Wasurenaide 4
"Keadaan pangeran sekarang sudah membaik. Lebih baik beberapa hari ini dia istirahat terlebih dahulu dan jangan melakukan banyak aktifitas. Karena terkena benda tumpul, saluran pembuangannya menjadi luka dan berdarah serta akan sakit kalau bergerak," ucap dokter istana, dokter Choi.
Keluarga Jung, Ibu Suri, dan keluarga Kim yang mendengar hal itu hanya terdiam.
"Selain itu,lambung pangeran bermasalah sehingga pangeran sementara ini hanya bisa memakan bubur. Memang belum terlalu parah tetapi apabila dibiarkan maka bisa memperburuk kondisi pangeran. Akan saya berikan obat penghilang rasa sakit, salep untuk luka luar, dan obat maag untuk pangeran. apabila maag pangeran masih sakit selama 3 hari ini, harap hubungi saya," ucap dokter sambil memberikan obat kepada Mrs. Jung.
Keluarga Kim hanya terdiam sampai dokter keluar dari ruangan keluarga yang ada di depan kamar tamu, tempat Jaejoong tidur saat ini.
"Kami akan membawa Jaejoong pulang," ucap Mr. Kim mengawali pembicaraan dengan calon besannya.
"Dan pernikahan ini akan tetap berlanjut karena Yunho harus bertanggung jawab. Sampai saat itu tiba, Yunho tidak akan pernah bisa bertemu dengan Jaejoong," imbuh Mrs. Kim dengan nada tegas di setiap perkataannya, membuat Mr. dan Mrs. Jung makin merasa tidak enak dengan kedua sahabatnya itu.
"Kami benar-benar minta maaf Heechullie, Kyungie," ucap Mrs. Jung dengan penuh penyesalan, namun itu tidak membuat kemarahan Mr. dan Mrs. Kim mereda.
"Kami tidak di istana saat itu, jadi kami tidak tau dan juga semuanya memilih menutup mulut mereka," tambah Mr. Jung.
"Kami memang menghargai kalian yang mau mengangkat Jaejoong menjadi pendamping putra mahkota kelak. Namun dengan kondisi seperti ini, dengan berat hati aku mulai meragukan itu. Bentuk kasih sayangmu pada Jaejoong malah justru membuatnya menjadi semakin sakit," ucap Mrs. Kim yang mendapatkan anggukan dari Junsu.
"Aku ingin hyung pulang.. hyung semakin kurus," ucap Junsu lirih dan hampir menangis mengingat saat dia melihat hyungnya tadi yang disuntikkan obat yang tidak tau itu apa karena hyungnya masih saja tertidur lelap.
Perkataan Junsu semakin menohok hati raja dan ratu, membuat mereka semakin terpojok dan tidak bisa menjelaskan apapun karena mereka tidak tau apa-apa mengenai hubungan Jaejoong dan Yunho. Mereka merasa bersalah dengan itu semua. Maksud hati mereka untuk memberikan kasih sayang kepada Jaejoong kini menjadi sesuatu yang membuat Jaejoong semakin terluka.
"Kami akan membawa pulang Jaejoong sekarang. Hamba mohon raja dan ratu mengerti," ucap Mrs. Kim berdiri dan membungkukkan badannya, membuat raja dan ratu tidak bisa membantah omongan dari Mrs. Kim.
Mr. dan Mrs. Kim langsung masuk ke dalam kamar tamu. Namun betapa terkejutnya mereka ketika melihat Jaejoong yang berusaha bangun.
"Joongie sayang, jangan bangun," ucapMrs. Kim namun kemudian dibalas dengan menangisnya Jaejoong.
'Joongie sudah tidak suci, Umma.. Joongie kotor..,' batin Jaejoong.
"Hyung," ucap Junsu lirih dan akhirnya menumpahkan air matanya. Dia menghampiri Jaejoong setelah mendengar Mrs. Kim dari luar kamar yang Jaejoong tempati. Hatinya begitu sakit melihat hyungnya begitu pucat.
'Suie.. hyung bukan hyung yang baik,' jerit Jaejoong dalam hati ketika Junsu memeluknya begitu erat.
"Hyung, mari kita pulang, Suie akan buatkan sup asparagus kesukaan hyung dengan kepiting dan jagung yang banyak. Bagaimana?" ucap Junsu sambil menyeka air mata yang masih meluncur dengan deras dari kedua mata Jaejoong.
Jaejoong mengangguk.
Ya, keluarganya yang dia butuhkan saat ini. Hanya keluarganya yang selalu menjaganya.
'Umma, jangan salahkan Jung Appa dan Umma, mereka tidak salah,' Jaejoong memberikan tulisan di handphone Junsu setelah meminjam handphone adiknya itu.
"Tapi Joongie..," ucapan Mrs. Kim terputus saat Jaejoong menggelengkan kepalanya, pertanda kalau memang dia menganggap Mr. dan Mrs. Jung tidak salah.
Terdengar helaan napas dari Mr. Kim yang membuat Jaejoong menundukkan kepalanya. Mr. Kim tahu betul putra sulungnya ini sangatlah keras kepala dan itu membuatnya sedikit kesal. Ya tapi terus terang, dialah yang menurunkan sifat keras kepalanya itu kepada anaknya.
Jaejoong kemudian berdiri perlahan dan didudukkan di kursi roda yang sudah disiapkan oleh dokter untuk membantu Jaejoong melakukan aktifitasnya karena dia tidak boleh banyak bergerak.
Jaejoong mendorong kursi rodanya menghadap sang raja dan ratu. Memberikan hormat dan kemudian mendapatkan pelukkan dari keduanya.
"Maafkan Umma dan Appa, Joongie. Umma dan Appa bukan orang tua yang baik," ucap mereka sambil masih memeluk Jaejoong dan Jaejoong juga membalas pelukkan mereka.
'Anio. Ini bukan salah Umma dan Appa. Ini bukan salah siapa-siapa.'
Mr. dan Mrs. Jung semakin menangis dan memeluk Jaejoong erat setelah membaca tulisan yang telah ditulis Jaejoong.
'Joongie pamit dulu, Umma, Appa. Joongie mau pulang.'
Mr. dan Mrs. Jung hanya bisa menganggukan kepala mereka, menyetujui Jaejoong untuk pulang ke rumahnya.
Bohong kalau mereka tidak sedih. Calon menantu mereka akan pulang ke rumahnya sampai putra mahkota dan dirinya akan melangsungkan pernikahan. Namun, rasa bersalah juga tidak bisa lepas dari dalam hati mereka. Jaejoong sakit juga karena mereka tidak perhatian kepada Jaejoong.
Jaejoong kemudian melepas pelukkan mereka dan meminta Junsu mendorongnya sampai ke mobil setelah melambaikan tangan ke arah pelayan, dayang, supir, dan tukang kebun yang sedih karena mengetahui pangeran lembut itu akan pulang ke rumahnya.
Jaejoong masuk ke dalam mobil dan melihat ke arah paviliun putra mahkota dari balik kaca mobil.
'Yun, jaga dirimu baik-baik. Aku menyayangimu,' batin Jaejoong dengan terus menatap paviliun itu.
Mr. dan Mrs. Kim hanya terdiam sedangkan Junsu hanya memperhatikan hyungnya yang menampakkan muka sedih.
'Hyung, sepertinya kamu sangat menyayangi putra mahkota, padahal dia sudah membuat hyung sakit.. ,' batin Junsu yang sedih melihat hyungnya seperti itu.
Sepanjang perjalanan Jaejoong hanya melihat keluar, tanpa mau berkomunikasi dengan keluarganya. Dia memikirkan Yunho akan diapakan oleh raja dan ratu di istana sepeninggalannya. Tidak mau ambil pusing, dia memilih menyandarkan kepalanya di jok mobil. Berpikir positif kalau Yunho akan baik-baik saja selama di istana.
Dia menyandarkan kepalanya sampai akhirnya dia terlelap di mobil. Junsu yang melihat posisi tidur Jaejoong tidak nyaman langsung menarik kepala Jaejoong ke bahunya dan menjadikannya bantalan kepala Jaejoong.
Dengan lembut dia menyisir surai lembut milik kakaknya dengan sayang, seperti dulu saat Junsu kecil, Jaejoong sering menyisir lembut rambut Junsu dan menyanyikan lagu 'Lullaby' hingga Junsu tertidur. Sayangnya sekarang ini Jaejoong tidak bisa menyanyikan lagu kesukaan Junsu lagi. Jaejoong hanya bisa mengusap punggung Junsu sampai Junsu tertidur dan juga mencium kening Junsu. Tidak ada lagi sepatah kata yang terucap untuk mengantar Junsu ke alam mimpi. Suara yang begitu merdu itu hilang karena peristiwa kecelakaan yang dialami Jaejoong beberapa tahun lalu.
Peristiwa kecelakaan yang tidak akan bisa Junsu lupakan. Saat itu dia bermain sepak bola di sekolahnya sehabis pulang sekolah dan dia memetik kemenangan di hari itu dengan memasukan 3 gol ke gawang lawan. Dia begitu senang dan tidak sabar memberitahukan Jaejoong mengenai kemenangannya karena biasanya kalau dia menang, Jaejoong akan memberikan bola baru untuknya dan Junsu suka mengumpulkan berbagai bola yang diberikan oleh kakaknya itu.
Kakaknya akan menyambutnya, memberinya pelukan dan menyeka dengan lembut wajahnya yang penuh dengan keringat.
Namun hari itu.
Tidak ada pelukkan, tidak ada sentuhan lembut, tidak ada ucapan 'Kamu hebat Junsu!'
Tidak ada.
Dia merasakan hl yang membuat seluruh tubuhnya mati rasa.
Memaksa tubuhnya untuk terus berdiri di depan ruang UGD, di mana kakaknya berada. Merapatkan tangan dan berdoa kepada Tuhan agar kakaknya dikuatkan.
Hari itu tangisnya tumpah saat mendengar kakaknya kecelakaan.
Dan itu terus terjadi sampai Jaejoong sadarkan diri.
Saat Jaejoong sadarkan diripun, dia tetap menumpahkan tangisnya.
Suara kakaknya yang sangat dia kagumi itu hilang. Suara lembut yang dulu selalu membisikkan 'Junsu, ayo bangun' saat dia masih terlelap dalam tidurnya, sudah hilang dan kakaknya tidak ingin melakukan operasi karena sangat membahayakan dirinya.
Junsu hanya bisa terus di samping kakaknya saat itu. Bohong kalau Jaejoong selalu tersenyum dan berkata dia tidak apa-apa kepada Junsu.
Junsu tau kakaknya. Kakaknya akan selalu memasang senyum terbaiknya, namun saat malam tiba dan dia seorang diri, dia akan menangis.
Saat itulah Junsu selalu berada di samping kakaknya, selalu memberikan kenyamanan kepada Jaejoong, dan selalu menyemangati Jaejoong.
Ya, Junsu sangat menyayangi kakaknya itu sampai kapanpun.
Saat ini,saat Jaejoong merasa sangat sakit, Junsu berjanji akan selalu bersama Jaejoong, membuat Jaejoong merasa nyaman dan melupakan rasa sakit yang menderanya.
Junsu terus terlarut dalam pikirannya sampai tidak menyadari Jaejoong membuka matanya dan menatap Junsu dengan lekat.
'Suie, hyung tidak apa-apa.. Jangan khawatir,' batin Jaejoong. Dia mengetahui Junsu akanmengkhawatirkannya dan itu yang membuatnya merasa tidak enak.
.
Sepulangnya Jaejoong di rumah, sang putra mahkota duduk menghadap raja, ratu, permaisuri, dan Ibu Suri.
"Putra mahkota, kesalhanmu tidak bisa ditolelir," ucap Mr. Jung, sang raja sambil menatap tajam putra mahkota dengan mata musangnya yang tajam, mata yang sama dengan putra mahkota.
Mrs. Jung hanya mendesah pendek. Sekarang lebih baik suaminya yang mengambil alih semuanya karena dia memiliki kekuasaan lebih untuk itu.
"Aku tidak mendidikmu untuk berbuat seperti itu Jung Yunho. Kalau berita ini tersebar hingga ke masyarakat, ini benar-benar akan membahayakan dan memalukan kerajaan," lanjut sang raja dengan penuh penekanan pada nama Yunho, sang putra mahkota.
Yunho terus menundukkan kepalanya. Dia tau kalau Abojinya sangat marah saat ini.
Dia merutuki dirinya sendiri mengapa bisa melakukan hal tersebut sehingga dia mendapatkan banyak omongan pedas dari orang-orang yang lebih tua darinya itu.
"Kalau begitu. Kamu tidak boleh kemana-mana sampai kamu menikah dengan Joongie. Kamu akan dikurung di kamarmu," ucap Mr. Jung yang kemudian langsung meninggalkan ruangan.
Mrs. Jung, Ibu Suri, dan permaisuri yang sendari tadi hanya diam kemudian kembali ke kediaman mereka masing-masing.
Mereka diam bukan karena tidak ingin membela Yunho atau Mr. Jung tapi memang benar apa yang dilakukan Yunho adalah sebuah kesalahan.
Permaisuri yang sendari awal tidak ingin Jaejoong berada di istana sekarang harus menerima Jaejoong masuk ke dalam lingkaran keluarga kerajaan karena anak angkatnya sendiri. Dia sebenarnya tidak setuju namun ini sudah keputusan raja.
Dia hanya mendesah pendek dan memikirkan kehidupannya ke depan.
.
Yunho berada di kamarnya saat ini. Dia merenungi apa yang telah dia perbuat kepada Jaejoong kemarin.
Bisa-bisanya dia meniduri namja cantik itu dan dia mendapatkan ganjarannya sekarang ini. Apa jadinya dia tidak boleh kemana-mana selama seminggu ini. Bahkan ponselnya juga diambil oleh .
Akses yang hanya bisa dipakainya hanyalah telepon kerajaan. Dia benar-benar merasa dikurung di dalam istananya sendiri.
"Aku bosan," gumam Yunho sambil menyandarkan kepalanya ke jendela, terlihat anjingnya yang bernama Taepong bermain-main dnegan para pelayan.
"Sepertinya asik," ucapnya lagi.
"Gara-gara namja aneh itu aku harus mendekap di sini," ucap Yunho yang kemudian memeluk gulingnya.
Pikirannya melayang kepada namja yang dia tiduri.
"Apa aku sudah gila, bisa melakukan itu padanya," gumamnya lagi ketika dia mengingat apa yang dia lakukan di malam yang panas itu.
"Seumur hidupku mungkin aku akan membencinya karena dia telah merebut kedua orang tuaku dan juga membuatku seperti ini.."
.
Jaejoong mengunyah pelan bubur yang ada di dalam mulut mungilnya.
Junsu yang dengan telaten menyuapkan sendok demi sendok bubur untuk hyungnya makan.
Jaejoong menurut saat Junsu menyendoknya bubur itu untuknya.
Junsu hanya memperhatikan hyungnya yang sedang memakan bubur itu dengan pelan tanpa sepatah katapun keluar.
Jaejoong kembali membuka mulutnya, membuka akses masuk sesendok bubur hangat dengan potongan ΒΌ telur rebus di atasnya.
"Hyung," Junsu membuka suaranya, mengawali obrolan mereka setelah lama mereka terdiam.
Jaejoong mengalihkan pandangannya dari jendela kamarnya ke wajah Junsu saat ini.
"Hyung tidak apa-apa?"
Jaejoong tersenyum dan mengangggukkan kepalanya.
"Tapi hyung..."
'Hyung tidak apa-apa.'
Junsu terdiam dan kemudian menganggukkan kepalanya.
"Apakah nanti Suie boleh ikut dengan hyung ke istana?"
'Hyung tidak tau. Biar nanti raja dan ratu yang memutuskan.'
"Suie mau bersama-sama sengan hyung dan menjaga hyung," ucap Junsu. Dia tidak ingin kejadian menyedihkan itu terulang kembali.
Jaejoong mengembangkan senyumnya,. Dia tau adiknya kali ini sangat khawatir kepadanya.
Jaejoong mengusap lembut surai hitam Junsu, membuat Junsu menutup mata dan merasakan sentuhan lembut yang dia rindukan selama ini.
"Hyung harus bahagia dengan putra mahkota," ucap Junsu setelah membuka matanya.
Jaejoong mengangguk dan mengecup dahi Junsu sebagai jawaban.
Dia berjanji dia akan bahagia bersama Yunho.
.
.
Satu minggu telah berlalu sejak pengumuman mengenai pertunangan dan pernikahan Jaejoong dan Yunho.
Sekarang ini Jaejoong dan Yunho sudah ada di pelaminan untuk mengucapkan janji suci mereka di dalam pernikahan.
Jaejoong berbalut gaun putih yang cukup indah. Mrs. Kim yang memilihkannya dan sedikit memaksanya untuk memakai gaun putih berbahan satin yang indah, mengekspos tubuhnya yang kecil dan pinggangnya yang ramping.
Yunho sendiri berbalut jas dengan bahan yang satin mahal dan juga dengan kemeja berwarna putih dengan dasi berwarna hitam. Sungguh terlihat tampan dan menawan.
Mereka sudah memakai baju hanbok sebelum pernikahan yaitu saat pertunangan. Jaejoong sendiri yang memilih untuk memakai baju pengantin internasional.
Mereka berdua hanya terdiam dari tadi.
Walaupun puluhan lampu blitz ada di hadapan mereka, hanya Jaejoong yang mengembangkan senyum kepada para wartawan.
Janji suci sudah diucapkan, cincin pernikahan sudah disematkan.
"Putra mahkota, anda boleh mencium pasangan anda."
"..." Yunho terdiam.
Jaejoong melirik ke arah Yunho yang hanya terdiam.
Dia tau kalau Yunho tidak ingin menciumnya.
Jaejoong menoel Yunho dan menunjuk bibirnya, memberikan isyarat hanya mengecup ujung bibirnya.
Yunho masih terdiam.
Setelah 20 detik dia terdiam, kemudian dia menghadapkan dirinya ke depan hadapan Jaejoong dan kemudian mecodongkan wajahnya ke wajah Jaejoong dan mengecup pinggir bibir Jaejoong.
Jaejoong berpura-pura merasakan bibir Yunho dengan menutup matanya.
Namun saat dia menutup matanya, Yunho menggeser bibirnya ke tepat bibir cherry Jaejoong kemudian mengecup bibir itu dan melumatnya dengan lembut.
Jaejoong yang kaget membuka matanya karena dia tidak percaya Yunho akan mencium bibirnya.
Jaejoong hanya terdiam dan mulai melumat kecil bibir Yunho.
Puluhan jepretan kamera mengabadikan moment itu. Kedua sejoli itu seakan tidak peduli dengan semua sorotan kamera yang diarahkan kepada mereka.
Setelah hampir 1 menit berciuman, mereka melepas tautan dan panggutan mereka dan menatap mata satu sama lain.
Kosong.
Itulah yang Jaejoong lihat di sorot mata Yunho.
Jaejoong merasa sakit ketika melihat sorot mata itu.
Sorot mata kesedihan dan merasa sendiri.
'Apakah dia selalu merasa sendirian?' Jaejoong bertanya di dalam hatinya.
Jaejoong refleks membelai pipi Yunho. Yunho kaget dan hanya bisa berdiri mematung, menatap mata Jaejoong yang berair.
Jaejoong meneteskan setetes air mata beningnya. Cairan itu langsung saja keluar dari kedua doe eyes Jaejoong.
Jaejoong menyeka sedikit air matanya dan kemudian merangkul tangan Yunho, hendak keluar dari gereja, tempat mereka mengucap cinta mereka hari ini.
Jaejoong mengucapkan janjinya sekali lagi di dalam hatinya.
'Tuhan, aku berjanji akan selalu berada di sampinya dan akan membahagiakan Yunho.'
Jaejoong mengembangkan senyumnya menghadap ke smeua kamera dan sedikit membelai tangan Yunho sebagai tanda kalau Yunho harus tersenyum.
Yunho yang hanya terdiam kemudian tersenyum ke arah kamera, mengembangkan senyumnya yang sangat tampan itu.
Jaejoong tersenyum kembali dan lebih mereka, senang namja dengan status suaminya kini sangat menawan dengan senyuman dari bibir hatinya.
Mereka berdua terus berjalan ke arah mobil untuk menuju ke arah tempat resepsi tanpa mengetahui ada seorang yeoja yang melihat mereka berdua dibalik mobil Audi R8 miliknya. Dia melihat ke arah YunJae dengan tatapan bengis.
"Lihat saja nanti, hidupmu akan menderita, Jung Yunho."
.
.
TBC
.
Hello readers hehehe
Maaf kalau lama updatenya hehehe
Beberapa hari yang lalu saya sakit dan juga banyak pekerjaan sehingga tidak sempat update.
Terima kasih kepada readers yang selalu menunggu update ff ini dan juga telah memberikan review, fav, dan juga follow ^^
Untuk selanjutnya semoga bisa lebih cepat hehehe Pada chapter ini dan chapter selanjutnya mungkin belum ada adegan YunJae yang cukup terlihat karena kesedihan Jaejoong masih berlanjut (?)
Maaf kalau banyak typo ya readers hehehe ^^" Selain itu di chapter ini juga tidak terlalu sedih atau senang karena chapter ini akan menjadi jembatan untuk chapter berikutnya ^^
Maaf kalau Yunho tega saat-saat ini (?) tapi nanti readers nanti pasti akan jatuh cinta dengan Yunho XD
Silahkan bagi readers yang ingin menerka-nerka apa kejadian selanjutnya XD
Happy reading and see you ^^
Oh iya, untuk readers yang mau masuk grup saya, bisa search grup di FB dengan nama Jejehan Fanfiction ^^ atau add FB saya: Jejehan Jeje ^^ / twitter: jejehanjeje
.
Q&A
Q: Apakah ff ini akan MPREG?
A: Jawabannya di chapter selanjutnya XD
Q: Apakah FFN bakal ditutup?
A: Saya dengar begitu tetapi ternyata tidak jadi ditutup hehe
Q: Sebenarnya apa hubungan YunJae di masa lalu? Apakah mereka dulu sepasang sekasih? Apakah Yunho kehilangan ingatan?
A: Ada jawabannya di chapter chapter berikutnya XD
Q: Apakah Jaejoong akan jadi benci Yunho setelah diperkosa Yunho?
A: Jawabannya di chapter ini XD
Q: Apa resiko kalau Jaejoong dioperasi?
A: Hmm resikonya adalah kehilangan nyawa karena luka pada otak ^^
Q: Apa perbedaan permaisuri dan ratu?
A: Permaisuri adalah istri dari pangeran masa lalu yang sudah meninggal (Go Ahra / Jung Ahra = permaisuri). Ratu adalah pendamping raja saat ini yaitu Mrs. Jung ^^
Special thanks to: YunHolic , PiePilly , Dee chan - tik , Dhea Kim , anugrahaputri , holepink , teukiangle , , exindira , UMeWookie , JJorien , Youleebitha , jae sekundes , YeyeWooKIM97 , rinayunjaerina , Vic89 , Dipa Woon, akiramia44 , Park Seuri , MaxMin , koukei8696 , sycarp , ichigo song , thedolphinduck , dhian930715ELF , Hana - Kara , meirah.1111 , Jung Jaehyun , Clein cassie , PandaPandaTaoris , Himawari23 , Riszaaa , Xiahtic4Cassie , zhoeuniquee , meyy-chaan , ShinJiWoo920202 , misschokyulate2 , jaejae , kyuminchiyunjae , Guest1 , meybi , , aif , JungKimCaca , yunjae heart , Vivi , gyujiji , Guest 2, an10 , an10 , dee , Guest 3, yuu , ckhislsm137 , Guest4, Namerhynae, Dennis Park , lipminnie , YunJae24 , rizkyamel63 , nickeYJcassie , mynamedhiendha , Guest 5, jaena
Terima kasih semua ^^
