Memo's © Utsukushi hana-chan
Disclaimer © Masashi Kishimoto
Rate © T
Genre © Romance, Humor 'dikit' '
Warning © Typo's, Au, Gaje, dan lain-lain...
.
.
#Permintaan
.
.
Tangan tan tersebut dengan pelan mengganti halaman buku tebal yang sedang ia baca.
Raut wajahnya terlihat sangat serius membuat gadis di sampingnya yang sedari tadi juga sedang membaca buku yang sekarang sedang mencuri pandang ke arahnya terlihat gugup.
Dengan gerakan pelan gadis dengan rambut indigo panjang tersebut merapatkan duduknya ke arah Naruto.
"Na...Naruto-kun." Cicitnya pelan membuat sang empu yang merasa terpanggil menengok ke arah gadis tersebut.
"Iya ada apa, Hinata-chan?" Tanya Naruto dengan pandangan bingung sekaligus senang.
Hinata pun segera mendekat ke arah Naruto dan langsung membisikan sesuatu ke telinga Naruto.
Sedangkan Naruto yang mendengarnya mendadak kaku dengan wajah yang memerah.
"Bagaimana, Naruto-kun?" Tanya Hinata dengan pandangan yang menurut Naruto sangat imut.
"Ehem, ba...bagaimana ya Hinata-chan." Ucap Naruto dengan gugup.
Naruto menggaruk-garuk belakang kepalanya sebentar guna menetralkan kecanggungan yang Hinata buat akibat permintaan konyolnya.
Tapi saat menatap manik lavender Hinata membuat Naruto seketika menjatuhkan kepalanya di lipatan tangannya yang berada di atas meja.
"Na...Naruto-kun kau tidak apa-apa!?" Hinata yang melihatnya kaget. Apakah Naruto-nya tidak ingin mengabulkan keinginanya?
Naruto yang baru selesai pundung ralat masih sedikit pundung menatap Hinata dengan pandangan yang sulit di artikan kemudian berkata, "Apa kau yakin permintaanmu ini Hinata-chan?"
Hinata yang kaget langsung saja mengangguk membuat Naruto mendesah lelah.
"Baiklah, tapi sebagai bayarannya aku minta~" Naruto menggantung kalimatnya dengan pandangan nakal Naruto langsung memegang bahu Hinata kemudian mencondongkan kepalanya dan berbisik pelan di depan telinga Hinata.
"Ciuman."
Dan~
CUP
Akhirnya bibir mereka bersatu. Pelan dan tak ada nafsu. Hingga akhirnya mereka kehabisan nafas kemudian melepaskan pangutan bibir mereka.
"Un, na...nanti sore di rumah Sakura-chan, Na...Naruto-kun." Ucap Hinata dengan wajah yang memerah dan secepat kilat meninggalkan Naruto sendirian.
"Semoga bukan aku saja yang bernasip seperti ini." Gumam Naruto kemudian melanjutkan bacaannya yang tertunda.
.
.
END
.
.
OMAKEN
"Ne, Sasuke-kun dan Naruto-kun siap-siap dengan pose kalian ya!" Teriak gadis musim semi tersebut membuat ke-dua laki-laki malang tersebut mendesah pasrah.
"Ha'i." Jawab malas mereka berdua dan segera ber-pose seperti yang di inginkan Sakura, sedangkan Hinata menatap kagum ke-dua mahluk malang tersebut.
Sekarang Naruto dan Sasuke sedang melakukan pemotrettan sebagai anak-anak ayam ya tentunya menggunakan kostum anak ayam, dan yang membuat mereka malu adalah pose-pose yang di suruh oleh Sakura dan Hinata sangat memalukan.
"Andai Sakura buka kekasihku aku tidak ingin seperti ini." Ucap Sasuke membuat Naruto mengangguk setuju.
"Kita kekasih yang berbakti." Lirih Naruto.
.
.
.
END ~ Benar - benar END ^.^/
AN :
Hai kembali lagi dengan fic memo chap 2 haha ^.^/
Ugh fic gaje yang terinspirasi dari sebuah pict haha dan kalaw pendek maklumin ya...
Jawab-jawab review kmrin dlu :
nanda salsabila : ya :D dan nie udah lanjut
ryansaputra014 : arigatou
Mushi kara-chan : un panggil aja Kushi mushi-nee soalx entah knp klw manggil aku Hana kyak mnggil bibi aku jdi aku gnti panggilanku #jdicurhat#
Haha torunya jdi pjngan doang xD arigatou
Chess sakura : nie udah chap 2nya Cuk
Waffle R. Dewey : un arigatou atas saranx..
Un sampai ketemu di memo-memo selanjutnya. Berkenankah kalian Me-Review?
