DAILY LIFE WITH MY BOYFRIEND

Cast : Kai, Sehun and others

Ini ff yang udah lama aq abaikan n yang paling banyak permintaan untuk segera di update. Entah kenapa feel untuk ngetik ff ini ilang begitu saja. Hahaha...

Karena moodku lagi ga bagus, mungkin hasilnya juga lebih absurd dari biasanya. Wkwkwk

Untuk yang ga suka dengan gaya penulisan ataupun cerita yang aku buat, mending ga usah baca dari pada setelah baca langsung pada ngeluh n ngata-ngatain epep yang aku buat.

No edit, typo bertebaran.

KaiHun Lovea

.

.

.

Chapter sebelumnya

"Hunnie ingin belajar," ucap Sehun dengan suara tegas.

"Belajar?" Jongin bingung, Sehun ingin belajar? Tapi belajar apa?

"Ne, agar tidak canggung lagi, makanya Hunnie ingin belajar."

"Maksudmu...?" Jongin tampak ragu untuk mengatakannya, takut kalau apa yang ia pikirkan berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Sehun.

"Nde, hyung, ayo kita latihan ciuman."

"Mwo, kau bilang apa?" Jongin merasa kalau ia salah dengar sekarang.

"Ayo kita ciuman, hyung!"

.

.

.

.

.

.

"Kau yakin?" tanya Jongin ragu.

"Sangat yakin hyung," balas Sehun dengan nada serius.

"Baiklah, kalau begitu ayo ke ruangan hyung saja, kita tak mungkin melakukannya di ruangan ini kan?"

"Ah, iya," Sehun tersenyum malu ketika mengingat kalau ini adalah ruangan milik Ceo tempat kekasih virtualnya itu bekerja. "Ayo hyung."

Bertepatan dengan keduanya berdiri dari ruangan itu, Tiffany masuk ke dalam ruangan. "Kalian mau kemana?" tanya yeoja itu.

"Ke ruangan Kai hyung," bukan Jongin yang menjawab tapi Sehun.

"Ah ya," Tiffany mengangguk, "Jo.. eh Kai, kau bisa lanjutkan pekerjaanmu nanti, sekarang kau antar saja pulang bocah manis ini."

"Kau yakin Miss?" Jongin hampir terkekeh geli melihat akting Tiffany yang masih terlalu kaku, tapi sedikit banyak ia merasa bersyukur karena Sehun itu terlalu polos untuk menyadari kekakuan Tiffany.

"Ya, tapi besok pastikan kalau kau berangkat lebih pagi ke kantor." Tiffany mendekat pada Jongin dan berbisik pelan, "Besok pagi kau akan amat sibuk dengan pekerjaanmu Jongin." Tak lupa yeoja cantik itu menyelipkan kunci mobil di sela-sela jemarinya. Jongin tersenyum tipis menyadari betapa cepatnya Tiffany bertindak menyiapkan semua keperluannya saat ini.

"Aku mengerti."

Jongin segera menarik tangan Sehun dan membawanya keluar dari ruangan itu dengan langkah cepat.

"Hyung, bukankah itu tidak sopan? Kita bahkan tidak berpamitan pada Boss hyung."

"Sekali-kali tidak apa Sehuna." Lagi pula akulah bossnya di sini.

"Begitu ya hyung..."

"Sekarang kita mau pergi kemana dulu?"

"Terserah hyung saja," sahut Sehun.

"Apa kau lapar, bagaimana kalau kita makan dulu."

"Lalu latihan ciumannya kapan hyung? Sore ini kan kita harus syuting."

"Hanya sekedar mengisi perut yang kosong tak akan memakan waktu yang lama Sehuna."

"Kalau begitu baiklah, ayo makan."

Jongin tersenyum, lihat betapa mudahnya namja di depannya ini mempercayai semua ucapannya. Ia jadi merasa tak tega sudah membohongi Sehun soal pekerjaannya yang sebenarnya.

"Ayo hyung, kita tidak punya banyak waktu," Sehun menarik tangan Jongin yang berjalan dengan langkah lambat di belakangnya.

"Sabar Hun, tak perlu tergesa-gesa."

"Tapi hyung..."

Jongin menggelengkan kepalanya, "Kau ini kenapa menjadi tak sabaran sekali sih, apa begitu ingin hyung cium?"

Wajah Sehun merona mendengar ucapan Jongin. "Bukan begitu hyung, hanya saja kalau Hunnie terlihat canggung nanti Baekkie juga akan mengejek Hunnie dan mengatakan kalau Hunnie tidak pantas ikut acara itu bersama hyung." Sehun menggembungkan pipinya ketika membayangkan reaksi Baekhyun kalau melihatnya ciuman, pasti namja itu akan mengejeknya amatiran.

"Kau tenang saja, tak akan ada yang mengejekmu, mereka justru akan terpesona melihatmu."

"Benarkah hyung?"

"Itu pasti. Ayo, kita makan dulu setelah itu baru latihan."

"Ayooo..." Sehun tampak bersemangat mendengar ucapan Jongin.

Namun semangat Sehun itu tidak bertahan lama, setelah mereka makan dan sekarang berada di apartement Jongin yang sebenarnya baru saja Tiffany sediakan untuk Jongin agar ia bisa membawa Sehun ke tempat ini, semangat yang Sehun jaga sedari tadi langsung hilang berganti rasa gugup yang begitu kentara. Sehun meremas kaos putih yang ia pakai sembari memperhatikan Jongin yang tampaknya baru saja selesai mandi dan sudah berganti pakaian dengan kaos rumahan dan celana pendek selutut. Sehun sendiri sudah lebih dulu mandi dan berganti pakaian dengan menggunakan pakaian milik Jongin.

"Kau tampak tegang sekali," Jongin melirik pada Sehun seraya duduk di atas kursi tunggal di balkon kamar Jongin. Letak apartement Jongin berada di lantai tiga dan ruangannya tak bisa di katakan besar, namun Sehun sangat menyukainya, apalagi letak balkon kamar Jongin tepat menghadap pada sebuah taman bunga yang menambah keindahan pemandangan untuk ia lihat dari sini. Tapi sekarang, Sehun tak bisa menikmati keindahan itu, ia terfokus pada kenyataan bahwa sebentar lagi kekasih virtualnya itu akan mengajari dirinya bagaimana caranya berciuman.

"Duduklah di sini." Jongin dengan lembut menarik lengan Sehun dan menuntunnya untuk duduk di pangkuannya dengan posisi berhadapan dengannya.

"Apakah posisinya harus seperti ini hyung?" Sehun bergerak tak nyaman saat kedua tangan Jongin membimbing kaki Sehun untuk melingkari pinggangnya.

"Hmm... ya..." Jongin bergumam pelan saat lagi-lagi Sehun menggeser pantatnya hingga tak sengaja menggesek kejantanannya. "Diamlah Sehun, kau bisa membangunkannya."

"Huh, membangungkan apa hyung? Bukankah hyung tinggal sendirian di sini?"

"Bukan itu yang hyung maksud, Sehun. Tapi ini." Dengan sengaja satu tangan Jongin meremas benda yang ada di selangkangan Sehun hingga namja manis itu terpekik kaget.

"Hyung nakal."

"Makanya jangan banyak bergerak, kau tak mau punya hyung bangun kan?"

Wajah Sehun merona merah saat Jongin menjauhkan tangannya dari kejantanannya dan beralih mengusap pinggulnya.

"Hyung..."

"Hmm..."

"Kapan kita ciuman?"

Jongin tersenyum, "Kapanpun kau siap."

"Aku..." Sehun menatap wajah tampan Jongin dengan malu-malu. "Aku sudah siap hyung."

Tanpa mengucapkan satu katapun lagi, Jongin segera mendekatkan wajahnya ke wajah Sehun, dan mengikuti instingnya Sehun langsung menutup kedua matanya bersamaan dengan bibir Jongin yang menempel di bibirnya.

Cukup lama Jongin berdiam diri, setelah yakin kalau Sehun sudah tidak setegang tadi, ia baru mulai menggerakkan bibirnya melumat bibir tipis Sehun dengan lembut. Jongin tahu ini adalah ciuman pertama Sehun karena itu ia tidak mau terburu-buru, ia harus memberi kesan yang manis untuk ciuman pertama namja cantik tersebut.

Tangan Sehun meremas pundak Jongin dengan cukup kuat saat Jongin dengan lembut melumat bibir atas dan bawahnya bergantian. Rasanya cukup aneh saat pertama kali Jongin melumat bibir namun lama kelamaan entah kenapa Sehun sangat menyukai ciuman dari Jongin.

"Hyungg..." Sehun merintih pelan saat Jongin menggigit bibir bawahnya dan kemudian menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Sehun. Ini terlalu intens, dan Sehun bingung tak tahu harus membalas perlakuan Jongin seperti apa.

Puas mencium bibir Sehun, Jongin segera menjauhkan wajahnya dan fokus menatap Sehun yang tampak kepayahan menormalkan napasnya. "Bagaimana Sehunie, kau suka?" Ibu jari Jongin mengusap bibir Sehun yang basah dan tampak merah karena ciumannya.

Sehun mengangguk malu-malu. "Umm, Hunnie suka."

"Lalu, apa yang ingin kau lakukan sekarang?" tanya Jongin, tangan kirinya yang bebas mengusap pinggul Sehun dengan lembut.

"Hunnie mau lagi, hyung."

Jongin tersenyum, ia mendekatkan lagi wajahnya, namun alih-alih mencium bibir Sehun, Jongin malah menundukkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya di dada Sehun. Mengecup lembut tonjolan kecil yang terlihat samar dari balik kaos putih yang di pakai Sehun sebelum kemudian menggigit dan melumat nipple itu.

"Hyunggg..." Sehun mendongakkan wajahnya saat Jongin tanpa ragu menghisap tonjolan itu dari luar kaos Sehun. Tangan Sehun meremas kuat rambut Jongin saat namja tampan itu secara bergantian menghisap kedua nipplenya.

Saat Jongin menjauhkan kepalanya, ia melihat dengan jelas cetakan basah di kaos Sehun yang memperlihatkan nipplenya.

"Apa yang hyung lakukan tadi?"

"Hanya mencium dadamu, Hunnie. Kau suka?"

Sehun tak menjawab, ia malah memeluk tubuh Jongin dengan erat. Dan Jongin dengan senang hati membalas pelukan Sehun.

"Sehun..."

"Hunnie malu hyung.." gumam Sehun.

"Hei, kalau kau malu seperti ini bagaimana saat kita syuting nanti?" tanya Jongin.

Sehun mendongakkan wajahnya, "Apa syutingnya akan gagal?"

"Tidak," Jongin mengecup bibir Sehun dan melumatnya sekilas. "Kalau Sehunie mau mencium hyung duluan."

"Tapi Hunnie malu, hyung saja yang cium Hunnie."

Jongin terkekeh pelan, kenapa rasanya ia merasa jadi pedofil seperti ini saat bersama Sehun. "Baiklah, hyung yang akan mencium Sehunie," bisiknya. "Tapi tidak di sini."

"Lalu di mana hyung?"

"Ayo lanjutkan di dalam kamar."

.

.

.

.

.

.

TBC

Pendek? Hanya segini aku nemu feelnya. Dan mohon hargai tiap karya yang aku buat, mau itu panjang atau pendek, tetap saja menulis sebuah cerita itu ga gampang.

Entah akan seperti apa ini epepnya. Hahaha... haruskah enceh di chap depan? Tapi keknya terlalu cepat ya.

Mohon reviewnya ya

Salam kaihun hardshipper

KaiHun Lovea