Previous
"ya….Temanmu sangat menggemaskan Baek."
Membuatnya terkekeh dan tanpa sadar membenarkan ucapan Baekhyun bahwa Luhan memang sangat menggemaskan. -tidak- jauh sebelum Baekhyun mengatakan Luhan menggemaskan dia sudah lebih dulu mengetahui bahwa Luhan memang menggemaskan dan-…cantik.
Sehun pun meletakkan bunga yang sengaja dia bawa untuk Baekhyun di samping kue ulang tahun Luhan. Sedikit terkekeh saat melihat jam dinding menunjukkan pukul dua belas malam dan menyadari dua hal
Pertama siang tadi tanggal 19 April dia sudah mengucapkan selamat ulang tahun pada Luhan terlalu cepat. Dan kedua dia berani bertaruh bahwa mungkin dia akan kembali menjadi orang pertama pada tanggal 20 April yang mengucapkan.
"Selamat ulang tahun Luhan-ssi."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
A' Friends Betrayal
Main Cast : Sehun-Luhan feat ChanBaek & KaiSoo
Support cast : bermunculan sesuai kebutuhan
Genre : Drama
Rate : M / NC!/
.
.
.
"Nah sekarang tutup mata dan buat keinginan."
"Baek tidak bisakah kita langsung meniup lilin? Ini sudah malam dan direktur Oh harus segera pulang."
"Sayang apa kau keberatan pulang dini hari?"
Yang ditanya hanya mengangkat bahunya, menyatakan ketidakberatannya untuk tinggal lebih lama hingga membuat si mata rusa jengah melihat dua pasang kekasih yang jelas ingin melakukan "sesuatu" malam ini.
"Haah-...Dengar ya Baek, aku tidak suka jadi orang ketiga."
Baekhyun terkekeh kecil sebelum mencubit gemas pipi Luhan "Araseo... aku orang ketiga disini. Cepat tutup matamu dan buat keinginan."
Luhan mengikuti keinginan Baekhyun untuk menutup mata. Mengucapkan doa dan keinginan entah pada siapa sebelum diam-diam berdoa meminta
"Aku tidak ingin apapun. Aku hanya ingin Kai datang Tuhan. Bisakah kau membuatnya datang?"
Kali ini matanya terpejam sungguh-sungguh. Bibirnya sedikit menggigit untuk mengucapkan kuat-kuat doanya di dalam hati dan dengan nafas teratur-...Luhan menyatukan kedua tangan dengan sungguh sungguh. Berharap keinginan kecilnya akan dikabulkan oleh Tuhan
Sesaat Luhan tetap memejamkan mata. Mengucapkan doanya dengan sungguh-sungguh tanpa mengetahui jika seseorang terus memandangnya saat ini.
Yang memandang Luhan hanya bisa diam saat melihat Luhan. Diam-diam mengagumi kesempurnaan seseorang hanya karena memejamkan mata adalah hal baru untuk direktur muda yang nyaris memiliki apapun dalam hidupnya.
Dia pun seolah terhipnotis dari cara sahabat kekasihnya membuat keinginan. Sedikit terkagum dan yah-... Seorang Oh Sehun memang sudah dibuat terkagum sejak awal pertemuannya dengan Luhan.
"Aku selesai."
Barulah saat dua mata rusa itu kembali terbuka-...Sehun terkekeh. Mengutuk jenis apapun feromon yang dimilik Luhan hingga membuatnya terpukau dan betah menatap pegawainya untuk waktu yang lama.
"Sekarang tiup lilin."
Dan saat suara sang kekasih terdengar, maka bisa dipastikan bahwa jantungnya hanya berdebar saat melihat Baekhyun. Membuatnya kembali tertawa karena sempat terhipnotis oleh wajah Luhan yang jelas rupawan namun tak bisa mengalahkan rasa nyaman yang diberikan Baekhyun untuknya.
"Baiklah aku akan meniup-..."
Luhan bahkan sudah menggembungkan lucu bibirnya. Bersiap untuk meniup dua lilin yang dinyalakan Baekhyun sebelum
"Lu tunggu dulu!"
"Apalagi Baek?"
"Mian...Sebentar saja." Katanya tak enak hati pada Luhan sebelum beralih pada sang kekasih. "Sayang sekarang giliranmu menutup mata. Katakan keinginanmu dan tiup lilin bersama Luhan."
"Kenapa aku-.."
Sehun bergumam bingung ditimpal Luhan yang terkejut dan segera bertanya pada bosnya. "Direktur Oh apa anda berulang tahun juga?"
"Tidak-.. Aku tidak-.." katanya bingung namun dijawab lagi oleh Baekhyun "Ulang tahunnya tanggal 12 April Lu."
"Ah-..."
"Benar 12 April!" Timpal Sehun dibalas lagi oleh Luhan "Lalu kenapa kau meminta direktur meniup lilin?"
"Luhan benar. Kenapa aku?"
"Ish! Aku belum sempat merayakan ulang tahunmu karena kau sibuk masih berada di Jepang. Jadi cepat tiup lilin dan buat permohonan!"
"Lalu kenapa kau tidak membuat dua kue?"
"Luhannie kau-..."
"Araseo...araseo... Silahkan buat permohonan direktur Oh. Kekasihmu yang SANGAT hemat ini hanya membuatkan satu kue untuk KAU DAN AKU!"
Luhan sengaja berteriak sementara Sehun tertawa geli. Membuat Baekhyun mencibir dan Sehun kembali menjadi penengah di antara dua orang super cantik yang terus bertengkar tidak jelas.
"Aku akan buat permohonan."
Baekhyun langsung memasang wajah berbinarnya sementara Luhan memasang wajah mual melihat aegyo sang sahabat. Membuat lagi-lagi Baekhyun mencibir ditimpali juluran lidah dari Luhan. Keduanya kembali bersikap seperti dua kucing gila yang terus bertengkar sampai yang paling tampan membuka mata dan mengatakan
"Aku selesai!"
"Nah sekarang tiup lilin-...Kalian berdua."
"Luhan sebaiknya kita penuhi keinginannya."
Luhan terkekeh geli dan sengaja menjawab dengan nada menyindir "Kita yang berulang tahun tapi kenapa keinginannya yang terpenuhi."
Kali ini Sehun yang terkekeh. Membenarkan ucapan Luhan sampai suara Baekhyun kembali terdengar. "Dalam hitungan ketiga-...Satu!"
"Dua..."
Keduanya pun mengangguk menyetujui instruksi Baekhyun. Bersiap untuk meniup lilin dan hitungan Baekhyun sampai ke angka tiga
"Tiga!"
Baik Sehun maupun Luhan sama-sama mendekat ke lilin. Meniupnya bersama lalu terdengar suara tepuk dari Baekhyun yang terlihat senang melihatnya.
Keduanya pun sama-sama terdiam saat lilin yang mereka tiup mengepul asap lalu diaaat yang sama mereka juga tersenyum melihat bagaimana Baekhyun terlihat senang hanya karena mereka meniup lilin bersama.
"Baekie gonawo."
"Selamat ulang tahun untukmu Lulu sayang!" Katanya gemas mengacak rambut Luhan sebelum rambutnya juga diusap kencang oleh sang kekasih.
"Gomawo sayang."
Baekhyun merona malu dan beralih menatap Sehun. Sedikit ragu namun mengangguk menerima ucapan terimakasih kekasihnya.
"Selamat ulang tahun juga sayang." Katanya mencium sekilas bibir sang kekasih sebelum
"Ah ya! Aku lupa! Hadiah untuk kalian ada di mobil."
"Nanti saja-...BAEK!"
Sehun berteriak namun Baekhyun hanya mengerling dan tetap menuju pintu untuk pergi mengambil hadiah "Sebentar sayang. Tunggulah bersama Luhan." Katanya berpesan dan
Blam...!
Suasana pun menjadi canggung karena hanya ada dua orang asing berbeda jabatan di dalam apartemen saat ini.
Keduanya juga sama sekali tak bersuara. Hanya duduk di tempat masing-masing dengan Sehun yang berada tepat di depan karyawannya.
Sesekali terdengar Luhan menggerutu karena Baekhyun pergi begitu saja. Namun detik berikutnya suara Sehun terdengar seolah membaca apa yang dia pikirkan
"Harusnya Baekhyun tidak perlu mengambil hadiahnya sekarang."
"Kau benar direktur! Harusnya nanti saja! Lagipula dia terlalu bersemangat mengingat kita yang berulang tahun."
Sehun tertawa menyadari sisi lain dari karyawannya. Karena tepat empat jam yang lalu dia melihat sosok Luhan sebagai seseorang yang serius, yang rela melakukan apapun demi traineee baru dan melawan atasan sekalipun itu merugikan untuknya.
Bukan Luhan yang terlihat heboh karena apa yang dilakukan kekasihnya. Membuat Sehun lagi-lagi harus mengakui bahwa kekasih hatinya -Byun Baekhyun- adalah seseorang yang bisa membuat orang di sekitarnya merasa bahagia.
Karyawan Baekhyun di butik, Luhan bahkan dirinya selalu merasa bahagia jika ada Baekhyun berada di sekitar. Membuat senyum bangga terlihat di wajahnya sampai suara Luhan terdengar menyapa "Direktur?"
"huh?"
"Anda melamun?"
Sehun tertawa kecil seraya menenggak airnya. Dia pun tertawa sebelum menjawab Luhan dengan yakin.
"Ya sedikit. Aku hanya merasa bersyukur bisa memiliki Baekhyun -ani- aku sangat beruntung karena mencintai Baekhyun." Katanya tegas membuat senyum terlihat di wajah Luhan.
"Anda benar direktur. Anda sangat beruntung memiliki Baekhyun-... Baekhyunku." Timpalnya ulang sebelum
Drrrt...drrtr
"Omo!"
Luhan memekik senang saat nama Kai terlihat di ponselnya. Jantungnya bahkan berdegup terlalu senang mengingat kali ini Kai tidak melupakan ulang tahunnya.
Membuat Luhan salah tingkah bersamaan dengan tatapan Sehun yang terus memperhatikan Luhan.
Dan menyadari Sehun tengah menatapnya membuat Luhan sedikit tak enak hati pada atasannya. Dia pun mengambil cepat ponselnya sebelum
"Aku akan menambah air untukmu direktur."
Luhan mengambil cepat gelas Sehun, segera bergegas menuju dapur sebelum
Sret...!
"Sayang."
"Ngghhh deeper Kai-...aahh."
PRANG...!
Tatkala desahan nista itu terdengar dari ponselnya, tangan Luhan secara refleks menjatuhkan gelas milik Sehun.
Telinganya tak mempercayai apa yang dia dengar. Tapi saat suara itu semakin terdengar maka Luhan tak lagi memiliki alasan untuk mengelak bahwa saat ini, di malam ulang tahunnya-... Dia sedang dikhianati.
"Soo-...nghhh!"
"Aahh-...nggh...Kaii-ngghh!"
BRAK!
Dua kaki Luhan tak bisa lagi menopang tubuhnya. Tangannya mati rasa tak bisa lagi memegang ponsel.
Detik berikutnya dia hanya bisa terdiam mencerna semua yang terjadi sampai
"Kai-...hmphhh."
Luhan membekap kencang mulutnya. Takut jika Sehun atau Baekhyun mendengar kekacauan yang dia buat.
Luhan paling benci saat seseorang menghujat kekasihnya namun sepertinya dia kehabisan alasan untuk membela Kai jika seperti ini.
Suara desahan pria yang dia tebak adalah Kyungsoo terus terdengar hingga rasanya Luhan ingin berteriak namun sial Sehun sudah datang menghampirinya
"Luhan? Ada apa?"
"huh?"
"Apa yang terjadi?"
Luhan sangat bingung menjawab pertanyaan Sehun. Sesekali dia tersenyum namun di detik yang sama dia menangis pilu.
Dia terus melakukannya selama dua menit sampai akhirnya dia tertunduk dan dengan lirih bergumam
"Kai-....haaah-...Aku... Kai-... hksssss!"
Luhan memukul kencang dadanya berharap bisa berbicara dengan benar namun akal sehatnya sudah digantikan dengan emosinya.
"Luhan?"
"Kaidiategasekalipadaku. Dia-... hkskss..."
Kali ini Sehun yang dibuat bingung. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Luhan, yang dia tahu Luhan menangis sambil memandang ponselnya.
Dia pun mencoba mengambil ponsel Luhan da tak sengaja melihat nama Kai. Berniat untuk memberikannya pada Luhan sebelum dengan telinganya sendiri Sehun mendengar
"Bersama soo-...nghhh / aah-...Kaiiii nghhhh!"
"KIM JONGIN ARGGGHHH!"
Tangisan Luhan semakin terdengar memilukan. Detik berikutnya dia berdiri dan tak lama berlari keluar apartemen mengabaikan wajah Sehun yang begitu terkejut menyadari situasi saat ini.
"Tidak mungkin..."
"LUHAN!"
Bersamaan dengan teriakan sang kekasih, Sehun bergegas menghampiri Baekhyun. Melihat ketakutan di wajah kekasihnya sebelum membawa Baekhyun ke pelukannya.
"Sehun ada apa dengan Luhan? Kenapa dia menangis? Aku harus mengejarnya!"
"sst…Sayangku tenanglah. Sepertinya Luhan entahlah….Sepertinya ini berkaitan dengan kekasihnya."
"Kai? Astaga ini buruk-…Aku harus mengejarnya."
Dan saat Baekhyun berniat mengejar Luhan maka Sehun semakin mendekapnya erat. Merasa begitu bingung karena baru kali pertama melihat bagaimana seseorang dikhianati oleh kekasihnya di malam ulang tahunnya.
Sehun pun terus mendekap Baekhyun hingga kekasihnya tenang dan tak lagi menjerit histeris.
"Kau sudah lebih baik?"
"Sehun -hks- Kau harus mengejar Luhan. Dia akan sedih jika aku yang melakukannya. Kau harus-…Aku mohon sayang."
"Baiklah aku akan mencari Luhan."
"Dia hanya akan berada disana tiap kali bertengkar dengan Kai."
Baekhyun kembali meracau tak jelas sampai hati Sehun sakit melihatnya. Dia pun menangkup wajah Baekhyun dan mencium kening kekasihnya.
"Sayang tenanglah aku akan mencari Luhan. Hanya-….Hanya katakan apa yang terjadi."
.
.
.
.
BLAM…!
Dan disinilah Sehun-….Di tempat yang diberitahukan Baekhyun padanya.
Satu-satunya tempat yang akan dikunjungi Luhan jika dia tertekan.
Perlahan kaki Sehun menuju ke arena tribun, mencari dimana keberadaan Luhan di tempat seluruh pembalap liar melakukan aksi mereka di malam hari.
Dia pun terus berjalan menyusuri tribun kecil itu sampai terlihat sosok Luhan yang sedang memandang ke arah lapangan.
Sehun mengikuti kemana arah Luhan memandang sampai tak sengaja bibirnya tersenyum dan secara refleks menebak cerita Baekhyun bahwa adik Luhan yang lain adalah remaja tujuh belas tahun yang terlihat sangat tampan dengan lesung di pipinya.
"Jadi dia adikmu." Katanya bergumam menebak dan duduk tak jauh dari Luhan. Membiarkan Luhan menikmati waktunya sendiri sampai tak lama terlihat mobil-mobil mewah itu melesat cepat di lapangan.
Sehun bisa melihat mata Luhan hanya fokus pada satu mobil dan saat dirinya tersenyum lirih maka seluruh ucapan Baekhyun berputar jelas di benak Sehun.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan Kai dan Luhan?
Luhan-….Dia memiliki dua adik tiri
Lalu?
Salah satunya adalah aktor dari agensimu sayang.
Huh?
Kyungsoo.
Do Kyungsoo?
Ya-…Dia adik tiri Luhan. Dia memiliki darah ayah yang sama di tubuh mereka.
Lalu apa hubungannya dengan Kai?
Kyungsoo sangat membenci Luhan. Dia terus menyalahkan Luhan atas kematian ibunya, tapi Demi Tuhan Sehunna-…Luhan sama sekali tak bersalah. Ibunya hanya meminta bantuan karena Luhan sakit saat itu. Tapi di malam yang sama ibu Kyungsoo terkena serangan jantung dan meninggal di malam ulang tahun Kyungsoo.
Lalu?
Lalu dia menjadikan Luhan pusat kebencian hidupnya. Tujuannya menghancurkan Luhan dengan melakukan segala cara. Luhan tidak pernah merespon sebelumnya, tapi saat Kyungsoo menggunakan Kai sebagai tujuan menyakiti Luhan aku rasa Kyungsoo berhasil. Dia berhasil membuat Luhanku hancur Sehunna.
Ini mengerikan sayang. Kenapa Kyungsoo bisa setega itu pada Luhan.
Tak hanya tega-…Kyungsoo sangat keji pada Luhan. Dia bahkan beberapa kali mendekati adik Luhan yang lain untuk tujuan lainnya menghancurkan Luhan.
Adik Luhan yang lain?
Ya-…Adik Luhan yang lain bernama Jung Jaehyun. Usianya tujuh belas tahun. Dan berbeda dengan Kyungsoo-….Jaehyun dan Luhan lahir dari ibu yang sama namun berbeda ayah.
Demi Tuhan aku tidak mengerti.
Singkatnya dengan Kyungsoo, Luhan memiliki ayah sama sementara dengan Jaehyun mereka memiliki ibu yang sama.
Dan aku tebak Jaehyun juga membenci Luhan?
Sangat-…Dia lebih membenci Luhan karena banyak hal. Remaja itu cenderung iri karena Luhan bersama dengan ibu mereka sejak kecil sementara di tumbuh dengan pukulan dari sang ayah. Jaehyun memiliki segalanya tapi dia membutuhkan sang ibu. Dan saat dia tahu ibunya masih hidup namun hanya membesarkan satu putra-…Jaehyun murka. Dia sangat membenci Luhan dan tak pernah membiarkan Luhan bisa menemui ibu mereka.
"Persaaanku saja atau hidupmu memang sangat mengerikan Lu?"
Tanpa sadar tangan Sehun terkepal di pahanya. Dari kecil dia memiliki ayah ibu yang lengkap dan begitu mencintainya. Sehun bahkan tak pernah merasakan kebencian seseorang karena statusnya.
Jadi saat mendengar seseorang memiliki banyak orang yang membencinya-…Sehun merasa takut. Takut jika orang tersebut tak ingin bertahan dan melakukan hal gila untuk mengakhiri hidupnya.
Sayang aku mohon bawa Luhan ke tempat aman. Dia akan sedih jika melihatku menangis. Bawalah dia ke suatu tempat. Aku mohon.
"Aku rasa kau memiliki tempatmu sendiri untuk bertahan. Ya kan Lu?"
BLAM…!
Ckit….!
Bersamaan dengan ucapan Sehun maka terlihat empat mobil balap itu berhenti di tempat mereka masing-masing. Sehun juga bisa melihat bibir Luhan tersenyum walau air mata terus membasahi wajahnya.
Tangannya yang kedinginan memberi tepukan bangga pada sang adik sampai di detik yang sama dia tertunduk -kelelahan- tebakan Sehun.
Sehun pun membuka jaketnya dengan cepat. Bergegas menuruni tribun sebelum
Sret…!
Dia duduk di seat row yang sama dengan Luhan. Memakaikan cepat mantel tebalnya sampai mata Luhan mengerjap lucu seolah mencari siapa yang memberikan mantel hangat ini padanya.
"Direktur Oh?"
Sehun tersenyum saat Luhan memannggilnya. Dia pun segera duduk di samping Luhan sebelum meniup kencang tangannya yang mulai merasa dingin "Jadi yang mana adikmu?"
"huh?"
"Aku bertanya yang mana adikmu?"
"ah-…Baekhyun yang memberitahumu?"
Sehun hanya tertawa kecil dan Luhan menganggapnya sebagai jawaban. Dia pun sedikit membenarkan mantel yang diberikan Sehun sebelum menunjuk pada anak lelaki yang sebelumnya Sehun tebak memanglah adik Luhan
"Yang memakai jaket merah bertuliskan JJ. Dia adikku."
"Tepat! Aku menebaknya dengan tepat kalau begitu."
Kali ini Luhan yang tertawa. Dia pun memandang adiknya tak berkedip lalu dengan bangga mengatakan "Deskripsi untuk Jaehyunku hanya tinggi dan tampan. Jadi kau tidak akan mengalami kesulitan mengenalinya."
"Kau benar. Adikmu sangat tampan."
Luhan mengangguk bangga sebelum keheningan menyergap dua pria yang kini sama-sama menatap kosong ke depan. Rasanya Luhan ingin meminta Sehun pergi, tapi dia tahu jika meminta Sehun pergi itu artinya membuat Baekhyun sedih. Dia pun hanya diam menikmati dinginnya malam dengan senyum Jaehyun yang membuatnya hangat.
"Lalu kenapa kau tidak menemui adikmu?"
Tersenyum lirih adalah hal yang Luhan lakukan sebelum menatap wajah tampan kekasih sahabatnya "Kau tahu direktur Oh?"
"Apa?"
"Aku memiliki dua adik dan keduanya membenciku dengan hidup mereka. Bagaimana menurutmu?"
"Sangat menjengkelkan."
"Kau benar! Mereka sangat menjengkelkan-…Tapi aku merindukan dua adikku."
Diam-diam Luhan bergumam sangat lirih. Bibirnya tersenyum namun tidak dengan matanya.
Dan Sehun lagi-lagi membiarkan Luhan larut dalam dunianya sendiri sampai yang terlihat lebih cantik tersenyum tulus menatapnya "Aku sudah baik direktur. Kau boleh pergi. Katakan pada Baekhyun untuk tidak menangis."
"Dia menangis-…Dia takut kau terluka."
Luhan tersenyum lagi dan langsung merindukan sahabatnya dengan cepat "Dia selalu seperti itu padaku. Terkadang sangat protektif sampai membuatku bergantung padanya."
"Kalau begitu kau sudah tahu tugasku kan? Aku harus membawamu ke tempat yang aman dan layak."
"Aku akan segera pulang ke apartementku Direktur."
"Aku akan mengantarmu kalau begitu."
Tak ada lagi yang berbicara setelah Sehun dengan keras kepala akan mengantar Luhan. Keduanya pun hanya menikmati udara dingin sampai suara Luhan kembali terdengar.
"Kau lihat remaja berparas cantik yang sedari tadi dipeluk adikku?"
"Ya aku melihatnya. Awalnya aku mengira dia adikmu-…Dia lebih mirip denganmu."
"Banyak yang bilang seperti itu." katanya terkekeh sampai Sehun kembali bertanya "Dia siapa? Kekasih adikmu?"
Luhan mengangguk membenarkan dan tanpa ragu meminta izin pada Sehun "Tapi aku butuh izin darimu untuk melakukan sesuatu."
"huh?"
"Namanya Lee Taeyong. Dia sangat berbakat menulis lagu, aku juga beberapa kali mendengar kemampuan rap nya. Dia tidak kalah dengan Kai."
"Lalu?"
"Lalu bolehkah aku mendapatkan hak khususku sekali lagi untuknya? Aku ingin mendebutkannya sebagai bagian dari tim kita."
Kerutan di dahi Sehun digantikan tawa kecil dari sang direktur. Dia tidak menyangka Luhan bisa sangat lucu saat memintanya untuk memberikan hak khusus sekali lagi. Membuatnya tak bisa berhenti bertawa disambut tatapan penuh harap oleh Luhan.
"Sekali lagi direktur. Aku mohon."
"ekhm! Adikmu bahkan lebih masuk kualifikasiku. Kenapa tidak dia saja?"
"Andwae! Jaehyunku tidak akan -bukan- dia tidak boleh bergabung dengan agensi mana pun! Kehidupan sebagai public figur sangat melelahkan. Aku tidak mau dia terluka."
"Kau melindungi adikmu dengan mengorbankan orang lain? Begitu maksudmu?"
"Bukan seperti itu direktur Oh. Jujur saja aku sangat membenci kehidupan liar adikku. Berkali-kali aku melarangnya namun berkali-kali pula dia semakin membenciku. Pernah sekali dia akan memukulku tapi hanya satu pria yang bisa membuatnya tenang dan itu Taeyong. Aku hanya-…"
Luhan berbicara panjang lebar sebelum kembali bicara menjelaskan "Aku hanya ingin adikku memiliki motivasi hidup lebih baik jika kekasihnya hidup dengan baik pula. Bisakah?"
"Kau yakin dengan rencanamu?"
"Sangat yakin direktur. Aku sudah beberapa kali bicara dengan Taeyong dan dia mengatakan akan memikirkan tawaran dariku. Bisakah direktur?"
Sehun terdiam sejenak mendengar permintaan Luhan. Memperhatikan bagaimana Luhan memohon adalah sesuatu yang mungkin tidak akan pernah bisa ditolaknya.
Sehun pun diam-diam menolak menatap mata Luhan sebelum mengangguk menyetujui keinginan sang manager "Baiklah. Kau mendapatkan hak khususmu sebagai manager. Kau bisa membuat kekasih adikmu sebagai trainee di perusahaan kita."
"yeah!"
Luhan memekik senang sementara Sehun diam-diam tersenyum. Keduanya pun kembali melihat ke lapangan sampai sekali lagi-….Sehun berniat memastikan keadaan Luhan.
"Bagaimana hatimu?"
"huh?"
"Aku tahu rasanya pasti sangat sakit?"
"Direktur apa yang kau bicarakan?"
"Aku mendengar bagaimana kekasihmu-…."
"Aku baik. Sungguh! Jadi bisakah kau-…."
Setiap kali mengingat bagaimana Kai menghianatinya hati Luhan memanas-…Sesuatu seperti mencengkramnya kuat di dalam sana.
Dia sudah lebih baik sejak kedatangan Sehun. tapi saat kekasih sahabatnya itu bertanya tentang bagaimana hatinya-….Ingin rasanya Luhan menjawab hancur. Tapi dia tahu itu tidak membuat keadaan menjadi lebih baik.
Luhan kemudian menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya sebelum memohon pada Sehun "Jadi bisakah anda berhenti bertanya padaku? Aku lelah."
Punggung Luhan bergetar lagi dan saat tangisannya tak bisa ditahan lagi maka Sehun hanya membiarkan pria yang hatinya baru saja disakiti itu menangis, membiarkan Luhan melewatkan malam ulang tahunnya yang mengerikan untuk menjadi lebih kuat esok hari.
"Baiklah Luhan. aku akan berhenti bertanya. Hanya menagislah dan buat hatimu tenang."
"Aku-…Aku tidak ingin menangis!" katanya berpura-pura kuat lalu berakhir terisak lagi di depan Sehun. "Aku hanya tidak menyangka Kai setega itu padaku."
Sehun membiarkan Luhan meracau sesuka hatinya. Dia tidak pandai menghibur hati yang terluka tapi yang dia tahu dia selalu merasa tenang jika seseorang mengusap punggungnya saat dia sedih.
"hksss….."
Diam-diam Sehun menyentuh tengkuk Luhan. Mengusapnya perlahan sementara Luhan semakin terisak hebat di sampingnya. "Menangislah sebanyak yang kau mau. Aku menemanimu Luhan."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan paginya….
.
.
"Apa yang aku lakukan disini?"
Tempatnya berdiri saat ini adalah di depan ruangan bertuliskan "EXO's" itu artinya dia berada di ruang tunggu salah satu grup paling berpengaruh di Korea. Ini bukan hal baru mengingat beberapa dari anggota EXO juga merupakan temannya.
Tapi disaat dia harus kembali pada kenyataan maka Luhan tersenyum lirih.
Menyadari bahwa didalam sana ada kekasihnya yang berkhianat membuat Luhan ragu untuk mengetuk pintu.
Sesekali dia mengangkat tangannya untuk mengetuk lalu detik berikutnya dia menurunkan tangannya. Berniat untuk mengakhiri kegilaan ini sekarang juga sebelum suara sang Main Vocal sekaligus kekasih sahabatnya Xiumin terdengar menyapa
"Lu? Kenapa hanya berdiri diluar? Masuklah!"
"Kim Jongdae! Kebetulan sekali aku bertemu denganmu!"
"Ada apa? Masuk saja dan temui Kai serta anggota yang lain."
"Tidak-..Tidak perlu. Aku hanya-…"
"Luhan?"
Sialnya suara sang kekasih terdengar saat ini, membuat Luhan ingin berteriak karena tak siap bertemu dengan Kai mengingat apa yang dia lakukan malam tadi bersama Kyungsoo.
"Sayang aku menghubungimu berkali-kali. Kenapa kau tidak menjawab panggilanku?"
Luhan pun tak bergeming saat Kai membalikan tubuhnya, memaksa kedua mata mereka bertemu namun Luhan abaikan pada akhirnya "Aku sibuk." Katanya singkat dan memaksa Kai melepas tangan yang mulai mengekang pergerakannya.
"Hey Chen, bisa aku menitipkan ini pada Seughwan hyung?"
Dan saat Luhan berusaha menolak melihatnya maka Kai dengan segala keegoisannya kembali menyita perhatian Luhan. Dia melihat rundown acara EXO malam ini. Sedikit emosi menyadari kedatangan Luhan ke ruang tunggu EXO bukan karena ingin menemuinya melainkan karena kertas sialan di tangannya. Membuat Kai begitu kesal dan
Sret….!
"KAI-..!"
"Hyung, bawa jadwal kita ke dalam. Aku perlu bicara dengan Luhan."
Jongdae ragu pada awalnya, namun saat mata Kai menatapnya penuh emosi maka dia hanya mengambil kertas itu dan segera masuk ke ruang tunggu EXO "Baiklah aku akan meninggalkan kalian berdua. Hanya jangan bertengkar. Oke?"
Luhan tertawa sinis sementara Kai menatap si rusa seperti serigala lapar, membuat Luhan mengumpulkan nyali untuk menolak kekasihnya sebelum suara berat Kai lebih dulu terdengar "Kita perlu bicara."
"Tidak ada yang perlu dibicarakan."
"oh ya? Kalau begitu aku memiliki banyak pertanyaan untukmu." Katanya menarik lengan Luhan menuju tempat yang lebih sepi. Membawa kekasihnya bersandar dinding sementara dia mulai mengunci pergerakan Luhan.
"Apa yang kau lakukan? Banyak mata yang bisa melihat kita Kai!"
"Aku tidak peduli."
"Kai lepas-…Aku harus pergi."
"Tidak sampai kau menjelaskan alasan mengapa kau bersikap dingin. Kau bahkan tidak menatap mataku Lu!"
"Bukan urusanmu! Lepas-.."
"LUHAN!"
Ada dua hal yang membuat Luhan terdiam saat ini.
Pertama karena Kai membentaknya.
Kedua karena bayangan Kai bercinta dengan Kyungsoo membuat hatinya kembali kacau.
Mata Luhan memanas mengingat bagaimana Kai dengan tega berselingkuh darinya. Dia bahkan tergoda untuk menampar wajah di depannya jika tidak menyadari lebih dulu bahwa Kai hanya dijadikan tumbal oleh Kyungsoo untuk menyakiti dirinya.
Dia pun terus menahan diri untuk tidak berkata kasar, hingga isakan itu murni keluar dari bibirnya namun dengan alasan berbeda tentu saja.
"Sayang maaf membentakmu hmm… Tapi katakan padaku ada apa denganmu? Aku takut sekali jika kau marah.
Dan saat suara Kai mulai lembut maka Luhan tidak membuang kesempatan untuk menangis sejadinya di pelukan sang kekasih. Memanfaatkan keadaan ini untuk terlihat menyedihkan di depan Kai tanpa harus mengatakan yang sebenarnya "hksss…"
"Lu…."
Entah mengapa Kai merasa tangisan Luhan sedikit tidak wajar, dan satu yang dia ketahui jika Luhan sudah menangis pilu seperti ini-…Itu artinya seseorang telah menyakitinya terlalu dalam. Membuat hatinya ikut tergores sakit dan secara refleks memeluk kekasihnya.
"sst…sayangku. Siapa yang menyakitmu. Katakan padaku!"
"KAU-…KAU YANG MENYAKITIKU KIM JONGIN!"
Luhan menggigit kuat leher Jongin dan berteriak tertahan disana. Sedikit memukul dada bidang kekasihnya dan menangis kuat disana. "Kau jahat-…Kau yang menyakitku-…hksss.."
"Aku?"
Luhan mengangguk membenarkan tebakan Kai. Membuat sang dancing machine itu tergagap bingung dan mulai menyesali kesalahannya pada Luhan "oh tidak-….Maafkan aku Lu. Maafkan aku jika membuatmu kesal. Sekarang katakan apa yang aku lakukan?"
Banyak…Banyak kesalahan yang kau lakukan Kim!
Kai bahkan mengakui sendiri betapa banyak kesalahan yang dia lakukan pada Luhan. dia bahkan dengan teganya bercinta dengan Kyungsoo di malam pergantian hari lahir kekasihnya.
Jika bukan karena dia mencintai Luhan, mungkin dia sudah mengatakan semuanya dan mengakhiri hubungan mereka secara baik-baik.
Namun sayangnya Kai sangat mencintai Luhan, dia tidak tahu harus melakukan apa jika hubungannya dengan Luhan berakhir, karena tanpa Luhan dia tidak bisa hidup walau nyatanya dia berselingkuh dan menghianati sang kekasih malam tadi -tidak- dia sudah menghianati Luhan hampir enam bulan ini.
Dia diam-diam menjalin hubungan dengan Kyungsoo selama enam bulan ini.
Kai bisa merasakan hatinya memilih dimana cintanya ingin tinggal. Karena dengan Kyungsoo dia hanya bermain api.
Tapi dengan Luhan dia ingin membangun rumah tangga.
Dan saat Luhan terlihat sangat terluka maka sudah bisa dipastikan kesalahannya pastilah sangat fatal dan dia takut Luhan akan meminta putus darinya..
"Apa yang aku lakukan Lu? Katakan padaku agar aku mengerti."
Dan saat Kai bertanya bingung maka Luhan melanjutkan kalimatnya dengan mengatakan
"Aku menunggumu sampai jam tiga pagi tapi kau tidak kunjung datang. Hari ini hari ulang tahunku tapi kau terlambat mengucapkannya padaku. Aku membencimu Kim Jongin!"
Kata "Benci" disini seperti mewakili keadaan Luhan yang sebenarnya. Dia memang membenci Jongin karena menghianatinya namun tak bisa mengatakan secara langsung karena Kyungsoo hanya mendekati Kai untuk menyakitinya.
Tapi bagaimana jika Kai tidak datang karena dia benar-benar mencintai Kyungsoo?
Bagaimana jika dia bercinta dengan Kyungsoo karena memang dia ingin bersama Kyungsoo dan bukan karena nafsu?
Bagaimana jika Kai benar-benar mencintai Kyungsoo?
Bagaimana jika-…
"ah-…Jadi rusaku sedang merajuk?"
Dan saat Kai mengusap dahinya yang berkerut maka saat itu pula fokus Luhan tertuju pada pria berkulit tan miliknya. Luhan bahkan bisa menangkap tatapan lembut yang dia rindukan dari sang kekasih. Sedikit terhipnotis sampai tak sadar dia mengatakan hal gila yang membuatnya terlihat "gampang"
"Aku merindukan kekasihku. Apa salah?"
Jemari lentiknya bermain di kemeja sang kekasih.
Bibirnya merajuk lucu tanda dia tak suka dilupakan.
Tak ada lagi kemarahan seperti beberapa menit lalu yang ada hanya rasa rindu
Rindu…
Dan rindu.
"Aku janji setelah acara malam ini aku akan menemanimu sepanjang malam."
"Janji?"
Kai tersenyum tulus sebelum mengatakan
"Ya sayang. Aku janji."
Keduanya bertatapan lembut sampai yang lebih tinggi merengkuh pinggang si mungil dan mencium sayang bibir sang kekasih.
Melumatnya lembut dengan segala rasa bersalah yang dimiliki hatinya.
Dan jika Kai melakukannya karena rasa bersalah maka Luhan nyaris tak bisa merasakan cinta di ciuman sang kekasih.
Cara Kai menciumnya sangat berbeda -tak lagi hangat dan bergairah- ciuman itu terkesan dingin dengan segala kebohongan yang disembunyikan. Membuat hati Luhan menjerit sakit sampai tak sengaja matanya melihat pria yang sukses membuat hubungannya dan Kai asing seperti ini.
Luhan tak lagi fokus pada ciuman Kai yang terasa asing untuknya. Dia hanya memperhatikan kemana Kyungsoo pergi sebelum
"haah-….Sayang. Aku rasa cukup. Kau harus bersiap."
Kai sedikit bingung pada awalnya, namun saat Luhan terlihat sibuk maka dia hanya tersenyum dan menangkup wajah mungil rusanya "Kita akan merayakan ulang tahunmu malam nanti. Jadi tunggu aku setelah acara ini berakhir hmm?"
Luhan mengangguk -agak- senang dengan ucapan sang kekasih. Tak banyak berharap memang-…Dia hanya menatap kekasihnya sebelum tersenyum kecil dan menjawab
"Aku menunggumu Kai." Katanya mencium pipi Kai lalu bergegas pergi meninggalkan sang kekasih.
Hatinya sudah lelah mengalah
Dan saat dia memiliki kesempatan untuk menegaskan kepada siapa Kai pantas untuk disandingkan maka disinilah Luhan-….Berada di depan ruang tunggu Kyungsoo untuk bicara dengan adik tirinya.
Dan saat tangannya hendak membuka ruang tunggu Kyungsoo maka terdengar pula dua suara bersahutan mesra sedang berbicara di ruang sang artis.
"Tapi kau pucat sayang. Apa kau yakin baik-baik saja?"
Luhan bisa melihat disana Kyungsoo sedang berbicara dengan sang kekasih. Dan tak perlu ditanya siapa kekasih solois ternama seperti Kyungsoo karena Park Chanyeol adalah jawabannya.
Direktur kedua di JYC ent itu terlihat tak segan datang menghampiri artis nomor dua paling berpengaruh di OSH ent dan berbicara mesra di ruang tunggu.
Keduanya bahkan terlihat membenarkan pakaian masing-masing tanda bahwa sepertinya mereka telah melakukan sesuatu yang "panas"
Posisi Kyungsoo sedang mengancingkan kemeja Chanyeol sementara Chanyeol memakaikan pakaian perform Kyungsoo malam ini. keduanya juga tak berhenti saling melumat sampai Kyungsoo meminta jeda dan terlihat kelelahan menatap sang kekasih.
"Aku baik Yeol…"
"Tapi kau terlihat pucat Soo."
Yang lebih kecil tersenyum sangat lucu. Diapun berjinjit untuk mencium bibir kekasihnya sebelum bersandar di dada bidang sang kekasih "Aku sedikit lelah. Tapi akan baik-baik saja."
Chanyeol mencubit gemas pipi bulat sang kekasih sebelum berakhir membalas pelukan Kyungsoonya "Aku akan menemanimu malam ini."
"Janji?"
Menghapus keringat sang penyanyi adalah hal yang dilakukan Chanyeol untuk mendekap kekasihnya lebih erat "Janji Soo."
Kyungsoo pun tersenyum lalu mendorong tubuh besar kekasihnya ke depan pintu. Sedikit mengusir kekasihnya seraya berkata
"Tunggulah di tempatmu."
"Wae? Aku ingin melihat penyanyiku bersiap."
"Aku gugup tiap kali kau melihatku Yeol. Jadi jangan berpura-pura bodoh dan lekas tunggu aku di mejamu."
Lesung pipi Chanyeol terlihat tanda dia tersenyum sangat bahagia. Dan saar Kyungsoo mengatakannya dengan cara yang menggemaskan maka si pria tinggi tak bisa menahan diri untuk tidak mencubit dua pipi bulat kekasihnya.
"Baiklah aku tunggu kau di mejaku. Aku yakin kau akan membawa banyak penghargaan Soo."
"Gomawo Chanie.."
"uncch…Gemas sekali."
Luhan bahkan harus bersembunyi saat dua pasang kekasih itu saling mengucapkan kata yang dipenuhi cinta.
Dia juga bisa melihat Kyungsoo menatap Chanyeol begitu tulus layaknya seseorang yang rela melakukan apapun agar kekasihnya bahagia.
Tapi kenapa?
Kenapa Kyungsoo tega melakukan ini semua?
Bukankah hati Chanyeol juga akan terluka jika dia mengetahui apa yang sedang dilakukan Kyungsoo?
Hanya untuk membalas dirinya Kyungsoo rela menggunakan hati dan tubuhnya untuk menggoda Kai.
Apa itu pantas?
"Itu sama sekali tidak pantas."
Luhan menggeram marah mengingat apa yang dilakukan Kyungsoo. Dan saat Chanyeol berjalan pergi maka dia tidak membuang kesempatan untuk menemui Kyungsoo dan berbicara langsung dengan adik tirinya.
BRAK…!
Sesaat kepalanya memang sedang berdenyut sakit, dia juga mengira yang membuka pintu adalah Lee Kwangsoo -manager hyungnya.- Membuat sang aktor merengek dengan kepala yanh tersembunyi di meja riasnya "Hyung ambilkan aku obat pereda nyeri."
"….."
"Hyung cepat!"
"…."
Kwangsoo yang biasanya akan selalu merespon ucapan yang dia lontarkan. Bukan diam tak menjawab seperti ini membuat sang aktor mengangkat wajahnya dan menyeringai mendapati bukan manager hyungnya yang berada di ruang tunggu melainkan…
"Ah-….LU HYUNG!"
Sungguh banyak penekanan dan kebencian saat memanggil nama pria yang sialnya adalah sang kakak tiri. Membuat Kyungsoo merasa ini begitu menarik menebak bahwa kedatangan Luhan adalah karena malam tadi dia baru saja berhasil membuat kekasih bodohnya tunduk dan mendekapnya.
"Silakan duduk hyung! Nanti kau lelah. Jika kau lelah kau bisa mati. Ah-…Atau memangh seharusnya kau mati?"
Luhan bergerak cepat mendekati Kyungsoo. Menarik paksa pergelangan tangan adiknya sebelum
BRAK…!
Dia memojokkan tubuh Kyungsoo ke dinding. Menatap penuh kemarahan namun tak bisa menyembunyikan rasa lelahnya karena harus terus berhadapan dengan kebencian Kyungsoo.
"Hentikan."
Kyungsoo tertawa meremehkan sebelum menghempas kasar tangan Luhan. sedikit memojokkan balik hingga kaki Luhan melangkah mundur sementara bibirnya terus berucap keji.
"Hentikan apa hyung? Kenapa aku harus berhenti? Shirheo!-…Aku tidak akan berhenti sebelum kau benar-benar hancur."
Luhan berhenti melangkah mundur diikuti Kyungsoo yang berdiri tanpa jarak di depan kakak tirinya. Keduanya saling bertatapan sampai Luhan mendesis namun mengalah untuk tidak membuat keadaan semakin mencekam
"Jauhi Kai."
"Jauhi Kai? Bagaimana bisa? Dia bahkan sangat menikmati tubuhku malam tadi. ah-….Kau tidak tahu bagaimana dia memujaku setiap kali kami berada di tempat tidur hyung. Dan lagi-...Dia sangat menggairahkan untuk-…."
"DO KYUNGSOO!"
Ruang tunggu Kyungsoo dipenuhi teriakan Luhan, membuat sang aktor begitu takjub tak menyangka bahwa akhirnya dia bisa memancing kemarahan Luhan.
Karena selama ini-…Setelah bertahun-tahun kebencian yang dirasakannya. Tak sekalipun Luhan berteriak marah atau merespon segala hal keji yang dia perbuat.
Namun saat semua ini berkaitan dengan Kim Kai -kekasihnya- maka sepertinya Kyungsoo menemukan apa yang paling dicintai pria sialan di depannya.
Dia pun -lagi- tertawa keji sebelum mendesak Luhan dan membuatnya semakin terpojok "Aku tidak akan menjauhi Kai sebelum kau menderita. Aku akan terus mendekatinya dan membuatnya tergila-gila padaku. -tidak- kekasihmu sudah tergila-gila padaku. Hanya tinggal menunggu waktu SAMPAI DIA MENINGGALKANMU SIALAN!"
"DO KYUNGSOO CUKUP!"
BRAK…!
Tangan Luhan bahkan sudah terkepal untuk memukul wajah Kyungsoo. Beruntung pintu itu terbuka dan menampilkan sang manager artis yang terlihat membeku di tempatnya.
"Luhan apa yang kau lakukan?"
Luhan pun mendorong kasar tubuh Kyungsoo sebelum sang aktor kembali memainkan bagiannya untuk terlihat menyedihkan di depan semua orang "Hyuuung kau kemana saja? Aku takut." Katanya mendekati Kwangsoo yang terlihat marah melihat Luhan.
"BERANI SEKALI KAU MENYAKITI KYUNGSOOKU!"
Giliran Luhan yang terlihat marah, dia pun berjalan mendekati Kwangsoo untuk berbisik memberitahu sang manager "Katakan pada artismu untuk menjauhi kekasihku. Kau dengar?" katanya menggertak Kwangsoo disambut senyum meremehkan dari Kyungsoo.
Dan saat Luhan berjalan pergi maka rasanya tak puas membuat hati kakak tirinya tidak semakin terluka. Dia pun segera melepas pelukan Kwangsoo untuk mengatakan
"Katakan pada kekasihmu untuk tidak tergoda pada rayuanku. Karena semakin dia tergoda akan semakin mudah untukku menghancurkanmu."
TAP!
Hati Luhan begitu panas mendengar setiap kalimat yang terucap dari bibir Kyungsoo. Tangannya terkepal erat dengan mata yang terpejam memikirkan bagaimana cara menghentikan kekejaman Kyungsoo padanya, pada Kai?
Luhan terus berfikir sampai sesuatu terlintas di benaknya. Dia pun kembali berbalik melihat Kyungsoo, memperhatikan kebencian di mata adik tirinya sebelum tersenyum-….Tersenyum begitu lirih dan dengan berat hati dia mengatakan
"Lalu jangan salahkan aku jika aku mendekati Direktur Park-….kekasihmu."
DEG!
Rasanya begitu asing saat Luhan mengancam balik dirimu, karena Luhan yang biasa hanya akan diam dan menikmati seluruh kebenciannya. Bukan mengancam balik dan tanpa ragu mengatakan akan mendekati kekasihnya untuk membalas apa yang dia lakukan.
Hal itu sontak membuat Kyungsoo menggeram marah, wajahnya berubah menjadi merah tanda dia murka dengan ancaman Luhan.
"brengsek-…KUBUNUH KAU XI LUHAN!"
"KYUNGSOO!"
Gerakan berikutnya dia berniat memukul Luhan jika Kwangsoo tidak menahan dan memintanya untuk tenang.
Luhan sendiri menikmati bagaimana kemarahan Kyungsoo hanya dengan satu kalimat pendek yang dia lontarkan. Membuat Luhan tersenyum kecil sementara hatinya memberontak tak tega melihat kebencian Kyungsoo yang semakin bertambah untuknya.
Tentu saja itu hanya kalimat asal yang dikeluarkan Luhan.
Dia tidak akan sampai hati melukai Kyungsoo dengan mendekati Chanyeol hanya karena ingin membalaskan dendam.
Tidak-…Luhan tidak menaruh dendam pada adik tirinya.
Karena sebaliknya-…Yang Luhan inginkan hanya dirinya, Kyungsoo dan Jaehyun hidup layaknya seperti saudara.
Namun saat kenyataan mengatakan hal yang bertolak belakang
Maka setidaknya disini-….Luhan berusaha membuat Kyungsoo merasakan sakitnya saat kekasihmu digoda hanya untuk membalas dendam kepadamu.
Karena jauh sebelum ketakutan yang Kyungsoo rasakan, Luhan sudah lebih dulu merasakan bagaimana sakitnya saat kekasihmu tergoda dan perlahan benar-benar melupakan dirimu dalam hidupnya .
Membuat lagi-lagi Luhan tersenyum sakit namun bertahan dengan ekspresi dinginnya saat ini. "Aku pergi."
"JANGAN DEKATI KEKASIHKU! JAUHI CHANYEOL-…LEPAS!"
"Kyungsoo tenanglah."
"KEMBALI KAU XI LUHAN!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"haaah-…."
Setelah menjauh dari ruangan Kyungsoo, Luhan mencari tempat untuk menenangkan diri. Berharap bisa melupakan apa yang baru saja ia katakan namun rasanya percuma karena semakin ia memikirkan maka semakin benci pula yang dirasakan Kyungsoo untuknya.
"rrhhh!"
"Luhan!"
Dan saat tangannya memukul dinding maka terdengar suara seseorang yang memanggilnya. Membuat emosi tak stabilnya itu terpaksa kembali terpendam sebelum menoleh dan mencari suara yang memanggilnya.
"Jin?"
"eyy! Lama tidak bertemu cutie!"
"Panggil aku cutie lagi dan kulempar wajan ke wajah tampanmu!"
Pencari bakat dari JYC ent itu bernama lengkap Kim Seokjin. Bisa dikatakan mereka berdua saingan untuk mendebutkan artis papan atas yang telah mendunia lewat tangan mereka. Karena jika Luhan bisa melahirkan EXO maka Jin tak mau kalah dengan mengenalkan BTS pada dunia. Keduanya termasuk teman dekat-…Terlalu dekat sampai rasanya Luhan mual dan jengah jika Jin sedang dalam mode gilanya.
"aigooo…Lulu lucu sekali."
Seokjin tertawa. Dia pun merangkul asal bahu Luhan seraya berbisik "Wajan itu untuk memasak. Dan kenapa rasanya aku sangat rindu padamu."
Secara gila pria yang tingkahnya selalu berlebihan itu memeluk Luhan, dia bahkan mengangkat tubuh Luhan seraya memutarnya untuk melepas rindu.
"Jin-aaa…"
"Ah rindu sekali pada Lulu!"
"KIM SEOKJIN TURUNKAN AKU ATAU-…"
"Jin? Luhan?"
Kedua pencari bakat itu terdiam saat dua suara memanggil nama mereka. Untuk Luhan dia segera mendorong tubuh Jin dan Jin sendiri hanya terkekeh melihat siapa yang memanggilnya. Keduanya cukup salah tingkah saat melihat Sehun dan Chanyeol yang berstatus "atasan" mereka kini telah menatap sedikit menyelidik pada mereka.
"Apa kalian sepasang kekasih?"
"yang benar saja!"
Chanyeol yang bertanya membuat Luhan mendengus kesal sementara Jin tertawa geli mendengarnya "Bukan direktur Park. Dia bukan kekasihku-…." Katanya merangkul Luhan sementara Luhan mengangguk membenarkan.
"Tapi dia istriku!"
"ASTAGA MULUTMU!"
Jin kembali harus menerima pukulan Luhan di depan dua petinggi pemilik agensi. Membuatnya mencoba mengerling Luhan namun gagal karena Luhan benar-benar memukulinya tanpa ampun "Lu…"
"Dasar mulut besar! Bagaimana bisa aku menjadi-…y-YAK! Aku bahkan merinding mengatakannya."
Luhan terus memukul Jin sementara Sehun dan Chanyeol hanya melihat tingkah dua pencari bakat. Untuk Sehun rasanya benar-benar aneh melihat kepribadian Luhan yang lain. Terkadang dia sangat cool, lalu berubah menjadi seseorang yang suka merengek lalu tak lama dia akan berubah sangat menyeramkan. Membuatnya mau tak mau terkekeh sebelum melihat rekan berlesung pipi di sampingnya.
"Kita pergi."
"Baiklah."
Keduanya pun bergegas meninggalkan Luhan dan Jin yang masih bertengkar. Berniat tak peduli sampai Sehun kembali berhenti dan berteriak memberitahu Manager sumber daya artisnya.
"Luhan"
"Ya direktur?" katanya menjawab tapi masih mengusak kesal rambut rekannya. Sehun sendiri merasa aneh melihat kedekatan sahabat kekasihnya dengan pria lain sebelum menggelengkan kepala dan dengan tegas mengatakan
"Cepat masuk. Acara kita akan segera mulai."
"Baik direktur."
"Ya Kim Seokjin kau juga masuk setelah selesai dipukuli. Mengerti?"
"Okay bos!-…aahhh Lu sakit!"
Jin merespon dengan ibu jarinya sementara Luhan masih terus memukul sesekali menjambak rambutnya yang tertata rapi. "Lu ampun…"
"Sehunna."
"huh?"
Matanya yang sedang fokus melihat dua managernya segera merespon Chanyeol. Dia pun terlihat kosong sebelum merespon ucapan sahabatnya.
"Ayo masuk."
Sekali lagi dia melihat bagaimana Luhan dan Jin kini tertawa. Dia mempelajari wajah Luhan dan tersenyum lega menyadari bahwa sahabat kekasihnya sudah terlihat lebih baik dari kemarin malam. Membuatnya sedikit mengangkat bahu sebelum menjawan ucapan Chanyeol
"Baiklah ayo kita masuk."
.
.
.
.
.
.
.
"Sudah selesai bertengkarnya?"
Dua pencari bakat itu sedang berada di toilet saat ini. Membersihkan wajah masing-masing dengan air sementara teman mereka yang lain begitu jengah melihat pertengkaran konyol yang terjadi di lobi venue malam ini.
"Salahkan Luhan. Dia terlalu agresif."
"ish!"
Yang disalahkan membalas cibiran melalui cermin. Dia menatap kesal pada temannya yang lain sampai mata Minseok -pria yang sedari tadi memarahi mereka- kembali menatap menyeramkan hingga membuat nyali Luhan menciut melihatnya.
"Sekali lagi kau bicara aku akan menjambak rambutmu!"
"Dasar wanita."
"Seok-Jin."
"araseo..araseo. Tak perlu mendesis." Katanya melihat Minseok dari cermin seraya membenarkan dasi kupu-kupu yang terlihat jelek karena Luhan menariknya kuat.
"Tampan sekali kau Jin-a." katanya memuji diri sendiri diikuti Luhan yang tak mau kalah "Sesungguhnya kau adalah yang paling tampan Lu."
"ck!"
Mata Jin dan Luhan kembali saling mendelik namun saat Minseok berdeham memperingatkan maka keduanya sama-sama tersenyum dan saling merangkul "Jadi Manager Kim apa kau siap menerima kekalahan dari EXO ku?"
"Kau tenang saja Manager Xi. Bangtan masih yang paling populer saat ini."
"omong kosong!"
Jin terkekeh mendengar gerutuan Luhan. Keduanya kini berjalan mendekati Xiumin yang masih melipat tangan di atas dada "Minnie-ya…Kami sudah siap."
"Bagus! Sekarang cepat masuk kedalam venue. Aku mengawasi seluruh trainee baru malam ini." katanya memberitahu dua manager gila yang tak pernah akur sampai terdengar suara kompak yang sangat mencurigakan baik dari Luhan maupun Jin.
"Baiklah kami masuk / Sampai bertemu nanti Xiu."
Dan setelah berpamitan pada Xiumin keduanya melenggang masuk ke dalam Venue. Sesekali Jin terlihat menyenggol kasar bahu Luhan dibalas tendangan bokong dari Luhan.
Terus seperti itu sampai mereka memasuki Venue diiringi bisikan lucu dari seluruh trainee yang sengaja diundang malam ini untuk memberi motivasi pada mereka.
"Bagaimana bisa kalian pencari bakat jika tingkah kalian seperti pencari masalah." Gumam Xiumin terkekeh sebelum meminta seluruh trainee dari street audition maupun trainee yang mengikuti audisi secara langsung untuk menempati venue yang sudah disediakan untuk mereka.
.
.
.
.
.
"Lu kita duduk disana."
Jin menarik tangan Luhan untuk duduk di kursi kosong yang tersedia, membuat Luhan yang sedang mengagumi dekorasi acara malam ini mau tak mau mengikuti kemana Jin membawanya pergi.
"That's my boys."
Saat Jin berteriak heboh maka Luhan bisa melihat BTS satu persatu memasuki Venue membuat seluruh penggemar mereka berteriak heboh sementara Luhan tertawa sedikit mencari dimana kekasihnya dan EXO berada.
"EXO…!"
Dan saat EXO-L berteriak memanggil idola mereka maka Luhan bisa melihat di layar besar Kris diikuti Suho dan Chen masuk ke dalam Venue. Di urutan ketiga ada Yixing terlihat berbincang bersama Tao dan terakhir-….Tentu saja kekasihnya yang terlihat sangat tampan malam ini.
Mata Luhan terkunci melihat bagaimana Kai tersenyum menyapa penggemarnya. Dia juga selalu mengagumi keramahan Kai pada penggemarnya sebelum terdengar Jin berbisik di telinganya
"Kau masih bersama dengan Kai?"
"huh?"
"Kau masih kekasihnya?"
Luhan tersenyum lirih mendengar pertanyaan temannya. Dia pun tertawa kecil lalu sedikit ragu menjawab apa yang ditanyakan Jin untuknya "Entahlah Jin. Aku merasa asing pada Kai akhir-akhir ini."
"Kenapa?"
"Banyak yang terjadi dan aku tidak ingin membicarakannya."
"Kim Seokjin-ssi – Luhan-ssi anda berdua diminta pindah di meja yang sama dengan Direktur dua perusahaan."
"Kami?"
"Ya anda berdua. Silahkan bergegas."
Jin bisa saja memancing Luhan lebih banyak lagi, namun saat staff meminta mereka pindah disamping tiga pendiri agensi mereka pun membuat baik Luhan maupun Jin tak bisa menolak dan segera berpindah untuk duduk.
"Kenapa kita harus pindah duduk bersama direktur?"
"Aku rasa kita juga akan diberikan penghargaan." Timpal Jin membuat Luhan kembali mendelik kesal.
"Bisa tidak sekali saja kau berhenti berkata bodoh?"
"Sulit jika itu denganmu." Katanya tertawa menggoda Luhan sampai suara Sehun terdengar menyapa mereka
"Kalian sudah berhenti bertengkar?"
"Tentu saja direktur Oh."
Jin yang membalas sementara Luhan hanya diam. Membuat baik Sehun maupun Chanyeol terkekeh kecil sebelum meminta dua pencari bakat yang mereka miliki segera duduk dan begrabung menyaksikan acara malam ini.
"Jin duduklah disana."
Jin segera memutar arah duduk di samping Yunho dan Chanyeol sementara Luhan mengambil tempat di samping Jin dan Sehun yang kini fokus pada acara penghargaan di depan.
Best Artist of the year
BANGTAN BOYS
"Yuhuuu…"
Terdengar Yunho dan Chanyeol bergumam senang sementara Luhan dan Sehun bertepuk menyambut kemenangan rival sekaligus partner mereka. "Sudah kubilang aku selalu selangkah lebih depan darimu."
Jin bahkan sengaja berbisik pada Luhan membuat si pemilik mata rusa harus memiliki kesabaran ekstra jika tidak ingin bertengkar dengan agensi sebelah. "Terserahmu saja."
Best album of the Year
EXO!
Setelah BTS memberikan ucapan terimakasihnya kini giliran EXO yang maju ke depan panggung. Keenam anggota berparas tampan itu terlihat menikmati kemenangan bertajuk acara amal ini dengan mengucapkan rasa syukur mereka.
Sehun bahkan bisa melihat Luhan hanya fokus pada satu orang dan saat orang yang dilihatnya berbicara maka hanya senyum tulus yang terlihat di wajah cantiknya malam ini
Bagaimana bisa dia tersenyum setelah malam tadi dia dikhianati?
Kira-kira seperti itulah pikiran Sehun membuatnya terus menatap Luhan sampai tak sengaja mata mereka bertemu dan Sehun segera mengalihkan pandangannya memberi tepukan untuk kemenangan tertinggi yang di dapatkan EXO
Luhan hanya tersenyum kecil melihat bagaimana kekasih sahabatnya menatap iba pada dirinya. Dia pun tak bisa menyangkal bahwa malam tadi sedikit banyak Sehun berhasil membuatnya lebih tenang.
Dan tersenyum pahit adalah satu-satunya hal yang bisa Luhan lakukan sebelum nama
DO KYUNGSOO!
Dipanggil sebagai penerima penghargaan aktor terbaik dari OSH ent.
Matanya secara refleks menatap bangga pada adik tirinya karena dalam waktu singkat Kyungsoo bisa menunjukkan bahwa dia sangat berbakat di dunia seni peran dan tarik suara.
Dan mengabaikan bagaimana bencinya Kyungsoo pada dirinya-…Luhan tersenyum tulus
Terlalu tulus sampai rasanya dia lupa rasanya marah pada Kyungsoo.
Dia tahu bagaimana perjuangan Kyungsoo untuk sampai di tempatnya berdiri saat ini. Oleh karena itu hanya raut bangga dan senyum yang bisa ditunjukannya sama seperti yang dilakukan Chanyeol saat ini.
"Aku sangat bangga pada kekasihku."
Sehun tentu tak sampai hati memberitahu siapa Kyungsoo pada sahabatnya. Rasanya salah melihat Chanyeol tertawa sementara dibelakangnya Kyungsoo sedang berkhianat. Dia pun hanya tertawa kecil sebagai jawaban sementara saat melihat ke samping kiri dia kembali dibuat tertegun karena saat ini Luhan sangat menikmati ucapan terimakasih yang diucapkan Kyungsoo saat ini.
Bagaimana bisa dia selalu tersenyum?
Bahkan jika Sehun yang berada di posisi Luhan dia akan maklum saat Luhan berlari ke atas panggung dan memberi pelajaran pada pria yang merebut kekasihnya bukan tersenyum tulus dan terlihat haru saat melihat musuhmu menerima penghargaan.
Kyungsoo artisnya-…Sehun mengetahui itu. Tapi Kyungsoo tak bisa disebut manusia jika mendekati kekasih orang lain hanya untuk menyakiti Luhan, kakaknya.
Dan seberapa banyak Sehun memikirkannya rasanya tak masuk akal jika Luhan terus tersenyum sementara malam tadi dia sangat terluka.
Entahlah
Pikir Sehun sedikit bingung. Dan seolah tak ingin terlibat dengan masalah artis dan karyawannya-..Dia pun ikut mendengarkan ucapan terimakasih yang diberikan Kyungsoo saat ini
Untuk direktur Oh Sehun-…Terimakasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan padaku.
Untuk seluruh tim ku, Kwangsoo hyung. Minji Noona. Dan seluruh yang tak bisa aku sebutkan satu-persatu terimakasih karena sudah selalu berada di sampingku.
Kyungsoo sendiri sedang merasa sakit malam ini. Kepalanya terus berputar hingga keringat membanjiri wajahnya. Penglihatannya juga berangsur kabur hingga rasanya sulit untuk fokus. Namun saat matanya bertemu dengan mata sang kekasih. Maka Kyungsoo kembali tersenyum untuk mengucapkan rasa terimakasihnya pada Chanyeol, kekasihnya.
"Dan terakhir untuk seseorang yang kehadirannya selalu memberikan semangat untukku. Tanpamu mungkin aku tidak bisa sampai di tempatku saat ini. Terimakasih karena selalu mengerti bagaimana sulitnya menjadi diriku. Terimakasih sudah menjagaku selama ini dan terimakasih-….."
BRAK…!
Susana menegang untuk beberapa saat. Karena disaat Kyungsoo sedang memberikan ucapan terimakasihnya maka di detik yang sama sang aktor terjatuh di atas panggung.
Membuat baik Luhan maupun Chanyeol sangat terkejut dan secara refleks berlari menuju panggung
"Soo / Kyungsoo"
Sehun bisa melihat dua pria di samping kanan dan kirinya segera berlari saat Kyungsoo tak sadarkan diri di atas panggung.
Dan melihat kecemasan di wajah mereka maka itu kecemasan seorang kakak dan kekasih.
Sehun pun memaklumi reaksi wajar dari sahabat dan pegawainya. Dia pun tersenyum kecil sebelum sedikit bertanya mengapa Chanyeol dan Luhan berdiri membeku di tempat mereka saat ini.
Sedetik kemudian Sehun bisa melihat seseorang lebih dulu sampai ke atas panggung. Dia juga bisa melihat pria itu menggendong Kyungsoo dari atas panggung dan membawanya entah kemana.
Sehu bisa merasakan suara bisik penggemar terdengar ke telinganya dan saat menyadari bahwa pria yang membawa Kyungsoo pergi adalah kekasih Luhan-…..Maka secara refleks pula tangannya terkepal tak menyangka bahwa seseorang bisa begitu keji di depan kekasihnya sendiri.
Katakanlah Sehun yang tidak memiliki hubungan dengan Kai dan Kyungsoo saja bisa bergumam marah.
Lalu bagaimana dengan Chanyeol? Bagaimana dengan Luhan?
Kedua pria yang merupakan kekasih dari dua orang di atas panggung itu terlihat sangat kecewa. Tak menyangka di depan kedua mata mereka-…Kai dan Kyungsoo seolah membenarkan hubungan gila yang mereka miliki.
"brengsek!"
Dan jika Chanyeol mengumpat marah dengan hati yang berdenyut sakit maka Luhan hanya tertunduk dalam diam.
Sesekali matanya melihat ke segala arah. Menikmati penghianatan yang berulang kali di berikan Kai padanya.
Dia berusaha keras untuk tidak merasa sakit
"whoa daebak!..Jadi benar Kai dan Kyungsoo memiliki hubungan?"
"Aigoo mereka terlihat sangat cocok."
Namun saat suara penggemar keduanya mendukung hubungan mereka. Maka air mata Luhan tak bisa lagi dia tahan.
Dia pun segera menghapus air matanya sebelum berujar sangat lirih memanggil nama kekasihnya "Aku lelah Kai."
Entah apa rasanya menjadi Luhan dan Chanyeol
Itu yang berada di pikiran Sehun
Dan untuk alasan tertentu-….Sehun benci melihat Luhan menangis.
Dia terlihat sangat lemah saat menangis.
Membuatnya secara refleks mengikuti kemana sahabat kekasihnya pergi sebelum pria berperawakan mungil itu berbuat gila atau buruknya membiarkan seseorang melakukan hal gila padanya.
"Luhan!"
.
.
.
.
.
.
.
tobecontinued
.
.
.
ciye Sehun lagi-lagi...kwkwkwk
.
Jangan kasian sama Baekhyun btw. kasianin Sehun aja *ini spoiler
.
seeyousoon...
.
kulagiholidaypadal :p
