RETROUVAILLES Chapter 3
Author : Kimkha~
Genre : Hurt/comfort, Romance, little bit angst.
Maincast : Chanbaek
Length : Chapter.
Rate : M
Warning : Genderswitch
NO Siders!
NO Bash!
Selamat membaca kawan-kawan ^_^
Auhor POV
"Jadi kenapa kau bisa ada disini ?" Chanyeol bertanya pada wanita bernama Jessica yang kini ada di depannya.
"Aku merindukamu Chanyeol, dan kebetulan saudaraku ada yang tinggal disini. Aku hanya disini untuk seminggu saja Chanyeol" Wanita bernama Jessica itu duduk manis di hadapan Chanyeol. Mereka saat ini tengah berada di Club malam, tempat yang tidak asing untuk Chanyeol kunjungi.
"Benarkah ? lalu bagaimana dengan tunanganmu ?"
"…"
"Jess ?" Chanyeol mengkerutkan keningnya, melihat wanita di depannya terdiam setelah mendengar pertanyaannya.
"A.. Ah, itu. Brian baik-baik saja. Lagi pula aku kan hanya meninggalkannya untuk satu minggu saja. Karena aku merindukanmu Chanyeol ku sayang". Ucap Jessica seraya tersenyum menggoda.
"I miss you too, Babe"
"But you're married, thats too bad" Jessica menunjukan wajah sedihnya.
"Oh.. it doesn't matter honey ! don't be serious, ok ?" Chanyeol mengusap pipi Jessica perlahan. Sedangkan ucapan Chanyeol hanya dibalas dengan senyuman manis oleh Jessica.
Chanyeol dan Jessica terlihat asik dengan perbincangan mereka. Sesekali saling menggoda dan sentuhan-sentuhan pun tak luput dilakukan keduanya. Sampai seorang pria datang mengusik mereka berdua.
"Yo~ Chanyeol" sapa pria itu menghampiri meraka berdua.
"Seunghyun-hyung" Chanyeol menolehkan kepalanya melihat pria bernama Seunghyun itu. Dan Seunghyun hanya melayangkan senyuman pada mereka berdua.
"Siapa wanita seksi ini ? aku belum pernah melihatnya disini" Seunghyun bertanya pada Chayeol
"Dia Jessica, dia temanku ketika aku berkuliah di inggris. Dan Jessica kenalkan ini Seunghyun-hyung dia rekan kerjaku". Senghyun mengulurkan tangannya pada Jessica yang lalu disambut dengana manis oleh Jessica.
"Sebenarnya teman kerjaku yang lain masih banyak. Tapi sepertinya mereka sedang bersenang-senang di kamar hotel" .
"Yahhh.. mereka sedang bersenang-senang. Bagaimana kalau kau juga ikut bersenang-senang dengan kami cantik?" Senghyun melayangkan senyuman mesumnya pada Jessica.
Entah kenapa Jessica terlihat terkejut dan juga panik mendengar pertanyaan pria itu.
"Ti..ti..dak , tidak terimakasih" Jessica melirik ragu Chanyeol.
"Kenapa?" Chanyeol terlihat bingung melihat mimik muka Jessica yang nampak ketakutan.
"Kau seperti tidak biasa saja dengan hal ini" lanjut Chanyeol dengan tersenyum meremehkan.
"Bukan seperti itu. Aku.. aku.., kau tahu kan kalau aku merindukanmu Chanyeol ? dan aku tidak akan lama disini. So I just wanted to spend my time with you".
" Kau dengar hyung ? dia hanya ingin menghabiskan malam panas denganku. Lebih baik kau pergi dan cari wanita lain saja hyung.. haha" Chanyeol berkata dengan senyum kemenangan terukir jelas di wajahnya.
Seunghyun memutar bola matanya malas. " Oke baik, kalian bersenang-senanglah. Dan kau cantik. Kau akan menyesal telah menolak pria setampan aku" Seunghyun berkedip genit sebelum akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kau bilang kau merindukanku dan hanya ingin mengahiskan waktumu denganku kan ? kalau begitu kau harus membuktikannya Jessica sayang" Ucap Chanyeol tersenyum penuh arti.
"Membuktikannya dengan apa?" Balas Jessica dengan wajah menantangnya.
"Hahh.. kau pasti tau Jess"
Jessica yang mendengar itu hanya terkekeh. "Of course, I know. I'll do it with my pleasure". Jessica mengerlingkan matanya mengoda.
"Let's go" kemudian Chanyeol menarik tangan Jessica keluar dari Club menuju kamar hotel -tentu saja- .
.
.
.
.
Chanyeol terlihat sedang merapihkan kemeja kantornya. Memperhatikan dirinya dengan detail, takut kalau-kalau ada sesuatu yang dapat membuat Baekhyun curiga ada pada penampilannya. Waktu sebenarnya masih menunjukan pukul 10 malam. Belum terlalu malam bagi muda mudi yang memiliki gaya hidup liar seperti dirinya. Namun karena di rumah dia merupakan suami yang baik, tentu saja dia harus segera pulang. Dia sudah cukup puas menikmati kegiatan yang menyenangkan dengan Jessica, walau hanya sebentar.
Sedangkan Jessica sudah terlihat rapi, dan duduk di pinggiran ranjang yang berada di kamar hotel itu. Memperhatikan Chanyeol yang tengah berkutat dengan cermin
"Chanyeol"
"Hmm" gumam Chayeol yang masih asik dengan kegiatannya.
"Kau sudah tahu tentang Kris ?"
"Kris ? ada apa dengan Kris ?"
"Kris meninggal, dia meninggal bulan maret kemarin".
'Deg' Chanyeol membelalakan matanya. Menolehkan kepalanya kebelakang, menatap Jessica dengan pandangan yang seolah bertanya 'apa kau serius ?'
"Dia mengalami kecelakaan. Saat itu dia sedang bersama teman wanitanya, kemudian mereka mengalami kecelakaan. Mobil yang mereka tumpangi bertabrakan dengan Truk Teronton dan keduanya tidak selamat" Ucap Jessica melanjutkan.
"…"
"Chanyeol ? kau tidak apa-apa ? wajahmu pucat sekali".
Channyeol masih mematung di tempatnya, nampak masih sangat terkejut. Dia tidak menyangka, temanya mengalami nasib yang mengenaskan.
"Ke.. kenapa tidak ada yang memberitahuku ?"
"Aku pikir kau sudah tahu. Lagi pula dia di makamkan di Cina. Keluarganya juga sangat tertutup, sepertinya mereka cukup malu. Mengingat semua orang tau bagaimana perilaku kris semasa dia hidup".
Chanyeol menggerak-gerakan matanya tak jelas, tubuhnya sedikit gemetar. 'Ada apa denganku ? kenapa aku ketakutan seperti ini ?' Batin Chanyeol. Sekelebat ingatan masa lalunya muncul. Di masa awal-awal pertemanannya dengan Kris.
FLASHBACK
Chanyeol tengah berada di kamar asramanya, terlihat sangat asik dan sibuk dengan buku-buku nya dan sesekali memainkan handphonenya, bertukar pesan dengan kekasihnya yang jauh disana. Chanyeol tersenyum memandang layar Handphonenya.
"Hahhh" Chanyeol menghela nafas. Sejujurnya ia ingin pulang. Kadang ia merasa menyesal, kenapa dia tidak mengambil beasiswa di korea saja. Dengan begitu dia tidak perlu berjauhan dengan kekasihnya. Dia sungguh merindukan Baekhyun kekasihnya.
Cklek. Terdengar suara pintu kamar Chanyeol terbuka. Dilihatnya seorang Pria tampan dan tinggi memasuki kamar.
"Hey Kris" sapa Chanyeol pada Kris yang merupakan Roomatenya di asrama.
"Oh hey Chanyeol. What are doin' ?"
"Hmpph.. Just Reading a book" Ucap Chanyeol sambil mengangkat buku yang di pegangnya.
Kris membaringkan dirinya di tempat tidur, terdengar kekehan kecil dari mulutnya.
"Oh. that's so boring Chanyeol" Chanyeol hanya terdiam tidak menanggapi perkataan Kris.
"Hey Chanyeol. Want to take with me tomorrow night ?" Kris menolehkan kepala nya, menatap Chanyeol yang masih membaca buku di ranjang sebelahnya. Sebuah seringai tampak terukir di wajah Kris.
"Where ?"
"Somewhere, that's a great place. Come on Chanyeol, you need the fun. You won't regret it, believe me !" Chanyeol nampak diam menimang-nimang, karena dirasa tidak ada salahnya maka Chanyeol menganggukan kepalanya. Kris yang melihat itu tersenyum lebar.
"Good~" Kris mengacungkan satu jempolnya.
Keesokan malam
"Kris why you bring me here ? Let's back ! I don't like to be here Kris". Chanyeol merasa tidak nyaman berada di tempat ini. Mereka berdua tengah berada di dalam sebuah bar yang cukup terkenal disana, dimana Chanyeol dapat melihat beberapa wanita dengan pakaian yang terlampau seksi dan juga beberapa penari striptis yang sedang beraksi.
"Oh god, Don't be nerd Chanyeol, Please. Just have fun, ok !" Chanyeol tidak menjawab. Dia benar-benar ingin keluar dari tempat ini sekarang.
"Chanyeol, look at there !" Kris menunjuk seorang wanita cantik dengan penampilannya yang seksi dan baru saja memasuki Bar bersama dengan beberapa temannya.
"I'll introduce her to you" Kris berjalan menghampiri wanita itu dan Chanyeol hanya mengikuti di belakangnya dengan wajah bingungnya.
"JESSICA" panggil Kris pada wanita itu.
FLASHBACK END
Dengan perlahan Jessica berjalan menghampiri Chanyeol, mengusap punggung pria itu mencoba memberi ketenangan.
"Sudah, kau tidak usah cemas. Semua akan baik-baik saja"
Chanyeol masih mematung, tidak terpengaruh dengan usapan yang di berikan oleh Jessica. Tanpa Chanyeol sadari, Jessica wanita yang berada di balik tubuh tegapnya itu tengah menunjukan seringainya.
'Tidak akan ku biarkan kau bersenang-senang di atas penderitaanku, Park Chanyeol' batin Jessica dengan tangannya yang masih mengusap punggung lebar Chanyeol.
.
.
.
.
Pagi hari di kediaman kecil Park Chanyeol, terlihat sang istri tengah sibuk dengan aktivitas pagi harinya, menghidangkan sarapan untuk sang suami tercinta. Chanyeol duduk manis menunggu sang istri memasak, sekarang masih sangat pagi jadi dia tidak perlu terburu-buru pergi ke kantor.
"Ini Yeollie" Baekhyun meletakan sepiring nasi goreng di atas meja makan.
"Terimakasih sayang" Baekhyun duduk di samping suaminya, menemani suaminya sarapan.
"Unngghh.." Baekhyun membekap mulutnya, tiba-tiba perutnya terasa begitu mual. Dengan cepat Baekhyun berlari menuju wastafel yang berada di dapur.
"Hooeekk.. Hooeekk" Baekhyun memuntahkan isi perutnya. Badannya terasa lemas dan perutnya benar-benar terasa mual.
"Baekkie, kau tidak apa-apa ?" Chanyeol menghampiri sang istri dan memijat tengkuknya pelan. Baekhyun mengusap mulutnya lalu menatap Chanyeol.
"Aku tidak apa-apa Yeollie, hanya saja memang akhir-akhir ini aku sering sekali merasa pusing dan mual".
"Sudah ke dokter ?" tanya Chanyeol. Baekhyun menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"Kalau begitu nanti siang kita pergi ke dokter ya ? aku akan menemanimu" Chanyeol mengusap rambut Baekhyun pelan.
"Iya nanti siang aku akan ke dokter, tapi nanti aku pergi sendiri saja. Yeollie pasti banyak pekerjaan di kantor. Baekkie tidak apa-apa".
"Benar tidak apa-apa ? aku khawatir padamu sayang". Chanyeol berkata dengan wajahnya yang nampak Khawatir.
"Sungguh Yeollie sayang, tidak apa-apa" Baekhyun tersenyum manis sambil mengusap-usap lengan suaminya.
Author POV END
.
.
.
.
Baekhyun POV
Aku sedang berada di ruangan dokter rumah sakit di dekat apartemen, menunggu hasil pemeriksaan kesehatanku.
"sudah berapa lama anda menglami pusing dan mual nyonya ?" ucap dokter bertanya padaku.
"sekitar 2 minggu yang lalu "dokter itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"Jadi bagaimana dokter ?" aku lihat dokter itu tersenyum ke arahku. Kenapa dia tersenyum ? memangnya ada apa denganku ?
"Selamat Nyoya, anda positif hamil. Usia kandungan anda saya perkirakan baru berumur 2 bulan. Untuk lebih detailnya anda bisa memeriksakannya di dokter kandungan. Sekali lagi selamat nyonya". Dokter itu tersenyum tulus padaku.
Sedangkan aku masih terdiam, memproses kata-kata dokter barusan. Aku hamil ? setelah lama menanti akhirnya aku hamil. Oh, sungguh rasanya aku ingin sekali menangis. Aku tidak sabar untuk memberitahukan kabar gembira ini pada Chanyeol dan juga keluarga yang lain. Aku sungguh tidak sabar, bagaimana reaksi suamiku nanti saat dia tahu sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah ? . Kuusap perlahan perutku.
"Terimakasih dokter" ucapku dengan senyum bahagia yang terlukis jelas di wajahku.
Terimakasih Tuhan.
Baekhyun POV END
.
.
.
.
Author POV
Chanyeol sedang membereskan meja kerjanya dan bersiap untuk pergi keluar, karena sebentar lagi waktu istirahat tiba. Chanyeol mengedarkan pandangannya ke sekitar dan melihat Seunghyun datang menghampiri meja kerjanya.
"Chanyeol, nanti pulang kerja kita pergi ke rumah Yongguk" Ucap Seunghyun tiba-tiba.
Chanyeol mengkerutkan keningnya bingung "Memang ada apa?"
"Kau belum tahu ? Istri Yongguk meninggal, dia meninggal setelah melahirkan anak pertama mereka". Mata Chanyeol membulat terkejut mendengarnya.
"Himchan nuna meninggal ? lalu bagaimana dengan Yongguk hyung ?"
"Aku tidak tahu, maka dari itu. Nanti sepulang kerja kau, aku dan juga yang lain. Kita bersama-sama pergi ke rumah duka".
"Baiklah hyung" Chanyeol menganggukan kepala masih dengan ekspresi shocknya.
.
.
.
.
Baekhyun tengah berjalan di lorong apartemennya, dengan dua buah kantong belanjaan di tangannya. Sepulang dari rumah sakit, Baekhyun pergi ke super market terdekat untuk berbelanja sedikit bahan makanan karena hari ini ia ingin memasak enak untuk merayakan kehamilannya.
Langkah Baekhyun terhenti ketika dia melihat seorang wanita berdiri di depan pintu tempat tinggalnya. Baekhyun berjalan menghampiri wanita itu.
"Maaf anda siapa ? Kenapa anda berdiri di depan pintu apartemen saya ?" tanya Baekhyun pada wanita itu. Wanita itu menolehkan kepalanya lalu tersenyum hangat.
"Apa kau Baekhyun ?"
"Iya betul ? kau mencariku ?" wanita itu mengangguk lalu tersenyum.
"Ne, Jessica imnida. Senang bertemu dengan mu Baekhyun-ssi"
.
.
"Jadi ada keperluan apa anda kesini Jessica-ssi ?" Jessica dan Bekhyun kini berada di ruang tamu. Baekhyun bertanya setelah menyuguhkan minuman untuk tamunya.
"Sebelumnya aku ingin memberitahukanmu bahwa aku adalah teman Chanyeol ketika di Inggris. Aku kesini hanya ingin memberitahukanmu siapa Chanyeol sebenarnya Baekhyun-ssi". Ucap Jessica setelah sebelumnya meminum teh yang disuguhkan Baekhyun.
"Maksudmu ? aku tidak mengerti. Memangnya suamiku kenapa?" dahi Baekhyun mengkerut bingung.
"Kau boleh percaya atau tidak padaku Baekhyun-ssi. Suami mu itu adalah pria brengsek. Aku mengenalnya cukup lama, pergaulannya di Inggris sangatlah liar. Dia bermain dengan banyak wanita dan menidurinya. Dia sangat hobi pergi ke Club malam dan mabuk-mabukan dengan teman-temannya. Dia hanya bersikap pura-pura baik di depanmu Baekhyun-ssi". Baekhyun menggelangkan kepala nya mendengar penuturan wanita di depannya.
"itu tidak mungkin. Chanyeol bukan orang yang seperti itu. Aku mengenal suamiku sangat lama sekali. Dia adalah pria yang baik. Anda jangan pernah mencoba untuk memfitnah suamiku Jessica-ssi itu tidak mungkin".
"Aku tidak mencoba untuk memfitnah Chanyeol. Itu memang kenyataannya Baekhyun-ssi".
"…"
"Chanyeol itu brengsek, dia bermain dengan banyak wanita di belakangmu-" Jessica menghela nafasnya sejenak.
"Dan salah satu dari wanita itu adalah aku" Baekhyun membelalakan matanya tidak percaya.
"Kau ?"
"Ya, aku"
Baekhyun menggelengkan kepalanya cepat "Tidak.. tidak.. itu tidak mungkin. Pasti kau berbohong Jessica-ssi"
"Aku mengatakannya karena aku merasa kasihan padamu Baekhyun-ssi. Kau wanita yang baik tidak sepantasnya kau memiliki suami seperti Chanyeol"
"…"
"Ahh.. sepertinya aku tidak bisa berlama-lama. Aku pamit pulang Baekhyun-ssi"
Baekhyun termenung di depan pintu apartemennya, setelah baru saja mengantarkan Jessica sampai depan apartemennya. Termenung memikirkan perkataan-perkataan Jessica tentang suaminya. Baekhyun benar-benar tidak percaya bila suaminya seperti itu. Semua yang dikatakan Jessica benar-benar jauh dari apa yang dilihat Baekhyun.
'aku percaya padamu Chanyeol. Aku percaya padamu' ucap Baekhyun dalam hati.
.
.
.
.
Suasana duka nampak begitu terasa ketika Chanyeol dan rekan kerjanya yang lain datang ke rumah Yongguk untuk turut berbela sungkawa. Terdapat banyak orang di rumah itu, mereka pastilah keluarga dan kerabat baik yongguk dan juga himchan. Jenazah Himchan masih berada di rumah duka dan baru akan dikebumikan besok pagi. Chanyeol menghampiri Yongguk yang sedang menangis di dekat peti mati mendiang istrinya, dapat Chanyeol dengar tangisan dan lirihan yang keluar dari mulut Yongguk.
"Himchan, maafkan aku. Jangan tinggalkan aku Himchan. Himchan.. hiks.. hiks.. Himchan" Yongguk terus menerus menyerukan kata maaf dan memanggil nama istrinya.
"Hyung" Chanyeol menepuk punggung Yongguk pelan. Yongguk memutar kepalanya dengan tangannya yang masih memeluk peti mati istrinya. Keadaannya begitu mengenaskan, wajahnya nampak kusut dan matanya begitu memerah karena menangis.
"Chanyeol-ah" ucapnya menyahut.
"Aku turut berduka cita. Kau harus tabah Yongguk hyung".
Yongguk menggangukan kepalanya dan tersenyum masam "Terimakasih" Ucapnya singkat.
Seorang wanita tua menghampiri mereka sambil membawa bayi di pangkuannya.
"Yongguk-ah, dari tadi dia tidak berhenti menangis. Umma tidak tahu harus bagaimana untuk menenangkannya". Ucap Mrs. Bang menunjuk bayi yang ada dalam gendongannya itu.
"Dia anakmu hyung ?" Chanyeol memperhatikan bayi yang terbungkus selimut itu.
"Umma, biarkan aku saja yang menggendongnya". Mrs. Bang memberikan bayi itu pada anaknya lalu pergi menghampiri tamu yang lain yang ada di rumah duka itu.
"Ya, dia anakku. Dia sangat cantikan Chanyeol ? lihatlah dia sangat mirip dengan ibunya" Yongguk mencium pipi anaknya sayang.
"Kau benar hyung, dia sangat mirip dengan Himchan nuna. Siapa namanya hyung ?".
"Aku belum sempat memberikananya nama, mungkin setelah ini aku baru akan memikirkannya".
"Ne hyung, dia lucu sekali" Chanyeol memperhatikan bayi dalam gendongan Yongguk dan memegang-megang pipinya. Yongguk hanya tersenyum.
"Kau tahu Chanyeol ? andai aku dapat memutar kembali waktu, aku akan memperbaiki semuanya. Aku tidak akan menyia-nyiakan Himchan, aku akan selalu ada disampingnya dan tidak akan menyakitinya seperti yang telah aku lakukan padanya . Aku memang brengsek, kini aku menyesal setelah semuanya terlambat".
"…"
"Aku berharap kejadian yang aku alami bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Ada baiknya kita berhenti perilaku kita yang sudah di luar batas ini. apalagi kita semua telah berkeluarga bukan ? aku pun begitu sekarang aku hanya ingin fokus merawat dan membesarkan anakku. Aku tidak membuat Himchan kecewa dan tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya".
"…"
"Kau tak apa aku tinggal ? aku ingin menidurkan putriku. Dia sudah tertidur".
Ucap Yongguk sambil menimang-nimang bayinya.
"Oh.. iya tidak apa-apa hyung. Aku juga sepertinya akan langsung pulang"
Yongguk meninggalkan Chanyeol menuju kamarnya, dan Chanyeol menatap kepergian Yongguk, masih berpikir dan mencerna kata-kata temannya barusan.
.
.
.
.
"AKU PULANG" suara pintu terbuka beriringan dengan teriakan Chanyeol yang menggema ke seluruh penjuru ruangan. Baekhyun yang sedang menonton TV bergegas berjalan menghampiri suaminya. Membukakan jas dan mengambil tas kerja suaminya. Waktu menunjukan pukul 6 sore, Chanyeol memang mengatakan pada Baekhyun bahwa hari ini dia tidak lembur.
"Aku sudah menyiapkan makanan. Hari ini aku masak lumayan banyak. Yeollie mau makan dulu atau mandi dulu ?"
"Aku sangat lapar, aku makan dulu saja lalu mandi" Chanyeol berjalan menuju meja makan. Dan sedikit terkejut melihat banyak makanan yang tersaji di atas meja makan.
"Waw.. ada acara apa ini ? kenapa kau memasak makanan banyak sekali ?" Baekhyun tidak menjawab dan hanya tersenyum. Mendudukan suaminya di atas kursi dan menyajikan makanan untuk suaminya. Chanyeol yang masih penasaran kemudian kembali bertanya.
"Baekkie sayang, ayo katakan ada apa ini ? setahuku hari ini bukan hari yang spesial" ucap Chanyeol sambil memasukan sendok ke mulutnya.
"Hari ini hari yang special Yeollie. Tadi siang aku sudah pergi ke rumah sakit".
Chanyeol mengerutkan keningnya tidak mengerti "Lalu apa yang dokter katakan?"
"Hhmm.."
"Sayang?"
"Aku.. hamil Yeollie" ucap Baekhyun sambil tersenyum manis. Chanyeol yang sedang menyendokan makanan tiba-tiba terhenti dan memandang sang istri tidak percaya.
"Sudah dua bulan Yeollie" Lanjutnya.
"Ka..Ka..Kau serius ?" Chanyeol menatap Baekhyun lekat-lekat.
"Eung~" Chanyeol berdiri menghampiri Baekhyun yang duduk di depannya. Lalu memeluk istrinya erat. Tanpa dirasanya senyum lebar terlukis di wajahnya.
"Oh.. tuhan, Baekkie benarkah itu ? sungguh aku bahagia sekali sayang mendengarnya. Itu berarti sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah. Terimakasih sayang". Chanyeol mengecup kening Baekhyun dan kembali memeluknya.
"Aku juga sangat bahagia Yeollie" Baekhyun memutuskan untuk tidak mempercayai apapun yang di katakan Jessica tadi siang. Dia akan mempercayai suaminya. Suami yang dicintainya.
.
.
"Baekkie aku tidak sabar menunggu jagoan kecil kita lahir" Chanyeol mengelus perut Baekhyun pelan. Mereka berdua tengah berbaring di atas ranjang mereka dan bersiap untuk tidur.
"Aku juga tidak sabar Yeollie. Tapi kita harus menunggunya 6 bulan lagi".
"Itu lama sekali" Baekhyun hanya terkikik mendengarnya.
"Oh ya. Bagaimana kabar teman kerja Yeollie yang istrinya meninggal ? tadi Yeollie sudah kesana?" Seketika Chanyeol menghentika usapan tangannya di perut Baekhyun.
"Oh.. Ya sudah, Aku kasihan padanya, keadaanya sangat mengkhawatirkan. Sekarang dia harus merawat anaknya seorang diri".
"Kasian sekali, aku harap dia bisa tabah menerima semua ini. Sekarang sudah malam ayo kita tidur Yeollie"
"Ne~ ayo kita tidur. Sleep tight baby"
Baekhyun memejamkan matanya dan mulai memasuki alam mimpinya. Sedangkan Chanyeol sedari tadi hanya diam memperhatikan Baekhyun, memperhatikan wajah istrinya lekat-lekat. Memandangnya dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan.
'Baekhyun' Ucap Chanyeol dalam hati.
.
.
.
.
Sudah seminggu penuh Jessica tinggal di Pohang. Dalam seminggu itu hampir setiap hari dia bertemu dengan Chanyeol dan berakhir dengan menghabiskan waktu yang menyenangkan berdua. Besok pagi Jessica akan kembali ke inggris. Tapi sebelumnya ia ingin bertemu dengan Chanyeol sebelum ia kembali. Adahal yang harus Chanyeol ketahui. Mengenai alasannya datang kemari.
Saat ini Jessica berada di café seberang tempat Chanyeol bekerja. Sekarang sudah hampir jam istirahat, ia duduk di sudut café dengan segelas kopi di mejanya menunggu kedatangan Chanyeol. Dilihatnya beberapa orang yang memasuki café lengkap dengan setelan kerja yang mereka kenakan, di lihatnya pula Chanyeol datang memasuki café. Chanyeol mengedarkan pandangan lalu melambaikan tangannya pada seseorang yang sedari tadi menunggunya.
"Jess, apa kau menunggu lama ?" Chanyeol mendudukan dirinya berhadapan dengan Jessica.
"Tidak, aku juga baru datang".
"Ah.. sayang sekali kau harus pulang. Kenapa kau tidak tinggal lebih lama ? aku masih merindukanmu" ucap Chanyeol yang menunjukan wajah kecewanya.
"Ck. Aku harus segera pulang Chanyeol. Karena urusanku disini sudah selesai".
"Memangnya kau punya urusan apa sayang ?"
"Tentu saja aku punya urusan denganmu, Chanyeol. Hahhh.." Jessica menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.
"Kau tahu Chanyeol ?"
"Hmm" Chanyeol hanya bergumam menanggapi.
"Aku dan Brian sudah tidak bersama lagi. Dia memutuskan pertunangannya denganku". Kesedihan nampak terlihat di wajah Jessica. Sedangkan Chanyeol terkejut mendengar pengakuan Jessica.
"Apa ? Tapi kenapa bukankah hubungan kalian selama ini baik-baik saja?"
"Aku terkena HIV, kau pasti tahukan penyakit menjijikan itu. Dan aku tak sengaja telah menularkan penyakitku ini pada Brian. Dia membenciku lalu pergi meninggalkanku" Jessica menyeringai melihat mata Chanyeol yang membulat sempurna mendengar penuturannya.
"Masa depanku rusak. Aku di tolak bekerja dimanapun, keluargaku mengasingkanku dan orang yang aku cintaipun pergi meninggalkanku. Maka dari itu aku datang kesini. Aku tidak mau bila harus menderita sendirian. Kalian semua yang ikut andil juga harus merasaknnya" lanjut Jessica tersenyum licik.
"Jadi kau sengaja ? Kau ingin menularkan penyakit menjijikan kepadaku ?" geram Chanyeol.
"Seperti itulah"
"Kau iblis Jessica. Aku tidak menyangka kau seperti ini".
"Bila aku iblis lalu kau apa Chanyeol ? tidakkah kau bersyukur memiliki istri seperti Baekhyun. Dia wanita yang sangat baik, bertobatlah Park Chanyeol. Jangan kau sia-siakan wanita sebaik dirinya".
"Diam kau. Lagi pula belum tentu aku akan tertular penyakit menjijikan itu".
"Ya. Kau berdoa saja Chanyeol. Tapi perlu kau ingat, tuhan itu maha adil. Baiklah aku pergi. Semoga setelah ini kita tidak bertemu lagi. Selamat tinggal Park Chanyeol". Jessica melenggang pergi meninggalkan Chanyeol yang masih terduduk di kursi café itu. Badannya gemetar dengan pelipisnya yang sedikit berkeringat.
'Tidak, ini tidak mungkin terjadi. Aku baik-baik saja. Aku tidak akan kenapa-kenapa. Kenapa semuanya jadi seperti ini. Baekhyun.. Baekhyun.. aku harus bagaimana?' ucap Chanyeol dalam hati.
Author POV END
.
.
.
.
Chanyeol POV
Ini sudah sebulan sejak Jessica kembali ke Inggris. Aku merasa ketakutan, aku takut aku tertular penyakit menjijikan itu. Dua minggu yang lalu aku memeriksakan keadaanku ke rumah sakit. Namun dokter bilang aku harus menunggu 3 bulan untuk hasil yang akurat. Penyakit HIV bisa terdeteksi setelah kurang lebih tiga bulan sejak virus itu masuk ke dalam tubuh. Maka dari itu dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan ulang 2 bulan lagi.
Baekhyun sempat bertanya padaku kenapa akhir-akhir ini aku tidak mau menyentuhnya. Padahal dokter mengatakan tidak apa-apa melakukan hubungan pada masa kehamilan asalkan dilakukan dengan hati-hati. Tapi aku berdalih dan mengatakan aku tidak ingin Baekhyun kelelahan dan berpengaruh pada kandungannya. Aku hanya tidak ingin mereka kenapa-kenapa, sebrengsek-brengseknya aku. Aku masih memiliki hati, aku tidak ingin istri dan anakku kenapa-kenapa bila memang benar ternyata aku tertular penyakit itu.
Bila ditanya apakah aku mencintai Baekhyun ? iya tentu saja aku mencintainya. Walau kenyataanya aku sering bermain di belakangnya. Dan bila ditanya apakah aku menyayangi calon bayi yang ada di dalam perut Baekhyun. ? Tentu saja aku menyayanginya dan tentu saja aku bahagia karena dia adalah anakku, darah dagingku sendiri.
Aku sendiri tidak tahu apa yang membuatku menjadi seperti ini. aku sadar sepenuhnya kalau apa yang aku lakukan selama ini salah. Namun aku terlalu terlena dan rasanya terlalu sulit untuku membebaskan diri dari lubang hitam ini.
'Cklek'
aku membuka pintu apartemenku. Aku baru saja pulang bekerja dan aku langsung pulang ke rumah tanpa mampir ke tempat yang biasanya aku kunjungi. Tempat yang aku kunjungi ketika aku beralasan melembur pada istriku. Aku sudah jarang datang kesana bila pun kesana aku hanya minum-minum dan tidak melakukan hal yang lebih.
Penyakit menjijikan itu terus menerus menghantui pikiranku. Apa yang harus aku lakukan bila-bila aku postif HIV ? apa yang Baekhyun lakukan bila ia tahu ? apa dia akan membenciku ? meninggalkanku ? meminta cerai dariku ?
"Yeollie kau melamun, ada apa ?" aku tersadar ketika mendengar suara Baekhyun. Baekhyun sudah menenteng tas kerja dan juga melepas kemejaku. Sejak kapan ia ada disini ?
"Ah.. tidak aku tidak melamun sayang. Kau sudah memasak ? aku lapar sekali" Baekhyun mengangguk dan tersenyum manis. Tuhan, apa aku sudah keterlaluan selama ini ? aku telah mengkhianati wanita sebaik Baekhyun. Jujur rasa bersalah mulai terbesit di benaku. Penyesalan itu selalu muncul di akhir bukan ?
Baekhyun menarik tanganku menuju meja makan. Tapi aku menghentikan langkahku lalu menarik tangannya dan membawanya kedalam pelukanku. Pasti istriku bingung kenapa aku bersikap seperti ini.
"Baekkie"
"Hmm"
"Kau tahu ?"
"Tidak, aku tidak tahu" aku hanya terkekeh mendengarnya. Dia ini lucu sekali.
"Kau tahu ? aku ini sangat mencintaimu"
"Kekeke.. tentu saja aku tahu Yeollie. Aku juga mencintaimu" Ucap Baekhyun yang masih berada dalam dekapanku.
"Benarkah ? kalau begitu kau harus berjanji satu hal padaku" Baekhyun mendongkakan wajahnya menatap wajahku.
"Apa itu Yeollie"
"Berjanjilah untuk terus bersamaku apapun yang terjadi" Ucapku sambil mengusap kepalanya sayang.
"Tentu saja Yeollie, Baekkie akan terus bersama Yeollie apapun yang terjadi. Baekkie berjanji". Aku tersenyum mendengarnya dan kembali mengusap-usap kepala istriku.
"Nah, sekarang ayo makan. Tadi katanya Yeollie lapar" aku melepaskan pelukanku dan Baekhyun kembali menarikku menuju meja makan.
Chanyeol POV END
.
.
Author POV
"Kau tidak makan sayang ? dari tadi kau hanya melihatku saja" Chanyeol menyendokan sesendok sup yang masih hangat ke mulutnya.
"Tidak, Baekkie sudah makan. Baekkie hanya ingin melihat wajah Yeollie kalau sedang makan" Baekhyun memperhatikan Chanyeol yang sedang dalam kegiatan makannya.
"Eoh ? Apa kau sedang mengidam Baekkie ?"
"Hmm.. sepertinya begitu" Chanyeol terkikik terlebih ketika melihat ekspresi sang istri yang menurutnya sangatlah imut.
"Yeollie, tadi Kyungsoo menelepon ku. Kau tau dia bilang apa ?"
Chanyeol menggelengkan kepalanya "apa yang Kyungsoo katakan ?"
"Dia bilang dia akan menikah dengan seorang duda yang sempat aku katakan waktu itu". Baekhyun berucap namun matanya masih saja memperhatikan sang suami yang sedang makan.
"Wah.. Benarkah ? kapan mereka menikah ? akhirnya sahabatmu itu menikah juga. Hahaha".
"Kyungsoo bilang 2 bulan lagi, mereka akan menikah di Bucheon. Yah.. mereka itu langsung menikah dan tidak berpacaran dulu seperti kita dulu. Tapi aku senang karena setidaknya aku yakin dia itu pria yang baik Yeollie"
"Hmm.." Chanyeol hanya bergumam menanggapi.
"Tapi nanti kita datang ya Yeollie ? kau bisa kan mengambil cuti ? sekalian kita mengunjungi umma dan appa"
"Tentu sayang akan aku usahakan"
Chanyeol melanjutkan acara makannya dengan khidmat ditemani sang istri yang masih setia memperhatikannya.
.
.
.
.
Dua bulan kemudian
Di Bucheon
Hari ini adalah hari pernikahan Kyungsoo bersama seorang pria bernama Kim Jongin. Baekhyun dan Chanyeol kini tengah berada di tempat resepsi. Baekhyun tampak sedang mengobrol dengan sang mempelai wanita sedang sang suami memilih untuk berkumpul bersama dengan orang tua dan juga mertuanya yang juga datang ke resepsi pernikahan itu. Mereka tinggal di lingkungan yang cukup berdekatan, maka tidak heran mereka saling mengenal dan juga cukup dekat dengan keluarga Kyungsoo. Sedangkan Sehun adik Chanyeol tidak datang ke acara pernikahan Kyungsoo karena dirinya saat ini tengan sibuk menimba ilmu di Seoul. Sama seperti kakanya, ia mendapakan beasiswa kedokteran di salah satu universitas bergengsi di Seoul. Kedua orang itu tampak sebagai kebanggaan bagi keluarganya bukan ?
"Aaaaa.. Akhirnya kau menikah juga Kyungsoo ku sayang. Selamat ya !" Baekhyun berlari menghampiri Kyungsoo lalu memeluk sahabatnya itu.
"iisshh.. kau berisik sekali Baekhyun-ah. Terimakasih, aku juga tidak menyangka. Ternyata yang kau katakan waktu itu benar"
"Apa aku bilang. Oh ya semoga nanti kau langsung hamil Kyungsoo-ya. Jadi nanti kita bisa menjodohkan anak kita. Wah.. pasti menyenangkan sekali"
"Yaakkk. Kau ini bicara apa ?" Baekhyun tersenyum jahil mellihat wajah Kyungsoo yang memerah.
"Kalau di lihat-lihat dari wajahnya sepertinya suamimu itu pintar membuat bayi Kyungsoo-ya. Jadi aku yakin kau pasti akan langsung".
"Yaakk. Berhenti berbicara seperti itu" Wajah Kyungsoo semakin bersemu malu.
"BAEKHYUN-SSI" Jongsin -suami kyungsoo- mengampiri Baekhyun dengan tergesa-gesa.
"Eoh. Jongin-ssi, ada apa ?"
"Suamimu.. dia.. dia.. pingsan".
.
.
"Chanyeol-ah kau tidak apa-apa ? wajahmu pucat sekali dan lihat kau berkeringat ?" Mrs. Park nampak kawatir melihat kondisi anaknya. Mereka berlima sedang berdiri di dekat stan makanan di tempat resepsi.
"Aku tidak apa-apa, Umma aku hanya sedikit kelelahan saja." Chanyeol mencoba menenangkan. Namun keempat orang yang ada disana masih tetap saja khawatir padanya. Kemudian Mrs. Park menyentuh kening putranya.
"Astaga Chanyeol. Kau demam ? kau panas sekali. Lebih baik kalian pulang duluan".
"Tidak Umma, sungguh aku tidak apa-apa".
"Benar yang umma-mu katakan Chanyeol. Lebih kau pulang dan beristirahatlah". Ucap Mrs. Byun yang juga nampak khawatir pada menantunya.
Chanyeol tidak menjawab, karena sejujurnya ia benar-benar merasa dalam keadaan tidak baik. Tubuhnya terasa lemas, tenggorokannya sakit, dan suhu tubuhnya pun terasa begitu panas. Chanyeol merasakan pandangan semakin mengabur dan kepalanya serasa di hantam oleh batu yang besar. Sampai dia merasakan kesadaranya semakin lama semakin menghilang.
"CHANYEOL" teriak Mrs. Park yang melihat anaknya tergeletak di lantai.
.
.
.
.
"Hiks.. Umma.. Yeollie kenapa ? Yeollie tidak akan apa-apa kan umma ? Hiks..Hiks.." Baekhyun terus saja menangis sedari tadi. Chanyeol sedang di periksa oleh seorang dokter di dalam kamar mereka yang ada di Bucheon tepatnya di rumah keluarga Chanyeol. Dan mereka semua (Baekhyun, Orang tua Chanyeol dan Orang tua Baekhyun) sedang menunggu di luar karena dokter tidak memperbolehkan mereka masuk ke dalam.
"Tenanglah sayang, Chanyeol pasti baik-baik saja mungkin dia hanya kelelahan". Mrs. Byun mencoba memberi ketenangan pada anak satu-satunya itu.
"Hiks.. tapi aku khawatir".
"Sudah, tidak apa-apa" Mrs. Byun mengusap-usap punggung sang anak berharap sang anak menghentikan tangisannya.
'Cklek' pintu kamar itu terbuka. Baekhyun berjalan cepat menghampiri dokter yang memeriksakan suaminya.
"Dokter, bagaimana keadaan suami saya ?" Baekhyun menatap penuh harap pada dokter di hadapannya. Begitupun yang lainnya, mereka ingin tahu apa yang terjadi dengan Chanyeol.
"Hahh.." dokter itu mendesah dengan wajahnya terlihat frustasi.
"Saya telah memeriksa keadaan tuan Park. Saya telah mengambil sample darah tuan Park untuk memeriksa antibodi yang ada dalam tubuhnya. Dan dari hasil pemeriksaan, saya menemukan bahwa Tuan Park positif HIV. Saya telah mencoca memeriksanya dua kali dan hasilnya tetap sama".
Semua yang ada disana spontan membelalakan matanya tidak percaya. Mereka tidak percaya bahwa Chanyeol bisa mengidap penyakit mengerikan itu. Mrs. Park tidak kuasa menahan tangisnya, Mr. Park memeluk sang istri yang menangis sesenggukan walau dirinya sendiri kini tengah menangis dalam diam.
"Tidak.. INI TIDAK MUNGKIN, TIIDAAKKK. Hiks..hiks.." Baekhyun berteriak dan tak kuasa menahan tangisnya.
"Tidak, hiks.. Yeollie"
#TBC#
AAAAMMMPPPUUUNNN… readers jangan marah-marah ya sama Chanyeol -. Ini kimkha bikin agak panjang buat Chapter. Mohon reviewnya ya ^^
Makasih buat ViviPExotic46, Chika love baby baekhyun, parklili, Baekrisyeol, Byunb, Baekkiechan, linda, mela querer chanbaekyeol, hyrtlhusna, Guest, choihyura01, Syifa Nurqolbiah, sayakanoicinoe, , leon, PrincePink, Iyou, KyuraCho, followbaek, exindra, haters, TrinCloudSparkyu, , FriederichOfficial, Septhaca, Anita Lee, ShinjiWoo920202, udah review walaupun yang review masih dikit :D, kalo ada mau reviewnya dibales bilang aja ya
