What Are You Doing? Chap 3

(Meanie)

"Aku.."

Mingyu tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Ia terdiam cukup lama, otaknya seolah berhenti dan tidak menemukan kata-kata yang cocok untuk menyakinkan Wonwoo. Melihat itu Wonwoo hanya terkekh dan berlalu dari hadapan Mingyu. Percuma ia bertahan di sana dan emnunggu ucapan Mingyu jika keputusan Mingyu menyakitkan untuknya.

Mingyu menghela napas dan mengikuti Wonwoo kembali ke tempatnya. Mingyu melihat Wonwoo berbincang sebentar dengan Tzuyu dari kejauhan lalu kemudian membereskan barang-barangnya. Ia terlihat mengucapkan salam pada Tzuyu, lalu berjalan melewati Mingyu. Mingyu menarik napasnya, dengan kesal ia mengikuti langkah Wonwoo yang berjalan keluar dari perpustakaan. Ia membiarkan Wonwoo menyelesaikan kegiatannya memasukkan barang-barang ke tasnya. Ketika Wonwoo untuk yang kedua kalinya melewati Mingyu dan mengabaikan eksistensi Mingyu, Mingyu mulai jengah dan menahan lengan Wonwoo.

"Lepaskan aku.." ucap Wonwoo tajam. Tanpa berkata apapun, Mingyu menarik Wonwoo ke dalam kamar mandi pria dan masuk ke dalam salah satu bilik cukup besar di sana. Mingyu menghempaskan Wonwoo ketembok. Wonwoo sedikit mengerang, namun tatapan tajamnya tidak lepas dari Mingyu. Mingyu menggenggam tangannya, memajukan wajahnya dan menatap dalam kepada iris tajam milik Wonwoo. Mingyu memejamkan matanya dan mulai mencium Wonwoo. Wonwoo membulatkan matanya, namun ketika Mingyu mulai melumat bibirnya, Wonwoo mulai memejamkan matanya.

Ciuman itu berlangsung lama dan baru berhenti ketika Wonwoo menepuk pelan dada Mingyu, menyadarkan bahwa namja itu membutuhkan oksigen masuk ke paru-parunya sekarang. Ciuman keduanya terputus, menghasilkan lelehan benang saliva. Wajah Wonwoo memerah bahkan sampai ke telinganya, begitupun pula dengan Mingyu. Dengan terburu Wonwoo meraih ganggang pintu kamar mandi, namun pergerakan tangannya berhenti. Mingyu meraih pinggangnya dan memeluknya dari belakang.

"Mianhae, aku.. aku.." ucap Mingyu terbata sambil menyembunyikan wajahnya dihelaian rambut di helaian rambut Wonwoo. Wajah Wonwoo yang sudah memerah, jadi makin memerah. Aigoo, apa yang harus Wonwoo lakukan sekarang? Melanjutkan membuka pintu atau mempertahankan momennya bersama Mingyu?

"Aku.. Mingyu aku.." Wonwoo juga ikut terbata saat berbicara. Ah, serba salah jika keadaannya begini. Akhirnya, Wonwoo menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya. Ia melepaskan tangan Mingyu dan berbalik menghadap Mingyu. Ia mengelus rahang milik namja di depannya dan mencium pipinya sekilas lalu keluar dari bilik kamar mandi dengan terburu-buru, meninggalkan Mingyu yang sekarang terpaku dengan mata membulat lebar dan jangan lupa rona merahnya yang menyebar sampai ke telinganya pula.

_What Are You Doing?_

Sudah 1 minggu sejak kejadian ciuman itu. Tidak ada satupun orang yang tahu, dan beruntungnya hari itu pula kamar mandi sangat sepi. Mingyu dan Wonwoo bukannya menjadi canggung, mereka malah semakin dekat. Namun Wonwoo masih menyembunyikan perasaannya, walaupun sudah tidak serapat dulu karena mungkin Mingyu sudah tahu sedikit. Mingyu tidak pernah mengungkit tentang kejadian itu dan tetap melaksanakan kegiatan sehari-harinya –membelikan Wonwoo makanan- dengan biasa.

"Mingyu..." panggil Tzuyu sambil mengacungkan ponsel. Mingyu yang akan duduk di samping Wonwoo langsung menolehkan kepalanya. Mingyu tersenyum lalu menaruh 2 cup ramyeon di depan Wonwoo dan berlari kecil menghampiri Tzuyu. Mereka berbincang cukup lama dan bisa dibilang cukup seru karena baik Mingyu maupun Tzuyu sama-sama memiliki hal yang mereka sukai, yaitu game. Wonwoo mendesah lalu mulai mengambil satu cup ramyeon dan mulai memakannya. Biasanya jika Wonwoo langsung memakannya maka Mingyu akan mengomel kepadanya bahwa itu masih sangat panas dan bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Tapi sekarang Wonwoo tidak peduli, ia cukup lapar dan Mingyu malah asyik mengobrol dengan Tzuyu. Mungkin ciuman kemarin hanya Wonwoo yang merasakan lebih, Mingyu tidak, atau bahkan hanya dianggap angin lalu dan hanya sekedar hiburan.

"Wonwoo.." panggil seseorang dengan sedikit berteriak. Wonwoo menoleh dan menemukan Seungkwan dan Jeonghan sedang melambai ke arahnya. Wonwoo menghela napas lega, kedua orang ini sudah menghilang semenjak bel istirahat berbunyi. Wonwoo menaruh cup ramyeon yang sudah kosong lalu menghampiri teman-temannya. Meninggalkan ramyeon milik Mingyu yang mulai berubah dingin. Wonwoo menarik kedua temannya menuju ke atap sekolah.

"Hei hei Jeon Wonwoo bokdeongori, kau kenapa hm? Wajahmu yang penuh aura hitam semakin menghitam saja akhir-akhir ini, wae?" tanya Jeonghan ketika mereka bertiga sudah duduk. Wonwoo mengerucutkan bibirnya mendengar ejekan Jeonghan, namun tak lama kemudian ia menundukkan kepalanya, wajahnya benar-benar merah sekarang.

"Jeonghan-ah.. Seungkwan-ah.." rengek Wonwoo manja sambil memeluk tubuh gembul Jeonghan. Sedangkan kedua orang yang berada di samping kanan dan kiri Wonwoo itu hanya saling melihat satu sama lain dan mengendikkan bahunya tidak tahu.

"Hey wae? Ada hubungannya dengan Mingyu?" tanya Jeonghan kalem. Wonwoo menganggukkan kepalanya. Bukan rahasia lagi untuk Jeonghan dan Seungkwan bahwa Wonwoo sangat menyukai ah bahkan bisa disebut cinta pada pandangan pertama dengan Mingyu. Orang tertinggi di kelas mereka. Jeonghan menghela napas dan mengelus rambut Wonwoo. Sebenarnya menurut Jeonghan, Mingyu memang sangat perhatian dan mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama seperti Wonwoo, hal itupun dibuktikan dengan perlakuan pada Wonwoo akhir-akhir ini. Mingyu seakan terus menjaga Wonwoo, tapi disisi lain Mingyu juga dekat dengan seseorang yang Jeonghan yakini sangat mengganggu kedekatan mereka berdua, si Tzuyu itu. Jeonghan juga tidak menyalahkan Mingyu karena Mingyu memang supel kepada teman-temannya tidak peduli itu namja ataupun yeoja.

"Lalu, apa yang Mingyu lakukan kepadamu?" tanya Jeonghan masih dengan nada kalem. Setidaknya ia harus menjadi wadah curhat yang baik bagi teman-temannya.

"A-aku.. aku.. Jeonghan-ah.. aku itu.. berciuman dengan uhm.. Mingyu.." ucap Wonwoo terbata. Ia langsung memeluk Jeonghan lebih erat. Ah, Wonwoo sangat malu sekarang. Rasa-rasanya ia ingin menutupi wajahnya entah dengan apa. Sedangkan Jeonghan dan Seungkwan ternganga mendengar jawaban Wonwoo.

"A-apa itu benar? Kau tidak bercanda, Won? Woah!" Seungkwan yang mulai tersadar dari acara terkejutnya itu langsung menerjang Wonwoo dengan pertanyaan-pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan anggukkan oleh Wonwoo. Cerita itu mengalir saja dari mulut Wonwoo. Jeonghan dan Seungkwan hanya bisa diam mendengar semua cerita dari Wonwoo.

"Tapi, Won, Mingyu sekarang sedang dekat dengan Tzuyu. Dia tidak bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya? Kalau benar tebakanku seperti itu jangan dekat-dekat dengannya. Dekati Seungcheol sunbae, dia terkenal baik di sekolah.." omel Jeonghan. Wonwoo terkekeh.

"Yang ada nantinya kau yang cemburu ketika mengetahui aku berpacaran dengan Seungcheol sunbae.." ucap Wonwoo. Jeonghan hanya memutar matanya malas.

"Tapi jika itu benar, Won.. maka Mingyu adalah lelaki breng.-" perkataan Jeonghan langsung terpotong ketika mendengar suara langkah kaki dibelakangnya. Ketiga orang itu menoleh dan menemukan Mingyu berjalan dengan angkuhnya dari belakang mereka. Wonwoo menundukkan kepalanya, ketika Mingyu memergoki mereka sedang menceritakan perihal ciuman.

"Berhenti mengumpatiku, Jeonghan hyung.." ucap Mingyu berat dan dingin. Wonwoo langsung menundukkan kepalanya. Mingyu berdehem sedikit dan berjalan cepat kearah mereka bertiga lalu jongkok di depan Wonwoo.

"Kau tahu, Won.. aku tidak bisa tidur sama sekali semenjak kejadian itu. Aku berpikir mungkin kau langsung melupakan hal itu karena kau bersikap biasa saja. A-aku tidak tahu bagaimana perasaanmu waktu itu dan sekarang. Aku tidak tau jika kau juga mneyimpan semuanya sendiri. Setelah kau menceritakan itu semua pada mereka, aku langsung mengambil kesimpulan bahwa selama ini kau tidak melupakanku ataupun melupakan hal itu. Untuk Tzuyu, aku tidak dekat dalam artian khusus dengan Tzuyu, aku hanya menganggapnya teman. Jadi, jangan salah paham.." ucap Mingyu lalu mengecup kening Wonwoo dan berlalu dari sana dengan sedikit berlari. Meninggalkan Wonwoo yang terpaku dan teman-teman Wonwoo yang berteriak heboh melihat perlakuan Mingyu.

-TBC-

::: Coretan Author :::

Hola hola author bawa kelanjutan dari What Are You Doing. Ada kemarin yang nanya, kapan ada kejelasan diantara mereka berdua, tapi author jawabnya belum ada kejelasan karena ini adalah kisah nyata author. Jadi, karena author juga belum dikasih kejelasan juga, maka author juga bingung mau ngasih kejelasan kaya gimana..

Tapi karena nanti gak jelas-jelas, mungkin chapter depan ada kejelasan dibalik hubungan mereka berdua. Sekaligus mungkin nanti jadi endingnya ff ini.. author gak mau banyak-banyak chapter karena percuma chpater panjang kalau kalian malah bosan..

Dan lagi, author minta review dari kalian, review dari kalian sangat membantu. Author memang bukan penulis pro, jadi sempetin nulis di kolom review sedikit aja gak papa. Uhm, itu aja yang author coretkan..

Jangan lupa review reader-nim #bow

Terimakasih dan terima author sebelah (emoji lope-lope)