Shingeki no Kyojin

Belongs to Hajime Isayama

Warning:

Typo(s),AU,OOC,Semi-canon,dan lain-lain

Rate:T

Don't Like, Don't Read!

RnR please

P U R P O S E

Chapter 3 : How You Call Me

"Aku memang mencint—"

"Aku akan membuatmu melupakan Eren, Mikasa! Camkan itu. Aku akan membuatmu melupakannya"

Setelah berkata demikian, Levi berniat keluar dari kamar Mikasa, tetapi langkahnya tertahan oleh kata-kata selanjutnya dari Mikasa.

"Heichou, percuma kau kembuatku melupakannya. Aku tetap tidak punya siapa-siapa.." Ujar Mikasa sambil sesekali terisak kecil.

"Nanti kau akan sadar bahwa kau masih memiliki satu orang yang bisa kau andalkan" Ucap Levi

"Tapi siapa?"

"Akan kau ketahui nanti. Sekarang lebih baik kau istirahat saja. Karena kau adalah humanity strongest. Jadi kau harus cepat sembuh, kami membutuhkanmu. 1 jam lagi aku akan kembali, kalau kau belum tidur, kuhajar kau" Ucap Levi lalu meninggalkan Mikasa.

1 jam kemudian, sesuai janjinya kepada Mikasa, Levi memasuki kamar Mikasa lagi. Mikasa sedang terlelap dengan tenang, rambut hitam berkilaunya yang mulai memanjang masih rapi, bulu mata lentiknya terlihat indah diatas kelopak mata putihnya. Ia baru saja tertidur.

"Mikasa..." Gumam Levi pelan, kemudian mendekati Mikasa, mengambil seuntai rambut hitamnya, lalu mencium bau wangi segar dari rambut perempuan tersebut. Membelai pelan keningnya, lalu mencium singkat bibir merah muda Mikasa.

Menggenggam tangan kiri gadis itu lalu bergumam, "Aku akan melindungimu Mikasa, aku janji akan bersamamu. Menggeser posisi Eren dihatimu.." Setelah berkata demikian, Levi keluar dari ruangan itu, lalu kembali ke ruangannya.

Pagi itu Levi seperti biasa mengantar makanan ke ruangan Mikasa.

"Heichou"

"Apa"

"Maaf bila aku lancang,tapi..apakah kau pernah jatuh cinta?" Pertanyaan Mikasa itu sukses membuat Levi ngejleb sangat dalam.

"Kau tidak seharusnya menanyakan hal itu kepada korporalmu, bocah" Ucap Levi dingin (baca:Salah Tingkah) .

"M-maaf kalau begitu"

"Tidak apa-apa. Makanlah, sebelum makananmu dingin" Kemudian Levi pun meninggalkan Mikasa diruangan itu.

Beberapa menit setelah Mikasa selesai makan, Historia Reiss datang untuk mengambil piring kotor milik Mikasa. Sebelum menaruh piring kotor, gadis pirang itu berjanji akan kembail ke kamar Mikasa karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan pada Mikasa.

Historia kembali ke kamar Mikasa., seperti janjinya.

"Umm...Mikasa..dulu Jean itu menyukaimu, sangat menyukaimu" Ucap Historia.

"Lalu?"

"Lalu, setelah ia sadar bahwa kau sangat menyayangi Eren, dia memutuskan untuk mencari wanita lain dan...yaa akhirnya dia berhasil. Ia cukup bahagia dengan Sasha sekarang. Yang ingin aku tunjukkan padamu adalah, Jean saja sudah bisa berubah. Kenapa kau belum? Aku rasa pasti ada sat atau lebih laki-laki disini yang menyukaimu. Percayalah padaku, Mikasa" Ujar Historia dengan sifat dewinya.

"Reiss, kau boleh keluar sekarang" Ucap Levi yang berdiri diambang pintu.

"E-eh, b-baiklah, heichou" Setelah itu, Historia pergi meninggalkan Levi dan Mikasa di kamar itu.

"Tadi Reiss bicara apa padamu, Mikasa"

"Tidak ad— eh, sejak kapan kau memanggilku 'Mikasa', Heichou? Biasanya kau memanggilku Ackerman. Tadi malam juga, kau memanggilku Mikasa, aku baru menyadari" Baiklah, Levi kehilangan kosakata yang ia pelajari sejak bayi. Bahkan mungkin nama teman-teman yang ia selalu kenang ia lupa. Hanya karena ia kelepasan memanggil Mikasa dengan namanya. Bukan dengan marganya.

"Maaf, aku kelepasan. Aku pergi dulu. Sampai nanti" Levi meninggalkan ruangan itu dengan rasa malu yang luar biasa.

oOo

To Be Continued

Aku ingin begini, aku ingin begitu, ini itu ini itu ekspektasi gw banyak bangeeeeeeeeeetttt!

Pendecc

sangad pendecc

sependecc lipai/digampols

godaankuh many banget Yalordd

btw minta reviewnya yak