"Baiklah, untuk kelas yang akan menampilkan drama di festival nanti, silahkan bagi perwakilannya mengacungkan tangan supaya di data oleh Osis."

Dan Sakura Haruno mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

"Dari kelas 2-C akan menampilkan drama apa?"

"Kami akan menampilkan drama yang berjudul 'Prince and His Adjutant'. Durasinya diperkirakan akan memakan waktu 1,5 jam." Jawab Sakura dengan nada senang yang tidak bisa ditutup-tutupi lagi.

"Oke."

"Sakura, apa tokoh utamanya itu Sasuke-kun?" tanya salah satu perwakilan kelas lain yang duduknya di samping Sakura. Kebetulan perempuan, dan sudah dapat dipastikan kalau ia adalah salah satu Sasuke lovers.

Sakura pun mengangguk mantap.

"Sungguh?! Kyaaa.. Pasti dia sangat keren nanti!" ujarnya histeris, "Oh ya, bagaimana cerita dramanya nanti?"

Sakura mengembangkan senyum misteriusnya, "Rahasia." Jawab Sakura yang disambut raut wajah kesal, "Tapi, kujamin drama ini akan menarik berkat Sasuke. Apalagi, Sasuke akan berperan sebagai Pangeran, si tokoh utamanya." Lanjut Sakura yang dengan sengaja memperbesar suaranya.

Dan setelahnya, Sakura pun sukses membuat ruang rapat gaduh dengan rasa penasaran setiap kaum hawa.

Ah, daya tarik 'Prince of Konoha Gakuen' memang luar biasa.

-.-.-

NARUTO © Masashi Kishimoto.

Story © Random98

Genre : Frendship, Humor, dan mulai berbau yaoi SEDIKIT.

Rated : T

Warning :

AU School Life, OOC luar binasa, typo everywhere, bahasa seenak udel, dan untuk sekian kalinya saya tidak pernah bosan untuk memperingatkan bahwa bisa saja anda dirugikan dengan HUMOR GARING KRESKRES.

.

.

Happy Reading~

.

Chapter 6 : Goes to Drama!

H-6 sebelum festival drama, kelas 2-C memutuskan untuk melakukan persiapan pada kostum dan dekorasi yang akan digunakan. Setiap pemain diukur badannya, untuk mencari kostum yang pas. Termasuk Sasuke dan Naruto, mereka yang paling pertama diukur mengingat perannya yang sangat penting.

"Sasuke-kun! Naruto! Setelah ini kalian akan tetap latihan, oke?"

Seketika dua laki-laki itu melotot mendengar perkataan sang sutradara, "Apa?!" sahut mereka kompak.

Sakura alias si sutradara itu tersenyum, "Aku akan mengevaluasi hasil latihan kalian kemarin. Plus, akan aku bantu untuk aktingnya."

Sasuke dan Naruto seketika menengguk ludah.

Dan datanglah saat-saat ternista ini.

"Oh, Ayolaah, kalian ini! Sekarang sudah H-6 dan kalian belum pernah berakting!" ucap Sakura yang menyadari raut wajah kedua artis utamanya itu berubah menjadi ruwet. "Lagipula, Shikamaru juga sudah angkat tangan saat aku minta."

Bertanggung jawab. Lalu, pasrah. Ya, memangnya apa lagi yang bisa Sasuke dan Naruto lakukan? Toh, sutradaranya adalah Sakura Haruno. Sebesar atau sekuat apapun usaha untuk menolak, tubuh mereka bisa menurut dengan kekuatannya, otaknya juga. Jadi, jangan remehkan perempuan manapun. Karena di balik batu juga bisa terdapat udang cantik.

Oke, lupakan saja kalimat barusan.

-.-.-

Hall basket yang akan menjadi panggung drama pun dipilih sebagai tempat latihan. Latihan berakting untuk drama BOYS LOVE. Oh, tentu saja, hanya Sasuke, Naruto, Sakura dan Shikamaru. Dan untuk alasan tertentu pemuda nanas itu kembali digeret dengan paksa untuk mendampingi latihan.

Yaah, siapa tau Sakura bisa mengancam aktor utamanya sendiri?

"Kita mulai dari pertama ya! Ayo, one, two–"

"Kubilang belum siap!" potong Sasuke yang merasa luar biasa nervous.

Sial, kenapa adegan pertama sudah ada senyum penuh 'arti' seperti itu?! Kenapa juga tidak Naruto saja yang tersenyum?, begitulah batinnya kira-kira.

"Ayolah, Sasuke, kau sudah melakukan persiapan selama 15 menit. Hanya tersenyum biasa, setelah itu adegannya masih jauh dari yang aneh." Sahut Shikamaru.

Sasuke mengerang, "Hanya tersenyum? Baiklah, coba kau berikan contoh padaku, kepala nanas!"

Dan Shikamaru hanya tersenyum sekenannya.

"Cih, senyum macam apa itu?" cibir Sasuke.

'Seperti kau tau caranya tersenyum saja.' Batin Naruto dalam hati. Ia tidak berani menyuarakannya, takut membuat latihan menjadi sangat lama. Yaah, walaupun sebenarnya ia juga sangat penasaran bagaimana Sasuke Uchiha tersenyum.

"Kalau begitu, buktikan senyummu lebih bagus darinya, Sasuke-kun! Kau 'kan Prince of Konoha Gakuen, tunjukkan kau lebih menawan!" dan Sakura justru mengompori Sasuke. Ini adalah salah satu triknya.

Sasuke pun terbakar dengan ucapan Sakura, lalu ia tersenyum.

Senyum~

Yah, Sasuke sedang tersenyum. Namun, tidak ada satu orang pun yang terlihat terpesona. Mereka menatap Sasuke dengan tampang yang seolah berkata 'He? Apa itu?'

"Mendokusei, itu namanya senyum merendahkan, Uchiha."

"Tatapan matamu kurang ramah, teme."

"Hmm, lengkungan bibirnya juga jelek. Terlihat.. sumbing."

Sang pangeran pun mendelik tidak percaya, "Apa?"

Sakura dan Shikamaru menghela nafas panjang. Yah, sepertinya ini pekerjaan ekstra bagi keduanya. Mengajari bagaimana tersenyum penuh arti.

-.-.-

"I-ini akan menjadi kesempatan terakhir kita-ttebayo. Lakukan minimal seperti tadi, kau mengerti?" ucap Naruto dengan raut wajah tegang. Ia masih terbayang-bayang ancaman setan Sakura beberapa menit yang lalu.

'Jika Sasuke tidak bisa tersenyum dengan bagus saat aku kembali, maka di akhir drama, scene kalian akan kutambah dengan adegan itu! Masa bodoh kalian mau protes seperti apa, aku tidak peduli! Hahaha..'

Sasuke berdecih, "Aku tahu, dobe."

Cklek.

"Dia datang." Ucap Shikamaru melihat gadis pinky itu memasuki ruangan, "Lakukan yang terbaik untuk menghindari adegan itu."

Sasuke dan Naruto mengangguk.

Sakura menepukkan tangannya beberapa kali, "Baiklah, kita mulai lagi untuk scene yang pertama. Ingat! Ini yang terakhir, mengerti? Kalau kalian tidak bisa menyelesaikannya dengan baik, maka R18 menunggu kalian di akhir drama."

"O-oke-ttebayo.."

"Hn."

Ya, hukumannya adalah 'adegan itu'. Dan adegan itu sendiri adalah sesuatu berbau R18. Che, Siapa bilang Sakura menjadi sutradara dengan sungguh-sungguh? Ia juga sedang sambilan sebagai fujoshi.

Sakura kemudian menepuk tangannya, "Ready!"

Sasuke dan Naruto lalu menempatkan posisi di panggung.

"Satu.."

Sasuke bernafas dalam-dalam seraya memejamkan matanya.

"Dua.."

Jantung Naruto menggila – lagi.

"Action!"

Jack Hatton – yang diperankan oleh Naruto – berjalan mendekat, tangannya menggenggam angin. Bergerak seolah membuka pintu kamar di depannya, "Kuda anda sudah siap, Pangeran." Ucapnya kemudian.

Sang Pangeran alias Thomas Denham – yang diperankan oleh Sasuke – pun seolah membalikkan badannya ke arah Jack. Sesaat tidak ada pembicaraan diantara mereka, hanya pandangan yang saling tertaut satu sama lain.

Sakura menyipitkan matanya ke arah panggung, fokus dengan dua aktornya. Adegan selanjutnya adalah penentu apakah hukuman 'adegan itu' akan dijatuhkan kepada mereka atau tidak, 'Kau tidak akan bisa tersenyum.. Tidak bisa, Sasuke.' Batinnya dalam hati.

Naruto melalui detik-detik ini dengan menggenggam tangannya kuat, ia juga mengulum bibirnya sesaat – yang untungnya tidak disadari Sakura sebagai tindakan pengurang rasa tegang, 'Semoga berhasil.. Semoga berhasil.' Do'anya dalam hati.

Thomas alias Sasuke kemudian melengkungkan bibirnya, "Terima Kasih.. Jack."

Siiing.

Angin berhembus seperti biasanya.

Shikamaru melongo hebat.

Sedangkan, Sakura tersenyum sangat lebar, matanya juga berbinar bahagia, "Cut! PERFECT! Kalian sangat bagus! Hahahaha!" serunya berapi-api, bahkan hidungnya ikut mengembang layaknya om-om mesum berhasil mengintip onsen wanita.

"Mendokusei.. itu sangat.. yah, baguslah. Ya." timpal Shikamaru yang tidak dapat berkata-kata. Ia sudah speechless dengan apa yang dilihatnya tadi.

Sasuke seketika menghela nafas lega. Ia berhasil.

"Bagus Sasuke-kun! Kau berhasil! Shanaarooo!" ujar Sakura lagi. Oh, kali ini ia sudah sampai tahap berjingkrak-jingkrak senang bukan kepalang. Namun..

Bruuk!

Seketika ketiga pasang mata di ruangan itu melihat ke sumber suara.

"Naruto!"

Dan diketahui bahwa pemuda blonde itu telah tumbang.

-.-.-

Naruto perlahan mendapatkan kesadarannya kembali. Perlahan ia mulai membuka kedua matanya. Silau. Putih. Sepertinya ia sudah berada di UKS.

"He? Kau sudah sadar?"

Naruto menangkap wajah Sakura yang memenuhi pandangannya, "Uh.. Sakura-chan?" gumamnya seraya berusaha untuk bangun.

"Kau cepat sekali sadarnya, Naruto. Padahal, belum ada 2 menit kau dibaringkan di sini." Sahut Sakura terheran, "Oh ya, apa kau sedang sakit?"

Naruto terdiam sebentar, merasakan apakah ada bagian tubuhnya yang sakit, "Hmm.. Tidak. Aku baik-baik saja, tidak ada yang sakit." jawabnya kemudian.

Sakura berkedip, "Loh, lalu kenapa tadi kau pingsan?"

Naruto gantian berkedip. Lalu, beberapa saat kemudian ia mendapatkan kembali ingatan terakhirnya sebelum kehilangan kesadaran.

"Terima kasih.. Jack."

A-ah...

"Naruto? Kau baik-baik saja?"

Seketika pemuda tan itu mengibaskan kedua tangannya, "Ti–ah.. Maksudku, a-aku tidak apa-apa-ttebayo.. Sungguh! Aku tadi.. dehidrasi. Ya. Boleh aku minta air minum?"

Sakura terdiam sesaat, "Baiklah." Ucapnya sebelum akhirnya berjalan mengambilkan minum.

Sesaat Naruto menghela nafas, lega. Lalu, ia mengibas-ngibaskan kemeja atasannya untuk mengurangi rasa panas yang tiba-tiba dirasakannya – khususnya pada bagian wajah. Huft.. Untung Sakura tidak curiga dengannya.

Sreek!

Dan sepasang mata sapphire itu membulat melihat sosok yang baru saja memasuki ruangan.

"Oh, kau sudah sadar rupanya." Ucap Sasuke yang mendapati sahabatnya itu sudah bisa duduk santai di atas kasur.

Entah kenapa Naruto justru mengalihkan pandangannya dari pemuda Uchiha itu, "Y-ya.. begitulah." Sahut Naruto sekenanya.

Melihat respon Naruto yang aneh, dahi Sasuke berkerut samar. Namun, ia tidak peduli dan terus berjalan mendekati kasur yang ditempati pemuda blonde itu. Lalu, ia meletakkan tas dengan warna oranye-hitam milik Naruto di tepi kasur, "Tas-mu." Katanya singkat.

"Thanks."

"Sakit apa?"

Naruto menoleh ke arah Sasuke, "Eh?"

Sasuke berdecak, "Kau sakit apa sampai pingsan begitu, dobe?" tanyanya lagi sambil mengambil posisi duduk yang nyaman di kasur sebelah.

"O-oh.. Itu.. Eng..", Naruto pun kehilangan kata-kata, bingung. Matanya melirik kesana-kemari, sampai akhirnya matanya bersibobok dengan sepasang onyx milik Sasuke yang menatapnya tajam, "A-ano.. a-aku.."

Sakura diam-diam tersenyum setan di sudut ruangan. Ia sudah lama mengintip dari sana.

"Demam?" tebak Sasuke.

"E-eh?"

Telunjuk Sasuke menunjuk wajah Naruto yang memerah, "Mukamu merah. Kau demam?"

Naruto seketika meraba wajahnya. Sial, kenapa bisa sangat panas? Sebenarnya, ada apa dengan dirinya?!

Merasa bahwa saat ini adalah timing yang tepat sebagai penyelamat, Sakura pun akhirnya keluar dari tempat persembunyian, "Minum-mu, Naruto." Ucapnya seraya menyodorkan segelas air putih kepada si pemuda rubah.

"Ah, terima kasih, Sakura-chan." Kata Naruto menerima gelas tersebut, lalu menengguk isinya sampai tandas. Ah, itu sangat membantunya.

"Sebaiknya, kau pulang saja, Naruto. Sepertinya kau perlu istirahat." Saran Sakura. Walaupun, ia berani bertaruh bahwa alasan Naruto pingsan bukan karena butuh istirahat, "Ah, Sasuke-kun juga boleh pulang, sekalian mengantar Naruto. Rumah kalian searah 'kan?"

Naruto menarik nafas panjang, matanya melebar.

"Hn."

"Baiklah, dan ini tiket untuk kalian." Ucap Sakura seraya menyodorkan empat tiket festival budaya kepada dua pemuda di hadapannya.

Naruto dan Sasuke menatap horor tiket tersebut. Karena bagi mereka, tiket tersebut adalah tiket dengan tujuan neraka yang bernama 'Memalukan'.

"Ajaklah teman atau keluarga kalian berkunjung.. eh, eeng maksudku yaah, bantu-lah yang lain untuk mencari penonton drama kita, ya?"

'Tidak akan!' batin Sasuke dan Naruto kompak.

-.-.-

"Eng.. Sepertinya aku akan jalan kaki saja. Aku ingin cepat sampai ru–"

"Naik mobil lebih cepat daripada jalan kaki, bodoh." Potong Sasuke cepat.

Kali ini Naruto berdiri dari tempat duduknya, "Tidak perlu. Aku akan ja–"

Sasuke seketika menahan pergelangan Naruto, "Apa susahnya menunggu 5 menit lagi, heh?!" gertaknya emosi, ia benar-benar tidak mengerti dengan keadaan sahabatnya sekarang. Apa segitu inginnya dia pulang?

Sedangkan, Naruto tidak dapat mengatakan apa-apa lagi dan pasrah dengan tangannya yang terus dipegang.

"Duduk." Ucap Sasuke seraya menarik sahabatnya itu untuk kembali duduk.

Naruto mengangguk patuh, ia kembali duduk.

Namun, tangan Sasuke masih memegang tangan Naruto untuk 5 menit kedepan. Mungkin, bagi Sasuke itu adalah bentuk penjagaan agar ia tidak kerepotan mengejar. Tapi bagi Naruto, perlakuan Sasuke adalah penyebab dari tangannya yang mulai berkeringat karena tegang.

Semoga jemputan klan Uchiha selalu tepat waktu.

Do'a pun terkabul, sebuah sedan hitam berhenti di depan halte bis Konoha Gakuen beberapa saat kemudian. Dan itu adalah menjadi sebuah bukti, bahwa jemputan klan uchiha memang tepat waktu.

"Maaf tuan muda, apakah anda menunggu lama?" ucap sang sopir yang tergopoh-gopoh membukakan pintu belakang mobil.

"Tidak." sahut Sasuke singkat, "Nanti ambil jalan yang melewati kediaman Uzumaki. Dia sedang sakit." Lanjutnya seraya menunjuk Naruto dengan dagunya.

Sang sopir berkedip seaat, "Ah.. Ba-baik, tuan."

Sasuke lalu menarik Naruto maju untuk masuk terlebih dahulu dan melepaskan pegangannya, "Masuklah."

Naruto mengangguk kaku, lalu masuk ke dalam mobil yang disusul oleh Sasuke.

Sang sopir pun menutup pintu, dengan gerakan yang sedikit lambat dari biasanya. Karena diam-diam ia bertanya-tanya dalam hati, apakah ia tidak salah lihat kalau tuan-nya bergendengan tangan?

-.-.-

"Yo, Ototou! Kau sudah pulang?"

Sasuke hanya memutar bola matanya bosan, lalu melanjutkan jalannya menuju kamar.

Tidak terima diacuhkan, Itachi akhirnya mengejar sang adik, "Hey! Kenapa kau sombong sekali dengan kakak-mu, hm? Apa kau masih marah soal game keberuntungan itu?"

"Urusaii.." sewot Sasuke.

Itachi menyengir lebar, "Sudahlah, toh, kalian berdua sekarang sudah biasa-biasa saja 'kan?" tanyanya.

Sasuke tidak menggubris, ia berjalan melewati kakak-nya itu begitu saja. Namun, saat jarak yang ditempuhnya sudah mendekati 15 meter..

"Hey, Sasuke, sebentar lagi di sekolah-mu akan diadakan festival budaya ya?"

Seketika Sasuke meraba kantong celananya. Tiketnya.. hilang. Sial, di mana kertas laknat itu?! Lalu, ia menoleh cepat ke arah Itachi yang sedang memainkan dua tiket nista tersebut dengan senyum yang juga nista, "Hey! Kembalikan tiket itu, baka-nii!" serunya kemudian.

Itachi justru membawa tiket tersebut kabur, "Aku akan memberikan satu tiketnya pada Ibu~" ujarnya.

Sasuke mendelik, dengan secepat kilat ia mengejar, "Itachiiiii!"

Dan adegan kejar-kejaran 'tom and jerry' pun dipertontonkan di kediaman Uchiha yang megah tersebut. Tenang saja, hal ini sudah biasa terjadi selama belasan tahun terakhir. Dan – mungkin – terpelihara sampai nanti kedua putra Uchiha itu menjadi kakek-kakek.

"Ibuu~!"

"Itaachiii!"

Sang Ibu alias Mikoto Uchiha yang dipanggil pun akhirnya keluar dari kamarnya, dan mendapati kedua anaknya sedang kejar-kejaran memperebutkan seonggok kertas. Ia menghela nafas, "Ya ampun, hentikan, Itachi! Sasuke, kau juga! Kalian mau sampai kapan kejar-kejaran terus, heh?" omelnya.

Keduanya pun berhenti. Walaupun, mata Sasuke masih mengincar sang tiket dan Itachi yang sibuk mengangkat tiket tersebut tinggi-tinggi. Mungkin, Itachi lupa kalau tinggi mereka hanya selisih 8 senti.

"Lalu, apa yang kalian rebutkan?" tanya Mikoto.

"Tiket festival budaya di sekolahnya." Jawab Itachi seraya menunjuk adiknya dengan dagu, "Ayo, bu, kita lihat Sasuke bermain drama!"

Sasuke melotot, "Jangan!" serunya panik.

"Benarkah? Sasu-chan, kau akan bermain drama?" tanya Mikoto dengan mata berbinar-binar.

"Ti-tidak! Aku–"

"Itu bohong, liat saja tiketnya!" sela Itachi cepat.

Seketika Mikoto lompat indah untuk meraih dua tiket di tangan Itachi, maklum ibu-ibu lincah memang seperti itu. Dan entah kenapa gerakan tersebut di mata Sasuke terlihat berjalan dengan lambat alias bermode slow motion. Ia lalu ikut melompat – yang juga terlihat seperti slow motion – untuk merebut tiket. Namun, di akhir pertandingan kecepatan dalam slow motion itu gerakan menjadi normal. Mikoto menang, ia berhasil menggapai tiket tersebut.

Sasuke menganga sejadi-jadinya.

"Wah, benar! Ayo kita ke sana Itachi!" ujarnya bahagia setelah melihat tiket tersebut.

"Oke!" sahut Itachi seraya mengacungkan jari jempolnya.

Aduh, Sasuke ingin mati saja rasanya.

~To Be Continued~

A/N : Halooo~ Apa kabar semua? Sudah berjamur-kah? *laludibakarmassadanauthormatilaludiedotensei* (?) Ehem, seperti yang tertera pada profilku yang kurang lebih 'dan kabur entah kapan' jadi, aku benar-benar minta maaf atas kelemotan dalam mengupdate ini juga chapter selanjutnya – karena ada sesuatu di RL yang gak bisa diganggu. Tapi, kalo ada kesempatan, nanti ku-update deh~ Wkwkwk. Miiiaanheee~ Hontou ni mian~ :3 *ngeluarinpuppyeyesnojutsu* /loh?/ Dan beginilah chapter 6 dengan segala kemabiguannya, semoga pada suka yaa ^^ Kalo (emang) ada kurangnya, SANGAT dianjurkan untuk review yah? *plaaak! Okeoke, mari lanjut ke bilik

Nyambung Review :

Sebelumnya, pengen nyantumin special thanks buat :zadita uchiha Aiko Michishige Ryuusuke583 Akita Fisayu Angel Muaffi Firebolt2030 Hyull JulyOLaVera Kenozoik Yankie Kuroshiro Ringo PhoenixBoy3 Princess Vissa ReginaSomniiTerra Uzumaki Dendi aprilyarahmadani dame dame no ko dame ku chan .1 njhyerim thaandhie 553 viraoctvn Aulia 1299 Chic White Jasmine DaisynoYuki affsaini chennie21 85 juga buat yang lain yang mungkin belum tercantum namanya, atas fav dan follownya ARIGATOU GOZAIMASHITA ^o^

Zadita Uchiha : Mwehehe.. Maklum, disini aku bikin Saku jadi fujoshi gidu, mwhehehe.. Sankyu udah me-review terus, Semoga suka sama chapter 6 yaa~ ^^

.1 : Ehem, kamu terus baca aja ya biar tahu sendiri, fufufu.. ^w^ Sankyu udah mer-review, semoga suka sama chapter 6 inii~

Ryuusuke583 : He? Souka? ._. Aku cuma ngikutin data profil di wallpaper yang ku-download, mwehehe.. Ehemsoaltemenkamuakujadiiriehem. Oke, Sankyu banyak (?) atas ralatnya, semoga kamu suka sama chapter 6-nya~ ^^

UruRuBaek : Okeh, ini chapter 6-nya, semoga sukaa~ :3

Jasmine DaisynoYuki : Ihihihi.. kalo penasaran terus ikutin ajaa~*cengarcengirkuda* Semoga kamu suka sama chapter 6 ini ya~ ^-^

Versetta : Haha.. Latihan kok, kalo gak latihan nanti diomelin sutradara Saku, terus nanti kalo dihukum R18 gimanaa~? Ehemwalaupunauthorjugapengennyadihukumehem oke, ini sudah dilanjut, semoga kamu suka yaa~ ^^

Aiko Michishige : Okeh, ini udah dilanjut, semoga kamu suka ya~ :3

Preview chapter 7

"Sa-sasuke.. Ap-apa yang kau la-lakukan-ttebayo?"

"Aku yakin kau bisa lebih rileks jika denganku. Bagaimana menurutmu, Naruto?"

#*#*#

Last, Happy Ramadhan and See you on next chapter~^^

Sign, Random98.