HALF OF MY HEART

Kyuhyun and Sungmin

KyuMin

They belong to each other

The Storyline is mine

PLAGIARISM IS NOT ALLOWED

Cast: SUPER JUNIOR

Genre: Drama, Romance, Little Angst

WARNING: BOYS LOVE, IF YOU READ DON'T BASH

TYPOS

xxx

Chapter 5

"Dia sudah kembali."

15 menit setelah sepi menyelimuti kamar yang luas itu, akhirnya pecah oleh kalimat yang tidak bisa dimengerti oleh sang lawan bicara.

"Kembali? Apa maksudmu?"

"Lee Sungmin. Sungmin sudah kembali, Yuri."

Yuri, sang lawan bicara, tercengang hingga menutup mulutnya dengan punggung tangannya. Hingga suasana sepi tercipta lagi untuk beberapa saat. Berbagai kemungkinan dan prasangka tercipta di kepala mereka.

"Jadi karena itu kau jatuh pingsan? Karena Sungmin kembali?" Yuri memecah keheningan.

Diam, tidak ada jawaban.

"Kau tidak pernah serapuh ini jika tidak berhubungan dengan Sungmin. Aku pikir dugaanku salah, ternyata memang semua ini karena Sungmin."

Tetap sepi yang menyambut Yuri.

"Kyuhyun-ah, jangan mengulangi kesalahanmu. Dapatkan Sungmin lagi untukmu. Jangan melepasnya lagi," bisik Yuri kepada Kyuhyun, sosok yang terbaring di depannya.

Kyuhyun hanya memejamkan matanya, membayangkan sosok Sungmin yang tiba-tiba muncul mengganggu harinya yang ia kira sudah tenang setelah dua tahun Sungmin meninggalkannya tanpa pesan. Ia tidak menyangkal jika sempat terlintas di pikirannya untuk membuat Sungmin kembali padanya. Tetapi masih ada dinding yang menutupi hati Kyuhyun untuk melakukan itu. Cho Hanbyul. Semua karena kakak perempuannya, yang membuatnya tidak bisa melepaskan perasaannya lagi untuk Sungmin.

"Aku tidak bisa Yuri," Kyuhyun menggeleng lemah.

"Apa maksudmu?"

"Aku bukan gay, keluargaku tidak membesarkanku untuk menjadi gay. Kakak perempuanku bunuh diri karena seorang gay. Aku tidak bisa kembali kepada Sungmin."

Yuri beranjak dari posisi duduknya dan duduk di ranjang Kyuhyun.

"Kau tahu, kau tidak bisa memutuskan kau seorang gay atau bukan hanya karena kau ingin atau tidak menjadi gay. Semua itu datang dari nalurimu, tidak ada yang salah dari orientasi seksual, tidak ada cinta yang salah. Yang salah hanya kebohongan," Yuri menarik napasnya sesaat, mengamati Kyuhyun yang memejamkan matanya.

"Dan yang paling salah adalah hidup dalam kebohongan," Kyuhyun membuka matanya dan memandang tepat ke mata Yuri.

"Kau berkata seperti ini seakan kau tidak membutuhkan Sungmin dalam hidupmu," Yuri terdiam menunggu kalimat Kyuhyun yang akan datang berikutnya.

"Dari...darimana kau tahu itu?" tergagap, Yuri mencari tahu maksud Kyuhyun mengatakan itu kepadanya.

Kyuhyun tersenyum pahit sebelum membuka semua yang ia ketahui.

"Kau datang ke asrama tepat sebulan setelah kepergian Sungmin, kau datang lagi bulan berikutnya. Seakan itu adalah rutinitasmu meskipun Sungmin sudah tidak disana lagi. Kau menemukanku, tidak, tepatnya kita saling menemukan. Rasa rindu kita kepada Sungmin, itu yang mempertemukan kita bukan?" Yuri menunduk dengan wajahnya yang dipenuhi kesedihan, Kyuhyun tidak cukup tega melihat itu, ia membawa jemari Yuri ke dalam genggamannya.

"Setiap waktu kita membicarakan Sungmin, aku hanya bisa melihat Sungmin di matamu. Bahkan setelah kau menjadikanku kekasihmu, aku hanya melihat Sungmin di sana. Kau tidak pernah melihatku, Yuri," Yuri sama sekali tidak bisa menyalahkan ucapan Kyuhyun.

"Kau tidak mau melepasku bukan karena kau mencintaiku, tapi kau tidak mau kehilangan kenangan tentang Sungmin. Kita sama, kita membutuhkan Sungmin. Jadi jangan berkata seakan kau ingin melepas Sungmin untukku," lanjut Kyuhyun menggenggam tangan Yuri.

Yuri membuang napasnya sebelum menatap Kyuhyun.

"Tapi Sungmin mencintaimu, dari awal dia memilihmu bukan aku," ucap Yuri lirih, membuat Kyuhyun bangkit dari berbaringnya dan merangkul pundak Yuri. Menawarkan tempat menangis untuk Yuri meskipun ia tahu gadis ini akan sangat sulit mengeluarkan airmatanya.

"Jika kau mendapatkan dia kembali, jangan melepaskannya lagi. Jika kalian kembali bersama, setidaknya melihat Sungmin bahagia aku akan lega. Hanya itu," Kyuhyun mengeratkan rangkulannya pada Yuri, seakan memberi isyarat untuk berhenti berbicara.

"Kita berhenti saja membicarakan ini," Yuri mengangguk di pelukan Kyuhyun. Terdiam cukup lama dengan mempertahankan posisi mereka.

Kyuhyun tahu kebersamaannya dengan Yuri beberapa tahun lalu bukanlah kebersamaan yang dilandasi oleh cinta. Tidak ada cinta dari pihak manapun di antara mereka. Mereka berdua hanya takut kehilangan kenangan akan sosok Sungmin. Topik pembicaraan tentang Sungmin tidak pernah terlewatkan pada tiap pertemuan mereka. Seakan hanya topik itu yang membuat mereka bisa duduk bersama dan berbicara. Kyuhyun seakan bisa mengenal sosok kecil Sungmin dari cerita Yuri. Yuri pun merasakan kehadiran sosok Sungmin yang penuh kasih sayang dan kehangatan dari cerita Kyuhyun. Tidak ada satu pun dari mereka yang mau mengakhiri ilusi itu. Sampai Kyuhyun sadar Sungmin bahkan mungkin tidak lagi mengenang mereka, Sungmin yang tidak diketahui keberadaannya lagi mungkin tidak akan kembali kepada mereka. Membuat Kyuhyun merasa membutuhkan untuk lari dari semua kenangannya dengan Sungmin, dan saat itulah ia memutuskan berpisah dengan Yuri.

Kyuhyun tenggelam dari lamunannya ketika ia merasakan Yuri berusaha melepaskan pelukannya. Kyuhyun mengamati raut wajah Yuri yang sama sekali tidak berubah, semuanya terlihat datar tetapi jika mengamati lebih dalam, Kyuhyun menemukan sorot mata yang sedih dan kesepian dari Yuri. kyuhyun tidak mengenal dengan tepat sosok Yuri sebenarnya, tetapi dari cerita Sungmin ia mendengar bahwa Yuri adalah anak perempuan yang penuh energi meskipun manja. Tetapi sejak kepergian Sungmin, Kyuhyun tidak melihat itu ada pada diri Yuri. Yuri yang ia kenal adalah anak perempuan yang akan banyak diam jika membicarakan hal lain selain tentang Sungmin, yang hanya akan diam tidak mengeluarkan emosinya apapun yang terjadi. Kyuhyun tersenyum sedih karena itu, bagi Kyuhyun Yuri adalah sosok saudara perempuan yang ia cintai sama seperti ia menyayangi Hanbyul.

"Aku harus pergi," ucap Yuri sambil bangkit dari duduknya.

"Kenapa cepat sekali?"

"Aku sudah disini selama satu jam, Kyuhyun."

"Baiklah."

"Cepat sembuh."

"Terima kasih."

Yuri berjalan menuju pintu kamar Kyuhyun, menoleh kepada Kyuhyun sebelum ia benar-benar keluar dari kamar Kyuhyun.

"Dan berhentilah hidup dalam kebohongan," kemudian Yuri menutup pintu kamar Kyuhyun dan benar-benar pergi kali ini. Kyuhyun hanya tersenyum pahit oleh ucapan Yuri, tidak ada yang salah memang tapi itu juga tidak mudah ia lakukan. Tidak demi keluarga dan kakaknya.

.

.

.

Kyuhyun turun dari mobilnya tepat di depan gerbang sekolah, memberi hormat dan mengucapkan terima kasih kepada sopir yang mengantarnya sebelum benar-benar berjalan menuju gedung sekolahnya. Kyuhyun tidak mengendarai Lamborghini Reventon kesayangannya kali ini. Sudah lama sejak terakhir ia jatuh sakit, dan itu tidak biasa untuk anak seperti Kyuhyun. Membuat Kim Hanna, ibu Kyuhyun, kuatir dengan keadaan anaknya dan tidak mengijinkannya berkendara sendiri kemanapun ia pergi untuk sementara. Dan ini membuatnya sedikit kepagian sepertinya, sehingga ia tidak akan menuju gedung parkir sekolahnya karena pasti Hangeng dan Kangin juga belum datang. Maka dengan tenang Kyuhyun berjalan menuju kelasnya di lantai dua.

Berkali-kali Kyuhyun membalas sapaan teman-teman sekolahnya, tidak ada yang segan untuk mengakrabkan diri kepada Kyuhyun meskipun ia anak pemilik sekolah. Karena meski begitu Kyuhyun bukan siswa yang sombong dan arogan. Tapi image seperti itu tidak berlaku untuk satu orang di depan sana, oh tidak, tepatnya dua orang Sungmin dan Siwon. Mereka saling bercanda dan menggoda di depan kelas yang berseberangan dengan kelas Kyuhyun. Gema tawa mereka menguasai pendengaran Kyuhyun, seakan hanya suara tawa mereka yang bisa Kyuhyun dengar. Kyuhyun memejamkan matanya selagi ia melambatkan langkahnya, berusaha mengabaikan dua orang itu dan masuk ke kelasnya dengan langkah biasa.

Kyuhyun sudah bertekad tidak akan membiarkan rasa benci di hatinya untuk Sungmin terus memberati hatinya. Karena ia tahu jarak benci dengan cinta hanya setipis benang, rasa benci didahului oleh rasa cinta dan mungkin akan berakhir dengan cinta pula. Kyuhyun tahu itu, maka dengan tekad bulat ia tidak akan lagi menganggap keberadaan Sungmin, membutakan hatinya akan melepaskan Sungmin.

"Hai Cho Kyuhyun, kau sudah sembuh?"

Tetapi alam belum mengijinkan Kyuhyun untuk mengabaikan Sungmin, atau mungkin orang-orang yang berhubungan dengan Sungmin, ketika seseorang menepuk pundak Kyuhyun dan menyapanya dengan akrab. Kyuhyun menoleh dengan gerakan lambat. Jika beberapa hari lalu mungkin Kyuhyun akan melepaskan emosinya pada Choi Siwon, orang yang menyapanya kali ini, tapi tidak untuk saat ini.

"Seperti yang kau lihat, aku sudah sembuh. Terima kasih," dengan tenang Kyuhyun melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kelasnya, meninggalkan Sungmin yang memandang punggungnya lekat.

.

.

.

Kyuhyun baru duduk di bangkunya dan merapikan tas sekolahnya, ketika ponselnya bergetar dan menampakkan notification dari group chatroom-nya dengan Hangeng dan Kangin. Dua sahabatnya itu menanyakan keberadaannya, dan menginformasikan mereka sedang ada di gedung parkir. Tetapi Kyuhyun terlalu malas untuk menyusul mereka, tidak saat Sungmin dan Siwon masih terdengar bercanda di seberang kelasnya. Maka Kyuhyun membalas ia menunggu Hangeng dan Kangin di kelasnya. Kyuhyun menunggu beberapa saat sampai Hangeng dan Kangin muncul di dalam kelasnya.

"Hai, apa kabar?" sapa Hangeng mengajak Kyuhyun highfive dengan senyum khasnya.

Ketegangan yang menyelimuti Kyuhyun sedari tadi mendadak lumer dan menghangatkan hatinya karena senyum Hangeng. Jika Kyuhyun harus berterima kasih kepada orang-orang yang membuatnya bangkir dari kejatuhannya tiga tahun lalu, maka itu adalah Hangeng. Hangeng seringkali memposisikan dirinya lebih dari teman untuk Kyuhyun. Hangeng lebih seperti kakaknya, bahkan juga sering terasa seperti orangtua untuk Kyuhyun. Hangeng tidak pernah melarangnya berbuat apapun, Hangeng tidak pernah menghalangi keputusan yang ia ambil tidak peduli itu salah ataupun benar. Hangeng hanya akan menopangnya dan mendukung langkahnya, ia yang mengatasi jika Kyuhyun mengambil langkah yang salah. Hingga Kyuhyun sendiri belajar mana yang baik dan buruk untuk dirinya sendiri. Kyuhyun tersenyum dengan lebar untuk pertama kalinya sejak hari ia pingsan, alih-alih membalas highfive dari Hangeng, Kyuhyun merangkul sahabatnya itu. Dan Hangeng tertawa karena itu.

"Ya kenapa kau bisa bersikap semanis itu hanya kepada Hangeng?" Kyuhyun melepaskan pelukannya kepada Hangeng dan melihat ke belakang Hangeng, Kangin menampakkan wajah sok kesalnya kepada Kyuhyun. Kyuhyun tertawa dan beralih memeluk Kangin, di beberapa penampakannya Kangin terlihat seperti seseorang yang sulit untuk didekati, kasar dan bad boy. Tapi tidak berbeda dengan Hangeng, pelukan Kangin juga sehangat pelukan seorang kakak dan ayah bagi Kyuhyun. Di antara mereka mereka bertiga, mungkin ia dan Kangin paling sering mengalami kesalahpahaman dan bersitegang tetapi Kyuhyun sangat tahu kebanyakan itu terjadi ketika sifat keras kepalanya bertemu dengan sifat tidak sabaran yang dimiliki Kangin. Terlepas dari semua itu, Kyuhyun juga tahu Kangin menyayanginya sama banyaknya dengan Hangeng menyayanginya. Hatinya mendadak menghangat, melupakan suara tawa Siwon dan Sungmin di seberang kelasnya.

"Itu seperti mimpi buruk ketika menemukanmu pingsan di dekat danau sekolah kau tahu?" ucap Kangin ketika Kyuhyun melepaskan pelukannya.

Kyuhyun tertegun.

"Kalian menemukanku?"

Seingatnya sebelum tidak sadarkan diri hari itu, ia melihat wajah Sungmin di depannya. Ia mungkin tidak mengingat semuanya, tetapi ia paling tidak lupa bagian Sungmin berusaha mempertahankan kesadarannya.

"Seorang siswa memberi tahu kami ketika kau jatuh pingsan di dekat danau, aku pikir kau baik-baik saja sebelum itu. Kau menerima banyak coklat valentine, mungkin terlihat berantakan ketika kau bertemu Sungmin. Tapi aku pikir kau tidak mempunyai masalah kesehatan," jawab Hangeng.

"Siapa siswa yang memberitahu kalian?"

Kangin menggeleng, "kami tidak mengenalnya, mungkin siswa tingkat satu, entahlah."

Hangeng membimbingnya untuk duduk di bangkunya, sehingga mereka bsia mengobrol dengan nyaman. Tetapi Kyuhyun sepertinya tidak masuk ke dalam obrolan mereka kali ini, pikirannya melayang pada hari dimana ia jatuh pingsan. Merunut kejadian demi kejadian sebelumnya, dari ia yang banyak menerima coklat valentine, dan bertemu Sungmin di ruang loker, sampai pada ia memperolok Sungmin. Tidak berhenti mengatakan kata-kata yang buruk untuk Sungmin. Kyuhyun memejamkan matanya, berusaha mengusir ingatan tentang bagaimana memalukannya ia ketika berusaha mempermalukan Sungmin. Mungkin ia membenci Sungmin karena meninggalkannya beberapa tahun lalu, tetapi jika mau diingat semua akar permasalahan ada padanya. Ahh tidak, tepatnya pada cinta mereka. Seandainya mereka bisa berteman biasa tanpa kontak fisik yang menimbulkan rasa sayang dan memiliki di masing-masing hati mereka. Kyuhyun menggelengkan kepalanya, merasa berpikir terlalu jauh saat ini. Ketika ia membuka lagi matanya, ia sudah tidak menemukan Hangeng dan Kangin di depannya. Teman-teman sekelasnya sudah memenuhi ruang kelasnya, bersiap-siap untuk menerima pelajaran hari ini. Tetapi Kyuhyun tetap tidak bisa menangkap pikirannya untuk tetap memperhatikan pelajaran sekolah hari ini.

.

.

.

Ingin sendiri. Itulah kenapa Kyuhyun kini duduk sendiri di taman kota, di tengah keramaian tetapi ia tidak melakukan apapun. Kyuhyun hanya memberi tahu sopirnya untuk menjemputnya ketika ia menghubungi saja. Kyuhyun juga menolak tawaran Hangeng dan Kangin untuk pulang bersama. Ia membutuhkan waktu sendiri, memikirkan hal-hal yang terlarang untuk ia pikirkan selama bertahun-tahun belakangan. Tentang Sungmin dan masa lalunya. Tentang kesalahannya dan kehilangannya. Ia hanya bisa memikirkan itu dengan dirinya sendiri, karena hampir tidak ada yang tahu tentang masa lalunya, selain Yuri mungkin.

Kyuhyun terlihat tenggelam begitu dalam berpikir hingga ia tidak menyadari seseorang yang hadir dan duduk di sampingnya. Taman ini tidak terlalu ramai, orang itu bisa saja memilih tempat duduk yang lain. Tetapi ia memilih untuk duduk di samping Kyuhyun. Kyuhyun tetap tidak menyadari kehadiran seseorang di sampingnya.

"Kau terlihat terlalu tua mengenakan seragam sekolah ketika kau berpikir seperti seorang yang berusia 40an," Kyuhyun menoleh, tercengang tiba-tiba ada yang menegurnya.

"Kau? Heechul?"

"Hallo," dengan senyum yang innocent Heechul melambaikan tangannya kepada Kyuhyun.

Kyuhyun tetap tidak memungkiri ini, Heechul tetap terlihat cantik entahlah ia tahu Heechul laki-laki sepertinya. Tapi hanya dengan mengenakan celana cargo, tshirt putih dan rambut panjangnya yang terikat asal, Heechul terlihat lebih cantik dari perempuan yang ia temui hari ini. Saat pertama bertemu Heechul di arena balap beberapa minggu yang lalu, jujur saja Kyuhyun kesulitan mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Heechul.

"Kau tidak perlu memandangiku seperti aku akan menghilang ketika kau berkedip, aku akan tetap disini, setidaknya sampai ini habis," lanjut Heechul sambil menunjukkan rokoknya kepada Kyuhyun. Ia menyalakan rokoknya dengan gerakan anggun menurut Kyuhyun, kemudian menghisapnya pelan seakan itu adalah hal ternikmat yang pernah ada.

"Kau seperti sedang ada masalah," ucap Kyuhyun, ia memang sedang tidak berbasa-basi. Heechul selalu menghela napas berat setiap ia menghembuskan asap rokok dari bibirnya.

"Hmm hidupku memang dikelilingi masalah," tanpa beralih menatap Kyuhyun, Heechul tetap menikmati rokoknya.

"Aku tidak tahu kau yang terlihat sangat menikmati hidup bisa dikelilingi masalah."

"Kau butuh hidup beberapa lama lagi agar mudah mengenali karakter seseorang saat pertama bertemu dengannya."

Kyuhyun mengangguk-angguk, membenarkan ucapan Heechul. Memang ia tidak bisa menilai seseorang dari kesan pertama ketika bertemu. Mereka terdiam cukup lama, setidaknya sampai Heechul menghabiskan satu batang rokoknya. Heechul menyalakan satu rokoknya lagi, Kyuhyun menatapnya dengan horor.

"Kenapa?" tanya Heechul, menghembuskan asapnya usil kepada Kyuhyun. Membuat Kyuhyun reflek menutup hidungnya.

"Kau perokok yang menyeramkan."

"Bukan urusanmu."

"Itu urusanku karena kau merokok di sampingku, kau mungkin bisa membunuhku dengan asapmu itu," dengan kesal Kyuhyun mengambil kotak rokok Heechul yang tergeletak di sampingnya kemudian menginjaknya hingga hancur. Heechul tercengang kesal akan aksi Kyuhyun.

"Apa yang kau lakukan?" teriak Heechul.

"Mungkin ada rokok yang ketiga, keempat sampai rokokmu habis jika aku tidak menghancurkannya," jawab Kyuhyun remeh, membuat Heechul semakin kesal.

"Tahu apa kau sialan!" Heechul bahkan berdiri untuk memukul kepala Kyuhyun.

"Ahhh...maaf..maaf," pekik Kyuhyun sambil melindungi kepalanya dengan lengannya untuk menghindari pukulan Heechul yang brutal. Sungguh pukulannya tidak secantik wajahnya.

Heechul akhirnya menghentikan pukulannya ketika menyadari lengan Kyuhyun sudah memerah karena menangkis pukulannya. Kyuhyun mengintip dari sela lengannya, memastikan jika Heechul memang sudah benar-benar tenang.

"Kau tahu, kau tidak harus membunuh dirimu pelan-pelan dengan rokokmu jika ada masalah. Kau hanya butuh teman bicara, dan kau bisa berbicara denganku," tawar Kyuhyun.

"Kau anak kecil, tidak tahu apa-apa."

Kyuhyun sedikit tidak terima, memang berapa tua Heechul hingga mengatainya anak kecil?

"Baiklah setidaknya, kau mempunyai tempat bercerita dan aku hanya akan mendengarkan," Kyuhyun memasang senyum termanisnya, membuat Heechul menatapnya jijik.

Heechul menjatuhkan rokoknya di bawah kakinya kemudian menginjaknya, dan menatap Kyuhyun dengan serius.

"Dengar, jika aku bercerita kepadamu itu bukan karena aku menuruti tawaran omong kosongmu itu. Aku hanya mual melihat senyummu yang ughhh...nenek tidak bergigi pun senyumnya lebih manis daripada senyummu," Kyuhyun terhenyak dengan cibiran Heechul.

Sungguh seumur hidupnya ia tidak pernah bertemu dengan orang yang berbicara seterbuka Heechul, mungkin Heechul sedikit hiperbolis tetapi gaya bicaranya yang tidak berusaha untuk menjadi manis di depan Kyuhyun itu membuat Kyuhyun tertarik. Dan membuatnya tersenyum, kali ini senyumnya terlihat tulus. Heechul tertegun sesaat, tetapi kemudian dia mengalihkan perhatiannya mencoba menimbang apakah ia harus bercerita kepada Kyuhyun. Jika di arena balap, Kyuhyun terlihat seperti orang paling sombong yang pernah dia lihat tetapi senyum Kyuhyun dan tingkah polosnya saat Heechul memukulnya beberapa waktu lalu, membuat pandangan Heechul kepada Kyuhyun berubah. Heechul merasa nyaman, setidaknya sampai ia memutuskan untuk bercerita.

"Aku memiliki sahabat," akhirnya Heechul mengawali ceritanya.

Dan Kyuhyun mengisyaratkan ia siap mendengar cerita Heechul dengan lebih menghadap Heechul.

"Kami bersama sejak sekolah menengah pertama, dia adalah satu-satunya teman yang aku miliki. Karena kau tahu, ya aku memiliki fisik yang hampir sama dengan anak perempuan saat itu membuat anak lelaki tidak mau berteman denganku. Tapi dia mendatangiku, duduk bersebelahan denganku di dalam kelas, dan mengajakku ke kantin setiap hari. Untuk pertama kali dalam hidupku, aku merasa memiliki teman. Aku merasa memiliki seseorang untuk saling membicarakan rahasia-rahasia kami seperti yang anak-anak lain lakukan. Dan kami memiliki hobi yang sama."

Seketika Kyuhyun teringat Sungmin, kebersamaan mereka di sekolah menengah pertama.

"Kami tumbuh bersama, melewati masa remaja bersama hingga di sekolah tingkat atas. Kami tumbuh, itulah mengapa kami berubah. Kami mulai jatuh cinta, untuk pertama kalinya sejak berkenalan kami mempunyai rahasia. Tidak saling menceritakan siapa orang yang membuat kami jatuh cinta, bagaimana cinta kami akhirnya berakhir. Membuat kami mencintai orang yang sama, dan menjalin hubungan dengan orang yang sama. Kami memiliki kelompok balap saat itu, tapi hancur karena ini"

"Tunggu dulu, hobi yang kau maksud adalah balapan?"

Heechul mengangguk, "ketika seusiamu kami mengusai dunia balap liar di seluruh Seoul kau tahu, itu adalah pencapaian terbesar untuk kami yang masih berusia 15 tahun."

Heechul tidak bisa menyembunyikan senyum penuh rasa bangga yang ia miliki.

"Apa sesuatu hal yang buruk menimpa persahabatan kalian?"

Wajah Heechul seketika mengeruh dengan pertanyaan Kyuhyun.

"Lebih dari buruk, semuanya hancur tidak ada yang bisa diperbaiki. Persahabatan kami, kelompok balap kami, semuanya," Heechul menunduk menyembunyikan raut kesedihannya.

"Yang lebih menyedihkan dari itu adalah, ia sudah kembali. Kami bertemu lagi, tapi aku tidak menemukan kehangatan di sorot mata dan senyumnya. Yang bisa aku lihat hanya aura kebencian dan permusuhan, ambisi untuk menghancurkanku," suara Heechul semakin lirih, membuat Kyuhyun mendekatkan wajahnya kepada Heechul untuk bisa mendengarkan.

"Padahal aku merindukannya, 2 tahun tidak bertemu aku sangat merindukannya," semakin lirih, Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya.

Hingga Heechul tidak mendengar apapun dari Kyuhyun, ia beralih akan menatap Kyuhyun. Matanya hampir melompat keluar ketika menemukan wajah Kyuhyun yang hampir tidak berjarak dengan wajahnya. Ia bahkan bisa melihat mata coklat Kyuhyun dari dekat, tetapi dengan kasar ia mendorong Kyuhyun hingga terjengkang dari duduknya.

"Ya apa yang kau lakukan?" Kyuhyun menjerit kesal, mengelus pinggangnya berusaha bangkit dari duduknya.

Heechul terpingkal melihat ekspresi konyol Kyuhyun. Ia merasa Kyuhyun terlihat sangat lucu, menimbulkan perasaan ingin melindungi seperti kakak kepada adiknya. Maka ia mengulurkan tangannya, menolong Kyuhyun untuk bangkit. Kyuhyun tetap menggerutu dengan kesal sambil berusaha membersihkan celanan dan punggungnya dari dedaunan kering yang menempel.

"Kau tahu, kau adalah lelaki tercantik yang pernah aku temui tetapi kau tetap lelaki, kasar dan suka seenaknya sendiri," kesal Kyuhyun.

Heechul tertawa menepuk punggung Kyuhyun berkali-kali.

"Maafkan aku, ayo aku traktir minum."

"Kau sudah memukulku, baru saja kau mendorongku hingga terjatuh dan kau hanya akan menraktirku minum?" tanya Kyuhyun tidak percaya.

"Sudahlah, aku akan pergi dari sini kau mau mengikutiku atau tidak aku tidak akan peduli," Heechul meninggalkan Kyuhyun setelah itu, tidak ada pilihan lain Kyuhyun pun berlari mengikuti Heechul. Ternyata memiliki teman bicara juga menyenangkan.

.

.

.

"Kau belum menceritakan bagian, bagaimana kekasih kalian setelah kau dan sahabatmu mengetahui ia memacari dua orang sekaligus," Heechul dan Kyuhyun sudah duduk dengan tenang dan lebih layang di dalam cafe di seberang taman.

"Dia lebih muda dari kami, dua tahun lebih muda. Ketika memacari kami, dia tidak memakai perasaannya mungkin, hingga dia adalah pangkal kehancuran kami sepertinya ia juga tidak menyadarinya. Tetapi terlepas dari masalah itu, aku masih berhubungan baik dengan laki-laki itu."

Kyuhyun tersedak, hampir kehilangan napas ketika mendengar cerita Heechul.

"Laki-laki? Kau berpacaran dengan laki-laki?" Kyuhyun bertanya tidak percaya.

Heechul menatap Kyuhyun dengan aneh, tetapi tetap mengangguk.

"Kau pikir perempuan mana yang mau berpacaran denganku? Oke anggap saja fisik bukan masalah penting, tidak peduli meskipun aku lebih cantik daripada kekasih perempuanku," Kyuhyun bisa menangkap senyum penuh kesombongan saat Heechul mengatakan ini.

"Tetapi tidak akan ada perempuan yang tahan dengan sifatku yang mudah meledak-ledak dan spontan, dan umm sedikit kasar."

Kyuhyun tertawa kecil dengan nada yang tidak menyenangkan.

"Ya aku tahu, kau tidak sedikit kasar. Kau sangat kasar, terkasar yang pernah aku temui," cibir Kyuhyun.

"Hah apapun," sahut Heechul tidak peduli, menikmati blueberry smoothie miliknya dengan santai.

"Jadi kau umm...kau gay?" tanya Kyuhyun takut-takut.

Heechul mengalihkan pandangannya dari minuman ke wajah Kyuhyun. Tertawa geli karena ekspresi Kyuhyun yang entah mengapa selalu terlihat konyol, sangat berbeda ketika ia menemui Kyuhyun di arena balap.

"Aku terlahir dalam keluarga yang sama sekali jauh dari ideal, aku tidak pernah melihat orangtuaku bertengkar tetapi aku juga tidak pernah melihat mereka bertegur sapa. Kami bertiga hidup dalam satu rumah, tetapi kami seperti tidak saling mengenal," Kyuhyun mendengarkan cerita Heechul dengan penuh perhatian, entah mengapa ia suka sekali mendengar Heechul berkisah hari ini.

"Ibuku tidak pernah ikut membesarkanku, ia sibuk dengan urusannya sendiri. Tetapi ayahku sama sekali tidak pernah beranjak dari sisiku, melihatku tumbuh dan sedikit banyak membentuk kepribadianku. Hingga suatu hari ia mengajakku bertemu dengan temannya, hingga bertahun-tahun kemudian aku mengerti pria itu bukan teman ayahku, mereka adalah sepasang kekasih."

Kyuhyun terperangah tidak percaya, "Apa kau marah dengan ayahmu saat mengetahui kenyataan itu?"

Heechul tersenyum hangat dan menggeleng.

"Tidak tentu saja, aku melihat ia begitu bahagia saat bersama kekasihnya daripada ketika di rumah bertemu dengan ibuku. Raut wajahnya, gaya bicaranya, senyumnya semua terlihat menyenangkan di mataku. Aku menyukai ayahku yang seperti itu hingga aku tidak peduli fakta bahwa seharusnya lelaki harus mencintai perempuan. Hingga aku menyadari itu hanyalah satu sistem dan nilai agama, lama-lama aku mengartikan itu adalah pelanggaran hak asasi. Kau tahu cinta tidak bisa dipaksakan, kau tidak bisa dipaksa untuk mencintai perempuan ketika kau jatuh cinta pada teman sejenismu. Dan aku bersumpah saat itu, dengan siapapun aku jatuh cinta tidak peduli pria atau wanita aku akan tetap menjalaninya," Heechul menikmati smoothie miliknya hingga habis.

Sedangkan Kyuhyun termenung, membenarkan semua perkataan Heechul yang memang tidak ada yang dibantah. Ia sudah mendengar seperti ini dari Yuri, tentang cinta yang tak bisa dipaksakan, tentang orientasi seksual yang tidak bisa dibelokkan. Tidak ada yang salah dari mencintai, selain kebohongan.

"Aku tidak ingin menjadi gay in denial, kau gay tetapi kau tidak mau mengakui itu hingga kau memaksakan diri menikahi seorang wanita. Kau tahu, itu menghancurkan hidup 3 orang sekaligus. Kau sendiri, istrimu dan anakmu. Karena itu aku mengikuti naluriku kemana membawaku. Aku tidak peduli dengan nilai masyarakat bahkan nilai agama bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, lalu mengapa kita diciptakan memiliki ketertarikan pada sesama jenis kita? Tuhan pasti punya maksud akan itu, itu saja."

Kyuhyun terhenyak, ia tidak tahu mengapa Heechul suka sekali menggunakan perumpamaan 'kau' yang merujuk padanya.

"Lalu kau, apakah kau mempunyai kekasih?" tanya Heechul memulihkan kesadaran Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng.

"Apakah kau gay?" lagi-lagi Heechul membuatnya terperangah.

"Ya, kau gay aku bisa melihatnya," putus Heechul, padahal Kyuhyun tidak berbicara apapun.

Heechul tertawa dengan kencang saat melihat ekspresi Kyuhyun yang memandnag Heechul tidak percaya dengan mulut yang terbuka. Heechul menepuk pipinya berkali-kali.

"Tidak, aku bercanda. Aku tidak bisa melihat seseorang itu gay atau tidak hanya dengan bertemu beberapa kali."

Kyuhyun menarik napas lega.

"Ahh iya apa kau mengenal Vincent?"

"Vincent?"

"Ketua kelompokku, Vincent Lee. Dia sudah membentuk purple phoenix sejak setahun yang lalu tapi kami baru aktif sejak tiga bulan lalu"

Kyuhyun menggeleng, karena memang ia tidak mengenalnya.

"Tetapi dia mengenalmu, ketika ia tiba di Seoul dia menyuruhku mencari kelompokmu dan menantangmu di arena balap saat itu."

"Dia mengenalku?" Kyuhyun bertanya tidak percaya, seingatnya dia tidak memiliki teman atau musuh yang bernama Vincent Lee. Tiba-tiba saja pembalap misterius itu hadir dan menantangnya belakangan ini, ah dan mengalahnya beberapa kali.

"Iya aku pikir kalian saling mengenal. Dia tinggal di Canada sejak tiga tahun lalu, dan ketika kembali ke Seoul dia langsung mencarimu. Aku pikir dia satu sekolah denganmu, Kibum yang mengantarnya ke sekolah yang sama denganmu beberapa kali," dengan santai Heechul mengunyah sandwichnya.

"Diantar oleh Kibum?" tanya Kyuhyun tidak percaya, sedangkan Heechul hanya mengangguk acuh sibuk dengan makanannya.

Kyuhyun teringat beberapa kali ia melihat Kibum di sekitar sekolahnya. Dan bukankah ia dengan Hangeng dan Kangin pernah mencegat Kibum? Jadi saat itu Kibum sedang mengantar dan menjemput Vincent Lee?

Kyuhyun berpikir dengan keras, mencari kemungkinan kira-kira siapa Vincent Lee yang untuk beberapa waktu membuatnya hampir mati penasaran, setidaknya sebelum ia berurusan dengan Sungmin tempo hari. Seingatnya di sekolahnya tidak ada siswa yang sekaya dirinya hingga mampu mengendarai mobil semewah Lamborghini Veneno, oke harusnya itu lebih kaya darinya karena Veneno adalah seri Lamborghini terbaru dibandingkan Reventon miliknya. Tunggu dulu...

"Kau bilang dia tinggal di Canada dan baru kembali ke Seoul 3 bulan lalu?" tanya Kyuhyun memastikan.

Heechul mengangguk, tidak menjawab apa-apa lagi.

Setidaknya ini menyempitkan kemungkinan tentang siapa Vincent Lee yang ternyata satu sekolah dengannya.

"Ahh aku dengar kau sakit, hingga pertandingan Sabtu lalu harus dibatalkan?" tanya Heechul menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya. Kyuhyun menatap Heechul yang sudah selesai dengan makanannya.

"Iya, aku memang tengah sakit saat itu. Maafkan aku harus membatalkan pertandingan."

"Tidak masalah, kau sakit bukan karena Vincent mengalahkanmu hingga 2 kali bukan? Aku dengar kau belum pernah terkalahkan?"

Kyuhyun tersenyum miris, ia yang tidak terkalahkan terpaksa menyerah kepada pembalap misterius dua kali.

"Tidak, tentu saja bukan. Meskipun aku belum pernah terkalahkan sebelumnya, bukan berarti aku memang tidak bisa terkalahkan. Pasti ada yang lebih daripada aku, hanya saja aku tidak akan mudah menyerah."

Heechul mengangguk-angguk membenarkan ucapan Kyuhyun. Kemudian mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, dan sepi beberapa saat.

"Aku harus pergi, sepertinya ini sudah terlalu sore," kata Kyuhyun sambil melihat jam digital yang ada di layar ponselnya.

"Ahh kau benar, dan terima kasih telah menemaniku hari ini."

"Aku pikir kau menganggapku musuh, tetapi kau bahkan menceritakan semua tentang masa lalumu kepadaku."

"Tidak, tidak semua. Dan untuk kau ketahui, kau mungkin memang musuhku di arena balap tapi di luar itu kita bisa berteman kapan saja," sanggah Heechul dengan senyumnya yang cantik.

Kyuhyun tertegun karena senyum Heechul untuk beberapa saat, tetapi dengan cepat ia menguasai diri dan bangkit dari duduknya. Membungkuk kepada Heechul kemudian keluar dari cafe.

.

.

.

"Sungmin-ah, pembalap yang bernama Kyuhyun itu, apa kau mau mengatur jadwal pertandingan balap lagi dengannya?" Kibum, yang duduk di kursi penumpang, mencoba mengajak bicara Sungmin yang tengah memegang kendali kemudi.

Sungmin menoleh sebentar kepada Kibum, kemudian terkekeh.

"Kau membicarakan Kyuhyun seakan kau tidak tahu tujuanku menantang dia, huh?"

"Aku tahu, tapi jika tujuanmu membuat dia penasaran dia sudah seperti itu. Kau tidak lupa dia pernah mencegat kita tempo hari bukan? Beruntung hari itu aku yang mengemudi, sehingga tidak mencurigakan jika aku keluar dari kursi penumpang misalnya."

Sungmin mengurangi kecepatan mobilnya ketika lampu lalu lintas di depannya menyala merah.

"Tidak, tujuanku sekarang lebih dari itu. Kyuhyun yang aku kenal, tumbuh menjadi Kyuhyun yang asing. Kyuhyun yang dulu tidak seangkuh dan searogan ini. Aku hanya ingin memberinya pelajaran sedikit, sedikit saja bahwa ada yang lebih baik dari dia."

Kibum menatap Sungmin tidak percaya.

"Kau tidak bercanda bukan? Kau tentu tidak salah memperhitungkan jika Kyuhyun berubah karena kau, Siwon hyung menceritakan semua kepadaku. Dan kau yang mendorongnya pergi dengan memperalat Siwon hyung," cibir Kibum.

"Itu aku lakukan karena dia orang yang pertama mendorongku pergi."

"Tapi kau sudah membalasnya dengan kepergianmu bertahun-tahun, Sungmin-ah."

"Kau pikir aku juga tidak sakit ketika meninggalkannya? Aku hanya tidak sanggup menatap punggungnya setiap aku mengajaknya bicara, Kibum."

Hening sejenak, Kibum tidak bisa menyalahkan ucapan Sungmin. Sedangkan Sungmin membutuhkan waktu untuk mendinginkan kepalanya.

"Sayangnya kau tidak memberitahu rencanamu ini kepada Heechul Hyung, Sungmin," bisik Kibum tidak dimengerti oleh Sungmin.

Sungmin mengikuti arah pandangan Kibum, saat ini mobil mereka terhenti karena macet. Dan tepat di dalam cafe yang ada di seberang jalan, Sungmin melihat Kyuhyun sedang mengobrol dengan Heechul. Memiliki snack dan minuman di depan mereka, bibir saling tersenyum ketika berbicara, dan mata saling menatap. Seakan mereka telah mengenal sejak lama.

"Kau...kau yakin Heechul Hyung tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Kyuhyun?" tanya Sungmin dengan mata yang tidak beralih dari Kyuhyun dan Heechul di dalam cafe.

"Heechul Hyung sama sekali tidak bersentuhan dengan dunia balap sejak 2 tahun lalu, dan kami selalu bersama karena ayah kami sepasang kekasih. Jadi aku bersumpah, Heechul Hyung tidak mengenal Kyuhyun sebelumnya," Kibum menjawab dengan yakin.

"Tapi kau lihat kan, mereka berbicara seperti teman yang sudah saling mengenal begitu lama."

Kibum tidak menjawab, karena dia juga melihat Heechul dan Kyuhyun sama seperti Sungmin melihat mereka.

"Lebih dari itu, dia tidak akan membicarakan tentang kita bukan?"

Kibum menggeleng yakin akan pertanyaan Sungmin.

"Dia tahu kau bukan orang yang indentitasnya bisa dibuka sembarangan, hanya itu yang dia tahu. Karena kau tidak mengijinkanku menceritakan semua tentangmu dengan Kyuhyun, tentang tantanganmu kepada Kyuhyun."

Sungmin terdiam, memikirkan tentang kemungkinan-kemungkinan hubungan Heechul dan Kyuhyun. Ada yang lebih darurat daripada jika Kyuhyun mengetahui identitas Vincent Lee sebenarnya. Kyuhyun dan Heechul tidak seperti teman di mata Sungmin, lebih dari itu.

Sungmin menggigit bibir bawahnya, akan sangat perih jika itu benar terjadi. Sungmin memang tidak begitu dekat dengan Heechul, seperti ia dekat dengan Kibum, tetapi melihat orang yang kau cintai menjalin hubungan khusus dengan temanmu akan sangat terasa menyakitkan bukan? Sungmin tidak siap akan ini. Sungmin memang berniat memperbaiki hubungannya dengan Kyuhyun, tetapi tidak dengan hubungan mereka yang sangat buruk seperti saat ini. Tetapi jika Kyuhyun sudah memiliki orang lain di sisinya, haruskah Sungmin mengambil langkah mundur?

"Kibum, bisa kita menunda pertandingannya lagi? 2 minggu atau sebulan dari sekarang, terserahmu saja," putus Sungmin.

"Hah apa maksudmu?" Kibum menatap Sungmin tidak percaya.

"Lakukan saja," keputusan Sungmin sudah final, tidak bisa terbantahkan lagi. Kibum tahu itu, maka ia hanya bisa mengangguk.

.

.

.

"Terima kasih, Hyung," Kyuhyun menerima beberapa lembar dokumen yang berisi daftar murid sekolah baru yang tentu sangat mudah diperoleh Hangeng dengan memakai namanya.

"Kau yakin Heechul mengatakan yang sebenarnya, dia sedang tidak mencoba mengacau konsentrasimu kan?" tanya Hangeng tidak yakin.

Kyuhyun mengangguk sambil mengamati lembar demi lembar dokumen itu.

"Aku bertemu dengan Heechul di taman tadi siang, dan dia menceritakan tentang masa lalunya, tentang kehidupannya. Membuatku percaya dia tidak mempunyai niat buruk kepada kita."

"Menceritakan masa lalu dan kehidupan pribadinya?" tanya Hangeng tidak percaya, ada nada lain yang Kyuhyun dengar. Terdengar seperti iri, seperti cemburu juga, tetapi Kyuhyun tidak memusingkan itu.

"Iya dan dia bercerita bahwa Vincent Lee satu sekolah dengan kita, dia datang dari Canada tiga bulan yang lalu. Itulah kenapa aku membutuhkan data siswa-siswa baru yang masuk tiga bulan yang lalu," ucap Kyuhyun, membuat Hangeng teriingat kembali pada tujuan awalnya menemui Kyuhyun malam ini.

"Hanya ada 4 siswa pindahan dari luar negeri tahun ini, itu juga waktunya hampir bersamaan 3 hingga 4 bulan yang lalu."

Kyuhyun mengangguk-angguk dengan keterangan Hangeng kemudian mengamati dokumen-dokumen itu lagi dengan serius.

Segala aktivitasnya terhenti ketika matanya menangkap satu nama.

"Lee Sung-min," Kyuhyun mengeja nama Sungmin.

Hangeng mengangguk, "Dia adalah salah satunya."

Menahan debaran jantungnya, Kyuhyun mencermati curiculum vitae milik Sungmin. Vincent bermarga Lee, Sungmin juga bermarga Lee. Kyuhyun yakin, jika itu Sungmin maka akan mudah untuknya memiliki Veneno atau bahkan lebih dari itu. Kyuhyun juga berpikir Sungmin selama ini ada di luar negeri. Sungmin pun masuk ke sekolahnya tiga bulan yang lalu, jantung Kyuhyun semakin berdebar. Mata Kyuhyun terus bergerak hati-hati tidak mau melewatkan satu kata pun. Tetapi Kyuhyun tidak menemukan Canada sebagai negara asal Sungmin datang sebelum kembali ke Seoul, itu adalah Jerman. Kyuhyun tidak bisa menggambarkan perasaannya, antara kecewa karena Vincent Lee ternyata bukan Sungmin. Juga lega, karena jika Vencent dan Sungmin adalah orang yang sama mungkin ini akan mengacaukan pertahanan yang Kyuhyun bangun dari Sungmin selama ini.

Tiba-tiba Kyuhyun teringat pertandingan terakhirnya dengan Vincent Lee, ketika Vincent meminta liontin phoenix miliknya. Itu adalah liontin yang tidak berharga, Kyuhyun yakin itu bahkan tidak sampai bernilai 100 ribu won. Kyuhyun tidak bodoh untuk mengabaikan fakta bahwa hanya ia dan Sungmin yang tahu tentang liontin itu. Tetapi Sungmin berbeda dengan Vincent yang diceritakan oleh Heechul, Sungmin tidak datang dari Canada seperti Vincent. Maka Kyuhyun tidak bisa lagi menghubungkan Vincent dengan Sungmin.

Kyuhyun membuka lembar berikutnya, Choi Siwon. Siwon adalah orang terakhir yang Kyuhyun harapkan bahwa ia dan Vincent adalah orang yang sama. Tetapi ketika ia membaca Siwon datang dari Jerman, sama dengan Sungmin, bibir Kyuhyun menyunggingkan seringai penuh kebencian.

"Jadi kalian selama ini bersama? Harusnya aku tahu sejak awal," bisik Kyuhyun yang tidak bisa didengar.

Kemudian ia melempar dokumen milik Sungmin dan Siwon ke lantai, seakan itu adalah sampah yang mengganggu. Kyuhyun kemudian melanjutkan pengamatannya pada dokumen berikutnya, Kyuhyun langsung menemukan kata Canada, kali ini jantung Kyuhyun juga berdebar. Henry Lau, nama siswa yang datang dari Canada, kurang dari 3 bulan yang lalu.

"Hyung apakah kau tahu siapa Henry Lau? Dia datang dari Canada," tanya Kyuhyun sambil mengangsurkan dokumen milik Henry.

Hangeng mengamati itu sesaat, "aku tidak mengenalnya, tapi dia bermarga Lau bukan Lee. Sepertinya dia keturunan China bukan Korea."

"Ahh kau benar, jadi kita lupakan ini."

Hangeng meraih dokumen terakhir yang ada di tangan, kemudian menyodorkannya ke depan muka Kyuhyun.

"Sepertinya ini yang kau cari, bermarga Lee dan pindahan dari Canada."

Kyuhyun merebut dokumen itu tidak sabar.

"Lee Donghae?"

T B C

Sebulan lebih fic ini nggak update ya astagaaa...jahatnya saya! Sampe saya sendiri lupa jalan ceritanya, itu mereka pake mobil merk apa. Tapi kalo mention saya tanya tentang fic, saya kasih tau kan kalo laptop saya hancur. Jadi begitulah kenapa saya nggak update fic, masalah teknis. Ini juga pake laptop yang bukan punya saya T.T

Oke chap ini masih jauh dari kata terang ya, KyuMin belum ada kemajuan sama sekali bahkan nggak ada moment yang mereka ngobrol dua arah gitu. Malah salah paham, emang gini alurnya sih jadi jangan marahin saya. Jangan bosen juga kalo KyuMin gini-gini aja. Dan sekali lagi ini saya datang dari Kyuhyun's side makanya saya fokus kje Kyuhyun, Sungminnya jarang saya munculin. Heechul perannya bakal gede disini, peran mengobrak-abrik KyuMin. Harus ada perusuh biar bersatu. Kalo tahu khas saya pasti paham saya suka bikin crack pair yang crack-nya nggak kira-kira ya, soalnya saya emang suka gitu. Saya suka ngacauin semua pair official yang ada mueheheheh

Sampai jumpa chap berikutnya deh, saya berusaha buat tepat waktu lagi setelah ini. Demi kakak saya, tante saya, ponakan saya dan adek-adek saya yang baca fic ini. Maaf ya maaf...

BIG THANKS TO

BunnyEvilKim: Kyu nggak benci sebenarnya, dia hanya nggak bisa membiarkan perasaannya tumbuh buat sungmin jadi ya mending kayak benci aja. Iya sekarang hamil 5 bulan sih, makasih ya

Babychoi137: heheh mau marahin kyuhyun ya

Trytofindlieta: hallo..review kamu panjang sekali, saya sampe ketawa bacanya. Tadinya lupa sama jalan cerita chap 4 jadi keinget sama review kamu. Pertanyaannya lengkap ya, tapi pasti nanti kejawab per chapnya deh. Pertanyaan kamu mewakili pembaca yang lain kayaknya, mengarahkan saya harus jawab yg mana dulu buat chap berikutnya. Makasih ya perhatiannya buat kehamilan saya

Nova137: iya sebenarnya Kyu juga sakit sih sama keputusannya sendiri, dia sampe kayak langsung sakit gitu tiap eknangan masa lalunya dateng. Iya saya hamil, makasih ya

Littlecupcake noona: pertanyaan kamu tepat mau saya jawab di chapter-chapter berikutnya, sabar ya hehehe

Gaembunny137: Hallo maaf ya kalo kamu sering ngecek ff saya tapi nggak update-update, karena kesibukan tambah lagi ada masalah teknis jadi molor deh. Sebenarnya pas awal ketemu, Kyu ngenalin Sungmin kok Cuma dia nggak mau kenal ibaratnya mau ngelupain Sungmin jadi nggak anggep kenal sama Sungmin gitu.

Miyoori 29: review kamu nggak aku jawab ya, masalah crush udah basi kan udah mati muahahahha

Sitara 1083: Iya Kyu kan berat juga mau milih keluarganya apa Sungmin, karena pertimbangan usia yang masih abege ya jadi dia milih ekluarga terus ninggaling Sungmin

NurLarasati13: hayoo Siwon jadi orang ketiga apa nggak? Hehe inget saya bikin posisi Siwon di DG kan?

JoyELF: kalo Kyuhyun jujur sama Sungmin, mereka nggak ajdi pisah dong ya kan

143 is 137: kayaknya nggak bakal ada full flashback lagi deh, udahan sekarang present time aja makin ruwet

NAP217: iya yang bikin juga menyayat hati

Ist cho minkyu: hahah sampe pindah kost? Sekarang nggak update sebulan lebih kamu udah pindah kampus belum?

Nw kim 37: Ihh kamu pinter ya bisa tau hint yang saya kasih, Siwon kayak tau banget siapa Sungmin ya? Hayo dia siapanya Sungmin?

Coffeewie137: hahah iya maaf, typonya emang suka ngikut. Kyu egois karena faktor umur juga sih, masih abege dia belum bisa ngambil langkah yang nggak nyakitin orang lain

Gyumina: SS3 nanjing? Ada kyuhyun nyanyi sambil nangis terus mau ending dia pingsan heheheh

Grace grace 9026: kamu pinter, kamu bisa nangkep maksud Kyuhyun kenapa tiba-tiba berubah dan kenapa dia jadi benci sama Siwon terus nggak nyalahin Kyuhyun karena ngerti penderitaan dia, emang persis kayak gitu dan kamu ngingetin saya pada chapter 4 hahaha makasih ya

Sjkms137: okeyy thanks

Danactebh: kalo endingnya pasti saya bikin kyumin kok, tunggu ya

Hapsarikyukyu: ahh makasih udah doain kebaikan saya biar sehat sampe kelahiran, chap ini makin banyak pertanyaan ya?

Park Heeni: iya Kyuhyun pingsan di SS3 nanjing, kabarnya sih karena kecapekan terus dia lagi program diet juga waktu itu. Tapi aku jg ngeliat hubungannya sama Sungmin lagi nggak baik, semacam poerang dingin.

Imtwins: iya masalah kurang komunikasi aja kok, tapi perang batin juga ada di Kyuhyun.

Maximumelf: iya saya juga nggak bilang bakal bikin teuk-chul satu chapter kan heheh sabar ya, porsi yang saya kasih saya pas-in sama draft kok

Thania Lee: iya aishah mau punya dedek, paling lambat agustus deh makasih yaa hehe

Ayyu annisa1: oke sip

Qie andriani: nggak papa kok kamu mention sesering mungkin, masalahnya aku nggak bs sering2 kebales heheheh

May moon 581: dulu aku punya jadwal update tiap Sbtu, tapi sekarang aku nggak bisa janji deh hehe

Icigogo: hahah kamu nggak mempan sama Kyuhyun yang nangis? Yaa kamu harus berdiri di sisinya Kyuhyun

SukiYJ57: cup cupp jangan nangis dong

Zen Liu: Iya kamu bener kok nggak sok tauy, Kyuhyun takut mengkhianati keluarganya kalo dia jadi day. Sungminnya juga nggak terima dong dijauhin tanpa sebab. Amiin makasih doanya buat keluarga saya ya

GaemGyu137: aku suka bikin Sungmin tertekan dibandingin siapapun, karena di pikiranku itu Sungmin mau dikasih penderitaan sebesar apapun pasti kuat aja orangnya beda sama Kyuhyun ahhahah maaaaaf.

CloudKMS: hahah pasti kamu lupa chap 4 ini kan? Baca lagi gih

LeeMaeRiin: Bukan, Kyu macarin Yuri buat memelihara kenangannya tentang Sungmin aja. Soalnya Kyu-Yuri kalo ketemu topik utama pembicaraan ya tentang Sungmin doang.

Indah elfii: bikin Sibum? Sibum siapa sih? Ahahahah tenang aja, kalo cocok nanti saya bikin

12chaaan: kamu juga drama ihh, gini doang mata udah sembab? Nangis tersedu kek dua hari dua malam gitu baru keren. Kamu yang komen di reunite buanyak itu ya hahahah aku lupa id twitter km yang mana sih? Pipit itu ya?

SsungMine: KyuMin moment yang paling sweet ada dong, belakangan tapi. Mungkin chapter belasan muahahah sabar ya

KobayashiAde: iya chapter kemaren sengaja full flashback

reaRelf: Siwon mau ngelindungin Sungmin, jangan disalahin ya ya ya

RithaGaemGyu137: hahaha Kyuhyun awalnya juga nggak nyalahin Sungmin kok, Cuma ya dia bikin benteng biar nggak naksir lagi sama Sungmin lagi. Aku juga hamil? Kamu hamil juga?

Dynazha gint: Siwon nggak nyium bibir Sungmin hahahah anak saya bakal cewek, kalo mirip Sungmin nggak papa saya aminin. Kalo mirip Kyuhyun aaaahhhh

Cho MeiHwa: Sungmin ngambek, dia suka ngilang ngilangan emang.

Zahra Amelia: sebenarnya di kehidupan nyata, di sekitar kita juga banyak kok gay in denial jadi dia gay tapi nganggep dirinya nggak gay, macarin cowok trs nyakitin. Nikahin cewek tapi selingkuh sama cowok. Saya ngambilnya dari fenomena yang ada aja. Tapi nggak ngarep KyuMin bakal in denial sih, kalo di ff sih nggak.

Bunnyblack FLK 136: hahaha kali ini pasti jamuran ya, bikin pesta jamur yukk? Barbeque an juga deh

Santiyani febby: flashbacknya udahan sayang, sekarang kita ke present time ya

Voice 13Star: Siwon yang ngeracunin Sungmin? Yaa nggak dong, masa ganteng-ganteng suka ngeracunin (yaa apa hubungannya juga) iyaa saya lagi hamil

TiffTiffanyLee: Siwonnya ikut Sungmin tuh kata Kyuhyun, nggak tau deh beneran apa nggak. Tapi Siwon kan suka nempelin Sungmin emang

Colywinejoy: mengenang masa lalu hahahaah kurang terkenang apa gimana?

L chanLee: KyuMin saling kenal kok, Cuma mereka pura-pura nggak kenal soalnya masih nyimpen sakit hati. Pertanyaan lainnya kejawab di chapter chapter selanjutnya, sabar ya

Pinkyming: Kyuhyun dan Yuri udah cerita ya kenapa mereka bisa pacaran, sama-sama nggak bisa move on dari Sungmin sih

BabyRiihyun: nah iya bener, cacao itu kayak penyembuhnya KyuMin terus pas Sungmin pergi cacaonya ikut Kyuhyun deh sampe sekarang. Yang nolong Kyuhyun siapa yaa?

ChoLee KyuMinnie: hahah jangan kebawa emosi sampe marahin Kyuhyun dong, dia nanti mogok nggak mau main di fic saya

Karen Kouzuki: iya emang sama-sama tersakiti kok, sama-sama jadi korban sih

Ndah951231: waaahh terima kasih reviewnya yang puanjang itu diawali dan diakhiri dengan doain calon anak ekdua anak saya ya (peluk)

Myblacksmile137: Kakaaaaakkk hahahah tau banget ini yang sering ngeluh "Mana HOMH mana sih authornya lelet banget nggak muncul-muncul" aku mau bikin KangMin nanti ada yang protes kak? Hahaha

myFridayyy: hahah Kyuhyun kamu dikatain bangke nih, ngambek dong! Iya lagi hamil, adeknya aishah ihiiyy

phia89: aahh terima kasih ya, aku sampe speechless kamu banyak banget pujiannya sih

melsparkyu: ah iya kamu bener, kayaknya sesuai sama pikiran Kyuhyun, benci yang besar biasanya dilandasi cinta yang besar juga. Daaan kalo kakaknya Kyuhyun nggak bunuh diri, KyuMin nggak rumit kali saya nggak bikin ff ini heheheh

sari nayolla: iya sudah dilanjut ya

5351: iya ya wonmin ngapain ke laur negeri ya? Nanti lah suruh Sungmin cerita

Sissy: iya emang dibikin rumit

Lee MinHyun: karena disini mereka sama-sama ngerasain sakit hati, ya udah deh nggak pake nyari yang disalahin aja gimana

Kimmyonginara: iya katanya pas ss3 nanjing Kyu sakit, tapi ada yang bilang lagi perang dingin sama Sungmin soalnya pas itu mereka menghindar terus bawaannya

Hyeri: iya sama-sama kasian deh jalan tengah

DdangkomaChagi: emang Siwon sama Sungmin pacara ya? Enggak kok...ehhh dibahas nanti aja deh, biar Sungmin yang cerita kalo ini

Meonbelle: hahaha garing bagian balapan ya? Emang aku bukan pembalap sih, Cuma jadi latar cerita aja

Ranny: yang gay bukan Cuma Sungmin kok, Kyuhyun juga gay. Teuk-Chul udah dibahas dikit sama Heechul ya

Cywelf: oke

Dinadindra dini: heheheh nggak papa muncul di mana aja nggak usah malu ya, saya nggak ngerti tentang psikologi emang tapi saya biasa kalo bikin fic karakter cast saya harus kuat jadi saya perlu bikin pengkarakteran yang dalam

Gyuhyunmings: yaaa kamu kok gitu, nggak tega liat mereka menderita tapi suka juga? Ya udah aku mau bikin menderita terus aja gimana?

Harukazhy: iya flashback dibutuhkan untuk membangun present time biar masuk akal, saya bikin ff belasan chapter juga ngambil flashbacknya 1 chapter doang kok, tapi ya nggak papa sih kalo kecewa kan tinggal baca

Mooie joy: ahh happy together udah update lagi tuh, sedih pas bagian sandeulnya (lha kok ngomongin ff lainnya)

KyuMin ELF: tau kok, dari awal Kyuhyun tahu itu Sungminnya. Buktinya Kyuhyun saya gamabrkan meskipun kaya dia nggak arogan, suka nyapa teman sekolahnya, Cuma sama Sungmin dia nyebelin suka gangguin, itu karena dia 'nggak suka' sama Sungmin

Endah kyumin137: ahh review kamu emang panjang kayak kereta, tapi kamu bisa nangkep maksud cerita saya, bisa ngerti kenapa KyuMin saya bikin kayak gini dan yang penting nggak pake marah sama Kyuhyun hehehe

Cindy kyuminelf: ohh sinyalnya ngajak nikah? Ya udah terima aja gih lamarannya siapa tau lancar bisa rutin review hehehe

Chabluebilubilu: yuri udah cerita sendiri ya gimana dia bisa pacaran sama Kyuhyun, untuk masalah Siwon suruh Sungmin ato Siwon sendiri deh yang cerita nanti

Tya andriani: iya udah dilanjut ya

Aiueooo: hahaha saya mah udah nangis sebulan nggak bisa update

Lee 90: iya kalo KyuMin nggak saya bikin salah paham, ffnya nanti datar-datar aja nggak enak kan jadinya ya. Makasih ya atas doanya, insyaallah saya dan bayi sehat

Babybellycho: Hallo kamu yang galauin Sungmin kemarin ya, udah sembuh? KyuMin momentnya udah banjir tuh, jangan galau lagi ya

Fuji: hallo fuji, kamu yangg nggak lupa review tiap baca perchapternya, makasih ya? Pertanyaannya disimpen dulu, dijawab nanti sabar ya

Fariny: iya nanti diceritain Sungmin di rumah sakit

Bluepearl: kisah hidup sungmin selalu menyakitkan ya hahah saya emang suka bikin dia tersiksa, kapan-kapan deh saya bikin bahagia damai sentosa

Parkhyun: iya aku hamil, malah ditinggal Kangin ke Brazil untung udah balik ya?

Novanoba: hallooo apa kabar? Sebelkah saya nggak update update hahaha

Kkazhou137: ahh sayangnya pangkal masalahnya bukan Kyuhyun yang gengsi, dia masih mikirin keluarganya karena udah terlanjur disakitin kaum gay jadi dia nggak mungkin jadi gay, mikirnya gitu

MinieLee: perasaan Kyu ke Ming meski masih bocah SMP ya, dalemnya nggak diraguin kok sampe berubah kepribadiannya gara-gara Sungmin.

Elfri: Ohh Daddy's Girl ya haha saya sampe lupa dapet inspirasi darimana, yang pasti bukan dari pengalaman pribadi ya kebanyakan ngamatin interaksi Kyuhyun dan Sungmin kayaknya

Bebek: Hallo Aya...long time no see ya? Dan kamu yang paling paham tipikal ff aku, yang kalo mau hancurin ikatan ya hancurin dari dua-duanya jadi kalo masalah ya salah dua-duanya, pangkal masalahnya ada di komunikasi. Dan masalah usia emang bener, apa yang bisa anak usia 15 tahun lakukan melihat keluarganya kayak gitu kan? Otomatis daripada mengutamakan cintanya dia pilih keluarganya dong, apalagi jadi anak tunggal.

UnKMHH: hahaha saya masih mikirin Kyuhyun mau saya gimanain kalo dia nemuin Vincent adalah Sungmin

Winecouple: kapan KyuMin bersatu lagi ya? Nggak tau deh, mau saya bikinin ff panjang apa pendek? Kalo pendek 2 chap lagi saya tamatin hahah nggak nggak becanda, sabar ya nunggu KyuMin bersatu

Nugu: aahhh nugu, aku kangeng kritik panjang khas kamu, yang suka bikin saya pait tapi abis itu dimanis-manisin heheheh

Riesty137: KyuMin harus saya pisahin biar saya bikin ff ini jalan hahaha

TsubakiMing: haii kamu udah selesai skripsi ya, abis ini wisuda? Wah selamat ya semoga cepet dapet kerja. Hah kamu pernah ngalamin kayak kisah hidup Sungmin, bagian yang mana itu?

IfahJoyers: aahhh makasih bingit ya (kenapa harus gini nulis 'banget'nya?)

Chanz: hahah saya emang ibu rumah tangga, tapi ibu yang nyante kok jadi saya bisa bikin ff

BabyMing: wahh maaf ya nggak bisa update kilat

Chovlee01: waah saya nggak bisa update kilat, harus bisa bagi waktu

Kimteechul: iya kayak kata Kyuhyun, perasaan benci itu diawali dengan Cinta, atau malah diakhiri cinta. Karena benci ada alasannya kan, kayak gitu deh KyuMin

Chikyumin: hahah eehh Siwon bukan penggantinya Kyuhyun loh enggak, Sungmin mah nggak bisa gantiin Kyuhyun sama siapapun

Gyufaild: Hallo..itu Yuri dan Kyuhyun udah cerita dong gimana mereka bisa pacaran ya? Dan tentang foto aishah, mention dong hahaha kalo nggak pengen banget males pamerin aishah di twitter sih nanti banyak yang naksir :P

Kancut Sehun: iya manggil ahjumma boleh kok, bebas sama saya mah

Shippo chan 7: hahah menghempas ke jurang, keren bahasanya keren. Tapi yang menderita bukan Cuma Sungmin kok

Iciici137: sebenarnya yang tersakiti bukan Cuma Sungmin, itu berdua sama-sama tersakiti kok, percaya deh hahahah

lidyaNatalia: waahh thanks yaa, tungguin ya

arvita kim: tidaaak, ini bukan demi harga diri. Ini demi kebahagiaan orangtua Kyuhyun, Kyuhyun nggak mau orangtuanya tersakiti untuk kedua kalinya sama gay thingy

thiafumings: KyuMin sebenarnya saling kenal kok, Cuma ya pura-pura nggak kenal karena tertutup kebencian itu. Mau Sungmin dandan secupu apapun Kyuhyun bakal tetep kenal sih. Sungmin nggak mau balas dendam sebenarnya, balas dikit iya tapi nggak pake dendam hehehe

Mayu ChoLee: KyuMin baikannya masih lama sayang, masih banyak yang harus dilurusin. Sabar ya..

TeukHaeKyu: ahh maaf ya nggak bisa update cepet-cepet

Cintakyumin137: Terima kasih, paling favorit nih kalo saya dipanggil mama aishah

Wulandari apple: Hallo new reader, jangan dibikin rumit ah saya aja yang rumit. Selamat datang ya..

Ternyata banyak yang request saya update cepet di chapter lalu, maafin ya saya nggak bisa menuhin itu ternyata. Dan untuk doa buat calon anak kedua saya, terima kasih yang banyaaaaaakkk sekali. Saya doain kalian yang baik-baik juga, yang lagi banyak tugas semoga cepet selesai, yang nunggu pengumuman kelulusan semoga lulus semua, yang lagi UTS semoga lancar (belajar terus jangan lupa), yang mau wisuda selamat ya, yang mau nyari kerja semoga cepet dapat kerja, yang nunggu dapet jodoh semoga cepet ketemu jodohnya hahahah udah kayak nenek-nenek banget sih banyak banget doanya.

TERIMA KASIH

MAAFIN ATAS TYPO YANG BERCECERAN