RETROUVAILLES Chapter 2

Author : Kimkha~

Genre : Hurt/comfort, Romance, little bit angst.

Maincast : Chanbaek

Length : Chapter.

Rate : M

Warning : Genderswitch

NO Siders!

NO Bash!

Selamat membaca kawan-kawan ^^ dan hati-hati ini rate M !

Baekhyun POV

Besok adalah hari pernikahanku dengan seseorang yang sangat aku cintai. Park Chanyeol dialah orang yang sangat aku cintai, seseorang yang aku nanti tiga tahun lamanya dan orang yang mulai hari esok akan resmi menyandang status sebagai suamiku. Aku sangat bahagia menyambut hari esok. Penantianku selama ini berbuah manis bukan? Aku memperhatikan diriku yang tersenyum-senyum sendiri di meja rias kamarku. Kini aku berada di rumahku yang berada di Bucheon, karena pernikahanku esok akan dilaksanakan disini.

Cklek. Aku mendengar pintu kamarku terbuka. Aku menoleh untuk melihat siapa yang masuk kedalam kamarku.

"Eoh, Umma" Ucapku sedikit terkejut. Umma berjalan menghampiriku.

"Apa yang sedang kau lakukan sayang? Kenapa kau tidak tidur, hm ? besok hari pernikahanmu harusnya kau segera tidur".

"Ahh.. aku hanya sedang melamun saja, umma".

"Tidak baik anak gadis melamun seperti itu, apalagi malam-malam seperti ini". Ucap umma sambil mengelus-elus rambutku.

"Ne, umma" Aku tersenyum pada umma lewat pantulan cermin di depanku.

"Umma, tidak menyangka harus melepasmu secepat ini sayang. Rasanya baru kemarin umma masih menyuapimu di pangkuan umma-" umma berhenti sejenak lalu menghela nafas.

"-apa kau sudah siap menjadi seorang istri. Umma sebenarnya sedikit terkejut dengan perubahan sikap Chanyeol sepulangnya dia dari Inggris. Umma hanya merasa khawatir. Entah kenapa".

Aku memegang tangan umma yang berada di bahuku "Gwencana umma, semua akan baik-baik saja. Aku sangat bahagia. Mungkin kejadian di bandara itu karena Chanyeol sangat merindukanku".

"Ya, semoga saja. Umma akan selalu mendoakan yang terbaik untuk putri umma tercinta ini dan kau harus menjadi istri yang baik dan berbakti pada suamimu !".

"Ne, Arraseo umma"

"Cha~ sebaiknya kau tidur sekarang, ini sudah sangat larut. Harus cukup tidur karena hari esok pasti sangat melelahkan".

Aku berdiri dari bangku rias. Berbalik menatap ibuku.

"Siap ummaku yang cantik. Aku akan tidur sekarang, umma juga harus tidur sekarang". Aku mengecup kedua pipi umma sebelum pergi menuju tempat tidurku.

Aku terbaring saat melihat umma keluar dan menutup pintu kamarku rapat.

"Hahh~ semoga hal yang kutakutkan tidak terjadi. Semoga pasti baik-baik saja". Ucapku bermonolog. Sebelum akhirnya aku tertidur. Aku tidak sabar untuk menghadapi hari esok.

Baekhyun POV END

Author POV

Acara resepsi pernikahan

"Kyaaaa.. Baekhyun-ah chukae"
"Ne, gomawo Kyungsoo-ya. Aku bahagia sekali hari ini".

"Tentu saja kau harus bahagia Baekhyun-ah. Ini hari istimewamu dan juga Chanyeol. Oh ya ngomong-ngomong Chanyeol dimana?"

"Hmmph.. Chanyeol.. Ah.. Itu Chanyeol". Baekhyun menunjuk suaminya yang berdiri di depan pintu masuk dengan seorang wanita Cantik, mereka berdua terlihat begitu akrab.

"YA, kenapa dia malah bersama wanita itu disana. Harusnya dia mendampingi istrinya. Bukannya malah berkumpul dengan orang lain. Lagi pula siapa mereka Baekhyun-ah ? apa kau mengenal mereka" Ucap Kyungsoo menuntut jawaban Baekhyun.

"Aku.. aku juga tidak tahu Kyungsoo-ya. Tapi mungkin nanti aku akan bertanya padanya". Baekhyun berujar sendu.

"Ishh.. kau ini. kau tau aku merasa bahwa Chanyeol yang sekarang sangat berbeda dengan Chanyeol yang dulu. Aku tidak tahu bagaimana tapi aku sangat khawatir padamu Baekhyun-ah". Kyungsoo menggenggam tangan sahabatnya.

"Kau tenang saja. Aku yakin Chanyeol masih sama seperti dulu dan aku yakin Chanyeol sangat mencintaiku jadi kau tenang saja ya". Baekhyun bekata sambil meletakan kedua tangannya di bahu Kyungsoo.

"Ne. Semoga tuhan memberkati kalian berdua". Baekhyun tersenyum

"Ne".

.

.

.

.

.

"Nuna, aku pikir kau tidak akan datang" Chanyeol menghampiri seorang wanita .

" Nentu saja aku harus datang ke pernikahan Hoobae ku yang satu ini. aku tidak menyangka kau akan menikah secepat ini Chanyeol. Hahaha" Wanita itu tertawa sambil menepuk sebelah bahu Chanyeol.

"Yaahhh.. begitulah nuna. Orang tuaku ingin aku segera menikah".

"Benarkah?" wanita itu menunjukan senyum tanda tidak percayanya.

"Dulu itu memang keinginanku. Tapi sekarang sepertinya tidak". Chanyeol menjawab dengan nada santai.

"Aku tahu, kau pasti sudah terbiasa dengan kehidupan di inggris bukan? Akupun sama sepertimu Chanyeol makanya disini pun aku hanya bergaul dengan orang-orang yang memang tidak asing dengan pergaulan di eropa.".

"Ya untungnya aku diterima POSCO. Setidaknya aku bisa bertemu lagi dengan nuna dan rekan kerjaku disana juga hampir semua lulusan Eropa dan Amerika hahaha".

"Hahaha.. Oh ya, aku lihat istrimu sangat cantik dan juga polos. Aku merasa prihatin melihatnya menikah dengan pria sepertimu".

"Hei.. memangnya aku pria yang seperti apa?" protes Chanyeol.

"Memangnya kau pikir aku lupa ? kau itu sama brengseknya dengan Kris. Aku yakin pasti semua wanita di kelas kalian sudah kalian tiduri kan ?"

"Hahaha.. Ayolah nuna, aku hanya menikmati masa muda. Seperti kau tidak saja. Lagipula kau juga pernah kan merasakan bagaimana kehebatanku di atas ranjang".

"Ya aku sudah tau bagaimana rasanya, Ck." Wanita itu berdecak sembari tersenyum.

"Ah.. sebaiknya aku kembali kesana. Baekhyun mungkin sedang mencariku".

"Oh baiklah"

"Mungkin nanti kita bisa bermain-main seperti dulu lagi, Yuri nuna. Aku tinggal" Chanyeol pergi meninggalkan Yuri sendirian.

"Ck. Aku tidak janji, Chanyeol". Ucap Yuri tersenyum.

AUTHOR POV END

BAEKHYUN POV

Malam Hari

"Yeollie, apakah kau bahagia?" aku bertanya pada seseorang yang saat ini telah sah menjadi suamiku. Aku menyandarkan kepalaku di bahunya yang lebar. Saat ini kami tengah berada di dalam kamar, tepatnya di atas tempat tidur. Malam ini adalah malam pertamaku dan Chanyeol. Sejujurkan aku takut dan juga gugup. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang.

"Ne, tentu saja aku sangat bahagia Baekkie. Akhirnya aku bisa menikah dengan seseorang yang sangat aku cintai". Aku bahagia mendengarnya. Aku sungguh tidak sabar menanti hari-hari kami kedepanya. Hari-hariku menjadi istri seorang Park Chanyeol.

"Aku juga bahagia Yeollie, sangat bahagia malah". Aku melihat Chanyeol tengah menatapku sekarang. Dia mendekatkan wajahnya padaku. Aku tahu apa yang akan dia lakukan. Aku memejamkan mataku ketika aku merasa bibirnya menyentuh permukaan bibirku. Ciuman yang awalnya terasa begitu romantis kini terasa menjadi begitu liar. Aku tahu pasti apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan aku sudah siap, siap memberikan segalanya untuk Chanueol –suamiku-.

Aku merasakan tangan Chanyeol masuk ke dalam pakaian yang aku kenakan. Mengelus perutku perlahan sebelum kemudian tangannya naik ke atas menyentuh payudara kananku. Aku mulai merasakan pijatan-pijatan lembut yang diberikan oleh suamiku.

"Eunghh..Yeollie~" Suara itu berhasil keluar dari mulutku.

"You're mine tonight. Let me fuck you Babe". Ucap Chanyeol seraya kini menciumi dan menjilati leherku, memberikan beberapa tanda keunguan disana.

"Aaaahhh" Ucapku mendesah.

Tangannya perlahan membuka baju yang ku kenakan sehingga sekarang aku hanya mengenakan bra berwarna nude. Aku melihat Chanyeol menatap payudaraku dan berkata.

"You have a good size". Walaupun aku tidak terlalu bisa berbahasa inggris. Tapi setidaknya aku mengerti apa yang baru saja dia katakan. Mungkin sekarang Chanyeol dapat melihat semburat malu di pipiku. Kenapa Chanyeol jadi sefrontal itu ?

"Ahh.." tiba-tiba tangan Chanyeol meremas payudaraku kuat-kuat, dan itu membuatku terkejut. Chanyeol kemudian membuka braku dengan sangat terburu-buru. Aku bisa melihat nafsu yang besar dari matanya saat ini.

Langsung diraupnya nipple kananku, diemutnya dengan sangat kuat sedangkan tangannya bermain-main dengan nipple kiriku. Aku hanya mampu melenguh merasakan sensasi baru dan aneh yang baru kali ini aku rasakan. Setelah puas bermain dengan dadaku tangan Chanyeol turun kebawah mengelus-ngelus vaginaku yang masih tertutup celana piyamaku. Aku hanya mampu kembali melenguh.

Chanyeol tiba-tiba berdiri dan membuka seluruh pakaiannya. Mataku terbelalak melihat sesuatu yang baru kali ini aku lihat bentuknya. Ukuran kejantanan miliknya sangatlah besar, aku tidak yakin benda itu tidak akan menyakitiku nantinya, tuhan aku takut.

"Kulumlah ini sayang !". Ucap Chanyeol menunjuk kejantanannya. Sedang aku menatapnya ragu-ragu.

"Ta-tapi bukankah itu menjijikan" aku melihat Chanyeol memutar kedua bola matanya, apa dia kesal padaku ? oh tidak.

" Tentu saja tidak, Baekhyun sayang. Ini memang yang selalu di lakukan wanita pada pasangannya, ayo cobalah". Karena aku tidak ingin mengecewakan suamiku, dengan ragu aku menggenggam batang kejantannya yang berukuran jumbo. Lidahku mulai menyentuh permukaan kulit kejantanannya. Sebenarnya aku merasa jijik dan lagi rasanya sungguh terasa aneh dilidahku. Kumasukan kemulutku secara perlahan, tapi sepertinya Chanyeol tidak tahan sehingga dia memaju mundurkan kepalaku. Aku dapat mendengar suara desahan suamiku.

"Arrgghh.. Baekhyun.. Ouhh Ahh.." sedangkan aku masih memaju mundurkan kepalaku. Setelah hampir 10 menit aku mengulum milik Chanyeol aku merasa ada cairan yang memasuki tenggorokan ku dan rasanya sangat aneh, disertai lenguhan dari Chanyeol.

"Haaahhhh ini sungguh nikmat sayang".

Baekhyun POV END

AUTHOR POV

Kurang lebih 30 menit melakukan foreplay. Sepertinya Chanyeol tidak sabar untuk langsung ke kegiatan inti malam pertamanya –yang sebenarnya bukan malam pertamanya-. Chanyeol secara perlahan membuka kedua kaki istrinya itu.

"Ini akan terasa sakit sayang tapi lama-lama kau juga akan menikmatinya". Chanyeol berkata di tengah-tengah nafsu nya yang berada di puncak. Chanyeol harus ingat bahwa ia harus memperlakukan istrinya dengan sangat baik. Bukankah dia sedang berperan sebagai suami yang baik ?

"Ne, Arraseo" Baekhyun menjawab disela-sela ketakutannya. Kemudian Chanyeol mengarahkan kejantanannya menuju lubang vagina istrinya perlahan-lahan.

"Isshh.. pe..rih.." ringisan Baekhyun mulai terdengar. Namun Chanyeol tetap melanjutkannya. Setelah dirasa telah masuk setengah, Chanyeol langsung menghentakannya sekaligus. Sehingga terdengar teriakan kesakitan dari Baekhyun.

"Arrghh.. Sakit.. hiks.." Baekhyun menangis karena merasakan sakit yang luar biasa di bagian bawahnya.

"Ssstt.. jangan menangis, mianhe." Chanyel menghapus lelehan air mata di pipi istrinya.

"Kau mau aku melanjutkannya atau kita berhenti saja ?" Chanyeol menatap istrinya seolah-seolah khawatir, padahal dia benar-benar sudah tak tahan untuk mendapatkan kenikmatannya.

"Tentu kita harus melanjutkannya, aku tidak apa-apa". Ucap Baekhyun yang percaya melihat tatapan khawatir dari suaminya itu.

"Mianhae, saranghae" Ucap Chanyeol sebelum kemudian menghentakan kejantanannya maju-mundur di dalam Baekhyun. Dan walaupun Chanyeol awalnya berkata seolah peduli pada istrinya yang merasa kesakitan di malam pertamanya malah menginginkana istrinya melayaninya berkali-kali, Baekhyun tidak bisa menolak karena dia tidak ingin mengecewakan suaminya, dia ingin menjadi istri yang baik untuk suaminya. Park Baekhyun hanya tidak tahu bahwa Park Chanyeol yang sekarang tak kurang dari 'Serigala berbulu domba'.

.

.

.

.

2 bulan kemudian

Pernikahan Baekhyun dan Chanyeol kini telah menginjak usia dua bulan. Semua nampak baik-baik saja hingga kini, baekhyun yang selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Chanyeol dengan baik dan Chanyeol yang sangat memanjakan Baekhyun ketika berada di rumah. Bahagia, itulah yang Baekhyun rasakan saat ini. Entah kata apa yang pas untuk menggambarkan rasa bahagia seorang Park Baekhyun saat ini, Baekhyun tak henti-hentinya bersyukur atas segala yang telah tuhan berikan, memiki suami sebaik Chanyeol. Itulah yang ada di pikiran Bekhyun saat ini.

Hari ini adalah hari minggu, dan tentu saja Chanyeol hari ini libur dari pekerjaannya. Baekhyun hari ini berniat meminta sang suami untuk mengantarkannya ke supermarket untuk berbelanja bulanan. Baekhyun mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian di apartemen sederhananya, apartemen yang ditinggalinya berada di lantai 17, dilihatnya sang suami sedang terduduk sofa yang menghadap ke jendela apartmennya yang cukup lebar, mungkin ia sedang memandangi langit kota Pohang yang saat ini terbilang cukup cerah.

"Yeollie" Baekhyun berjalan dari arah pantry menuju ruang tengah menghampiri Chanyeol.

"Eoh" Chanyeol menolehkan kepalanya kebelakang.

"Yeo.. yeollie kau merokok?" Baekhyun berdiri tepat di samping sofa yang Chanyeol duduki, Baekhyun terkejut melihat suaminya yang sedang memegang sepuntung rokok yang menyala.

"Ne, aku sedang bosan jadi aku merokok. Ada apa sayang, kenapa kau memanggilku barusan?". Tanya Chanyeol dengan senyumnya tanpa menunjukan rasa bersalah.

"Tapi setahuku dulu kau tidak merokok yeollie dan lagi rokok itu tidak baik untuk kesehatanmu"

"Ini hanya untuk penghilang stress dan bosan saja Baekkie, sudahlah aku tidak akan kenapa-kenapa" Chanyeol menjawab dengan nada yang terdengar sedikit kesal. Baekhyun yang yang tidak mau melihat suaminya semakin kesal mencoba untuk mengalihkan pembicaraan walaupun pada dasarnya Baekhyun merasa kecewa dengan suaminya

" Mianhe yeollie aku hanya khawatir saja, Yeollie antarkan Baekkie ke pasar swalayan ya ! Baekkie mau berbelanja bulanan" Ucap Baekhyun sambil mengelus-elus punggung Chanyeol.

"semua bahan kebutuhan sudah sabis?"

"Hmm.. tidak semua tapi yang lainnya pun hampir habis jadi mumpung sekarang suamiku sedang libur, jadi antarkan Baekkie ! karena sepertinya kita harus berbelanja banyak hari ini". ucapan Baekhyun barusan dibalas dengan senyuman hangat dari Chanyeol. Chanyeol mematikan batang rokoknya lalu kemudian berdiri.

"Ne, Kajja"

Author POV END

Baekhyun POV

Sekarang sudah menunjukan pukul satu malam tapi Chanyeol masih belum pulang. Memang tadi dia memberitahuku kalau hari ini dia akan lembur sampai malam, dia berkata padaku bahwa besok para pemegang saham dari luar negeri akan datang dan dia harus menyiapkan laporan untuk di presentasikan besok.

Suamiku disana bekerja sebagai Corporate Developer . Jabatan Chanyeol sekarang belumlah tinggi tapi tidak bisa di bilang rendah juga karena Chanyeol lulusan luar negeri pastilah dia mendapatkan posisi yang lumayan disana. Dan lagi menurut Chanyeol lulusan luar negeri seperti dirinya disana lebih cepat mendapatkan promosi untuk kenaikan jabatan. Ya, aku hanya dapat berdoa yang terbaik untuk suamiku.

Drrttt.. Drrrttt.. di tengah aku merasakan handphone ku bergetar.

From : Kyungsoo

'Baekhyun-ah, kau sedang tidur ya ? aku merindukanmu'

Aku terkikik membacanya. Kenapa dia mengirimiku tengah malam begini ?. apa dia belum tidur. Aku juga merindukannya. Aku sentuh layar hp ku, mencoba memanggil sahabatku itu melalui line telepon.

Tut..

Tut..

"Yeoboseyo"

'Baekhyun-ah'

"Kyungsoo-ya bogoshipo, kenapa kau menghubungi ku tengah malam begini eoh?"

'aku tidak bisa tidur, aku kesepian disini sendirian baekhyun-ah. Nado bogoshipo'

"Aigoo, manis sekali kau madam pororo. Kalau kau kesepian cepatlah menikah dengan si itu kekeke" aku membaringkan tubuhku di atas tempat tidur sambil terkikik karena perkataanku sendiri.

'si itu ?'

"Eung, si itu"

'si itu siapa Byun Baek- eh maksudku Park Baekhyun'

"Tentu saja si duda tampan Kim jong in kekeke. Bagaimana sudah ada perkembangan belum?" jujur aku penasaran dengan kelanjutan hubungan sahabatku dengan pria itu. Pria itu sepertinya baik, hanya wajahnya saja yang terlihat mesum.

'….'

"Kyungsoo-ya ?"

'Ne~, ah itu sebenarnya sekarang kami jadi semakin dekat Baekhyun-ah. Tapi aku dan dia masih sekedar teman. Kami belum memiliki hubungan khusus'

"Gwencana, mungkin nanti dia tidak akan memintamu menjadi pacarnya tapi dia akan langsung melamarmu menjadi istrinya Kyungsoo-ya"

'menerutmu begitu?'

"Eung"

'Ya~ semoga saja' apa tadi dia bilang ? semoga saja ? aku terkekeh mendengar jawaban sahabat ku yang imut ini. bukankah kemarin dia terkesan mau tidak mau dengan pria itu. Sepertinya kau sudah terjerat cinta duda tampan Kyungsoo-ya !.

'Baekhyun-ah, apa aku mengganggumu ? mungkin saja kau sedang melakukan sesuatu dengan Chanyeol hahaha'

"Eiii.. apa yang kau katakan ? aku belum tidur, aku sedang menunggu Chanyeol pulang hari ini dia lembur"

'Chanyeol belum pulang?'

"Ne~ dia lembur, tapi sampai selarut ini dia masih belum juga pulang"

'Dia sibuk sekali, ah kalau begitu aku tidur dulu ya Baekhyun-ah. Kau juga lebih baik tidur'

"Ah ne~ kau tidurlah besok kan kau harus bekerja

'Eung, Bye~'

"Bye"

Sambungan telepon telah terputus, aku menghela nafas dan melirik jam yang menempel di dinding kamar. Kenapa masih belum pulang juga ? . kenapa perusahaan itu tega sekali membiarkan karyawannya terus menerus lembur. Karena memang Chanyeol sering sekali melembur, tapi biasanya dia sudah pulang pukul 11 malam. Itu pun sebenaranya terbilang sangat malam dan sekarang dia masih belum pulang juga. Aku selalu menunggu Chanyeol pulang, aku tidak mau ketika Chanyeol pulang, dia menemukanku sudah tertidur. Suamiku sudah bekerja keras untuku sudah seharusnya aku menjadi istri yang baik juga untuknya.

Baekhyun POV END

Author POV

Terdengar suara hingar bingar yang mampu menulikan telinga dan cahaya lampu yang mampu menyilaukan mata. Chanyeol turun dari kamar hotel yang baru saja di tempatinya dan kembali menuju klub malam yang tadi di datanginya sebelum akhirnya pergi menuju kamar hotel dengan satu rekan kerja wanitanya dan satu wanita penghibur. Klub malam tersebut memang merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh hotel Hyundai Ulsan, hotel tempat dimana Chanyeol berada saat ini.

"Kau tidak memesan kamar hotel hyung ?" Suara Chanyeol mengeinterupsi seorang pria yang sedang menikmati minumannya. Chanyeol kemudian duduk di samping pria tersebut.

"Aku sedang malas, lagi pula aku tidak seperti kau yang setiap kesini pasti langsung memesan kamar" Ujar pria itu kemudian kembali menegak miumannya.

"hahaha.. aku hanya butuh hiburan hyung"

"Ck, kau kan bisa memintanya dari istrimu"

"Tentu saja aku mendapatkannya juga dari istriku tapi aku juga butuh hiburan yang lain Yongguk hyung"

"You're fuckin' bastard ! You wanna drink ?

"Tidak terimakasih, aku sudah berusaha menghilangkan bau alcohol yang tadi. Karena aku tidak mau sampai Baekhyun curiga padaku"

"Kau ini munafik sekali"

"Apa yang lain sudah pulang?"

"Belum, yang lain masih di kamar hotel. Dan tumben sekali kau lama, biasanya kau tidak akan berlama-lama karena takut dengan istrimu itu haha."

"Aku bukannya takut hyung, aku hanya tidak mau membuat Baekhyun curiga. Dan tadi Yuri noona dan wanita itu benar-benar membuatku gila. Eoh apa penampilanku tidak mencurigakan ? tadi aku hanya mandi sebentar." Chanyeol menciumi dan memerika kemeja sebentar.

"Ya~ aku juga beberapa kali melakukannya dengan Yuri dan dia cukup membuatku ketagihan". Kedua nya kemudian terkekeh bersama. Sungguh mungkin hal itu lucu dan menyenangkan bagi mereka, tapi hal itu merupakan hal sangat menyakitkan bila istri mereka tahu.

"Ah sebaiknya aku pulang sekarang. Ini sudah sangat malam, semoga Baekhyun tidak menungguku".

"Dasar suami takut istri"

"Ck, kau juga harus urusi istrimu hyung kasihan dia. Aku pergi hyung". Chanyeol berkata kemudian mulai melangkahkan kakinya keluar dari club malam ini.

"Ck, Oke" Ujar Yongguk yang masih anteng dengan minumannya.

5 Bulan kemudian

Semua masih berjalan seperti biasanya tidak ada yang berubah dan tidak ada sedikitpun kecurigaan Baekhyun atas semua yang telah Chanyeol lakukan selama ini dibelakangnya. Baekhyun sangat mempercayai suaminya itu dan berusaha untuk menjaga kepercayaannya pada suaminya meski terbesit kekhawatiran jauh di lubuk hatinya.

Hari ini hari senin, dimana semua karyawan benar-benar sibuk dengan seluruh pekerjaan dan aktivitas mereka yang sangat melelahkan di perusahaan. Tidak terkecuali untuk seorang Park Chanyeol yang kini benar-benar terlihat sibuk dengan pekerjaannya, berkutat dengan dokumen-dokumen pengembangannya dan berdiri di depan komputer seharian pastilah melelahkan dan membuat otot-otot pegal. Chanyeol masih terus berkutat dengan pekerjaannya, mimik keseriusan tampak jelas tersirat di wajah tampannya meski kini waktu telah menunjukan waktu istirahat bagi para karyawan disana.

"Chanyeol, ayo kita turun ! tidakah kau lapar ? kau ini serius sekali dasar Mr. Clever" suara Bang yongguk yang merupakan rekan kerja Park Chanyeol yang bekerja sebagai Corporate Planner tiba-tiba menginterupsi kegitan Chanyeol dengan dokumen-dokumennya.

"Ah, ne hyung ini aku sudah selesai". Ucap Chanyeol sambil membereskan berkas-berkas di mejanya.

"Kajja" Ujar Yongguk. Lalu mereka pergi ke café di sebrang kantor mereka. Dimana biasanya karyawan yang lainpun menghabiskan waktu istirahatnya disana.

.

.

.

.

"Hyung, bagaimana apa laporan perencanaanmu sudah selesai di buat ? " Ujar Chanyeol disela-sela waktu menikmati makan siangnya dengan Yongguk.

"Belum, masih banyak yang harus aku perbaiki lagi. Hahhh.. aku lelah sekali, sepertinya aku butuh hiburan nanti malam". Yongguk berkata sambil memasukan sesendok makanan ke mulutnya.

"Tentu saja, kita membutuhkan hiburan hyung. Aku sudah berkata pada Baekhyun kalau hari ini aku akan lembur hingga larut. Bagaimana dengan Himchan nuna, bukankah dia sedang hamil besar ? Ck, harusnya kau siap siaga hyung berada di rumah menjaga istrimu". Kemudian Chanyeol menyuruput minuman yang di pesannya.

"ah aku tidak peduli. Memangnya bila itu istrimu kau akan melakukannya ?"

"Tentu saja, aku kan suami yang baik lagi pula bila aku seperti kau sekarang ini aku pasti sudah habis oleh orangtuaku juga mertuaku".

"Suami yang baik dari mana ? aku tidak sepertimu Park Chanyeol, aku tidak pandai berakting seperti itu. Biarkan saja toh dari awal himchan tahu kalau aku laki-laki seperti ini salahnya sendiri kenapa dia mencintaiku". Chanyeol yang sedang menikmati makanannya hanya menganggukan kepala mendengar perkataan yongguk. Temannya ini bukankah sama brengsek dengan dirinya?

"Yang lain kemana ? tumben mereka tidak kemari ?" Yongguk mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru café mencari rekan-rekan kerjanya yang lain.

"setahuku mereka pergi ke cabang kita yang di Gwangyang"

"Jadi nanti malam kita pergi berdua ?"

"Ya, tentu saja"

"Hahh.. baiklah"

Mereka berdua mengakhiri perbincangan mereka dan kembali melanjutkan acara menyantap makan siang mereka. Sampai tiba-tiba nampak seorang wanita cantik datang menghampiri mereka.

" Park Chanyeol ?" wanita itu berdiri di samping meja makan yang mereka duduki. Chanyeol dan juga Yongguk menolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang berbicara. Mata Chanyeol membulat sempurna melihat siapa wanita yang kini ada di hadapannya.

"Je.. Jesicca ?"

#TBC#

Kawan-kawan gimana ceritanya jelek apa memuaskan kkk.. kalau yang merasa kurang suka sama ceritanya maaf ya. Sebenarnya judul ini gak nyambung sama ceritanya karena diawal ceritanya gak akan kayak gini. Tapi kok malah jadi begini (-_-"). Kimkha berusaha buat cerita ini terkesan se real mungkin dan keliatan kayak sinetron. walau ini jatuhnya bakal kayak sinetron tapi ya asal jangan kebangetan aja lah ya kkk..

Ada yang udah nebak kalau Jessica pasti bakal ada lagi. Ketahuan ya ? hiks.. hiks.. tapi gak apa-apa deh.

Kimkha mohon review dari semua kawan-kawan pembaca ya. Boleh kritik atau sarang yang penting komentar yang membangun, jangan nge bash. Biar Kimha semangat ini buat ngelanjut FF nya. Makasih ya salam kenal buat semua yang new reader. ^^*