Yunho dan Ahra menuju supermarket untuk membeli bahan-bahan makanan dan perlengkapan bayi untuk Changmin, anaknya. sudah hampir jam makan siang, mereka memutuskan makan siang di kedai ramyun sebelum pulang. mereka tak khawatir dengan Changmin, karena sudah dititipkan di rumah Song Ahjumma. yang notabenenya adalah tetanggganya.

sudah hampir dua tahun pasangan itu menjalin rumah tangga, dan sudah dikaruniani satu putra yang lucu yaitu Jung Changmin. mereka adalah mantan snipper , merka menjalin hubungan setelah beberapa kali bersama dalam sebuah misi. hingga akhirnya kini mereka menikah dan dikaruniani putra.

setelah menikah baik Yunho maupun Ahra sepakat untuk meninggalkan dunia gelap itu dan mencoba mencari pekerjaan yang layak, walaupun dengan gaji yang tak seberapa.

Yunho dan Ahra mampir ke kedai ramyun tempat Jaejoong bekerja. tak ayal, kedatangan pasangan tersebut membuat hati Jaejoong sedikit panas.

"eum, Yunnie-ah... aku ingin Curry ramyeon" ucap Ahra sedikit manja.

"arra, kimchi ramyeon satu dan curry ramyeon satu. minumnya ocha dingin." ucap yunho ke pelayan.

Jaejoong sedikit gugup dan cemburu saat mengantarkan pesanan yunho dan ahra. ia melihat betapa bahagianya ekspresi keduanya. ia juga ingin seperti itu kepada yunho, akan tetapi apa boleh buat, toh ia hanya orang baru. akan tetapi jaejoong sedang mengalami sindrom love at the first sight pada yunho.

"yunnie-ah semoga saat uri Changmin tumbuh dewasa ia memiliki tampang yang rupawan seperti dirimu." Ujar Ahra manja setelah menghabiskan ramennya.

"Ne, semoga uri Changminnie mewarisi sifat eommanya yang rendah hati" ujar Yunho sembari mengecup kening Ahra mesra.

Jaejoongyang melihat serta mendengar ucapan mereka menunduk lemas. Ternyata lelakipujaannya telah menikah dan memiliki anak. Ia baru tersadar saat Yunho maupunAhra mengenakan cincin yang sama di jari manisnya

Melihat senyum hangat Yunho untuk Ahra membuat dadanya terasa sesak. Jaejoong berusaha untuk memfokuskan diri dengan pekerjaannya.

'Apakah aku pantas bahagia?' Kata-kata itu sering kali terlintas di pikiran Jaejoong.

selama ada Yunho dan Ahra, Jaejoong sedikit tidak fokus dengan pekerjaannya. matanya selalu melihat keakraban mereka , hingga ia sudah beberapa kali kena tegur karena ketidak fokusannya.

Jaejoong menuju ke ruang pegawai untuk mengembalikan fokusnya yang tadi sempat hilang karena melihat Yunho dan Ahra. setelah beberapa saat ia menenangkan diri, ia hendak kembali untuk bekerja dan melihat meja yang ditempati oleh yunho sudah kosong. Hanya ada dua mangkuk dan gelas yang sudah kosong.

Pikiran Jaejoong sudah kembali terfokus setelah kepulangan Yunho dan istrinya. Ia bisa bernapas lega, karena jika ia melakukan kesalahan lagi maka ia akan jadi pengangguran. dengan giat ia melanjutkan pekerjaanya yang tadi sempat tertunda

jam kerja Jaejoong telah usai lebih awal dari biasanya, sehigga ia dapat bersantai di apartemen. beberapa rencana sudah tersusun di otak Jaejoong. tak sabar ingin mewujudkan beberapa rencananya.

Setelah membeli beberapa camilan di mini market Jaejoong segera melanjutkan perjalanannya menuju apartemen agar bisa beristirahat dan bersantai.

Beberapa hari berlalu walaupun jaejoong telah mengetahui jika yunho dan ahra adalah pasangan suami dan istri tak menyurutkan niatnya untuk dekat dengan yunho. beberapa kali Jaejoong mengantarkan kookies buatannya ke apartemen yunho ataupun masakan yang lain.

Jaejoong memang tak banyak berharap untuk bisa bersama Yunho. Cukup dengan sedikit kegiatan yang dilakukannya saat ini bisa menjadi pelipur lara dihatinya.

Setiap kali jaejoong berdoa ia selalu menyelipkan doa untuk yunho dan keluarga kecilnya agar selalu diberikan kebahagiaan. Naif sekali memang, hanya melihat senyum hangat yunho dan tatapan lembutnya kepada ahra membuat jaejoong ikut bahagia, walaupun ada rasa yang sangat menyesakkan didalam hatinya.

BUGH BUGH DUAGH BRAK

"musnah lah kalian!" BRAK! Yunho memukul beberapa anak buah dari mantan bosnya tersebut dengan balok kayu. Yunho mencoba berkelit menghindari pukulan-pukulan tersebut hingga akhirnya tenaganya mulai menipis dan ia berhasil di taklukkan.

"Yunho, Yunho, Yunho. dimana kau sembunyikan bayimu brengsek! Kau pikir dengan keluar dari dunia mafia dapat menyelamatkan keluarga kecilmu heh? Cih! Naif sekali pemikiranmu." Ucap seseorang yang datang dari kegelapan. Yunho memicingkan matanya tajam.

"aku tak akan menyerahkan bayiku kepadamu pak tua! Cukup aku saja yang terjerumus dalam kehidupan mafia. Dan jangan sekali-kali mengusik bayiku." Ucap yunho tenang namun sarat akan acaman.

"sayangnya anak buahku telah menemukan istrimu yang sedang menyembunyikan bayi mungilmu." Mendengar hal itu membuat emosinya membuncah. Yunho dengan kalap menghajar semua orang yang berada di sekitarnya.

other side*

Ahra dengan was-was menggendong Changmin keluar dari apartemen dan berpapasan dengan jaejoong. Tanpa pikir panjang ahra menyeret jaejoong dan menyerahkan changmin untuk dibawa oleh jaejoong

"Jae-ah aku meminta bantuanmu kali ini saja. Tolong jaga Changmin, aku tak yakin bisa menjaganya." Ahra menyerahkan Changmin ke pelukan Jaejoong.

"K-kenapa harus aku? Aku takut tak bisa menjaganya." Jaejoong gugup karena ini pertama kalinya ia menggendong bayi kecil.

"Ku mohon, aku tau kau bisa hiks. Tolong jaga Changmin untuk Yunho hiks." Air mata mulai meluncur deras dari kedua manik mata Ahra.

"A-arraseo, aku akan menjaga Changmin sebisa ku." Ahra mencium kening Changmin untuk terakhir kalinya.

'Hey, apa kau melihat seorang wanita membawa bayi di sekitar sini?'

Ahra menahan napas saat mendengar seseorang menanyakannya.

Ia menyuruh Jaejoong untuk mengendap-endap keluar dari gang-gang sempit itu dan segera menjauh darinya.

"Baby Min, sekarang kau bersamaku. Ku harap semua akan baik baik saja." Ucap Jaejoong ke baby Min.

Jantungnya berdegub kencang saat melewati orang-orang berjas hitam. Jaejoong berusaha se-netral mungkin agar tak menimbulkan kecurigaan.

"Berhenti." DEG! Jaejoong membulatkan matanya, saat ia merasakan ada yang menepuk pundaknya.