sudah bertahun-tahun lamanya seorang namja manis bernama Kim jaejoong mendambakan hidup yang bebas. bebas dalam artian tidak terbelenggu dengan aturan ketat yang mengikat dan terasa mencekik.

setiap hari Jaejoong selalu mengandai-andai bisa bermain bebas di luar sana tanpa ada beban yang menggelayut didalam pikirannya.

jika kalian tau, Jaejoong adalah anak emas dari rumah bordil tuan Jang Shim Ah atau biasa dipanggil tuan Jang. berawal dari persaingan bisnis orang tuanya dulu, Jaejoong diculik oleh Jang Shim Ah yang notabenenya adalah musuh bebuyutan Kim Han Kyung dan istrinya Kim Hee Chul. Jaejoong diculik saat berumur 5 tahun, akan tetapi anak buah tuan Jang mengirimkan jasad anak yang mirip dengan Jaejoong di kediaman Hankyung. sehingga keluarga Jaejoong mengira bahwa ia telah mati.

Saat ini Jaejoong telah berumur hampir 23 tahun jadi selama 18 tahun ia hidup dibawah naungan tuan Jang. dan sejak umur 15 Jaejoong telah di promosikan sebagai gigolo oleh tuan Jang, dengan syarat tidak boleh ada sex. hanya menemani minum teh dan memanjakan para tamu. selama tinggal di rumah bordil milik tuan Jang, Jaejoong tetap sekolah dengan mengikuti program home schooling.

parasnya yang elok, serta tutur kata yang halus menjadikan Jaejoong sebagai gigolo favorit. tak sedikit yang iri padanya, para uke yang lain iri akan kulit halus, doe eyes, bibir cherry yang dimiliki oleh Jaejoong. walaupun begitu ada salah satu yang menjadi teman baiknya yaitu Kim Junsu. Namja imut dengan marga yang sama dengan Jaejoong.

terkadang Jaejoong iri dengan Junsu yang bisa melihat dan ikut merasakan hingar bingar lingkungan luar. sedangkan ia tidak diperbolehkan untuk keluar dari area Rumah Bordil tersebut.

setiap kali mendengar cerita dari Junsu, semakin kuat pula keinginan Jaejoong untuk kabur dari tempatnya bernaung saat ini dan mencari keluarga aslinya. uang yang dikumpulkannya sudah lebih dari cukup untuk membeli sebuah apartemen sederhana dengan fasilitas yang bisa dibilang lengkap. akan tetapi ia harus merencanakan semua itu dengan matang.

"Su, maukah kau membantuku keluar dari tempat ini?" Jaejoong menatap junsu dengan puppy eyes-nya. Junsu mengiyakan permintaan Jaejoong, karena ia ingin temannya terebas dari belenggu Tuan Jang.

sudah seminggu Jaejoong menantikan hari ini. Hari dimana ia akan melaksanakan operasi kaburnya. ia sangat gugup sekarang, bagaimana tidak? ini adalah kesempatannya untuk bisa keluar dari rumah maksiat itu.

Jaejoong telah bersiap-siap, Junsupun telah berjaga dan mulai mengalihkan para penjaga pintu belakang. setelah mendapatkan kode dari Junsu, Jaejoong pun mengendap-endap keluar melewati pintu belakang serta pintu rahasia yang hanya diketahui oleh para gigolo tuan Jang saja.

keringat dingin mengucur deras dipelipis Jaejoong. inilah yang ia tunggu-tunggu selama belasan tahun. rasa senang menyeruak didadanya, tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. ia melajutkan perjalanan ke flat junsu dengan berbekal peta yang dibuat junsu untuk memudahkan jaejoong menuju flat-nya.

SREK SREK.

Jaejoong sedikit was-was., ia mengeratkan tangan pada tas yang dibawanya. ia merasa diikuti oleh seseorang, dengan perlahan kaki-kaki Jaejoong yang awalnya hanya berjalan pelan lama kelamaan menjadi lari. Jaejoong sangat takut. ia terus berlari sambil mengingat jalan yang ada di peta.

TAP! SREET!

"yak gadis cantik, serahkan uangmu sekarang! jika tidak aku akan memerkosamu!" Jaejoong meneguk salivanya dengan susah payah. ia benar-benar takut.

"a-ak-aku tak mem-punyai u-uang ahjussi." jawab jaejoong dengan gugup.

"waaah jadi kau akan memberikan tubuhmu untuk ku jamah bukan? hahaha ayo ikut aku." ujar sang ahjussi yang sedikit mabuk itu sambil menarik tangan Jaejoong.

"mwo? ani!! Shireo! yak jebal!! ahjussi aku benar-benar tak memiliki uang sama sekali. yak!!! lepaskan" Jaejoong memberontak dan berteriak.

"YAK! MENJAUHLAH KAU DARINYA!!" teriak seseorang yang tiba-tiba datang

"mwo? siapa kau? berani sekali memerintahku" jawab ahjussi itu dengan nada meremehkan.

BUUGH! BUGH! KREEK! DUAGH!

Jaejoong melihat seorang pria dengan mata tajam nan menawan itu muncul dan menyelamatkannya. ia melihat Ahjussi itu sudah terkapar tak berdaya.

"gwaenchana?" tanya pria itu, Jaejoong terpesona dengan mata tajam itu. jantungnya berdentum dengan cepat dan terasa nyaman. setelah beberapa saat terpikat dengan mata tajam itu Jaejoong kembali sadar jika lelaki itu mengajaknya bicara.

"sudah hati-hatilah dijalan noona, disini rawan sekali penjahat. sebaiknya kau pulang." kata lelaki itu. Jaejoong sadar jika ia dipanggil noona dan memprotes.

"Ah g-gomawo, tapi aku seorang pria. maaf. dan sekali lagi terima kasih." setelah Jaejoong menjawab, lelaki itu langsung pergi meninggalkannya tanpa sepata kata apapun.

Jaejoong melanjutkan perjalanannya menuju flat milik Junsu. sebelum melanjutkan perjalanan, ia melihat benda berkilau di tempat lelaki asing itu berdiri tadi. saat diambilnya, ia terkejut karena itu adalah sebuah liontin. sedikit penasaran dengan apa yang ada didalamnya, Jaejoong membuka liontin itu. dan didalamnya ada foto lelaki tadi dan seorang gadis yang cantik. Jaejoong meraba dadanya yang terasa nyeri, ia sedih saat mengetahui bahwa lelaki itu sudah mempunyai pacar. ia memutuskan untuk menyimpan liontin itu dan akan mengembalikannya saat mereka bertemu kembali.

sudah satu minggu yang lalu, Jaejoong pindah ke Flat sederhananya yang baru. ia merasa tak enak jika terus merepotkan Junsu.

saat ini Jaejoong bekerja sebagai pelayan di kedai ramyun milik tetangga flatnya. gajinya memang tak seberapa, akan tetapi cukup untuk menabung dan mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Jaejoong bekerja dari siang hingga malam hari. Jika kedai ramai, maka ia mendapatkan bonus gaji dari kerja kerasnya itu. Akan tetapi tak jarang juga kedai sepi, sehingga dapat tutup lebih cepat dari biasanya.

Saat ini waktu telah menunjukan pukul 10 malam. Sudah waktunya kedai ramyun itu tutup, setelah membereskan meja serta menyapu lantai di kedai Jaejoong memakai mantelnya yang berpamitan kepada bosnya untuk pulang.

Jalan terasa sangat sepi, ia sedikit was-was karena tak ingin kejadian yang kemarin terulang kembali. Jaejoong sedikit mempercepat laju jalannya. Saat melewati mini market Jaejoong tak sengaja bertemu dengan lelaki pemilik liontin yang ia bawa. belum sempat menghampiri, seorang wanita cantik sudah menggelayut mesra di tangan lelaki itu.

Dengan perasaan sedikit sesak, jaejoong melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke apartemen dan segera beristirahat.

pagi sudah tiba, Jaejoong bersiap-siap untuk bekerja. saat keluar dari flatnya ia berpapasan dengan lelaki itu. Lelaki yang telah menyelamatkannya.

"ah permisi, apakah kau pemilik dari liontin ini? Aku menemukannya saat kau menyelamatkanku beberapa hari yang lalu" lelaki itu menoleh dan melihat wajah Jaejoong dengan intens. jaejoong memberikan liontinnya.

"ah, kau yang waktu itu diganggu oleh preman jalanan itu. jeongmal gomawo. Aku pikir kalung ini sudah hilang. sekali lagi terima kasih.. oh iya namaku Jung yunho"

"ah ne, namaku Jaejoong. Kim Jaejoong. salam kenal.." setelah memerkenalkan diri Jaejoong langsung pergi meninggalkan Yunho yang sedikit bingung dengan tingkah Jaejoong. Yunho pun juga tak terlalu memikirkannya.

"yeobo, ayo kita beli kebutuhan untuk Changminie terlebih dahulu" Yunho tersentak kaget, saat istrinya sudah berada disampingnya.

"ne, kajja."

diperjalanan menuju tempat kerjanya, Jaejoong merasa ribuan kupu-kupu menggelitik perutnya. pipinya pun bersemu merah malu saat tadi mendengar suara berat dan seksi milik yunho. ia sedang berpikir apakah ini yang disebut dengan jatuh cinta?