DAILY LIFE WITH MY BOYFRIEND
Cast : Kai, Sehun and others
Aku mohon pengertiannya ya, kita hidup di dunia real, dan di mana aku juga punya kehidupan pribadi yang harus aku utamakan di banding nulis epep. Aku juga udah kerja dan waktuku banyak tersita di situ. Aku akan lanjutin ff tapi ga bisa secepat yang kalian harapkan dan aku mohon pengertian akan hal itu.
Backsong : Shaggy Mohombi ft Faydee – Habibi ( I Need Your Love )
No edit, typo bertebaran
KaiHun Lovea
.
.
.
.
.
( Camera On )
Jongin memperhatikan Sehun yang berjalan dengan wajah cemberut di depannya. Ia paham sekali kenapa Sehun seperti itu, ia sendiri tak munafik merasa sedikit kecewa dengan kejadian tadi siang, saat di mana ia membawa Sehun ke kamar dan belum sempat ia mencium namja berparas manis itu handphone miliknya dan juga milik Sehun keburu berbunyi, staff menelpon dan meminta mereka bersiap-siap untuk segera syuting. Tetapi meski ada rasa kecewa, Jongin sedikit banyak juga merasa bersyukur karena sudah bisa dipastikan kalau ia dan Sehun terus berada di kamar itu, ia tak yakin kalau dirinya bisa mengendalikan hawa nafsunya, mereka berdua pasti berakhir dengan tanpa busana di atas ranjang.
"Hyung... Kai Hyung..."
Jongin segera tersadar dari lamunannya, ia melirik pada kameramen yang sedari tadi terus mengikuti mereka dan kemudian tatapannya beralih pada Sehun yang berdiri menunggunya di depan. "Apa?"
"Kita mau kemana hyung?" tanya Sehun, tangan berjari lentik itu sibuk merapikan poninya yang berantakan ketika tertiup angin sore yang berhembus cukup kencang.
"Kau sendiri mau kemana?" Jongin balik bertanya.
Sehun menggelengkan kepalanya, "Aku tak tau hyung, tapi di sini dingin." Sehun memajukan bibirnya.
Jongin yang merasa iba melihat Sehun mulai menggigil kedinginan segera melepaskan jaketnya dan menyerahkannya pada Sehun. "Pakai ini."
"Lalu hyung bagaimana?"
Jongin menggedikkan bahunya, "Aku lebih kuat darimu, lagi pula udaranya tidak sedingin itu."
Sehun menunduk memperhatikan jaket yang diserahkan Jongin padanya, ia mengambil jaket itu dan kembali melangkahkan kakinya.
"Kenapa tidak di pakai?" tanya Jongin, ia mensejajarkan langkahnya dengan Sehun dan merangkul pundak pemuda itu.
"Hyung tidak mau memasangkannya untukku?" tanya Sehun.
"Huh?"
"Biasanya kan orang pacaran seperti itu hyung." Sehun teringat akan ucapan Baekhyun tentang seberapa romantis kekasihnya itu, bahkan ia sering membantu Baekhyun memakai pakaiannya. Sehun yang mendengar cerita itu, tentu saja merasa iri, tapi Jongin sepertinya bukanlah orang yang romantis atau peka seperti pacarnya Baekhyun, jadi Sehun kembali memasang raut wajah cemberutnya.
Jongin tersenyum melihat wajah cemberut Sehun yang terlihat begitu imut di matanya. Ia menahan langkah Sehun yang ingin menjauh darinya. "Kemarikan jaketnya biar hyung pakaikan untukmu."
Sehun menyerahkan jaket itu kembali ke tangan Jongin, dan ia memperhatikan dalam diam wajah tampan Jongin yang begitu dekat dengan wajahnya saat namja tampan itu memasangkan jaket itu di tubuhnya.
"Sudah, apa terasa lebih hangat?" tanya Jongin lembut.
Sehun hanya mengangguk.
"Kau marah pada hyung? Kenapa diam saja?"
"Aku tak apa hyung, aku juga tidak marah pada hyung."
"Sehunie..." Jongin meletakkan tangannya di pundak kiri dan kanan Sehun. "Hyung bukannya tidak peka dengan apa yang Hunnie inginkan. Hyung hanya ingin agar Sehunie bersikap lebih terbuka pada hyung dan berani mengatakan apa yang menjadi keinginan Hunnie pada hyung. Kau mengerti?"
"Tapi Hunnie kan malu, masa Hunnie harus bilang seperti itu pada hyung." Sehun menggembungkan pipinya.
Tangan kanan Jongin yang tadi berada di pundak Sehun kini beralih ke atas, ia merapikan poni Sehun yang terlihat berantakan sebelum kemudian mendekatkan wajahnya dan mencium pipi Sehun. "Kau terlihat menggemaskan dan hyung tidak tahan untuk tidak menciummu."
"Hyung..." Sehun mundur satu langkah dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Hunnie malu... kenapa hyung cium Hunnie di jalan sih."
Jongin terkekeh pelan, ia kembali menarik tubuh Sehun untuk merapat dengan tubuhnya, "Hei, bukankah tadi siang kau tidak malu saat hyung menciummu?" bisiknya.
"Hyuuuunggg... jangan menggodaku." Sehun menghentakkan kakinya sebelum menepis tangan Jongin dan berjalan dengan cepat di depan pria tampan tersebut.
"Sehunie, kau mau kemana baby? Apa kau sudah menentukan tujuan kita?"
"Sehunie lapar hyung, ayo makan."
"Baiklah," pilihan yang tepat karena saat ini Jongin pun merasa perutnya cukup lapar.
Saat mereka memasuki sebuah restoran, semua pandangan semua orang secara otomatis memandang ke arah mereka. Sehun yang merasa risih karena terus diperhatikan segera merapatkan tubuhnya ke tubuh Jongin.
"Santai saja Sehunie, mereka tidak akan menggigitmu kok," Jongin mengacak rambut Sehun sebelum menarik tangan lelaki bertubuh lebih pendek darinya itu dan membawanya duduk di meja sudut ruangan.
Terdengar bisik-bisik lirih yang samar-samar terdengar ditelinga Sehun saat mereka lewat. Mungkin mereka merasa terganggu dengan kedatangan dua orang namja dengan beberapa orang kameramen?
"Jangan pasang muka cemberut," bisik Jongin. "Nanti mereka akan mengira kita sedang marahan saat syuting."
"Tapi Hunnie kan ga marahan dengan hyung."
"Iya..." Jongin mengusap bibir Sehun sekilas dengan ibu jarinya, "Tapi bibir ini tak pernah tersenyum sejak tadi."
"Ish, itu kan karena Hunnie lapar."
Jongin terkekeh pelan, ia menyamankan posisi duduknya di samping Sehun sebelum kemudian memesan makanan.
"Hyung," panggil Sehun.
"Hmm..."
"Hunnie boleh pesan ice cream juga?" tanya Sehun lirih, ia menatap malu-malu pada Jongin.
"Tentu saja boleh, kau ingin pesan ice cream apa?"
"Chocolate," sahut Sehun cepat.
"Oke," setelah menyebutkan pesanan mereka, Jongin segera menyampingkan tubuhnya menghadap ke arah Sehun yang tengah menatap ke sekeliling ruangan. "Kau belum pernah kesini sebelumnya?" tanya Jongin.
Sehun menggeleng, "Aku kan masih pelajar hyung, dan tak punya banyak uang untuk makan di sini, beda dengan hyung. Eh tapi gaji hyung juga tak seberapa ya," Sehun dengan tiba-tiba menoleh pada Jongin ketika teringat fakta bahwa Jongin juga hanyalah karyawan biasa. "Apa hyung tidak bangkrut saat mentraktir Hunnie di sini?"
Jongin terkekeh pelan, "Tidak kok, Hunnie tenang saja." Sehun belum tahu saja kalau restoran ini juga milik Jongin, andai dia tahu, mungkin sikapnya tidak akan seperti ini.
"Benarkah?" Sehun mengerjapkan matanya. "Hunnie tidak mau disebut hanya ingin uang milik hyung, loh."
"Benar kok."
Sehun tersenyum manis, "Hyung memang paling baik."
"Apa Hunnie suka hyung?"
Sehun mengangguk, "Suka sekali."
"Dengan uang hyung, suka tidak?"
Sehun mengangguk dengan cepat, tapi kemudian seakan tersadar dengan ucapan Jongin ia cepat-cepat bicara, "Tapi tetap lebih suka hyung sih daripada uang hyung."
Jongin terkekeh pelan, ia mencondongkan tubuhnya ke arah Sehun dan Sehun dengan gerak refleks segera menutup kedua matanya, menyadari kalau Jongin ingin menciumnya. Namun beberapa detik berlalu Jongin tak kunjung menciumnya jadi dengan perlahan ia membuka matanya dan langsung bertatapan dengan Jongin.
Jongin tersenyum tipis sebelum mengecup ujung hidung mancung Sehun, "Aku tak akan menciummu di sini, tidak saat kita di tempat umum."
Sehun cemberut, ia menarik tengkuk Jongin dan mengarahkan bibirnya untuk mencium bibir Sehun, namun dengan cepat Jongin segera menahan pundaknya. "Pesanan kita sudah datang, kau bilang kalau laparkan? Ayo makan dulu."
Ini sedikit berbahaya, meski Sehun itu polos namun ia bisa tiba-tiba berubah menjadi agresif dan Jongin tak yakin kalau ia bisa menghadapi sisi agresif dari diri Sehun. Itu bisa saja juga akan membangkitkan sisi liarnya dan Jongin tak mau hal itu terjadi, tidak di saat ia belum bisa memastikan kalau ia mencintai Sehun dan begitupun sebaliknya.
Pulang dari makan malam mereka, Jongin segera membawa Sehun kembali ke apartemennya, tentunya masih dengan para kameramen yang mengikuti mereka. kali ini keduanya tidak banyak bicara, Jongin tahu Sehun masih kesal padanya karena insiden ciuman mereka yang gagal itu, karena itulah ia membiarkan saja Sehun duduk bersandar di sofa dengan kaki yang ia naikkan ke atas meja.
Jongin tanpa berkata-kata segera berjongkok di dekat kaki Sehun dan membantu namja berparas manis itu melepaskan sepatunya.
"Kau ingin minum? Biar hyung buatkan."
Sehun menggeleng, ia meraih sebuah majalah sport yang tergeletak di atas meja, lalu kembali bersandar di sofa tanpa menoleh pada Jongin.
"Kalau begitu, hyung minum dulu ya."
Tanpa perlu mendengarkan balasan dari Sehun, Jongin segera beranjak pergi ke arah dapur. Tak lama kemudian ia sudah kembali ke ruang tamu di mana Sehun masih duduk dengan gaya santainya sambil membaca majalah. Bukannya duduk di samping Sehun, Jongin justru melangkahkan kakinya ke belakang sofa yang Sehun tempati dan membungkukkan tubuhnya ke arah Sehun, kedua tangan kekarnya berada di pundak Sehun dan memijatnya dengan lembut.
"Hyung..."
"Jangan marah pada hyung," satu jari Jongin perlahan naik dan membelai pipi chubby Sehun.
Sehun menengadahkan kepalanya, menatap Jongin yang membungkuk di atasnya, hidung keduanya hampir bersentuhan dan Jongin tak berniat menjauhkan wajahnya. "Aku tak marah pada hyung kok."
Tangan kiri Jongin bergerak turun perlahan dan berhenti saat berada di dada berisi Sehun sementara tangannya menahan dagu Sehun untuk tetap mendongak saat ia mendaratkan bibir tebalnya di bibir tipis Sehun dan melumatnya dengan lembut.
Sehun memejamkan matanya dan perlahan membuka mulutnya dan membiarkan lidah Jongin menyusup masuk, saling mencecap dan menyatukan lidah sebelum kemudian lidah Jongin menyapu seluruh bagian mulut Sehun.
Sehun melenguh pelan dan ia membiarkan Jongin kembali melumat bibir atas dan bawahnya secara bergantian. Pegangan Sehun di majalah itu terlepas saat Jongin menyesap bibirnya sebelum kemudian melepaskan ciumannya. Keduanya saling bertatapan dan tersenyum.
( Camera off )
.
.
.
.
.
"KYAAAAAAAA..."
Sehun menutup kedua kupingnya dan mendengus kesal pada Baekhyun yang berteriak di dekatnya. "Apa sih Baekkie, baru datang langsung teriak-teriak seperti itu."
Baekhyun duduk di samping Sehun dan menyingkirkan kedua tangan Sehun dari telinganya. "Kau berciuman dengan Kim Kai."
Sehun mengangguk, "Memangnya kenapa dengan itu."
"Aish kau ini, kenapa durasinya tidak lama sih, padahal aku tak sabar melihat kalian berciuman di atas ranjang." Baekhyun terlihat menggebu-gebu ketika bicara hingga tak sadar kalau murid yang lain mulai memperhatikan mereka.
"Apa sih," Sehun merengut, teringat lagi ciumannya dengan Jongin yang gagal di atas ranjang.
"Kau mengerti maksudku kan? Kau dan Kai membuat baby di atas ranjang kalian."
"Baekkie, mana bisa seperti itu," wajah Sehun merona ketika membayangkannya. "Lagi pula bukankah tidak boleh seperti itu di depan kamera?"
"Ah iya juga sih, tapi kau bisa mempraktikkannya langsung saat kamera tidak menyorot kalian."
"Tapi..."
"Ayolah Sehunie, coba kau lihat Kim Kai itu tampan dan seksi, kau pasti menyesal kalau melihatnya membuat baby dengan yang lain."
"Hyung tidak akan seperti itu," bantah Sehun. "Lagi pula hyung juga bilang kalau ia tak punya pacar selain Hunnie."
Baekhyun meringis, "Kau ini memang terlalu polos Sehuna, ia mengatakan itu karena kalian terikat kontrak, itu saja. Makanya aku bilang bikin baby dengannya agar ia tidak berpaling darimu."
Sehun menggeleng, "Tidak mau, aku masih sekolah masa sudah punya baby. Baekki saja sana."
"Aku sih sudah sering melakukannya," Baekhyun nyengir.
"Apaaaa?" mulut Sehun terbuka lebar mendengarnya. "Ish, Baekkie mesum."
Baekhyun tertawa terbahak-bahak, "Kau ini polos sekali Sehuna, tentu saja aku belum pernah melakukannya, kita kan juga belum cukup umur."
Sehun merengut, "Lalu kenapa kau memintaku untuk melakukannya?"
"Hanya iseng," Baekhyun mengedipkan matanya sebelum berlari menghindar sesaat sebelum Sehun melemparnya dengan buku yang ia pegang.
Sehun sudah ingin mengejar Baekhyun ketika terdengar nada pesan dari handphonenya. Sehun mengurungkan niatnya untuk membalas Baekhyun dan lebih memilih membuka pesan tersebut. Namja berparas manis itu tak kuasa menahan senyumnya saat membaca pesan dari orang yang tadi sempat menjadi bahan pembicaraan antara dirinya dan Baekhyun.
'Nanti sore hyung akan menjemputmu jangan lupa dandan yang cantik'
Ah, Sehun jadi tak sabar untuk segera pulang dan melakukan syuting dengan hyung tampannya lagi. Ia juga tak sabar menantikan tema apalagi yang akan sutradara berikan padanya dan Jongin.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Yang nanya kenapa ada nama Kai di sini, please baca dari awal lagi deh dan pahami isinya.
Reviewnya berkurang ya, yang baca banyak tapi reviewnya makin dikit, apa ceritanya mulai membosankan ya ? kalau ceritanya makin membosankan aku mungkin akan mikirin untuk discontinue ini ff. Karena cerita yang membosankan kan ga bagus juga untuk di lanjut.
Trus ada yang mau kasih masukan untuk tema kencan kaihun di chap depan ga? Please komen ya
Salam damai Kaihun Hardshipper
KaiHun Lovea
