Waurenaide 8
Sudah 5 hari sejak kepulangan Jaejoong dari rumah sakit ke kediaman mereka yang terletak di daerah istana.
Kondisi fisik Jaejoong dan Yunho sudah dinyatakan membaik namun Jaejoong masih suka bersedih apabila ingat dengan bayinya yang gugur. Yunho berusaha semaksimal mungkin untuk menenangkan Jaejoong dan berusaha untuk menghiburnya apabila Jaejoong sedang melamun. Ya, kalau sedang melamun, Jaejoong pasti ingat dengan anak mereka.
Saat ini sang pangeran sedang asik di dapur, dia sedang membuat sarapan untuk dirinya dan suami. Menu kali ini adalah sarapan ala Amerika. Jaejoong sedang ingin makan makanan selain makanan Korea dan pilihannya jatuh kepada makanan Amerika.
Hanya ada Jaejoong yang ada di dapur, tanpa butler atau maid yang membantunya. Dia ingin memasak sendirian saat ini. Namun, karena dia sendiri itulah, sang beruang datang menghampirinya dan sepertinya meminta Jaejoong menyerah kepada sang beruang alias putra mahkota yang baru bangun tidur.
Seperti saat ini..
Yunho masih sibuk menjilati daun telinga Jaejoong, membuat si empunya menggeliatkan tubuhnya tiidak nyaman.
"Aigoo Yun, tunggu sebentar, di kamar saja," ucap namja cantik berstatus istri Jung Yunho itu sedang sibuk memasak untuk sarapan mereka berdua. Dua telur mata sapi, 4 roti yang dipanggang, 2 gelas susu sapi murni, dan kentang goreng dengan taburan cacahan halus daun parseli sudah tersedia di meja. Namun masih saja sang suami terus mengulum telinga istrinya itu dan mengelus pinggang ramping istrinya.
"Boo, ayolah," ucap Yunho sambil sedikit merengek.
"Aigoo arraseo arraseo," ucap Jaejoong sambil melepas apronnya. Yunho langsung menggendong Jaejoong ke kamar mereka dan sedikit membanting istrinya di ranjang.
Yunho menatap istrnya itu dengan tatapan lapar karena tubuh istrinya itu begitu menggagumkan.
Dengan tidak sabar Yunho langsung mencium, meraup bibir cherry itu dengan langsung melumatnya, seperti permen rasa strawberry yang manis.
Jilat.
Lumat.
Hisap.
Gigit.
Jaejoong langsung membuka mulutnya, memberikan akses untuk lidah Yunho masuk dan menautkan lidah mereka.
"Ngghh"
Sebuah desahan keluar dari bibir cherry Jaejoong, membuat Yunho bersemangat untuk ingin mendengarkan desahan itu lagi. Yunho langsung menjilat lidah Jaejoong dan menekan tengkuk Jaejoong untuk memperdalam cuman mereka.
"Nnnnh" kali ini bukan Jaejoong yang mendesah melainkan Yunho karena sekarang tangan kiri Jaejoong ada di selangkangan Yunho dan melakukan remasan di sana.
Yunho tidak mau tinggal diam, dia sendiri mulai meraba dada Jaejoong dimulai dari abs dan menyelusuri sampai nipple yang sudah mencuat.
"Nnnhh" Yunho mengusap tonjolan itu dengan lembut dan sedikit menekannya.
Sepertinya sang calon raja ingin bermain dengan istrinya sampai puas hari ini. Terang saja, dia diberikan libur oleh raja selama 1 minggu. Selama 5 minggu kemarin dia tidak 'menyentuh' istrinya itu karena sang istri masih dilanda duka.
"Yunnhh" desahan kembali lolos dari kissable lips sang pangeran, membuat libido sang calon raja naik.
Terang saja, sang calon raja juga memainkan tangan kanannya untuk sedikit meremas selangkangan istrinya, sedangkan tangan kirinya masih bermain dengan tonjolan berwarna merah jambu milik istrinya.
Jaejoong memundurkan wajahnya, melepas tautan bibirnya dengan bibir hati milik suaminya, membuat sang suami sedikit kecewa dengan tindakan istrinya itu.
"Boo?" ucap Yunho tidak terima setelah Jaejoong melepas ciuman mereka dan dia mempoutkan bibirnya lucu.
Jaejoong hanya terkekeh dan kembali mencium bibir Yunho. Kali ini Jaejoong langsung memasukkan lidahnya ke dalam mulut Yunho. Yunho menyambut lidah Jaejoong dengan ikut menjilat lidah Jaejoong.
Lidah mereka saling beradu di sana dengan masing-masing kedua tangan mereka yang tidak tinggal diam.
Yunho sekarang sudah membuka celana Jaejoong, yang tersisa hanyalah celana dalam Jaejoong sementara Jaejoong juga sedang berusaha membuka celana Yunho setelah sebelumnya berhasil melepaskan piyama Yunho.
Dan tak selang berapa lama, mereka berdua terlihat tanpa berbusana. Tidak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuh mereka.
Yunho langsung menggenggam kejantanan Jaejoong dan mengocoknya perlahan, sementara Jaejoong mengusap tonjolan berwarna coklat yang ada di dada Yunho.
"Nhhh Yunh," desah Jaejoong tidak tertahan dan melepaskan pangutan mereka.
Yunho beralih ke leher Jaejoong. Dia menjilat dan memberikan tanda kemerahan yang akan menjadi tanda keunguan besok hari di sana.
"Uhh," desahan demi desahan malah semakin membangkitkan gairah sang putra mahkota. Dengan cepat Yunho memompa kejantanan milik Jaejoong dan mengisap keras leher Jaejoong, membuat sang pangeran mengelinjang.
"Ahh Yun ahh," merasa Jaejoong hampir mencapai surga firdausnya, sang putra mahkota sengan semangat memompa kembali benda pusaka milik istrinya itu.
"Teruslah mendesahkan namaku Boo," ucap Yunho dengan smirknya. Desahan sang istri bagai melodi merdu yang menggelitik telinganya dan membuat dirinya semakin bersemangat.
Mereka melupakan kalau mereka masih berada di lingkungan kerajaan, bisa saja para dayang dan pengawal mendengar aktivitas mereka. Namun, ternyata sang Ibu Suri menyuruh para pelayan mengganti kaca setiap pintu kaca dan jendela menjadi kedap suara, setelah sebelumnya sang Ibu Suri mengganti semua pintu dan juga memasang peredam di sana sini. Dia juga memberikan titah saat Yunho dan Jaejoong berduaan, tidak boleh ada yang mengganggu, cukup pengawal saja berjaga di luar kediaman mereka.
Changmin, Yoochun, dan Junsu yang datang berkunjung hari itu sekarang berada di kediaman Ibu Suri, sedang sarapan bersama dengan Ibu Suri. Sebenarnya niat mereka datang ke istana adalah ingin menyantap sup ayam obat buatan Mrs. Kim bersama dengan sejoli itunamun diurungkan niat mereka karena para pengawal mengatakan mereka sedang berduaan.
Kembali ke YunJae, Jaejoong hampir mencapai titik puncak kenikmatannya
Jaejoong terus mengelus rambut Yunho dan kewalahan saat dia hampir merasa klimaksnya. Mereka dalam keadaan berdiri saat ini.
"Ahh Yunhhh," ucapnya seperti hampir berteriak lantang.
Sperma tercecer di tangan Yunho dan mengenai paha Yunho.
Yunho menggembangkan senyumnya, istrinya ternyata sangat menikmati permainan mereka kali ini. Dia membiarkan Jaejoong menghirup udara sebentar, membiarkan dia menikmati klimaksnya terlebih dahulu.
Kepala Jaejoong masih bertumpu pada bahu Yunho selama sekitar 2 menit. Setelahnya, dia merasa sudah lebih baik.
"Ah, maaf suamiku," ucap Jaejoong saat melihat spermanya masih berada di paha Yunho.
"Tidak apa sayang," ucap Yunho mengecup lembut bibir Jaejoong.
Jaejoong membantu Yunho membersihkan spermanya sendiri dengan cara menjilat tangan Yunho dengan perlahan.
"Boo, yang di tangan biar aku saja,"ucap Yunho dan membuat Jaejoong menggembungkan pipinya.
"Arra arra, kalau begitu aku yang ini," ucap Jaejoong dengan sedikit smirk di bibirnya.
Dia ingin bermian juga dengan suaminya ternyata.
Jaejoong mulai menjilat perlahan paha Yunho.
Dia menjilat seperti anak kucing yang sedang menjilat susu.
Slurp
Jilatan Jaejoong membuat kejantanan Yunho bereaksi. Benda pusaka itu langsung menenang saat Jaejoong menjilat ada dalam Yunho.
Yunho menelan ludahnya. 'Hanya dengan jilatan saja kamu sudah berdiri, wahai adikku ckckc,' batin Yunho dalam hati. Yunho kembali menjilat sperma Jaejoong yang masih ada di tangannya.
Asin.
Itu yang Yunho rasakan.
Setelah Jaejoong selesai menjilat spermanya,dia ingin bermain sebentar dengan suaminya.
Dia menjilat dua bongkahan di antara paha suaminya.
Yunho terdiam walaupun sebenarnya dia merasa enak. Ayolah yang benar saja, masa seme mendesah.
Jaejoong yang melihat ekspresi muka Yunho biasa saja kemudian beralih pada benda pusaka Yunho berukuran cukup besar itu.
Jaejoong menjilatnya seperti permen lollipop.
Ke atas.
Ke bawah.
"Boo," ucap Yunho dengan sedikit gemetar. Demi apapun, dia ingin Jaejoong memasukan adikknya itu ke dalam mulut hangat istrinya.
Jaejoong mendiamkan Yunho.
Dia masih sibuk menjilati benda pusaka itu dan sesekali menggigit kecil dua bongkahan yanga ada di selangkangan Yunho dan menggigit kepala adik kebanggaan Yunho itu.
"Boo,masukkan ke mulutmu," ucap Yunho yang sudah tidak tahan.
Jaejoong melepaskan jilatannya dan itu membuat Yunho merasa kehilangan.
"Mana kata 'mohon' atau 'tolong'nya?" ucap Jaejoong dengan smirknya.
"Cepat masukkan," ucap Yunho sedikit kesal pada istrinya itu karena istrinya seperti mengerjainya.
"Aigoo, tidak akan," ucap Jaejoong sambil menggenggam keras kejantanan Yunho dan menggocoknya dengan cepat. Kepala Yunho langsung menengadah ke atas, merasakan kenikmatan mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Ahh Boo, aku.. mohon... masukkan," ucap Yunho yang merasa kejantanannya itu semakin membesar.
Jaejoong juga merasakan kenjantanan Yunho yang semakin keras. Dia langsung memaskkan kenjanan suaminya itu ke dalam mulutnya.
"Ahhh," desahann itu langsung lolos dari pemilik bibir hati itu.
Jaejoong mulai menggerakan kepalanya ke atas dan bawah, dan memaju-mundurkan kepalanya. Keringat mulai keluar dari dahi Jaejoong, membuatnya menjadi lebih terlihat sexy ketika poninya terkena keringatnya sendiri dan menjadi basah.
Yunho mendorong kepala Jaejoong agar miliknya semakin masuk ke dalam mulut Jaejoong.
Jaejoong yang kaget hampir saja tersedak dan dia langsung mencubit paha Yunho.
"Maaf Boo, sakit hmm?" ucap Yunho yang sadar kalau cubitan Jaejoong adalah tanda protes kepadanya.
Jaejoong menjilat dan mengigit kecil kejantanan Yunho, sebagai jawaban dia sudah tidak apa-apa sekarang.
Dia mulai kembali memaju mundurkan kepalanya saat merasa kejantanan Yunho semakin membesar. Sesekali dia memijat dua bongkahan pada selangkangan Yunho, membuat Yunho semakin menggelinjang.
"Ahh Boo," ucap Yunho yang semakin mendorong kepala Jaejoong sehingga miliknya sampai ke tenggorokkan Jaejoong dan mendiamkannya.
"Ahhh," desahan Yunho beriringan dengan keluarnya larva panas miliknya ke dalam mulut Jaejoong dan Jaejoong langsung menelannya.
Yunho langsung mengarahkan Jaejoong untuk berdiri dan mencium bibir Jaejoong dan langsung memasukkan lidahnya ke dalam mulut Jaejoong. Sepertinya dia ingin merasakan juga larva panas yang keluar dari dalam tubuhnya.
"Nnnhhh," Jajeoong kembali mendesah saat benda asing yang mneggesek-gesek rektumnya.
Ya, Yunho sedang menggesekkan kepala benda pusakanya di depan rektum pink Jaejoong.
Yunho melepas ciuman mereka, "Boo, aku masukkan sekarang ne?" ucap Yunho.
"Ne, tapi baringkan aku," ucap Jaejoong. Jaejoong ingin mereka melakukannya di atas ranjang mereka.
Yunho mengangguk dan membaringkan Jaejoong di ranjang mereka yang berseprai putih bersih. Ya sepertinya Kang Ahjumma harus menggantinya lagi.
Yunho mengecup bibir Jaejoong dan kembali melumatnya sambil dia mendorong kepala kejantannya masuk ke dalam rektum sempit Jaejoong.
"Eummhh," ucap Jaejoong dengan muka yang meringis kesakitan.
Yunho menghentikan ciuman mereka dan menatap istrinya yang seperti sedang menahan kesakitan itu. Dia tidak tega.
"Sakit mm? Apa kita hentikan saja?" Jaejoong menggeleng keras, ini adalah tugasnya sebagai seorang istri.
"Lanjutkan Yun," ucap Jaejoong sambil membelai pipi Yunho dan kemudian mencium bibir suaminya itu.
Yunho yang masih tidak tega melihat istrinya merasa kesakitan, dia langsung memasukkan kejantanannya ke dalam rektum milik istrinya dan langsung menyentuh titik kenikmatan milik istrinya, menyebabkan desahan keras keluar dari mulut Jaejoong.
"Akkhhh,"tubuh Jaejoong terasa enuh. Milik Yunho tertanam sempurna di dalam tubuhnya.
Yunho mendiamkan miliknya sebentar, membiarkan Jaejoong terbiasa dengan kejantanannya.
"Bergeraklah Yun," ucap Jaejoong sambil membelai rambut Yunho.
Yunho mulai bergerak.
"Ahhnn," Jaejoong masih sedikit merasa sakit para rektumnya.
Yunho langsung mencium bibir Jaejoong agar rasa sakitnya tersalurkan dan digantikan dengan rasa nikmat.
"Mmmhh," tangan Yunho mulai mengerjai tubuh Jaejoong. Dia meremas dada montok Jaejoong dan mengocok kembali kejantanan Jaejoong tanpa menghentikan gerakan penetrasinya pada rektum Jaejoong.
"Ummhhpphh," Jaejoong mendesah di sela ciumannya dengan sang suami. Bayangkan, 4 titik di tubuhnya dikerjai oleh suaminya sendiri.
Yunho tidak sampai disitu saja, dia beralih menjilat telinga Jaejoong dan turun menjilat leher Jaejoong, membuat sang pemilik bibir cherry itu mendesah keras.
"Akkhhh Yunnh," tak lama setelahnya Jaejoong mencapai klimaksnya yang kedua tetapi Yunho belum.
Yunho tidak berhenti melakukan gerakan maju mundur pinggangnya dan membuat miliknya itu semakin membesar dan berkedut.
"Ahh Boo, this is... great," ucap Yunho merasa puas saat merasakan tubuh istrinya. Keringat yang keluar dari seluruh tubuh istrinya menjadikan istrinya itu semakin sexy. Jaejoong juga kagum saat melihat tubuh suaminya yang berwarna tan dan dialiri keringat, sangat menawan.
"Ummhh Yunhh I'm.. yours," Jaejoong tidak bisa berkata apa-apa lagi karena merasakan kelintiran di nipple pinknya dan miliknya yang dipompa kembali setelah sebelumnya sudah klimaks. Sepertinya Yunho ingin mereka klimaks bersama- sama.
"Mmhh Jaeehh," Jaejoong merasakan milik suaminya menggeras dan semakin berkedut. Yunho juga semakin dalam menumbukkan miliknya sampai kedua bongkahan di selangkangannya itu mengenai pantat Jaejoong.
"Ahh ahhh Jaehh"
"Yunnhhh ahh ahh"
Yunho kemudian menghentakkan miliknya dengan keras dan mendiamkannya.
Crot
Larva panas itu keluar dari benda pusaka Yunho dan memenuhi rektum serta rahim Jaejoong sementara larva panas Jaejoong mengenai perut Yunho.
Hahh haaah
Saat ini hanyalah deru napas yang saling bersahutan yang memenuhi kamar kedua insan itu.
"Gomawo Boo, gomawo," ucap Yunho sambil mengecup dahi Jaejoong dengan lembut.
"Cheonmayo, my lord," ucap Jaejoong dengan memeluk tubuh Yunho dan membiarkan benda pusaka milik suaminya tertanam di dalam rektumnya.
"Jjja, kita tidur dulu," ucap Yunho sambil menelimuti mereka tanpa mau mengeluarkan miliknya dari dalam tubuh Jaejoong dan Jaejoong tidak keberatan.
"Atau mau ronde kedua Boo?"
"Andwaee," ya, pertanyaan Yunho membuat Jaejoong mengeluarkan milik Yunho dari dalam tubuhnya dan sukses membuat sang putra mahkota mempoutkan bibirnya.
"Ayolah Boo"
"Tidak"
"Ayolaaahh," sang putra mahkota menunjukkan tampang memelasnya namun istrinya itu memilih mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
Jaejoong sudah merasa tidak kuat untuk melanjutkkan ke ronde kedua. 'Beruang itu semakin diberikan, semakin banyak dia meminta,' batin Jaejoong.
"Tidak mauuu, aku mau mandi," ucap Jaejoong saat di kamar mandi, sedangkan sang putra mahkota masih mengerucutkan bibirnya.
Bersabarlah, putra mahkota.
.
Ada yang berbeda pada makan malam hari ini.
Ahra, sang permaisuri datang makan bersama dengan YunJae.
Yunho memang masih sedikit kesal dengan Ibu angkatnya itu karena sudah membohonginya dahulu.
Jaejoong terlihat biasa saja karena baginya itu hanya masa lalu dan tentunya tidak perlu diingat. Ya, namja yang satu ini juga memiliki sifat cuek yang menurun dari Mrs. Kim.
"Makan yang banyak Jaejoong ah," ucap Ahra sambil memberikan potongan kimci dan lobak kepada Jaejoong.
"Apa tujuan Omonim datang ke sini?" tanya Yunho sambil melihat dengan tatapan risih kepada Ahra.
"Tidak ada apa-apa, Omonim ke sini hanya untuk meminta maaf kepada kalian," ucap Ahra yang membuat semuanya terdiam, tidak terkecuali Kang Ahjumma yang sedang berada di sana untuk mendampingi Jaejoong. Merasa obrolan sudah mengerah kepada pribadi, Kang Ahjumma kemudian keluar dari kediaman YunJae.
"Maafkan Omonim, Jaejoong ah, Yunho ah," ucap sang permaisuri dengan menunduk.
Yunho hanya menatap datar Omonim angkatnya sementara Jaejoong berjalan ke arah Ahra yang sudah mulai terisak.
"Omonim..," ucap Jaejoong sambil berjongkok di samping Ahra, "sudahlah, itu sudah berlalu. Jangan menangis." Tangan kiri Jaejoong mengelus lembut tangan Ahra dan mengucap air mata yang jatuh dari kedua mata Ahra dengan menggunakan ibu jari tangan kanannya.
Jaejoong melirik Yunho, dia berharap Yunho bisa memaafkan Ahra. Bagaimanapun kejadian itu sudah berlalu. Yunho sendiri yang mengatakan kalau dengan tangisan dan kemarahan tidak bisa membuat semuanya kembali seperti apa yang mereka harapkan. Sepertinya sang putra mahkot aitu masih saja merajuk karena Ibu angkatnya itu.
Jaejoong berdiri dan berdiri di antara Yunho dan Ahra.
Jaejoong meraih tangan kanan Yunho dan juga meraih tangan kiri Ahra, kemudian dia menautkan kedua tangan yang ada di genggamannya tersebut.
Jaejoong tersenyum kepada keduanya saat Ahra menggenggam tangan Yunho dan dia melengokkan kepalanya kepada Yunho, meminta Yunho juga melakukan hal apa yang Ahra lakukan.
"Yunho ah, Omonim tau, Omonim salah. Omonim mohon, maafkan Omonim," ucap Ahra dengan sedikit gemetar.
Yunho masih terdiam. Tatapannya datar menghadap ke arah pemandangan lampu yanga ada di depannya. Berkelap-kelip dengan banyak warna, bagaikan bintang yang ada di daratan.
Jaejoong melepaskan tangan yang menautkan tangan Yunho dan Ahra, membiarkan Ahra menggenggam tangan Yunho, dan Yunho masih saja belum membalas genggaman tangan Ahra.
Yunho melepas tanggannya secara paksa dari genggaman Ahra dan itu membuat Ahra dan Jaejoong cukup terkejut.
"Yun!" ucap Jaejoong tidak terima dengan perlakuan suaminya.
"Aku sudah kenyang," ucap Yunho yang kemudian meninggalkan Jaejoong dan Ahra di ruang makan. Padahal Yunho belum menyentuh makanannya sama sekali.
Ahra mulai menangis kembali dan membuat Jaejoong terkejut. Jaejoong mengusap dengan lembut bahu Ahra dan membawa Ahra ke dalam pelukannya.
"Jaejoong ah, maafkan Omonim.. hiks.."
"Sudahlah Omonim, hamba sudah memaafkan Omonim dari dahulu."
"Tapi akulah yang membuat kalian terpisah dan membuat Yunho berlaku kasar padamu."
"Itu sudah terjadi dan sudah berlalu, Omonim. Hamba sudah memaafkan Omonim, jadi Omonim jangan mengingatnya lagi ok? Yang berlalu sudahlah berlalu..."
"Terima kasih Jaejoong ah.. tapi Yunho tidak ingin memaafkan diriku. Aku tau aku yang salah. Aku hanya ingin anak itu tumbuh dnegan baik dan tidak pergi dari hidupku. Namun sekarang aku sadar kalau Yunho dan kamu memang sudah ditakdirkan bersatu, apalagi kalian berdua sudah menikah, tidak ada yang akan dapat memisahkan kalian selain maut.."
"Hamba mengerti Omonim, namun, hamba akui cara yang Omonim lakukan dulu salah sehingga mungkin Yunho tidak mau menerimanya.. Namun hamba berjanji akan membuat Yunho memaafkan Omonim," ucap Jaejoong sambil menggenggam tangan mertuanya.
"Terima kasih Jaejoong ah..," ucap Ahra sambil memeluk Jaejoong dan Jaejoong juga memeluknya.
.
Sepeninggal Ahra yang kembali ke kediamannya, Jaejoong masuk ke dalam kamarnya dan kamar Yunho. Dia menemukan Yunho sedang bersandar di kepala ranjang lengkap dengan kacamata yang membingkai matanya dan buku mengenai filsafat hukum di tangannya. Namun Jaejoong tau kalau pikiran Yunho tidak sedang pada buku tersebut, tetapi mengawang, memikirkan hal yang lain.
"Yun," panggil Jaejoong sambil mengusap lembut pundak Yunho dan mendapatkan sahutan 'hm' saja dari Yunho, tanda dia sedang merajuk.
Jaejoong mengecup pipi Yunho.
Yunho tidak bergeming.
Kemudian dia mengecup lagi pipi kulit tan itu sekali lagi dan Yunho masih saja tidak bergeming.
Ketiga kalinya dia mencium pipi Yunho namun Yunho masih saja diam, tidak mau menghadap Jaejoong.
"Aish," Jaejoong merasa kesal lalu memutuskan untuk tidur, "jaljayo."
Yunho melirik sebentar ke istrinya itu dan memeluk istrinya dari belakang.
"Boo," bisik Yunho sambil menjilat telinga istrinya itu, membuat Jaejoong kegelian dan bergerak tidak nyaman.
"Eummh Ya! Yun!" ucap Jaejoong kesal karena suaminya itu senang sekali menjilat telinganya.
Jaejoong mempoutkan bibirnya dan hasilnya dia mendapatkan kecupan kilat dari Yunho.
"Ada apa hmm? Aku sedang asik membaca buku tadi."
"Membaca buku atau memikirkan Omonim, hm? Aku tau kalau kamu tidak membaca buku dan pikiranmu tertuju kepada Omonim permaisuri," ucap Jaejoong sambil menaruh kepalanya di paha Yunho.
Yunho meletakkan bukunya dan kemudian mengelus surai istrinya itu dengan lembut dan mengecup dahi istrinya itu.
"Bagaimana kamu tau?"
"Karena aku istrimu." Yunho terkekeh, istrinya begitu menggemaskan.
"Hmm," Yunho hanya menjawab omongan istrinya dengan gumaman.
"Yun.. ayolah, maafkan Omonim permaisuri.."
"Boo, dialah yang membuat aku melupakanmu dan juga berbuat kasar padamu."
"Lalu kenapa? Itu sudah lama sayang."
"Namun tetap saja itu hal yang tidak baik.."
"Yun.. semua orang pasti punya salah.. lagipula itu sudah berlalu. Kita sudah bersama kembali," Yunho sepertinya menjadi kesal kembali setelah mendengar perkataan Jaejoong namun memang benar, apa yang dilakukan Ahra sudah lama dan mereka sudah bersatu sekarang. Dengan dia marahpun tidak akan merubah apapun, bahkan bisa memperburuk keadaan.
"Arra, besok aku akan menemui Omonim permaisuri untuk meminta maaf. Jja, kita tidur sayang," ucap Yunho sambil mengelus rambut Jaejoong.
Senyuman cantik terukir di bibir cherry Jaejoong, dia sangat senang Yunho ingin memaafkan Omonim angkatnya.
Jaejoong mengangguk dan kemudian tidur di samping Yunho.
"Jaljayo dear," ucap Yunho yang kemudian mengecup dahi Jaejoong sementara Jaejoong memeluk Yunho.
Yunho tersenyum dan akhirnya mereka menuju ke alam mimpi bersama.
.
.
TBC
.
Hello readers ^^ bagaimana kabar kalian? Hehehe
Maaf saya baru update ^^ heheehe
Karena banyaknya permintaan, maka saya memutuskan di chapter ini NC
Astaga malunya hahaha mungkin NC saya tidak hot, maaf hehehe
Hmm, kalau boleh dijadikan trending topic (?) mungkin NC dan buat baby baru adalah yang paling populer dari semua review XD
FF ini akan end di chapter depan dengan happy ending, setelah itu saya akan menamatkan Survivor terlebih dahulu baru akan membuat ff baru bertema fantasi.
Terima kasih atas usulan kalian mengenai ff baru pada review chapter sebelumnya *bow* ^^
Sedikit bocoran. Pada ff yang baru, Jaejoong akan menjadi putra duyung sementara Yunho akan menjadi anak dari pembunuh para duyung. Ratednya akan M karena banyak kekerasan di sana. Untuk Ncnya... ehem ehem.. tidak tau XD
Baiklah, mohon maaf atas typo yang tersebar di chapter ini dan saya masih menunggu review dari pada readers semua ^^ Terima kasih yang sudah support, menunggu update, fav, follow, review, dan membaca ff ini ^^ *bow*
Akhir kata, mari Q&A ^^
Q&A:
Q: Apakah akan ada sesuatu lagi di antara mereka?
A: Terus terang tidak kecuali adik bayi *loh XD
Q: Terkesan ganjil saat suara Jaejoong langsung keluar tanpa ada serak.
A: Iya, memang saya tidak memention serak itu karena menurut saya, apabila tidak ada gangguan apapun atau sakit pada pita suara seharusnya tidak usah serak
Q: Kapan YunJae punya baby lagi?
A: sudah buat (?) tunggu berasil (?) XD
Special thanks to:
gothiclolita89, Jung HaRa , Youleebitha , Galaxy YunJae, yunjaehole , Vic89 , hyejinpark, exindira, yoon HyunWoon , amora. amora. 94043, Clein cassie, Yewook Turtle, kimRyan2124 , teukiangle , Ami Yuzu, Park Seuri , Boo Bear Love Chwang , Kim Eun Seob , Huang Zi Lien, bambidola , Dhea Kim, nidayjshero nidayjshero , Rany JungYeje, Kim Rin Rin , rizkyamel63, ChwangKyuh EviLBerry, Jung Eunhee , rinayunjaerina , Kim WonKyu , akiramia44, Dennis Park , snow. drop. 1272 , iche. cassiopeiajaejoong, cindyshim07 , Byunchannie26, HunHanCherry1220 , Dewi15 , hanasukie, lipminnie , YeyeWooKIM97, wulandari. apple, , ShinJiWoo920202 , CuteEvil300799, Guest 1, Guest 2, YunJae24 , lie, AinnayaYJ, babywonkyu, minha, jaena, dex indra , meybi, Ilma, tarrrraaaa, JungKimCaca, zyln, misschokyulate2 , Panda -x , collitha , mei. azzahra1, Lollyglory , YumiChangmin, Blueonyx Syiie
