HALF OF MY HEART
Kyuhyun and Sungmin
KyuMin
They belong to each other
The storyline is mine
PLAGIARISM IS NOT ALLOWED
Casts: Super Junior, Dongbangshinki, Sonyeosidae
Genre: Drama, Romance, little Angst
WARNING: BOYS LOVE, IF YOU READ DON'T BASH, TYPO
Cast:
Cho Kyuhyun (17 th)
Lee Sungmin (17 th)
Tan Hangeng (18 th)
Kim Youngwoon (18 th)
Kim Heechul ( 20 th)
Kim Kibum (17 th)
Park Jungsoo (20 th)
Shin Donghee (19 th)
Lee Hyukjae (17 th)
Kim Jongwoon (19 th)
Choi Siwon (18 th)
xxx
Kyuhyun sedang terpekur sendirian di dalam kelas ketika Hangeng dan Kangin menghampirinya. Ia bahkan tidak mendengar ribut dua sahabatnya itu tebar pesona di kelasnya. Pikirannya terlalu sibuk mengingat tentang kekalahannya semalam. Bukan tentang kekalahannya sebenarnya, tetapi lebih memikirkan lawannya. Dia tidak pernah memperhitungkan kelompok yang bernama konyol itu, purple phoenix, benar-benar terdengar seperti nama kelompok penggila pakaian dalam wanita. Tetapi justri mengapa ia harus dikalahkan kelompok yang ia remehkan ?
.
"Kenapa kau kau memberikanku liontin berbentuk phoenix?"
"Phoenix itu melambangkan keabadian Kyuhyun-ah, dia akan hidup 500 tahun kemudian membakar dirinya sendiri sampai akhirnya ia terlahir kembali menjadi phoenix kecil, siklus seperti itu akan terus berulang."
"Tapi kau melupakan satu legenda tentang phoenix. Kau tahu, jika kau berdekatan dengan phoenix kau akan terbakar oleh sinar api keemasannya yang lebih membakar daripada sinar matahari?"
"Aku rela terbakar demi sebuah keabadian, Kyuhyun-ah."
"Kau benar-benar naif."
.
"Kau masih memikirkan kekalahanmu ya?" suara Kangin menyentakkan Kyuhyun kembali ke dunia nyata.
Kyuhyun membuka matanya yang sempat terpejam karena mengingat masa lalu. Tidak terkejut ketika melihat Hangeng dan Kangin sudah duduk di bagku depan mejanya. Mereka selalu seperti ini jika Kyuhyun tidak mendatangi mereka.
"Terkadang kita harus merasakan kekalahan untuk menyadari bahwa kemenangan begitu menyenangkan," celetuk Hangeng saat pertanyaan Kangin tidak memperoleh jawaban dari Kyuhyun.
Kyuhyun menggeleng, "Ya itu benar Hyung, tapi aku tidak memikirkan kekalahan itu. Hanya saja apa kau sudah mencari tahu tentang Vincent Lee"
"Aku sudah mencari tahunya semalaman, tetapi sayangnya aku tetap tidak mendapat informasi apa-apa. Yang aku dapat hanya tentang purple phoenix yang memiliki 3 pemimpin, Heechul pria cantik kemarin, Kibum sang wajah dingin dan Vincent Lee. Vincent adalah eksekutor, seperti dirimu kedudukannya," Hangeng menarik napasnya sesaat.
"Kabarnya mereka menguasai arena di Nowon, mobil mereka juga tidak main-main, Dodge Charger Daytona 1969. Kabarnya mobil itu yang biasa dikendarai Vincent."
"Apa? Daytona 1969?" mata Kyuhyun membulat sempurna, tak berbeda dengan Kangin.
"Aku pikir mobil itu sudah musnah dari jalanan, hanya menjadi koleksi para kolektor kelebihan uang. Tapi kelompok yang memiliki nama begitu feminin itu ternyata memilikinya," guman Kangin.
Kyuhyun masih terdiam, terseret kembali ke dunianya sendiri.
.
"Apa bagusnya mobil tua seperti ini?"
"Kau tahu tidak, mobil yang dibuat tahun 1969 ini sudah memiliki mesin HEMI V8. Di tahun seperti itu sudah ada mesin V8. Di masa kini mobil itu sekelas dengan Lamborghini Reventon."
"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan."
"Karena otakmu hanya berisi game bodoh tidak berisi."
.
"Kau sekelas dengan dia, Kyuhyun?" suara Kangin lagi-lagi menyeret Kyuhyun ke dunia nyata.
"Siapa?" tanya Kyuhyun singkat.
Kangin menatap meja guru, tampak siswa dengan tatanan rambutnya yang khas meletakkan tas guru di sana. Badge sekolahnya di lengan sama seperti Kyuhyun, artinya ia juga tingkat dua setingkat dengan Kyuhyun.
"Lee Sungmin," jawab Kangin, diikuti arah pandang Kyuhyun ke meja guru.
"Tidak."
"Aku tidak pernah melihat dia sebelumnya?" gumam Kangin lagi.
"Apa kau begitu tertarik dengannya? Kau gay ya?" Kangin mengalihkan pandangannya kepada Kyuhyun, jika tidak salah ingat sejak kemarin Kyuhyun selalu sensitif jika ia mulai membahas Sungmin.
"Apa masalahnya aku tertarik dengannya atau tidak, aku hanya menanyakan tentang dia. Apa ada bagian dari kata-kataku yang mengatakan aku menyukainya?" Kangin memang tipe yang mudah terpancing emosinya. Hal yang tidak enak yang tertangkap telinga dan matanya akan dengan mudah membuat emosinya tersulut.
Sementara Kyuhyun masih menatap tajam kepada Kangin. Kyuhyun memang berlaku tidak biasanya sejak kemarin. Kyuhyun biasanya adalah teman yang sopan, karena ia tahu ia yang termuda di antara Hangeng dan Kangin. Meski ia adalah pemimpin, tetapi jika berkaitan dengan Kangin dan Hangeng, Kyuhyun akan tetap menjaga sikapnya seperti seorang adik kepada kakaknya. Tidak pernah berlaku semena-mena bahkan ia tidak pernah melawan jika ada perbedaan pendapat di antara mereka. Tetapi sejak kemarin Kangin merasa Kyuhyun begitu menyebalkan, Kyuhyun bahkan menatap matanya dengan tajam. Hal yang tidak pernah dilakukan Kyuhyun sebelumnya kecuali saat mereka bercanda.
"Kangin sudahlah," Hangeng mencengkeram bahu Kangin, mencoba memutus tatapan tajam antara Kyuhyun dan Kangin.
Kangin mendengus kesal, kemudian berdiri dari duduknya dan keluar dari kelas Kyuhyun.
"Ada apa denganmu?" tanya Hangeng menyelidik kepada Kyuhyun.
"Aku hanya tidak suka ia memperhatikan hal lain ketika kita membicarakan sesuatu."
"Tidak seperti itu, kau mengenal pasti bagaimana tabiatnya."
Tetapi kata-kata Hangeng tidak lagi didengar oleh Kyuhyun, ia pun berdiri dan keluar kelas. Hangeng hanya bisa menghela napasnya berat.
.
.
.
Tadinya Kyuhyun hendak mengejar Kangin, ia tahu ia keterlaluan. Hal bagusnya adalah Kangin tidak lantas marah seperti biasanya, setidaknya Kangin bisa menahan emosinya dan itu pasti membutuhkan usaha yang keras pada Kangin.
Tetapi kemudian ia menemukan Kangin sedang terlibat pembicaraan serius dengan Sungmin di tangga. Wajah Kangin sudah tidak setegang tadi, sesekali senyumnya tersungging dan menampilkan matanya yang segaris. Jemari Kyuhyun mengepal, giginya mengatup kencang, tetapi ekspresi wajahnya tetap tenang. Ia hanya diam menatap Kangin dan Sungmin di bawah sana, hingga mereka menghentikan pembicaraan mereka. Sungmin akan kembali naik ke lantai dua, dan menyempatkan untuk melambaikan tangan kepada Kangin. Ketika Sungmin mendongak, matanya menatap Kyuhyun yang berdiri di tengah tangga. Tetapi Sungmin tidak menganggap itu, ia terus menaiki tangga.
Dan ketika posisinya sudah satu anak tangga di bawah Kyuhyun tetapi pemuda itu tidak sedikit pun memberi jalan kepadanya, Sungmin tetap berjalan tidak peduli saat bahunya menabrak bahu Kyuhyun. Wajahnya tidak melukiskan apapun, dagunya terangkat dengan angkuh. Kyuhyun kembali beralih kepada Kangin.
"Kenapa kau diam di sana?" tanya Kangin kepada Kyuhyun.
"Hyung aku minta maaf, kembalilah ke kelasku. Bel masuk masih lama akan berbunyi."
"Aku tidak akan bisa bertahan dengan sindiranmu lagi."
"Hyung...," Kyuhyun benar-benar tidak mau jika Kangin mendiamkannya. Ia berpikir setidaknya lebih baik Kangin meluapkan kemarahannya. Lagipula ia pikir tidak ada yang salah dengan perkataannya tadi.
"Kyuhyun-ah, jika aku gay, jika benar aku menyukai Sungmin. Apa kau masih menganggapku hyung-mu?" pertanyaan Kangin begitu lirih, tetapi Kyuhyun masih bisa mendengarnya. Bahkan Sungmin pun menghentikan langkahnya.
"Hyung..."
Kyuhyun tidak menjawab Kangin, ia menolehkan kepalanya melirik ke belakang melewati bahunya. Ia melihat Sungmin masih berdiri terdiam di sana. Beberapa saat kemudian Sungmin melanjutkan langkahnya hingga tidak terlihat lagi.
"Sudahlah, aku hanya lapar sepertinya aku akan ke kantin jika kau ingin ikut," putus Kangin kembali menuruni tangga, diikuti oleh Kyuhyun.
Dari dinding yang membatasi tangga dan koridor, Hangeng muncul dari sana dengan wajah sedih.
.
.
.
Ketika bel pulang sekolah berbunyi, Kyuhyun buru-buru keluar kelas dan berencana menghampiri Kangin dan Hangeng. Sebenarnya saat sisa jam istirahat tadi ia berusaha mencairkan interaksinya dengan Kangin, tetapi Kangin tampak masih tidak mengacuhkannya dan sibuk dengan makanannya. Bagaimanapun bagi Kyuhyun, baik Hangeng maupun Kangin adalah kakak untuknya. Teman di saat ia merasa sendirian dan bosan dengan kesibukan orangtuanya, wajar saja jika ia tidak ingin hubungannya dengan kedua sahabatnya itu membeku.
Tetapi saat akan menuruni tangga langkahnya tertahan oleh dua siswa yang sedang mengobrol di ujung tangga, sebenarnya Kyuhyun bisa saja langsung turun dan melewati dua siswa itu. Tetapi mata dan telinganya sungguh terganggu dengan kearaban dan tawa dua siswa itu. Akhirnya Kyuhyun tetap berjalan menuruni tangga, dan ketika melewati dua siswa itu Kyuhyun sengaja menabrak punggung salah satu siswa itu dengan lengannya.
"Faggot!" gumam Kyuhyun terdengar lirih.
"Apa kau bilang?" tetapi siswa yang lebih tinggi, yang ditabrak Kyuhyun sebelumnya, mendengar itu dan mencengkeram bahu Kyuhyun memaksanya menoleh ke arah mereka berdua.
"Kalian gay memuakkan!" kali ini dengan terang-terangan Kyuhyun memaki mereka berdua.
Membuat siswa yang lebih tinggi hilang kesabaran hingga akan memukul wajah Kyuhyun, tetapi lengannya tertahan oleh siswa yang lebih pendek.
"Siwon-ah sudahlah," siswa yang lebih pendek memandang dengan penuh permohonan kepada siswa yang lebih tinggi, Siwon, untuk tidak terpancing keributan di sekolah.
"Tetapi mulutnya harus diberi pelajaran Sungmin-ah," Siwon belum bisa menguasai emosinya.
Hingga Sungmin memaksa untuk melepas cengkeraman jemari Siwon pada bahu Kyuhyun. Wajah Siwon masih menyimpan amarahnya.
"Ikut saja ke kelasku, kita pulang setelah ini," tanpa mempedulikan protes dari Siwon, Sungmin menyeret lengan Siwon untuk menjauh dari Kyuhyun.
Sedangkan Kyuhyun hanya memandang dua punggung yang menjauh darinya itu dengan sebal.
"Sial, aku pikir dengan sekolah yang bukan sekolah khusus pria aku akan terbebas dari kaum gay seperti mereka. Nyatanya gay ada dimana-mana," menggerutu panjang pendek, Kyuhyun meneruskan langkahnya menuju tujuan awalnya..
.
.
.
Ketika menemui Kangin dan Hangeng di halaman parkir, Kyuhyun harus menelan kekecewaan karena Kangin lebih memilih pulang bersama Hangeng. Padahal rumah Kangin searah dengan rumah Kyuhyun. Dan jika Kangin sedang tidak membawa mobilnya, Kangin akan pulang dengannya.
"Hyung kau tidak pulang denganku?" tanya Kyuhyun.
Kangin menggeleng, "Tidak, ada yang harus aku lakukan di rumah Hangeng."
"Apa itu? Kalian tidak melibatkan aku?"
"Bukan begitu, hanya saja kami sedang mencari tahu tentang Vincent Lee. Jika kau tertarik kau boleh bergabung," jelas Hangeng.
Kyuhyun terlihat berpikir. Bukankah ia sendiri yang penasaran dengan Vincent Lee itu? Ia pikir tidak akan ada masalah jika ia turut mencari tahu.
"Baiklah aku ikut," putusan Kyuhyun disambut anggukan oleh Kangin dan Hangeng.
Kemudian Kangin masuk ke dalam mobil Hangeng, ketika Kyuhyun memanggilnya.
"Apa lagi?" tanya Kangin jengah.
"Kau tidak di mobilku?"
Kangin belum akan menjawab, kemudian Hangeng berjalan ke arah mobil Kyuhyun.
"Aku saja yang denganmu, kau bawa mobilku Kangin-ah," teriak Hangeng pada Kangin. kemudian ia mendorong Kyuhyun untuk masuk di kursi kemudianya, dan ia berputar ke kursi penumpang. Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa.
Dengan pelan Kyuhyun menjalankan mobilnya keluar dari area sekolah. Sekolahnya berada di kompleks sekolah dan perkantoran yang mewah. Jalan menuju jalan raya tidak terlalu ramai. Membuat Reventon dan Bugati Veyron milik Hangeng terlihat mencolok di jalanan. Tetapi ada satu yang juga terlihat mencolok di depan sana, Lamborghini Reventon. Kyuhyun mengenalinya sebagai mobil yang dua kali membalapnya di jalan raya. Dan mobil itu berhenti masih di area sekolahnya.
"Hyung kau ingat Reventon yang membalapku? Dia ada di depan sana," Hangeng mengikuti arah pandang Kyuhyun.
"Benarkah?"
Belum terjawab pertanyaan Hangeng, tetapi Kyuhyun sudah menginjak pedal gasnya dan otomatis kecepatan mobil bertambah. Rupanya Reventon di depan sana sudah kembali melaju, dan Kyuhyun memutuskan untuk mengejarnya. Kangin yang berada di belakang Reventon Kyuhyun sempat heran mengapa Kyuhyun menambah kecepatannya. Tapi Reventon lain di depan sana juga menarik perhatiannya, dan Kangin yakin pasti karena Kyuhyun akan mengejar Reventon itu. Maka Kangin juga menambah kecepatan Veyron yang ia kendarai.
Beberapa kali Reventon Kyuhyun mampu menjejeri Reventon lain itu. Tetapi pengemudi Reventon lain itu terlihat lihai berkelit, ia bahkan beberapa kali mem-blok jalan Reventon Kyuhyun membuat Kyuhyun tidak bisa melakukan apa-apa. Kangin tahu akan kesulitan Kyuhyun, maka ketika yakin jalan di depannya sepi, Kangin menambah kecepatan Veyronnya. Menyalip Reventon Kyuhyun, dan dengan sekali sentak Kangin mampu membalap Reventon lain itu.
Mata Kyuhyun terbelalak dengan aksi Kangin, masih mengamati Kangin yang memberi isyarat kepada Reventon itu untuk berhenti. Reventon itu menepi, dengan Veyron Kangin yang menutup jalan di depannya. Kyuhyun pun juga berhenti di belakang sana. Ia melihat Kangin turun dari Veyron dan berjalan menghampiri pengemudi Reventon lain itu. Mengetuk kaca sampingnya, seperti menyuruh sang pengemudi untuk turun mobil.
Sementara Kyuhyun dan Hangeng masih mengamati Kangin dari dalam mobil Kyuhyun. Tampak ekspresi Kangin yang sedikit terkejut ketika pintu Reventon itu terbuka, kemudian melambai kepada Kyuhyun menyuruh Kyuhyun dan Hangeng menghampirinya. Kyuhyun dan Hangeng pun keluar dari mobil dan berjalan mendekati Kangin.
Mereka berdua belum sampai di samping Kangin, ketika pengemudi Reventon itu keluar dari kursi kemudinya dan cepat-cepat menutup pintunya kembali. Menghadapi Kyuhyun, Hangeng dan Kangin sekaligus dengan wajah datarnya.
"Kim Kibum?" panggil Hangeng dengan nada penuh keheranan.
Kibum hanya tersenyum tipis sekilas, kemudian mengiyakan dengan mengangguk saja.
"Untuk apa kau di Yeongsam? Aku pikir kau juga tinggal di Nowon?" tanya Kyuhyun.
"Iya memang aku tinggal di Nowon, tetapi aku mau kemana saja itu bebas bukan?" jawab Kibum dengan nada sarkatis.
"Tidak, maksudku aku beberapa kali melihatmu dan kau yang selalu membalapku di jalanan. Apa maksudnya?"
Hangeng dan Kangin hanya mengamati perdebatan Kyuhyun dan Kibum yang sepertinya baru dimulai.
"Membalapmu? Mungkin yang kau maksud aku mendahuluimu di jalan raya, hanya itu."
Kyuhyun menatap Kibum dengan penuh selidik.
"Kau sedang memata-matai kami ya?"
Hangeng terlihat terkejut dengan pertanyaan Kyuhyun, tetapi hal itu juga sama dengan dugaannya. Tetapi ketika memandang Kibum, lagi-lagi Hangeng tidak mendapati ekspresi apapun selain senyum hambar dari bibir Kibum.
"Memata-matai kau bilang?" tawa Kibum terdengar kencang tetapi sangat menyebalkan.
Kibum membuka pintu mobilnya, tetapi kemudian ia urung masuk dan menoleh kepada tiga orang di belakangnya.
"Aku tahu dengan pasti bagaimana kemampuan musuhku, jadi aku tidak perlu memata-matai kalian. Berbeda dengan kalian yang buta tentang kami. Kalian merasa hanya kalian kelompok yang teratas selama ini," lanjut Kibum dengan menyunggingkan senyum menyebalkan dan membuat Kangin geram.
Kangin akan melayangkan tinjunya pada wajah Kibum, tetapi Hangeng dengan gesit mencegahnya. Lagi-lagi Kibum tersenyum meremehkan, dengan arogan dia masuk ke dalam Reventonnya, menutup pintunya kencang dan melaju meninggalkan derum knalpot mobil yang memekakkan telinga.
"Kenapa kau selalu menahanku memukul orang yang menyebalkan sih?" marah Kangin kepada Hangeng.
"Kau harus menahan emosimu atau itu akan semakin menyulitkan kita!" bentak Hangeng.
"Ada saat aku harus menahan emosiku dan ada saatnya aku harus melepaskannya, bodoh!" sementara Kangin dan Hangeng berdebat, mereka tidak menyadari Kyuhyun yang terdiam termenung dengan wajah terpukul di posisinya. Ia tidak mengeluarkan suara apapun sejak tadi. Dan Hangeng baru menyadari itu.
"Kyuhyun-ah, ayo pergi," ajak Hangeng, tetapi Kyuhyun tetap tidak bergeming dari posisinya. Membuat Hangeng menyimpan heran.
"Kyuhyun-ah kau kenapa?"
Kangin yang tadinya sudah berjalan menuju Veyron milik Hangeng menghentikan langkahnya dan berjalan kembali mendekati Kyuhyun dan Hangeng.
"Ada apa?"
Hangeng hanya mengedikkan bahunya mejawab pertanyaan Kangin.
"Kibum benar, selama ini aku merasa paling hebat hanya karena aku tidak tahu bagaimana dunia balap di luar sana," gumam Kyuhyun.
Hangeng mendekat dan menepuk bahu Kyuhyun.
"Kyuhyun, sudahlah jangan kau pikirkan perkataan Kibum dia hanya ingin mengacau konsentrasimu."
"Tidak Hyung jika kau ingat kita tidak pernah keluar Yeongsam, kita hanya berputar di Gangnam-gu saja, padahal Seoul demikian luasnya," sanggah Kyuhyun kepada Hangeng.
"Ya sudah jadikan pertandingan besok sebagai pembuktian dirimu, jika kau tidak hanya hebat di Yeongsam saja tetapi kau bisa diandalkan meski siapapun lawanmu. Jangan meratap seperti ini," Kangin meninju punggung Kyuhyun.
Memang Kangin selalu memakai kekerasan dalam suasana apapun, tapi jika mau dipikirkan kata-kata Kangin tidak ada satupun yang salah. Mungkin memang benar jika Kyuhyun terlalu mempersulit pola pikirnya. Kyuhyun tersenyum kemudian beralih merangkul bahu Kangin.
"Kau benar Kangin Hyung, aku harusnya menjadikan pertandingan ini sebagai pembuktian diriku," Kangin hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Jadi kau akan pulang denganku kan, biar Hangeng Hyung pulang sendiri," bujuk Kyuhyun lagi.
"Tidak mau, aku ingin mengendarai sendiri. Aku bahkan bisa membalap Reventon yang sudah dua kali mengalahkanmu di jalanan. Kali ini aku ingin membalapmu juga, siapa tahu aku bisa menggantikan posisimu di arena sebagai eksekutor," cibir Kangin sambil melepaskan rangkulan Kyuhyun di bahunya, tetapi itu sangat sulit dilepaskan karena rangkulan Kyuhyun berubah menjadi cengkraman.
"Ya lepaskan!" teriak Kangin, tetapi Kyuhyun hanya tertawa.
"Aku bukan gadismu, lepaskan!" Kyuhyun akhirnya melepaskan Kangin. sedangkan Hangeng hanya tertawa, setidaknya tidak ada hal buruk yang disimpan Kangin karena ketegangannya dengan Kyuhyun yang tercipta di sekolah tadi.
.
.
.
Kamis malam akhirnya datang, tetapi yang menjadi masalah adalah Cho Yeunghwan, ayah dari Kyuhyun, ada di rumah malam ini. Cho Yeunghwan bukan orang satu-satunya yang tidak mengetahui jati diri Kyuhyun, ini bukan tanpa alasan jika Kyuhyun menyembunyikan hobinya dari sang ayah. Cho Yeunghwan selalu mengekspektasikan Kyuhyun adalah anak yang patuh dan berprestasi di sekolahnya, yang kemudian akan dia bentuk menjadi penerusnya. Memegang kendali perusahaan pertambangan yang diwarisinya dari sang ayah, kakek Kyuhyun. Meskipun tidak ada pertambangan minyak di Korea, tetapi perusahaan pertambangan Yeunghwan mempunya beberapa sumber daya pertambangan minyak di beberapa negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Hal itu membuat keluarganya menjadi keluarga terkaya di Korea, dan kemewahan adalah hal biasa untuk Cho Kyuhyun. Tetapi keutuhan keluarga adalah yang sulit didapatkan Kyuhyun, membuatnya lebih suka menghabiskan waktunya dengan Hangeng dan Kangin. Dan juga membuatnya mencari jati diri sendiri sebagai pembalap liar.
Tetapi saat ini Kyuhyun tidak membutuhkan kebersamaan, ia sungguh-sungguh ingin keluar rumah dan pergi ke arena karena pertandingan yang membuatnya penasaran setengah mati. Ketika sibuk mengatur rencana dan beberapa alasan yang masuk akal, ia mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.
"Kyuhyun-ah, kau di dalam?" itu Yeunghwan, ayah Kyuhyun. Meskipun ia bisa menyuruh pekerjanya, tetapi ia lebih suka berinteraksi sendiri dengan anaknya jika sedang ada di rumah. Seperti hal kecil seperti ini.
Dengan buru-buru Kyuhyun membuka pintu kamarnya, "Appa, ada apa?"
"Kau sedang apa Nak?" ayah Kyuhyun melongokkan kepalanya bermaksud mengintip kamar Kyuhyun.
"Sedang tidak melakukan apa-apa, Appa," jawab Kyuhyun.
"Ada Hangeng di bawah, kenapa tidak bercerita kepada Appa jika kau sedang belajar mengelola saham dengannya?" tanya ayah Kyuhyun lagi. Untuk sesaat Kyuhyun tertegun, tidak merasa belajar apapun kepada Hangeng apalagi turun ke pialang saham seperti yang ayahnya bicarakan. Tetapi ia sadar mungkin ini adalah trik Hangeng agar Kyuhyun bisa keluar rumah.
"Tanpa memiliki perusahaan pun, jika tahu peluang dan memiliki keberanian untuk bermain dengan spekulasi, keuntungan yang didapat juga tidak main-main. Seperti ayahnya, nama Hangeng kini juga mulai ada di setiap daftar pemegang saham di beberapa perusahaan besar," lanjut ayah Kyuhyun.
"Appa..," Kyuhyun sudah demikian tidak bisa berkata apa-apa melihat kenyataan bahwa ayahnya begitu mempercayainya.
"Pergilah, temui Hangeng," ucap ayah Kyuhyun lembut.
"Tapi Appa sendirian?"
"Tidak masalah, aku akan menyuruh ibumu untuk pulang cepat."
"Ah baiklah," kemudian Kyuhyun menyambar jaketnya, memberi hormat kepada ayahnya dan keluar dari kamarnya.
Sudah ada Hangeng menunggunya di ruang tamu dengan senyum hangatnya seperti biasa. Kyuhyun merangkul bahunya sekilas dan berbisik.
"Aku tidak tahu kau sudah merencanakan untuk berbohong pada ayahku."
"Aku tahu kau sangat ingin bertanding malam ini."
"That's what friends are for," Hangeng pun tertawa menyetujui ungkapan Kyuhyun.
.
.
.
Hangeng bilang, Kangin sudah pergi ke arena terlebih dulu dengan Zenvo ST1 miliknya. Membuat Kyuhyun dan Hangeng hanya berdua menuju arena dengan mengendarai mobil masing-masing. Kyuhyun mengingat pesan Hangeng beberapa saat sebelum mereka berangkat dari rumah Kyuhyun, bahwa Kyuhyun harus mengeluarkan kemampuannya semaksimal mungkin. Tidak peduli dengan apapun strategi yang digunakan oleh musuh, Kyuhyun harus fokus dengan mencapai garis finish secepat mungkin. Dan Kyuhyun pun membenarkan itu, ia juga menyingkirkan rasa penasarannya tentang identitas lawannya jika itu bisa memecah konsentrasinya.
Ketika mereka telah sampai di arena, suasana arena sudah begitu ramai. Tidak hanya dipadati oleh anggota kelompok Black Blade tetapi ada beberapa wajah dan mobil yang tidak dikenali Kyuhyun. Ini membuat Kyuhyun heran, seingatnya ia tidak mengundang kelompok manapun dalam pertandingan malam ini. Kyuhyun menurunkan kecepatannya ketika Reventonnya membelah kerumunan di tengah arena, begitu pun dengan Hangeng yang mengikuti di belakangnya. Kyuhyun menyalami beberapa rekan sekelompoknya setelah ia turun dari mobilnya, kemudian mendekat kepada Hangeng.
"Hyung siapa mereka?" tanya Kyuhyun sambil menatap 4 orang yang berdiri di luar Pagani Zonda dan Mclaren F1, sedikit jauh dari kerumunan kelompok Kyuhyun.
"Aku tidak mengenal mereka," jawab Hangeng tidak mengerti.
"Apa mereka termasuk anggota purple phoenix?"
"Sama seperti Vincent Lee, anggota purple phoenix juga misterius. Tidak diketahui berapa tepatnya anggota mereka, hanya Heechul dan Kibum lah yang membuka identitasnya dan seringkali berinteraksi dengan kelompok lain," terang Hangeng membuat Kyuhyun mendengus sebal.
"Kelompok seperti apa sih purple phoenix? Mengapa mereka harus semisterius itu? Apa ada anak presiden dalam kelompok mereka?"
"Tepat! Aku dengar salah satu dari mereka adalah anak dari Menteri Pertahanan Korea."
"Apa?" Kyuhyun membelalakkan matanya tidak percaya, sungguh dia hanya menebak asal tadi.
"Seperti yang kita tahu, Menteri Pertahanan kita sangat merahasiakan identitas keluarganya karena berkaitan dengan upayanya melawan kependudukkan tentara Korea Utara di wilayah perbatasan. Menteri Pertahanan kita adalah pejabat yang paling vokal terhadap kediktatoran Korea Utara sejak ia menjadi pejabat tinggi militer Korea, ia merahasiakan identitas keluarganya agar terhindar dari upaya penculikan dan pembunuhan oleh agen rahasia Korea Utara," Kyuhyun semakin tercengang dengan cerita Hangeng. Ia sama sekali tidak mengira bahwa ada hal sepelik ini di dalam dunia gelap yang ia geluti.
Belum sempat Kyuhyun meluruskan kekusutan di pikirannya, ia merasa punggungnya di dorong dengan keras kemudian dua orang mengapit bahunya dengan kencang. Membuat Kyuhyun berteriak sebal. Sementara Kangin dan Changmin sang pelaku yang mendorong Kyuhyun kemudian merangkulnya tertawa terpingkal.
"Apa yang kalian lakukan sih?" Kyuhyun semakin kesal melihat Kangin dan Changmin tidak berhenti tertawa.
"Kalian terlalu serius, membicarakan apa hingga tidak menyapa kami?" tanya Kangin masih tertawa.
"Tidak penting untukmu," jawab Hangeng, membuat Kangin meninju perutnya dan Hangeng harus berjongkok menahan sakitnya. Kangin itu memiliki pukulan kangguru sepertinya.
"Ada urusan apa kalian berduaan seperti ini, tidak seperti biasanya?" tanya Kyuhyun heran melihat Kangin dengan Changmin.
"Kangin Hyung menyuruhku mengecek Zenvo S1 miliknya," jawab Changmin singkat.
"Kenapa harus dicek, kau akan bertanding Kangin-ah?" tanya Hangeng sudah pulih dari kesakitannya.
Kangin tersenyum dengan menaik turunkan alisnya, begitu menyebalkan di mata Kyuhyun. Tetapi ia begitu penasaran, tidak biasanya Kangin turun arena.
"Bertanding dengan siapa?"
"Dengan salah satu dari mereka berempat," Kangin menunjuk 4 orang asing yang ditunjuk Kangin dengan dagunya.
"Siapa mereka?" tanya Kyuhyun.
"Angel's Jewel."
"Satu lagi kelompok bernama konyol," gumam Kyuhyun.
"Kau akan berhenti mengatakan mereka konyol jika kau tahu siapa ketuanya," kata Changmin.
"Oya? Siapa ketuanya?"
"Park Jungsoo," jawab Kangin dramatis.
"Apa?" kali ini Hangeng membelalak heran.
Berbeda dengan Kyuhyun yang baru terjun di dunia balap liar sejak 2 tahun lalu, Hangeng sudah turun terlebih dahulu sejak 4 tahun yang lalu. Orang lama seperti dia tentu tidak lupa siapa itu Park Jungsoo. Pemuda yang sudah menguasai dunia balap liar sejak ia berusia 15 tahun dan ia sudah berusia 20 tahun kini. Kabarnya Jungsoo adalah pemilik Mclaren F1 pertama di Korea. Dengan dua temannya ia membentuk kelompok balap liar dan diikuti terbentuknya kelompok-kelompok di daerah lain, tetapi tetap tidak bisa mengalahkan kehebatan kelompok Jungsoo saat itu. Sayangnya kelompok itu bubar 2 tahun lalu dikabarkan karena cinta segitiga yang tercipta antara Jungsoo dan dua teman sekelompoknya. Bubarnya kelompok Jungsoo saat itu diikuti dengan kecelakaan mengenaskan yang menimpa Jungsoo, dan membuatnya harus dirawat di Swiss hingga tidak diketahui kabarnya hingga kini.
"Jadi Mclaren itu adalah Mclaren Jungsoo yang kabarnya sudah hancur tidak berbentuk sejak kecelakaan yang menimpa Jungsoo?" tanya Hangeng, dijawab dengan anggukan oleh Changmin.
"Dia menghidupkan zombie yang sudah mati," gumam Hangeng dengan ekspresi penuh kengerian di wajahnya.
"Apa maksudmu Hyung?" tanya Kyuhyun heran, sungguh ia tidak pernah mendengar nama Park Jungsoo sebelumnya.
"Aku akan menceritakan padamu lain kali, kita temui mereka sekarang," ajak Kangin berjalan menuju 4 orang asing di seberang arena. Kyuhyun, Hangeng dan Changmin mengikuti Kangin di belakangnya.
Ketika sudah berdiri berhadapan dengan 4 orang asing itu, Kyuhyun sama sekali tidak merasakan aura kengerian seperti yang diceritakan Hangeng dan Kangin. yang satu bertubuh sedikit gemuk, yang satu dengan wajah bersahabat, satu lagi berwajah lucu dan terakhir berwajah misterius. Entahlah Kyuhyun pikir yang terakhir itu adalah Park Jungsoo yang dibicarakan.
"Apa kabar?" Kangin menyalami mereka berempat satu persatu. Dan mereka kompak menjawab baik-baik saja.
"Aku merasa terhormat kalian mau datang ke arena kami, yang sungguh tidak memiliki nama setenar kalian," rendah Kangin lagi.
"Tidak yang seperti yang kau bayangkan, nama kami sudah tenggelam dengan nama kelompok kalian," satu yang sedikit gemuk berbicara.
"Ahh iya, kenalkan ini adalah ketua black blade," kata Kangin sambil mendorong Kyuhyun agar semakin ke depan.
Kyuhyun membungkukkan badanya memberi hormat, kemudian menyebutkan namanya. Salah satu dari mereka yang memiliki wajah paling bersahabat menyalami Kyuhyun.
"Hallo, aku Park Jungsoo ketua Angel's Jewel," dengan senyum teduh pria itu menyalami Kyuhyun. Kyuhyun pun tertegun, ia pikir waktu Hangeng membicarakan Jungsoo dengan wajah serius, Jungsoo adalah pria yang menyeramkan sama dengan ekspresi Hangeng. Setidaknya seperti pria dengan wajah menyeramkan seperti yang di ujung sana. Tetapi kenyataannya Park Jungsoo adalah pria dengan senyum meneduhkan seperti malaikat. Mungkin inilah mengapa kelompok mereka bernama Angel's Jewel.
"Ini adalah Shindong, teknisi kami," yang sedikit gemuk menyalami Kyuhyun dan dibalas senyuman oleh Kyuhyun.
"Ini Hyukjae, kami memanggilnya Eunhyuk. Kami menyebutnya Jewel karena kecermelangan otaknya sebagai mastermind. Kalian tahu, karena dia lah kelompok kami kembali berdiri," pemuda berwajah lucu dengan jawline tegas itu tersenyum dan membungkuk kepada Kyuhyun.
"Yang terakhir adalah Kim Jongwoon, eksekutor kami. Jika ada pembunuh berdarah dingin yang menghabisi korbannya tanpa ampun, dia adalah pembalap berdarah dingin yang akan menguasai arena apapun caranya," Kyuhyun merasa ngeri dengan cerita Jungsoo, bagaimana bisa pembalap disamakan dengan pembunuh. Apalagi melihat Jongwoon yang hanya menyeringai kepadanya.
"Ahh jadi Kangin akan melawan Jongwoon?" tanya Hangeng kepada Jungsoo.
"Begitu lah."
Selanjutnya mereka terlibat pembicaraan serius tentang pertandingan dan taruhan yang akan disepakati. Terdengar bunyi derum ribut mobil datang, Lamborghini Reventon, Lamborghini Veneno dan Maserati Birdcage. Kyuhyun tahu pasti itu purple phoenix.
"Musuhmu tiba Kyuhyun-ah," gumam Kangin di sisi Kyuhyun, Kyuhyun mengangguk samar.
Ketika mobil itu berhenti di seberang arena, seperti biasa hanya Kibum dan Heechul yang keluar. Berjalan menghampiri Kyuhyun dan kelompoknya. Hingga akhirnya Heechul dan Kibum sudah bergabung bersama, tempat kelompok Kyuhyun berdiri memang gelap jauh dari penerangan. Heechul berkerut mengamati wajah-wajah asing yang belum ia temui. Tetapi ketika matanya terpaku pada satu wajah, Kyuhyun menangkap ketakutan di mata pemuda cantik itu. Heechul bahkan menutup mulutnya yang terbuka dengan punggung tangannya, seperti ingin mengatakan sesuatu tetapi tidak keluar kata apapun. Kyuhyun mengikuti arah pandang yang membuat Heechul berekpresi sekompleks itu.
"Apa kabar Kim Heechul?" Park Jungsoo mengulurkan tangannya menawarkan jabat tangan kepada Heechul, dengan senyum malaikat yang tidak berubah. Tetapi Kyuhyun bisa mendengar nada intimidasi dari sana. Suasana di antara mereka bersembilan menjadi hening, fokus kepada Jungsoo dan Heechul.
"Teukie-ah...," akhirnya Heechul bisa mengeluarkan kata pertamanya, tetapi tetap tidak mengubah ekspresi ketakutan di wajahnya. Ia bahkan tidak menyambut tangan pria yang ia panggil Teukie itu.
"Iya ini aku, lama tidak bertemu. 2 tahun lebih sepertinya," lanjut Jungsoo masih dengan nada intimidasinya.
Heechul masih tidak menjawab apa-apa. Ini membuat Kibum luar biasa heran, Heechul yang ia kenal tidak pernah menampakkan ekspresi ketakutan seperti ini. Ia juga akan dengan mudah terlibat pembicaraan yang seru jika ada yang mengajaknya bicara. Tetapi Heechul saat ini berkebalikan dengan Heechul yang ia kenal seperti biasanya.
Sedangkan Hangeng merasa suasana saat ini sangat tidak mengenakkan. Dan jujur saja ia tidak suka melihat ekspresi tertekan di wajah Heechul.
"Baiklah karena kalian telah datang, biasakah kita mulai pertandingan Kyuhyun dengan eksekutormu?" tanya Hangeng memecah kebuntuan yang sempat tercipta.
"Ahh itu benar, bisakah kita kembali ke arena?" Kibum turut menimpali.
Kyuhyun mengangguk menyetujui, tanpa berbicara apa-apa ia berjalan menyeberang ke arena menuju mobilnya diikuti yang lainnya. Kyuhyun melewati Veneno, dan sedikit melirik meski ia tidak bisa menangkap apa-apa dari balik kaca mobil itu.
"Huh apa dia tidak mati terus berada di dalam mobilnya?" ejek Kyuhyun dengan dirinya sendiri. Tapi kemudian dia tidak memusingkan itu dan memilih terus masuk ke dalam Reventonnya. Ia hidupkan mesin mobilnya, sampai Kangin menghampirinya.
"Kita langsung bertanding?" tanya Kangin.
"Tentu saja, kita tunggu apa lagi? Aku takut Vincent akan mati jika terlalu lama berada di dalam mobil merahasiakan dirinya sendiri," celetuk Kyuhyun.
"Kau ini," Kangin memukul kepala Kyuhyun kemudian pergi meninggalkan Kyuhyun yang berteriak kesal.
Dari kaca spionnya, Kyuhyun dapat melihat Kangin berbicara sesuatu dengan Kibum. Tak tampak Heechul, membuat Kyuhyun penasaran sebenarnya ada apa antara Heechul dan Jungsoo. Tetapi kemudian lamunannya buyar ketika ia melihat Veneno di belakangnya berjalan pelan menjejerinya, sepertinya pertandingan akan segera dimulai. Kali ini Kangin berdiri di antara Reventon dan Veneno yang akan bertanding.
"Kau siap Kyuhyun-ah?" Kyuhyun mengangguk kemudian menutup kaca sampingnya.
Terdengar derum gas mobil Veneno di sampingnya, Kyuhyun pun melakukan hal yang sama memberikan isyarat bahwa ia telah siap. Maka Kangin mengangkat bendera di tangannya, mengibarkannya beberapa kali membuat penegemudi Reventon dan Veneno sama-sama menginjak pedal rem mereka. Dan ketika Kangin menurunkan benderanya, dengan cepat mereka melepas pedal rem digantikan oleh pedal gas. Bunyi ban berdecit nyaring kemudian mobil melesat dan menghilang dari pandangan hanya dalam beberapa kedipan mata.
Kali ini Veneno itu berhasil mendahuluinya, tetapi Kyuhyun masih mencoba untuk tetap menjaga fokusnya. Menghitung waktu yang tepat untuk mendahului. Tetapi rupanya pengemudi Veneno itu mengeluarkan kemampuannya secara penuh kali ini. Beberapa kali Kyuhyun mencoba mendahului, beberapa kali pula Veneno itu bermanuver menutup jalan Kyuhyun. Membuatnya harus menahan ambisinya menjadi yang terdepan. Mereka memasuki area yang semakin gelap, sepanjang kanan dan kiri arena hanya ada perdu ilalang yang rapat dan tinggi. Bunyi derum mobil yang sedang bertanding terdengar semakin jelas. Saling berlomba untuk mencapai posisi terdepan. Ketika Kyuhyun melihat kesempatan, ia menekan tombol high speed mengoptimalkan kecepatan 340 km/jam miliknya. Melesat hingga mampu membalap Veneno.
Pengemudi Veneno tidak tinggal diam, beberapa kali pula ia berusaha merebut posisi awalnya. Tetapi kemampuan Kyuhyun juga tidak bisa disepelekan, beberapa kali Kyuhyun memblok celah Veneno itu mendahuluinya. Selanjutnya Veneno itu terlihat tenang, tidak berusaha mengejar Reventon Kyuhyun. Tetapi Kyuhyun tidak mau terjebak seperti kesalahannya di pertandingan yang lalu, maka ia menjaga kecepatannya untuk tetap stabil. Hingga ia bisa melihat cahaya lampu di depan sana, Kyuhyun mengurangi kecepatannya untuk menekan pedal gasnya dan akan melesat saat Veneno itu kembali berhasil mendahuluinya. Kali ini tak tertandingi, Veneno terus melesat tidak terhalang apapun hingga di garis finish. Dan lagi Kyuhyun kalah malam ini Membuat Kyuhyun tercenung dalam dunianya, selama ini musuh apapun akan ia kalahkan dengan mudah, tapi sekarang ia dikalahkan dalam dua pertandingan berturut-turut. Ada yang salah dengan dirinya.
Tanpa menunggu ada yang menghampirinya seperti biasa, Kyuhyun keluar dari mobilnya dan disusul oleh Hangeng.
"Kyuhyun-ah..."
"Aku tahu Hyung, apa yang mereka minta kali ini?" tanya Kyuhyun masih berjalan menuju tempat Kibum dan kelompok Jungsoo berdiri. Sedangkan Kangin sedang mempersiapkan dirinya untuk bertanding dengan Jongwoon.
"Aku tidak mengerti akan permintaan mereka, mereka meminta liontin, atau apalah aku tidak mengerti," jawab Hangeng.
Kyuhyun menatap Hangeng penuh tanya, sedangkan Hangeng memasang ekspresi wajah memang benar-benar tidak tahu apa yang dimaksud sang lawan untuk hadiah kemenangannya. Kyuhyun segera menghampiri Kibum.
"Selamat atas kemenangan eksekutormu," Kyuhyun memberi selamat kepada Kibum, yang hanya dibalas dengan anggukan singkat.
"Apa yang menjadi taruhan kali ini?" lanjut Kyuhyun.
"Eksekutor kami pernah melihat liontinmu yang berbentuk phoenix, dan dia memintanya sekarang," jawab Kibum.
Kyuhyun mengernyit semakin heran, bagaimana Vincent Lee sang eksekutor tahu tentang liontinnya?
"Ia pernah melihat kau mengenakan dan menampakkannya di website kelompokmu," Kibum seakan tau apa yang ada di kepala Kyuhyun.
"Tapi dia tidak bisa memintanya, itu barang pribadiku yang tidak akan aku jadikan taruhan. Hanya liontin semurah ini, mengapa kalian memintanya?" Kyuhyun tidak terima.
"Menurut Vincent Lee, phoenixmu mirip seperti lambang kelompok kami yang pernah dibayangkan olehnya."
"Aku tidak peduli, aku tidak akan menyerahkannya," Kyuhyun tetap kukuh pada pendiriannya.
"Minta yang lain asal jangan liontinku," lanjut Kyuhyun.
Kibum mengerti, ia sebenarnya juga heran mengapa eksekutornya itu meminta barang taruhan seremeh itu. Mendengar kekayaan Kyuhyun dan teman-temannya, mungkin mereka bisa meminta 1 unit Maybach. Maka ia menghampiri Veneno milik eksekutornya, sedikit berdiskusi dan menerima arahan kemudian berbalik berjalan kembali ke arah Kyuhyun.
"Ia tetap meminta liontinmu, tidak bisa ditawar," kata Kibum menyampaikan keputusan eksekutornya.
"Tetapi jika kau keberatan memberikannya saat ini, ia menawarkan kau untuk bertanding lagi Sabtu ini di arena kami," Kibum memberikan penawaran. Kyuhyun terlihat berpikir, masih ada satu kesempatan dirinya untuk mencari kekalahannya dan mengembalikan kemenangannya.
"Jika aku menang aku bisa meminta apapun kepada kalian?" tanya Kyuhyun.
"Itu adalah khas eksekutor kami," jawab Kibum mantap.
"Baiklah, Sabtu malam ini kita akan bertanding di Nowon, di arena kalian," putus Kyuhyun dan ditanggapi dengan anggukan puas oleh Kibum.
Kemudian Kibum membungkuk pada Kyuhyun dan kelompok Jungsoo yang menyaksikan pembicaraan mereka, mohon pamit dan berjalan kembali ke Reventonnya. Heechul telah berperilaku aneh sejak tadi, tidak turun dari Maseratinya. Membuatnya harus menggantikan tugas Heechul sebagai negosiator malam ini. Hingga ia meninggalkan arena diikuti oleh Veneno dan Maserati Heechul, meninggalkan Kyuhyun yang merasa perih dengan kekalahannya.
Hangeng merangkul bahu Kyuhyun, "Setidaknya kau masih mempunyai 1 kesempatan."
"Jika kau mau, tim kita bisa bergabung mengalahkan mereka," tidak diduga, Jungsoo menawarkan merger pada kelompok mereka.
T B C
Kalo yang tahu kebiasaan saya, biasanya saya update chapter baru di Sabtu sore ya tapi karena kemarin last Super Show 5 jadi saya milih fokus ngikutin itu hehehe maaf
Jadi part ini masih part pengenalan, pengenalan tokoh, pengenalan latar belakang tokoh, pengenalan konflik dan sebagainya. Saya sengaja nggak menutupi Vincent itu Sungmin, bagaimana perbedaan mereka di sekolah dan arena balap. Kecuali Kyuhyun yang nggak tahu siapa Vincent sih, kalo tahu dia bakal lebih sakit hati kali ya dikalahin sama orang yang dia musuhin di sekolah. Nanti pasti dibahas kenapa Sungmin jadi Vincent yang misterius, sabar ya sayang hehe
Saya nggak suka lo kalo ada yang mendesak saya dengan "Kok nggak ada kyumin momentnya?" "Kyumin's sweet momentnya mana?" karena semua akan terjadi dengan proses, jadi mari kita nikmati prosesnya sampai KyuMin kita bersatu. Kalo nggak cukup sabar ya maaf saya nggak bisa memenuhi permintaan kayak gitu, karena fic ini punya saya jadi nggak ada yang bisa nyetir pikiran saya.
THAKS TO:
Heldamagnae: iya bener dia Sungmin
danactebh: okay makasih
LeeMaeRin: hahaha nggak papa sok tau nanti akhirnya kejawab kok
JoyELF: Iya makasih
Princejoy: sudah..
NAP217: sudah datang
Grace grace 9026: ahh aku mengerti, semoga suasana hati membaik ya
Lee Minhyun: yang pake Reventon udah ketauan ya, itu Kibum. Hahah saya nggak pernah menggeluti balap, hanya googling kok. Updatenya seperti biasa, tiap weekend
Gyumina: okayy makasih ya
Arevi are vikink: siap
Ist cho minkyu: sungmin dan Vincet adalah orang yang sama
Ayyu annisa 1: siap
Miyoori 29: Hangeng dan Kangin keliatannya udah tau belum? Keliatannya sih... *sinyal ilang*
12chaaan: hhahah eh aku nggak tau initial D loh, itu film mandarin apa hollywood? Jadi pengen nonton juga
Ayashi casey: ehh ngeh aja sih sungmin ngeliat majalah mode, soalnya mode punya peran penting nanti. Yaaah abis balapan ke mode ini kalo yang nulis nggak pinter ngayal nggak jadi, biarkan saya ngayal makanya hahahah
Phia89: iya sungminnya Cuma nyamar, nanti akan tau kenapa dia nyamar kok
Zen Liu: Hallo aku hafal dengan dirimu loh. Vincent dan Sungmin itu satu orang sebenarnya, dan untuk Kangmin wahhh rahasia hehe
Airi tokieda: wah makasih udad suka banget banget banget
fitriKyuMin: yup bener Vincent dan Sungmin adalah orang yang sama
TiffTiffanyLee: bukan jadul sih sebenarnya, hanya klimis Kyuhyun aja ngatain jadul. Coba liat karakter Ming di everysing sorry sorry
Bebek: ehh itu typo Reventon-Veneno hampir mirip kan jadi melebur jadi Venenton deh, kayak Kyuhyun-Sungmin dilebur jadi KyuMin eeaaaakkkk makasih loh aya, kalo ada inspirasi tampung lagi ya
myFridayyy: yaaa dia curhat mantannya hahaha ikutan puk puk deh jangan nangis. Ngomong-ngomong baca ff berbau ngantuk tuh gimana sih? Sambil ngantuk?
BabyMing: oke sudah lanjut
Qie andriani: iya nggak papa no comment tapi nanti comment terus ya
Nova137: karena saya nggak buat karakter Kyuhyun yang arogan, kalo sama Ming keliatan nyebelin itu Cuma sama Ming. Aslinya dia anak baik disini
Littlecupcake noona: okeyy
Park Heeni: iya Vincent itu Sungmin, emang sengaja nantangin Kyuhyun. Ditantangin terus malah
Mirukia: wahh makasih ya
RitaGaemGyu137: bukan Cuma babak kedua, diajakin Vincent babak ketiga tuh karena Kyuhyun kalah mulu
Thania Lee: Kangmin yaa heheh maunya ada apa kagak? Yang bawa Reventon udah ketauan Kibum kan, tapi motif pastinya belum diketahui
NurLarasati13: apa, minta kangmin moment? Jangan khawatir, asal wani piro hahahah
143 is 137: Udah googling mobilnya, keren kan? Pengen punya juga kan?
5351: yap bener Vincent itu Sungmin
Chabluebilubilu: yup bener
Guest: ini siapa ya manggil mama aishah dan nagih sidestorynya DG hahaha sedikit banyak terinspirasi dari sana, tapi nggak juga nggak bisa menggambarkan scene balapannya dengan keren soalnya
Sissy: iya bener
Mooiejoy: eeyyy kalo di genius itu Kyuhyun tulus ikhlas ngalah buat Sungmin dong, muka doang gondok dalam hati girang liat pacar dapet hadiah. Wah gaya rambut Vincent nanti aja deh dimunculin
Endah kyumin137: hahaha ya udah kamu pegang dan elus2 mobilnya, aku Sungminnya aja boleh ya? Sungmin dan Vincent itu sama, Cuma nanti lah diceritain latar belakangnya
Bluepearl: di kehidupan nyata? Udah seneng aja kalo KyuMin bersatu, cinta nggak mengenal gender kok asal bahagia urusan sama Tuhan itu resiko mereka. Oia kamu yang komen di I'm Sorry Mom ya? Wahh i'm sorry to hear that ya, tentang ibu kamu. Doain terus karena doa anak yang ngikutin beliau terus
Lee 90: saya berusaha pake karakter Ming yang aslinya emang manly sih, makasih ya
Dian karina: makasih udah suka ya
Winecouple: iya Vincent emang Sungmin
Lee chaRaa: seminggu sekali udah kilat belum ya?
Nugu: hahahaha tau aja aku tergila-gila sama Kangmin, jadi sih harusnya ada Kangmin. Maksudnya Kyuhyun ngeledek nama kelompoknya Heechul yang kayak nama gank cewek penggemar merk underwear, bukan Heechul penggemar underwear cewek. Untuk umur aku cantumin ya, tingkat (kelas) ntar cari sendiri coba hihihi
Parkhyun: yaaaahh kok ff alien sih hahah kalo nggak ada ff update sama kayak pacar nggak dateng-dateng dong ya? Makan indomie sendiri aja kalo gitu
Jofinda: siap
Vietha: udah dilanjut
Tya andriani: iya udah dilanjut
ChuteKyuMin: makasih duah nunggu, sabar ya
AWDJoy13: wahh udah bayangin ini ya?
KikyWP16: Udah diupdate
Minniekyu: bukan yang uring-uringan itu mobilnya Kibum heheheh
Babychoi137: ehh di Smtown week yang mana sih Sungmin dandan culun, pas ngedance apa itu?
Coffeewie137: nggak papa telat baca pokoknya tau ada ff baru. Bilangin ke Kyu makanya, jangan suka ngeremhin orang ya
Karen Kouzuki: iya anda benar!
Adelia Santi: sebenarnya Kyu anak yang baik kok, kalo bisa nebak pasti tau kenapa Kyu bisa sensi ke Sungmin. Tunggu terus dengan sabar ya
2013/02/23
