Yoongi duduk di meja kerjanya, di ruangan barunya setelah dilantik menjadi pejabat tingkat satu.
Berkas berkas menumpuk di mejanya minta ditanda tangani.
Pekerjaannya mudah saja, tidak banyak kerja lapangan, hanya duduk lalu memerintah. Tidak menguras tenaga tapi menguras pikiran.
Dan Yoongi tidak lagi punya penyokong, tidak ada Taehyung dan tidak juga ada Jimin.
Hanya Yoongi, sementara si kembar sudah punya keluarga masing masing.
Yoongi memang mempekerjakan pembantu, dia hampir tidak pernah lepas dari pembantu sejak menikah dengan Taehyung. Tapi pembantu bukan orang yang bisa meramaikan hatinya, dia hanya bisa meramaikan taman yang Taehyung tinggalkan dengan bunga bunga berwarna-warni.
Lalu Yoongi dapat dinas ke Finlandia.
Kanan kiri Yoongi -pejabat sederajat- bukan orang orang yang senang bercanda, mungkin karena terlalu lelah berpikir mereka jadi gampang marah, Yoongi juga begitu.
Tidak ada Namjoon yang tenang dan bijak, mantan saingan Yoongi itu ada di kantor lain. Tidak juga ada Seokjin, yang tidak pintar pintar amat, jadi jabatannya tidak terlalu tinggi.
Tidak ada orang yang akan menghiburnya, hanya ada Yoongi dan kenangan tentang Helsinki.
Untung saja kota tujuan kali ini bukan Helsinki. Sialnya dia akan tetap menjejakkan kaki di Helsinki.
Sekembalinya dia dari Finlandia, untuk yang kedua kalinya, tentu saja rasanya berbeda dari kepulangannya dari Finlandia yang pertama.
Tidak bersama Taehyung dan anak anak, hanya dirinya sendiri.
Dan anak anak menyambutnya di bandara.
Taekwon dan Taegeuk bagaimanapun juga terlihat seperti tiruan Taehyung, Yoongi baru sadar mereka punya senyum Taehyung juga.
Mungkin sebenarnya itu adalah senyum senyum orang bahagia yang tidak bisa Yoongi lakukan.
Taekwon menyetir, Yoongi duduk di depan bersamanya dan Taegeuk duduk di kursi belakang.
Yoongi tidak banyak bertanya dia akan dibawa pulang kemana, karena dia merasa sudah tidak punya rumah lagi.
"Kita ke rumah Geuk, anaknya baru lahir jadi sekalian saja semua keluarga kumpul." Kata Taekwon.
Tanpa Taehyung, apanya yang bisa disebut kumpul keluarga?
Anak anak muda yang baru punya anak terlihat bahagia, karena mereka punya pasangan, Taekwon dan istri, Taegeuk dan istri, anak kembar Taegeuk.
Dan Yoongi berakhir duduk bersebelahan dengan cucu pertamanya, anak sulung Taekwon. Anak itu mewarisi mata Taehyung dan bulu matanya yang panjang.
"Kakek jangan sedih, adik bayi kan baru lahir."
Anak kecil itu bukan sesuatu yang benar-benar Yoongi pahami. Tapi kalau Taehyung sepertinya paham sekali soal anak kecil.
Karena tempat berpulang seorang anak adalah ibu.
Makanya Yoongi menyempatkan diri mampir ke rumah ibunya.
"Kau masih muda, kenapa kelihatan duapuluh tahun lebih tua, Seongwollie?" Tanya ibu Yoongi.
"Aku tidak tahu." Jawab Yoongi. Mungkin karena dia kehilangan Taehyung, tapi tidak mau mencari Jimin.
"Kita sudah tua, kita harus bisa bertahan hidup sendiri sebelum kita juga menghilang." Pesan ibunya.
"Ibu tidak harus bertahan hidup sendiri kalau mau tinggal dengan Seongwol." Kata Yoongi.
Ibu Yoongi menggeleng. Yoongi tidak mengerti.
Tidak jauh setelah kunjungan Yoongi yang terakhir ibunya pergi.
Pesan terakhir untuk Yoongi adalah Yoongi harus bisa bertahan hidup sendiri.
Tapi untuk apa Yoongi bertahan hidup kalau sudah tidak ada Taehyung, mencari Jimin pun dia sungkan dan kini ibunya juga sudah tidak ada.
Tekanan darah Yoongi meninggi dan dia dilarikan ke rumah sakit.
Begitu Yoongi sadar diri, dia bertemu dengan dokternya.
"Sudah merasa baikan, Yoongi-sshi?" Tanya dokter alpha itu. Nametag-nya bertuliskan Jeon Daehan.
