Setelah kejadian itu, dia tak pernah mencorat-coret lokerku. Aku juga tak pernah tersenyum kepadanya lagi. Walaupun kami sering bertemu di ruang dance, aku selalu mengabaikannya. Sebentar lagi ada kompetisi yang lumayan besar, sehingga memperbesar skala kemungkinan aku bertemu dengannya. Untung tim yeoja dan namja dipisah. Coba kalau tidak? Apa lagi kalau kami dapat satu tim, bisa mati aku.

Oh iya, ada kabar gembira. Sejak satu minggu yang lalu Chanyeol dan Baekhyun sudah resmi berpacaran lho, kkkk~~ walaupun terkadang aku sebal dengan mereka yang hobi sekali ber-lovely dovey ria di hadapanku, tapi aku ikut bahagia melihatnya. Akhirnya penantian Chanyeol selama lima tahun terbayar sudah.

Hari ini hari senin. Itu tandanya ada latihan wajib. Aku berjalan menuju loker untuk mengambil peralatan latihanku. Lokerku bersih tanpa coretan sedikitpun. Aku tersenyum miris mengingat perkataan orang itu satu bulan yang lalu. Apa dia tidak merasa bersalah?

Saat aku membuka loker, aku heran karena ada satu buket bunga dan sebuah kartu. Aku mengambil kartu itu dan membaca tulisannya.

'Bunga mawar merah memang melambangkan cinta. Tapi, apakah kau tahu bahwa 15 tangkai mawar merah berarti permohonan maaf? Sejujurnya aku menyesal telah melakukan itu padamu. Mianhae.

iOS'

Kedua sudut bibirku terangkat ketika membacanya. iOS? Siapa iOS? Entahlah, yang jelas siapapun dia aku pasti memaafkannya. Lalu aku mengambil peralatanku dan menggenggam erat bunga itu. Tanpa kusadari ada seorang namja tengah memperhatikanku sambil tersenyum.

Senin selanjutnya aku menemukan ada bunga dan kartu lagi. Begitu juga Senin-senin berikutnya. Hari ini sudah ke-4 kalinya dia mengirim bunga. Pengirimnya masih sama. iOS. Entah siapa dia, yang jelas orang itu sukses membuat hatiku berdesir ketika membaca kartu itu. Bunga dan kartunya selalu aku simpan. Dan ketika bunganya mulai layu, aku akan menyelipkannya di antara buku diaryku sampai bunganya mengering. Well, itu memang kebiasaanku sejak kecil. Setiap mama atau baba memberiku bunga, aku selalu mengeringkannya lalu ketika bunga itu sudah kering, aku akan mengelem kelopaknya agar tidak lepas. Tapi tidak semua bunga yang aku terima akan aku keringkan. Hanya orang-orang yang special saja, dan sepertinya 'iOS' ini sudah menjadi salah satunya.

Kalau yang pertama aku mendapat 15 mawar , yang kedua kalinya aku mendapat satu tangkai bunga tulip.

'Tulip putih berarti permohonan maaf. Apakah masih ada pintu maaf untuk namja bodoh sepertiku?

iOS'

Siapapun kau. Apapun kesalahanmu. Aku memaafkamu.

Bunga ketiga adalah satu buket krisan dengan berbagai warna.

'Kau tahu, 24 tangkai krisan berarti setiap saat aku selalu mengingat dan memikirkanmu. Apa kau sudah memaafkanku? Bunga krisan juga mempunyai arti keceriaan, pesona dan optimis. Persis seperti dirimu, selalu ceria, mempesona dan optimis.

iOS'

Tulisannya tangannya kecil dan rapih. Aku baru tahu kalau ada namja yang tulisannya serapih ini.

Dan yang sekarang sedang aku pegang ini adalah satu buket yang berisi berbagai macam bunga. Tapi, bunga aster yang lebih mendominasi.

'Bunga Aster sering dijadikan simbol cinta, keindahan, kecantikan dan kesabaran. Sama seperti setiap senyuman yang selalu kau perlihatkan. Sangat indah. Tetaplah tersenyum seperti itu. Kau terlihat sangat cantik.

iOS'

Aigoo….. Jantungku berdegup begitu cepat saat membaca kalimat itu. Aku tersenyum membacanya. Baiklah, aku akan terus tersenyum. Lalu aku menutup pintu loker dan berjalan menuju ruang latihan.

Aku belum menceritakan kejadian ini kepada Baekhyun ataupun Chanyeol. Aku malu hehehe. Mereka pasti akan mengejeku habis habisan.

Aku berjalan menuju ruang latihan sambil terus menatap buket bunga ini. Kepalaku terus membayangan wajah pengirim bunga ini. Apakah dia tampan? Atau mungkin tidak?

Saat tengah asik membayangkan siapa 'iOS' itu, manik mataku menangkap si wajah datar sedang merangkul Tao—teman sekelasku. Dari wajahnya sih terlihat kalau dia sedang bahagia dan dia…..tersenyum

.

.

.

.

.

.

.

.

.

APA? SEORANG OH SEHUN SI MUKA DATAR DAN DINGIN ITU TERSENYUM?

Mataku terbelalak kaget melihatnya. Setauku dia tak pernah tersenyum. Dan sekarang dia sedang tertawa terbahak-bahak. Entah kenapa aku merasa tidak suka melihatnya bersama Tao. Hatiku terasa seakan-akan tersulut api.

.

.

.

Tunggu

.

.

.

Hei, apa yang kau pikirkan Xi Luhan? Untuk apa kau tidak suka melihat mereka berduaan? Memangnya kau siapanya Sehun? Apa pedulimu dengan namja sedingin dan tidak sopan semacam Sehun?

.

.

.

Tapi kalau diperhatikan sih, Sehun tampak semakin tampan jika tersenyum seperti itu

.

.

.

.

.

.

YA! Apa yang aku pikirkan sih? Muka datar dan dingin seprti itu tampan dari sebelah mananya? Cih

Aku baru saja pulang dari namsan bersama Baekhyun. Hari ini Chanyeol tidak bisa ikut karena harus menemani Noonanya pergi ke gwangju.

Aku sedang berbaring di atas kasurku yang empuk. Aku membayangkan bunga apa lagi yang akan iOS berikan kepadaku besok. Huaaaaaaaaaaa aku jadi tidak sabar.

"Lu, ini dari siapa? 'Bunga Aster sering dijadikan simbol cinta, keindahan, kecantikan dan kesabaran. Sama seperti setiap senyuman yang selalu kau perlihatkan. Sangat indah. Tetaplah tersenyum seperti itu. Kau terlihat sangat cantik. iOS' Ew! Cheesy sekali! iOS itu siapa?"

Sial, aku lupa belum menaruhnya di kotak. Mati aku. Baekhyun pasti bertanya yang tidak-tidak.

"Eh, apa Baek? iOS? iOS apa? Bukankah iOS itu software ya?" bodoh….Luhan bodoh. Pertanyaan macam apa itu? Kau hanya membuat Baekhyun curiga.

"Ya~ Tak usah berlaga tidak tahu! Kau menyembunyikan sesuatu dariku, eoh?" selidik Baekhyun.

"Eh, A-aniya…Bukan begitu Baek,"

"Kau menyebalkan Xiao Lu! Sekarang mainnya rahasia-rahasiaan," rajuk Baekhyun sambil memanyunkan bibirnya.

"Bukan begitu Baek~ Aku hanya tidak ingin menceitakanya"

"Kau tidak percaya lagi denganku dan Chanyeol?" tanyanya lesu. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Ya ya ya Byun Baekhyun, bukan begitu isssh.." kataku frustasi sambil menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal. "Aduh bagaimana ya Baek, bukannya tidak mau cerita, tapi aku takut kalian mengejekku,"

"Memangnya ada apa?" tanya Baekhyun sambil menghempaskan tubuhnya di sisiku.

"Jadi sudah satu bulan ini ada orang yang sering menaruh bunga di lokerku. Tapi dia selalu menaruhnya setiap hari senin,"

"Jadi kau punya penggemar rahasia, gitu? Dan kau menyukainya?"

"Sepertinya,"

"Memangnya kau tahu dia siapa?"

Aku hanya menggelengkan kepalaku.

"Aigoo deer. Tenang saja, aku dan Channie tidak mengejekmu," katanya sambil mencubit pipiku.

"Jinjja?" tanyaku antusias.

"Iya, tidak. Tidak salah lagi maksudnya huahhahahahahaha Aigoo…. Uri baby deer sedang jatuh cinta~~ Huaaaaaaa aku harus memberi tahu Channie tentang ini, hahahahaha," ujar Baekhyun sambil mengeluarkan handphonenya.

Benarakn apa kataku? Mereka berdua—setidaknya Baekhyun selalu mengejeku kalau sudah mengenai hal seperti ini. Huh, menyebalkan!

"Yaaaaaaaaa~ Lulu, tidak usah pouting seperti itu deeeh~" ucap baekhyun sambil menepuk-nepuk pelan pipiku.

"Diam kau Baekhyun!" rajukku sambil menepis tangan Baekhyun.

"Aigoo…Kyeopta!" katanya sambil mencubit pipiku.

"Diam ish! Jangan sentuh aku, aku sedang marah,"

Sepersekian detik kemudian Baekhyun tertawa tepingkal-pingkal. Ish~ menyebalkan sekali sih anak ini. Semakin lama tawa Baekhyun bukannya mereda malah semakin kencang. Sial!

"Hahahahaha Luhan aigooo…hahahaha mana ada orang ngambek bilang-bilang hahahahahaha," ujarnya sambil terus tertawa sambil memegang perutnya. Muka Baekhyun sudah memerah karena tertawa. Bahkan dia sampai menangis.

"YA BYUN BAEKHYUN! JANGAN TERTAWAKAN AKUUUUU! MENYEBALKAN SEKALI SIH KAU INI!"

"Aigoo, jangan marah begitu dong. Habisnya kau lucu sekali. Aduuuh. Mianhae ne?" ucapnya sambil menyeka air matanya.

"…."

"Yayaya jangan marah beneran. Kalau kau marah, akan aku sebarkan nih berita ini ke semua orang," ancamnya.

"Ya! Jangan Baaaaaaaaek~ baiklaaaah aku tidak marah lagi."

"Nah gitu doooong. Oh, tadi kau bilang setiap hair senin?"

"Iya, kenapa memangnya?"
"Seperti Sehun sunbae saja," ucapnya santai.

"Eh? Tidaktidak! Tidak mungkin Baek, namja sedingin dia mana mungkin bisa romantis,"

"Kan aku tidak bilang kalau yang mengirimkannya Sehun sunbae," ujar Baekhyun.

"Eh?"

"Hayoooooooooo~ Kau berharap kalau yang mengirim itu Sehun sunbae yaaaaa," ejek Baekhyun.
"IH! Amit-amit! Lagipula sepertinya dia sudah punya pacar, mana mungkin dia memberiku bunga," kataku sedikit lesu.

"Tuh kaaaaaaan, kau cemburu Lulu~~~~~~" Ujar Baekhyun sambil menggoyang-goyangkan pundakku.
"TIDAK!"

"Hahahahahaha tidak usah seperti itu, Lulu~~~~~ kalau kau suka ya bilang saja~"

"Berisik baek! Aku tidak akan pernah jatuh cinta pada namja jelek itu! Hih amit-amit!" rajukku sambil berbalik memunggungi Baekhyun.

"kalau nyatanya kau jatuh cinta bagaimana?" nada bicarnya berubah menjadi serius.

"Tidak mungkin," ucapku yakin.

"Siapa tahu saja," ujar Baekhyun sambil bangkit menuju meja belajarku dan mengambil kartu dari iOS yang tadi ia baca.
"Baiklah, kalau aku jatuh cinta dengan si muka datar itu, aku berjanji akan mentraktirmu makan seminggu penuh dimanapun kau mau, dan aku akan memberi semua koleksi make up-ku—tapi jangan yang limited yaaa hehe," ujaarku sambil berjalan mendekati Baekhyun.

"Jinjjayo?" tanyanya antusias.

"Jeongmal. Bagaimana? Deal?" aku mengulurkan tanganku.

"Deal!" kata Baekhyun yakin sambil menjabat tanganku.

"Aku yakin kau akan kalah," ucapku tak mau kalah.

"Teruslah bermimpi, Luhaaaaaaan~~ Sudah ah, aku pulang dulu~ Bye~" kata Baekhyun lalu meraih tasnya dan melambai ke arahku.

Tanpa menghiraukan lambaian Baekhyun, aku menutup wajahku menggunakan bantal. Beribu-ribu pertanyaan menari-nari di otakku.

Benarkah? Apa aku menyukainya? Tapi kalau aku tidak menyukainya, mengapa tiap kali aku ingat kejadian tempo hari itu hatiku terasa sesak? Dan setiap kali bertemu Tao atau Sehun, kenapa hatiku seakan ditusuk jarum? Sebenarnya ada hubungan apa diantar Sehun dan Tao? Lalu siapa iOS? Apakah dia Sehun sunbae? Atau mungkin bukan? Apa besok dia masih memberiku bunga?

Terlalu banyak pertanyaan yang aku sendiri tidak tahu jawabannya. Kepalaku rasanya ingin pecah. Apa aku bisa mendapat jawaban dari semua pertanyaan itu?

TBC


a/n: Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~~~~~ akhirnya aku bisa update jugaT.T sebenernya sih niatnya bakal update kemaren, tapi koneksinya ngadatT.T

Mohon reviewnya ya^^ walaupun hanya 'lanjut thor' atau sebagainya, itu benar-benar meningkatkan mood saya untuk lanjutin cerita ini :D tapi lebih bagus lagi kalau kalian kasih saya review yang bersifat membangun, hehe^^

Bagi yang nunggu HunHan moment, harap bersabar ya hehehe~~~~~~~~~

xoexo: mereka emang lucu hihihi tapi jangan dicubitin Gomawo^^

Doaddict: ini belum ending kok :3

AmeChan95: Terimakasih udah mau nunggu fic absurd ini

hunhanexo: iya :D ini udah dilanjut kok ;)

taenggoo: kenapa yaaa? hihiihi :3 apa yang jatuh ya? Jatuh hati mungkin hehehe :3 iya ini udah diupdate ;) tunggu chap selanjutnya aja ya :3

zoldyk: Thank you so much dear :D

akusayangluhan: ini emang cerita berchapter hehehe ;)

LeeEunin: waaaah penasaran yaaa? tunggu aja ya ;) nanti kebongkar kok kenapa Sehun segitunya sama Luhan

ruixi: kyaaaa terimakasih udah suka sama fic absurd ini

Orang ketjeh: siap deh'-')9

Terima kasih banyak buat yang udah review :D

Big Thanks to:

AmeChan95, cils, purplesky12, ruixi, zoldyk, akusayangluhan, xoexo, Doaddict, hunhanexo, taenggoo, LeeEunin, Orang ketjeh

Untuk para siders tercinta, review juseyo*bbuingbbuing*

Saya gak janji update cepet yaT.T Baru beberapa minggu masuk sekolah, tapi tugas udah numpukT.T Nanti saya usahain curi-curi waktu buat update deh(^_^)v

I'm gonna miss you guys ;)

Sampai jumpa di chapter selanjutnya ('-')/

*pyoooong*