What Are You Doing? Chap 5
(Meanie)
-Kissing scene-
"Uhm, Mingyu-ya, aku.. aku ingin kau menciumku.. uhm.. maksudku kita berfoto sambil kau menciumku.. bukan bukan maksudku.."
CUP
"Eh?" perkataan Wonwoo langsung terhenti begitu saja ketika Mingyu memutuskan untuk mencium pipinya. Mingyu tersenyum dan mengacak rambut Wonwoo. Lalu menganggukkan kepalanya.
"Ya ya, apapun itu, aku akan melakukan itu untukmu.." ucap Mingyu. Wonwoo membelalakkan matanya. Rona merah muda langsung menjalar ke seluruh wajahnya. Mingyu menengadahkan tangannya. Wonwoo menoleh kaku.
"A-apa?" tanya Wonwoo. Mingyu mendengus.
"Ponselmu, kau minta foto berciuman kan?" tanya Mingyu. Wonwoo menganggukkan kepalanya kaku, sangat kaku malah. Wonwoo lalu merogoh saku seragamnya, mengambil pinseslnya dan emmebrikannya kepada Mingyu. Mingyu menerimanya dengan senang senyuman hangat andalannya, mengabaikan Wonwoo yang menundukkan kepalanya malu.
"Won.." panggil Mingyu. Wonwoo menolehkan kepalanya.
CUP
Mata Wonwoo yang selalu memandanga datar pada apapun itu membulat lebar. Saat ini didepan matanya adalah wajah Mingyu dengan mata yang menutup, dan jangan lupa bibir keduanya yang sedang menempel serta suara 'cekrik' pada ponselnya. Menandakan bahwa Mingyu baru saja mengambil gambarnya.
"A-apa yang kau lakukan?" tanya Wonwoo tergagap. Mingyu menatap hasil jepretannya puas lalu menunjukkan kepada Wonwoo. Sontak, rona merah muda menghiasi pipi dan seluruh wajah Wonwoo.
"A-apa ini?" tanya Wonwoo lagi masih dengan nada gagapnya.
"Loh, bukannya foto berciuman?" tanya Mingyu. Wonwoo menutup wajahnya, jujur saat ini ia sangat malu. Bahkan sangat malu untuk melihat wajah Mingyu. Tidak, dia tidak akan mengirimkan ini pada siapapun termasuk kepada ketiga teman jahilnya ini. Bisa jadi gosip buruk jika mereka disini mengetahui apa yang terjadi.
"Bu-bukan maksudku-." Perkataan Wonwoo terhenti ketika Mingyu merebut ponselnya dan mencium keningnya lembut. Wonwoo yang membelalakkan matanya seakan membuat foto semakin romantis. Ketika Mingyu menjauhkan wajahnya langsung Wonwoo merebut ponselnya.
"Bagaimana?" tanya Mingyu. Wonwoo dengan masih merona menganggukkan kepalanya. Ia membuka grup chatnya dan mengirim foto tersebut. Ah, ini sangat memalukan dan Mingyu dengan tanpa dosanya kembali mengelarkan ponselnya dan memainkan game kesukaannya.
_What Are You Doing?_
Keesokan harinya Wonwoo masuk ke kelasnya dengan menundukkan kepalanya. Ah, hari ini benar-benar sial, tadi ia bangun kesiangan dan hampir saja ketinggalan bus sekolah, lalu ketika sudah berada di dalam bus, ia merogoh ranselnya dan tidak menemukan bekal buatan ibunya didalam ranselnya. Sekarang, ia melihat ketiga temannya sedang menatapnya lapar penjelasan. Wonwoo menghela napasnya, tentu saja ia harus menjelaskan ini cepat atau lambat.
"Jeon Wonwoo, istirahat nanti kau harus ikut dengan kami ke atap sekolah.." ucap Jeonghan dengan aura hitam mengudara dibelakangnya. Wonwoo menghela napas untuk yang kedua kalinya, hari ini akan sangat panjang.
"Ah, jangan lupa ajak Mingyu.." ucap Jeonghan. Wonwoo menatap Jeonghan dengan tatapan protes. Ah, dasar the dark angel menyebalkan, akan Wonwoo cakar nanti wajah cantiknya jika ia berani bertanya yang macam-macam pada Mingyu.
Akhirnya, setelah 3 jam pelajaran, bel istirahat pun berbunyi. Mingyu yang akan menawarkan sesuatu ke Wonwoo langsung terkesiap ketika Wonwoo menarik lengannya dan membawanya menuju ke atap. Disana telah menunggu ketiga teman Wonwoo yang Mingyu ketahui bernama Jeonghan, Seungkwan, dan Minghao. Mingyu menolehkan kepalanya kepada Wonwoo, meminta penjelasan.
"Uhm, gyu, mau makan bersama teman-temanku?" tanya Wonwoo. Mingyu mengernyitkan dahinya tidak mengerti.
"Tapi kita belum beli makanan, Won. Mau makan apa? Aku akan turun sebentar." Ucap Mingyu menawarkan. Wonwoo menggeleng dan menarik lengan Mingyu untuk duduk dibangku yang tidak jauh dari teman-temannya.
"Uhm gyu, sebenarnya, uhm mereka menanyakan tentang foto yang kemarnin.." ucap Wonwoo mengatakan maksud dan tujuannya. Mingyu melihat ketiga teman Wonwoo bergantian lalu menatap Wonwoo lekat-lekat.
"Foto kemarin? Bukankah kau yang minta?" tanya Mingyu.
"Jelaskan kenapa kau mau dimintai tolong Wonwoo? kau kan bukan kekasihnya? Lalu jelaskan perlakuanmu kepada Wonwoo selama ini!" pinta Jeonghan menjawab pertanyaan Mingyu. Mingyu menatap Jeonghan jengah, dari awal bertemu dengan Jeonghan karena Wonwoo mengenalkannya sebagai teman, Mingyu sudah merasa tidak enak dengan perilakunya. Apalagi Wonwoo dengan polosnya mempercayai Jeonghan sebagai teman curhat. Berbeda dengan Seungkwan yang kelihatan kalem walaupun Mingyu yakin sifatnya tidak jauh berbeda dengan Jeonghan. Mingyu menarik napas dalam-dalam.
"Aku melakukan itu semua karena aku.." ucapan Mingyu terhenti. Ia berhenti begitu saja karena ia tidak siap menutarakan isi hatinya.
'Karena aku...'
'Karena aku apa?'
'Suka?'
Mingyu terdiam, membuat Jeonghan tersenyum miring. Ia berjalan menghampiri Wonwoo yang menundukkan kepalanya. Menarik tangan pemuda kurus itu lalu menatap Mingyu tajam.
"Lebih baik kau meikirkan dulu jawabanmu baik-baik, setelah itu temui Wonwoo.." ucap Jeonghan final. Jeonghan bukan bermaksud jahat atau apa, dia hanya ingin menyelamatkan Wonwoo. Jeonghan tahu, tentu sangat tahu bahwa mingyu juga memiliki perasaan yang sama. Hanya saja, Jeonghan masih ingin Mingyu jujur pada dirinya sendiri, dan ia pikir menjauhkannya dari Wonwoo untuk sementara waktu akan lebih baik untuk kelanjutan hubungan mereka berdua.
_What Are You Doing? _
Sudah 3 hari semenjak kejadian di atap, hubungan Mingyu dan Wonwoo semakin merenggang. Memang selalu ada interaksi diantara mereka, tapi hanya sebatas kerja kelompok atau bertanya mengenai pelajaran saja. Mingyu juga semakin dekat dengan Tzuyu dan Sana. Apalagi Wonwoo merasa bahwa Mingyu semakin dekat dengan Tzuyu.
'Mungkin mereka menjalin hubungan..' batin Wonwoo dalam hati sambil mengaduk-aduk bekal makan siangnya. Biasanya jika ia dibawakan bekal maka Mingyu akan dengan senang hati memakan makanan yang masih ada bau seafoodnya, namun sekarang Wonwoo harus menyisihkan sebagian makanan yang masih bau seafood.
"Gyu, lihat ini.. kyaa aku menang.." ucap Tzuyu sambil menempelkan tubuhnya pada Mingyu. Mingyu hanya tersenyum hangat, ingatkan Wonwoo bahwa itu adalah senyuman yang dulu ditujukan padanya, hanya pada Wonwoo. Wonwoo mendengus kesal. Ia menutup kotak bekalnya, membiarkannya dimeja dan berlalu dari sana.
"Hey, Tzuyu-ya, menurutmu bagaimana cara mengungkapkan perasaan kepada seseorang?" tanya Mingyu tiba-tiba sambil menatap punggung Wonwoo yang keluar dari kelas dengan muka tertekuk itu. Tzuyu mendongakkan kepalanya menatap Mingyu. Ia mengikuti arah pandang Mingyu yang tertuju pada Wonwoo.
"Kau mau mengungkapkannya pada Wonwoo?" tanya Tzuyu. Mingyu menganggukkan kepalanya. Masih tetap melamun melihat kemana arahnya Wonwoo pergi. Tzuyu menghela napasnya. Tzuyu sebenarnya menyukai namja tinggi satu ini. Ia menyukai Mingyu karena sifatnya yang baik dan ramah terhadap semua orang. Namun, Mingyu menganggap semuanya memang sebatas teman, kecuali satu orang.
"Dekati Wonwoo.." ucap Tzuyu berat hati. Yah, dia harus mengesampingkan rasa sakitnya. Setidaknya itulah jalan yang dipilihnya. Toh, banyak orang yang memiliki kepribadian seperti Mingyu, bahkan jauh lebih baik dari Mingyu. Daripada melihatnya tidak fokus dan murung seperti ini, tidak Mingyu sekali namanya.
"Aku sudah dekat dengannya, bahkan aku sudah mencuri ciuman pertamanya.." jawab Mingyu acuh sambil memandang gamenya yang bertuliskan 'You Lose'. Mingyu menggeram, gamenya seolah mengejek kisahnya dengan Wonwoo sekarang.
"Yak! Kenapa tidak langsung memacarinya kalau begitu!" bentak Tzuyu sambil menjitak kepala Mingyu. Mingyu mengaduh heboh sambil memegangi bagian atas kepalanya yang berdenyut sakit.
"Sakit! Aku akan memacarinya sekarang, kau puas?!" bentak Mingyu tidak terima sambil terus memegangi kepalanya. Dasar, jitakan Tzuyu sangat menyakitkan, padahal dia perempuan. Tzuyu mendorong Mingyu menjauh darinya, mengibaskan tangannya seolah-olah mengusir Mingyu agar berlalu dari hadapannya.
"Pergilah, jangan kembali jika kau tidak mendapatkan Wonwoo dan kembali tersenyum tidak jelas seperti biasanya. Kau sudah membuatku patah hati, jadi sebaiknya kau tidak membuat Wonwoo patah hati juga." ucap Tzuyu panjang lebar. Mingyu membulatkan matanya meraa terkejut. Secara tidak langsung Tzuyu mengutarakan isi hatinya dan itu sangat ringan. Tidak seperti dirinya yang sibuk memikirkan jalan untuk mendapatkan Wonwoo. Mingyu menganggukkan kepalanya dan keluar dari kelasnya.
_What Are You Doing? _
Mingyu menghampiri Wonwoo yang sedang makan bersama teman-temannya. Terlihat Wonwoo hanya diam dan sesekali tersenyum menanggapi candaan teman-temannya. Mingyu dengan langkah lebar berjalan menghampirinya, namun kurang 10 langkah lagi, Mingyu berhenti. Fokus dengan namja sipit yang bergabung dalam gerombolan mereka. Mingyu tahu, kalau itu adalah Kwon Soonyoung, sahabat kecil Wonwoo, dan itu Kwon Soonyoung yang menyukai Wonwoo sejak kecil.
"Hei, Bro! Kau mengawasi pangeran kecilmu lagi?" ucap suara dibelakang Mingyu. Mingyu tersentak kaget dan menolehkan kepalanya. Ternyata si kuda Seokmin. Mingyu menatap lelaki itu datar, sangat datar sekali.
"Mau apa kau disini?" tanya Mingyu. Seokmin menatap lelaki tinggi itu lekat-lekat sambil memicingkan matanya. sedangkan yang ditatap hanya menunjukkan ekspresi jengah.
"Yang kulihat adalah ekspresi wajah patah hati milik Kim Mingyu si pangeran sekolah." Ucap Seokmin sok khawatir. Mingyu kembali menghembuskan napas jengah, ia berbalik untuk pergi dari sekitar gerombolan itu. Tanpa sadar bahwa mata tajam Wonwoo sedari tadi melihat kearahnya, menatapnya sendu.
"Ada apa, Won?" tanya Jeonghan. Wonwoo menggelengkan kepalanya. Tangannya mengaduk ramyeon dengan lesu. Biasanya Mingyu akan dengan senang hati mengadukkan ramyeon untuknya, membelikannya roti untuk sarapan, membelikan minuman.
DRAP DRAP DRAP
Wonwoo menoleh dan menemukan Mingyu berjalan dengan langkah lebar kearahnya. Jantungnya berdegup kencang sekali. Mingyu dengan ekspresi serius yang entah kenapa Wonwoo anggap itu sebagai keseksian murni dari dalam diri Mingyu. Mingyu sampai didepannya, dan Wonwoo entah kenapa melihatnya penuh kerinduan, padahal seharusnya ia sedang menahan marah sekarang karena Mingyu tidak kunjung mengutarakan perasaannya sekarang. Wonwoo kan lelah menunggu.
"Won.." panggil Mingyu dengan suara berat. Ia melirik Soonyoung yang masih diam duduk diantara mereka berdua sambil menyeruput jus jeruknya. Sesekali tangan putihnya mengambil sepotong kimbap dan memasukannya kedalam mulut untuk kemudian dikunyah.
"Ada apa, Gyu?" tanya Wonwoo, masih mempertahankan suara dinginnya. Mingyu memejamkan matanya, ia menarik tangan Wonwoo, menariknya berdiri disampingnya.
"Dengarkan ceritaku ini degan seksama okay? Aku tadi berdiri disana sambil melihatmu dengan namja sipit ini, tersenyum bersama seolah-olah kejadian kemarin tidak ada artinya dan hanya berimbas padaku saja. Lalu Seokmin menghampiriku dan menyadarkanku agar aku kembali padamu dan disinilah aku, berdiri didepanmu dan memintamu untuk menjadi kekasihku.. Jadi, Jeon Wonwoo, maukah kau menjadi kekasihku?" ucap Mingyu panjang lebar dan tanpa jeda untuk mengambil napas. Namun, sejurus kemudian ia tersengal-sengal. Keadaan disana adalah, seluruh pengunjung kantin memfokuskan pandangan mereka setelah mendengar pengakuan lantang dari idola sekolah, Seokmin yang mulutnya terbuka lebar, Soonyoung yang mendongak dan menatap Mingyu dengan bibir mengerucut karena sosoknya tadi disebut namja sipit, juga Jeonghan dan Seungkwan yang menyeringai cantik, dan ah jangan lupakan Minghao yang masih setia menyeruput susunya, emmeperhatikan sekitar dengan tatapan tidak peduli.
Wonwoo diam, cukup terkejut dengan pengakuan lantang Mingyu dihadapan umum seperti ini. Jujur, dirinya tidak suka dijadikan pusat perhatian, dan terimakasih kepada Mingyu kini dirinya dijadikan pusat perhatian oleh 50% siswa yang makan dikantin. Termasuk semua kakak kelas dan teman angkatannya ataupun adik kelasnya. Wonwoo memejamkan matanya sejenak, ia menggenggam tangan Mingyu dan membawanya menjauh dari area laknat itu, meninggalkan seluruh penduduk kantin yang amsih betah terhadap posisinya dan meninggalkan Jeonghan sekaligus Seungkwan yang bersorak senang.
_What Are You Doing? _
Mingyu dan Wonwoo berdiri di gudang belakang sekolah. Tempat paling sepi yang Wonwoo pilih untuk membicarakan masalah pengakuan Mingyu apdanya dikantin tadi. Bel istirahat berbunyi 20 menit lagi, jadi tidak masalah untuknya berbicara cukup lama kepada Mingyu.
"Apa maksudmu tadi?" tanya Wonwoo memecah keheningan diantara mereka. Mingyu menatapnya lekat-lekat.
"Aku menyukaimu, Won. Ani, bahkan aku mencintaimu, maaf aku tidak peka diawal. Tapi yakinlah, aku benar-benar mencintaimu.." ucap Mingyu menggebu-gebu. Wonwoo mengernyitkan dahinya lalu menundukkan kepalanya. Ia menghela napasnya berat.
"Kau benar-benar yakin dengan perasaanmu, Gyu?" tanya Wonwoo pelan. Mingyu menganggukkan kepalanya cepat. Wonwoo tersenyum lembut.
"Jadi?" tanya Mingyu.
"Jadi?" ulang Wonwoo.
"Pernyataanku tadi?" tanya Mingyu.
"Uhm, aku tidak bisa untuk tidak menerimanya, Gyu.. jadi, uhm, aku menerimamu.." ucap Wonwoo. Mingyu langsung mengambil langkah lebar dan memeluk Wonwoo erat, sangat erat malah.
"Gyu, jangan berpikir untuk mendekati Tzuyu.." ucap Wonwoo teredam dada Mingyu. Mingyu terkekeh pelan.
"Aku bahkan tidak punya niatan mendekati Tzuyu, Won. Kenapa? Karena seluruh perhatianku ada padamu. Sejak pertama kali bertemu, sejak kau menanyaiku 'apa yang kau lakukan?' kaulah pertama dan terakhir.." ucap Mingyu. Wonwoo tersenyum.
"Aku mencintaimu.."-Wonwoo
"Aku juga mencintaimu.."-Mingyu
-END-
:::Coretan Author:::
Yoshaaa, akhirnya selesai juga ini ff hehehe.. semoga kalian suga dengan alur yang author paksa end. Soalnya sebentar lagi author udah balik dengan rutinitas kuliah dan bakal lebih sering buka ms word untuk ngerjain makalah daripada untuk nulis ff. Jangan nanya manfaat malmingnya author, karena author adalah sleep machine seperti suga, jadi author menggunakan malming berharga untuk... tidur.
Sekian coretan terkahir untuk ff ini, semoga kalian suga dengan endingnya, maaf kurang memuaskan.
Jangan lupa like and review reader-nim #bow
Sekian
Terimakasih dan Terima author sebelah (emoji lope-lope)
