DAILY LIFE WITH MY BOYFRIEND

Cast : Kai, Sehun and others

Sejujurnya aku benar-benar ingin menghapus semua ff ku yang masih on going, minatku untuk menulis akhir-akhir ini turun drastis, aku butuh liburan, tapi masih belum bisa cuti. Huhuhu...

Yang ga suka dengan ff ku, mending ga usah baca.

No edit, typo bertebaran.

KaiHun Lovea

.

.

.

.

.

.

.

( Camera on )

Jongin memperhatikan Sehun yang melangkah malu-malu ke arahnya, pria itu tak peduli dengan kamera yang terus menyorot ke arahnya, yang ia pedulikan adalah malaikat hatinya yang melangkah semakin mendekat ke arahnya. Sebenarnya tak ada yang berlebihan dalam penampilan Sehun kali ini, lelaki itu hanya mengenakan kemeja putih yang terlihat kebesaran di tubuhnya, bahkan panjang dari kemeja itu sendiri mencapai separuh pahanya dan untuk celananya Sehun memilih skinny jeans yang membungkus kaki jenjangnya dengan pas, untuk melengkapi penampilannya Sehun mengenakan sepatu kets berwarna putih. Mungkin terlihat biasa bagi orang lain, tapi bagi Jongin, penampilan Sehun terlihat begitu luar biasa.

"Hyung..." panggil Sehun, ia menatap malu-malu pada Jongin. "Apa penampilanku sudah bagus ?"

"Eumm... kau terlihat begitu cantik," puji Jongin tulus.

"Ish, hyuuuunggg... aku kan lelaki seperti hyung, mana boleh disebut cantik."

"Lalu kau mau ku sebut manis?" goda Jongin.

"Hyuuuungggg... sebut aku tampan hyung, tampan."

"Bagaimana ya," Jongin tersenyum, tangannya mengacak rambut Sehun dengan gemas. "Bagiku kau terlihat lebih pantas disebut cantik daripada tampan."

Sehun merengut, "Terserah hyung saja," tangannya berusaha merapikan rambutnya yang baru saja di acak Jongin. "Kita mau kemana hyung?"

"Kali ini terserah padamu," Jongin menggenggam jemari Sehun dan mengajaknya jalan bersama.

"Aku tak tahu tempat-tempat yang menarik, hyung," ucap Sehun jujur. "Aku jarang pergi keluar rumah."

"Pantas saja kulitmu begitu pucat," satu jari Jongin mengelus tangan Sehun, "Apa kau takut kulitmu terbakar matahari?"

"Tidak," Sehun menggelengkan kepalanya, "Aku malah ingin kulitku sama seperti hyung," ucap Sehun.

Jongin melirik ke arah Sehun sekilas, "Kau mau pergi ke pantai denganku?" tawarnya.

"Pantai?" mata Sehun menyipit, ia tengah membayangkan tentang suasana di pantai dan juga cuacanya. "Sangat panas hyung, aku takut kulitku akan terbakar," rengeknya.

Jongin terkekeh pelan, "Katanya tadi ingin punya kulit seperti hyung," godanya.

"Tapi kalau kulit Hunnie gosong memangnya hyung mau tanggung jawab?" Sehun merengut lagi.

Jongin ingin menjawab, tapi pada saat itu salah satu staff memberikan kartu misi pada keduanya, hingga perhatian keduanya langsung teralih.

"Cepat buka hyung," ucap Sehun dengan penuh semangat. "Apa kali ini misinya, ciuman lagi?"

Jongin tersenyum melihat Sehun yang begitu bersemangat. "Kau tidak malu melakukan itu dengan hyung? Padahal hyung jauh lebih tua darimu."

"Umm..." Sehun mengangguk. "Hyung kan tampan jadi kenapa aku harus malu?"

Jongin dapat mendengar beberapa staff dan juga kameramen yang tertawa cekikikan mendengar ucapan Sehun. Tapi ia tak ambil pusing akan hal itu dan lebih memilih membuka kartu misi itu dan membacanya bersama Sehun.

"Menginap di resort." Jongin menggumam seraya menatap pada sutradara yang berdiri tak jauh darinya dan Sehun.

"Kau tahu bukan dengan resort xxx ?"

Jongin menganggukkan kepalanya, tentu saja ia tahu karena resort itu miliknya, berbeda dengan Sehun yang tampak bingung ketika mendengarnya. "Kau ingin kami syuting di sana?"

"Ya, dan kalian juga akan menginap selama satu malam di resort itu."

"Ahh..." Jongin mengangguk paham, "Lalu apa kalian juga akan merekam aktifitas kami di kamar?"

"Karena ini bukan acara untuk pasangan yang sudah menikah, maka kami menyiapkan dua buah kamar yang berbeda untuk kalian dan selama kalian di kamar masing-masing kami tidak akan merekam adegan itu."

"Bisakah kita berangkat sekarang?" tanya Sehun, ia sudah tidak sabar lagi untuk pergi ke resort tersebut.

"Kenapa?' tanya Jongin. "Kau sudah tidak sabar lagi ingin berenang?"

"Berenang?" wajah Sehun sedikit pucat ketika mendengarnya.

"Umm, ada kolam renang besar di atap, pemandangan di sana sangat indah karena tepat menghadap laut, kau akan menyukainya."

Sehun menundukkan kepalanya. "Tapi aku tak bisa berenang," bisiknya pelan.

Jongin yang mendengar itu hanya bisa tersenyum, ia menarik tubuh Sehun dan membawanya ke dalam dekapan hangatnya. "Tak apa, ada aku disini, aku akan mengajarkannya padamu."

"Benarkah?" Sehun mendongakkan kepalanya menatap Jongin.

"Umm, benar."

Cup

"Terima kasih hyung, ayo berangkat." Sehun melepaskan diri dari dekapan Jongin dan berjalan cepat menjauhi Jongin.

Jongin menyentuh bibirnya yang baru saja di kecup Sehun, ia menggelengkan kepalanya pelan. Sehun benar-benar tak terduga, ia bisa dengan cepat menjadi agresif dan berubah menjadi malu-malu kucing setelahnya.

.

.

.

.

.

.

.

Resort itu sangat indah dan Sehun begitu menyukainya, lelaki itu tanpa henti menjelajahi setiap tempat yang terlihat begitu menarik untuknya. Seperti saat ini ketika ia dan Jongin selesai makan sore itu, keduanya berjalan menuju kamar dengan bergandengan tangan. Sehun tak henti-hentinya menatap kesekeliling dengan penuh kekaguman.

"Kau menyukainya," Jongin menghentikan langkahnya tepat di depan kamar yang Sehun tempati.

Sehun mengangguk, "Aku pasti betah tinggal disini," ucap Sehun. "Baekhyun pasti sangat iri kepadaku sekarang, karena aku bisa pergi ketempat yang keren ini."

"Kalau begitu gantilah pakaianmu, aku akan membawamu untuk melihat sesuatu yang lebih indah lagi."

"Apa aku harus mandi dulu?" tanya Sehun.

"Tidak perlu, karena kita akan berenang nanti."

Semangat Sehun menurun ketika mendengar kata berenang dari mulut Jongin. "Bagaimana kalau aku nanti tenggelam hyung?"

Jongin sedikit menunduk untuk menyatukan keningnya dengan kening Sehun. "Apa kau percaya padaku?"

"Eumm, aku percaya pada hyung."

"Kalau begitu percayalah kalau kau akan baik-baik saja saat bersamaku." Jongin memiringkan wajahnya dan mengecup bibir Sehun dengan lembut. Hanya sebentar karena ia segera mundur menjauh. "Masuklah kekamarmu, aku akan menunggumu disini, lima menit lagi."

"Terlalu cepat hyung," rengek Sehun.

"Kau tak perlu berdandan Sehun, hanya gantilah pakaianmu dengan sesuatu yang nyaman untuk berenang."

"Baiklah," ucap Sehun pasrah, ia melangkah masuk ke dalam kamarnya dan menutupnya dengan pelan.

Lima menit kemudian ia benar-benar keluar dari kamar dan menemukan Jongin sudah berdiri menunggunya di sana. Wajah Sehun merona merah saat melihat Jongin yang hanya mengenakan celana renang pendeknya tanpa mengenakan atasan sama sekali hingga perut eightpacknya terpampang dengan jelas di depan mata Sehun.

"Hyung kenapa tidak pakai baju?"

"Aku lebih nyaman berenang seperti ini," Jongin menggandeng Sehun dan membawanya melangkah menuju bagian atap.

Selama perjalanan menuju ke atap, Sehun hanya diam sambil sesekali memainkan tali bathrobe yang ia pakai. Ia sangat gugup karena ini akan menjadi pengalaman pertamanya berenang.

"Tak perlu gugup Sehuna..." Jongin mengusap pipi kemerahan Sehun dengan lembut.

"Whoaaaa..." mulut Sehun terbuka lebar saat keduanya tiba di atap. Pandangannya tak lepas dari menatap laut kebiruan yang terlihat menyatu dengan kolam renang yang berada di hadapannya. "Hyung benar, pemandangannya sangat indah dari sini."

"Akan lebih indah lagi saat sunset nanti..." Jongin melirik jam tangannya. "Ayo berenang."

Dengan ragu-ragu Sehun melepaskan bathrobe yang ia pakai dan melangkah ke arah Jongin dengan kepala tertunduk. Ia sama sekali tidak menyadari dengan suasana tegang di sekelilingnya saat staff dan kameramen menahan napas mereka melihat keindahan tubuh Sehun. Jongin sendiri hanya bisa diam terpaku melihat Sehun.

Sehun hanya mengenakan kaos tanpa lengan yang longgar dan panjangnya hanya mencapai area pinggangnya, sementara untuk celana, ia mengenakan celana kain pendek yang hanya menutupi seperempat dari paha mulusnya.

"Ayo hyung, aku sudah siap." Sehun yang tidak menyadari situasi segera menarik tangan Jongin dan membawanya menuju pinggir kolam. Namun ketika ia teringat pada fakta kalau dirinya tidak bisa berenang, langkah kaki Sehun langsung terhenti.

"Kenapa berhenti Sehuna?" tanya Jongin.

"Aku lupa kalau aku tak bisa berenang hyung," ucap Sehun dengan canggung.

Jongin memandang ke arah kolam renang, lalu beralih pada matahari yang mulai turun di ufuk barat. "Akan lebih nyaman kalau kita melihatnya saat berada di dalam air."

Wajah Sehun seketika berubah murung, "Tapi aku tak bisa berenang."

Jongin mengusap pipi Sehun dengan lembut, "Kau percaya pada hyung kan?"

Sehun mengangguk.

Tanpa bicara lagi Jongin segera meletakkan kedua tangannya yang kekar di pantat berisi milik Sehun dan mendorong tubuh yang jauh lebih ringan dari tubuhnya itu ke atas. Sehun yang merasakan tubuhnya terangkat ke atas secara refleks melingkarkan kedua tangannya di leher Jongin, begitupun kedua kakinya yang kini melingkar dengan manisnya di pinggul Jongin. Masih dengan kedua tangan yang menyangga bokong Sehun, Jongin perlahan turun ke dalam kolam renang dan membawa Sehun menuju sisi kolam yang lain, air di tempat itu jauh lebih dalam hingga mencapai dada Jongin. Sehun yang takut kalau dirinya akan tenggelam hanya bisa menempelkan tubuhnya lebih rapat dengan Jongin tanpa menyadari kalau miliknya kini semakin menekan milik Jongin yang mulai tegang.

"Berhentilah bergerak Sehuna, kau akan membuat kita berdua jatuh."

"Maaf hyung," ucap Sehun dengan nada penuh penyesalan.

"Sudahlah, tidak apa-apa, sekarang lihatlah sunsetnya."

Sehun menolehkan pandangan ke arah pantai dan berdecak kagum, "Ini sangat indah hyung..."

Jongin sama sekali tidak menoleh ke arah sunset, ia lebih memilih untuk terus menatap wajah Sehun.

"Hyung..." merasa Jongin tidak menjawab ucapannya, Sehun kembali menatap pada Jongin. Pandangan keduanya bertemu dan perlahan wajah Sehun kembali merona ketika menyadari betapa dekatnya wajah mereka sekarang.

"Kau tahu Sehuna, bagiku ada yang lebih indah untuk dilihat dari pada sunset," ucap Jongin dengan suara sedikit serak.

"Apa itu hyung," bisik Sehun.

"Kau... bagiku melihat dirimu jauh lebih indah dari pada melihat sunset itu."

"Hyung..." Sehun memukul dada Jongin pelan, "Jangan merayuku."

"Aku tidak merayumu, aku mengatakan yang sebenarnya."

Sehun menggigit bibir bawahnya, terlihat berpikir. "Hyung..."

"Hmmm..."

"Apakah setelah acara ini berakhir, aku tidak akan bertemu dengan hyung lagi?"

"Kenapa tidak?" balas Jongin. "Aku masih akan terus menemuimu."

"Benarkah," raut wajah Sehun begitu berbinar saat ia menatap Jongin. "Apa hyung tidak bohong?"

"Tidak."

Sehun kembali menoleh ke arah matahari yang kini semakin tenggelam di ufuk barat. "Aku sangat takut kalau hyung akan berbohong padaku."

"Sehuna..." panggil Jongin pelan.

Sehun menatap pada Jongin.

"Aku bukanlah seorang malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan, ada banyak hal yang tidak kau ketahui tentangku, entah itu baik atau buruk, apakah ... apakah ketika semua itu terungkap, kau masih akan mau meneruskan ini bersamaku?"

Untuk sekian detik Sehun terdiam dengan mata yang terus menatap lekat pada Jongin, sebelum kemudian ia tersenyum dan menekan tengkuk Jongin untuk lebih mendekat padanya.

Cup

Jongin memejamkan matanya dan balas melumat lembut bibir Sehun. Ciuman itu hanya berlangsung beberapa detik karena Sehun segera menjauhkan kepalanya.

"Aku menyukai hyung..."

Hanya dengan kalimat sederhana itu, Jongin menarik tengkuk Sehun melumat bibirnya.

Rahasia itu mungkin akan aman untuk saat ini, tapi Jongin yakin suatu hari nanti cepat atau lambat Sehun akan mengetahui tentang siapa dirinya, dan sebelum itu terjadi yang harus Jongin lakukan adalah menaklukkan lelaki yang sedang ia cium ini agar tak bisa lepas darinya.

( Camera Off )

.

.

.

.

.

.

TBC

Aku hanya bisa mengetik segini, semoga ga terlalu mengecewakan ya...

Salam KaiHun Hardshipper

KaiHun Lovea