Tittle
R For Riddle
Cast
Henry lau, Eunji, Hyerin, Taeil, Gikwang, Kyungsoo.
Genre
Mystery
Warning
hati-hati typo(s) masih ada harap maklum, NO EDIT.
.
.
.happy reading ^^
.
.
R2
Ada enam orang anak sebut saja Henry, Taeil, Hyerin, Eunji, Kyungsoo dan Gikwang.
Henry dan Taeil adalah murid jurusan musik, Hyerin adalah murid jurusan pertanian, Eunji adalah murid jurusan tata rias, Gikwang adalah murid jurusan sains dan teknologi dan Kyungsoo adalah murid jurusan perfilman.
Mereka berlibur di suatu pulau pribadi milik keluarga Kyungsoo hingga kejadian naas menimpa mereka.
"Gyaaaaa..." jerit Eunji membahana seraya terduduk saat matamya menatap jasad mengenaskan seorang gadis yang terpotong di perutnya menjadi dua bagian. Lee Hyerin, mata gadis malang itu tampak melotot dengan bagian atas dan bawah yang terpisah di lantai gudang bawah tanah yang di penuhi oleh tikus besar yang berkeliaran ke sana kemari tampak memunguti bekas-bekas makanan sisa serta menginjak-injak tubuh Hyerin yang terkulai bersimbah darah dan tidak lama lagi akan berubah menjadi bangkai.
Kelima manusia itu menatap tak percaya pemandangan yang ada di depannya, sejak dua hari yang lalu kejadian aneh mulai menghampiri mereka seolah memang ada seseorang yang sedang mengawasi aktifitas mereka di sana dan menunggu untuk menyerang serta melakukan kejahatan.
"Aku ingin pulang..." rengek Eunji dengan tangis yang mulai terdengar. mereka berkumpul di ruang makan dengan pikiran kalut.
"Kita tidak bisa pergi dari tempat ini sampai badai reda" ucap Kyungsoo dengan sorot mata penuh ketakutan. "Maafkan aku karena melibatkan kalian" ucapnya menyesal seraya menunjukan raut wajah aneh.
"Tenanglah, kita hanya bisa menunggu sampai badai ini reda dan menghubungi kota, yang terpenting saat ini kita harus mengamankan jasad Hyerin setidaknya kita harus memindahkannya dari gudang agar tidak menjadi santapan tikus-tikus besar yang ada di sana" ucap Gikwang berusaha bersikap waras seraya menepuk pundak Kyungsoo.
"Kawan-kawan~" Henry masuk ke ruangan dengan wajah pucat pasi. "Tubuh Hyerin tidak ada!" ucapnya terdengar bergetar. Mendengar hal itu sontak mereka berlari ke arah gudang dan benar saja jasad gadis itu sudah menghilang dan kini hanya ada bercak darah di lantai yang hampir mengering.
"Ini aneh~Aku merasa memang ada yang tidak beres di sini" ucap Taeil penuh dengan kecurigaan.
"Ini semua salahku...ini semua salahku...ini semua salahku...jika aku tidak menyarankan ke tempat ini semua ini pasti tidak akan terjadi" bisik Kyungsoo dengan mata yang mulai berair. "Gyaaaa..." Kyungsoo menjerit dan berlari kalap meninggalkan kawan-kawannya keluar dari pintu belakang rumahnya menuju badai dan menghilang di kegelapan.
"Kyungsoo...?!" jerit Gikwang panik melihat Kyungsoo yang berlari bagai orang kesetanan. Gikwang berusaha mengejar bocah bermata burung hantu itu namun sosok mungilnya lenyap tak berbekas di kegelapan malam.
"Sial..." Gikwang mengumpat keras, malam itu terasa sunyi hanya ada suara gemerisik air dari tempat pengairan yang ada di persawahan.
"Aku tidak ingin mati...aku tidak ingin mati, selamatkan aku...huwaaaa" Henry mendesah frustasi saat mendengar jeritan Eunji yang terdengar seperti orang sakit jiwa dengan tangan yang mulai menarik surainya dengan bringas terlihat jika dia sangat tertekan sekali. Henry berusaha mencegah gadis dengan pikiran kacau itu agar tidak menyakiti dirinya sendiri.
"Hyung bagaimana sekarang?!" tanya Taeil cemas menghampiri Gikwang yang ada di luar dan sedikit melirik Henry dan Eunji di kejauhan lewat pintu belakang yang terbuka.
Gikwang berjalan menuju rumah kembali, saat matanya menangkap bayangan asing di depan sana. "Kyungsoo...bukankah itu Kyungsoo?!" tanya Gikwang di depan pintu menatap di kejauhan. Tampak bayangan samar sesosok tubuh kekar yang membopong tubuh Kyungsoo yang terkulai lemas di atas pundaknya berjalan di tengah persawahan, Gikwang berlari kencang, namun saat Gikwang dan Taeil mendekat sosok itu menghilang bagai di telan bumi yang tersisa hanya sebuah jejak kaki yang menghilang tepat di tengah-tengah sawah seolah sosok bayangan gelap itu terbang dan menghilang seperti hantu.
Gikwang dan Taeil membeku dan saling berpadangan ngeri, apa baru saja mereka melihat sesosok hantu yang menculik Kyungsoo. Tanpa pikir panjang mereka berdua memutuskan untuk kembali ke rumah dengan langkah cepat tanpa menoleh sedikitpun.
Mereka kembali berkumpul dengan Henry dan Eunji yang terlihat sudah tenang dengan wajah terpuruknya.
"Sebaiknya Kita istirahat sekarang, besok aku pastikan jika kita akan segera meninggalkan tempat ini dan menghubungi polisi secepatnya" ucap Gikwang. Mereka beranjak dari tempatnya menuju tangga lantai dua sampai saat langkah kaki mereka terhenti dan menemukan sebuah angka yang tertulis di dinding atas tangga dengan warna merah seperti darah yang mengalir, terlihat sangat mengerikan.
"-129181611215156" separate (2,1,2,2,1,2,2,2,1)
Henry melonggoh takjub.
"Sialan...kalian akan tamat sebentar lagi brengsek" Gikwang mengumpat keras karena kebodohannya.
Dan Taeil dengan wajah blanknya kemudian tertawa aneh seolah hidupnya adalah lelucon, sementara Eunji gadis itu hanya bisa menunduk seraya memegangi perutnya karena menahan tawa yang sejak tadi seakan ingin meledak dengan wajah yang memerah, entah kemana perginya ratapan kefrustasian dia menghilang.
"Sepertinya kami dalam masalah besar" bisiknya seraya mengusap air matanya dan menatap raut wajah kesal Gikwang.
Question : apa yang sebenarnya terjadi?! Temukan kejanggalannya dan berikan analisis yang mendukung?!
.
.
.
Hohoho karena yang REVIEW belum ada 10 maka jawaban dari chap kemarin aku pending ya...dan untuk chap ini selamat menebak, bagi pencinta Riddle pasti tau hehe
