HALF OF MY HEART
Kyuhyun and Sungmin
KyuMin
They belong to each other
The Storyline is mine
PLAGIARISM IS NOT ALLOWED
Cast: SUPER JUNIOR
Genre: Drama, Romance, Little Angst
WARNING: BOYS LOVE, IF YOU READ DON'T BASH
TYPOS
xxx
Chapter 6
"Kalian yakin Vincent Lee sama dengan Lee Donghae yang itu?" tanya Kangin sangsi.
Ini adalah seminggu setelah Kyuhyun dan Hangeng menemukan siapa orang yang mereka duga sebagai Vincent Lee, pembalap misterius yang tiba-tiba hadir menantang Kyuhyun. Dan dengan cepat mereka bisa menemukan sosok Lee Donghae sebenarnya. Ketika mengetahui sosok Lee Donghae, jujur saja Kyuhyun dan Hangeng pun tidak yakin bahwa ia adalah Vincent Lee yang mereka cari. Donghae jauh dari kesan misterius yang dimiliki Vincent, meskipun ia adalah siswa baru tetapi ia memiliki begitu banyak teman lelaki maupun perempuan. Donghae juga terlihat tidak mengenal Kyuhyun, Hangeng dan Kangin, atau mungkin salah satu dari mereka.
"Kalaupun Vincent ada di sekolah kita, aku tidak yakin ia akan mudah kita temui seperti kita menemukan bocah bernama Lee Donghae itu. Kau lihat, bahkan saat kita menanyakan siapa itu Donghae, hampir semua siswi tingkat satu dan dua mengenalnya. Dia terlihat lebih suka bermain perempuan daripada bermain balap," Kangin masih sibuk dengan argumennya sendiri, ketika Kyuhyun dan Hangeng mengamati Donghae dari jauh.
"Entah mengapa aku berpikir Vincent menyamarkan identitasnya untuk masuk ke sekolah ini," lanjut Kangin.
"Tapi Heechul mengatakan ia datang dari Canada sebelum kembali ke Seoul," sanggah Kyuhyun.
"Dan kau percaya begitu saja dengannya? Kau tidak memikirkan kemungkinan ia sedang berusaha mengaburkan identitas asli Vincent dengan banyak alasan?"
"Aku tidak yakin ia seperti itu."
"Kau hanya beberapa kali bertemunya di arena, dan sekali berbicara banyak dengannya, Kyuhyun. Kebohongan datang dengan berbagai kemungkinan"
Kyuhyun tidak menyangkal Kangin, memang ia hanya sekali berbicara panjang dengan Heechul. Ia tidak mengenal bagaimana Heechul sebenarnya, siapa yang bisa menjamin kejujurannya? Tetapi meski begitu hatinya mengatakan Heechul tidak sedang berbohong kepadanya. Meskipun ia juga tidak yakin bahwa Lee Donghae adalah Vincent Lee yang tengah ia cari.
Sedangkan Hangeng mengamati perdebatan Kangin dan Kyuhyun dalam diam. Ia juga menyaksikan diam-diam bagaimana Kyuhyun mulai meragukan keyakinannya sendiri terhadap Heechul yang tidak bisa ia patahkan seminggu yang lalu. Kyuhyun bukanlah orang yang mudah memberikan kepercayaannya kepada orang baru, tetapi kali ini berbeda dengan Heechul. Kyuhyun dengan mudah mempercayai Heechul dan sempat tidak mendengarkan pendapatnya.
"Daripada kita sibuk mencari Vincent, mengapa kita tidak mempersiapkan untuk pertandinganmu berikutnya dengan Vincent Lee?" lanjut Kangin memecah keheningan.
Kyuhyun menatap Kangin, membenarkan ucapan Kangin.
"Kita sudah mengundurkan jadwal pertandingan selama seminggu, dan kini mereka mengundurkannya kembali hingga dua minggu. Itu artinya kita mempunyai waktu seminggu untuk mempersiapkan mobilmu, atau mungkin kau sendiri," kata Kangin kepada Kyuhyun.
"Ahh benar, mengapa tiba-tiba Vincent mengundurkan jadwal pertandingan hingga dua minggu lamanya?" tanya Kyuhyun kepada Hangeng, karena Hangeng yang bertindak seperti penghubung dengan kelompok balap lainnya.
"Mereka tidak mengatakan mengapa harus mengundurkan pertandingan, tetapi terakhir aku menghubungi Heechul semalam ia mengatakan juga tidak bertemu dengan Vincent seminggu ini. Sepertinya pengunduran jadwal ini adalah kemauan Vincent sendiri," jawab Hangeng.
Kyuhyun terdiam dan teringat, selama seminggu ini ia juga tidak pernah bertemu dengan Sungmin. Dan entah mengapa batinnya menghubungan Sungmin dengan Vincent, terlebih ia teringat akan liontin phoenix yang diminta oleh Vincent di kekalahannya untuk kedua kalinya beberapa waktu lalu. Tidak ada siapapun yang tahu tentang liontin phoenix itu selain Sungmin dan ia sendiri.
"Jika kau begitu penasaran mengapa Vincent mengundurkan jadwal pertandingan kalian, kau bisa menemui Heechul dan menanyakan alasannya," ujar Kangin serius.
Ketika Kyuhyun menatapnya, Kangin tersenyum dengan senyum konyolnya yang menyebalkan. Dan Kyuhyun tahu Kangin tengah memperoloknya. Dengan keras ia meninju lengan Kangin dan membuat yang lebih besar darinya itu berteriak kesakitan.
.
.
.
Pagi ini tidak seperti biasanya, ketika Kyuhyun berangkat ke sekolah dengan mengendarai Reventon kesayangannya sendirian. Ia datang ke sekolahnya bersama dengan Changmin, meskipun Changmin tidak satu sekolah dengannya.
"Aku tidak tahu apa yang kurang dengan mesin DOHC Reventonmu, mengapa Veneno itu bisa mengalahkanmu dengan mudah?" kata Changmin sambil mengamati buku otomotifnya, ketika dalam perjalanan menuju sekolah Kyuhyun.
"Itulah tugasmu, aku menyuruhmu mencari apa kekurangan Reventonku."
"Kau yakin ini kekurangan Reventonmu, bukan kekurangan performamu sendiri?" cibir Changmin.
"Maksudmu kau meragukan kemampuanku?" ujar Kyuhyun tidak terima.
Belum sempat Changmin membalas, Kyuhyun sudah menarik persnelingnya dan menginjak pedal gas dengan kencang. Menambah kecepatan Reventonnya di jalanan yang untungnya belum terlalu padat sepagi ini.
"Wow...kau membuktikan kepadaku?" Changmin tertawa dengan ekspresi yang sedikit ngeri, konyol.
Tetapi Kyuhyun tidak mempedulikan cibiran Changmin, ia tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
"Kyuhyun, hentikan. Kau tidak lihat sekolahmu sudah dekat?" lama-lama Changmin tidak bisa menahan kengeriannya.
Kyuhyun tetap tidak mempedulikan Changmin, tetap tidak mengurangi kecepatannya.
"Kyuhyun!" teriak Changmin saat Kyuhyun bermanuver, tidak mengurangi kecepatannya meskipun mobilnya berbelok memasuki gerbang sekolahnya.
Kyuhyun tertawa kencang melihat ekspresi konyol Changmin, kemudian mematikan mesin mobilnya ketika sudah terpakir dengan rapi di tempat biasa mobilnya terparkir.
"Pengecut..." ledek Kyuhyun tidak bisa menghentikan tawanya.
"Dengar, aku memang teknisi tapi aku bukan pengemudi apalagi pembalap sepertimu. Aku tidak suka melaju dengan kecepatan tinggi." Elak Changmin.
"Tetap saja kau pengecut."
"Terserah, tolol."
Kyuhyun tetap tertawa sementara Changmin terlihat fokus kepada mobil yang baru datang di gedung parkir khusus milik sekolah Kyuhyun.
'"Kau tidak bilang padaku ada yang memiliki Agerra di sekolahmu?" tanya Changmin.
"Apa?"
"Koenisegg Agerra, satu-satunya mobil yang memiliki mesin kembar V8. Aku bahkan tidak tahu di Seoul ada yang memiliki itu," pandangan Changmin menatap kagum pada mobil yang perlahan mengatur letak parkirnya tidak jauh dari Reventon Kyuhyun.
Kyuhyun mengikuti arah pandangan Changmin, memang tampak luar mobil berwarna putih itu terlihat begitu mewah. Kyuhyun bahkan bisa memperkirakan harganya hanya dengan melihat ornamen tampilan luar mobil itu. Apalagi Changmin berkata ia memiliki mesin kembar V8, Kyuhyun tidak berani membayangkan performanya di arena balap.
Kemudian pintu mobil terbuka ke atas dengan angkuhnya, menampakkan sosok yang tidak diduga oleh Kyuhyun. Tetapi jika Kangin, mungkin ia lebih tidak percaya lagi. Lee Donghae. Bocah yang disebut Kangin dengan bocah bodoh berekspresi konyol itu memiliki Agerra sebagai tunggangannya. Siapa yang percaya?
Tiba-tiba Kyuhyun teringat akan Vincent Lee.
"Apakah menurutmu pengendara Agerra itu bisa mengendarai Veneno dengan lihai hingga mampu mengalahkanku?" tanya Kyuhyun kepada Changmin, ketika Donghae melintas di depan mereka dan sibuk berbicara di ponselnya.
"Aku tidak mengenalnya di arena balap, jadi aku tidak tahu performanya di dunia balap. Tetapi mengendarai Agerra di jalan raya tidak semudah yang kita kira, jika dia bisa mengendarainya dengan baik aku percaya dia akan bisa mengendarai mobil apapun dan mengalahkanmu."
Kyuhyun menoleh kepada Changmin, mendapati wajah Changmin yang berubah serius daripada mereka di mobil tadi.
"Ahh...apa kau pikir dia Vincent Lee?" tanya Changmin.
"Entahlah, Heechul berkata padaku Vincent Lee ada di sekolah yang sama denganku."
"Apa kau mengenal pengendara Agerra itu, maksudku mengenalnya secara personal?"
Kyuhyun terlihat berpikir, kemudian menggeleng. Tentu saja dia tidak mengenal Lee Donghae itu.
"Aku pikir Vincent Lee adalah orang yang kau kenal, dia tiba-tiba datang tanpa kita tahu eksistensinya di arena balap sebelumnya kemudian menantangmu dan mengalahkanmu dengan mudah seperti sudah mengenal kelemahanmu. Ahh dan aku ingat terakhir saat ia mengalahkanmu ia meminta liontin phoenix milikmu bukan?" terang Changmin.
Kyuhyun mengangguk dengan eprtanyaan yang dilontarkan Changmin.
"Tidak ada yang tahu tentang liontin itu kecuali kau, Kyuhyun. Dan demi Tuhan, Vincent Lee bahkan bisa meminta mobilmu atau uang beratus-ratus juta won kepadamu, tetapi dia meminta liontinmu," lanjut Changmin yang menyadari Kyuhyun semakin tenggelam dalam pikirannya.
"Jadi daripada menganggap Lee Donghae yang entah siapa itu, sebagai Vincent Lee. Mengapa kau tidak berpikir jika Vincent Lee adalah Lee Sungmin, satu-satunya orang yang mengetahui makna liontin phoenix milikmu karena dia yang memberikannya kepadamu. Mungkin dia kembali untuk meminta hatinya kembali."
Kyuhyun kembali memandang Changmin dengan tajam, jujur saja sejak awal ia juga memikirkan Vincent Lee dan Sungmin adalah orang yang sama. Tetapi setiap ada fakta tentang kesamaan mereka terbuka, pasti kemudian ada satu hal yang membantah bahwa mereka adalah orang yang sama. Membuat Kyuhyun tidak lagi berani berpikir bahwa Vincent Lee adalah Lee Sungmin. Dan Kyuhyun memilih bungkam tidak membalas pernyataan Changmin.
"Bukankah itu adalah Lee Sungmin? Setelah 3 tahun aku tidak menyangka dia semakin terlihat imut, cantik ahh tetapi dia lelaki, yang pasti aku yakin dengan penampilannya itu ia akan menjadi magnet bagi siswa lelaki," gumam Changmin.
Kyuhyun memandang Changmin dengan tidak mengerti, karena menurutnya penampilan Sungmin sama sekali tidak semenarik yang dideskripsikan Changmin hingga mampu menjadi magnet yang menarik siswa lelaki di sekolahnya. Bukankah Sungmin berdandan dengan rambut licin dan belahan pinggirnya yang tegas? Tetapi kemudian ia mengikuti arah pandangan Changmin.
Seminggu lebih sejak terakhir ia melihat Sungmin di sekolah, kemudian ia seperti menghilang entah kemana. Kemudian ia seperti kembali dari persembunyiannya, dengan penampilan barunya. Ia tidak ingat rambut Sungmin bisa memanjang dengan cepat dalam waktu seminggu. Karena sekarang rambut Sungmin terlihat jauh lebih panjang hingga menutup tengkuknya, mungkin rambut bagian depannya juga memanjang sehingga Sungmin perlu untuk mengenakan bando agar tidak menghalangi pandangannya. Dengan kacamata mungil berwarna pink, mungkin Kyuhyun akan salah mengenali Sungmin sebagai siswa perempuan jika ia tidak memakai celana panjang sepertinya. Sungmin benar-benar terlihat imut dan cantik seperti yang Changmin katakan.
"Lihat...lihat, kau memandang Sungmin seperti tidak ada manusia di bumi ini," cibir Changmin menyadarkan Kyuhyun yang tertegun dengan penampilan baru Sungmin.
"Ahh kau juga harus pergi sekolah kan, pegilah dan tidak perlu menjemputku. Kau bisa mengembalikan mobilku besok atau lusa," kata Kyuhyun terburu-buru melemparkan kunci mobilnya kemudian berlari meninggalkan Changmin.
"Kalian berdua memang bodoh," Changmin tersenyum menatap Kyuhyun yang sepertinya sedang mengikuti Sungmin.
.
.
.
Seperti dugaan Changmin, Kyuhyun memang benar-benar mengikuti Sungmin hingga membawanya ke area belakang sekolah, mendekati danau sekolah. Kyuhyun tidak mengerti mengapa sepagi ini Sungmin datang ke sekolah bahkan memilih ke gudang di area belakang sekolah daripada pergi ke kelasnya.
"Hai selamat pagi, apa kau makan dengan baik seminggu ini? Maafkan aku tidak pergi ke sekolah seminggu ini, sehingga tidak pernah menjengukmu," terdengar suara lembut Sungmin yang ceria seperti tengah menyapa seseorang.
Kyuhyun menautkan kedua alisnya, Sungmin terlihat mengobrol dengan seseorang tetapi ia yakin di gudang tempat penyimpanan peralatan olahraga yang rusak itu tidak ada seorang pun manusia. Dengan serius Kyuhyun mengamati Sungmin dari kejauhan.
Sungmin terlihat berjongkok, menurunkan tas ranselnya dan terlihat seperti sedang mengeluarkan sesuatu.
"Mulai sekarang aku akan rajin pergi ke sekolah, dan aku akan menjamin kau makan dengan baik," Kyuhyun semakin penasaran tentang apa yang dilakukan Sungmin.
Sampai Sungmin terlihat menggendong makhluk berbulu tebal, membawanya ke pangkuannya dan membiarkan kucing itu memakan makanan yang ada di telapak tangannya. Sesekali Sungmin terkikik geli saat lidah kucing itu tidak sengaja menjilat jemari Sungmin. Membuat Kyuhyun tidak sadar juga tersenyum melihat tingkah Sungmin. Lupa kapan terakhir kali ia melihat Sungmin tertawa seringan ini, senyum Sungmin spontan juga membuat hatinya ringan. Melupakan tembok kebencian yang ia bangun untuk Sungmin.
"Kau tidak berubah, Sungmin," gumam Kyuhyun, sambil merencanakan sesuatu untuk Sungmin di benaknya.
.
.
.
Sama seperti kemarin, hari ini pun Kyuhyun berangkat sekolah sepagi hari yang lalu. Dengan menggendong tas besar berwarna hitam di lengannya, Kyuhyun yang pagi ini diantar oleh sopirnya, langsung menuju ke gudang di area belakang sekolah. Disana ia menunggu kedatangan Sungmin, yang ia yakin pasti akan ke tempat itu seperti pagi kemarin.
5 menit Kyuhyun menunggu di tempat yang sedikit berjarak dengan gudang peralatan olahraga, mengintai kedatangan Sungmin. Sampai ia melihat Sungmin datang membawa sekotak susu instan dan kantong kertas dengan wajah yang ceria dan penampilan yang tidak berbeda dengan kemarin, mengenakan bando dan kacamata berwarna pink.
Kyuhyun seperti melupakan kebencian yang ia bangun kepada Sungmin sejak kemarin, ia terlanjur tidak bisa mengontrol hati dan pikirannya yang tidak lagi sinkron. Dengan sadar Kyuhyun menyerah akan pesona Sungmin sejak kemarin. Mungkin efek tidak bertemu Sungmin selama seminggu lebih, ia tidak tahu. Tapi Sungmin dengan penampilan barunya, membuat Kyuhyun teringat dengan Sungminnya yang dahulu. Nbersinar dan bersahaja. Jauh dari karakter dingin dan angkuh yang sempat dibangun Sungmin saat ia baru masuk ke sekolah mereka.
Dari kejauhan, Kyuhyun melihat Sungmin menggendong kucing berwarna abu-abu ke pangkuannya seperti kemarin, dan meminumkan susu yang ia bawa. Sungmin tertawa dengan tingkah lucu kucingnya. Kyuhyun menepuk-nepuk tas hitam yang juga ada di pangkuannya.
"Cacao dengar, itu majikanmu yang meninggalkanmu sedang bermain dengan peliharannya yang baru. Kau mengerti apa yang harus kau lakukan bukan? Rebut dia kembali," kata Kyuhyun sambil membuka tasnya dan mengeluarkan makhluk berbulu lainnya.
Cacao, anjing Kyuhyun yang dulunya milik Sungmin, terlihat menurut dan tidak menimbulkan keributan sedikitpun. Kyuhyun menggelitik leher Cacao untuk membuatnya nyaman, kemudian mengarahkannya untuk berjalan ke arah Sungmin. Sedangkan Kyuhyun tidak bergerak dari tempatnya, mengawasi Cacao yang menghampiri Sungmin dengan patuh.
Sementara Sungmin merasa janggal ketika kucing di pangkuannya bergerak gelisah, ia pikir kucingnya mungkin sudah merasa kenyang dan tidak mau lagi menghabiskan susunya. Tetapi ketika kucingnya semakin bergerak gelisah dengan memandang ke sisi kiri tubuh Sungmin, maka Sungmin melirik ke arah kucingnya menatap waspada sembari mengeong lirik.
Ekspresi wajah Sungmin mendadak kosong ketika mendapati anjing berbulu keriting berwarna coklat bersimpuh tenang di sampingnya. Anjing itu bahkan mengendus siku Sungmin, kemudian menjilatinya seakan menyapa Sungmin dan mengungkapkan rasa rindunya.
Sungmin sontak mengangkat Cacao dengan kedua tangannya, memandangnya, memastikan bahwa itu adalah memang Cacao miliknya sampai ia menemukan kalung yang bertulis nama Cacao dan alamat lengkapnya.
"Cacao, ini kau? Tapi bagaimana...Cacao, kau?" Sungmin bahkan kehilangan kata-katanya.
Berbagai pertanyaan membanjiri otaknya, bagaimana Cacao bisa ada disini? Bagaimana Cacao bsia menghampirinya? Bagaimana Cacao hidup selama ini? Ini sudah 3 tahun, dan Cacao sudah tumbuh dengan besar dan terawat, siapa yang merawatnya? Sungmin bahkan sampai lupa bernapas mendapati Cacao benar-benar ada di pelukannya, teringat bagaimana Cacao menemani dan menghiburnya setiap kali ia merasa disingkirkan oleh Kyuhyun.
"Menikmati reuni kalian, Lee Sungmin?" Sungmin yang tidak menyadari sejak tadi ada yang mengamatinya sontak terkejut saat mendengar nada bicara yang datar menyapanya.
"Cho Kyuhyun?"
Kyuhyun berjongkok tidak jauh dari sisi Sungmin, kemudian menjentikkan jarinya kepada Cacao yang sedanga da di pangkuan menggantika posisi kucing kesayangan Sungmin sebelumnya.
"Cacao, kemari," Kyuhyun memanggil Cacao dengan sayang, sampai ia turun dari pangkuan Sungmin dan menghampiri Kyuhyun.
Sungmin merasa kehilangan saat cacao pergi dari pangkuannya, tetapi ia hanya bisa memandang Kyuhyun yang sedang menggendong Cacao dengan wajah memelas, dan sedikit cemburu.
"Penjaga asrama memberikannya padaku beberapa hari setelah kepergianmu, kau tahu aku tidak pernah suka dengan hal-hal merepotkan semacam mengurusi hewan peliharaan. Tetapi aku pikir dia banyak menyimpan ceritamu tentangku, jadi aku merawatnya," terang Kyuhyun masih memeluk Cacao sambil sesekali mengelusnya, tidak memandang ke arah Sungmin.
"Aku merasa kami memiliki nasib yang sama, sama-sama ditinggalkan olehmu. Tetapi bedanya, masih ada yang bersedia merawat Cacao yaitu aku. Sedangkan aku harus menyembuhkan lukaku sendiri," lanjut Kyuhyun.
Sungmin hanya tertunduk, memandang kakinya sendiri yang bersila di atas rumput sama seperti Kyuhyun.
"Mengapa kau harus pergi di saat aku ingin memperbaiki semuanya saat itu?" lirih Kyuhyun.
Kali ini Sungmin tidak lagi menunduk, ia beralih memandang Kyuhyun hanya untuk mendapati raut wajah Kyuhyun yang dingin. Meski begitu, nada bicara Kyuhyun tetap terdengar begitu menyedihkan di telinganya. Kyuhyun tidak benar-benar membencinya, ia yakin sekarang. Kyuhyun hanya menyimpan luka yang begitu dalam karena kepergiannya. Tapi Kyuhyun melupakan satu hal, Sungmin juga terluka terlebih dulu saat itu.
"Kau membenciku seperti hanya kau yang menyimpan kesedihan. Kau lupa bagaimana kita menjadi begitu dekat, hingga kau membuatku tergantung padamu, sampai suatu hari kau menjaga jarak denganku seakan aku sampah yang berbau busuk? Saat itu kau..."
Sungmin ingin menahan airmatanya, tetapi ia selalu gagal setiap harus membicarakan masa lalunya yang ia lewati bersama Kyuhyun. Maka Sungmin berhenti berbicara saat ia menyadari suaranya sudah bergetar, selaput bening sudah menyelimuti bola matanya. Sungmin menahannya agar tidak sampai mengaliri pipinya.
"Itulah yang ingin aku perbaiki denganmu, Sungmin. Ada banyak dilemma yang menahanku untuk kembali denganmu saat itu, tetapi kau tidak memberikanku kesempatan. Aku diliputi keraguan yang teramat besar untuk kembali padaku, karena keadaan keluargaku. Tetapi ketika aku ingin memperbaiki semuanya, kau membawa Siwon ke sisimu," sanggah Kyuhyun.
"Masalahnya adalah kau tidak membicarakan apa-apa, masalahmu kepadaku saat itu. Kau bahkan tidak memberikanku isyarat jika kau akan kembali padaku suatu saat nanti. Aku tidak bisa menahan sakit hatiku sendiri."
Kyuhyun menarik napasnya dalam-dalam, sudah tidak bisa lagi menyangkal Sungmin. Sungmin benar, masalahnya ada di komunikasi. Atau setidaknya Kyuhyun sedikit memberikan Sungmin isyarat agar ia tetap tinggal. Sungmin tidak salah, tetapi apa yang bisa dilakukan Kyuhyun saat ia seusia itu dulu?
"Aku hanyalah anak lelaki yang berusia 14 tahun saat itu, aku anak yang jarang sekali mendapat kasih sayang dari orangtuanya meski aku menyayangi mereka sepanjang hidupku. Dan ketika musibah menimpa keluarga kami, apa yang kau harapkan dariku untuk mengatasi masalah saat itu juga, Sungmin?" Kyuhyun tidak mendramatisir ini, ia memang mengalami kebuntuan saat itu, mungkin hingga saat ini. Ia masih tidak bisa mengambil keputusan apa-apa.
Sungmin terdiam. Untuk beberapa lama Kyuhyun dan Sungmin terdiam, sementara Cacao dan kucing milik Sungmin sudah berbagi hotdog yang dibawa Sungmin dalam kantung karton tadi. Kyuhyun memikirkan bagaimana keadaan Sungmin saat ia mendiamkannya setelah ia kembali dari rumah keluarganya menghadiri pemakaman kakaknya. Sungmin pun sibuk berpikir, musibah apa yang menimpa keluarga Kyuhyun hingga ia harus berubah dan merusak keintiman di antara mereka beberapa tahun lalu.
"Sungmin..."
Suara di belakang mereka memecah kebisuan di area belakang sekolah yang memang selalu sunyi. Bersamaan Kyuhyun dan Sungmin menoleh ke arah yang sama.
"Apa yang kau lakukan disini? Bel masuk sudah berbunyi, dan aku tidak melihatmu masuk ke kelasmu."
Itu Siwon, dan Kyuhyun bisa menangkap sorot mata dingin dan waspada milik Siwon kepadanya. Padahal terakhir kali mereka bertemu, saat Kyuhyun baru sembuh dari sakitnya, Siwon menyapanya dengan hangat dan akrab. Kyuhyun tersenyum dengan senyum miringnya yang menyebalkan, Siwon memang pintar bermuka dua di depannya.
"Kau benar, aku harus masuk ke kelas. Aku sudah terlalu sering membolos sepertinya," ucap Sungmin dengan senyum canggungnya.
Ia bangkit dari duduknya di sisi Kyuhyun, mengambil tasnya. Kemudian menghampiri Cacao dan kucingnya yang terlihat sangat akrab. Ia mengelus kepala kucing itu sebentar, sebelum tangannya hendak meraih Cacao, ingin memeluknya sekali lagi.
"Apa yang kau lakukan, Sungmin? Kau sudah sangat terlambat," tegur Siwon mengurungkan niat Sungmin untuk meraih Cacao.
Dengan ragu ia berjalan ke arah Siwon, meskipun matanya masih melirik ek arah hewan lucu yang mulai bergelung di kaki Kyuhyun.
"Mereka akan baik-baik saja, kau hanya perlu pergi ke kelasmu sekarang," panggil Siwon lagi, kali ini menarik pergelangan tangan Sungmin dan mengajaknya pergi dari area belakang sekolah.
Kyuhyun hanya memandang adegan itu dalam diam sejak kedatangan Siwon, hingga sosok mereka sudah tidak tertangkap matanya. Ia tersenyum dengan raut wajahnya yang datar, kemudian membawa Cacao ke dalam pangkuannya, menggelitik leher Cacao hingga ia bergelung nyaman. Kucing milik Sungmin pun seperti tidak mau kalah menarik perhatian Kyuhyun, dengan kakinya yang mungil itu ia memanjat kaki Kyuhyun mencari tempat di pangkuannya seperti Cacao. Kyuhyun tersenyum, kali ini senyumnya terlihat natural hingga matanya bersinar.
"Kali ini Sungmin menemukan peliharaan yang mirip dengannya," gumam Kyuhyun sambil tangan satunya mengelus kucing itu hingga ia terpejam dengan nyaman. Sejak kapan Kyuhyun mudah terjatuh pada hewan-hewan lucu seperti ini, Kyuhyun tidak tahu.
Yang ia tahu, ia dan Sungmin ternyata masih memegang egonya masing-masing bahkan setelah beberapa tahun. Seakan tidak ada titik temu yang bisa membuat mereka berdamai, dan Kyuhyun mungkin masih akan memelihara kebenciannya kepada Sungmin. Jika saja...
Jika saja tidak ada Siwon di sisi Sungmin, mungkin Kyuhyun akan dengan mudah membuat keputusan dan mengubah jalan hidupnya sedrastis mungkin.
.
.
.
"Sejak kapan taman ini menjadi tempat pelarian siswa-siswa pemalas dan suka membolos sepertimu?" Heechul, dengan nada bicara yang ketus seperti biasa, menyapa orang yang sama di tempat yang sama seperti yang ia temui lewat seminggu yang lalu.
"Oh rupanya taman ini juga menjadi pelarian untuk pengangguran sepertimu," Kyuhyun, dengan wajah datarnya kali ini tidak mau dengan mulut pedas milik Heechul, seperti lewat seminggu yang lalu.
Heechul hanya memutar bola matanya bosan, dengan acuh ia mengambil duduk di samping Kyuhyun. Ini juga bangku yang mereka duduki beberapa waktu lalu, saat mereka baru bertemu di taman ini. Heechul mengambil sesuatu di saku celananya, rupanya itu permen karet. Kyuhyun sama sekali tak membuang pandangannya dari Heechul membuka kertas permen karetnya hingga mengunyahnya.
"Kau tidak membawa rokok?" tanya Kyuhyun sementara Heechul sedang asyik dengan permen karetnya dan diam untuk beberapa lama.
"Kau bilang rokok bisa membunuhku dengan cepat, aku tidak mau mati. Tidak saat aku masih sendiri."
"Wow jadi kau mendengarkanku waktu itu? Dan kau berhenti merokok karenaku?" ujar Kyuhyun antusias.
Heechul mengalihkan pandangannya kepada Kyuhyun, menatapnya dengan ekspresi jijik. Meski belum lama mengenal Heechul, Kyuhyun tahu ia tidak benar-benar sedang jijik dengannya.
"Siapa kau hingga aku berhenti merokok karenamu?"
Kyuhyun tergelak karena pertanyaan sarkatis milik Heechul. Ia bahkan menepuk pundak Heechul di sela tawanya.
"Yah anak kecil, singkirkan tanganmu! Kau pikir berapa siapa yang lebih tua?" sergah Heechul, meski begitu ia sama sekali tidak bergerak menjauh dari Kyuhyun atau berusaha menyingkirkan tangan Kyuhyun dari bahunya.
"Okay...okay Tuan yang Jauh Lebih Tua Dari Cho Kyuhyun," Kyuhyun mengangkat kedua tangannya menunjukkan ia menyerah.
Selanjutnya ia terdiam dan memutuskan tidak lagi mengganggu Heechul saat ia menyadari lelaki di depannya tidak ekspresif dan banyak bicara seperti pada pertemuan pertama mereka di taman ini. Kyuhyun hanya mengamati Heechul yang mengenakan tshirt putih yang dilapisi dengan sweater panjang abu-abu, rambutnya tergerai begitu saja menutupi sisi kanan wajahnya.
Kyuhyun masih terus mengamati Heechul, ia tidak tahu mengapa sangat sulit mengalihkan perhatian dari wajah cantiknya. Ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa Heechul adalah lelaki secantik apapun wajahnya, untuk itulah ia harusnya tidak diijinkan utnuk terlalu terpaku pada wajah Heechuyl. Tetapi Kyuhyun tidak bisa mengontrol pikirannya sendiri, selalu seperti ini. Sama seperti saat ia melihat Sungmin.
Mereka berbeda, tentu saja. Kyuhyun tidak mungkin menyamakan Sungmin dengan Heechul. Berbeda dengan Heechul yang kecantikannya seperti dewi, meskipun ia memiliki aura yang arogan, Kyuhyun toh tetap tidak bisa mengalihkan pandangannya. Sedangkan Sungmin, Kyuhyun tersenyum saat mengingatnya. Sungmin memiliki mata yang indah dan dalam, siapapun akan mudah tenggelam di dalamnya. Sungmin mungkin memang tidak seatraktif Heechul, tetapi kepolosan Sungmin yang selembut kapas itu mampu membuat Kyuhyun nyaman.
"Apa yang aku pikirkan? Aku baru saja membandingkan Sungmin dengan Heechul? Demi Tuhan Cho Kyuhyun!"
Kyuhyun menggelengkan kepalanya mencoba menyingkirkan pikirannya yang kacau. Tidak bsia mempercayai dirinya sendiri yang baru saja berpikir seperti seorang maniak. Hingga suara Heechul menyadarkannya.
"Kau membawa anjing?"
Tanya Heechul tidak percaya saat Cacao menghampiri bangku mereka. Memang benar jika Kyuhyun membolos hari ini, dan membawa Cacao ke taman kemudian melepasnya untuk bermain sesukanya. Dan sepertinya Cacao sudah kelaparan sekarang. Kyuhyun meraih Cacao yang sedang mendesak kakinya, membawa ke pangkuannya dan mengelus punggungnya.
"Kau lapar? Kau mau es krim?" tawa Kyuhyun sambil mengeluarkan es krim cup dari tasnya, dengan rakus Cacao menjilatinya hingga berceceran di celana Kyuhyun, tetapi itu bukan masalah..
"Wow...apa kau begitu lapar? Tenang saja, tidak akan ada yang mengambil es krim milikmu," Kyuhyun tertawa melihat tingkah Cacao.
Kyuhyun melemparkan cup es krim yang sudah habis ke arah tempat sampah yang tidak jauh dari tempatnya duduk. Kemudian ia mengeluarkan hotdog yang terbungkus kotak kertas dan memberikannya kepada Cacao.
"Aku lihat kau menyukainya tadi, jadi aku membeli satu untukmu. Tapi untuk hari ini saja, okay? Aku tidak akan sering-sering membelikannya untukmu, kau tahu ini bukan makanan sehat," selanjutnya Cacao telah sibuk dengan makanan yang baru ia kenal hari ini.
Sedangkan Kyuhyun memandangi Cacao dengan senyumnya yang penuh dengan rasa sayang, setiap ia menghabiskan waktu dengan Cacao ia selalu merasakan kehangatan tersendiri. Fakta bahwa Cacao pernah tumbuh di tangan Sungmin, meskipun itu bertahun-tahun yang lalu, membuat Kyuhyun memiliki rasa bahwa Cacao adalah miliknya bersama Sungmin.
"Whoahh...aku pikir aku tidak sedang duduk bersama seorang Kyuhyun saat ini, kau terlihat seperti Bunda Theresa asal kau tahu," celetukan Heechul berhasil menyadarkan Kyuhyun jika ia tidak sendiri, maksudnya ada manusia lain di sisinya.
"Apa maksudmu?"
"Saat berbicara dengan anjing itu aku tidak melihat wajah iblismu, kau tampak seperti seorang pecinta yang mencintai anjingnya sepenuh hati."
Kyuhyun membenarkan letak duduknya, memberikan gesture bahwa ia menghargai Heechul sebagai lawan bicaranya dengan menghadapkan tubuhnya kepada Heechul. Sementara Cacao ia dudukkan di sampingnya.
"Kau tahu, tidak ada orang yang aku cintai sebesar aku mencintai Cacao kini. Meskipun aku tidak bisa mengharapkan balasan apapun dari cinta yang aku berikan kepadanya, setidaknya ia tidak akan pernah menyakitiku."
Heechul terkekeh lirik, menurutnya Kyuhyun terdengar begitu picisan dan menggelikan. Tapi ia tahu Kyuhyun telah mengeluarkan sisi terdalam hatinya. Jujur saja, ia memang tidak mengharapkan Kyuhyun untuk terbuka dengannya tetapi dari pertemuan pertama mereka, Heechul tahu ada tembok besar yang dibangun Kyuhyun untuk melindungi dirinya sendiri. Kyuhyun tidak mudah mempercayai orang lain. Tapi baru saja, Kyuhyun mengeluarkan sedikit membua hatinya untuk Heechul, ia tahu itu.
"Kau tidak harus mempercayaiku, karena sampai sekarangpun aku tidak mengerti bagaimana mencintai dengan benar. Tetapi asal kau tahu, kita tidak bisa hidup dengan memberikan cinta kita tanpa kita menerima cinta dari siapapun. Maksudku, dalam hidup harus ada keseimbangan bukan? Jika kau memberi maka kau berhak untuk menerima. Sedangkan kau berbicara kepadaku seakan kau memang tidak membutuhkan balasan akan cinta-cinta yang kau sebarkan di luar sana. Kau mungkin mendapat sakit hati, setiap orang juga merasakan itu, tetapi kau berhak membalas sakit hatimu sesekali untuk menyembuhkanmu. Sehingga cinta yang kau miliki adalah cinta yang sehat."
Kyuhyun ternganga dengan ucapan Heechul barusan. Heechul baru saja berbicara tentang cinta? Seorang Heechul? Kyuhyun tergelak, membuat Heechul menatapnya aneh.
"Apa yang kau tertawakan sih?"
Kyuhyun berhenti tertawa saat melihat wajah serius Heechul, ia mengatur napasnya sebelum memulai berbicara.
"Aku pikir kau juga tidak mengenal apa itu cinta, atau kau tidak memiliki kepercayaan tentang itu karena kau dibesarkan oleh keluarga yang tidak dibentuk berdasarkan cinta. Maksudku cinta seperti orang normal, lelaki dan perempuan Tetapi kau berbicara padaku, seperti aku baru saja dinasehati oleh Mahatma Gandhi tentang cinta."
Harusnya Heechul tersinggung dengan Kyuhyun yang meremehkannya, tetapi ia tahu Kyuhyun tidak terlalu mengenalnya dengan baik. Dia hanya tersenyum kecil, meninju lengan Kyuhyun lirih.
"Asal aku tahu Kyuhyun, tidak ada cinta yang tidak normal. Siapapun meski itu pasangan gay, lesbian, atau seperti cintamu kepada anjingmu itu, semua cinta itu normal. Cinta tidak datang dari norma dan nilai agama, jika kita lelaki maka kita harus mencintai perempuan. Atau karena kita manusia maka kita tidak boleh memberikan cinta kita kepada hewan peliharaan kita, cinta tidak seperti itu. Cinta itu tumbuh dari ketulusan, dari seberapa besar hatimu berkompromi kepada orang atau makhluk yang kau putuskan untuk memberi hatimu kepada mereka."
Kyuhyun membenarkan dalam hati, memang datangnya cinta tidak bisa memilih bukan? Bukan cinta yang salah, tetapi jika ia mencintai orang yang tidak seharusnya, siapa yang harus disalahkan?
"Kita memang tidak bisa menyalahkan cinta, tetapi bagaimana menurutmu jika cinta yang kita punya tertuju pada orang yang tidak seharusnya? Maksudku untuk pasangan gay, aku tahu ada beberapa kelompok yang tidak mempermasalahkan gender dalam bercinta. Tetapi kebanyakan orang menganggap bahwa gay adalah tidak normal, itu harus disembuhkan, dan sebagainya."
Heechul memejamkan matanya, mencoba berpikir untuk memberikan jawaban terbaik kepada Kyuhyun. Ia tahu, ini adalah kegundahan terdalam dari seorang Cho Kyuhyun. Heechul tahu ia bukan orang baik, ia belum bisa menata hidupnya sendiri dengan baik. Tetapi setidaknya, jika hanya ada satu orang yang mendapat pencerahan dari dia, dia akan melakukannya.
"Banyak orang sudah mempercayai bahwa gay bukanlah penyakit kejiwaan, orang yang gay memiliki kejiwaan yang normal. Tetapi lebih banyak lagi orang yang menganggap bahwa gay menentang norma dan agama, Tuhan menciptakan manusia berpasangan, lelaki dan perempuan. Jika kau menyalahi ketentuan Tuhan, maka kau adalah pendosa. Itulah mengapa masih ada di beberapa negara yang menganggap gay dan lesbian adalah kriminal, ada Undang-undang hukum tentang itu. Tetapi daripada menjadi gay, menyakiti hati orang lain, menghina orang lain karena orientasi seksual yang berbeda, apakah itu juga bukan menyalahi ketentuan Tuhan?"
Heechul mengambil jeda, jika Kyuhyun ingin menyelanya. Tetapi Kyuhyun terlihat serius mendengarkannya. Maka Heechul melanjutkan lagi.
"Menjadi gay itu naluri, itu adalah given. Kau tidak bisa memilih menjadi homoseksual atau heteroseksual. Jika kau gay tetapi kau memaksakan untuk menjadi orang yang normal seperti orang kebanyakan, memaksakan diri menikahi perempuan hanya untuk status kenormalan, bukankah itu juga kejahatan? Mengikat seorang wanita untuk menjadi istrimu, meskipun kau tidak mencintainya, itu kejahatan, Kyuhyun. Jadi yang paling penting adalah ikuti hatimu, selama itu tidak menyakiti orang lain, ikuti nalurimu. Tidak peduli meskipun menurut kebanyakan itu adalah salah, asal kau merasa benar kepada dirimu, maka itu adalah benar. Cintai orang yang ingin kau cintai," Heechul sudah tidak lagi berbicara tentang hal umum, ia berbicara tentang Kyuhyun jika Kyuhyun bisa menangkapnya.
"Kau sama sekali tidak salah, Heechul. Hatiku tidak bisa menyalahkan pendapatmu barusan. Tetapi kau berbicara seakan aku adalah seorang gay yang sedang berusaha menjadi straight? Sialan!" keluh Kyuhyun.
Heechul tergelak, telunjuknya menunjuk ke arah Kyuhyun.
"Kau begitu transparan, kau tahu? Kau adalah seorang yang merasa gay adalah kesalahan."
Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan tergagap.
"A..aku ti..tidak.."
"Kau melihatku seakan aku akan menghilang begitu saja, kau menumpahkan seluruh perhatianmu pada wajahku sebelum anjingmu datang. Kau menyukaiku?"
"Bagaimana kau tahu?" rasanya jantung Kyuhyun turun ke lututnya saat Heechul bisa membaca pikiranya beberapa saat lalu.
"Hahahaha hanya orang gay yang menatapku seakan aku adalah yang tercantik dari wanita manapun, tidak ada lelaki straight yang memperlakukanku seperti sesama manusia. Kau harus belajar jujur pada dirimu sendiri, Kyuhyun. Jangan menjadi orang jahat seperti ayahku yang kelak kau akan memaksakan diri menikahi seorang wanita dan mengikatnya tanpa ampun," semakin lama suara Heechul menjadi semakin lirih saat mengingat keluarganya.
Kemudian keheningan menyelimuti mereka dalam waktu yang lumayan panjang.
"Aku tidak tahu bagaimana cara menerima diriku sendiri saat ternyata aku jatuh cinta kepada lelaki, terlebih jika itu menimbulkan bencana untuk keluargaku" setelah beberapa lama membisu, akhirnya Kyuhyun berbicara. Lebih dari itu, Kyuhyun telah benar-benar membuka dirinya untuk heechul.
"Kau membutuhkan waktu, Kyuhyun. Asal kau tidak berusaha mengingkari dirimu sendiri. Aku bisa membantumu," tawar Heechul.
"Apa itu?"
"Menjadi kekasihku dan hidup seperti bagaimana seharusnya kau hidup, memanusiakan dirimu sendiri. Itu yang kita tuju," ujar Heechul penuh keyakinan.
"A..apa? Menjadi kekasihmu?" tanya Kyuhyun tidak percaya. Sedangkan Heechul hanya menatap Kyuhyun dengan memasang senyumnya yang menggoda.
Kyuhyun memang terpaku dengan kecantikan Heechul, ia tidak lagi mengingkari itu. Tetapi menjadi kekasihnya? Itu seperti mimpi.
T B C
Nah loh...Heechul! Saya biasanya kalo ngasih TBC di saat genting dan penuh tanda tanya jawabnya baru beberapa chapter depannya, tapi saya janji chapter depan langsung saya bikin Kyuhyun jawab ajakan Heechul buat pacaran.
Jujur aja sih, dengan KyuMin yang belum menemui jalan terang saya juga ikutan stres loh nulis jadi nggak lancar, otak mendadak lelet. Tapi begitu bikin KyuChul sejam doang udah kebanyakan scenenya, harus saya potong sana sini. Ini tadinya malah ada scene Kyuhyun nanyain bagaimana cara mengenali kita gay atau bukan, tapi sumpah kepanjangan jadi deh saya apus. Poinnya di chapter ini adalah, semoga kalian ngerti posisi buat Heechul. Ngerti kan? Jadi tiap Kyuhyun sumpek sama Sungmin, dia pasti ketemu Heechul, nah ngarepnya KyuChul bakal kayak gimana?
Tentang Cacao juga gitu, abis liat Hyuk-Choco saya jadi ngidam mau bikin scene otp sama peliharaan. Itu ada ungkapan cinta Hyuk ke Choco saya copy kan buat Kyuhyun ke Cacao. Tapi hari ini OTP udah nongol lagi, semoga fic satunya lancar ya nggak buntu. Abis ini giliran CHERRY BLOSSOM yang update ya, tungguin...
Chapter depan lah saya mau bikin gank-ganknya keluar, ada gank baru yang pasti. Isinya ya member yang belum saya keluarin dan yang belum punya gank. Semua member punya gank kok. Inget-inget aja siapa yang member yang belum ada gank, mungkin itu bakal jadi satu gank, ato jadi penyusup di gank lainnya. Oh iya style Sungmin di chapter ini saya ambil dari Sungmin di Adonis Camp, yang bawa kamera tuh.
Temen saya bilang author yang balesin review itu pasti punya banyaaaaaaaakkk sekali waktu. Lain hari di tl ada yang bilang author itu ramahnya cuma pas balesin review, disamperin di twitter tidak seramah itu. Semoga saya tidak termasuk author yang kayak gitu. Tapi itu bikin saya instropeksi juga sih, misalnya nih saya sering nggak balesin mention. Maaf ya buat yang ngerasa saya cuekin di twitter, itu asli kalo saya nggak lagi ol saya nggak bakal bisa balesin mention kan. Ada temen mau telpon ato chatting aja saya suruh nunggu saya selese ol di tl loh, artinya saya butuh waktu tersendiri buat keliaran di tl. Ato mungkin cuma mention saya "Nah" "Ohh" "OMG" saya harus balas gimana? Intinya adalah, tolong bantu saya untuk instropeksi ya. Mungkin saya sombong, nyebelin, kasar, tegur aja dimention nggak papa kok ato dm kalo saya follow kalian. Jangan ngambekin saya, ingetin saya buat selalu ngeliat ke bawah, tarik saya turun kalo saya mulai sombong. Kalian adalah temen saya, bukan konsumen saya. Posisi kita sama, mari saling mengingatkan.
THANKS TO YOU ALL THE LOVE IN MY WORLD:
BunnyEvilKim: nah saya juga stres disininya, gimana cara Kyuhyun biar ngubah pola pikirnya haha
Rearelf: yaa kok salah paham lagi
imAlfera: Hallo selamat datang, review dimana aja boleh kok, feel free ya
may moon 581: dulu sih saya suka update tiap hari sabtu, tapi skrg jadi ngga rutin gini deh updatenya, tapi kalo follow story pasti dapet notifnya kan ya tiap saya update
sitara1083: Sungmin ngubah penampilan itu ada alasannya, tapi sebenarnya sepele sih, nanti lah saya bahas kalo identitas Vincent kebuka
maximumelf: hahaha makasih ya koreksi typonya :p
grace grace 9026: sama seperti Kyu ke Yuri, ke Cacao pun dia jadiin substitusinya Sungmin loh kalo paham dalemnya perasaan Kyuhyun ke Cacao. Iya saya udah ngasih hint kan, sahabat masa lalunya Hee itu Teuk, tapi pacarnya bukan Hangeng kok, ada yang lain. Siwon dan Sungmin nggak seumuran, jadi Siwon tingkat 3 sama kayak Kangin dan Hangeng. Sungmin tingkat 2 sama kayak Kyuhyun.
Gyumina: Kyuhyun ngeliat Heechul kayak gitu buat nunjukkin kalo dia emang tertariknya sama cowok, kalo dia gay.
Arevi are vikink: sama saya jg speechless bales apa ini?
Qie andriani: hallo seakarang kayaknya udah nggak bisa update seminggu sekali, maaf yaa
12chaaan: emang iya, butuh Heechul buat nyadari Kyuhyun kalo dia beneran gay. Tentang gay ya, aku punya temen gay pas kuliah yang dia menemukan identitasnya itu dengan bantuanku, kita udah deket banget tuh. Jadi ya buat aku gay itu bukan keanehan, ini di fic ini aku kayak aktivis pejuang hak asazi kaum gay ya hahaha
Melsparkyu: nah bener, Heechul memang saya datangkan buat membuka pikiran Kyuhyun. Cuma Kyuhyun tuh yang pikirannya tertutup belum bisa nerima kalo dia gay dari sononya. Hahaha makasih ya nasihatnya buat Kyuhyun, nanti aku bilangin ke Kyuhyun biar Sungmin nggak kabur lebih jauh dan lebih lama lagi.
Miyoori 29: gila kali mau bikin crack yang ono, haram tau nggak haram. Kyuhyun itu gay, normalnya dia insecure sama sesama cowok, kalo Sungmin clingy sama Yuri nggak ngaruh ke Kyuhyun sih. Kamu mau papahmu dijadiin apa? Tukang rental mobil-mobil mewah itu aja gimana? *kabur*
Phia89: ahh aku seneng reader kayak kamu dong, ikutin alurnya dengan baik. Alhamdulillah tuymbuh dengan baik, makasih ya
Sjkms137: bukan salah alur kok, ini alurnya udah bener cuma emang hobiku manjangin alur
Fonami kyuminelf: nggaaaakkk aku nggak mau nyiksa Sungmin kok, tapi mau bikin karakter Sungmin yang kuat tuh takut karakter Kyuhyun kalah aku kan lagi bikin Kyuhyun focus hehehe. Makasih ya doanya
BabyRiihyun: kapan mau bikin Kyuhyun salting ke Sungmin ya? Kyuhyun aja bilang ego mereka lagi sama-sama besar, jadi nantilah kalo salah satu dari emreka udah nyerah sama egonya pasti ada moment salting kriwil-kriwil. Sayang bukan Hangeng, yaaaa nggak dapet hadiah
143 is 137: Donghae bakal muncul kok, tapi seringnya buat ngelabuin Kyuhyun sih. Ahh udah diUSG anak kedua bakal cewek lagi nih hehe
137-411: paragraf kepanjangan ya haha makasih sarannya ya, kadang kalo nulis tuh lupa tombol enter beneran ini ajdi ya ngetik aja terus, lupa deh buat paragraf baru. Tapi makasih ya, nanti dikoreksi lagi
Cho Adah Joyers: wahh bisa mimpi gosipin kyumin sama eunhae gitu ya?
Kyumin2131: hallo kamu Malaysia? Bicara bahasa Melayu? Tapi tidak hanya Kyuhyun yang egois, Sungmin sebenarnya juga egois. Hanya menunggu waktu, sampai mereka menyerah pada egonya dan menyadari saling mencintai. Dan iya fic ini akan melibatkan semua member
TiffTiffanyLee: Hallo Tiff, nggak papa kali banyak nanya kayak biasanya. Aku kan kangen kamu yang review selalu bawel. Sabar ya, nanti aku bales semua yang bikin kamu jealous sama KyuMin moment khas aku *kok sombong*
Nova137: Sungmin ada alasan buat nyembunyiin asal sekolahnya kok, tapi ini nggak ada hubungannya sama Kyuhyun nanti pas Vincent ketauan dibuka semua deh. kyuChul ada tuh kan
Diynazha gint: iya yang nolongin Kyuhyun pingsan sebenarnya Sungmin kok, tapi dia nyuruh siswa lain buat ngasih tau Hangeng dan Kangin aja
Thiafumings: kalo Donghae bakal aku jadiin Aiden Lee dong bukan Vincent Lee, Vincent itu Sungminj kok nanti lah biar Sungmin sendiri yang cerita
Danactebh: okay ditunggu lagi ya
Zen Liu:kalo Kyu bukan gay kenapa ngelirik Heechul terus? Suruh ngaku dong Kyuhyunnya, cape ihh nggak jadi diri sendiri kan
Park Min Chan: Hallo, 19 tahun ya, eonnie aja deh hehe. Heechul itu nggak deket banget sama Sungmin, jadi dia nggak tau Sungmin sebenarnya, masa lalunya beda kayak Sungmin-Kibum. Siwon bukan pacar Sungmin kok, pengawal mungkin upss
RithaGaemGyu137: Kyuhyun sebenarnya punya feeling kalo Vincent dan Sungmin itu dama, tapi dia nggak mau ngarep. Jadi pas ada nama Donghae ya udah nyerah, untung ada Changmin di chapter ini yang nguatin feeling Kyuhyun lagi. Dan yaa seperti yang udah aku bilang, KyuChul emang seru banget, ngeliat Kyuhyun dibully secara verbal sama Heechul itu kenapa aku suka banget hihihi. Btw, didoain cepet ketemu jodoh ya
CloudsKMS: insyallah saya lanjutin sampe tamat kok, tau juga sih rasanya digantungin author nggak enak ya? Bahkan kalo sampe lahiran ini belum selese, akan saya usahain selesein lah ijin hiatus dulu
myFrydayyy: sahabatnya Heechul udah ada hint kan chapter ke berapa deh, 2 mungkin, itu Leteeuk, kalo pacarnya masih rahasia dong. Heechul itu perannya jadi perusuh keyakinannya Kyuhyun, misal nih Kyuhyun yakin dia bukan gay nah itu di chap ini Heechul udah berhasil mematahkan itu. kalo Donghae, perannya ek Sungmin, masih rahasia juga
babychoi137: Yap bener yang diceritain Heechul itu Leeteuk, sama kok sama cerita tentang Leeteuk
Myblacksmile: Kalo mau bikin slight KangMin itu kak, ujungnya saya nggak akan tega misahin mereka. Maunya ya kalo boleh Sungmin senin sampe rabu pacaran sama Kangin, Kamis sampe Sabtu pacaran sama Kyuhyun, Minggu pacaran sama saya hahahhaha udah ah jangan protes
Shippo chan 7: DG udah tamat part KyuMinnya, tapi saya menjanjikan side story eunhae dan sichul bukan sequel sih
KobayashiAde: dari flashback udah diterangin kok kalo Yuri temenan sama Sungmin sejak kecil dan sering nyamperin ke asrama
Abilhikmah: emang tua kok, tampangnya
Cho MeiHwa: iya saya udah nikah, anak mau 2 hehe jadi boleh panggil apa aja. Bukan belagak ya kalo belagak kan pura-pura. Kyuhyun sebenarnya tertarik sama kecantikan Heechul ini nunjukin kalo dia emang gay
Spfly3024: rekap ya, pertanyaan pertama tentang kenapa Kyuhyun aku ajdiin sahabatan sama Kangin? Di dunia nyata mereka deket banget kok, dari awal Kyuhyun debut Kangin udah sayang sama Kyuhyun. pertanyaan lainnya udah kejawab kan di chapter berikutnya ya hahaha makasih ya duh reviewnya banyak deh, deg degan bacanya
Ayyu anissa1: iya pasti dilanjut tinggal sabar aja
Iciici137: nanti saya bikinin pas Sungmin ketauan kalo dia Vincent, mungkin chapter depan
Imtwins: feeling Kyuhyun bener sayangnya dia nggak mau berharap jadi bikin feelingnya lemah. Donghae tentu saja ada di pihak Sungmin nantinya
Voice 13Star: Hangeng bukan masa lalu Heechul, Hangeng emang suka Heechul tapi dia nggak kenal Heechul sebelumnya. Kalo Siwon itu pacar saya hahahha nggak bukan bukan, enaknya dibikin pacaran sama Kibum apa nggak?
TeukHaeKyu: yang dari Canada itu sebenarnya kamuflase kok, nggak rombongan
Lee MinHyun: hallo hyuuuuunnnn, aku kangen *eh apa sih?* nah kamu bener lagi, KyuMin emang sama-sama gede egonya nggak ada yang ngaku salah, ngakunya sama-sama tersakiti aja dih. Tapi Kyuhyun bukan uke juga hahaha ngaco ihh, dia Cuma lemah, kehidupan sosialnya kurang baik mungkin dia memang Mr Popular, tapi kan yang bisa deket sama dia cuma Hangeng dan Kangin itu makanya begitu ada yang terang-terangan kayak Heechul dia rada kagok, nyerah aja deh. Ehh siapa bilang KyuMin langka moment sih? Dari awal taun kan banyak momentnya sampe aku angkat tangan, give up kalo mereka bikin moment aku Cuma membisu
HayatiLee: nggak papa review dimana aja boleh kok, saya nggak pernah mengharuskan reader saya buat ngereview
Mooiejoy: kok kok kamu bisa nebak TeukSiChul sih? Apa hintnya hayo mana mana? Jangan disebarin dulu dong nanti banyak yang penasaran hahaha lha ini apa?
Sparkyuminmin: Siwon emang bukan orang ketiga, kalo Heechul kita tunggu jawaban Kyuhyun nanti ya dia mau jadi pacar Heechul apa nggak
Kimmyonginara: kayaknya Kyuhyun berat ke keluarganya ya, tapi makin kesini asal Sungmin jomblo dia mau balik ke Sungmin kok
Win-ie: karena ini fic KyuMin pasti endingnya KyuMin kok sabar yaa
Liezapetals: hahah saya juga suka bikin KyuChul aduh bahaya
Park Heeni: aku juga merindukanmu *balik peluk erat* kalo KyuChul nanti nunggu Kyuhyun jawabnya apa ya, bisa pacaran bisa nggak. Tapi kalo misal pacaran juga buat treatment Kyuhyun aja sih, no heart feeling hehehe
Meonbelle: kemaren masih chap 5, nggak enak dong kalo dikasih titik terang nanti cepet tamat kan
Babybellycho: kyuhee itu maksudnya Kyuhyun-Heechul ya hahaha kayaknya iya deh ehh keceplosan
Gyuhyunmings: yaaa kok heechul ahjumma sih? Nyonya Heechul dong yang bener hahaha sayangnya Kyuhyun bakal terus ngiler tiap liat Heechul, dia gay dari orok sih jadi liat cowok yang berkilau cantik dikit pasti tertarik. Mereka nggak aku bikin menderita kok, paling 5 chap lagi ya menderitanya ehh itu lama nggak? Makasih ya doanya duh sibuk ngaminin semoga nggak berceceran deh
5351: sayangnya belum tiba waktu Vincent buat ketauan ya, chapter depan mungkin tunggu balapan aja deh
Thania Lee: HaeMin nggaka da hubungan sodara, kan mereka seumuran. Sodaranya Sungmin yang lebih muda pasti soalnya dia punya adek bukan kembaran hehe
Gaemgyu: sama dong, saya juga suka bikin KyuChulnya tuh, KyuMin masih alot sih
Parkhyun: beluuuum KyuMin belum baikan ini masih chap 6 kan? Perjalanan masih panjang sayang. Hahaha tau aja sih aku suka mentionin Kangin, jadi malu. Ade bayinya bakal cewek nih, semoga Kangin mau ajdi bapak angkatnya aja nggak papa hahahah
Aida0611: boleh kok panggil teteh, asal jangan panggil mas aja sih. HaeMinnya belum keluar, Sungminnya masih nyamar sih
Hyeri: yakali 70 tahun, Cuma 3 dekade kali nggak update kan? Heechul dan Donghae dateng buat mengacaukan prinsip dan pikiran Kyuhyun kok, harus dihancurkan itu homophobicnya.
KyuMin ELF: kayaknya kalo baikan masih butuh waktu yang panjang, sabar ya
Fuji: Heechul saya jadiin perusuh Kyuhyun aja bukan KyuMin
Gyumin4ever: nah iya bener, sahabatnya Heechul emang Leeteuk, tapi kelanjutannya tungguin ya dengan sabar
Lee'90: Kyuhyun juga sebenarnya ngga ada niat buat deketin Heechul kok, itu alam yang mendekatkan KyuChul eh bukan itu saya. Sabar tungguin yaa
Sissy: oke siap
Adekyumin joyer: aps saya kuliah ada ada satu pola pikir "harus ada peperangan untuk menciptakan perdamaian" itulah yang saya pake disini, jadi saya butuh Heechul
minnieGalz: hahaha maklum ya Kyuhyunnya males mikir kalo udah ada nama Siwon sih
farla 23: iyaa pasti dilanjutin kok sabar ya
sary nayolla: emang belum ada KyuMin momentnya, kalo dipaksain ada nggak tepat juga sih
indah elfi: siap dilanjut
prince Changsa: bakal ada berapa crack pair ya? Tungguin aja gimana?
Endah kyumin 137: hahaha ehh setuju kok emang kalo sekali cinta sama Sungmin selamanya bakal cinta, terpenjara sudah saya juga kok. Wah sabar ya jangan sedih kalo ada Heechul, dia baik kok nggak ada antagonis di fic saya seperti biasa
TsubakiMing: aku sempet dumbfounded loh baca curhatan kamu, itu banyak skinship dan posesif ya? Sekarang masih temenan nggak ato udah nggak komunikasi lagi? Kamu sekarang udah bisa menjalani hari dengan ceria kan, udah nggak sedih sedihan lagi keliatannya. Tetep semangat ya?
Bebek: hallo aya...kangeeen loh! Sibuk nabung ya buat SS6 apa langsung ke Korea aja hehehe iya aku bikin Heechul buat menghancurkan denial Kyuhyun itu sih. Eh tapi kalo di real life dia nggak denial kan? Kalo denial sekarang pasti jaga jarak dong sama Sungmin, buktinya suka suka aja tuh rangkulan di kegelapan, dipikir nggak ada yang ngeliat karena lampunya padam
Heldamagnae: okey tungguin ya
Nugu: sebenarnya di antara Sungmin dan Kibum, Heechul adalah orang yang paling bebas. Di gank juga kedudukan dia sebagai humas kan, itu yang ngatur perundingan pertandingan juga. Dia juga di posisi nggak tau apa-apa tentang masa lalu Sungmin dan siapa sebenarnya Sungmin, ditambah dia gampang deket sama orang jadilah dia enjoy aja ngobrol sama Kyuhyun. sama galaunya sih. Heechul emang nggak ada hubungan sama Hangeng, tapi masalah sahabat masa lalunya itu emang Leeteuk, Cuma tinggal mantannya yang masih belum aku ungkap. Okey semoga paitnya ilang dengan penjelasan saya ato malah bingung hahaha. Makasih eprmennya *masukin kantong*
Novanoba: saya sehat, Sungmin juga sehat, kalo Kyuhyun nggak tau deh dia butuh antangin kayaknya. Pasti happy ending kok kalo di fic saya mah, dijamin kalo nggak aku beliin chocolatos deh. Siwon nggak suka Sungmin kok, dia semacam asistennya Sungmin hahah jahat banget sih
Santiyani febby: emang Sungmin kesiksa mulu kah? Sama Kyuhyun juga kayaknya, nanti kita liat Sungmin sidenya ya
Arvita kim: amiin makasih ya, review langsung dibuka dengan doa buat saya loh luar biasa. Aduhh masalah Kyuhyun boros di muka itu aku nggak ikutan bilang lah ya, takut dilempar kacang sama pacarnya saya. Yang pasti eprtanyaan lainnya nanti kejawab di chapter selanjutnya
Coffeewie137: Kyuhyun emang tertarik sama kecantikan Heenim, siapa yang nggak terpaku coba kalo cowok secantik itu kan? Bukan bukan, masa lalu Heechul bukan Hangeng kok, kalo sahabatnya emang iya bener itu Leeteuk.
Chanz: kamu ini bacanya juga tengah malem, reviewnya juga tengah malem? Tetangganya nggak berisikan ya, ini banyak jeritannya loh hahaha
MinieLee: emang Sungmin kok yang nemuin Kyuhyun pas pingsan, balapannya chap depan ya insyaallah
Cintakyumin137: iya ada KyuChul dong disini, itu berdua kalo barengan keliatan keren soalnya
DdangkomaChagi: aduh deedek jantungnya jangan diledakkin lagi ya, emang tabung elpiji? Sabar ya Kyuhyun aja kuliah bisa dapet C, jadi disini dia rada telmi nggak papa ya
ChoLee KyuMin: iya kamu pinter ihh nggak protes meski KyuMin momentnya minim, emang harus banyak yang harus diselesaiin tapi KyuMinnya harus sendiri-sendiri dulu nanti akhirnya nyatu kok
Wulandari apple: Donghae bukan Vincent kok tenang aja, dan dia bukan mantannya Teukchul huhuhu
GaemGyu137: itu 2 orang masih saling mencintai kok, tapi kata Kyuhyun egonya sama-sama gede. Kyuhyun juga ngakuin dalam hatinya tapi nggak mau ngurangin egonya juga, cubitin sana. Iya masalahnya Heechul emang Teukie kok. Dan aku baru tau kamu author, karena aku udah jarang baca ff huhuhu nanti aku numpang baca fic kamu deh, tungguin
Sandrimay88: oh ya ada ff yang mirip ini ya, KyuMin juga? Hahaha ya udahlah yang penting storylinenya beda kan ya? Heechul sama Leeteuk pasti baikan kok, tapi nggak tau deh di chap berapa
Bunnyblack FLK 136: Iya Hangengnya rada jealous sih, tapi dia nggak bisa ngapa-ngapain kasian ya?
Nggarr 137: flashbacknya TeukChul nanti lah sambil jalan tapi yang pasti nggak saya kasih sechapter penuh kayak KyuMin tapi tungguin aja ya, sabar
Kimteechul: mantan teukchul? Kamu mau jadi mantan teukchul? Boleh deh tapi nanti diabisin teukchul loh abis ini ya, pelampiasan sakit hati hihihi
Shawokey: Vincent dan Sungmin sama aja kok
Nw kim 37: yang nolongin Kyuhyun pas pingsan pasti Sungmin lah, Yuri Cuma dateng buat jenguk aja kok. Nanti ada kyuchul nggak ya, maunya gimana hayo?
Kkazhou137: sebenarnya alurnya emang gini, sayangnya saya suka tiba-tiba lahir inspirasi baru jadi kemana-mana deh hahaha
Trytofindlieta: sekarang kok ripiunya nggak panjang? Hayo hayo hahaha heechul nggak salah ngasih tau, emang sebenarnya dia nggak banyak tau tentang identitas dan masa lalu Sungmin.
TERIMA KASIH SEMUANYA TERIMA KASIH
SAMPAI JUMPA
