LOVE?
.
.
.
.
Happy reading~
Dua bulan berlalu sejak kejadian di sungai han. Kini sungmin sudah resmi menjadi pelajar SMA. Meskipun ia masuk kedalam kelas yang tergolong eumm katakanlah biasa. Tapi ia sudah terdaftar di sekolah favorit seoul, Sekang International School! Siapa yang tak tahu sekolah ini. Dulu Sungmin pernah mengikuti seleksi untuk masuk SMP, dan hasil TIDAK LULUS. Tapi bukan Sungmin namanya jika menyerah begitu saja. Buktinya dia bisa lolos seleksi di sekolah ini juga kan? Oke back to Sungmin's first day at school.
.
.
Sungmin memasuki gedung sekolah nya dengan sumringah. Siapa yang tidak bahagia bisa bersekolah di sekolah impian para pelajar korea ini. Sungmin menatap sekeliling. Mencari kelas 1-3 yang menjadi kelas barunya.
"Ah ada di lantai tiga rupanya. Kenapa jauh sekali?" Rutuknya saat melihat petunjuk arah untuk kelasnya.
Sungmin menaiki tangga dengan perlahan, di dinding tangga terdapat rak buku permanen.*bayangin aja kayak di school 2015*
"Huh pantas saja semua murid disini pintar. Tangga saja dijadikan rak buku."
Sungmin's POV
Hai! Namaku Lee Sungmin. Usiaku 16 tahun. Masih sangat muda bukan. Hari ini adalah hari ketiga bersekolah di Sekang Int. School. Dan kalian tahu hari pelajaran apa ? Outdoor learning alias Olahraga. Humm, kukira aku akan olahraga di dalam ruangan. Ternyata Kang sonsaengnim ingin melakukan pengenalan sambil melakukan pemanasan lari.
"Lee Sungmin! Silahkan kau perkenalkan setelah itu lari 2 putaran!" Perintahnya sambil menatapku tersenyum.
"Ne Lee Sungmin imnida. Dari Seoul School. Mohon bantuannya."
Setelah mengatakan itu aku langsung lari mengelilingi lapangan yang cukup luas ini dengan santai. Di depan ku sudah ada beberapa murid yang mulai melambat larinya.
Hah, 2 jam 30 menit terlewati begitu saja. Guru bertubuh atletis itu mengajarkan kami beberapa tahapan pemanasan sebelum melakukan olahraga.
Huft, aku menatap sekelilingku. Hanya aku yang belum memiliki teman disini.
"Ya. Jangan merasa kecil Sungmin-ah. Kau sudah terbiasa bukan?" Aku membukan lokerku dan mengambil seragam gantiku.
Sungmin's pov end
.
.
.
Langit yang biru tapi tak menyilaukan, angin sejuk, dan headphone yang menyumbat telinga sosok yang sedang duduk menyandar di kursi, seakan mendukungnya untuk semakin memejamkan matanya.
Setelah 2 jam pelajaran sejarah yang menurutnya membosankan itu, alangkah lebih baiknya ia mengistirahatkan fikirannya yang tadi diajak terbang ke masa lalu.
"Ya! Kyuhyun-ah! Kau tak pergi makan ?" Tanya teman sebangkunya.
"Tidak. Kau pergilah dengan kekasihmu itu." Jawabnya masih dengan mata terpejam.
"Kau bisa mendengarku ?" Tanya temannya lagi.
Dia menarik kabel headphone nya, dan ternyata.. Lol! Headphone itu tidak tersambung pada mp3 ataupun smartphone nya.
Temannya itu menatapnya dengan kesal.
"Ya! Kupikir kau sedang bermusik! Ternyata?!" Teriaknya sambil berdiri dari bangku.
"Aku hanya ingin terlihat keren meskipun aku mengantuk." Jawab nya acuh.
"Aish, terserah aku pergi ke tempat biasa. Menyusulah. Mulai hari ini jam makan siang dilebihkan 30 menit." Ucapnya lalu beranjak keluar kelas.
"Donghae-ah! Pesankan seperti biasa 30 menit lagi aku menyusul." Teriaknya tapi masih pada posisi nyamannya.
"Ahh"
Dia meregangkan otot nya dengan cara menarik tangan nya keatas dan kesamping.
Kyuhyun terdiam dibangku nya. Ingatan nya kembali pada kejadian dua bulan lalu saat dimana ia bertemu dengan gadis bernama Sungmin. Dia merasa penasaran. Bagaimana kabar gadis itu ? Sedang apa dia sekarang ? Apakah dia sedang menikmati harinya sebagai siswa SMU di sekolah ? Apakah... Apakah... Apakah...
Begitu banya pertanyaan Kyuhyun untuk gadis bernama Sungmin itu. Kyuhyun juga tidak tau kenapa oa seperti ini ? Padahal ia tak mengenal gadis itu ?
Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Menatap sekeliling, ternyata kelas nya sudah hampir kosong. Hanya ada beberapa murid yang sedang sibuk berdandan ataupun memainkan ponselnya.
Dengan gerakan santai nya Kyuhyun berdiri dari duduknya dan melangkah keluar.
Drt drt
"Yeobbseo"
"..."
"Ara, aku sudah melihatmu."
Kyuhyun semakin mempercepat langkahnya ketika melihat Teman temannya yang duduk di dekat jendela kantin.
Kyuhyun menarik kursi disamping Donghae temannya dengan sedikit kasar.
"Ya! Kyuhyun-ah." Sapa Donghae, 2 orang lain yang berada di meja itu hanya menatap mereka dengan senyuman.
"Ah, hyung kau disini kupikir kau sibuk." Kyuhyun mengabaikan Donghae, dan malah menyapa 1 lakilaki lain di meja nya.
Orang yang dipanggil hyung itu tersenyum menanggapi perkataan Kyuhyun.
"Hae-ah, mana minumanku ?" Tanya Kyuhyun.
"Kau hanya menyuruhku memesan makanan saja kan?" Kesal Donghae.
"Hyuk, kau mau kemana ? Ambilkan aku minum." Suruh Kyuhyun.
"Ara, tunggu saja." Jawab Eunhyuk.
"Enak sekali kau menyuruh kekasihku." Sungut Donghae.
"Kyu, ku dengar kakek akan pensiun. Ibuku sedang sibuk menyiapkan berkasnya." Ujar Yesung.
"Ow.. Ow.. Ow.. Cho Kyuhyun dan Kim Yesung. Akan kah kalian berebut warisan seperti drama di tv?" Canda Donghae.
"Ck kau ini. Aku cucu tunggal di keluargaku. Tak akan bisa menjadi penerus Cho." Jelas Yesung.
"Waw, jadi sahabatku ini akan jadi Cho Sajangnim." Donghae menepuk bahu Kyuhyun pelan.
Kyuhyun tersenyum kecil mendengarnya.
"Wah, kalau begitu setiap langkahku ketika mengambil minum akan dibayar satu dollar olehmu. Kurang lebih 50 langkah." Kata Eunhyuk sambil menaruh minum Kyuhyun.
"Kau ini matre sekali, Hyuk." Jawab Kyuhyun.
"Kalian memang cocok, Donghae yang boros, dan Eunhyuk yang matre." Tambahnya, yang mendapat jitakan dari pasangan di depannya.
"Ya! Setiap jitakan di kepala Cho akan didenda $100, kalian berhutang $150." Cerocos Kyuhyun.
Duo HaeHyuk itu hanya mencibir kepada Kyuhyun.
"Kalian ini. Selalu bertengkar setiap kali bertemu." Komentar Yesung.
"Kyuhyun-ah. Hari ini aku pulang kerumah mu." Kata Yesung lalu beranjak dari duduknya.
"Aish, dia itu."
.
.
.
