chapter 3

Hari Minggu merupakan hari paling menyenangkan bagi seorang Min Yoongi. Karena apa? Ya hanya pada hari minggu lah ia dapat bersantai-santai ria.

"eungh.." namja pucat itu menggeliat tak nyaman karena sinar matahari yang masuk melewati celah-celah gorden kamarnya.

"huh.. ternyata masih pagi" ucapnya sambil melirik jam weker menunjukkan angka 11 yang berada di meja nakas samping tempat tidurnya.

"lebih baik aku tidur lagi"

Belum lama ia memejamkan matanya, terdengar suara 'kruyuk kruyuk'.

"ah kenapa lapar sekali" ucapnya beranjak dari tempat tidur. Yoongi mengucek matanya sambil berjalan menuju dapur.

Yoongi membuka kulkasnya dan isinya hanya kimchi sisa kemarin.

"huh kenapa tidak ada makanan sama sekali, kenapa kokie meninggalkanku tanpa makanan. Menyebalkan" gerutunya.

"aku harus ke supermarket kalau tidak mau mati kelaparan" monolognya.

Yoongi tinggal di apartemen bersama jungkook. Saat jungkook masuk highschool orang tua jungkook menitipkan jungkook padanya, katanya sih agar ada yang mengawasi jungkook.

Oke, kembali lagi ke yoongi

Yoongi telah bersiap ke supermarket. Yoongi menggunakan jeans biru tua yang dipaduka dengan sweater biru mudanya yang menambah kesan imut dan manis.

"kenapa jungkook harus menginap di rumah alien itu saat harus belanja. Kan aku jadi berjalan sendirian" gerutunya.

Jarak apartemen yoongi dengan supermarket memanglah tidak terlalu jauh. Mungkin hanya berjarak 400 meter saja.

~Di Supermarket~

Yoongi berkeliling mengambil bahan-bahan yang dibutuhkannya.

Merasa sudah cukup dengan bahan-bahan makanan, yoongi berjalan menuju rak-rak makanan instan.

"sambil menunggu jungkook pulang, lebih baik aku makan ramen dulu" monolog yoongi.

Saat yoongi asyik memilih ramen yang akan di makan tiba-tiba ada namja yang menyapanya.

"yoongi hyung" sapa namja itu.

Yoongi pun menoleh dan ia kaget.

"a a ne jimin" gugup yoongi.

"kau belanja banyak sekali hyung?" tanya jimin

"stok makanan ku habis, dan kokie malah menginap di apartemen alien gila itu" yoongi berbicara tanpa mengalihkan pandangannya dari ramen-ramen itu.

"kekeke.. kau lucu sekali hyung" gemas jimin. Dan perkataan jimin tadi sukses menimbulkan semburat merah di pipi yoongi.

"apaan sih, kau kesini dengan siapa?" tanya yoongi sambil menutupi pipinya.

"sendirian hyung, hyung sudah selesai?" kata jimin sambil tersenyum.

"sudah" Jimin menarik tangan yoongi yang tidak membawa keranjang belanja.

"ayo kita ke kasir bersama" kata jimin sambil berjalan. Dan yoongi hanya menjawabnya dengan gumaman.

Saat ini, jimin dan yoongi sedang berdiri di depan gedung apartemen yoongi. karena jimin memaksa mau menemani yoongi berjalan pulang.

"kau mau mampir jim, sepertinya kau lelah" ajak yoongi.

"boleh deh hyung"

Mereka berdua pun menuju apartemen yoongi. Mereka berjalan berdampingan. Jimin sesekali melirik ke arah yoongi.

Yoongi pun menekan password apartemennya.

"masuklah jim" ucapnya.

Jimin duduk di ruang tamu yoongi dan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru apartemen yoongi.

'aku seperti pernah ke tempat ini' batin jimin.

Di tengah-tengah kegiatan melihat-lihat, jimin dikagetkan oleh suara yoongi.

"minumlah jim" yoongi duduk di samping jimin. Suasana nya sangat canggung menurutnya.

"ehem hyung" setelah hampir 20 menit terdiam. Jimin pun mencoba berbicara.

"ne" yoongi menatap jimin yang tengah menatapnya.

Jimin terlalu larut dalam mata yoongi, sampai ada ingatan ingatan kecil yang memasuki otaknya.

'hyung kau mau makan apa' 'hyung aku nanti menginap disini'

'yoongi hyung ayo kita jalan-jalan' 'yoongi hyung' 'yoongi hyung aku menyayangimu' 'yoongi hyung'

ingatan ingatan itu terus bermunculan di dalam kepala jimin "argh hyung" jimin mengerang kesakitan

"wae? wae? jim kau kenapa?" yoongi panik.

"sakit sekali " kata jimin sambil memegangi kepalanya.

"hyung hyu" jimin pun pingsan dengan kepalanya terjatuh di paha yoongi.

"yak yak! jim! bangunlah" yoongi panik sampai air matanya menetes.

"jiminie bangunlah hiks" tangis yoongi.

yoongi pun membaringkan jimin di sofa itu. ia pun menelpon jin

"jin hyung"

"ada apa yoon?"

"jimin pingsan hyung"

"dia dimana?"

"di apartemenku, tiba-toba kepalanya sakit dan pingsan"

"tak apa yoon, biasanya itu efek saat dia mendapatkan potongan ingatannya"

"tapi hyu-"

"tenanglah yoon, mungkin saat dia bersamamu bisa lebih cepat mengingat ingatannya"

"hyu-"

"baiklah aku tutup yoon, jaga jimin ya"

Jin menutup telepon nya sepihak. Yoongi menatap wajah jimin lamat-lamat. ia memegangi pipi jimin dan membelainya pelan.

"kapan kau mengingatku lagi jim?" ucap yoongi pelan.

"kenapa kau melupakanku jim?"

"apa kau sudah tidak menyayangiku lagi"

Yoongi terus bergumam pelan. Ia pun terisak saat mengingat kenangan mereka.

flashback on

Jimin harus ke jepang karena ibunya sakit disana. sebelum ke jepang jimin ingin mengajak yoongi jalan-jalan terlebih dulu.

Hari minggu sore, jimin dan yoongi sedang berjalan jalan di sungai han. Merekaa berjalan dengan tangan saling bergandengan.

Mereka pun duduk di salah satu bangku yang menghadap sungai han.

"hyung aku bahagia sekali bisa bersamamu. aku akan berterima kasih pada jungkook karena telah mengenalkanku padamu" jimin menatap yoongi yang juga menatapnya.

yoongi tersenyum manis, "aku juga sangat bahagia denganmu jim. terima kasih karena kau selalu mengerti diriku"

jimin membelai lembut pipi yoongi "aku sangat menyayangimu yoon"

yoongi tersenyum dan berkata "berjanjilah jangan pernah meninggalkanku jim, jangan melupakanku"

pertahanan yoongi runtuh, ia terisak "hiks kembalilah dengan selamat jim hiks"

Jimin memeluk tubuh yoongi. yoongi membenamkan kepalanya di dada jimin.

"ne hyung, saat aku tiba di jepang aku akan mengabarimu. jangan lupa makan. aku tidak mau kau sakit" jimin mengusap punggung yoongi.

yoongi masih terisak "aku tau. cepatlah kembali hiks"

"setelah eomma sembuh, aku akan langsung pulang hyung. aku janji"

"janji. kau harus menepatinya. kau tidak boleh melupakanku" ucap yoongi.

"saranghae sayang" ucap jimin. Jimin mencium kening yoongi.

"nado saranghae jim" yoongi memejamkan matanya.

flashback end

Yoongi masih terisak, "kenapa kau mengingkari janjimu jim?"

"kenapa kau melupakanku" gumamnya pelan.

"eungh" yoongi kaget mendengar suara jimin. ia langsung mengusap air matanya.

"kau sudah sadar jim. aku ambilkan air dulu" yoongi langsung menuju dapur.

"minumlah dulu jim" yoongi membantu jimin duduk.

jimin menatap wajah yoongi.

"maaf membuatmu panik hyung" jimin berucap tulus.

"gwenchana. kau sudah baikan?" tersirat raut khawatir dari wajah yoongi.

"ne hyung" "istirahatlah nanti jin hyung akan menjemputmu" jimin hanya menganggukkan kepalanyan

jimin terus memperhatikan yoongi.

'apa aku harus bertanya padanya' monolognya dalam hati.

"em hyung, boleh aku bertanya sesuatu" jimin memberanikan dirinya.

yoongi memandangnya heran, "bertanyakah"

jimin menarik nafasnya dalam-dalam. Jimin menatap lurus mata yoongi.

"kenapa aku merasa tidak asing denganmu hyung. dan aku sering memimpikan dirimu. sebenarnya kau ada hubungan apa denganku hyung?"

to be continue