LOVE??
.
.
.
Kyuhyun berjalan santai menuju taman sekolah. Taman sekolah ada tempat favoritnya. Suasana heningnya menenangkan fikiran.
"Iya appa, aku sudah makan siang."
Kyuhyun mendengar suara yang agak familiar di telinganya. Di depanya ada gadis yang sedang duduk dengan ponsel di telinganya.
Kyuhyun tersenyum ketika melihat gadis itu. Gadis yang Kyuhyun temui di sungai han beberapa waktu lalu.
"Hei, kau bersekolah disini?" Tanya Kyuhyun sambil duduk disampingnya.
Reflek, gadis itu menoleh kaget melihat Kyuhyun.
"Sungmin. Namamu Sungmin, bukan ?" Tanya Kyuhyun sambil menatap Sungmin.
Sungmin mengangguk.
"Mianhae aku harus pergi." Ujarnya sambil berdiri.
Namun Kyuhyun lebih dulu memegang tangannya.
"Sungmin, namamu Sungmin, kan?" Tanya Kyuhyun.
"Lepaskan. Aku harus pergi." Jawab Sungmin sambil berusaha melepaskan tangannya.
"Lee Sungmin, dimana kelasmu ?" Tanya Kyuhyun lagi.
"Lepaskan aku sunbae. Aku harus pergi." Paksa Sungmin.
"Jawab aku!" Kyuhyun semakin menarik tangan Sungmin. Sampai akhirnya Sungmin kembali duduk di bangku.
"Kelasmu dimana ?" Kyuhyun bertanya tepat di depan wajah Sungmin.
Sungmin sampai dibuat gugup.
"Satu-tiga. Kelasku."
Setelah menjawab dengan gugup Sungmin langsung pergi dengan cepat.
Kyuhyun tersenyum melihatnya.
"Kenapa kau terlihat berbeda, Lee Sungmin?" Monolog Kyuhyun.
"Terlihat cantik. Apa karena aku baru melihatnya sedekat ini." Monolognya lagi.
Sungmin membereskan mejanya dengan tergesa. Hari ini guru mata pelajaran tetakhir terlambat masuk, dan akhirnya dia meminta jam tambahan. Sungmin melirik jam tangan pink nya. Sungmin yakin ayah sudah menunggunya. Setelah yakin semua barangnya sudah di dalam tas nya, Sungmin bergegas keluar kelas.
Langkahnya sedikit cepat ketika menuruni tangga, berlari keluar menuju tempat biasa ayahnya menjemput.
"Appa!" Panggilnya ketika melihat ayahnya sudah berdiri di samping mobilnya.
"Lee Sungmin!" Sungmin menoleh kebelakang.
Ketika melihat siapa yang memanggilnya Sungmin malah cuek dan berjalan sedikit lebih cepat kearah ayahnya.
"Hei! Kau mengabaikanku?" Sosok itu menarik pergelangan tangan Sungmin.
"Sunbae. Lepaskan sebelum ayahku melihatnya." Bisik Sungmin, melirik kearah ayahnya yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Oh, maaf." Sosok itu Kyuhyun melepaskan cekalan nya.
"Tidak apa apa. Dan maaf aku harus segera pergi."
"Tunggu dulu."
Sungmin berlalu begitu saja menuju ayahnya, tanpa mempedulikan Kyuhyun yang berdecak kesal karenanya.
"Appa." Sungmin menepuk pundak ayahnya.
"Sudah siap pulang?" Tanya Kang In sambil memamerkan senyumnya.
Sungmin mengangguk dan mulai masuk ke mobil. Seperti biasa duduk dibelakang sambil memeluk tubuh hangat ayahnya. Kang in mengelus rambut halus Sungmin.
"Laki-laki tadi siapa ? Kekasihmu?" Tanya Kangin membuat tubuh Sungmin kaku seketika.
Sungmin melepaskn pelukannya. Dan menatap ayahnya. "Bukan. Dia hanya seniorku. Bahkan aku sendiri tidak tau namanya."
Kangin tersenyum mendengar jawaban Sungmin.
"Bagi oranglain mungkin kau sudah dewasa. Tapi bagi appa kau tetap putri kecil appa. Permata biru appa, penyemangat hidup appa, kebahagianmu juga kebahagiaan appa." Tuturnya.
"Jika kau memiliki kekasih juga tak masalah bagi appa. Selama dia membuatmu tersenyum bahagia." Lanjutnya sambil mengusap sayang pipi Sungmin.
Sungmin tersenyum. "Tapi dia hanya seniorku, appa."
"Arraseo. Dia seniormu. Untuk saat ini mungkin." Kangin menggoda Sungmin. Bahkan kini Sungmin tengah mengerucutkan bibirnya.
"Aish. Appa ini."
"Haha, baiklah. Bagaimana harimu di sekolah ?" Tanya Kang In mengalihkan pembicaraan.
"Biasa saja. Hari ini semua murid harus mendaftar ekstra kulikler." Jawab Sungmin.
"Ekskul apa yang kau ambil ?" Tanya Kang in.
"Kesehatan dan perpustakaan." Jawab Sungmin.
"Bagaimana dengan kegiatannya nanti?"
"Hanya menjaga uks 2 kali seminggu, dan menjadi reseptionis perpustakaan seminggu sekali. Hanya itu." Jelas Sungmin.
Kang in tersenyum mendengarnya. Ketara sekali jika Sungminya ini malas bergaul.
Hari sudah gelap. Waktupun sudah menunjukan pukul 7 malam. Waktu yang biasanya digunakan para keluarga untuk makan malam.
Makan malam adalah salah satu quality time untuk sebuah keluarga. Dimana semua anggota keluarga berkumpul bersama dalam satu meja, menikmati hidangan sederhana dengan penuh canda tawa. Bercerita tentang semua kejadian yang mereka lalui pada satu hari ini.
Namun hal itu tak berlaku bagi keluarga ini. Ruangan mewah itu terasa begitu sunyi dan tegang. Seakan mengeluarkan suara adalah hal yang dilarang disana.
"Hari ini aku sudah mengumumkan pada semua karyawan bahwa aku sudah pensiun." Lelaki tua diujung meja membuka suara nya memecah keheningan.
Semuanya diam menunggu kelanjutan suaranya.
"Nari kau bertanggung jawab mengurus sekolah dan beberapa yayasan juga butik keluarga Cho. Dan Siwon, semua asset lainnya sudah kuubah menjadi namamu. Karena kau satu satunya penerusku." Jelasnya kemudian beranjak dari kursinya. Berjalan menuju ruangan pribadinya.
"Siwon-ah, selamat. Kau berhak mendapatkanya. Noona bahagia." Ucapan selamat dengan nada ceria itu membuat Siwon tersadar dari lamunannya.
"Selamat juga untukmu Noona." Balasnya.
"Aish, jadi kita semua disini hanya untuk mendengar ucapan 1 menit itu." Keluh Kyuhyun. Yeaung yang duduk disampingnya hanya terkikik geli.
"Ucapan 1 menit itu informasi penting keluarga kau tau." Ibunya berujar sembari menatapnya.
Kyuhyun hanya bisa berdecak sebal. Semuanya hanya bisa tertawa ringan melihat tingkah Kyuhyun. Suasana kaku tadi berubah menjadi lebih cerah. Berkat decakan sebal Kyuhyun.
Hari ini Sungmin pergi ke sekolah lebih siang. Sudah banyak murid di kelasnya.
"Sungmin, seseorang menyimpan ini di meja ku. Disitu tertulis untukmu." Teman sekelasnya memberikan susu pisang padanya. Dan benar saja ada nama Sungmin di sebuah note kecil.
"Terimasih." Ucap Sungmin.
Sungmin's pov
Aku menatap tugas yang diberikan guru piket. Hari ini guru fisika tidak masuk hanya ada memberi soal latihan saja.
Aku melihat sekeliling kelasku. Sudah hampir kosong. Kemana mereka? Aku melirik jam dinding. Ah sudah jam 11 rupanya. Pantas saja.
Sungmin mengambil kotak bekalnya dan juga susu pisang dari orang misterius tadi.
"Lee Sungmin seseorang menunggumu di taman." Murid lakilaki itu menatapku.
"Siapa ?" Tanyaku.
"Datang saja. Bawa makananmu." Setelah mengucapkan itu dia pergi begitu saja.
Dan aku pergi menuju taman sekolah. Entah taman mana? Tapi jalanku mengarah kearah taman sepi yang biasa menjadi tempatku makan siang.
Di sebuah bangku aku melihat seseorang berbaring. Aku tak bisa melihat wajahnya. Karena dia terhalangi lengannya.
"Kemarilah. Aku sudah menunggumu." Ucapnya tanpa beranjak dari posisi.
Aku kenal suaranya. Aku sudah berdiri tepat disamping kepalanya.
"Apa yang sunbae mau dariku?" Tanyaku mencoba tenang.
Dia menurunkan lengannya. Dan menatapku dalam.
"Aku ingin..."
"Aku ingin kau mengingatku."
Sungmin's pov end
.
.
.
