkan anggota tubuh bagian selatan Daniel.
Daniel memojokkan seongwoo, menghimpit tubuh kurus itu ke dinding, kemudian berbisik dengan nada seduktif, "mari bersenang-senang" ujarnya. Pemuda kang itu memulai sentuhannya pada bibir seongwoo, bibir yang selalu mengumpat nya.
Daniel memulai ciumanya dengan lembut. Menyesap bibir bawah seongwoo dengan perlahan. Sebelah tangannya ia gunakan untuk mengelus permukaan pipi seongwoo. Jangan tanya Daniel kenapa seongwoo tidak menolak, karena ia sendiri tak tahu.
Daniel membuka mata ketika seongwoo membalas ciumannya. Manis juga.
Ciuman lembut dan teratur tadi mulai berantakan ketika Daniel memasukkan lidahnya kerongga mulut seongwoo. Menyapa lidah seongwoo sekejap sebelum menghitung setiap gigi seongwoo. Menggelitik langit-langit mulut seongwoo hingga mengoral lidah seongwoo dengan lidahnya.
"nghh" lenguhan halus dari seongwoo semakin membangkitkan sisi liar dalam diri Daniel.
Daniel mengangkat tubuh seongwoo , membawa tubuh kurus itu ke ranjang nya. Mengabaikan rooney dan peter yang sedari tadi mencoba menarik atensinya.
Mulut keduanya masih saling menempel, saling menyesap merasakan liur masing-masing. Daniel memenjarakan seongwoo dibawahnya ,ia berhenti ketika seongwoo memukul dada bidang nya. Ia menurunkan ciuman tak beraturan itu, menuju leher jenjang seongwoo. Mengcup nya berkali-kali sebelum, menggigit dan menghisap kuat, meninggalkan bekas kemerahan. Tangan Daniel tak diam, sebelah tangannya ia gunakan untuk mengelus telinga kucing seongwoo,dan tangan lainnya ia gunakan untuk menyentuh ekor. Menurut Daniel, suara desahan seongwoo lebih indah ketika telinga dan ekor nya disentuh dibandingkan dengan anggota tubuh lainnya.
"nghh dan-hh"
"mhhh" desah seongwoo ketika Daniel mulai menyusu , Daniel menghisap kuat puting seongwoo seakan akan ada air yang akan keluar jika ia menghisap nya dengan kuat. Tangan kanan seongwoo terangkat untuk menekan kepala Daniel , sedangkan tangan lainnya ia gunakan untuk menyentuh genital nya sendiri yang secara tidak langsung juga ikut menekan milik Daniel.
"aahhh" napas seongwoo tersengal ketika mendapatkan orgasme pertamanya. Sementara Daniel masih asik menjelajah perutnya. Seongwoo menggeram ketika menyadari satu hal. Ia kemudian menahan kepala Daniel yang baru saja mengecup pangkal penisnya.
"apa? Aku tidak akan berhenti" kata Daniel.
"kau curang! Pakaian mu masih lengkap bodoh!"
Daniel tertawa renyah , "kau benar" ia pun memutuskan untuk membuka kemejanya sambil menggesekkan miliknya dengan milik seongwoo. Ketika ia melempar kemeja nya sembarang mata nya kembali fokus ke seongwoo.
"kau tertidur!? Bagaimana bisa? Sialan!—kau belum heat!? Argh" Daniel mengerang frustasi.
Ia menatap penisnya nelangsa. "kau harus main solo lagi bro"
Kata woojin , ia berhasil menyetubuhi hyungseob kala itu karena hyungseob sedang dalam masa heat nya. Dan hybrid yang belum memasuki masa heat akan tertidur setelah medapatkan satu sampai dua kali orgasme bahkan rangsangan kecil pada lubang nya akan membuat hybrid tertidur dengan sangat pulas.
Bersabarlah Kang Daniel.
.
.
.
tbc or end?
.
.
.
aku terharu banyak yang baca dan review cerita ini. spesial lebaran aku bawain sequel :D.
pas baca review , ada yang nyaranin daddy kink, mau sih tapi aku ga bisa bikin nya T.T ini aja aku ga tau nulis apaan '-'
untuk dijadikan series masih belum kepikiran, soalnya aku masih punya satu cerita yang chaptered. ntar ga selesai '-'
terimakasih untuk semua yang sudah review , fav, dan follow cerita ini, *bow
