HALF OF MY HEART

Kyuhyun and Sungmin

KyuMin

They belong to each other

The storyline is mine

PLAGIARISM IS NOT ALLOWED

Casts: Super Junior, Dongbangshinki, Sonyeosidae

Genre: Drama, Romance, little Angst

WARNING: BOYS LOVE, IF YOU READ DON'T BASH, TYPO

Cast:

Cho Kyuhyun (17 th)

Lee Sungmin (17 th)

Tan Hangeng (18 th)

Kim Youngwoon (18 th)

Kim Heechul ( 20 th)

Kim Kibum (17 th)

Park Jungsoo (20 th)

Shin Donghee (19 th)

Lee Hyukjae (17 th)

Kim Jongwoon (19 th)

Choi Siwon (18 th)

xxx

Chapter 4

Selayaknya anak kecil yang mengenal makanan manis, semakin ia sering memakannya maka semakin cepat ia merasa bosan. Tetapi Kyuhyun tidak seperti itu, semakin ia sering mencium Sungmin, semakin manis ia rasakan, maka semakin ia merasa harus mencium Sungmin lagi sesering mungkin. Sungmin pun tidak menolak. Awalnya semua terasa aneh, bagi Sungmin sepasang sahabat tidak melakukan ciuman. Sungmin juga merasa salah, karena setahunya ciuman dilakukan oleh laki-laki dan wanita. Tetapi Kyuhyun menghapus semua keraguan di kepalanya, selalu berhasil membuat Sungmin tenggelam dan terlena oleh ciuman Kyuhyun.

"Sungmin-ah..."

Sungmin yang sedang melamun sambil terlentang di atas tempat tidurnya menoleh kepada Kyuhyun, yang tadinya sibuk dengan bacaannya. Ini masih libur musim panas, membuat mereka sama sekali tidak mempunyai kegiatan yang penting setiap harinya.

"Ada apa?"

"Kita atur ulang kamar kita, bagaimana?" tawar Kyuhyun.

Dahi Sungmin mengerut lembut, bangkit dari berbaringnya.

"Kenapa kita harus mengatur ulang kamar?"

"Bosan, sejak tingkat 1 sama sekali tidak ada perubahan di kamar kita."

"Bukankah memang ada larangan untuk kita mengatur sendiri tata kamar kita?" tanya Sungmin semakin tidak mengerti.

Sungmin yakin, Kyuhyun bukannya tidak tahu jika akan ada pemeriksaan kamar setiap bulannya. Selain memeriksa jika ada barang terlarang di tiap kamar, petugas kamar juga memeriksa kebersihan dan kerapian kamar. Dan satu peraturan asrama yang ada, penghuni kamar tidak boleh mengubah tata letak kamar. Tetapi Kyuhyun sekarang mengajaknya menata ulang kamar mereka?

"Kau benar-benar sedang bosan ya?"

"Huh?" Kyuhyun tidak bisa menangkap maksud pertanyaan Sungmin kali ini.

"kau sedang sangat bosan hingga mencari pekerjaan dengan menata ulang kamar kita, iya kan?"

Kyuhyun menggeleng, "Tidak, aku sama sekali sedang tidak bosan. Aku hanya ingin menata kamar kita, jika kau tidak ingin membantuku aku akan melakukannya sendiri," putus Kyuhyun.

Ia berdiri dari duduknya, dan mulai meraih meja kecil di samping tempat tidurnya. Mengangkat dengan mudah dan memindahkannya di sudut ruangan yang sejajar dengan sisi lain tempat tidurnya. Kemudian ia berusaha menggeser lemari pakaian yang memisahkan ranjangnya dengan ranjang Sungmin, tetapi itu begitu berat. Sekuat apapun usaha Kyuhyun, ia tidak berhasil menggeser lemari itu berpindah dari tempatnya. Membuat Sungmin berdecak kesal, baru ingat jika Kyuhyun memang kepala batu. Apapun keinginannya maka ia akan berusaha mewujudkannya. Tetapi Sungmin juga tidak begitu tega membiarkan Kyuhyun kesusahan sendiri. Maka ia juga bangkit dari duduknya, membantu Kyuhyun dengan mengangkat sisi lemari yang lain. Kyuhyun memimpinnya untuk membawa lemari itu ke sudut lain, dekat dengan pintu masuk kamar mereka?

Ketika lemari sudah berada di posisi yang Kyuhyun inginkan, Kyuhyun beralih ke single bed miliknya. Sungmin memandang tidak mengerti pada kegiatan Kyuhyun yang sedang menyeret ranjangnya untuk menyatu dengan ranjang milik Sungmin.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Sungmin yang masih berdiri di sebelah lemari yang baru saja mereka pindahkan.

"Hanya tidak suka tidur dengan diriku sendiri."

"Apa maksudmu sih?"

Kyuhyun tidak menjawab Sungmin, ia malah berbaring di atas ranjangnya kemudian tangannya melambai kepada Sungmin. Sungmin mendekat, tetap tidak mengerti. Kyuhyun menepuk-nepuk ranjang Sungmin.

"Berbaring lah di ranjangmu sendiri," Sungmin menurut, melangkahi Kyuhyun ia berbaring di ranjang miliknya.

Kyuhyun mendekatkan tubuhnya kepda tubuh Sungmin, Sungmin berjengit menjauh tetapi Kyuhyun menarik pinggangnya. Kemudian membawa Sungmin ke pelukannya. Berbeda dengan ciuman pertama mereka yang memberi sensasi geli pada perut Sungmin, merambat menjadi getaran menyenangkan di dadanya hingga menghilangkan akal di kepalanya. Rengkuhan Kyuhyun kali ini membuat dasar hatinya yang begitu dalam merasa nyaman luar biasa. Seakan ia sedang dijatuhkan di surga, tak ingin diusik oleh urusan duniawi apapun. Sungmin menemukan tempatnya pulang, di pelukan Kyuhyun.

Sungmin bahkan tidak bisa menampung sendiri rasa kebahagiaannya, dan Kyuhyun merasakan tubuh Sungmin bergetar di pelukannya. Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dari Sungmin, tangannya menjauh hendak meraih lengan Sungmin. Tapi Sungmin menahannya, seperti tidak mau melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun. Kyuhyun mengerti dan memeluk Sungmin lagi, kali ini ia merasakan getaran tubuh Sungmin semakin kuat hingga ia mendengar suara isakan dari arah dadanya. Sungmin menangis.

"Kau kenapa?" dan itu membuat Kyuhyun cemas.

Sungmin tidak menjawab, tetapi Kyuhyun dapat merasakan Sungmin menggeleng beberapa kali menggesek permukaan dadanya. Kyuhyun juga merasakan basah di dadanya, maka ia mengelus punggung Sungmin berusaha menenangkan teman sekamarnya itu. Hingga beberapa menit ke depan, posisi mereka sama sekali tidak berubah. Sampai Sungmin terlihat lebih tenang, Kyuhyun mengecup pucuk kepalanya, menjauhkan wajah Sungmin dari dadanya. Kyuhyun mendapati wajah Sungmin yang basah, dengan lembut ia menyeka airmata di seluruh wajah Sungmin. Mencium pipi dan puncak hidungnya, membuat mata Sungmin terpejam.

"Sebenarnya kau ini kenapa, hingga menangis begini menyedihkan?" tanya Kyuhyun.

"Apa aku terlihat menyedihkan?" bangkit dari berbaringnya, Sungmin duduk bersandar di dinding memeluk bantalnya.

Kyuhyun juga bangkit, duduk di hadapan Sungmin. Mengambil alih bantal yang dipeluk Sungmin, kemudian meraih jemari Sungmin ke dalam genggamannya. Ia tidak berbicara apa-apa, tapi dengan hanya dengan matanya, Sungmin tahu Kyuhyun sedang menawarkan tempat bercerita kepadanya. Mata yang tajam untuk orang awam itu, akan menjadi begitu lembut di hadapan Sungmin. Hanya kepada Sungmin, Kyuhyun bisa seperti itu.

"Aku...mungkin ini terdengar melankolis, tapi aku tidak pernah merasakan dipeluk seseorang seumur hidupku," lirih Sungmin, ia menunduk sibuk menatap permukaan tempat tidurnya.

"Kau serius? Maksudku setidaknya ibumu pernah memelukmu kan?"

Sungmin menggeleng pelan.

"Ayahku memiliki pekerjaan yang beresiko, dari yang aku dengar ketika orangtuaku baru menikah keluarga ibuku sering mendapat teror dan ancaman pembunuhan. Membuat mereka harus keluar dari rumah keluarga ibuku, tetapi meskipun mereka berpindah-pindah tempat tinggal, mereka tetap mendapat teror bahkan sabotase pembunuhan. Sampai aku lahir, hidup kami sekeluarga pun belum bisa tenang," Sungmin menghela napas berat, sementara Kyuhyun masih setia mendengar ceritanya dengan jemari mereka yang bertaut.

"Hari ketika aku dilahirkan, seorang penyusup menyelinap ke kamar pasien ibuku dan menembaknya. Meskipun itu tidak tepat di bagian tubuh yang vital, dan hanya menyebabkan luka tetapi sangat membuat ayahku ketakutan. Dan mengirim ibuku ke Eropa, yang aku dengar ia berada di Swedia."

"Yang kau dengar? Kau tidak turut ibumu pindah ke Eropa?" tanya Kyuhyun dijawab gelengan oleh Sungmin.

"Tidak, ayahku menyembunyikanku. Memisahkan aku dengan ibuku untuk keselamatanku juga, meskipun aku tidak pernah bertemu ibuku," Kyuhyun dapat menangkap kesedihan di mata Sungmin, matanya sedikit berair.

"Hingga kini tidak ada yang tahu bahwa Lee Sungmin adalah anak seorang Lee Chunhwa," lanjut Sungmin.

"Kau bilang kau memiliki adik?" Sungmin mengangguk oleh pertanyaan Kyuhyun.

"Saat ayahmu menemui ibumu, dia tidak mengajakmu?"

"Tidak, karena dia tidak mau orang terlebih musuhnya tahu bahwa aku adalah anaknya. Dia tidak mau mebahayakanku. Kau tahu, aku bahkan tidak bisa berbicara dengan orangtuaku jika bukan mereka yang menghubungiku," Sungmin tertawa kencang, seakan itu adalah hal yang lucu. Tapi airmatanya mengalir, menuruni pipinya meski mulutnya tetap tertawa. Kyuhyun memeluk Sungmin, lebih baik ia melihat Sungmin menangis daripada seperti ini.

"Aku tidak mau dilahirkan di tengah keluarga seperti ini, alih-alih merasa diamankan aku malah merasa sedang dibuang oleh orangtuaku sendiri."

"Tidak bisa kah ayahmu berhenti dari pekerjaannya dan kembali menyatukan keluarga kalian?"

"Tidak, ia adalah spionase Korea Selatan untuk Korea Utara. Kabarnya ia adalah pemegang kunci rahasia tentang Korea Utara , China dan Rusia yang akan diserahkan kepada Amerika Serikat. Dia tidak akan bisa berhenti selain mati," Kyuhyun sontak melepas pelukannya kepada Sungmin, menatap Sungmin tidak percaya.

"Kau sedang tidak menceritakan plot film James Bond kepadaku kan?" Kyuhyun masih menatap Sungmin tajam.

Sungmin menggeleng dengan wajah polosnya.

"Aku serius, apa wajahku seperti sedang berbohong?"

Kyuhyun menggeleng, "Tidak, maksudku aku pikir cerita tentang spionase dua negara Blok Barat dan Blok Timur, sabotase pembunuhan dan pengasingan hanya ada di film-film?"

"Tidak Kyuhyun-ah, ini nyata. Meskipun aku tidak tahu bagaimana gentingnya posisi keluargaku, tetapi ini nyata."

Sungmin menyatukan dahinya dengan dahi Kyuhyun. Membiarkan hangat napas mereka beradu, sangat sulit menatap kedalaman mata Kyuhyun di posisi sedekat ini, maka Sungmin memejamkan matanya memilih merasakan keintimannya dengan Kyuhyun daripada melihatnya. Kyuhyun membiarkan Sungmin melakukan apapun yang ia ingin, hingga ia merasakan tangan hangat Sungmin membelai pipinya. Kyuhyun merasakan kenyamanan luar biasa, sentuhan Sungmin entah mengapa menjadi hal paling membahagiakan dan menenangkan untuknya. Ia tidak mengerti perasaan apa yang ia rasakan, tetapi yang ia tahu ia hanya ingin berada di sisi Sungmin selama yang ia bisa.

Kyuhyun merasakan belaian tangan Sungmin di pipinya semakin intens, hingga ia mendengar napas Sungmin yang memberat. Sungmin mengecup bibirnya, hanya sebentar kemudian menempelkan pipi lembutnya ke pipi Kyuhyun, menggeseknya berkali-kali. Kemudian Kyuhyun merasakan kepala Sungmin yang jatuh di bahunya, terdengar napas teratur Sungmin di telinganya. Sungmin tertidur dengan wajah yang menghadap leher Kyuhyun, dan tangan yang memeluk pinggang Kyuhyun.

Kyuhyun terkekeh, kemudian menidurkan Sungmin di atas bantalnya. Menyentil dahinya pelan, agar Sungmin tidak terbangun.

"Bagaimana kau bisa tidur setelah menciumku huh? Putri Tidur pun terbangun setelah dicium pangerannya, sedangkan kau malah tertidur setelah mencium pangeranmu," Kyuhyun berbicara sendiri sambil mengatur posisi Sungmin senyaman mungkin, kemudian ia turut berbaring dan memeluk Sungmin.

Memang inilah yang ia inginkan ketika mengubah tata kamarnya, agar ia bisa memeluk Sungmin di tidurnya. Kyuhyun tersenyum dengan rencananya yang berhasil, kemudian tertidur mengikuti Sungmin.

.

.

.

Hubungan Kyuhyun dan Sungmin terus berkembang sejak hari itu, menjadi semakin dekat, semakin tidak terpisahkan bahkan Sungmin pun tampak seperti Kyuhyun sekarang. Tidak suka saat melihat Kyuhyun berbicara ataupun dekat dengan siswa lain. Sama seperti Kyuhyun, Sungmin memiliki rasa memiliki yang besar terhadap Kyuhyun. Meskipun mereka tidak menyatakan seperti apa status mereka, tetapi keintiman mereka otomatis membuat rasa memiliki mereka tumbuh menjadi besar setiap harinya. Sungmin mengenali itu seperti hubungan sepasang kekasih, persis seperti dalam drama yang sering ia tonton diruang santai. Meskipun sepasang kekasih yang ia lihat biasanya adalah terdiri dari lelaki dan wanita, sedangkan ia dan Kyuhyun sama-sama lelaki, Sungmin sudah tidak mengambil pusing tentang itu. Selama ia merasa menemukan tempat nyaman pada Kyuhyun, ia mempertahankan itu.

Kyuhyun pun merasakan perubahan pada dirinya, ia yang 2 tahun lalu masih anak manja yang tidak bisa lepas dari Hangeng dan Kangin serta pengasuhnya kini ia merasa harus dewasa untuk melindungi Sungmin. Kyuhyun paham bahwa dibalik sifat ceria dan mudah begaul yang dimiliki Sungmin, teman sekamarnya itu hanyalah sosok rapuh, tertutup dan sering merasa terbuang. Kyuhyun banyak belajar dari kepribadian Sungmin yang tersembunyi itu tentang bagaimana ia harus bersikap. Hal itu otomatis merubah dirinya menjadi sosok yang lebih dewasa dan menjadi pelindung bagi Sungmin. Sosok yang sabar memeluk Sungmin kapanpun teman sekamarnya itu ingin menangis.

Tetapi semua tidak berjalan sesuai rencana, tepat ketika pengurus sekolah memanggil dirinya untuk menyampaikan kabar buruk. Kabar kematian Cho Han Byul, kakak perempuannya. Kyuhyun hilang akal saat itu juga, merasa tubuhnya tidak berpijak di bumi. Hingga ia terbangun di tempat tidurnya, disambut dengan wajah cemas Sungmin. Pikiran Kyuhyun benar-benar kosong saat itu, meskipun Sungmin memeluknya hingga mencium bibirnya dengan dalam, Kyuhyun tetap tidak bisa berpikir apa-apa. Hingga ia menyadari satu-satunya kakak perempuannya, yang begitu dekat dengannya meski umur mereka berjarak 8 tahun, meninggal tanpa tahu sebabnya. Kyuhyun menangis hingga menggigil, hatinya terluka begitu dalam. Sungmin tidak bisa melakukan apapun selain memeluk Kyuhyun, menguatkan Kyuhyun meskipun hatinya juga sakit melihat Kyuhyun berantakan seperti ini.

Sungmin terus memeluk Kyuhyun, tidak sekalipun menjauhkan tubuh mereka sampai pengurus asrama mengabarkan bahwa Jung Hoon telah datang untuk menjemput Kyuhyun. Sungmin sedikit merapikan penampilan Kyuhyun, menyeka airmata yang membasahi wajahnya, merapikan rambutnya yang berantakan. Mengecup bibir Kyuhyun dengan manis.

"Kau harus kuat, Han Byul noona pasti sedih melihatmu seperti ini. Kau harus menjadi kuat untuk orangtuamu Kyuhyun-ah, karena kau adalah satu-satunya anak lelaki mereka. Jika kau sakit kau cukup datang padaku, tapi aku mohon di depan orangtuamu kau harus kuat. Mereka pasti sangat terluka saat ini, kau mengerti kan?" bisik Sungmin tepat di hadapan wajah Kyuhyun yang hampir menempel dengan wajahnya.

Kyuhyun mengangguk, airmatanya masih mengalir.

"Aku pergi," ucap Kyuhyun.

Sungmin tidak tahu mengapa Kyuhyun seperti mengucapkan perpisahan kepadanya, dan ia tidak sadar airmatanya juga mengalir membasahi pipinya.

"Aku mencintaimu, kembalilah setelah semua selesai," pinta Sungmin, Kyuhyun mengangguk. Sungmin memeluk leher Kyuhyun, kemudian melepasnya pergi. Tanpa Sungmin tahu, itu adalah terakhir kalinya ia bsia memeluk dan mencium Kyuhyun.

Ketika Kyuhyun tahu bahwa Han Byul meninggal karena bunuh diri, batinnya menjerit pilu. Lebih menyesakkan lagi ketika ia tahu alasan kakak perempuannya itu bunuh diri, Han Byul yang akan melangsungkan pernikahannya dengan sang kekasih harus mendapati kekasihnya bercumbu dengan temannya sendiri. Itu terdengar seperti permasalahan biasa, tetapi terdengar tidak wajar ketika calon kakak iparnya berselingkuh dengan teman sesama prianya. Tunangan Han Byul adalah seorang gay, ketika Han Byul mengetahui itu hidupnya serasa hancur. Kakak perempuannya itu merasa hubungannya dengan sang kekasih yang sudah berjalan sejak mereka di bangku sekolah tingkat atas itu dibangun di atas kebohongan. Denganj fakta bahwa sang kekasih tidak pernah mencintainya. Setidaknya itu yang Kyuhyun tahu dari surat yang ditinggalkan Han Byul di hari kematiannya.

Ia sudah hidup di asrama selama 2 tahun, tanpa pulang ke rumah keluarganya sedikit pun. Tetapi ketika ia kembali, ia menemukan suasana duka yang kental di rumahnya. Ibunya yang biasanya memanjakannya, yang paling menangis kencang ketika ia berangkat ke asrama, sama sekali tidak menyadari kehadirannya. Ibunya sibuk meratapi kepergian kakak perempuannya, menjerit mengutuk kekasih kakaknya, dan lebih dari itu ibunya sibuk memaki kaum gay yang membuat anak perempuannya seperti ini daripada memeluk Kyuhyun. Tidak berbeda dengan ayahnya, yang juga tidak menyadari kehadiran Kyuhyun. Duka ini membuat Kyuhyun merasa tersisih, orangtuanya sama sekali tidak membutuhkan pelipur lara dari satu-satunya anak mereka yang tertinggal. Dan semua ini karena calon kakak iparnya yang gay.

Kyuhyun tercenung oleh pikirannya sendiri. Gay. Kata itu tiba-tiba melekat di otaknya. Jika calon kakak iparnya yag bercumbu dengan temannya sesama pria disebut gay, maka harus disebut apa ia yang juga bercumbu dan berpelukan dengan Sungmin? Bukankah ia juga sama dengan calon kakak iparnya itu? Kyuhyun tiba-tiba merasa jijik pada dirinya sendiri. Saat itu di pemakaman kakaknya, semua mata sedang menatapnya, Kyuhyun tiba-tiba merasa ia sedang terhakimi. Tanpa sadar bahwa sebenarnya ini adalah gilirannya memberi sambutan pelepasan pada jenazah Han Byul, sementara ia hanya terdiam membuat semua orang di pemakaman menatapnya.

.

.

.

"Aku seorang gay, aku sama dengan kaum yang membuat Han Byul noona bunuh diri, dan aku sama dengan orang yang dimaki oleh eomma," bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Ia tidak bisa menyingkirkan rasa jijik dan benci pada dirinya sendiri, meskipun ini sudah sebulan sejak kematian kakaknya. Dan ia sudah kembali ke asrama setelah seminggu kematian kakaknya. Di saat bersamaan ia juga merasa sedih dan merasa kehilangan karena sejak hari kematian kakaknya, ia memutuskan tidak lagi melakukan kontak fisik dengan Sungmin. Itu akan sulit ia lakukan jika meskipun ia menghindari Sungmin, tetapi anak itu masih leluasa memeluk dan menciumnya seperti biasa. Maka sejak awal ia kembali ke asrama, ia mulai menghindari Sungmin. Tidak lagi berbicara dengannya, dan lebih sering pergi dengan teman lain. Ia memang sedih dan kehilangan kehangatan Sungmin, tetapi ia harus melakukan itu semata-mata untuk menyelamatkan harga dirinya di hadapan arwah kakaknya yang mungkin sedang mengawasi ia dari atas sana.

Sungmin bukannya tidak menyadari jika Kyuhyun sedang menghindarinya, sejak awal Kyuhyun kembali ke asrama, teman sekamarnya itu tidak menyapanya dan menghindari menatap matanya. Bahkan ketika Sungmin memeluk Kyuhyun ketika tidur, Kyuhyun menyingkirkan tangan Sungmin dari tubuhnya. Hingga keesokan harinya Kyuhyun kembali menata ulang kamar mereka menjadi seperti semua, Kyuhyun memisahkan kembali ranjang miliknya dengan milik Sungmin.

Awalnya Sungmin pikir Kyuhyun hanya sedang berduka dan membutuhkan waktu sendiri. Tetapi lama kelamaan Sungmin mengenali kebiasaan baru Kyuhyun, ia hanya akan kembali ke kamar mereka untuk mandi dan tidur saja, lebih dari itu dia selalu bersama Changmin, teman sekelas mereka. Seingatnya Kyuhyun tidak pernah dekat dengan Changmin, meskipun mereka satu klub di klub robotik tetapi Kyuhyun bukan tipe anak yang suka bicara dan berbasa-basi dengan siswa lain. Membuatnya terlihat aneh jika sekarang Kyuhyun lebih sering terlihat bersama dengan Changmin daripada Sungmin, yang dulu bahkan tidak ia ijinkan untuk dekat dengan siapapun.

"Hallo Cacao, apa kabar?" Sungmin menyapa anak anjing yang baru ia temukan beberapa hari lalu, beruntung petugas kebersihan asrama mengijinkannya untuk menyimpan Cacao di gudang belakang asrama. Anjing kecil berbulu coklat itu berlari mendekati Sungmin.

Sungmin tertawa senang ketika Cacao memutari kakinya dengan lucu dan antusias, membuatnya gemas hingga menggendongnya. Anjing itu begitu mungil, menjilat pipi Sungmin hingga basah. Meskipun begitu Sungmin berteriak kesenangan sama sekali tidak merasa risih.

"Cacao hentikan itu, kau membuat wajahku basah," sergah Sungmin, tetapi Cacao masih menjilati wajah Sungmin.

"Cacao, berhenti kataku," terpaksa Sungmin menjauhkan Cacao dari wajahnya.

Sungmin tertawa ketika seakan ia melihat Cacao cemberut di hadapannya. Dengan lembut ia menggelitiki leher Cacao, kemudian duduk di atas rumput dengan memangku Cacao.

"Kau itu seperti Cho Kyuhyun, kau tahu? Ia juga sekali mencium wajahku, meskipun aku bilang berhenti ia tidak akan berhenti kecuali karena kemauannya," Sungmin terkekeh seakan Cacao dapat memahami ceritanya.

"Tetapi itu dulu, Kyuhyun sekarang tidak pernah menciumku, ia bahkan tidak mau lagi berbicara lagi denganku," suara Sungmin berubah sedih dan lirih, tangannya mengelus bulu Cacao dengan lemah.

"Kenapa Kyuhyun tidak mau lagi berbicara denganku? Apakah aku membuat kesalahan? Cacao katakan kepadaku, apa kesalahanku?" hanya sepi yang menyambut pertanyaan Sungmin.

Kemudian ia tertawa kencang, merasa bodoh menanyakan hal itu kepada Cacao. Bukankah ia baru menemukan Cacao beberapa yang lalu, tentu saja ia tak tahu apa-apa.

"Bodoh, aku tidak seharusnya mengajakmu membicarakan hal yang menyedihkan seperti ini. Bukankah aku juga sering terbuang, harusnya aku sudah terbiasa bukan?" Sungmin tertawa sambil mengangkat Cacao ke depan wajahnya lagi, tetapi berbeda dengan tadi Cacao sudah tidak menjilati wajahnya lagi.

"Baiklah kita bermain saja, kita jogging ya? Mulai sekarang kau menjadi pengganti Kyuhyun yang dulu juga suka menemaniku jogging," Sungmin meletakkan Cacao di rumput, kemudian ia mulai berlari, berkali-kali memanggil Cacao agar anjing kecil itu mengejarnya.

Sementara tak jauh dari tempat Sungmin duduk tadi, Kyuhyun muncul dengan wajah sedih. Melihat Sungmin yang tertawa sendiri, mengeluh dan menumpahkan kesediannya kepada anjing kecil itu membuat hati Kyuhyun sakit. Ia masih mengingat dengan jelas janjinya untuk selalu menemani Sungmin, untuk menghilangkan rasa terbuang pada diri Sungmin, tapi kini dia satu-satunya orang yang tengah membuang Sungmin.

Sungmin bukannya tidak pernah mengajak Kyuhyun berbicara, tentang mengapa ia menghindari teman sekamarnya itu. Sungmin juga tidak jarang tidur larut hanya untuk menunggu Kyuhyun kembali ke kamar mereka. Kyuhyun memang sengaja menghabiskan harinya di kamar Changmin, ia menunggu Sungmin tertidur baru akan kembali ke kamarnya sendiri. Biasanya Sungmin sudah tertidur pukul 10, tetapi malam itu bahkan hampir tengah malam ketika Kyuhyun kembali ke kamarnya. Dan Sungmin masih terjaga, duduk di atas tempat tidurnya, dengan mata yang memerah dan lingkaran hitam membingkainya. Sungmin menahan kantuknya untuk menunggu Kyuhyun malam itu.

"Kyuhyun-ah, kau baru kembali?" sapa Sungmin malam itu, Kyuhyun terkejut mendapati Sungmin yang sepertinya sengaja menunggunya. Tetapi dengan cepat ia menguasai dirinya, menghiraukan sapaan Sungmin dan mengambil piyamanya kemudian masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian.

Sungmin amsih menunggu Kyuhyun hingga keluar kamar mandi.

"Kyuhyun..." panggil Sungmin, tetapi Kyuhyun tetap membisu.

"Kenapa kau tidak mau berbicara denganku lagi?" tanya Sungmin lirih.

Kyuhyun tidak menjawab, ia sibuk merapikan tempat tidurnya kemudian berbaring. Sungmin berjalan mendekati tempat tidur Kyuhyun.

"Apa aku boleh tidur disini?" Kyuhyun menyingkirkan bantal yang menutupi wajahnya, menatap Sungmin dengan kesal.

"Lee Sungmin, kau sudah besar jangan merengek seperti anak kecil. Aku lelah, kau tahu? Jangan mengangguku," Sungmin tersentak dengan nada bicara Kyuhyun yang terdengar dingin. Seingatnya Kyuhyun tidak pernah berbicara seperti ini kepadanya.

"Aku hanya merindukanmu," lirih Sungmin dengan mata yang mulai berair.

"Menjauhlah, kembali ke tempat tidurmu," perintah Kyuhyun, kemudian ia menutup wajahnya kembali dengan bantalnya. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Sungmin kecuali kembali ke tempat tidurnya.

Malam itu, tepatnya seminggu yang lalu terakhir kalinya Sungmin berbicara kepadanya. Sejak hari itu Kyuhyun ingat Sungmin sudah tidak lagi mengajaknya berbicara, menatap wajahnya atau mencari keberadaannya lewat teman-temannya. Kyuhyun merasa sedih, tetapi ia pikir inilah yang ia mau, Sungmin juga menjauhinya. Hingga tidak membuat mereka menjadi pasangan gay yang terlihat kotor dan menjadi pengganggu orang-orang yang terlihat lurus.

.

.

.

Sungmin sudah tidak lagi sendiri, begitulah yang Kyuhyun dengar. Dulu memang hanya Kyuhyun yang boleh menempel Sungmin kemana pun bocah manis itu pergi. Tetapi beberapa lama kemudian Sungmin sering terlihat sendiri, sementara Kyuhyun lebih sering bersama Changmin. Tetapi hari itu Kyuhyun benar-benar menyaksikan sendiri tentang rumor yang beredar di luar sana, bahwa Sungmin sudah tidak sendiri lagi. Ada siswa baru yang menempeli Sungmin, seperti ia yang mengikuti Sungmin kemana pun dulu.

Ia lah Choi Siwon. Kyuhyun mengenalnya dari majalah fashion yang sering dibaca oleh Sungmin. Sungmin dulu bahkan sering memuji Siwon di hadapannya. Ia bercerita bahwa model yang berwajah tampan dan tubuhnya sudah terbentuk layaknya lelaki dewasa itu sebenarnya hanyalah setahun lebih tua dari mereka, meskipun sekolahnya setingkat dengan mereka. Kyuhyun tidak pernah mendengarkan dengan sungguh-sungguh cerita tetang Siwon dari Sungmin saat itu. Hingga kini ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Sungmin sedang menghabiskan sore yang hangat di musim semi dengan lelaki tampan yang ada di majalah fashion Sungmin itu. Mereka terlihat ceria, bercanda lepas dengan Cacao yang terlihat semakin besar. Sesekali Siwon terlihat menggoda Sungmin, kemudian menggoda Cacao, membuat Sungmin terpingkal. Sungmin sudah melupakan dirinya, itu yang Kyuhyun rasakan. Kyuhyun hanya mendiamkannya selama sebulan lebih, dan Sungmin sudah menghapus sosoknya kemudian menggantinya dengan Siwon. Itu yang Kyuhyun yakini, dan menyakiti hatinya.

Sungmin sudah benar-benar tidak menganggapnya ada, setiap mereka sedang ada di dalam kamar secara bersamaan Sungmin pasti sibuk dengan dunianya sendiri. Kemudian tidak lama Siwon akan datang, dan membawa Sungmin keluar bersamanya. Selalu seperti itu setiap hari. Kyuhyun sudah tidak bisa menemukan dirinya sendiri ada di mata Sungmin. Sudah tidak ada lagi Sungmin yang memandangnya penuh harap, agar ia berpaling lagi kepada Sungmin, dan mereka kembali bersama lagi. Dua bulan sejak Kyuhyun mendiamkan Sungmin, Sungmin sudah resmi tidak ada lagi bersamanya. Sungmin bahkan sudah dua malam ini tidak kembali ke kamar mereka. Kyuhyun dapat merasakan bagimana kesepian yang dirasakan Sungmin di malam-malam teman sekamarnya itu menunggunya kembali ke kamar mereka. Kyuhyun ingin marah dan sakit hati, tetapi ia merasa tidak berhak untuk itu karena ini yang ia mau.

TOK TOK

Kyuhyun sedang diam, melamun sambil mengamati tempat tidur Sungmin. Mengingat lagi hari-hari yang ia lalui bersama Sungmin di kamar ini. Merutuki dalam hatinya bahwa ia sendiri yang menghancurkan kebersamaan mereka. Tetapi kematian Han Byul begitu menghantuinya ketika ia melepaskan perasaannya untuk Sungmin.

TOK TOK

Terdengar lagi suara ketukan, Kyuhyun pikir itu pasti bukan Sungmin. Karena jika Sungmin pasti ia langsung masuk kamar selama ia memiliki kunci kamar mereka, bukan malah mengetuk pintunya. Maka Kyuhyun berdiri, beranjak membuka pintu kamarnya untuk tamunya. Ia mendapati wajah seorang anak perempuan seusianya ketika Kyuhyun telah membuka pintunya. Dahinya berkerut, tidak ingat kapan ada peraturan yang mengijinkan anak perempuan untuk masuk ke dalam asrama.

"Ada apa?" tanya Kyuhyun dengan wajah penuh tanya.

Anak perempuan di depannya membungkuk untuk memberi hormat kepada Kyuhyun.

"Hallo, aku Kwon Yuri.," Kyuhyun mengingat ini adalah Yuri sahabat Sungmin, yang sepertinya sudah lama sejak terakhir ia melihat anak perempuan ini mengunjungi Sungmin. Tetapi bagaimana bisa ia bahkan berada di depan kamarnya dan Sungmin saat ini?

"Bagaimana kau bisa kemari? Maksudku anak perempuan sama sekali tidak diijinkan untuk masuk ke area kamar asrama," tanya Kyuhyun.

Kwon Yuri membungkuk sekali lagi sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"Petugas asrama mengantarkanku kemari untuk mengambil barang-barang Sungmin oppa."

"Mengambil barang Sungmin?" Kyuhyun semakin bingung sekarang.

"Iya, karena Sungmin oppa sedang ada di rumah sakit sekarang. Aku membutuhkan barang-barang keperluannya dan beberapa pakaiannya untuk dibawa ke rumah sakit," jawab Yuri sopan.

"Rumah sakit?"

"Benar, Sungmin oppa sedang dirawat di rumah sakit sejak dua hari lalu."

Darah Kyuhyun seakan berhenti mengalir, wajahnya memucat. Sungmin sakit? Kyuhyun bahkan tidak menemukan keanehan pada Sungmin, seingatnya juga Sungmin tidak memiliki riwayat sakit apa-apa, setidaknya selama mereka dekat. Tapi sekarang tiba-tiba Sungmin sakit, hingga membuatnya dirawat di rumah sakit?

Kyuhyun berlari melewati Yuri, tidak sabar untuk menunggu lift Kyuhyun berlari turun melalui tangga darurat. Yang ada di kepalanya saat ini hanya ingin melihat keadaan Sungmin. Kyuhyun bahkan tidak memperhitungkan dengan apa ia menuju rumah sakit. Beruntung ia melihat mobil laundry asrama yang sepertinya akan meninggalkan asrama, Kyuhyun berlari menghampiri sang pengemudi yang sudah menghidupkan mesinnya.

"Ahjussi bolehkan aku turut denganmu hingga ke rumah sakit?" pinta Kyuhyun.

"Apa kau sudah mendapat ijin keluar dari asrama?"

Kyuhyun menggeleng.

"Aku tidak bisa membawamu serta denganku kalau begitu."

"Ahjussi aku mohon, teman sekamarku tiba-tiba masuk ke rumah sakit. Aku akan mengurus perijinanku besok, aku mohon," dengan penuh harap Kyuhyun meminta pertolongan untuk menumpang mobil laundry milik asrama.

Pengemudi mobil itu menatap Kyuhyun, terlihat berpikir menimbang-nimbang apakah ia akan membawa Kyuhyun bersamanya atau tidak. Melihat kesungguhan Kyuhyun dan raut putus asa di wajahnya, sopir itu pun sebenarnya tidak sampai hati menolak permintaan Kyuhyun.

"Kau tidak akan melibatkanku jika kau mendapat masalah bukan?" pengemudi itu memastikan bahwa ia akan baik-baik saja, karena ini berhubungan dengan profesioanlitasnya sebagai sopir.

Kyuhyun mengangguk pasti. Membuat sang sopir membuka kursi penumpang mobilnya dan mempersilahkan Kyuhyun masuk.

.

.

.

Kyuhyun tahu tentang larangan berlari di koridor rumah sakit, karena itu akan menimbulkan keributan. Sehingga membuatnya berjalan dengan cepat menahan kakinya untuk berlari dan mengatur untuk sesunyi mungkin. Kyuhyun butuh untuk cepat-cepat bertemu Sungmin, ia hanya ingin memastikan Sungmin baik-baik saja. Tentu saja Sungmin tidak sedang dalam kondisi terbaik, setidaknya ia dapat menyapa Sungmin, menyampaikan kepedulian entah sebagai teman sekamar atau orang yang menyayangi Sungmin.

Petugas lobby rumah sakit menunjukkan dimana tempat Sungmin dirawat, sembari berjalan Kyuhyun mengatur kata-kata untuk menyapa Sungmin. Bagaimanapun ini sudah lebih dari dua bulan sejak terakhir mereka berbicara, tentu saja ia merasa canggung. Kyuhyun telah sampai di depan kamar Sungmin, tetapi ia tidak langsung masuk menemui Sungmin, karena Kyuhyun dapat melihat melalui kaca pintu bahwa Sungmin tengah tertidur dengan tenang dan sendirian di dalam sana. Bibirnya yang berwarna merah muda berubah menjadi pucat, meski terlihat tenang sebenarnya Kyuhyun dapat menangkap keletihan pada wajah Sungmin. Alisnya terlihat berkerut, seakan Sungmin sedang berpikir dalam tidurnya. Batin Kyuhyun bertanya apa yang membuat Sungmin seperti mempunyai beban yang begitu berat?

Tangan Kyuhyun sudah berada di kenop pintu kamar Sungmin, menimbang apakah ia harus masuk sekarang atau menunggu Sungmin terbangun. Karena sepertinya Sungmin sangat membutuhkan istirahat, sementara Kyuhyun sangat ingin melihat Sungmin dari dekat. Atau bahkan jika bisa, Kyuhyun ingin meminta maaf kepada Sungmin karena mendiamkannya selama ini. Kyuhyun berjanji akan mengembalikan hubungan mereka seperti semula jika Sungmin bersedia memaafkannya. Ia sudah menyingkirkan egonya menjadi orang lurus, karena sebenarnya dasar hatinya tidak dapat mengelak ia mencintai Sungmin. Jika dengan mencintai Sungmin ia menjadi tidak normal, ia rela menjalaninya. Kesulitan apapun asal ia tanggung asal Sungmin bisa kembali bersamanya. Maka Kyuhyun membulatkan tekadnya, ia memutar kenop pintu kamar Sungmin ketika ia mendengar suara menghentikannya.

"Yah! Siapa kau?" Kyuhyun menoleh ke arah suara yang meneriakinya dengan suara yang ditekan untuk sepelan mungkin.

Kyuhyun melihat Siwon yang sedang menuding kepadanya, wajahnya terlihat waspada seakan Kyuhyun memiliki niat buruk kepada Sungmin di dalam sana. Dengan kesal Kyuhyun menghadapi Siwon.

"Aku teman sekamar Sungmin," jawab Kyuhyun.

Siwon menatap Kyuhyun penuh selidik, ia bahkan memutari Kyuhyun m

Ngamati jika Kyuhyun membawa barang-barang yang mencurigakan.

"Apa sih?" Kyuhyun luar biasa dengan tingkah Siwon.

"Maaf tapi petugas asrama hanya memberikan ijin kepadaku untuk menjaga Sungminnie, apa kau jugamendapat ijin?" tanya Siwon penasaran.

Kyuhyun berdecih mendengar bagaimana manisnya Siwon memanggil Sungmin. Apakah mereka pasangan? Prasangkan ini membuat darah Kyuhyun mendidih, tetapi ia menahan dirinya.

"Mendapat ijin atau tidak, itu bukan urusanmu selama aku teman sekamar Sungmin. Aku bebas mengunjunginya kapanpun."

Siwon menggeleng dengan kencang.

"Tidak, tidak. Sungmin tidak bisa dikunjungi sembarangan orang."

Kali ini Kyuhyun tidak bisa menahan dirinya, ia meraih kerah kemeja Siwon, meremasnya dengan wajah memerah penuh kemarahan.

"Apa maksudmu sembarangan orang hah?"

Siwon tersenyum, tetapi itu terlihat seperti senyum licik bagi Kyuhyun. Siwon berusaha melepaskan diri dari Kyuhyun, kemudian merapikan penampilannya dengan gaya yang menyebalkan menurut Kyuhyun.

"Siapapun yang mengunjungi Sungmin harus mendapat ijin dari pengurus asrama. Ckk bagaimana kau bisa menemukan kamar Sungmin sih? Aku pikir area ini disterilkan," Siwon menggerutu. Kyuhyun menatap Siwon dengan wajah penuh tanya.

"Kau tahu, harusnya ada petugas kepolisian di lobby yang memeriksa siapapun pengunjung Sungmin. Untuk memastikan Sungmin aman dan tidak ada penyusup," seakan mengerti, Siwon menerangkan itu kepada Kyuhyun.

"Kenapa harus ada petugas kepolisian?"

Siwon menghela napas panjang sebelum menjawab Kyuhyun.

"Ada seseorang yang sedang berusaha mencelakai Sungmin, selama ini berhasil digagalkan. Tetapi 2 hari lalu ada seseorang yang memberikan minuman beracun kepada Sungmin, dan disini lah ia berada kini."

Mata Kyuhyun membulat sempurna.

"Sungmin diracuni?"

Siwon mengangguk pelan.

"Aku minta maaf jika membuatmu tersinggung, tapi demi keselamatan Sungmin kau harus melapor kepada petugas kepolisian di depan sana untuk bisa mengunjungi Sungmin. Aku pikir kau juga harus mendapat ijin dari petugas asrama sebelum mendapat ijin dari petugas kepolisian," terang Siwon.

"Lagipula Sungmin sedang beristirahat, ia baru bisa tidur sejak 2 hari lalu. Hanya berikan ia waktu, okay?" lanjut Siwon.

Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Kyuhyun selain menuruti, ia hendak berbalik ketika Siwon menghentikannya.

"Kau bilang teman sekamar Sungmin? Apa kau yang bernama Cho Kyuhyun?" tanya Siwon.

Kyuhyun mengangguk, penasaran bagaimana Siwon tahu namanya. Seingatnya ia tidak pernah berkenalan dengan Siwon.

"Benar itu kau ternyata, aku sering melihatmu mengamati kami, aku dan Sungmin, setiap kami bersama dari kejauhan. Apa kau menyukai Sungmin?"

Alis Kyuhyun menyatu merasa tidak nyaman dengan pertanyaan Siwon. Anak ini terlalu banyak ingin tahu tentangnya.

"Apa aku harus menjawab pertanyaan bodohmu itu?" tanya Kyuhyun jengah.

Siwon terkekeh.

"Tidak, hanya saja aku memperingatkan kepadamu. Jika kau memang menyukai Sungmin, kau hanya perlu melihatnya dari jauh seperti biasanya. Karena Sungminnie adalah milikku," jawab Siwon dengan nada sarat ancaman. Siwon tidak menunggu jawaban Kyuhyun, ia membuka pintu kamar Sungmin yang ternyata ada kunci khusus.

Kyuhyun dapat melihat Siwon menaruh barang-barangnya di atas meja di sebelah ranjang Sungmin. kyuhyun bahkan dapat melihat Siwon yang seperti sedang menyapa Sungmin meski anak itu tertidur. Kyuhyun terpaku saat melihat Siwon mencium dahi Sungmin dengan lembut, kemudian beralih mencium kedua pipi Sungmin dan puncak hidungnya. Kyuhyun memalingkan wajahnya ketika terlihat Kyuhyun hampir mencium bibir Sungmin. tangannya mengepal kencang, kebencian di hatinya menyala. Ia tidak tahu kebencian ini untuk siapa, untuk dirinya yang menjadi satu-satunya perusak hubungannya dengan Sungmin. Untuk Sungmin yang menyerah akan dirinya, atau untuk Siwon yang kini telah memiliki Sungmin dan leluasa menciumnya di dalam sana. Kyuhyun membalikkan tubuhnya, pergi dari depan kamar Sungmin dan bersumpah tidak akan menghubung-hubungkan lagi dirinya dengan Sungmin..

.

.

.

Ketika Sungmin kembali ke asrama, ia menemukan kamarnya yang terlihat kosong. Ia hanya menemukan barang-barang dan buku miliknya sendiri. Ia tidak menemukan barang Kyuhyun sedikit pun. Ia bahkan memeriksa lemari yang ia gunakan bersama Kyuhyun, ia pun tidak bisa menemukan pakaian Kyuhyun tertata berdampingan dengan miliknya di sana. Sungmin berlari keluar, bertanya tentang Kyuhyun kepada siapapun yang ia temui di koridor asrama. Tetapi semua yang Sungmin temui seperti menghindar, tidak mau mengatakan apapun tentang Kyuhyun. Ketika akhirnya ia kembali ke sekolah, ia tahu Kyuhyun telah benar-benar mendorongnya pergi, tanpa Sungmin tahu apa kesalahannya.

Kyuhyun mengajukan permohonan untuk pindah kamar hari dimana ia pergi ke rumah sakit tempat Sungmin dirawat. Memutuskan akan menghapus memori tentang Sungmin dan tidak akan menyisakannya sedikit pun. Siapapun yang menanyakan tentang Sungmin kepadanya, Kyuhyun dengan terang-terangan menyatakan ia tidak mengenal Sungmin. Selama mereka sudah tidak lagi bersama, Kyuhyun menghindari topik tentang Sungmin. Semua siswa pun tahu bahwa hubungan persahabatan Kyuhyun dan Sungmin sudah putus, dan lebih dari itu Kyuhyun terlihat membenci apapun yang berhubungan dengan Sungmin dan siapapun yang menyebut nama Sungmin di depannya. Membuat semua siswa tidak berani menyandingkan nama Kyuhyun dan Sungmin lagi.

Seminggu setelah itu, Sungmin tidak pernah lagi muncul di asrama dan sekolah. Padahal ujian kelulusan akan berlangsung beberapa bulan lagi. Bersamaan dengan Sungmin, Siwon pun juga tidak lagi terlihat di sekolah. Yang mereka dengar Sungmin dan Siwon pindah ke luar negeri bersama. Sementara Kyuhyun terlihat tidak peduli tentang keluarnya Siwon dan Sungmin dari sekolah dan asrama mereka. Meskipun dalam hatinya ia menyimpan luka yang terus membesar dari hari ke hari, terus berdarah hingga mengakar, menimbulkan trauma di hatinya tanpa ia sadari. Kejiwaannya terguncang, meskipun dari luar Kyuhyun terlihat baik-baik saja. Hanya Changmin yang tahu bagaimana keadaan Kyuhyun sebenarnya. Ia yang sekamar dengan Kyuhyun semenjak Kyuhyun keluar dari kamarnya bersama Sungmin, paling tahu bagaimana Kyuhyun menangis setiap hari dan insomnia setiap malam. Changmin juga sering mendapati Kyuhyun seperti sedang berhalusinasi mengobrol bersama Sungmin. Changmin tidak tahu seperti apa hubungan mereka, sedalam apa perasaan mereka, yang ia tahu Kyuhyun terluka begitu dalam dan buruknya ia menyimpan semua sendiri sementara berlaku biasa di depan semua orang.

Changmin juga menjadi saksi bagaimana Kyuhyun membaik dari hari ke hari ketika penjaga sekolah memberikan anjing kecil berbulu coklat gelap kepada Kyuhyun. Changmin hanya mendengar anjing itu bernama Cacao, tanpa tahu ada cerita apa yang dibawa anjing itu. Di setiap waktu senggang yang Kyuhyun miliki, tidak ada hal lain yang ia lakukan selain menghabiskannya bersama Cacao. Bermain, berbicara, jongging dan bercanda bersama Cacao. Sejak itu Changmin sudah tidak pernah menemukan Kyuhyun menangis dan mengalami insomnia setiap malamnya.

T B C

It's too late, I'm sorry, so sorry. Bahkan banyak yang mention kenapa saya nggak update setiap Sabtunya. Ada reviewer yang nyadar, kalo laptop saya dibawa suami ke luar kota berarti updatenya bakal telat dong? Iya tapi harusnya juga nggak setelat ini. Saya minta maaf, sungguh-sungguh minta maaf karena saya tidak bisa me-manage waktu dengan baik hingga ini terlambat sekali. Ini murni kesalahan saya, maaf mengecewakan kalian tapi saya nggak akan menelantarkan ini kok saya akan menyelesaikannya sesuai komitmen saya. Hanya saya harus membagi waktu antara menjadi istri, ibu, pekerja, makhluk sosial dan fangirl, setuju?

Okey jadi flashback KyuMin saya akhiri sampai disini. Masih ada flashback Heechul dan Leeteuk ya? Baiklah kita tunggu sampai KyuMin settle dengan permasalahan masing-masing baru bahas Heechul dan Leeteuk. Sebenarnya fic ini sangat rumit selama ini melibatkan banyak cast yang penting, tapi ya udahlah mari kita selesaikan pelan-pelan ya. Semoga nggak sampe saya melahirkan aja 5 bulan lagi hahahah

Kakaknya Kyuhyun sengaja pake OC ya, nggak tega abisnya pake Cho Ara bunuh diri karena tunangannya selingkuh. boleh yaa..

Oia Kyuhyun nangis sampe pingsan terdengar aneh nggak sih, lebay nggak? Hahahah tapi kalo kita ngamatin ama yang terjadi sama Kyuhyun dan Sungmin selama di SS3 Nanjing, itu nggak akan lebay kok. Itu Kyuhyun nangis terus kabarnya pingsan saya ngambilnya dari moment di SS3 Nanjing, ayoo cari sendiri ayooooo.

REALLY BIG THANKS TO:

Nova137: Sungmin ninggalin Kyu karena apa, nanti dibahas lagi ya? Just wait n see

Danactebh: okey sippo

Colywinejoy: ahh yang terakhir ya chap 3 ya, nanti deh dikeluarin itu siapa di chap 5

Santiyani febby: saya lagi mikir-mikir gimana caranya biar Kyuhyun sehat-sehat aja pas tau kalo Sungmin yang ngalahin dia selama ini heheh

Littlecupcake noona: aahhh kamu banyak nanya ya, beberapa terjawab disini beberapa saya jawab sambil jawab. Untuk tahu sih batas cinta dan benci itu tipis, kita bisa benci karena cinta sebenarnya. Jadi Kyuhyun bisa benci banget sama Sungmin karena dia cinta.

Sitara1083: hallo kamu baru menemukan ff baruku ya? Selamat memgikuti ya?

Riesty137: semoga terjawab penasarannya di sini ya

Bebek: Kyuhyun trauma tuh kata Changmin, makanya nggak mau kenal sama Sungmin. Sungminnya juga innocent sih, nggak tau salahnya apa. jadi yang salah adalah (?) heheheh

Trytofindlieta: iya sebenarnya Kyuhyun tahu itu Sungminnya (?) kok, cuma ada sebab kenapa dia nggak mau mengenal Sungmin lagi.

Arvita kim: Kyuhyunnya tau kok tau hahaha

NAP217: thanks thanks

BunnyEvilKim: sebenarnya Kyuhyun inget Sungmin kok, Cuma pyra-pura nggak kenal. Jadi pas liat foto Sungmin, dia jadi inget lagi kebenciannya gitu adek

GaemGyu137: aku juga lagi nebak jangan-jangan Sungmin anaknya Menteri Pertahanan hahahah ya udah kamu udah pinter nggak pake maksa saya jawab ya

Gyufaild: sebentar Vincent law itu siapa lagi, ada hubungannya sama Vincent Lee-nya Kyuhyun? Hahahah

Coffeewie137: pas awal ketemu di SMA bukan nggak kenal sih, tapi Kyuhyun sengaja nggak mau kenal sama Sungmin, jadi gitu deh musuhan

HKY: aawwhh makasih juga, dikritik boleh kok

Karen Kouzuki: hehehe hobinya Kyuhyun banyak sih kalo kena Sungmin pokoknya

reaRelf: kok bisa benci ya Kyuhyunnya? Pasti jawabnya ohhh gitu toh

SsungMine: official pair ya? Aduh gimana ya, saya sukanya crack sebenrnya hahah tapi di ff ini saya official in kok

Thania Lee: Udha terjawab kan penasarannya Thania, tinggal Yuri nih jadi peer saya. Dan iya sebenarnya kebanyakan karakter saya ambil dari kebiasaan kelakuan mereka di real life kok

Qie andriani: hallo aduh maaf ya, kamu salah satu yang mention aku kan. Telat banget maaf ya

Babychoi137: nggak dong, sebenarnya ini laptop pribadi saya tapi 2 minggu lalu laptop suami rusak jadi dia pake laptop saya. Kalo dilarang nggak mungkin bisa nyelesaiin DG kan?

Chossi: Sungmin nggak nerd kok, Cuma penampilannya sedikit jadul, english style kayak Daniel Radcliffe deh

Nw kim 37: aahh kamu amsih sekolah ya? Iya boleh panggil bunda kok, karena saya ibu-ibu

12chaaan: bukan 2308 itu tanggal pertama minidrama KyuMin ditayangkan, jadi kalo kita kenal 137 is JoyDay itu artinya hari shippernya, kalo 238 is KyuMin Day itu harinya otpnya. Kalo 238 terus 8-nya ditambahin satu jadi Kyuhyun's Day loh ahh sudahlah

Cho love 94: iya real deh

L137: iyaa makasih dan tungguin dengan sabar ya

Park Heeni: iya bener, jadi Kyuhyun Cuma pura-pura nggak kenal sama Sungmin kok.

Grace grace 8026: ahh pinter deh bisa nebak hihihihi tentang Yuri mari kita bahas sambil jalan ya, fokus KyuMinnya dulu deh. Whoaahh review kamu selalu panjang jadi suka bacanya, makasih ya

CloudsKMS: makasih yaa, suka nebak-nebak ya?

BabyRiihyun: hahahha kamu lucu loh sumpah, abis bilang ff ini penuh misteri terus bilang ff ini penuh teka-teki, sabar ya nanti dijawab satu persatu

TiffTiffanyLee: iya Yuri-nya sahabat Sungmin sama Yuri mantan Kyuhyun adalah orang yang sama, tapi kenapa bisa pacaran sama Kyuhyun nanti lagi dibahas ya

Diynazha gint: foto yang diambil Kyu itu foto waktu Sungmin ulangtaun aps mereka masih SMP, bikin Kyuhyun inget masa lalunya sama Sungmin ajdi deh nangis

Ayyu annisa 1: okeyy

Heldamagnae: iya deh biar Sungmin nggak lepas kangen sama Kyuhyun hehe

Voice 13Star: heheh itu ciuman penasaran jadi sayang

Reva KyuMinElf II: iya Vincent itu Sungmin

Zen Liu: jadi Kyuhyun kenapa jadi jahat sama Sungmin ya, tanya Kyuhyun gih hahahah dia hanya nggak mau sayang lagi sama Sungmin, sementara Sungmin ia pikir udah nggak setia gitu deh

LeeMaeRiin: hahahha ada tabir misterinya? Ya udah tabirnya aku kasihin sama Siwon aja biar dia yang buka

Gyumina: Aduh Sungmin bukan ya, liat chap depan deh heheh

Melsparkyu: Kyuhyun jadi homophobic itu sebenarnya bukan karena nutupin dia gay, karena menurutnya gay itu menghancurkan hidupnya. Sedangkan Sungmin yang juga anti sama Kyuhyun sebenarnya dia juga nyimpen sakit hati sama Kyuhyun krn pernah dibuang, intinya salah paham deh.

Kkazhou137: weyyy saya nggak mau dipanggil enyak ahh, karena saya bukan betawi.

Mayu ChoLee: bingung karena belum kelar ya? Jadi sabar ya, kalo alur sih maju terus mundurin. Kalo saya nggak mencntumkan keterangan flashback meskipun itu flashback karena saya maunya gitu, di novel-novel nggak pernah nemu penulis ngasih keterangan flashback gitu kan

Myblacksmile137: hahaha saya mah umur segitu masih suka tawuran sama teman sebangku, bukan ciuman ye? Jaman udah berubah kak, mari awasi anak-anak kita biar nggak niru KyuMin ehh malah parenting

Harukazhy: thanks

Phia89: sama seperti Kyuhyun, Sungmin juga sok nggak kenal sama Kyuhyun

myFridayyy: jawaban pertanyaan pertama, udah dikasih tuh 5000 words lebih kenapa KyuMin bubar. Kedua, Kyuhyun tahu kok Sungmin masa lalunya tapi hatinya ketutup benci, kalo Vincent dia nggak tahu. Ketiga, sejak kapan ya ryeowook jadi suami situ? Itu anak saya, jangan ngaku-ngaku deh aku bilangin bapaknya nih *panggil Kangin*

bunnyblack FLK 136: hahahha ciuman itu rekaan, saya nggak pernah ciuman di usia 14 tahun ihhh

anykyuhyuk: balapannya minggu depan aja ya, jalanan masih rame kampanye tuh *lhaaa*

Lee Minhyun: aahh aku baca review kamu di chapt 2 yang luar biasa panjang, maaf nggak bisa dibales waktu itu ya? Sebenarnya Sungmin bukannya nggak inget sama Kyuhyun sih, dia juga sakit hati sama Kyuhyun selama dia nggak tahu salahnya apa pas Kyuhyun menjauhi dia *panggil Siwon*

Miyoori 29: ya udah asal nggak penasaran sama alat setrum dan koran terus dipraktekin sama crush aja sih, cukup santet aja udah kalah kok mantannya AHAHAHAH

Minnie Ciel: ahh iya mereka menjaga ego masing-masing, pura-pura nggak kenal aja sih

Ayashi casey: panjang sumpah reviewnya, sampe keringetan bacanya takut ketemu celanya hahaha please jangan cemen tante, muncul di chap ini dong woyyyy

indah elfii: Ming sama Kyu dulu sahabatan, sahabat yang suka cium-cium, peluk-peluk dan tidur bareng hehehe

5351: bukan nggak kenal karena Sungmin ganti gaya rambut, tapi karena salah paham jadi sakit hati deh

Guetta: ahhh makasih ya, semoga suka terus suka deh

Sider imnida: duh maaf yah molor deh updatenya

Sissy: abis pedekate ya, salah paham deh, pisah deh hehehe

NR: kecil-kecil udah modus ya? Ya itu udah trademark KyuMin sih yaa

Hyeri: udah disini KyuMin pisah sepisah-pisahnya

Bluepearl: hahahha ada loh saya suka review satu author di wp, beliau suka sekali balesin review pembacanya jadi kerasan deh, dari beliau lah saya belajar. Tapi author yang nggak balesin reviewnya bukan karena nggak hargai reviiewernya ya, sibuk pasti deh.

Mooie joy: nah iya aku juga nggak tau kenapa Sungmin kembali sebagai Vincent hahaha eh ini serius loh, masih dipikir kalo ini sih. Pokoknya chap ini salah Siwon deh, eh Kyuhyun juga, paling salah sih penulisnya

Puspita Lee: saya bukan pembalap liar sumpah, nanti disini ada satpol pp deh

Vietha: oke udah dilanjut ya

Parkhyun: Kyuhyun nggak minta ditemenin nangis juga, beliin minum aja deh sama tissue ya *ini apa?*

Chabluebilubilu: dan kagetnya ternyata nggak ada hubungannya sama Yuri hehehe

Lia tasliyah1: waahh makasih ya

Ici: hahaha yang manggil Kyuhyun siapa ya? Gurunya kali, ketauan bolos

Airi tokieda: di chap ini semoga terjawab penasarannya

Adelia Santi: Sungmin nggak lupa kok, pura-pura lupa aja sih, Kyuhyunnya judes sih

Cho Miku: iya jangan-jangan anak pejabat ya?

Chikyumin: nah iya Kyuhyunnya patah hati, Sungmin juga

Chobyunbang: karena ada ibu rumah tangga yang masih suka baca ff, makanya saya bikinin hehe masa sih Kyuhyun cengeng? Ada alasannya kok

KMS137: hallo salam kenal, boleh panggil apa aja kok. Eh tapi jangan ahjumma deh, kakak boleh kok

Maximumelf: ehh bisa dong, belum sarapan kali makanya pingsan

RithaGaemGyu137: jadi kunci masa lalu KyuMin ada di Siwon, mari tanyakan ke Siwon deh

Chovlee01: thanks ya, ikuti terus ya

Zahra Amelia: ahh iya makasih ya buat sarannya, ini berharga banget kok, nanti saya koreksi lagi deh tulisan saya. Maaf ya banyak typonya kayaknya lupa pelajaran bahasa hehehe. Makasih banyak

Minniegalz: yuppp

endah kyumin 137: mobil-mobil mewahnya saya keluarin minggu depan deh Insyaallah, lagi nemenin Kyuhyun inget-inget masa lalu soalnya. Mau dibikin Sungmin nendang Kyuhyun nanti aku dikeroyok fansnya Kyuhyun

hanna: martial arts? Sungmin dong siapa dulu, nggak banyak omong tendang aja pokoknya

winecouple: yang nolongin Kyuhyun keluar di chap depan ya

novanoba: aduhh pertanyaannya banyak banget hahahah baca aja deh baca. Sidestory ntar kalo dapet feel banget, nggak bisa dipaksa inspirasinya suhh

lee 90: iya stylenya Sungmin niru di real life 2 minggu yang lalu kok

nugu: disini nggak ada pihak pengingat dan yang diingatkan kok, nggak ada yang amnesia atau semacamnya. Intinya adalah sama-sama sok nggak inget, salah paham sih akarnya. Rencananya sih ff ini full Kyuhyun side ya, nggak tau deh tetep kebawa Sungmin ya udah ngalir aja jadinya

imtwins: pasti diijinkan kok, silahkan

UnKMHH: iya liontinnya Kyu emang dari Sungmin, kenapa diminta lagi, dibahas nanti deh

143 is 137: nggak mau masukin sooman ahh, mau jadi sopir laundry tadinya, tapi kurang menggemaskan jadinya. Yuri pacaran sama Kyuhyun nanti dibaahs lagi ya

MinieLee: Sungmin dibikin manly emang disini, jadi nggak bisa dibully Kyuhyun ehhehe

Gyuhyunmings: hallo selamat bergabung ya, saya juga suka banget pas bikin kissing scenenya di tengah lapangan pas matahari terbenam

Cholee KyuMinie: kalo mau diliat takdirnya KyuMin muter-muter aja kok, orang di sekitar mereka ya itu-itu aja. Semakin berambahnya chapter akan tambah jelas, tambah ada konflik baru.

Kyuminsimple0137: Sungmin balik lagi nanti ada pembahasan khusus lagi, ini tentang Vincent soalnya. Kalo flashback ini tentang Sungmin. sementara kan Kyuhyun belum tahu tentang Vincent

Lee chaRaa: hahahah jangan muji terus dong, kritik dong kritik

Fariny: oke

Love Kyumin 137: Hallo lagi, senengnya akhirnya ketemu. Semoga nggak kelewatan per chapternya yaa

Kyukyu: oke siap

Fonami kyuminelf: yuri bukan penyebab KyuMin pisah kok, belum ada peran Yuri di sini ya, nanti deh dibahas. Review sebisanya aja nggak papa kok, pasti kenal kebiasaan saya dong, just review if you need

NurLarasati13: pekerjaan orangtua Sungmin bukannya beda-beda, dia Cuma nggak mau terbuka. Tentang Kyuhyun lemah juga ada alasannya kok, ada cerita dari pihak Changmin tuh

Chanz: hahah iya ibu rumah tangga yang masih norak, nggak sih? Ini karena banyak temen yang sesama ibu rumah tangga masih suka baca ff jadi dibikinin deh

Cintakyumin137: kelamahannya Kyuhyun kan emang Sungmin, di real life juga gitu, inget kan?

KyuMin ELF: makasih ya, ikutin terus deh

Hoshh karena banyak yang ngasih saya semangat dan cinta, saya ucapkan makasih ya. Serta beberapa guest, makasih.

HWAITING AND SARANGHAE