What Are You Doing? (chapter 2)
(Meanie)
Semenjak kejadian di kebun apel itu, Mingyu dan Wonwoo semakin dekat. Sebenarnya tidak juga, mereka dekat karena Mingyu yang selalu menempel pada Wonwoo. Wonwoo yang memang asalnya tsundere, awalnya saja menolak, tapi lama-kelamaan Wonwoo juga menerima Mingyu menempel padanya. Wonwoo tidak memaksa kan? Lagipula Wonwoo juga senang-senang saja didekati oleh lelaki pujaannya.
Seperti hari ini, Mingyu rela datang ke rumah Wonwoo yang berbeda arah dengannya hanya untuk membantu Wonwoo membawa buku-buku pelajaran milik teman sekelasnya. Wonwoo memang dipilih menjadi bendahara, karena katanya dia terlihat pintar dan terlihat jujur. Wonwoo yang tidak bisa berkata apa-apa lagi jadi menerimanya. Sebenarnya ia ingin Mingyu yang menjadi wakil bendaharanya, atau kalau tidak Seungkwan, karena Wonwoo sangat dekat dengan kedua orang itu. Tapi, tiba-tiba saja Seulgi, mengajukan diri sebagai bendahara. Wonwoo hanya menghela napas dan menerimanya, walaupun ia sangat tidak menyukai Seulgi.
Wonwoo tersenyum ketika melihat siluet motor milik Mingyu. Wonwoo kemarin hanya bilang Mingyu harus menunggu di pertigaan di dekat rumahnya. Jadi, ketika Mingyu mengiriminya pesan bahwa dia akan berangkat, maka Wonwoo memutuskan untuk menunggu di depan rumahnya. Hitung-hitung agar Mingyu tidak menunggu lama.
"Kau sudah menunggu lama?" tanya Mingyu begitu sampai. Wonwoo menggelengkan kepalanya. Ia mengangkat kardusnya dan menaruh di bagian depan sepeda Mingyu.
"Apa muat?" tanya Wonwoo ketika tidak bisa meletakkan kardusnya. Mingyu tertawa lalu meraih kardus itu dan menatanya di bagian depan sepedanya. Mingyu mengalihkan pandangannya pada Wonwoo lalu tersenyum mengejek pada Wonwoo.
"Dimana otak pintarmu, Jeon Wonwoo?" tanya Mingyu meremehkan. Wonwoo mengerucutkan bibirnya dan menendang dengan sayang tulang kering Wonwoo. Tangannya melayang mencubit pinggang Mingyu yang membuahkan desisan kesakitan dari namja tinggi itu. Tanpa memikirkan reaksi Mingyu nantinya, Wonwoo langsung naik ke motor Mingyu, memegang tas Mingyu agar tidak jatuh. Mingyu hanya bisa mendengus kesal dan mulai menjalankan motornya menuju sekolah.
_What Are You Doing?_
"Wonwoo.." panggil seseorang. Wonwoo yang sedang membereskan peralatan tulisnya pun menolehkan kepalanya. Mingyu berjalan ke arahnya dengan 2 cup ramyeon ditangannya. Ia memberikan 1 cup kepada Wonwoo, sedangkan 1 nya lagi Mingyu makan sendiri. Wonwoo terpaksa duduk kembali dan memakan ramyeonnya dalam diam. Mata tajamnya sesekali melirik ke arah Mingyu yang sedang makan ramyeon sambil memainkan game di ponselnya.
"Mingyu-ya.." panggil seseorang. Mingyu menolehkan kepalanya dan tersenyum. Terlihat Tzuyu dan Sana teman sekelas mereka mendekati Mingyu. Ah, Wonwoo ingat, dipelajaran kewarganegaraan Tzuyu dan Mingyu adalah satu kelompok. Hati Wonwoo sedikit perih karena itu. Mingyu bahkan langsung mengabaikan Wonwoo maupun gamenya dan serius berbincang dengan kedua yeoja itu.
"Bagaimana kalau kita mengerjakan tugasnya di perpustakaan? Sekalian aku mengantar Wonwoo mencari buku dan mengerjakan tugasnya.." tawar Mingyu. Tzuyu menganggukkan kepalanya semangat. Di dalam hati Wonwoo mendecih, dasar serigala berbulu domba. Senang sekali ditawari Mingyu kerja kelompok.
"Bagaimana, Won?" tanya Mingyu dan mengalihkan pandangannya ke Wonwoo. Wonwoo menghela napas dan terpaksa menganggukkan kepalanya. Apa gunanya menolak, daripada ia pergi sendirian, lebih baik ia menuruti tawaran Mingyu saja.
'Setidaknya aku bisa menahan sakit hatiku nanti..'
_What Are You Doing?_
Wonwoo berdiri di lokernya. Ia mengeluarkan buku catatan tugasnya beserta buku penunjang yang ia punya, tak lupa ia juga mengeluarkan laptop. Sedikit kesulitan memang, tapi entah kenapa ia bersikeras membawa semuanya langsung. Wonwoo tidak mau naik turun tangga selama 2 kali, itu sangat melelahkan dan Wonwoo sangat benci kelelahan. Tiba-tiba saja Mingyu menghampirinya.
"Bisa?" tanya Mingyu yang hanya dijawab gelengan kepala oleh Wonwoo. Mingyu tersenyum kecil dan membawakan laptop beserta barang bawaan Wonwoo. Mata Wonwoo terbelalak lebar begitu Mingyu sudah membawakan barangnya, namja itu segera pergi mendahului Wonwoo. Tanpa Mingyu tahu bahwa dibelakangnya Wonwoo sedang tersenyum tipis dengan rona merah menjalar di seluruh wajah manisnya.
"Tunggu, Mingyu, biar aku saja yang melakukannya.." seru Wonwoo yang melihat Mingyu sedang kesusahan meng-scan kartu tanda pelajarnya sebagai syarat meminjam kunci loker perpustakaan. Ia meraih kunci dan kartu tanda pelajar Mingyu lalu mulai meng-scannya secara bergantian, begitupun pula ketika mereka masuk. Tzuyu menunggu mereka di tangga, Mingyu berseru pelan menyuruh yeoja itu pergi mencari tempat.
"Kau yakin bisa membawanya?" tanya Wonwoo khawatir. Mingyu menganggukkan kepalanya dan mulai berjalan dengan menggunakan kekuatan kaki panjangnya yang kata teman-teman sekelasnya 'kaki goals' itu. Wonwoo mendengus, kalau Mingyu sudah menggunakan kekuatannya, maka Wonwoo akan dengan terpaksa menggunakan kekuatan kaki panjangnya juga.
Mingyu menghampiri Tzuyu yang sudah terlarut dalam buku tugasnya. Ia mendudukkan diri tepat di samping Tzuyu dan menarik Wonwoo untuk duduk di sampingnya. Wonwoo mengendikkan bahunya tidak peduli dan mulai membuka laptopnya, mulai mengerjakan tugasnya sendirian. Kenapa Wonwoo tidak mengerjakan tugas dengan kelompoknya? Itu karena kelompoknya adalah Jihoon yang entah kemana perginya. Jadi, dia memutuskan untuk mengerjakan sendiri.
Satu jam Wonwoo berkutat dengan segala tugas kelompok maupun individunya dengan earphone melekat ditelinganya. Ia melirik kedua insan manusia di sebelahnya. Hatinya mencelos melihat Mingyu yang sangat dekat dengan Tzuyu dan bahkan tertawa bersama entah memikirkan apa. Merasa diperhatikan, Mingyu menoleh kearah Wonwoo.
"Ada apa? Ada yang sulit? Butuh bantuan?" tanya Mingyu dengan nada yang menurut Wonwoo sok khawatir itu. Wonwoo menggelengkan kepalanya dan kembali fokus kepada laptopnya. Namun suara tawa di sampingnya lama-kelamaan membuat konsentrasinya buyar. Jadi ia lebih memilih melepaskan earphonenya dan berdiri, ingin menuju toilet.
"Kau mau kemana?" tanya Mingyu menahan pergelangan tangan Wonwoo.
"Toilet." Jawab Wonwoo singkat dan dingin, lalu melepaskan genggaman tangan Mingyu. Ia berlalu dari sana. Sungguh, jika dia disana untuk waktu yang lama, mungkin Wonwoo akan kehilangan kendali dan malah menyerang ekdua orang itu dengan kata-kata yang pedas. Jadi, karena Wonwoo memilih menghindari itu, maka dia pergi ke toilet.
"Loh, Wonwoo?" panggil seseorang. Wonwoo yang tadi akan berjalan ke toilet langsung membalikkan badannya. Matanya berbinar ketika mengetahui siapa orang itu. ia berlari kecil menghampiri lelaki tadi dan membungkukkan badannya.
"Annyeonghaseyo, Seungcheol sunbae.." sapa Wonwoo dengan senyuman manisnya. Seungcheol tersenyum dan mengajak Wonwoo duduk di sampingnya. Seungcheol adalah kakak kelas Wonwoo di junior high school dulu, seseorang yang Wonwoo kagumi pula. Bisa dibilang, Seungcheol adalah panutannya dan sekaligus cinta pertamanya. Maka ketika tahu Seungcheol bersekolah di sini, Wonwoo langsung mengikutinya.
_What Are You Doing?_
Mingyu turun dari tangga ketika matanya tidak sengaja melihat siluet orang yang sangat dikenalnya sedang berbicara dengan orang lain yang Mingyu tidak kenal. Bahkan, mereka terlihat sangat akrab. Ia memicingkan kembali matanya dan benar dugaannya bahwa orang itu adalah Wonwo. Entah kenapa, Mingyu sedikit tidak suka ketika Wonwoo dengan bebasnya mengumbar tawanya yang Mingyu akui sangat manis. Tanpa berpikir lagi, Mingyu langsung menghampiri Wonwoo dan menepuk punggung namja manis itu. Membuat Wonwoo terjingkat kaget lalu mengerucutkan bibirnya.
"Wae?" tanya Wonwoo. Tukang perusak moodnya datang dan menghancurkan mood yang sudah ia sembuhkan dengan sangat baik dengan kehadiran Seungcheol. Mingyu menunjuk Seungcheol dengan dagunya.
"Siapa dia?" tanya Mingyu. Aura mengintimidasi keluar dari tubuhnya, membuat sekitarnya menjadi gelap. Tapi hal itu tidak berpengaruh bagi Wonwoo yang menunjukkan tatapan tajamnya dan Seungcheol yang masih bertahan dengan senyuman manis di bibirnya.
"Perkenalkan namaku Choi Seungcheol, aku adalah sunbae Wonwoo di junior high school dulu.. dan, kurasa kau butuh asupan pendidikan sopan santun, ketika berbicara dengan sunbaemu, Kim Mingyu-ssi.." ucap Seungcheol tajam sambil menatap Mingyu dengan tatapan tajam. Mingyu ganti menatap Seungcheol tajam. Baru saja ia ingin membalas perkataan Seungcheol, tapi Wonwoo sudah terlebih dahulu menarik tangannya menjauh.
"Mianhae, Sunbae.. tapi kurasa aku harus kembali ke tempatku.. aku belum menyelesaikan semua tugasku.." pamit Wonwoo sopan sambil membungkukkan badannya. Seungcheol tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Wonwoo dengan terburu-buru menarik Mingyu menjauh.
"Aku tidak suka kau berdekatan dengannya.." ucap Mingyu. Wonwoo terkekeh.
"Memangnya kau siapa, Kim Mingyu?" tanya Wonwoo tajam dan telak.
Ah, Mingyu lupa. Dirinya siapa untuk Wonwoo? Kenapa dengan lancang ia berkata bahwa ia tidak menyukai Wonwoo berdekatan dengan pria lain selain dirinya? Apa hubungannya dengan Wonwoo?
"Aku.."
-TBC-
::: Coretan Author :::
Hola hola reader-nim #bow
Author bawa lagi kelanjutannya huhuhu.. ini mumpung imajinasi lagi mengalir dengan deras tanpa gangguan dari tugas.. oh iya, itu sistem perpustakaannya author samain sama sistem perpustakaan di kampusnya author.. jadi itu latarnya author buat di perpustakaan kampusnya author.. karena yah, author buat ff ini karena ini adalah real dari kisahnya author hehehe.. author pihak yang mana? Mingyu atau Wonwoo? huhuhu ada lah pokoknya..
Jangan lupa review reader-nim #bow
Terimakasih dan terima author sebelah (emoji lope lope)
