Disclaimer: Teenage Mutant Ninja Turtles was created by Peter Laird and Kevin Eastman. The 2k12 verse belongs to Nickelodeon.

Warning: OOC parah, humor garing, cerita absurd, banyak mengandung kejorokan, dsb

Summary: Mikey mengajak tiga kakaknya untuk ikut tantangan makan permen aneh bin ajaib! Satu yang rasanya enak dan yang satu rasanya eneg. Apa yang terjadi? Lihat saja kenistaan kura-kura ninja bersaudara ini! Enjoy!

Bean Boozled Challenge

Round Four

"Huek! Sumpah, rasanya eneg banget!" Raph tidak henti-hentinya mengumpat soal rasa telur busuk tadi. Dia segera menghilangkan rasa itu di lidahnya dengan memakan buah jeruk yang disiapkan Leo. Oh, ya buah jeruk itu pemberian dari April. "Asli, memang rasa telur busuk! Menjijikkan!"

"Hahaha ... Raph dapat telur busuk! Kasihan deh lu." Mikey menghapus air matanya akibat ngakak kejer lihat kakak keduanya mual-mual tadi.

"Ini salahmu, Mikey! Kalau saja kau nggak suruh aku telan permen sialan itu, aku nggak akan mual-mual begini!" tandas Raph marah.

"Oh, tidak bisa," tukas Mikey dengan nada lucunya. "Rules are rules, dude."

"Diem lu!" Raph melemparkan deathglare terbaiknya ke arah adiknya itu.

"Sudahlah, guys." Leo menghentikan pertengkaran kedua adiknya itu dengan nada tegas. "Jangan bertengkar. Ini hanya permainan challenge, kok. Nah, sekarang selanjutnya Donnie sama Mikey, kan?"

"Oh, ya? Yahoo!" Mikey segera memeluk Donnie. Orang, eh maksudnya mutan kura-kura yang dipeluk kaget karena Mikey memeluknya tiba-tiba. Mana pelukannya kuat lagi!

"Woy, Mikey! Jangan memelukku. Hmmmph ... sesak, tahu!" seru Donnie ngos-ngosan.

"Ups, maaf, D. Habis, aku lawanmu sekarang. Hehe." Mikey tertawa ngikik sambil melepas pelukannya.

"Gitu saja kok senang banget."

"Sudah, sudah. Ambil saja permennya, Mikey," perintah Leo sambil memberikan wadah permen itu kepada Mikey. Mikey mengocoknya dan mengambil isinya. Dia mendapat permen warna hijau lumut, sama dengan warna kulitnya Raph.

"See? Dapat hijau lagi!" seru Mikey.

"Kali ini hijau lumut," sambung Donnie.

"Warna hijau lumut, ya. Hmm ..." Leo memperhatikan kemasannya. "Antara rasa jus pir dan upil."

"Upil?! Pfffft ..." Raph menahan tawanya agar tidak kesedak jeruk yang dia makan.

Donnie sendiri merinding ketakutan. Disuruh makan upil?! Holy mackerel! This is a nightmare, man!

"Boleh juga ini," komentar Mikey. "Hei, D! Ayo, kita makan permennya sekarang!"

Donnie mengangguk lemah dengan air mata buaya. Buaya? Hei, author nggak sebut Leatherhead si mutan buaya, ya.

Leo mulai memberi aba-aba. "Kalian siap? Satu ... dua ... tiga!"

Dengan cepat, Mikey memakan permennya. Sementara Donnie makan permennya takut-takut. Hasilnya ...

"Iyaaaacks! Huek!" Donnie mengeluarkan lidahnya dengan tampang jijik. Dia langsung berdiri dan buru-buru ke toilet. Tapi dicegah Leo.

"Wow! Wow! Telan permennya, Don! Telan!" perintah Leo seperti komandan tentara Amrik. "Jangan dimuntahin. Telan saja!"

"Ukhhhh ..." Donnie terlihat seperti ibu muda baru hamil yang sedang mual. Seakan tidak sanggup menelannya. "Air ... aku butuh air!"

Leo segera ke dapur untuk mengambil segelas air. Sedangkan Raph ngakak kejer lihat reaksi nista adik tertuanya itu. "Ahahaha! Donnie dapat upil ternyata!"

"Hmm, enak!" Tiba-tiba Mikey berseru dengan wajah cerah.

"Eh? Enak, ya?" tanya Raph, mengalihkan pandangannya ke arah Mikey. "Kamu pasti dapat jus pir, nih!"

"Bukan! Soalnya ada asin-asinnya gitu, dude," sanggah Mikey cepat.

"Asin?" Raph mengernyit heran. "Jangan-jangan ..."

"KAMU DAPAT UPIL JUGA?!" Teriakan Raph yang menggema sukses membuat Leo – yang lagi ngasih minum Donnie – syok seketika. Begitu pula Donnie yang hampir saja keselek air minum yang diteguknya.

"WHAT?! Upil jorok gitu kamu bilang enak?!" Donnie terbelalak tak percaya.

Bukannya malu, Mikey malah mengeluarkan cengiran khasnya. Tentu saja sodaranya hanya bisa facepalm melihatnya.

Oke, terbongkar sudah aib kura-kura berwajah unyu pemegang nunchaku ini. Tak disangka, dia punya hobi aneh yang tidak diketahui siapapun, apalagi kakak-kakaknya sendiri. Yaitu suka ngupil, terus upilnya dijilat.

Imut-imut tapi jorok, itulah Michelangelo.

"Ewwww! Mikey jorok. Masak upil saja kau berani makan!" Raph meringis jijik.

"Upil itu enak, lho," tutur Mikey sok polos. "Kalau mau, kamu bisa mencobanya sendiri, dude. Hehe."

"Ogah! Aku nggak mau," dengus Raph.

"Kalau begitu, aku akan kasih upilku. Mau?" goda Mikey dengan nada jahil.

"Udah kubilang, aku gak mau! Kalau kau berani kasih upilmu, akan kutendang kau!" ancam Raph emosi dengan perempatan muncul di dahinya.

Melihat kedua adiknya berantem lagi, habis sudah kesabaran Leo. Lalu kura-kura ninja paling tua itu berteriak keras, "BISAKAH KALIAN DIAM?!"

Skor: Donnie 1 – 1 Mikey. Tetap sama. Tidak ada peningkatan sebab dua-duanya zonk.

To be continued

Ahahahaha! Ngakak kejer aku lihat Donnie sama Mikey dinistain! Wkwkwkwk! Nggak ada yang menang sama sekali! Ahahaha! XD

Ah, sudah nggak terasa udah Round Four. Hmm ... apakah Round Five juga begitu? Oh, I won't tell you, guys. Sampe aku akan publish cerita berikutnya. Tapi tahun depan ... (Readers: *suara kecewa penonton komedi Amrik*)

Sabar dulu! Soalnya, Author banyak banget tugas kuliah yang harus kukerjakan. Mungkin Author bakalan fokus untuk menyelesaikan cerita ini. Jadi mohon ditunggu, ya~

Bye, everyone. See you next round!