"kenapa aku merasa tidak asing denganmu hyung. dan aku sering memimpikan dirimu. sebenarnya kau ada hubungan apa denganku hyung?"
Pertanyaan jimin itu terus terbayang di kepala yoongi. Saat Jimin bertanya, itu membuat yoongi terkejut setengah mati. Ia bingung harus menjawab apa. Beruntung Jin hyung tadi datang, kalau tidak. Yoongi tidak tau harus berkata apa. Jangankan berkata, berpikir saja ia tidak bisa, saking terkejutnya.
"apakah aku harus jujur pada jimin, tentang semuanya" guman yoongi pada dirinya sendiri.
Other Side
Jimin duduk di balkon apartemen taehyung. Ia memutuskan menginap di apartemen taehyung karena ia harus bertanya pada sahabatnya. Jika ia bertanya pada Jin, Jin pasti tidak mau memberitahunya.
Sudah hampir 2 jam Jimin duduk sendiri di sini. Ia terus berusaha mengingat ingatannya yang hilang.
Kalian bertanya dimana taehyung, taehyung sedang asik berpacaran dengan jungkook di ruang tengah.
Ya benar, jungkook sedang berada di apartemen taehyung.
Jimin larut dalam pikirannya sampai tidak mengetahui kalau ada yang menghampirinya.
"Jimin hyung" jungkook mendekatinya. Namja bergigi kelinci itu duduk di sebelah Jimin.
Jimin menolehkan kepalanya. "ada apa kook?".
"Kau memikirkan apa hyung?" penasaran jungkook.
"jungkook-ah boleh aku bertanya sesuatu?" jimin sudah tidak bisa menahan keingintahuannya.
"bertanya apa hyung?" jungkook menatap jimin heran.
"apakah aku sebelumnya mengenal yoongi hyung?" jungkook terkejut dengan pertanyaan jimin, belum sempat menjawab, jimin bertanya lagi "apakah aku punya hubungan dengan yoongi hyung?, kau pasti tau sesuatu" ada binar ingin tau di mata jimin.
"kenapa hyung menanyakan yoongi hyung? apa terjadi sesuatu?" jungkook berusaha tenang.
Jimin nampak berpikir sebentar.
"kau ingin aku menceritakan apa yang terjadi padaku" jimin terus memandang ke depan.
"kau harus cerita jim, agar kita bisa membatumu" ucap taehyung yang tiba-tiba sudah di duduk di hadapan jimin. Jungkook menganggukkan kepalanya pertanda dia setuju dengan ucapan taehyung.
"baiklah" jimin menerawang jauh.
"setiap melihat yoongi hyung, aku merasa tidak asing dengan wajahnya. bahkan saat aku dekat dengannya, rasanya aku seperti sudah mengenalnya" jimin tersenyum tipis. Dua namja yang lain hanya diam menunggu jimin melanjutkan ceritanya.
"saat aku menatap matanya, selalu ada ada ingatan-ingatan kecil di kepalaku. dulu semua itu tidak terlalu jelas, hanya ada namja manis yang selalu tersenyun. namun semakin lama itu semakin jelas, dan aku tau bahwa pemilik wajah manis itu yoongi hyung"
"setiap aku tidur aku selalu memimpikannya. aku pernah memimpikannya saat dia tersenyum bahagia, adanya yang menangis sambil memanggil namaku" jimin menatap kedua namja yang ada di hadapannya.
"kau serius hyung" tanya jungkook bergetar. ia pindah duduk di samping taehyung karena ia hampir menangis mendengar cerita jimin. taehyung terus menggenggam tangan namja kelinci itu.
"aku serius kook, tae" jawab jimin. ia mengusap wajahnya dan mendesah keras.
"kau tau, aku selalu bertanya dengan jin hyung. tapi ia tak pernah memberitahuku" jimin bercerita lagi
"aku tadi bertemu dengan yoongi hyung di supermarket. aku juga mampir ke apartemennya. bahkan aku merasa tidak asing dengan tempat tinggalnya. rasanya aku sudah sering kesana. dan aku tadi sempat bertanya dengan yoongi hyung juga, tapi dia diam saja dan tepat itu jin hyung datang menjemputku karena tadi aku pingsan di apartemen yoongi hyung" "dan aku pulang tanpa jawaban yoongi hyung" jimin mendesah putus asa.
"aku senang kau bisa mengingat sedikit demi sedikit jim. seharusnya yoongi bertemu denganmu sejak lama. bukan malah menghindarimu" ucapan taehyung membuat jimin bingung.
"apa maksudmu tae?" jimin bertanya penasaran. jungkook hanya diam menyaksikan dua namja itu. jungkook sedang memikirkan yoongi pasti ia sedang bingung sekarang.
"em hyung, sebaiknya aku pulang dulu. yoongi hyung pasti menungguku" ucao jungkook tiba-tiba.
"kita lanjutkan nanti jim aku harus mengantar jungkook" jimin mengangguk.
"tidak perlu hyung" jungkook mendekat pada taehyung lalu berbisik 'kau harus membantu jimin hyung. aku harus pulang karena aku yakin yoongi hyung pasti kepikiran dengan pertanyaan jimin" taehyung mengangguk setuju. jimin tidak peduli dengan keduanya karena ia sedang mencerna kata-kata taehyung tadi.
"baik hyung akubpulang dulu" jungkook berpamitan pada jimin.
"hati hati kook" ucap jimin.
setelah kepergian jungkook. jimin menatap taehyung lagi. jarang-jarang taehyung bisa bicara serius begini. jimin tidak mau membuang buang waktu, takut kalau sahabatnya akan kembali gila lagi.
"jadi apa maksudmu tadi tae?" tanya jimin penasaran.
"kau mau tahu?" taehyung tak kalah serius, jimin menganggukkan kepalanya.
"yoongi hyung adalah kekasihmu jim" kata-kata taehyung membuat jimin terkejut.
"kau ingatkan dokter pernah bilang kau hanya melupakan kejadian setahun terakhir ini" jimin mengangguk lagi.
"kau mengenal yoongi hyung dan menjadi kekasihnya juga terjadi sebelum kau kecelakaan jim"
"bahkan sebelum kau pergi ke jepang kau menghabiskan waktu bersamanya. katamu saat itu sekalian pamit dengannya" jimin memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit. dan ada bayangan-bayangan bermunculan di kepalanya.
"kau tak apa jim. kurasa aku harus berhenti di sini" taehyung menatap khawatir sahabatnya itu.
"tak apa tae. aku harus segera mengingatnya. pasti dia selalu menungguku mengingatnya" kata jimin meyakinkan "aku benar tak apa-apa. sungguh" jimin meyakinkan lagi
"baiklah. saat mendapat kabar kau kecelakaan dalam perjalanan menuju bandara. yoongi hyung sangat panik dan khawatir. namun kau saat itu malah koma. selama kau koma yoongi hyung selalu menemanimu. bahkan dia sampai tak memperhatikan dirinya sendiri. dan kau koma selama 2 minggu. selama itulah yoongi hyung menunggu kau membuka matamu" taehyung menatap sahabatnya yang sepertinya terus mendapat potongan ingatannya.
"dan saat kau membuka matamu ia tersenyum bahagia. tapi itu tak bertahan lama karena sama sekali tak mengingatnya."
"jungkook selalu bilang padaku kalu setiap malam ia pasti mendengar yoongi hyung menangis bahkan saat tidur ia pasti mengigau memanggil namamu"
"cukup tae. kepalaku sakit sekali" "argh" jimin mengerang kesakitan. dan tidak lama itu ia pingsan.
Sudah 20 menit jimin pingsan. taehyung terus menunggu sahabat sejatinya itu membuka matanya.
Jimin membuka matanya perlahan lahan. dia mendapati taehyung yang menatapnya khawatir.
jimin tersenyum pada taehyung.
"terima kasih tae kau membuatku mengingatnya" ucap jimin tulus.
taehyung pun ikut tersenyum
"sama-sama jim. tapi bagaimana bisa, aku tidak memberitahumu detailnya"
"saat aku tidak sadar tadi, aku seperti mendapatkan semua ingatanku" jimin menjeda sebentar "aku mengingat saat aku kenal dengannya, saat menembaknya bahkan semalam sebelum kecelakaan itu aku pergi dengannya ke sungai han. ia menangis di pelukanku. dan dia bilang kalau dia mencintaiku" jimin menitikkan air matanya.
"aku sudah sangat menyakitinya" jimin tersenyum miris.
taehyung bahagia karena sahabatnya telah kembali. taehyung menepuk bahu sahabatnya. "kau harus menemuinya jim"
"oke, bukankah tanggal 9 nanti yoongi ulang tahun. kau harus memberinya kejutan, aku akan bilang jungkook"
Di apartemen yoongi
"aku harus bagaimana kokie" yoongi terus bertanya seperti itu.
"tenanglah hyung, kau tak perlu menjawabnya. jimin pasti ingat padamu. karena aku yakin kalau ia masih mencintaimu" kata jungkook
yoongi hanya mengangguk menanggapi ucapan jungkook.
' ya kau pasti mengingatku jim' batin yoongi
15 menit sebelumnya
jungkook baru selesai mandi. ia mendengar hp nya berbunyi.
"ne hyung"
"jjinja"
"baiklah hyung aku akan merahasiakannya"
"ne aku mengerti hyung"
"aku akan memikirkan yang itu"
"baiklah. bye hyung"
jungkook tersenyum bahagia. ia melangkahkan kakinya keluar untuk menemui yoongi. ia menarik nafas pelan, ia mendekti yoongi seolah tidak terjadi apapun.
"baiklah hyung sebaiknya kau tidur, jangan terlalu dipikirkan" jungkook berkata lembut.
"baiklah" yoongi beranjak menuju kamarnya. meninggalkan jungkook yang tersenyum bahagia.
'aku senang karena kau akan tersenyum lagi hyung' batin jungkook
To Be Continue
hah.. akhirnya chap 4 selesai.
semoga kalian suka ff gak jelas ku ini. apalah daya diriku , hanya author abal-abal.
jangan lupa review nya
sebelumnya terima kasih buat readers yang mau membaca ff gak jelasku ini. :-):-)
see you next chapter.. pai paii..
