Si kembar akhirnya sekolah di luar kota dan jarang sekali pulang jadi Yoongi dan Taehyung terbiasa di rumah berdua.
Tapi karena Taehyung pernah pingsan karena kelelahan, Yoongi akhirnya mempekerjakan pembantu lagi.
Keadaan seperti ini mirip dengan saat saat mereka pertama menikah dulu. Yang membedakan mereka hanya bertambah tua, walaupun Taehyung masih saja terlihat seperti dulu.
Anak anak biasanya hanya pulang dua kali setahun dan selebihnya mereka sering menelepon, lebih banyak menelepon Taehyung.
Yoongi tidak ambil pusing, dia yakin Taehyung bisa menangani anak anak mereka sendiri, dia percaya Taehyung, dan Yoongi justru tidak percaya pada dirinya sendiri.
Begitu lulus Taegeuk langsung mendaftar jadi pegawai pemerintah dan diterima, sementara kerjaan Taekwon belum jelas, setidaknya di mata Yoongi.
"Kapan kau punya pekerjaan yang benar?" Tanya Yoongi pada si sulung diantara anak kembarnya.
Taekwon mungkin sedang bingung, sedang ada masalah, dia menjawab, "Berhenti bertanya begitu!"
"Lihat kembaranmu, dia sudah jadi pegawai pemerintah sekarang dan punya gaji yang bagus."
"Papa lihat saja nanti, aku akan jadi jauh lebih kayak dari Taegeuk, bahkan dari Papa sekarang!" Kata Taekwon.
Yoongi tidak bisa berhenti mengkhawatirkan Taekwon.
Walaupun anak itu sudah punya bisnis rumah makan kecil, tapi bagi Yoongi itu belum cukup.
Bagi Taehyung semua itu cukup, melihat Taekwon melakukan hal yang dia ingin lakukan adalah hal yang membahagiakan untuk Taehyung. Walaupun bisnisnya kecil, tapi tetap punya untuk dan bebas dari hutang, untuk Taehyung itu adalah hal yang luar biasa.
"Kalau begini, beberapa tahun ke depan Kwon bisa punya cafe paling terkenal di kota, Mama yakin."
Taekwon tersenyum, merasa dapat semangat, "Terimakasih, Ma." Katanya, "Mama harus jaga Papa ya, nanti tensinya naik karena pusing memikirkan aku."
Dan Taekwon benar, tekanan darah Yoongi naik lagi.
Semua itu terjadi waktu Taekwon bilang dia ingin menikah, calonnya adalah orang yang Yoongi kenal, anaknya Hoseok si tukang kembang; Hwang Eunbi.
Yoongi pusing sendiri memikirkan dengan apa Taekwon akan memberi makan istrinya. Padahal kalau dipikir pikir Eunbi pasti sudah siap dengan gaya hidup akan pengusaha karena orang tuanya sendiri adalah pengusaha.
Jadi Taehyung memberi izin Taekwon untuk menikah, Yoongi otomatis mengizinkannya juga, walaupun dia harus sakit lebih dulu.
Waktu Taegeuk yang menikah, Yoongi tidak panik karena dia tahu kehidupan Taegeuk dijamin negara seperti kehidupannya dulu, Yoongi sudah punya bayangan akan jadi seperti apa kehidupan Taegeuk ke depannya, tidak seperti Taekwon yang Yoongi sama sekali tidak punya bayangan apa apa.
Walaupun sebenarnya Yoongi seharusnya tidak terlalu mengkhawatirkan Taekwon karena anak itu dan Eunbi sudah memperbesar bisnisnya.
Pasangan itu membeli sebuah rumah gaya lama di tempat yang strategis dan merubahnya menjadi cafe yang menjadi tempat nongkrong populer di kota.
Taekwon bilang, "Mama, ternyata kata kata Mama sakti sekali, ya."
Dan Taehyung cuma tersenyum mendengarnya.
Taegeuk tidak mau kalah dengan dengan pencapaian kembarannya, jadi dia dilantik menjadi pejabat tingkat empat bersamaan dengan Yoongi dilantik menjadi pejabat tingkat satu.
Barulah di situ Yoongi mulai merasa lega sedikit. Taegeuk mengikuti program beasiswa dan bisnis Taekwon lancar dan dan terus berkembang.
Yoongi diberitahu kalau Eunbi sekarang sedang hamil, tapi dia sudah tidak panik memikirkan masa depan Taekwon.
Yoongi menepuk bahu anaknya itu sambil tersenyum.
"Ada apa, Papa?" Tanya Taekwon.
Yoongi cuma berkata, "Jadilah alpha yang bertanggung jawab." Bukan karena Taekwon tidak bertanggung jawab, tapi karena Yoongi sepositif apapun dia melihat masa depan Taekwon tetap saja tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa depan Taekwon.
"Iya, Pa."
Setelah itu Yoongi bisa tidur dengan cukup nyenyak di samping Taehyung.
Taehyung terlihat masih muda, walaupun dia sepantasnya memang sudah punya cucu. Mungkin karena senyum Taehyung yang seperti anak kecil dia jadi terlihat seperti masih muda.
Taehyung tidak pernah membahas satu kesalahan Yoongi walaupun Yoongi tahu Taehyung mengetahui kesalahan itu.
"Helsinki adalah awal baru kita." Kata Taehyung, itu pun setelah Yoongi mengungkit soal masa lalu, "Apa kau takut aku tidak memaafkanmu, Alpha?" Tanya Taehyung.
Yoongi tidak menjawab, Tapi Taehyung benar.
"Iya," Taehyung menjawab pertanyaannya sendiri, "Itu memang benar. Tapi aku punya dua anak dan agaknya tidak mungkin aku mencari alpha baru." Jelasnya, lalu dia menambahkan, "Ibu bilang aku tidak boleh egois jadi aku menuruti Ibu."
Yoongi hanya diam.
Taehyung bicara lagi, "Jangan takut, Alpha, hanya kematian yang membawaku pergi darimu. Aku sudah tua, kenapa juga aku minta cerai?"
"Maafkan aku, Taehyung." Kata Yoongi.
"Sst, jangan minta maaf."
Malam itu Yoongi memeluk Taehyung lebih erat dari biasanya. Walaupun Taehyung berkeringat karena hormonnya sudah tidak seimbang, Yoongi tetap memeluknya.
Salah satu hobi Taehyung setelah tidak mengurus anak adalah berkebun, menanam bunga bunga yang cantik di halaman depan rumahnya dan menanam sayuran di halaman belakang dibantu oleh pembantu mereka.
Sore sebelum Yoongi pulang biasanya Taehyung menyudahi acara berkebunnya lalu mandi dan menyambut Yoongi.
Tapi suatu hari dia terlalu pusing untuk menyambut Yoongi, dia berbaring di ranjang, sudah makan dan minum obat, Yoongi memeluknya.
Taehyung berkata, "Sekarang kau sudah pejabat tingkat satu, Alpha. Anak anak juga sudah punya keluarga masing masing dan sebentar lagi anak Taekwon akan lahir. Aku merasa tugasku sudah selesai."
"Ya, Kau melakukan tugas dengan sangat baik." Kata Yoongi.
"Serius?" Tanya Taehyung, "Aku pikir ku selamanya tidak akan memaafkanmu, tapi sejak di Helsinki kau jadi sangat manis, bagaimana aku bisa tidak memaafkanmu?"
"Terimakasih, Tae. Terimakasih untuk semuanya selama ini, sekarang tidur saja, katanya pusing."
Taehyung tersenyum, "Cium dulu baru aku akan tidur dengan nyenyak."
Jadi Yoongi mencium bibir Taehyung, lalu Taehyung tidur di dadanya.
"Terimakasih untukmu juga, Alpha." Lalu Taehyung tertidur, tidur dengan sangat nyenyak sampai dia tidak bangun lagi.
Terjadi pecah pembuluh darah di otaknya yang membuatnya koma selama tujuh hari dan setelah tujuh hari itu dia pergi.
