.
.
.
.
.
A' Friends Betrayal
Main Cast : Sehun-Luhan feat ChanBaek & KaiSoo
Support cast : bermunculan sesuai kebutuhan
Genre : Drama
Rate : M / NC!/
.
.
.
.
.
.
.
Jika setiap hari dia dapat melihat sang pujaan hati terlelap disampingnya seperti pagi ini-…..Maka Kai rela menukar apapun yang dimilikinya hanya untuk melihat betapa cantiknya Luhan di pagi ini.
Dia rela meninggalkan dunianya sebagai boyband, meninggalkan fans dan dunia yang membesarkannya hanya untuk melihat bulu mata lentik kekasihnya setiap pagi.
Bulu mata lentik yang terlihat sangat menggoda ditambah dengan bibir mungil yang sedikit membuka mencari udara dalam tidurnya. Kai sendiri tidak melakukan apapun, hanya diam menikmati wajah cantik Luhan -kekasihnya- yang terlihat sangat kelelahan namun masih memancarkan kecantikan yang bahkan bisa mengalahkan kecantikan seorang bidadari.
Membuat tangannya tak tahan untuk tidak menyentuh wajah mulus kekasihnya dan memuja betapa sempurnanya Luhan untuk pria jahat sepertinya. "Sayangku." Katanya bergumam pelan memuja kesempuraan Luhan. Kai sedikit tersenyum saat mengusap lembut pipi yang selalu merona jika dia sedang memuja kecantikan sang kekasih.
Beralih perlahan mengusap dua kelopak mata yang selalu menatap penuh cinta dan lembut untuknya. -dia tersenyum lagi-
Tangannya kemudian menyusuri hidung bangir sang kekasih sampai akhirnya berhenti di pusat gairahnya. Berhenti tepat di bibir yang selalu berhasil membuatnya bergairah dan mencintai semakin dalam. Bibir yang nyaris tak pernah berkata kasar padanya, yang selalu tersenyum sangat cantik, yang selalu menangis jika melihat dia sakit atau terluka dan bibir-….Bibir yang selalu mengatakan -Kai aku mencintaimu- dengan begitu banyak.
Membuat sang kekasih lagi-lagi harus merasa kalah dan mengakui bahwa dia jelas terpesona semakin dalam pada sosok mungil di depannya. Sosok yang selalu tersenyum sangat cantik untuk semua hal yang dirasakannya. Marah, kecewa, sedih atau benci sekalipun-…Kekasihnya akan selalu tersenyum, membuat Kai selalu merasa cemas dan takut bahwa dia adalah semua sumber kemarahan, kebencian dan kesedihan kekasihnya sendiri.
Bahkan tangannya berhenti mengusap di bibir Luhan. Memikirkan banyak kejahatan yang telah dilakukannya pada sang kekasih. Dia sering membohongi Luhan, tapi Luhan terus menutup matanya dan berpura-pura tidak melihat atau mendengar kebohongan yang dilakukannya. Dia juga sering mengingkari janji, tapi esok harinya Luhan akan datang dengan senyum yang menyapanya.
Dan yang paling buruk adalah semua skandal tentangnya. Harusnya Luhan marah dan meminta penjelasan, namun yang dilakukan sang kekasih hanya diam dan menghindar tanpa meminta penjelasan. Membuatnya tersenyum miris sebelum mengecup lembut bibir pria mungilnya.
"Mianhae…"
Dengan mata masih tertutup Luhan bergerak sebagai respon. Kekasihnya pun hanya tersenyum gemas dan berniat menciumi lagi bibir mungil Luhan sebelum
Drrt…drrtt..
Perhatiannya terganggu saat ponselnya bergetar. Mengutuk siapapun yang mengganggu moment langka dirinya bersama Luhan sebelum
Sret….!
Mata Kai membulat melihat siapa yang menghubunginya. Buru-buru dia menyingkap selimut untuk menjawab panggilan ponselnya sebelum
"Kyungsoo?"
"Kai…Kau dimana? Aku sudah tidak melihatmu selama tiga hari."
"Aku di Thailand. Pagi ini aku kembali."
"Cepat pulang dan temui aku."
"Araseo….Tunggu aku disana. Aku akan segera menemuimu." Katanya tersenyum menjawab permintaan Kyungsoo. Matanya terus menatap Luhan yang kini memunggunginya, dan saat melihat punggung sang kekasih terlihat sangat rapuh maka hanya senyum lirih yang bisa Kai tunjukkan.
Merasa menyesal tapi tak bisa menghindari perasaan khususnya yang entah terjadi sejak kapan untuk Kyungsoo.
Kai bahkan terus melepas rindu pada Kyungsoo "nya" dengan bahagia. Sesekali berbisik lalu kemudian tertawa tanpa tahu ada dua telinga yang sedang mendengarnya saat ini.
Ya-….
Yang tidak Kai ketahui adalah saat ini-….Ada hati yang hancur karena mendengar kebahagiaanya dengan pria lain secara langsung. Hati yang terkoyak hancur mendengar dengan kedua telinganya sendiri bahwa memang ada sesuatu terjadi antara Kai dan Kyungsoo.
Membuat mata yang terbuka dan penuh air mata itu kembali dipaksa terpejam. Menikmati bagaimana sakitnya namun bersikeras untuk tetap menutup kedua mata dan telinganya.
"Aku juga merindukanmu Soo."
Yang tidak Kai ketahui adalah betapa besar cinta Luhan untuknya. Betapa rela dia disakiti tanpa menuntut. Dan yang tidak Kai sadari adalah bahwa hari ini dia baru saja melepas seseorang yang sangat besar di hidupnya-….Seseorang yang mungkin akan menjaganya dalam diam tanpa menyakiti sejak kali pertama mereka bertemu
.
.
.
.
.
.
.
.
"Cepat kembali Kai. Aku merindukanmu."
"Aku juga merindukanmu Soo."
"Baiklah sampai nanti."
Pip….!
"Whoaa…Kau benar-benar rubah licik Do Kyungsoo!"
Adalah Lim Hyunsik-…Main Vocal dan Lead Dance BTOB yang merupakan besutan JYC'ent. Dia merupakan teman akrab dari solois dan aktor terkenal OSH'ent -Do Kyungsoo-
Keduanya sedang memiliki project bersama. Membuatnya dengan senang hati datang ke tempat latihan Kyungsoo dan mengerjakan project yang akan menjadi besar untuk dua agensi tempat mereka bernaung.
Awalnya Kyungsoo memang berlatih vocal, tapi saat melihat sahabatnya datang maka dia berhenti berlatih. Dia pun dengan cepat menarik Hyunsik ke kafe agensinya sebelum melakukan rencana licik terbilang keji yang baru saja dilakukannya.
"wae? Aku hanya bermain-main."
"tsk…! Sampai kapan kau akan bermain-main? Kau bahkan sudah membencinya sejak kita SMA."
"Dan aku akan membencinya seumur hidupku."
"Dengan mengambil kekasihnya?"
Kyungsoo menatap tak suka pada Hyunsik sesaat. Merasa kalimat mengambil kekasihnya tidak tepat sebelum menyeringai licik dan secara asal membenarkan pertanyaan sahabatnya "Aku tidak mengambil kekasihnya. Kekasihnya yang datang padaku."
"Terserah saja! Kebencianmu untuk Luhan tidak masuk akal!"
"oh ya? Sekarang kau membelanya juga? Brengsek!"
Hyunsik terkekeh sebelum menarik cepat kursinya, menyadari bahwa membuat buruk mood Kyungsoo adalah hal buruk sebelum berbisik meminta maaf pada solois terkenal sekelas Do Kyungsoo yang sudah menjadi sahabatnya untuk waktu yang lama.
"Hey mau bagaimanapun dia adalah kakak tirimu. Kau tidak bisa-…"
"LIM HYUNSIK!"
"araseo…araseo…Mianhae. Aku tidak akan bicara lagi. Aku hanya mengkhawatirkanmu dan Chanyeol. Bagaimana jika kau benar-benar jatuh ke pelukan Kai?"
"Tidak akan! Aku hanya mencintai Chanyeol dan menjadikan Kai sebagai pelampiasanku untuk membalas bajingan itu!"
"Apa kau masih sangat membencinya?"
"Dengan hidupku-….Aku sangat membenci bajingan itu. Karena ibunya ayahku pergi meninggalkan ibuku. Karena kedatangannya dia menghancurkan keluargaku dan aku bersumpah-….Aku bersumpah akan menghancurkannya berkali-kali lebih keji dengan hidupku!"
Kenyataannya bukan seperti itu-….Hyunsik mengetahuinya.
Karena jika ingin berkata kasar maka yang benar adalah keluarga Kyungsoo yang datang menghancurkan keluarga Luhan. Terdengar kasar memang-…Tapi begitulah kenyataannya. Kyungsoo bahkan mengetahui hal itu tapi dia mengelak.
Mau bagaimanapun Luhan lebih dulu lahir ke dunia ini. Jarak mereka hanya terpaut satu tahun sebelum Kyungsoo lahir ke dunia, kedua orang tuanya berencana menikah jika ibu Kyungsoo tak datang dan meminta ayah Luhan bertanggung jawab.
Awalnya ibu Luhan memohon agar ayah Luhan tetap tinggal. Tapi saat tuntutan bisnis mengatakan hal berbeda dan keraguan terlihat di wajah ayah Luhan saat itu. Maka wanita keturunan Beijing -Xi Shao Han- yang merupakan ibu kandung Luhan merelakan calon suami dan ayah dari putranya pergi.
Dan jangan tanya darimana Luhan mendapatkan sikap tenang dan sabarnya, karena sang ibu adalah jawabannya. Jika istri lain akan menjerit dan memohon untuk tidak ditinggalkan, maka dengan menggendong Luhan ibunya berkata "pergilah dan hidup bahagia bersama Sunhye dan putramu. Aku dan Luhan baik."
Dan dengan satu kalimat pasrah itu sang ayah meninggalkan ibu Luhan untuk hidup bahagia bersama Kyungsoo. Setidaknya kebahagiaan itu terjadi sampai Kyungsoo berusia sepuluh tahun. Karena tepat di hari ulang tahunnya yang ke sepuluh, ibu Luhan datang dan menangis memohon bantuan.
Luhan sakit parah saat itu. Dokter mendiagnosa dia memiliki tumor di otaknya dan harus segera melakukan operasi agar tumornya tak menjadi ganas dan tak menyebar ke bagian vital putranya. Dan demi Tuhan-…Luhannya masih berusia sepuluh tahun saat didiagnosa penyakit mengerikan itu membuat Shao Han tak memiliki pilihan lain selain meminta bantuan pada pria yang merupakan ayah kandung dari putranya.
Do Han Sung -ayah Kyungsoo dan Luhan- pun menyanggupi untuk membantu putra pertamanya, namun berbeda dengan ibu Luhan yang mengerti keputusan sang suami maka ibu Kyungsoo berteriak murka tak menyangka suaminya memiliki wanita dan putra lain selain dirinya dan Kyungsoo.
"Bajingan itu membunuh ibuku."
"Kau tahu bukan seperti itu keadaannya. Luhan tidak-…."
"LUHAN DAN IBUNYA MEMBUNUH IBUKU!" katanya menjerit pilu mengabaikan tatapan orang yang melihatnya. Kyungsoo terdengar rapuh tiap kali mengingat alasan kematian ibunya adalah karena malam itu-….malam dimana ibu Luhan datang dan menghancurkan hidupnya
Ya…
Karena kejadian mengerikan malam itu Kyungsoo kehilangan ibunya. Ibunya mengalami serangan jantung di malam yang sama saat ayahnya memutuskan pergi untuk menolong putranya yang lain.
Untuk Kyungsoo-…tak ada yang lebih menyakitkan dari malam itu. membuatnya terus bersumpah untuk menyakiti Luhan dan membuat Luhan kehilangan orang-orang yang dia cintai sebanyak yang dia bisa. Dia tidak peduli jika dia harus dibenci orang karena perbuatannya, yang dia inginkan hanya membuat Luhan menderita dan itu tujuan hidupnya.
Mengerikan memang….
Tapi malam itu Kyungsoo sudah berubah menjadi iblis. Iblis menakutkan yang tak segan menghancurkan hidup saudaranya sendiri. Kakaknya.
Membuat Hyunsik hanya termenung kecil merasa semua kegilaan Kyungsoo harus dihentikan. Terkadang dia takut berteman dengan Kyungsoo, tapi saat Luhan datang dan memintanya untuk tetap tinggal dan tidak menghianati Kyungsoo-…Maka disinilah dia berniat untuk tetap tinggal dan menjadi seseorang yang bisa diandalkan oleh Kyungsoo, sahabatnya.
.
.
.
.
.
.
.
A week later….
.
.
.
"Jadi bagaimana dok? Apa Luluku baik-baik saja?"
Dokter tampan yang memakai name tag Park Hae Jin itu pun tersenyum. Mata tajamnya terus melihat ke hasil ct scan sang pasien sebelum tersenyum sangat tampan nyaris membuat air liur Baekhyun menetes.
"Baek!"
Yang dipanggil Lulu merasa kesal karena sahabatnya selalu bertingkah berlebihan pada dokter yang selama lima tahun ini menangani dirinya. Merasa begitu malu namun pada akhirnya tertawa karena sang dokter sepertinya sudah maklum dengan sikap dan tingkah konyol Baekienya.
"Apa?"
"Jangan menggoda dokter Park!"
"huh?"
"Mulutmu terbuka." Katanya mendesis dibalas pekikan cemas oleh Baekhyun "Omo…omo!" buru-buru dia menutup mulutnya dengan suara tawa dari Luhan dan dokter yang menangani sahabatnya terdengar.
Merasa sangat malu membuat Baekhyun sedikit kesal, dia pun membenarkan posisi duduknya sebelum dengan mantap bertanya
"Jadi bagaimana keadaan Lulu? Apa benjolan kecilnya sudah hilang?"
Dokter yang sudah lama mengenal Luhan dan Baekhyun itu pun tertawa dan membalas dua pasiennya dengan sangat santai "Panggil aku Haejin jika tidak ada perawat. Kita teman." Timpalnya membuat Baekhyun memekik centil dan merubah cara memanggil Haejin
"Haejinna…umhh.. Apa Lulu sudah lebih baik?"
"ish! Memalukan!"
"Seseorang menggeram."
Baekhyun terkekeh menggoda sahabatnya sebelum kembali bertanya pada Haejin -serius kali "
"Jadi Luhan bagaimana?"
Haejin beralih menatap Luhan saat ini, bertanya langsung pada si pasien dan memastikan bahwa Luhan tidak menyembunyikan apapun "Apa kau masih sering merasakan sakit di kepala?"
Luhan mengira-ngira sejenak sebelum menggeleng sebagai jawaban "Setelah operasi dua tahun yang lalu aku sudah merasa lebih baik."
"Sakit kepala?"
"umhh…"
Luhan menatap kecemasan di wajah sahabatnya, membuatnya secara refleks mengambil tangan Baekhyun dan menggenggamnya lembut sebelum menjawab pertanyaan Haejin "Sedikit. Aku sering merasakannya akhir-akhir ini."
"Apa itu mengganggumu?"
"Aku hanya merasa mual sesekali."
"Lu kau baik-baik saja kan?"
Baekhyun yang bertanya, membuat Luhan sedikit tersenyum dan menggenggam kuat tangan sahabatnya "Aku baik-baik saja karena kau baby." Katanya menjawab sebelum Baekhyun bertanya cemas pada Haejin.
"Bagaimana Haejinna…Apa kita harus melakukan operasi lagi?"
"Aku tidak mau operasi lagi Baek."
"Kau harus jika tumor itu terus tumbuh di otak cerdasmu." Katanya menekan kepala Luhan sedikit kencang membuat si pemilik kepala meringis karenanya "Sakit Baek.."
"ah Mian…Aku sangat takut Lu." Katanya memeluk cemas sahabatnya. Mengira tumor kecil yang selalu tumbuh di kepala sahabatnya benar-benar sudah menghilang namun harus bergumam cemas menyadari Luhan masih sering mengalami sakit kepala.
"Maaf tidak tahu kalau kau sedang kesakitan. Maafkan aku Lu…"
"ish! Aku baik-baik saja…"
"Kalian tenang saja. Tak ada benjolan kali ini di kepala Luhan. Luhan sudah-.."
"BENARKAH?"
Baekhyun memekik heboh sementara Luhan terpaksa harus menutup kencang telinganya. Dan disambut dengan anggukan Haejin maka hilang sudah kecemasan Baekhyun mengingat tak ada lagi hal yang bisa membuat Lulunya kesakitan.
"Kali ini benar-benar bersih." Timpalnya yakin disambut pekikan Baekhyun yang semakin terdengar gila "ASTAGA…ASTAGA…INI HADIAH ULANG TAHUMU LU! SELAMAT ULANG TAHUN SAYANGKU!"
Baekhyun berdiri dari kursinya dan memeluk erat Luhan dari belakang. Sedikit tersenyum senang sebelum dengan tulus membisikan rasa leganya "Aku senang kau sudah sehat."
Luhan menoleh sekilas sebelum mengecupi lengan sahabatnya "Terimakasih sudah merawatku dengan baik."
Nyatanya selama Luhan sakit hanya Baekhyun yang tahu. Dan tak ada lagi yang mengetahui jika dia sakit kecuali sang ibu dan Baekhyun tentu saja. Bahkan Kai tidak mengetahui apapun. Jadi jika harus memberikan rasa terimakasih terdalamnya untuk kondisinya saat ini maka Luhan akan memberikannya tanpa ragu pada Baekhyun, sahabatnya "Gomawo Baekiku sayang."
Membalas kecupan Luhan di lengannya maka Baekhyun mengecupi pipi Luhan berkali-kali. Merasa begitu senang sebelum sesuatu masih mengganggunya "y-Yak! Park Haejin!"
"Baek kau kenapa?"
Baekhyun mengabaikan Luhan dan mulai menatap mengerikan pada dokter spesialis bedah di depannya. Sedikit memperingatkan sebelum beralih tersenyum menggoda pada sang dokter "Jika kali ini aku gagal lagi dalam kencan. Aku rasa aku akan mengejarmu, Bolehkah?"
"ASTAGA BYUN BAEKHYUN!"
"Wae? Aku kan hanya bertanya!"
"Dokter Park abaikan Baekhyun."
"ha—ha—ha…."
Haejin sendiri hanya tertawa geli melihat betapa lucunya Luhan dan Baekhyun membuat sang dokter spesialis itu hanya bisa tertawa sampai perutnya kram dan nyaris tak bisa berhenti "Dokter Park-…Kau terlihat sangat tidak tampan jika tertawa seperti itu!"
"Byun Baek…"
Kali ini Luhan mendesis pelan, membuat Baekhyun tertawa dan kembali memeluk sahabatnya "Kita akan merayakan ulang tahunmu malam nanti."
Luhan menoleh dan menarik tengkuk Baekhyun agar mendekat. Sedikit mengecup pipi sahabatnya sebelum kembali mengucapkan "Kau hidupku Baek-…Gomawo."
"Apapun untukmu Luluku sayang." Katanya kembali memeluk Luhan sebelum Baekhyun kembali bertanya "Tapi kenapa Luhan masih merasakan sakit kepala dokter Park?"
Sang dokter yang masih berusaha berhenti tertawa itu pun melihat Baekhyun. Dia kemudian mencoba serius sebelum "ekhm!" katanya berdeham dan mulai bersikap serius sebagai dokter "Itu karena Luhan sedang menyesuaikan kondisi tubuhnya."
"Lalu bagaimana bisa kau memastikan tumornya tidak akan tumbuh lagi?"
"Aku tidak bisa memastikan. Kalian yang harus memastikan."
"huh?"
"Luhan harus menjalani pemeriksaan setiap tiga bulan. Memakan makanan yang sehat dan yang paling penting kau harus minum obat secara rutin." Katanya menatap sang pasien yang terlihat jengah saat ini
"Obat? Lagi? Aku bahkan sudah merasa sehat."
"Lu…."
"Tapi aku sudah sehat Baek!"
"Selama dokter mengatakan kau harus minum obat maka kau harus minum. Mengerti?"
"Tapi Baek…"
"Aku tidak mau dibantah." Timpalnya kesal membuat Luhan menarik dalam nafasnya dan "haah-…Baiklah! berikan obatnya padaku. Cepat."
"aigoo…Yang akan berulang tahun sedang marah."
"ish!"
Baekhyun tertawa melihat kekesalan Luhan. Dia pun memaksa Luhan berdiri sebelum berpamitan pada Haejin "Kami permisi dulu dokter tampan."
"eoh…! Segera hubungi aku jika terjadi sesuatu."
"Mengerti dok. Sampai nanti." Katanya berpamitan sebelum
BLAM…!
Baekhyun menutup pelan ruang dokter Park dan mengejar Luhan yang sudah berjalan jauh di depan.
"LU TUNGGU AKU!"
Luhan menulikan telinganya. Dia bahkan merasa sangat kesal harus terus minum obat disaat kondisinya baik-baik saja. Membuat dia mengabaikan teriakan Baekhyun sebelum
"LU TUNGGU-…arhh!"
Buru-buru Luhan menoleh saat teriakan Baekhyun terputus. Mencari cepat dimana sahabatnya berada sebelum
"Baek!"
Dia berlari cepat saat melihat Baekhyun menabrak seseorang. Mencoba menghentikan sahabatnya sebelum berbuat ulah namun sepertinya
"Y-YAK! APA KAU TIDAK PUNYA MATA?"
Dia terlambat!
Baekhyun sudah berteriak memaki orang yang menabraknya. Membuat adu mulut itu pun tak terelakan lagi dan-….ya! kedua pria tampan dan cantik itu terlihat saling memaki saat ini.
"KAU YANG MENABRAKKU NONA CANTIK!"
"NONA? KAU BILANG AKU NONA? APA KAU MAU MATI HAH! SINI BIAR KUPUKUL-…"
"BAEK…astaga Byun Baekhyun! Jaga sikapmu!"
Luhan dengan cepat menarik lengan sahabatnya. Menyembunyikan Baekhyun di belakang tubuhnya sebelum menunduk berkali-kali meminta maaf pada pria yang tak sengaja ditabrak sahabatnya "Maafkan temanku dia tidak sengaja."
"YAK LU! KENAPA MEMINTA MAAF! TIANG LISTRIK INI YANG MENABRAKKU LEBIH DULU!"
Bahkan disaat Luhan berusaha keras meminta maaf maka Baekhyun terus meronta di belakangnya. Membuat Luhan sedikit kewalahan mendelik kesal pada Baekhyun sebelum suara pria di depannya terdengar bertanya.
"Apa aku mengenalmu?"
"huh?"
"Aku rasa aku pernah melihatmu."
Dan saat Luhan menatap mata pria di depannya maka kedua mata rusanya secara refleks pun membulat. Membuat mulutnya tak sengaja menceloskan kalimat
"Direktur Park?"
"huh? Direktur Park? Lu dia bos mu?"
Luhan mengabaikan celotehan Baekhyun dan kembali menatap direktur kedua di JYC'ent-…Park Chanyeol pemilik agensi yang merupakan rival sekaligus partner dari Osh'ent.
"Maaf membuat ulah Lu-.…"
Dan menyadari telah membuat kesalahan, Baekhyun pun terkekeh dengan ulahnya. Merasa tak enak hati pada Lulunya sebelum si pria tampan -tidak- pria menyebalkan namun tampan di depannya kembali bersuara.
"ah-…Aku ingat sekarang. Manager and Artist resourcement yang bernaung di OSH'ent-…Xi Luhan. Aku benar kan?"
"ya Direktur. Saya Luhan."
"whoa…Kebetulan sekali bertemu denganmu disini. Ada apa? Apa kau sakit?"
"Ya dia-…"
"aniya-…Saya tidak sakit direktur. Maafkan teman saya Direktur Park. Saya permisi." Katanya buru-buru menarik lengan Baekhyun dan membawa sahabatnya pergi.
Namun saat Baekhyun berpapasan dengan Chanyeol maka dia hanya memberikan cibiran yang menurut Chanyeol sangat menggemaskan. Membuat si pria berlesung pipi tertawa tanpa alasan sebelum
"Ada apa tertawa? Kau sudah gila?"
Chanyeol mengubah image troll nya dengan cepat saat suara yang paling menyebalkan terdengar menyapanya. Sedikit menatap kesal pada satu-satunya kakak pria yang dia miliki sebelum
"hyuuung…Yeolie rindu." Katanya memeluk hyung sekaligus dokter spesialis bedah di Seoul hospital yang merupakan kakak kandungnya. Sedikit berlebihan memang-…Tapi siapa peduli jika direktur agensi yang mengeluarkan boyband dunia sekelas BTS itu sangat merindukan kakaknya.
Pria berlesung pipi itu terus memeluk manja hyungnya disambut kekehan dari sang dokter. Awalnya dia membiarkan namun saat adik kandungnya berlebihan maka melepaskan pelukan si troll bodoh di depannya adalah hal yang paling tepat.
"ish! Menjijikan sekali kau Park Chanyeol!"
"hyuuungg…."
"Jangan merengek atau aku panggil keamanan."
"Kau tidak akan tega."
"Ya aku tidak tega! Tapi aku cukup tega untuk meninggalkanmu saat ini."
"whoa hyung! Kau sangat jahat. Aku jauh-jauh kesini untuk makan siang denganmu."
"Lain kali saja adik kecil. Sampai nanti."
"hyung!-…y-YAK PARK HAEJIN!"
Yang memiliki feature wajah stoic menoleh menatap adik kandungnya. Sedikit melambaikan tangan sebelum mengerling sang adik "Hyung ada operasi. Sampai nanti."
Dan yang memiliki lesung pipi di wajahnya hanya bisa tertawa pahit. Niatnya untuk melupakan sejenak sang kekasih harus gagal mengingat setelah Sehun dan Yunho-…Kakak kandungnya pun ikut menolak kedatangannya siang ini.
"ish-…! Aku sudah merindukanmu Soo-ya…Cepat pulang dan jangan terlalu sibuk dengan syutingmu."
.
.
.
.
.
.
.
.
Ckit….!
"Kau masuklah lebih dulu. Aku harus kembali ke kantor sebentar."
"Tapi Lu-….Aku kira kita akan menyiapkan makan malam untuk ulang tahunmu!"
"Aku hanya sebentar."
Baekhyun merasa wajah Luhan murung sepanjang perjalanan pulang. Entah apa yang dirasakan sahabatnya tapi dia tahu sedari tadi Luhan melirik ponselnya dan berharap Kai segera menghubunginya.
"Dia belum menghubungimu?"
"huh?"
"Kai….Dia belum menghubungimu?"
Luhan salah tingkah saat Baekhyun menebak dengan benar alasan dirinya terlihat murung. Membuatnya sedikit tertawa canggung untuk menutupinya sebelum
Klik….!
Dia membukakan seatbelt Baekhyun dan mengerling sahabatnya "Dia akan menghubungiku tepat pukul dua belas malam nanti."
"Kau yakin?"
"Sangat. Dia tidak pernah terlambat."
"Baiklah. Aku menunggu dirumah. Sampai nanti Lu."
"Oke."
"Jangan terlambat."
BLAM…!
Luhan membuka jendela mobilnya untuk berpamitan pada Baekhyun. Sedikit mengerling sahabatnya sebelum
"Aku tidak akan terlambat." Katanya menyanggupi permintaan Baekhyun sebelum
BRRM….!
Luhan meninggalkan Baekhyun di depan apartement mereka. Membuat sahabatnya tersenyum lirih menyadari bahwa alasan Luhan kembali ke agensinya siang ini hanya karena ingin bertemu Kai-…Luhan bahkan mengatakannya terlalu jelas dengan wajah murungnya di sepanjang perjalanan pulang. Dan saat dia mengatakan memiliki "urusan" di agensi tempatnya bekerja maka bisa dipastikan bahwa Kai adalah "urusan" yang dia maksud.
"Kau harusnya bahagia di hari ulang tahunmu Lu." Katanya bergumam lirih sebelum mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"Sayang?"
"Sehunna. Apa kau sibuk malam ini?"
"Untukmu tentu saja tidak. Ada apa sayang?"
"Datanglah ke apartemenku malam ini."
Dan tanpa berfikir lama-…Pria bernama Oh Sehun itu dengan cepat menjawab
"Tentu saja aku akan datang."
.
.
.
.
.
.
.
BLAM….!
Luhan sampai di basement kantornya dan keluar dari dalam mobil. Sedikit berharap melihat mobil sang maknae EXO walau harus mendesah pilu menyadari bahwa bukan hany atak bisa menghubungi sang kekasih namun Luhan juga tak menemukan dimanapun Kai berada.
"haah…"
Lagi-lagi dia harus mendesah karena panggilannya tak dijawab sebelum
Ddrrt…ddrrtt..
Awalnya dia mengira itu Kai yang menghubunginya, namun saat nama little Xiu yang tertera di ponselnya maka Luhan hanya bisa menahan rasa kecewanya dan menggeser slide nya dengan cepat.
"Ada apa Xiu?"
"Lu kau dimana? Ini gawat!"
"Di basement. Aku segera naik ke atas."
"Aku akan menyusulmu!"
"Baiklah kita bertemu di-…"
Pip…!
Satu-satunya sahabat yang ia miliki di OSH'ent mulai lagi pada sikap berlebihannya. Karena sama seperti Baekhyun, Xiuminnya cenderung sangat panik dan selalu mengatakan hal kecil sebagai "hal yang gawat" membuatnya terkekeh kecil dan memutuskan untuk masuk ke dalam agensi sebelum menyadari bahwa hari ini kantor terlihat lebih ramai dari biasanya.
"ada apa ini?" katanya bergumam bingung sebelum
"LUHAN!"
"hmhh…"
Luhan membalas cepat panggilan Xiumin dengan tatapan bertanya mengapa sahabatnya terlihat berkeringat dan terengah "Ada apa? Kenapa berlari?"
"Artis-…hah-…Artismu dipaksa melakukan debut minggu depan."
"huh?"
"Jisoo dan semua calon artismu sedang menunggu keputusan final dewan direksi. Dan jika Ketua Jang berhasil meyakinkan Presdir Oh. Bisa dipastikan mereka akan menjalani kontrak budak untuk lima belas tahun!"
"MWO?"
Buru-buru Luhan berlari menuju lift. Menekannya tak sabar sebelum
Ting…!
Dia sudah berada di lantai para petinggi OSH'ent. Sedikit berlari ke ruangan Presdir pengganti Ketua Oh Sang Hoo sebelum melihat Jisoo dan seluruh trainee barunya duduk tepat di depan lobi kantor Presiden Direktur.
"Jisoo, Lisa.."
Kedua remaja berbeda negara itu pun terlihat panik saat melihat Luhan. Membuat Luhan sedikit cemas sebelum berlari menghampiri seluruh trainee nya.
"Luhan apa kau berbohong padaku? Kau bilang aku bisa debut setelah lulus dari sekolah? Lalu apa maksud mereka mengatakan aku terkena denda lima puluh juta won jika menolak. Apa kau-…."
Pertanyaan Jisoo mewakili seluruh anak baru di agensinya, Luhan bahkan bisa melihat raut cemas dan gugup pada wajah polos di depannya. Membuatnya tanpa ragu memegang bahu Jisoo dan mulai menatap satu persatu calon artisnya di masa depan.
"Aku tidak bohong dan aku akan mengurusnya untuk kalian. Tunggu disini." Katanya meyakinkan sebelum melihat pintu ruangan dimana para petinggi itu memutuskan hal penting tanpa bertanya padanya sebagai sumber penghasil artis.
Membuat pria yang akan menginjak usia dua puluh lima tahun dalam beberapa jam lagi sangat murka terlihat dari tangannya yang terkepal begitu erat. Dia pun berjalan mendekati ruangan sialan itu sebelum
Cklek…!
"Baiklah jika Ketua Jang mengatakan mereka siap-….Maka aku rasa kita akan mulai konsep baru dengan semua artis baru kita dan aku rasa-…"
"KEBERATAN!"
"huh?"
Ucapan Presdir Direktur OSH'ent -Oh Sehun- terpotong begitu saja saat Luhan berteriak tanpa takut di hadapan petinggi dan pemegang saham di tempatnya bekerja. Membuat sang presdir mempelajari cukup lama wajah Luhan sebelum bertanya pada asistennya "Paman dia siapa?"
Sekertaris Kim mengenal Luhan sejak awal. Dia bahkan harus mengakui keberanian Luhan dalam mempertahankan trainee yang menjadi targetnya. Dan jangankan seorang Oh Sehun-….Luhan bahkan berani memprotes keputusan pendiri dan pemilik OSH'ent yang tak lain merupakan ayah kandung dari Presdirnya yang baru.
Membuat sang sekertaris tekadang harus berdecak kagum pada Luhan sebelum menunduk dan berbisik memberitahu Presiden Direkturnya yang baru
"Xi Luhan Presdir Oh-…Dia yang bertanggung jawab atas debutnya trainee baru kita. Dan mengingat dia cukup keras kepala maka bersiaplah untuk berdebat." Katanya memberitahu Sehun dibalas senyum Sehun yang sama sekali tak bisa diartikan.
"Menarik…"
Dan alih-alih kesal-…Sehun menyikapinya cukup bijak. Dia pun membiarkan Luhan menyuarakan keberatannya dengan bertanya
"Dan kau adalah?"
Luhan membungkuk meminta maaf. Sedikit merasa tak enak hati sebelum menyapa pada Sehun "Xi Luhan-…Manager Artist Resourcement."
Sehun menganguk mengerti. Sedikit menghela nafasnya sebelum membiarkan Luhan bicara.
"Dan alasan kau keberatan adalah karena?"
"Karena di kontrak yang saya buat berbeda dengan yang dibacakan Ketua Jang."
Yang dituduh bernama Jang Hyosuk. Usianya bahkan sudah memakan setengah abad tapi perilakunya licik dan tamak. Dia bahkan mendelik marah pada Luhan sebelum membenarkan dasinya dan berdiri berbicara pada Sehun.
"ekhm…Anda rasa anda tidak perlu mendengarkan amatir ini Presdir Oh. Kita sudah mendapatkan penerus yang akan menggatikan EXO dan SNSD-….Lalu untuk apa kita menunggu lebih lama?"
"Karena jika kita tidak menunggu lebih lama kau akan memberikan kontrak budak pada mereka!"
"Xi Luhan kau-….."
"Alasan mengapa aku merelakan beberapa artisku pergi adalah karena campur tangan anda Ketua Jang! Dan anda Presdir Oh-….Ada tidak tahu sudah berapa banyak kita kehilangan artis kita karena kontrak budak yang dibuat oleh ketua Jang." Katanya memberanikan menatap Sehun hingga keduanya membuat kontak mata.
Sehun hanya diam tak merespon, dia bahkan bisa melihat betapa Luhan memperjuangkan seluruh artisnya. Membuatnya sedikit memberi nilai tambah pada Luhan sebelum yang sedang dinilai kembali membuka suara -terdengar memohon saat ini-
"Mereka berusia sekitar 15-17 tahun. Dan artis milikku-….Mereka tidak ingin ketenaran semata. Mereka ingin debut di usia yang sesuai setelah menyelesaikan sekolah tingkat atas mereka. Jadi bisakah anda mempertimbangkannya Direktur Oh?"
"Jika anda menunda pasaran girl band kita akan kembali kalah dengan TOP's ent. Mereka sudah memiliki TWICE dan itu sangat menakjubkan."
"Kita juga memiliki SNSD dan RED VELVET! Jadi bisakah anda sedikit bersabar ketua Jang!"
Yang membuat Sehun sedikit tak mengerti adalah dua orang yang berdebar berasal dari divisi yang sama. Mereka menyebut diri mereka sebagai "Sumber daya" artis-artisnya. Tapi melihat bagaimana Luhan memperjuangkan artisnya di waktu yang tepat sementara Ketua Jang terburu-buru dengan keputusannya membuat Sehun menyadari satu hal bahwa-…
Bahwa Luhan lebih menganggap artisnya sebagai manusia-….bukan robot.
Dan itu membuatnya kagum jujur saja. Sehun bahkan tak perlu berfikir lebih lama lagi untuk membuat keputusan. Dia pun menyela pertengkaran dua pria berbeda usia di depan seluruh pemegang sahamnya dengan jawaban yang sangat bijak.
"Jadi tuan-tuan aku rasa kalian sudah mendapatkan jawaban dariku."
Baik Luhan dan ketua Jang serta seluruh pemegang saham di perusahannya menoleh melihat Sehun-…Sedikit bertanya-tanya mengapa Sehun terlihat sangat tenang sebelum dengan elegan dia mengatakan bahwa
"Kita akan menunda debut dari nama-nama yang diajukan Ketua Jang. Dan untuk kenyamanan serta kematangan trainee kita. Aku rasa Manager Xi bisa bertanggung jawab. Aku benar?"
Luhan mendesah begitu lega. Dia tak menyangka pertempurannya kali ini akan sedikit lebih mudah mengingat dia harus berjuang lebih saat berdebat dengan Presdir Oh sebelumnya. Membuatnya mengangguk dengan cepat dan membungkuk berterimakasih pada Sehun.
"Tentu saja Presdir Oh. Terimakasih untuk keputusan anda. Saya permisi."
Dan meninggalkan Ketua Jang yang menggeram murka, Luhan melewati pintu untuk pergi. Membuat Sehun semakin menganggap ini menarik mengingat tak pernah ada satu pun karyawan yang bisa membuatnya cukup kagum seperti ini. "Paman Kim."
"Ya direktur."
"Bawakan berkas tentang Manager Xi ke ruanganku."
"huh?"
Sehun mengerling sang sekertaris dengan memakai jasnya secara elegan "Aku tidak akan melepaskan karyawan berbakat sepertinya." Gumam Sehun menjelaskan disambut kekehan oleh sekertaris yang sudah bekerja untuk dua generasi Oh saat ini.
"Bukan hanya keputusan tapi cara anda mengangumi Luhan bahkan sama persis dengan ucapan ayah anda Presdir Oh! aku rasa anda akan sangat sukses meneruskan bisnis hiburan ini."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"hmmm…Pantas saja aku merasa familiar dengannya. Jadi dia adalah Luhan yang sama yang selalu dibicarakan ayahku?"
"Ya Presdir Oh. Dia Luhan yang sama."
"Ayahku selalu memujinya berlebihan."
"Asal anda tahu Presdir Oh. Beberapa kali ayah anda mengatakan akan menikahkan Luhan dengan putrinya jika dia memiliki seorang putri."
"Ayah bicara seperti itu?"
"Tentu saja Presdir Oh. Jika Ketua Oh dinyatakan sembuh dan diijinkan pulang ke Seou;. Aku rasa Luhan adalah orang pertama yang ingin ditemuinya saat kembali ke sini."
"ck! Kau benar paman! Orang pertama yang ingin ditemuinya pasti Luhan, dia terus meracau tentang si Luhan ini bahkan disaat dokter sudah membiusnya. ck ck…Aku rasa ayahku menyukai Luhan." katanya terkekeh sebelum suara paman Kim kembali terdengar.
"Banyak yang menyukai Luhan Presdir Oh."
"Benarkah?"
"Tapi lebih banyak yang membencinya."
Sehun terdiam sejenak dengan berkas Luhan ditangannya. Menanggapi ucapan sekertaris Kim sebelum kembali membuka halaman profile milik Luhan "Dengan sikapnya aku rasa tidak heran jika banyak yang membencinya."
Sehun sedang membaca profile Luhan saat ini. Dan semakin dia membalik halaman demi halaman profile sang Manager maka hanya decakan kagum mengingat prestasinya yang luar biasa dalam menemukan bakat seseorang.
Di profile nya bahkan tertulis seluruh kemampuan Luhan. Membuatnya kembali mengagumi sang manager sebelum melihat pada sekertarisnya "Terkadang dia menjadi pelatih vocal dan dance?"
"Lebih sering menjadi pelatih dance Presdir. Dia akan memberikan latihan private untuk beberapa trainee yang kesulitan menghafal gerakan."
"Disini tertulis bahkan lead and main dancer seperti Kim Jongin juga pernah dilatih olehnya."
"Mereka bahkan terkena cinta lokasi karena hal itu."
"huh?"
Sekertaris Kim membenarkan cara berdirinya sebelum menunduk untuk membisikan sesuatu pada presdir mudanya. Membuat Sehun dengan seksama mendengarkan sebelum
"MWO? MEREKA SEPASANG KEKASIH?"
"sst…Tidak banyak yang tahu hubungan mereka Presdir Oh."
"whoa….Panggil Luhan sekarang! Aku ingin bicara dengannya."
"Kau tidak bisa memecat karyawan kita hanya karena dia memiliki hubungan dengan artis kita Presdir Oh. Itu pelanggaran undang-undang asmara!"
"ck! Memangnya ada undang-undang seperti itu? Cepat panggil Luhan."
"Aku mengulanginya lagi-….Kau tidak boleh memecat Luhan Presdir Oh."
"ish! Aku tidak akan memecatnya."
"Lalu untuk apa kau ingin menemuinya?"
Sehun menatap penuh arti sang sekertaris sebelum tertawa sangat menjijikan menurut paman Kim "Mengucapkan selamat karena berhasil memikat salah satu sumber penghasilan terbesar agensi kita."
"MWO?"
"CEPAT PAMAN!"
"CK! Anda pasti sudah gila Presdir Oh!"
"ish! Hanya panggil Luhan dan berhenti menggerutu!"
"araseo…araseo…Aku akan memanggilnya untukmu." Katanya berlalu pergi sebelum meninggalkan Sehun yang terlihat tak sabar bertemu dengan salah satu ace di perusahaan milik ayahnya.
.
.
.
.
.
.
.
"sebenarnya kenapa dia memanggilku?"
Tangan Luhan sudah bersiap untuk mengetuk pintu, namun setelah dipikirkan berulang kali maka Luhan masih tidak mengerti mengapa Presdir baru yang dia ketahui bernama Oh Sehun itu ingin bertemu dengannya.
Membuat jantung Luhan cukup berdebar dengan tangan yang mulai berkeringat takut jika Sehun merubah keputusannya tentang calon artisnya.
"ish! Sebenarnya ada apa?" katanya terus bergumam cemas sebelum
Tok…tok…
Tanpa sadar Luhan mengetuk pintu ruangan Sehun. Membuat sang pemilik ruangan merespon dan menjawab
"Masuk…"
Luhan pun dengan gugup menggenggam gagang pintu. Sedikit ragu namun pada akhirnya
Cklek…!
Dia pun membuka pintu dan membungkuk untuk menyapa Sehun "Selamat siang direktur Oh."
"ah Luhan? Kau sudah datang, masuklah!" katanya memberikan izin disambut langkah kaki Luhan yang mendekat. Luhan bahkan sudah berdiri menunggu di depan meja kerja Sehun sampai si pemilik ruangan yang terlihat sibuk memintanya untuk duduk.
"Duduklah."
Luhan pun menggeser kursinya. Sedikit gugup berhadapan dengan Sehun sebelum suara berat Presdir barunya itu kembali terdengar "Pasti kau bertanya-tanya mengapa aku memanggilmu?"
"y-Ya tentu saja Presdir Oh."
"Kau tenang saja, ini tidak ada kaitannya dengan artismu."
Terdengar suara Luhan menghela lega nafasnya, membuat Sehun tersenyum kecil dan mengeluarkan berkas dari artis lain yang ingin ia tanyakan "Tapi aku ingin bertanya tentang dia."
"huh?"
"Apa benar kau kekasih Kim Jongin?"
Luhan menyadari berkas kekasihnya di atas meja saat ini. membuatnya bergerak resah takut jika Sehun tidak menyukai hubungannya sampai lagi-lagi suara berat Sehun terdengar dan seperti membaca isi kepalanya.
"Aku hanya bertanya kok. Kau tenang saja. Jadi benar kau kekasih Kim Jongin?"
"ah-..Aku…" Luhan menggigit kencang bibirnya sebelum mengangguk membenarkan pertanyaan Sehun yang terbilang sangat privacy "Y-ya. Saya kekasih Kai Presdir Oh." katanya bergumam pelan sebelum
"Tapi anda tenang saja Presdir Oh. saya bisa menjamin bahwa hubungan saya dan Kai tidak akan pernah tercium media. Dan jikalau hubungan kami sampai terdengar media dan itu merugikan untuk Kai dan perusahaan-…Maka saya bersedia mengakhiri hubungan saya saat itu juga Presdir Oh. Saya janji akan-….."
"Aku tidak meminta kau untuk berjanji."
"huh?"
"Sudah aku bilang aku hanya bertanya."
Yang tak Luhan mengerti adalah mengapa Presdirnya yang baru terlihat menyepelekan semua hal dan tak menganggap penting hal yang bisa menyebabkan kerusakan berkepanjangan. Tampangnya saja yang terlihat dingin dan kaku-…Karena bahkan belum dua puluh empat jam Luhan mengenal direktur barunya, dia berani bertaruh bahwa hanya wajah sang Presdir yang terlihat dingin tapi tidak hatinya.
Karena satu jam yang lalu dia membuktikan betapa bijak dirinya dengan keputusan yang dia buat dan Luhan menyadari bahwa sang presdir merupakan tipe pendengar yang baik.
"Tapi kenapa anda bertanya?"
"Aku mengkhawatirkanmu."
"huh?"
"Ah kalimatku salah. Maksudku aku mengkhawatirkan karyawan terbaikku."
Luhan masih tidak mengerti apa yang dibicarakan Sehun sampai Presdirnya kembali menjelaskan "Aku tahu pasti sulit memiliki hubungan dengan seorang idol. Jadi aku hanya ingin kau bertahan sebanyak yang kau bisa dan lepaskan jika itu sudah mencekikmu."
Kali ini Luhan mengerti kemana arah pembicaraan Sehun. Membuatnya tersenyum pahit menyadari ucapan Sehun benar-….Benar mengenai tentang bahwa hubungannya dengan Kai sudah mencekiknya perlahan namun pasti.
Tapi mengingat bagaimana rasa cintanya terus menemukan cara untuk bernafas, maka Luhan hanya mengangguk sebagai ucapan terimakasihnya pada Sehun "Terimakasih untuk perhatian anda Presdir Oh. Tapi jangan khawatir. Kami baik-baik saja."
Sehun bahkan menyadari bahwa di balik kalimat kami baik-baik saja terselubung makna menyakitkan yang diucapkan langsung dari bibir Luhan. membuatnya ingin mengetahui lebih banyak namun dia mengerti dia sudah melampaui batas antara Presdir dan Karyawannya. Membuatnya hanya diam sejenak sebelum memberi pesan pada Luhan.
"Jaga Kai dengan baik. Dia maskot penting untuk Agensi ini."
Luhan berdiri dari duduknya. Segera membungkuk untuk berpamitan sebelum menjawab permintaan Sehun "Saya sudah menjaga Kai selama lima tahun sebagai kekasih dan artis saya, dan tanpa anda minta pun saya akan terus menjaga Kai dengan hidup saya. Baik sebagai kekasihnya atau hanya sebagai seorang Manager-….Saya akan terus menjaga Kai. Anda tidak perlu khawatir." Katanya memberitahu Sehun sebelum membungkuk berpamitan "Saya permisi direktur Oh." katanya membungkuk sekali lagi dan berjalan meninggalkan Sehun.
Sehun sendiri terus melihat ada yang salah dari sikap Luhan, membuatnya benar-benar ingin tahu sebelum tanpa sengaja memanggil nama pria yang punggungnya terlihat sangat rapuh.
"Luhan!"
Pegangan Luhan di gagang pintu terlepas. Dia pun kembali menoleh dan bertanya-tanya mengapa Sehun terlihat sangat familiar untuknya. Dan mengabaikan pikirannya adalah hal yang Luhan lakukan sebelum menjawab
"Ada apa direktur?"
"Aku melihat profile mu dan aku rasa kau sedang berulang tahun hari ini. Jadi selamat ulang tahun untukmu."
Luhan tertawa kecil mendengarnya membuatnya sedikit membungkuk berterimakasih sebelum menjawab atasannya "Anda orang pertama yang mengucapkannya untukku kalau begitu."
"huh?"
"Milikku 20 April. Bukan 19 April."
"Tapi disini tertulis 19 April."
"Kesalahan penulisan dan aku belum mengajukan pembenaran data. Tapi terimakasih untuk ucapanmu Presdir Oh. Selamat siang."
Buru-buru Sehun kembali melihat profile Luhan, mencari datanya dengan benar sebelum menghubungi bagian kepegawaian "Ya Presdir Oh."
"Aku ingin semua data pegawai di perbarui secepatnya."
"huh?"
"Aku tidak mau salah mengucapkan selamat ulang tahun lagi! Kau dengar?"
"Ya Presdir Oh. Saya akan segera mempebaruinya."
Setelah memberi perintah Sehun mematikan panggilannya. Merasa begitu malu karena salah mengucapkan hari sebelum terkekeh sangat geli "ish! Memalukan sekali."
.
.
.
.
.
.
.
.
Rabu, 19 April, 22.00 KST
.
.
Hari ini pria berkulit tan yang mendapatkan julukan "The Machine Dance" di grupnya pun terlihat sibuk mengerjakan sesuatu. Dia sibuk mendekorasi apartemennya dan sengaja mematikan ponsel seharian ini.
Tujuannya memberikan kejutan untuk ulang tahun kekasih. Berniat menjemput Luhannya pada pukul sebelas untuk merayakan bersama ulang tahun ke 25 pria cantik di hidupnya.
"cake siap, wine siap dan yang paling penting-….Cincin ini siap." Katanya bergumam senang dan mantap dengan keputusannya. Memandangi cincin yang ia pesan secara khusus itu dengan bersemangat. Kai bahkan terus tersenyum melihat benda kecil yang akan membuat hubungannya dan Luhan selangkah lebih maju.
Ya…
Kai berniat untuk melamar Luhan malam ini, mengabaikan hal-hal buruk yang bisa saja terjadi pada keputusannya malam ini. Dia tidak peduli jika dunia tahu apa yang dilakukannya. Yang dia tahu dia hanya ingin membuat Luhan lebih bahagia dan tak lagi mengecewakan kekasihnya.
"Aku tidak sabar bertemu denganmu sayang." Katanya dengan jantung berdebar gugup dengan rencananya sendiri. Kai menyiapkan semua seorang diri dari pagi hari dan saat tujuannya hampir terlaksana maka jantungnya terus berdebar secara berlebihan dengan rencananya sendiri sebelum
"Baiklah sekarang saja." Katanya mulai menyalakan ponselnya. Berniat menghubungi Luhan sebelum
Ting…tong…
"huh? Siapa yang datang?" katanya bergumam bingung sebelum
Ting…tong..
"Siapa yang-…"
Cklek…!
Hnghmmphhh~
Belum sempat dia melihat siapa yang datang orang itu melompat ke pelukannya. Dia bahkan menciumnya paksa dan menuntut. Membuat Kai dengan mudah menebak itu Kyungsoo tercium dari aroma khas Kyungsoo yang memenuhi indera penciumannya.
Dan entah apa yang dilakukan Kyungsoo saat ini tapi dia mungkin dia sudah gila karena datang dan menciumnya bernafsu tepat dua jam sebelum ulang tahun kekasihnya. Membuat Kai sedikit cemas dan susah payah mendorong Kyungsoo sebelum terengah menatap pria lain yang diam-diam mengisi hatinya malam ini.
"Kyungsoo apa yang kau lakukan?"
"Kai aku membutuhkanmu.."
"huh?"
"Seseorang memberiku perangsang. Seluruh tubuhku sangat sensitif saat ini, aku bahkan hampir membiarkan beberapa penjaga menyentuhku sebelum akal sehatku kembali."
"Mwo? Apa yang kau katakan?"
"KAI AKU MEMBUTUHKANMU UNTUK BERCINTA DENGANKU! KUMOHON!"
Buru-buru Kai menarik Kyungsoo ke pelukannya. Merasa tubuh mungil di depannya sangat berkeringat tanda bahwa sesuatu memang membuatnya cemas. Kai pun tak sampai hati membiarkan Kyungsoo kesakitan. Ditutupnya kencang pintu apartemen sebelum
BLAM…!
Dia menangkup wajah mungil Kyungsoo, mengecupnya dalam sebelum melihat dua mata Kyungsoo yang terlihat sangat bernafsu "Kita akan bercinta." Katanya menyanggupi permintaan Kyungsoo dan mulai melumat lembut bibir pria "nya" yang lain.
Membuat diam-diam Kyungsoo menyeringai di ciuman panasnya mengingat bahwa rencananya menjebak Kai berjalan sesuai yang dia inginkan. Membuatnya secara agresif membuka satu persatu pakaian Kai dan tanpa sadar
Tring…!
Kai menjatuhkan cincin yang akan ia gunakan untuk melamar Luhan. Membuat benda kecil itu terjatuh entah kemana seolah menolak rencana sang pemilik. Rencana bahwa dirinya akan melamar Luhan seolah hanya omong kosong. Karena nyatanya saat ini-….Tepat dua jam sebelum kekasihnya berulang tahun
Kai bercinta dengan pria yang menjadikan tujuan hidupnya hanya untuk menghancurkan Luhan-….kekasihnya.
.
.
.
.
.
.
.
"Baek…Kenapa ada tiga piring? Bukankah kita hanya berdua?"
"Jangan banyak bertanya. Ambil cake mu di lemari es."
"ish galak sekali!" katanya menggerutu sebelum mendapati cake iron man yang dibuat Baekhyun terlihat sangat lucu di matanya "whoa…Aku tidak akan memotong cake ini Baek-…Ini sangat lucu."
"Terserahmu saja. Cepat bawa ke meja dan tunggu disana."
"oke…"
Dengan riang pun Luhan membawa cake buatan Baekhyun ke meja makan. Menunggu dengan tidak sabar sebelum
Ting tong….
Ting tong…
"Siapa yang datang?"
Luhan bergumam tak peduli sebelum Baekhyun menoleh dan meminta tolong padanya "Lu. Tolong bukakan pintu untukku."
"huh? Memangnya siapa yang datang?"
"Kekasihku."
Uhuk….!
Luhan bahkan tersedak minumannya. Menatap tak percaya pada Baekhyun sebelum mencibir kesal "Kau mengundang orang asing di ulang tahunku?"
"Dia bukan orang asing. Cepat buka pintu."
Luhan pun mendengus kesal. Bertanya-tanya maksud dari dia bukan orang asing sebelum
Cklek…!
"Siapa yang-…."
Dua mata rusa dan dua mata elang itu bertemu saling bertatapan. Keduanya terdiam untuk beberapa saat. Merasa begitu familiar dengan wajah masing-masing sebelum yang lebih tampan akhirnya bersuara.
"Bukankah kau Luhan?"
"Luhan? siapa Luhan?"
"Kau tentu saja."
"ah-…Aku Luhan ya-..Maksudku Ya!-… Aku Luhan direktur Oh-.astaga-….Astaga! Apa yang anda lakukan disini?"
Luhan mulai bertindak gila jika salah tingkah. Dia bahkan terus berusaha menutup pintu lalu membukanya lagi lalu menutupnya lagi sampai Baekhyun jengah melihat interaksi bos dan karyawan di depan pintu apartemennya.
"Hey biarkan aku masuk."
"Masuk? Ah ya-….Silakan masuk direktur Oh."
Dia mengatakan silakan masuk-…Tapi nyatanya yang dilakukan Luhan adalah menutup pintu. Membuat Baekhyun tertawa gemas sebelum menyingkirkan Luhan dari depan pintu.
"Hey sayang."
"Baek? Aku kira aku salah tempat."
"aniya-…Tentu saja tidak. Ini apartemenku dan orang bodoh ini adalah-…" katanya mencibir Luhan sebelum mencium pipi kekasihnya dan berbisik "Dia hidupku."
"huh? Jadi bukan aku hidupmu?"
"ish! Ayo masuk."
Kedua pasang kekasih itu bahkan meninggalkan Luhan yang masih salah tingkah. Membuat Baekhyun kembali mencibir dan tak lama "Apa yang kau lakukan di balik pintu?" katanya menyeret lengan Luhan dan mendudukan Luhan tepat di samping Sehun.
"Nah sudah lengkap. Luhan nyalakan lilinnya."
"Lilin?"
"Astaga bocah ini! apa kepalamu sakit lagi? Lilin-…Lilin untuk meniup kue."
"ah-…Benar..Lilin-…tapi sebelum itu-..y-Yak Byun Baek! Jadi kekasihmu itu atasanku -ani- jadi kekasihmu pemilik agensi tempatku bekerja? Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal!"
Baekhyun bahkan harus tertawa gemas melihat bagaimana Luhan akhirnya mendapatkan kesadaran. Sedikit mengerling Sehun yang sama terkejutnya sebelum sang kekasih menjawab membela diri "Aku hampir memberitahumu hari itu-…Tapi kau ingat? Kau menerima panggilan dan pergi ke Thailand. Jadi jangan salahkan aku."
"Tapi tetap saja kau…." Luhan berusaha menyela namun nyatanya Baekhyun lebih ahli masalah menyela dan menyindirnya. Membuatnya tanpa rasa bersalah merangkul lengan Sehun untuk berhadapan dengan Luhan.
"Jadi Oh Sehun-…Perkenalkan dia sahabatku Xi Luhan. Dan Xi Luhan-….Perkenalkan dia kekasihku Oh Sehun."
Krik..
Krik..
Sesaat suasana benar-benar canggung untuk Sehun dan Luhan. Keduanya bahkan tidak terlalu akrab untuk dikenalkan satu sama lain. Membuat lagi-lagi Sehun yang bertindak lebih dulu mengingat Baekhyun sudah mendelik kesal padanya.
"h-hey Lu….Senang bertemu denganmu."
Sehun mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Luhan. Membuat Luhan luar biasa bingung bagaimana menjawab Sehun sebelum
"Senang bertemu dengan anda Presdir Oh." katanya berlari cepat kedalam kamar Baekhyun sebelum
BLAM…!
Luhan berdalih mengambil lilin di kamar Baekhyun. Membuat Baekhyun tertawa merasa interaksi Sehun dan Luhan begitu menggemaskan untuknya "Hey baby…"
"hmmh?"
"Apa kau tidak bisa berteman dengan pria yang sedikit lebih normal?"
"Apa maksudmu?"
"ani-…Maksudku dia-…Entahlah kepribadiannya benar-benar berbeda dengan di kantor." Timpal Sehun terkekeh membuat Baekhyun tertawa kecil. Dia pun merangkul lengan Sehun sebelum membawanya kembali duduk di kursi "Dia lebih menggemaskan saat berada di rumah." Katanya memberitahu Sehun dan meninggalkan sang kekasih untuk membawa Luhan keluar. Karena menurut tebakan Baekhyun bahwa di dalam sana-….Luhan tidak mengambil lilin tapi…..
"y-YAK XI LUHAN KENAPA TIDUR? CEPAT BANGUN DAN TIUP LILIN!"
Mendengar teriakan Baekhyun saja sudah membuat Sehun terkekeh dan saat menyadari bahwa teman kekasihnya benar-benar bersikap kekanakan maka sudah bisa dipastikan bahwa karyawan favorit ayahnya memang benar-….Menggemaskan.
"ya….Temanmu sangat menggemaskan Baek."
Membuatnya terkekeh dan tanpa sadar membenarkan ucapan Baekhyun bahwa Luhan memang sangat menggemaskan. -tidak-….. jauh sebelum Baekhyun mengatakan Luhan menggemaskan dia sudah lebih dulu mengetahui bahwa Luhan memang menggemaskan dan-…cantik.
"Well…Sudah pukul dua belas malam."
Sehun pun meletakkan bunga yang sengaja dia bawa untuk Baekhyun di samping kue ulang tahun Luhan. Sedikit terkekeh saat melihat jam dinding menunjukkan pukul dua belas malam dan menyadari dua hal
Pertama siang tadi tanggal 19 April dia sudah mengucapkan selamat ulang tahun pada Luhan terlalu cepat. Dan kedua dia berani bertaruh bahwa mungkin dia akan kembali menjadi orang pertama pada tanggal 20 April yang mengucapkan.
"Selamat ulang tahun Luhan-ssi."
.
.
.
Tobecontinued
.
.
.
Ajieee presdir Oh belum apa2 jadi yang pertama kwkwkw…
.
.
Niwaay
.
.
Happy bday kecintaannya Oh Sehun. Manlynya Oh Sehun. Tjantiknya Oh Sehun… Sehat sukses terus sama album dan sineteronnya yang Masmba Lu *love
.
Harapannya masih sama kaya tahun lalu-….diriku cuma berharap satu saat nanti-….Entah gimana caranya kalian bisa ketemu kaya di epep gue :"" *kanjadimelowkan…
#happyluhanday yuhuuu…
.
.
Back to story dikit…
Sepanjang gue baca chap 1 kesamaan kita rata2 sama gaieess…Kita ga suka Hunbaek dan Sesoo moment. Berasa anta-..ga ada rasanya :""..gue juga BLAS sepanjang nulis Sehun sama Baek Cuma anggep mereka kaya kk-adek suer dah. Tapi demi cerita gue feel2in nulisnya .
.
Klo Luhan si masi oke sama Kai. Tapi nulis Kailu aja gue kudu liat KaiLu moment dulu di yutub. Gue pernah jadi Kailu Shipper tapi udaaah lamaaa banget jadi lupa rasanya
.
Btw…niwaayy…
.
Kai-Soo ga sejahat yang ada di tebakan kalian. Jangan suujonan apalagi disumpahserapahin kkekeke..Tunggu aja ntar juga mereka se-GENG kayanya.
Dan yang bilang ini bakalan panjanglah, berpuluh-puluh chaplah, apalah-….. Sok atuh sebelum bete di skip aja ceritanya. Gue juga ga bisa mastiin ini berapa chap tapi selalu diusahakan cepet selesai biar no hutang2…ennn
.
Karena gue bikin crack pair bukan berarti gue bersedia bikin OTP selain HunHan. Note ya hehehe… biar ga dibilang ini itu-…apalah. Kutakbisa CB dan KS kecuali jadi support pairnya HH. Muuppp…
