Wasurenaide 5
Sebulan setelah pasangan YunJae menikah dan terhitung sebulan satu minggu dari kejadian Yunho dan Jaejoong, semuanya terasa biasa hanya saja Yunho menjadi lebih pendiam.
Walaupun Jaejoong selalu menyiapkan sarapan untuk Yunho, selalu mencium kening suaminya itu saat suaminya tertidur lelap, selalu memberikan teh hangat untuk suaminya saat suaminya merasa kelelahan saat bertugas dinas, dan selalu menyempatkan diri untuk memijat kaki suaminya, namun tidak ada terulas senyum dari namja berbibir hati itu.
Tidak ada paksaan saat dia melakukan itu semua. Dia sadar dengan perannya sebagai istri dari putra mahkota yang akan menjadi seorang raja kelak.
Yunho sendiri terus belajar mengenai kerajaannya karena dialah yang akan menjadi raja menggantikan appanya kelak.
Setiap hari dia ke kampus untuk belajar dan sepulangnya dia akan membantu raja dalam mengurus pemerintahan.
Perubahan itu membuat Jaejoong bersyukur sekaligus bingung. Mungkin Yunho masih terpukul dengan BoA yang menghinatinya sehingga dia seperti tidak ingin disentuh oleh siapapun.
Walaupun begitu Jaejoong yakin kalau suatu saat nanti Yunho akan membuaka hati untuknya.
Saat ini Jaejoong sedang memasak untuk makan malamnya dengan Yunho. Seperti biasa Yunho akan sampai rumah pukul 7 malam dan Jaejoong menunggu dengan sabar kepulangan suaminya itu.
Tiba-tiba seorang pelayan masuk ke dalam dapur tempat Jaejoong sedang memasak, menyampaikan sesuatu kepada Jaejoong kalau ada teman-teman Jaejoong yang berkunjung.
Jaejoong segera menaruh pisau yang digunakannya untuk memotong paprika sebagai bahan untuk membuat sweet spicy fettucini kesukaan Yunho.
Jaejoong menyuruh pelayan untuk mempersilahkan masuk temannya yang sudah menunggu di depan kediamannya.
Jaejoong sebelumnya sudah meminta izin kepada raja dan ratu mengenai kedatangan teman-temannya, lebih tepatnya teman Yunho.
Ya, Yoochun dan Changmin datang untuk menengok temannya itu selama mereka liburan.
Saat ini sedang liburan awal tahun dan pergantian semester sehingga tidak salah kalau Yunho sangat sibuk dengan banyak agendanya sebagai putra mahkota.
Jaejoong melepas apronnya dan berlari ke depan untuk menemui teman-temannya.
"Hei hyung!" teriak Changmin saat melongok ke dalam kediaman YunJae yang baru saja direnovasi dengan nuansa penuh dengan warna krem, biru langit, dan coklat muda yang menjadikan kediaman mereka begitu nyaman dan terkesan lembut.
Di belakang Changmin mengekor namja dengan jidat lebar yang membawa satu kotak kue opera untuk mereka makan bersama malam itu.
"Hei Jae hyung!" ucap Yoochun yang menaruh kue dengan banyak lapisan itu di atas meja makan kayu jati kediaman YunJae.
Jaejoong mengembangkan senyuman manisnya dan memeluk satu per satu temannya.
"Wah hyung, kamu memasak apa?" tanya Changmin setelah mencium aroma dari paprika dan juga saus tomat.
Jaejoong menuliskan sesuatu di selembar kertas.
'Makanan kesukaan Yunho. Pasti kalian tau.'
"Sweet Spicy Fettucini!" seru Changmin dan Yoochun serempak.
Jaejoong menganggukkan kepalanya dan kemudian mempersilahkan teman-temannya duduk di kursi meja makan yang ada di ruangan makan dengan aksen krem dan coklat tersebut.
Jaejoong kemudian melanjutkan memasukan tomat, daging cincang yang sudah direbus, dan beberapa potongan daun bawang ke dalam saus tomat tersebut.
Changmin dan Yoochun yang tidak sabar menunggu kemudian ikut membantu Jaejoong mempersiapkan berbagai macam bahan untuk dimasak karena bukan hanya itu saja yang Jaejoong masak, tetapi juga berbagai macam masakan lainnya seperti ayam dengan saus lemon, cumi goreng tepung, bibimbap, tumisan brokli dan daging asap, kangkung goreng tepung, dan hidangan penutupnya adalah pusing coklat dengan fla vanila yang tidak terlalu manis karena Yunho tidak suka makanan yang terlalu manis. Jaejoong sengaja tidak menyiapkan masakan Korea karena ingin makan makanan yang berbeda.
Setelah hampir 1 jam memasak bersama ChunMin, Jaejoong menaruh semua makanannya di atas meja dan kemudian menaruh beberapa tangkai mawar merah segar di tengah meja makan, menjadikan suasana lebih romantis.
Jaejong juga menata tambahan set makanan untuk kedua temannya.
Mereka bertiga menjauhi meja makan, menunggu Yunho yang akan pulang sebentar lagi.
Changmin yang sudah merasa lapar harus menunggu Yunho dengan sabar. Perutnya sudah minta untuk diisi.
Tak lama, terdengar suara sayup sayup dari para pengawal kalau Yunho datang.
Mereka lalu berdiri di daun pintu untuk menunggu kedatangan Yunho dan tak lama pintu pun terbuka menampakan namja dengan paras tampan dengan jas warna hitam dan dasi berwarna senada. Di tangan kanannya ada tas berbahan kulit sintesis yang dia genggam.
Dia memasang muka terkejutnya di hadapan Jaejoong dan yang lainnya.
Jaejoong mengulas senyumnya , dia tau suaminya akan terkejut karena suaminya belakangan ini hendak menelpon Yoochun dan Changmin saat malam hari tetapi dia urungkan karena takut akan mengganggu keduanya. Jujur, diapun rindu dengan sahabat-sahabatnya.
Berada di dalam lingkungan istana ternyata cukup membuatnya susah bergerak.
Yoochun dan Changmin langsung menyambut Yunho dengan hangat, setelahnya Jaejoong mengambil tas Yunho dan mnearuhnya di ruang kerja Yunh, hal yang dia lakukan setiap hari, termasuk saat Yunho pulang kuliah.
Jaejoong juga melepas pelan-pelan jas hitam berbahan katun terbaik yang dia kenakan untuk berbagai acara peresmian hari ini.
Yunho ke meja makan bersama dengan Yoochun dan Changmin sementara Jaejooong ke ruangan cuci untuk menaruh jas kotor Yunho di sana. Dia akan mencucinya besok hari.
Di meja makan terlihat Yunho, Yooochun, dan Changmin yang asik berbincang setelah sekian lama mereka tidak bertemu.
Jaejoong tersenyum melihat itu, melihat senyuman Yunho yang begitu menawan merupakan suatu yang berharga untuknya.
'Aku senang melihatmu tersenyum terus Yunho ah.. Teruslah tersenyum..,' batin Jaejoong setelah melihat mereka yang saling bersenda gurau.
Jaejoong berjalan ke arah meja makan, menghampiri sahabat-sahabat yang sudah merasa kelaparan itu.
Jaejooong menuangkan teh hangat ke dalam masing-masing gelas berisi sedikit gula yang ada di meja makan. Menyendokkan fettucini kesukaan Yunho dan menaruhnya di depan Yunho.
Dia juga menaruh beberapa potongan ayam saus lemon ke dalam piring Yunho.
Yunho yang melihat makanan kesukannya tersedia di depannya, dia langsung melahapnya dengan cepat, membuat Jaejoong mengelus pelan pundaknya untuk makan dengan pelan.
Yunho yang merasakan sentuhan Jaejoong memelankan lahapannya. Yoochun dan Changmin juga makan dengan lahap semua makanan Jaejoong.
Jaejoong sendiri merasakan kondisi badannya tidak enak hanya memakan beberapa makanannya. Dia sedang ingin banyak makanan yang mengandung banyak coklat.
Jaejoong memakan dengan pelan kangkung goreng tepung milikknya dan meminum teh hangatnya sesekali.
Dia hanya mendengarkan kedua orang di depannya dan seorang di sebelahnya berbincang banyak hal sambil makan.
Tak lama, suara pengawal terdengar, sayup sayup nama yang Jaejoong sangat kenal bergema di telinganya.
Ya, Junsu datang dengan setumpuk coklat yang ada di dalam keranjang yang dia pegang.
"Hyung!" teriaknya ketika memasuki kediaman YunJae, merasa sangat senang sampai lupa kalau ada banyak orang di kediaman itu.
Jaejoong berlari dan memeluk adiknya itu. Dia sangat senang adiknya datang. Dia sangat rindu dengan namja berpantat montok itu.
Junsu juga tidak kalah erat memeluk hyungnya, membuat ketiga orang yang di meja makan beranjak dari tempat duduknya dan kemudian melihat ke arah Jaejoong dan Junsu yang berpelukkan.
Kedua orang di sana menaikkan alis mereka, bertanya tanya siapa namja berpantat montok itu sementara yang satunya hanya diam saja, mengamati mereka dengan seksama.
Jaejoong dan Junsu berpelukkan cukup lama sampai akhirnya Junsu melepas pelukan mereka dan berucap
"Selamat ulang tahun hyung!"
Junsu menyerahkan sekeranjang penuh coklat yang dia bawa kepada Jaejoong, membuat Jaejoong sennag dan kemudian langsung memeluk adiknya. Sementara itu ketiga namja yang ada di ruang makan kaget mendengar ucapan Junsu. 'Hari ini ulang tahun Jaejoong(hyung)?' batin mereka, merutuki kenapa mereka tidak tau kalau ini ulang tahun sang pangeran.
Dia menggerakkan bibirnya, membentuk kata 'Go-ma-wo', membuat Junsu menggelengkan kepalanya, "Anio, sudah sepatutnya aku memberikan hyung hadiah hehehe. Aku tahu hyung sedang ingin makan coklat, jadi aku bawakan coklat yang banyak dan..."
Sepenggal kalimat lainnya Junsu bisikkan ke telinga Jaejoong, membuat Jaejoong kaget dan membelalakan matanya serta kedua pipinya merah merona.
Tak lama Jaejoong menggelengkan kepalanya, takut hal-hal aneh menyelimuti kepalanya. Junsu hanya terkekeh saat itu dan kemudian dia melirik semua orang yang ada di dalam ruang makan.
"Annyeong haseo semuanya. Ehem, perkenalkan namaku Kim Junsu, adik dari Kim Jae—eh maksudku pangeran. Senang berkenalan dengan kalian," ucap Junsu dan kemudian membungkukkan badannya.
'Senyumannya manis sekali,' batin Yoochun ketika melihat Junsu pertama kalinya.
Changmin sudah memperkenalkan diri sedangkan Yoochun masih berdiri mematung di tempatnya tanpa melakukan apapun, membuat Junsu berpikir kalau orang itu aneh.
Tak lama Yoochun tersadar dari lamunannya ketika Yunho menyikut pinggangnya. Dia lalu memperkenalkan dirinya dan ikut menunduk.
Yunho hanya menatap sahabatnya itu dengan penuh tanya, 'Sepertinya Yoochun menyukai namja itu. Aku kira dia penyuka wanita,' batin Yunho sambil memperhatikan Yoochun yang terus memandangi Junsu, membuat Junsu sedikit ketakutan.
"Hyung, teman hyung seperti mau memakanku," ucap Junsu sambil bersembunyi di belakang Jaejoong.
Jaejoong mengarahkan pandangannya ke namja yang membuat Junsu ketakutan, membuat Jaejoong terkekeh dan kemudian mengelus tangan Junsu yang mencengkram sweater baby bluenya dengan cukup erat, tanda dia ingin menenangkan adiknya.
Junsu yang tau bahasa tubuh Jaejoong seperti menenangkan dirinya kemudian bertanya,"Benarkah orang itu orang baik?"
Jaejoong menganggukkan kepalanya dan memberikan isyarat kepada Junsu untuk meminta maaf kepada Yoochun karena sudah menuduh Yoochun tidak baik.
Junsu berjalan perlahan ke arah Yoochun dan membungkukkan badannya untuk meminta maaf, membuat Yoochun gugup saat Junsu ada di depannya dan jantungnya berdebar lebih kencang.
"Aigoo, tidak apa-apa," ucap Yoochun.
Jaejoong mengulas senyumnya. Adiknya itu begitu manis dan baik, sangat penurut.
Junsu mengangkat badannya dan melihat ke arah Yoochun.
"Ehem, hyung tidak marah?" tanya Junsu yang gugup.
"Tidak," ucap Yoochun dengan senyuman terukir di wajah tampannya, membuat Junsu juga ikut tersenyum. Kedua insan itu seperti sudah tersihir oleh tatapan mata dan sneyuman masing-masing insan yang ada di depannya.
Suasana romantis itu sayangnya tidak berlangsung lama karena...
"Hyung, cepat kita makan, aku lapar," ucap Changmin yang ingin makan karena perut di cacingnya minta untuk segera diisi saat itu juga.
Jaejoong terkekeh karena YooSu kaget dengan suara Changmin yang bisa dibilang cukup kencang.
Dengan sigap Jaejoong mengambil peralatan makan untuk Junsu dan menatanya di sebelah tempat duduknya.
Junsu kemudian duduk dan memakan makanan yang ada di depannya, ayam lemon dengan lahap karena ayam adalah makanan kesukaannya.
Jaejoong tersenyum melihat nafsu makan adikknya.
Dia sempat menanyakan keberadaan Umma dan Appanya kepada adiknya.
"Umma dan Appa menitipkan ini," Junsu mengeluarkan kotak cincin dan memberikannya kepada Jaejoong setelah memberi tau Jaejoong kalau Umma dan Appa mereka tidak hadir karena ada rapat perusahaan di Pulau Jeju dan mereka berdua harus datang untuk mengurus hotel mereka.
Jaejoong menganggukkan kepalanya, mengerti dengan situasi yang terjadi. Hotel mereka adalah hotel pertama untuk bisnis mereka sehingga memang perlu mendapatkan perhatian yang cukup extra.
Jaejoong mengerti keadaan orang tuanya dan cukup senang walaupun pesta yang dia buat sangat kecil dan hanya untuk mereka berlima saja.
Jaejoong memakan perlahan makanan yang belum sempat dia habiskan tadi sampai semuanya habis. Dia ingin memakan cepat-cepat coklat yang Junsu berikan padanya.
Namun, Yoochun sudah membuka isi kotak yang dia bawa tadi, yaitu kotakdengan isi kue opera, membuat Jaejoong juga ingin memakannya dengan cepat karena kue itu juga banyak coklat.
"Yah tidak ada lilinnya," ucap Changmin. Memang kue itu tidak didesign untuk kue ulang tahun melainkan hanya sebagai hidangan penutup saja bagi mereka.
"Ah aku ada ini," ucap Yoochun yang mengeluarkan korek api minyak karena dia sesekali suka merokok.
Yoochun menyalakan korek api tersebut.
Mereka menyanyikan lagu 'Selamat Ulang Tahun' untuk Jaejoong.
Tak lama, Jaejoong menutup matanya, berdoa di dalam hatinya.
Kemudian dia meniup api tersebut, membuat Yoochun, Changmin, dan Junsu bertepuk tangan.
Jaejoong mengembangkan senyumnya. Dia senang bisa merayakan ulang tahun kecilnya dengan orang-orang yang dia sayangi.
Yunho sendiri hanya terdiam dan mengamati apa yang terjadi di depannya.
Jaejoong kemudian memotong kue tersebut dan memberikan potongan pertamanya kepada Yunho.
Yunho kaget karena dia menerima potongan pertama dari istrinya.
Jaejoong menyuapkan kue itu ke depan mulut Yunho, menuruhnya untuk makan kue tersebut.
Yunho membuka sedikit mulutnya dan memakan sedikit kue yang disuapkan ke depan mulutnya.
Yunho mengulas senyumnya saat mengunyah kue tersebut dan dia mengecup kening Jaejoong lembut, membuat Jaejoong membelalakkan matanya tidak percaya kalau Yunho baru saja menciumnya.
Yunho kemudian mencium pipi tirus itu dan membisikkan kata-kata: "Selamat Ulang Tahun."
Jaejoong tidak percaya apa yang dilakukan Yunho untuknya. Yunho lembut padanya, tidak sedingin biasanya.
.
Yunho POV
Sudah saatnya aku membuka hatiku untuk Jaejoong.
Sebulan ini dia sudah melayaniku dengan baik sebagai seorang istri walaupun aku sama sekali tidak pernah menyentuhnya, bahkan aku bersikap dinginpun dia masih terus melayaniku dengan lembut.
Pertahananku runtuh.
Duniaku teralihkan olehnya.
Bibir cherry itu selalu mengecup keningku ketika aku memejamkan mataku. Ya, saat itu aku tidak tidur. Aku tau dia selalu mencium keningku setiap malam saat aku tidur.
Dia selalu memasakkan makanan untukku, tidak membiarkan pelayan ataupun makanan luar untuk aku makan.
Dia selalu menyempatkan diri setiap pagi untuk membuatkan aku sarapan, membuatkan makan siang untukku dan mengantarnya sendiri ke tempatku bekerja, bahkan dia juga menyuapiku kalau aku sedang sibuk bekerja.
Saat aku tanyakan mengapa dia sampai ingin menyuapiku terus, katanya dia tidak ingin aku terkena penyakit maag, sehingga aku tetap harus makan teratur walaupun aku sibuk.
Dia sendiri juga ikut makan bersamaku. Saat aku mengunyah makananku, dia juga menyuap makanannya.
Malam hari dia selalu menungguku saat aku pulang dan selalu melepaskan jas dan dasiku.
Kalau aku pulang telat, dia juga tetap menungguku di rumah sampai aku pulang dan tetap melayaniku.
Terkadang aku juga merasa kasihan dengan Jaejoong karena dia terlihat semakin kurus.
Kadang aku selalu memperhatikan dirinya saat memasak di dapur.
Ingin sekali aku memeluk pinggangnya dan mengecup pipi putih susu itu.
Namun..
Rasa egoku membuang itu semua.
Aku masih belum bisa membuang rasa kecewaku kepada Jaejoong.
Kenapa? Karena dialah perhatian Aborji dan Omonimku tersita hanya untuknya.
Ya, anak yang sudah diangkat oleh Aborji dan Omonimku itu terlalu diperhatikan oleh mereka berdua selama ini.
Selama aku diangkat oleh Ibu Permaisuripun dan mereka berada di luar istana, aku merasa sendiri dan tidak pernah mereka menghubungiku. Aborji dan Omonimku lebih banyak bersama dengan Jaejoong ketimbang diriku.
Ya, itulah yang dibilang permaisuri kepadaku. Bahwa BoA lah yang menyelamatkan hidupnya dan Aborji dan Omonim yang membuangku.
Apakah mungkin waktu itu Aborji dan Omonimku membuangku dan hanya ingin bersama dengan anak itu saja sehingga akhirnya aku tetap tinggal di sana bersama permaisuri dan jauh dari mereka berdua?
Aku belum menemukan jawabannya. Namun sampai aku menemukan jawaban itu, aku tidak ingin dekat-dekat dengan Jaejoong walaupun dia menjadi istriku. Karena dialah penyebab aku harus menikah dengannya dan berpisah dengan BoA.
BoA adalah ornag yang selama ini berada di sampingku dan juga memberikanku rasa aman. Dan yang lebih penting adalah BoA pernah menyelamatkan hidupku.
Dia adalah seseorang yang penting bagiku.
Namun dengan penghianatan yang dia lakukan,aku tidak ingin bertemu dengannya lagi.
Pandanganku terhadapnya berubah.
Kalau memang dia mencintaiku, dia tidak akan melakukan itu, bermain di belakangku.
Hal itu berbanding terbalik dengan Jaejoong.
Aku yang selalu menganggap Jaejoong penghalangku dan bersiap dingin kepadanya, dia malah selalu memberikan kehangatan kepadaku.
Sebagaimanapun aku ingin dia jauh dari kehidupanku, seperti ada yang menarikku untuk selalu bersamanya.
Aku putuskan untuk bersama Jaejoong dibandingkan terus menerus memikirkan BoA yang sudah meninggalkanku.
Aku memutuskan menikah dengan Jaejoong dan membiarkan dia selalu melayaniku.
Hatiku menghangat walaupun aku tidak bisa mengungkapkannya.
Aku perlu waktu.
Semua kejadian itu cukup membuatku terkejut.
Aku hanya ingin bterus bersama dengannya sekarang walaupun aku belum bisa membalas perasaaannya sekarang.
Bahkan ulang tahunnyaun aku tidak tahu sehingga aku tidak menyiapkan apapun untuk ulang tahunnya.
Aku hanya bisa memberikan kecupan pada kening dan pipinya. Aku berjanji akan memberikannya hadiah besok.
Aku tau dia kaget dengan kecupan yang aku berikan kepadanya.
Tubuhnya menegang. Semoga itu hanya kaget biasa, bukan kaget dengan trauma.
Kubisikkan kata-kata selamat ulang tahun untuknya.
Dia masih terlihat kaget.
Wajahnya sangat lucu. Bisa aku simpulkan kalau dia hanya kaget biasa, bukan karena trauma.
Yunho POV End
.
Jaejoong masih terkaget-kaget, tidak terkecuali Junsu yang melihat kakak iparnya baru saja mencium kakaknya dengan lembut, sementara ChunMin hanya tersenyum melihat kedua insan itu sepertinya baik-baik saja.
Kedua pipi Jaejoong merona,dia menyembunyikannya dengan menundukkan kepalanya.
Semua di ruangan itu terkekeh karena tingkah Jaejoong yang malu-malu.
Yunho mengangkat wajah istrinya itu dan mendaratkan ciuman lembut sekali lagi ke bibir cherry Jaejoong, membuat Junsu harus menutup kedua matanya dan kedua namja pervert lainnya mengabadikan moment itu dengan kamera handphonenya.
Jaejoong semakin kaget dan menjauhkan dirinya dari Yunho setelah mereka selesai berciuman.
Pipinya merona sekali, membuat Yunho terkekeh.
Baru kali ini Yunho terkekeh karena Jaejoong.
Jaejoong menjadi salah tingkah dan duduk di meja makan, mengambil minum dan meminumnya walaupun dia tidak haus.
Salah tingkah.
Hmph, Junsu menahan ketawanya ketika melihat tingkah Jaejoong. Kalau dia tertawa, pasti hyungnya itu akan marah padanya.
Yunho dan yang lainnya kemudian mendatangi meja makan menaruh kue opera milik Jaejoong.
Jaejoong mengambil pisau dan memotong kue itu satu potongan ke potongan lainnya.
Jaejoong membagi kue itu kepada mereka dan mereka mulai memakannya.
Jaejoong makan kue itu dengan lahap, sedok per sendok kue dia lahapkan ke mulutnya, sampai krim berceceran di bibirnya.
Yunho dan yang lainnya kebingungan dengan Jaejoong yang sangat lahap memakan kue tetapi tidak begitu lahap saat memakan nasi.
Mereka berempat hanya memperhatikan Jaejoong yang makan kue dan juga coklat pemberian Junsu.
.
Setelah makan, mereka semua berkumpul di ruang keluarga milik YunJae.
Jaejoong yang sudah merasa kenyang kemudian merebahkan diri di sofa sampai dia tertidur pulas. Sementara yang lain masih menonton tv, termasuk juga Junsu.
Yunho yang melihat Jaejoong tertidur pulas kemudian langsung menggendong Jaejoong menuju kamar mereka.
Yunho menidurkan Jaejoong di ranjang mereka dan mencium pundak kepala istrinya itu dengan sayang.
"Jaljayo." Setelahnya Yunho ke luar ruangan dan berkumpul dengan Changmin yang sibuk memotret sesuatu di ruang tamu.
"Hey kamu memotret apa?" tanya Yunho yang langsung diinterupsi oleh Changmin.
"Ssst hyung, mereka serasi," bisik Changmin sambil menunjuk YooSu yang tertidur di sofa dengan kepala Junsu menyender pada bahu Yoochun.
"Astaga," Yunho kaget sambil berbisik.
"Foto ini akan membuat hati semua yeoja hancur berkeping-keping," bisik Changmin yang kemudian handphone Changmin langsung disambar oleh Yunho dan gambar tersebut dihapus.
"Hyung, kok dihapus?" tanya Changmin tidak terima.
"Kamu mau Junsu digerayangi banyak yeoja yang suka Yoochun hm? Sekalian hpmu aku sita," ucap Yunho yang memasukkan handphone Changmin ke saku celananya.
Changmin hanya menggembungkan pipinya saat Yunho memasukkan handphone berwarna putih itu ke saku celana jeans itu.
"Tidurlah," ucap Yunho sambil mengusap kepala Changmin.
"Yeah yeah hyung," ucap Changmin yang masuk ke dalam kamar tamu yang sudah disediakan.
Yunho sendiri juga masuk ke dalam kamarnya dan tidur di sebelah Jaejoong.
Senyum terukir di wajah tampannya. Setelah sekian lama senyuman itu hilang dari bibir berbentuk hati itu, sekarang senyuman yang membuat Jaejoong terpikat sudah kembali terulas.
.
Paginya Jaejoong bangun sambil memeluk sesuatu (?) yang berbau mint.
Kesadarannya belum muncul.
Bahkan dia sempat menggesek-gesekkan wajahnya ke bidang yang proporsional. Biasanya dia akan memeluk gulingnya saat bangun tidur, tetapi sepertinya bantalnya itu ukuran besar kali ini.
Jaejoong yang penasaran mengapa dia bisa memeluk sesuatu yang besar kemudian membuka matanya dan menemukan sesosok yang membuatnya ingin sekali terjun dari gedung lantai 7.
Ya, Yunho tidur di sampingnya mengenakan piyama Rillakuma.
Jaejoong membatu, kaget setengah mati.
Baru kali ini dia tidur dengan Yunho karena biasanya dia akan tidur di kamar tamu dan Yunho tidur di kamar mereka.
Dia baru sadar kalau dia di kamar Yunho sekarang dan dia disuguhkan pemandangan yang membuatnya tercengang.
Yunho dengan piyama Rillakuma..
Dengan cepat dia mengambil notenya dan memotret Yunho yang tertidur pulas dengan mulut mengangga plus baju tidur Rillakuma.
Jaejoong mengulum bibir cherrynya, dia benar-benar senang ketika berhasil mendapatkan foto itu.
Foto itu tidak akan dia sebar, dia simpan dan akan dia lihat apabila dia rindu Yunho.
Jaejoong menggembangkan senyuman manisnya pagi itu. Sayang sang beruang tidak melihat senyuman Jaejoong itu.
Jaejoong kemudian menyelimuti tubuh Yunho sampai ke batas pundak dan mengecup pipi suaminya itu.
Kemudian dia teringat sesuatu, kado kemarin yang Junsu bawa.
Ya, dia ingin memakai keempat barang yang Junsu berikan padanya. Dia memesan barang itu kepada Ummanya agar Ummanya membawakannya karena dia penasaran akan sesuatu.
Mual.
Muntah.
Cepat merasa lelah.
Itulah yang dia rasakan dan alami belakangan ini.
Dia mencari keranjang coklat kemarin yang dibawahnya ada ruang rahasia.
Jaejoong menemukan 4 benda di sana. 1 jenis benda tetapi dengan 4 varian.
Segera dia berlari ke kamar mandi, memakai benda-benda tersebut.
Dengan tidak sabar dia membuka semua bungkusan benda-benda tersebut dan memakainya.
Dengan sabar dia menanti hasil dari keempat benda tersebut.
Doanya, dia ingin benda tersebut menunjukkan dua garis merah.
Ya, test pack.
Jaejoong sedang memeriksakan kehamilannya dengan test pack.
Dan hasilnya...
'Aku hamil!' teriak Jaejoong dalam hati.
Senang bercampur kaget menyelimutinya, bahkan perasaan begitu meluap-luap di dalam dirinya.
Hampir dia loncat-loncat namun dia urungkan karena dia ingat ada satu nyawa di dalam tubuhnya.
Dia mengelus lembut perutnya, memberikan kehangatan untuk seorang makhluk yang ada di dalam perutnya
Dia ingin memberitahukan ini kepada Yunho namun dia urungkan karena pasti Yunho tidak akan menerima anaknya.
'Sayang... kamu akan Umma jaga dengan baik. Kamu harta Umma yang berharga,' ucap Jaejoong sambil terus mengelus perutnya yang belum terlihat menggembung itu.
Walaupun dia melakukannya dengan Yunho dengan paksaan, namun dia senang karena saat ini ada benihnya dan Yunho di dalam tubuhnya.
Jaejoong yang sudah tau dari awal kalau dia istimewa karena mempunyai rahim di tubuhnya, dia tidak begitu kaget kalau dia mengandung.
Dia berjanji akan berhati-hati untuk menjaga kandungannya.
.
Saat ini Jaejoong berada di kediamannya sementara Yunho sudah pergi ke sebuah peresmian toko yang ada di mall dekat kerajaan.
Jaejoong di sana tidak sendirian, ada Yoochun, Junsu, dan Changmin ada di dalam kediamannya.
Dia sedang berbicara dengan Junsu di kamarnya saat ini.
"Hyung!"
Jaejoong menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya, menyuruh Junsu untuk tidak berisik.
"Chukkae hyung!" bisik Junsu dengan senang, saat Jaejoong memberitahukan padanya kalau Jaejoong hamil.
"Aku akan jadi paman," bisik Junsu kembali disertai dengan anggukan Jaejoong.
Junsu menyusap lembut perut Jaejoong dan menempelkan kepalanya di sana.
"Baby kecil, tumbuhlah dengan baik, jangan merepotkan Jaejoong hyung," ucap Junsu sambil mengelus perut Jaejoong.
Mereka tetap bertahan di posisi itu sampai akhirnya terdengar suara gaduh dari para pengawal.
Jaejoong yang penasaran dengan suara gaduh yang ada di kediamannya kemudian langsung lari ke luar kamarnya, perasaannya tidak enak.
"Pangeran.. hh hh," deru napas pengawal itu menandakan ada hal penting yang harus segera Jaejoong ketahui.
Raut khawatir terpatri di wajahnya. Wajahnya seketika memucat, sepertinya ada hal buruk yang terjadi.
"Putra mahkota... putra mahkota diculik!"
"Apa!?" kaget Yoochun, Changmin, dan Junsu yang ikut merembuk ke ruangan tengah kediaman YunJae.
Blar
Ini sebuah bencana bagi kerajaan.
Sungguh sebuah hal yang semestinya tidak terjadi. Sang putra mahkota kerajaan bagaimana bisa hilang?
Jaejoong tidak boleh panik saat ini.
Yang ada di istana hanyalah dia dan Ibu Suri sementara penghubi kerajaan yang lain sedang pergi untuk dinas bersama.
Jaejoong lalu menuliskan sesuatu di notenya dengan cepat.
Yoochun, Changmin, dan Junsu melihat apa yang ditulis Jaejoong.
Tak lama para kepala pelayan berkumpul di ruangan itu juga, termasuk Ibu Suri yang sudah khawatir dengan apa yang terjadi dengan Yunho.
'Hubungi mentri pertahanan dan keamanan sekarang juga . Kepala pengawal Kwon, telpon kepala polisi Seoul sekarang juga dan beritahukan kalau putra mahkota diculik.'
Tulisan Jaejoong membuat Kang Ahjussi segera menelpon Mentri pertahanan dan keamanan sementara Kepala Pengawal Kwon juga menghubungi kepala polisi Seoul.
Sungguh aneh, mana mungkin putra mahkota dengan banyak body guard tersebut bisa diculik oleh orang.
'Choi Ahjussi, suruh tim penyadap untuk menyadap telpon Yunho dari sinyalnya sehingga kita bisa tahu dimana keberadaan Yunho.'
Jaejoong tidak menuliskan kata 'putra mahkota' di notenya karena terlalupanjang ditengah pengambilan keputusan yang harus cepat ini.
Jaejoong menghampiri Ibu Suri yang sangat khawatir dengan Yunho.
Jaejoong menenangkan Ibu Suri dengan cara mengusap tangan Ibu Suri yang sudah terdapat kerutan di sana.
Teman-temannya dan Junsu juga ikut menenangkan Ibu Suri.
"Pangeran, kami mengetahui dimana posisi putra mahkota!"
Jaejoong langsung menuju ke arah Choi Ahjussi dan melihat dimana posisi Yunho.
Yunho saat ini sedang berjalan menuju ke arah pergudangan tua dan tak lama sinyal itu menghilang, sepertinya handphone Yunho di non aktifkan.
Jaejoong kemudian menyuruh Choi Ahjussi memberitahu mentri pertahanan dan kepala polisi untuk kemudian mencari dan menyelamatkan Yunho.
Jaejoong sendiri menyambar kunci mobil lamborghini abu-abu yang diberikan raja kepadanya atas hadiah pernikahannya dengan Yunho.
Junsu, Yoochun, dan Changmin ingin ikut dengan Jaejoong namun Jaejoong menolaknya, tetapi Changmin sudah main masuk ke dalam mobilnya dan mau tak mau Jaejoong harus pergi dengan Changmin.
Jaejoong fokus pada kemudinya menuju ke arah Yunho berada.
Dia tau dimana tempat pergudangan tua itu karena dia dulu pernah ke sana untuk melakukan pengumpulan barang-barang bekas saat dia SMA.
Changmin hanya diam sepanjang perjalanan karena tidak bisa ikatakan baru dalam menyetir mobil. Diam-diam dia dulu suka ke sirkuit hanya sekedar mencoba beberapa putaran di sana dengan mobil sedannya dulu.
Dengan cepat Jaejoong menikung di jalanan. Para polisi tidak akan menilang Jaejoong karena sudah diberitau kalau yang sedang berada di jalan adalah sang pangeran yang ingin menyusul putra mahkota.
Tentu saja kabar ini ditutupi oleh semua polisi karena ini dalam keadaan genting dan akan bertambah semakin buruk apabila semua negara tau karena ini adalah kelemahan bagi kerajaan.
Jaejoong kemudian sampai di daerah pergudangan tersebut dan langsung lari ke dalam area pergudnagan etrsebut, mencari Yunho.
Satu per satu dia telusuri bagian gedung-gedung tua yang menjulang dan sudah agak rapuh itu diikuti Changmin di belakangnya.
Tak lama, dia menangkap suara sayup sayup dengan pendengarannya yang cukup tajam.
Suara Yunho.
Dan
BoA.
"Cih, Kamu bukan siapa-siapaku sekarang! Jangan memanggilku dengan sebutan 'BoA-ah'."
Jaejoong mengendap-endap, melihat Yunho yang sedang didudukkan di atas bangku kayu dan tangannya diikat.
"Aku tidak peduli apabila aku dipenjara. Aku hanya ingin menyiksamu karena sudah memilih namja itu," ucap BoA yang menodongkan pisau ke wajah Yunho.
Changmin yang berada di belakang Jaejoong kaget melihat Yunho yang tidak berdaya seperti itu.
Banyak bodyguard BoA di sana, sekitar 10 orang. Apabila Cuma mereka berdua, maka mereka tidak akan menang.
Tak lama BoA menyerahkan pisau yang dipegangnya kepada anak buahnya dan menyuruh anak buahnya untuk mengambil alih sementara BoA berjalan ke arah mobilnya.
Namun, tiga polisi Seoul dengan cepat bergabung dan akhirnya membuat semua anak buah BoA terkepung, sedangkan BoA sudah lari menuju mobilnya.
Jaejoong kemudian menuju ke arah Yunho yang masih terikat karena para polisi mengejar anak buah BoA yang berusaha kabur.
"Jae!" ucap Yunho saat melihat Jaejoong berlari ke arahnya. Ekspresi Jaejoong sangat khawatir walaupun dari tadi dia berusaha untuk tenang.
Changmin membantu Jaejoong melepaskan ikatan yang melilit tubuh Yunho.
Setelah lepas, Jaejoong langsung memeluk Yunho.
Demi Tuhan, dia benar-benar khawatir akan keselamatan suaminya.
Kemudian mereka berlari dari gudang tersebut menuju ke arah parkiran mobil Jaejoong.
Saat perjalanan menuju mobil , Yunho lupa akan tasnya yang tertinggal di jalan saat BoA melempar tasnya tadi.
Yunho berbalik arah menuju ke dalam area gudang tempat dimana tasnya dibuang. Karena di dalamnya ada beberapa dokumen penting, jadi dia harus mengambilnya.
Saat Yunho berlari itulah, Yunho tidak menyadari ada mobil yang bergerak cepat menuju ke arahnya berdiri.
Ya, mobil sedan hitam merek Audi itu memacu kecepatannya sangat tinggi.
Mobil BoA.
Jaejoong yang berbalik dan melihat mobil itu menuju ke arah Yunho, dia langsung berlari kencang ke arah Yunho.
Yang dipikirkannya hanyalah Yunho yang saat ini harus diselamatkan.
Semuanya seperti video yang diperlambat.
Jaejoong mendorong tubuh Yunho menjauh darinya sementara dirinya sudah berada dekat dengan mobil BoA.
Brak
Tubuh Jaejoong menabrak mobil sedan mewah itu dengan keras dan kemudian terpental 5 meter dari mobil BoA.
BoA yang masih diliputi kemarahan kemudian hendak mengemudikan mobilnya kencang menuju ke arah Jaejoong yang terpental, sementara Yunho hanya bisa terpaku melihat istri sudah berlumuran darah.
"Kim Jaejoong juga harus mati!" ucap BoA di dalam mobilnya. Namun saat dia akan memacu gasnya, empat polisi tambahan datang dan langsung menembak keempat ban mobil BoA, membuat mobil BoA diam di tempat.
Sementara itu Yunho berlari sekuat tenaga, langsung menghampiri Jaejoong yang masih tergeletak dengan selangkangan yang berdarah, darah keluar dari kepala belakang Jaejoong, dan tangan serta kaki Jaejoong yang terluka .
'Yun..ho..'
Jaejoong membuat gerakan mulut menyebut nama Yunho.
'Gwaen..cha...na?'
Jaejoong bertanya sambil sekuat tenaga yang tersisa membelai pipi Yunho.
"Jae.. aku tidak apa-apa, kamu..,"
Saat itu juga dengan cepat potongan-potongan memori berada di kepala Yunho seperti berputar kembali, saling menyusun membuat suatu kenangan yang hilang.
"Sakit.." rintih Yunho saat merasakan sakit di kepalanya.
Para polisi langsung mendatangi Jaejoong dan Yunho yang ada di pinggir jalan.
Jaejoong khawatir saat melihat Yunho sangat kesakitan saat memegang kepalanya.
'Yun.. Yun.. Gwaen...?' Jaejoong melafalkan kalimat itu sebelum semua berubah menjadi hitam.
Yunho yang merasakan tangan Yunho melemas dan jatuh ke tanah kemudian kaget dan hendak mengangkat Jaejoong, namun sakit kepala itu kembali menyerangnya dan potongan-potongan kejadian di masa lampau menariknya ke dalam kegelapan.
Tubuh Yunho melemas. Matanya tertutup.
Dia terjatuh ke damping Jaejoong yang sudah lebih dahulu memejamkan matanya, menghiraukan suara Changmin yang memanggil namanya dengan keras dan para polisi yang berlari ke arahnya, serta mengabaikan BoA yang sudah diringkus polisi.
"Jae.. Jaejoongie..."
.
.
TBC
Huahaahah readeers
Maaf lama huhuhu
Tetapi sebagai gantinya di chapter ini saya perpanjang hehee
Maafkan atas typo yang bertebaran dan kalimat yang tidak nyambung (?) hehehee
Saya tidak melakukan pengeditan lagi hehe.
Terima kasih untuk para readers yang setia membaca ff ini, follow, fav, dan review hehehe ^^
Terima kasih atas review dari semuanya, review kalian bahan bakar untuk saya ^^
Ah iya, soal grup di fb,maaf saya belum bisa update ceritanya lagi huhuhuhuhu ah iya, bagi teman-teman yang ingin coba mempost karya ffnya di grup, silahkan post tetapi mohon seiijin saya dulu ya ^^ Semakin banyak yang post, semakin banyak bisa membaca cerita dan semakin banyak tambah ilmu dalam menulis ^^
Kita bertemu di episode selanjutnya dengan kejadian YunJae di masa lampau (bocoran) XD
See you ^^
Q and A:
Q: Dimana Changmin?
A: Di kamarku *loh XD Ad kok dia sudah muncul hehehe
Q: Siapa yeoja yang ingin membuat Yunho menderita? Apakah ada hubungannya antara Jaejoong dan Yunho?
A: Yup, jawabannya di chapter ini yaitu BoA. Dan alasan BoA melakukan itu akan ada di chapter selanjutnya ^^
Q: apakah suara Jae akan kembali?
A: Jawabannya di chapter selanjutnya XD
Q: apakah nanti author akan memfollow/ Follow back dan accept friend di twitter dan fb?
A: Tentu, kita semua teman, jadi harus saling follow hehehe ^^
Q: Alasan Yunho tidak suka dengan Jaejoong?
A: Nanti terjawab. Sebenarnya di chapter ini ada cluenya hehehhe ^^
Q: Ini Mpreg?
A: Iya betul ^^
Q: Kok Yunho gak inget dengan Jaejoong? Apakah Yunho nanti akan menyesal
A: Yunho sudah mulai ingat dan kenangan mereka akan dijabarkan di chapter selanjutnya ^^ Soal menyesal, juga akan di chapter berikutnya XD
Special thanks to:
Guest1, jaena, ChristiSJ , Dhea Kim , meirah.1111, exindira , sycarp , UMeWookie, Vic89 , ckhislsm137 , YunHolic , yolyol , Jung Jaehyun , Clein cassie , Ai Rin Lee , Park Seuri , Jae Mi Lindudtsz , rizkyamel63, rinayunjaerina , hye jin park , Kkamjjongitem, hyejeong342 , HunHanCherry1220, cindyshim07 , Himawari23 , choi im lezitia , Dennis Park , geelovekorea , vianashim, Huang Zi Lien , Dipa Woon , Hana - Kara , akiramia44, ShinJiWoo920202 , misschokyulate2, Youleebitha, lipminnie , , zyln, an10 , Vivi, Guest2, Guest3, YunJae24 , guest4, Ami Yuzu, ShinnaJaejoong, meybi , lee yuno, , Guest5, JungKimCaca , jungmarry , , yeyewookim97, mynamedhiendha, Shim Chaeri , CuteEvil300799 .
Terima kasih semuanya ^^
