HALF OF MY HEART
Kyuhyun and Sungmin
KyuMin
They belong to each other
The Storyline is mine
PLAGIARISM IS NOT ALLOWED
Cast: SUPER JUNIOR
Genre: Drama, Romance, Little Angst
WARNING: BOYS LOVE, IF YOU READ DON'T BASH
TYPOS
xxx
Chapter 7
"Kau membutuhkan waktu, Kyuhyun. Asal kau tidak berusaha mengingkari dirimu sendiri. Aku bisa membantumu," tawar Heechul.
"Apa itu?"
"Menjadi kekasihku."
"A..apa? Menjadi kekasihmu?" tanya Kyuhyun tidak percaya.
.
.
.
Ada pertarungan di dalam batin Kyuhyun, baginya Heechul seperti dewi. Ia yakin bahkan puluhan lelaki gay pasti akan mudah bertekuk lutut di depan Heechul, saling berebut menawarkan dunianya demi bisa di sisi Heechul. Tetapi kini Heechul sendiri menawari untuk menjadi kekasihnya? Kyuhyun yakin kesempatan ini tidak akan datang untuk kedua kalinya.
Tetapi masih ada ruang untuk hati Kyuhyun, semenarik apapun Heechul dan ia sama sekali tidak bisa mengenyampingkan pesona Heechul, nyatanya ia tidak jatuh cinta kepada Heechul. Kyuhyun hanya menikmati dan terpesona wajah Heechul yang terlalu cantik untuk lelaki itu. Lebih dari itu, Kyuhyun tidak pernah bisa menyingkirkan Sungmin dari hatinya. Ia tumbuh dan membentuk jati dirinya, semua berdasar akan perasaannya kepada Sungmin.
Tetapi kemudian bayangan Siwon yang selalu berada di sisi Sungmin seakan terlintas di depan Kyuhyun. ia bahkan bisa mengingat dengan jelas bagaimana Siwon selalu mengawasi Sungmin, tidak melepaskan sedikit pun matanya dari Sungmin. Dan selalu menempel kepada Sungmin kapanpun ada kesempatan. Kyuhyun tertawa kecil, hingga membuat Heechul menoleh kepadanya.
Jika saja Heechul bisa membuatnya lupa akan Sungmin. Terpesona dengan Heechul, Kyuhyun pikir itu adalah awal yang bagus. Mungkin jika terbiasa, rasa terpesona itu bisa berubah menjadi rasa sayang. Kemudian Kyuhyun akan mudah melupakan Sungmin. Heechul sepertinya juga tidak buruk, maksudnya sepertinya ia bukan tipe orang yang mudah tergantung kepada orang lain. Jadi ini akan mudah untuk Kyuhyun melepaskan Heechul jika suatu saat ia merasa sudah bisa melupakan Sungmin.
Maka Kyuhyun mengambil langkah...
"Baiklah, aku pikir tidak salah menjadi kekasihmu."
Heechul tercengang dengan keputusan Kyuhyun. ia pikir Kyuhyun tidak secepat ini mengakui orientasi seksualnya. Meskipun Heechul juga tidak main-main dengan tawarannya. Ia benar-benar sedang mengalami fase hidup yang sangat membosankan, dan memiliki kekasih yang naif seperti Kyuhyun sepertinya tidak buruk.
"Aku tidak berpikir kau akan mengambil keputusan secepat ini, kau tahu?"
"Tapi aku serius dengan keputusanku."
Kyuhyun menatap Heechul serius, sedangkan Heechul berusaha mencari ada apa di balik keputusan Kyuhyun. tetapi ia tidak menemukan apa-apa, di matanya Kyuhyun tetap terlihat seperti anak SMA yang innocent. Meskipun ekspresi wajahnya terlihat datar, tetapi sorot mata Kyuhyun tetap menunjukkan siapa Kyuhyun sebenarnya.
"Beberapa menit yang lalu kau masih mengelak jika kau gay, dan sekarang kau bersedia menjadi kekasihku?"
"Heechul dengar, aku hanya mengatakan ini kepadamu. Jauh di dasar hatiku, aku menyimpan satu rahasia besar yang bahkan aku sendiri berusaha mengabaikannya, tetapi kau berhasil memunculkannya ke permukaan," Kyuhyun menarik napasnya sebelum melanjutkan pembicaraannya.
"Aku pernah memiliki hubungan dengan teman sekamarku saat aku tinggal di asrama, awalnya kami tidak memakai hati. Kau tahu, tinggal di asrama lelaki dan yang kau temui hanya teman lelaki, padahal kau sedang mengalami usia pubertas? Pikiranku mulai tumbuh, rasa ingin tahuku terhadap sentuhan pun timbul, ciuman pertama kami didasari oleh rasa penasaran tentang bagaimana ciuman itu bekerja. Kami tidak mempunyai teman perempuan, apalagi kekasih, jadi kami melakukannya atas dasar ingin tahu.
Tetapi ciuman itu terlalu berpengaruh sepertinya, membuat kami menikmatinya dan menjadikan itu kebiasaan. Hingga kami terbiasa dengan kontak fisik yang tentu saja itu dilakukan di dalam ruangan kami. Dari sentuhan fisik, secara tidak sadar itu menumbuhkan rasa posesif, rasa rindu, saling membutuhkan..."
"Itu cinta, Kyuhyun!" putus Heechul sebelum Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya.
"Aku tahu, bodohnya aku tahu itu cinta saat kami sudah terpisah sedemikian jauh dan dia meninggalkanku untuk beberapa tahun. Dia kembali sekarang, dan aku ingin memastikan yang sedang aku rasakan ini apakah benar benci atau cinta yang tengah tertutupi rasa takut kehilangan."
"Itu alasan kau mau menjadi kekasihku?"
Kyuhyun menunduk lemas, sedangkan Cacao sudah terlepas lagi dari pangkuannya.
"Meskipun kita menjadi kekasih, aku bahkan tidak berekspektasi kita akan bersikap sebagai kekasih. Kau bahkan tidak terpesona padaku bukan?"
"Aku bisa melakukannya jika itu yang kau mau."
Kyuhyun tertawa melihat ekspresi wajah Heechul yang berubah serius. Sebelumnya hanya ekspresi angkuh yang lelaki itu perlihatkan di depan Kyuhyun.
"Tidak, maksudku jika hanya dengan kebersamaan kita yang seperti ini aku bisa jatuh padamu anggap saja aku akan mengikatmu seumur hidupku. Tetapi jika bahkan kita sudah bersikap seperti sepasang kekasih, sedangkan aku masih memikirkan ia di 24 jam waktuku dalam sehari itu artinya memang aku menjadi gay hanya untuknya."
Heechul tertawa dengan kencang sekarang, ternyata ia benar-benar menghadapi Kyuhyun yang naif.
"Dengan kau mengakui kau mencintai teman sekamarku itu, kau sudah gay, bodoh!"
"Tidak bukan itu poinnya, baiklah sebut aku gay tetapi aku tidak pernah tertarik dengan lelaki manapun selain dia, Heechul," Kyuhyun tetap bersikeras dengan pendapatnya tentang orientasinya sendiri.
"Baiklah, kita coba saja. Jika kau bisa jatuh cinta padaku itu artinya kau benar-benar gay, dan anggap dia hanya cinta pertamamu sedangkan kau bisa tumbuh dengan jatuh cinta kepada lelaki-lelaki lainnya kelak. Kita mulai dari Kim Heechul," mendengar ucapan Heechul yang penuh rasa percaya diri, mau tak mau membuat Kyuhyun menarik kedua sudut bibirnya. Kyuhyun tersenyum dengan lembut untuk pertama kalinya kepada Heechul.
.
.
.
"Kau menghilang sepulang sekolah akhir-akhir ini, Kyuhyun," sapa Hangeng, ketika Kyuhyun baru menghampiri ia dan Kangin di kantin sekolah.
"Ah itu benar, kalau pun bersama kami sepertinya kau lebih sibuk dengan ponselmu," tambah Kangin.
"Benarkah?" Kyuhyun sendiri lupa jika Hangeng dan Kangin adalah orang yang paling memperhatikannya, jadi perubahan sekecil pun padanya pasti akan ditangkap oleh kedua sahabatnya itu.
"Kau mempunyai kekasih ya? Atau sedang dekat dengan seseorang?"
"Aku pikir juga begitu," lagi-lagi Kangin hanya menimpali Hangeng.
Kyuhyun tertawa, hanya untuk menutupi kegugupannya. Membuat Hangeng semakin menatapnya curiga, sedangkan Kangin lebih suka sibuk dengan ponsel di tangannya.
"Pertandingan fix diadakan Sabtu malam nanti, tidak ada pembatalan lagi bukan?" Kyuhyun merasakan pertanyaan Kangin menyelamatkannya dari kegugupan.
Kangin, mungkin adalah sahabat yang tidak mengambil pusing akan perubahan Kyuhyun jika itu tidak terlalu penting. Tetapi berbeda dengan Hangeng, ia cenderung suka mencari tahu ada apa di balik perubahan sikap Kyuhyun. sedangkan Kyuhyun belum siap mengatakan bahwa ia memiliki kekasih, terlebih kekasihnya adalah seorang lelaki meski secantik apapun ia.
"Aku belum menerima kabar pembatalan dari mereka, jadi kita anggap pertandingan besok malam akan tetap terlaksana," jawab Hangeng.
"Hah awas saja jika mereka membatalkan di menit terakhir. Mereka pikir mereka siapa bisa mengulur waktu sesuka mereka?" gerutu Kangin.
Tetapi Kyuhyun tidak menimpali, ia sedang sibuk mengetikkan pesan di ponselnya. Sementara Hangeng sibuk mengamati Kyuhyun. Kyuhyun tidak pernah seantusias ini dengan ponselnya. Sepertinya dugaan Kyuhyun memiliki kekasih adalah benar, Hangeng pikir.
"Kenapa aku selalu melihat si sialan itu berada di sekeliling Sungmin?" begitu mendengar nama Sungmin disebut oleh Kangin, Kyuhyun sontak mengalihkan perhatiannya menuju arah pandangan Kangin.
Memang ada Sungmin disana, di meja yang ada di sudut kantin. Bersama dengan temannya yang lebih pendek dari Sungmin, dan Siwon tentu saja. Kyuhyun baru sadar, belakangan eksistensi Siwon di sisi Sungmin semakin intens saja. Tapi masa bodo pikir Kyuhyun, ia sudah tidak mau lagi menyakiti hatinya sendiri. Bersikap tidak peduli, itu yang sedang Kyuhyun coba demi melupakan Sungmin. Dan apapun tentang Siwon dan Sungmin, Kyuhyun tidak akan lagi mengambil hati. Pembicaraannya dengan Heechul di chatroom lebih menarik daripada ia mengasihani hatinya sendiri seperti biasanya.
Semua tingkah laku Kyuhyun itu tidak luput dari perhatian Hangeng. Awalnya ia pikir, Kyuhyun pasti mengenal Sungmin sebelumnya. Atau terjadi sesuatu di antara mereka, karena berdasar penglihatannya ekspresi Kyuhyun akan berubah setiap ia melihat Sungmin. Kadang Hangeng dapat menangkap rasa rindu di mata Kyuhyun, mata penuh pengharapan, meskipun Hangeng lebih sering melihat sorot mata penuh kebencian. Dan jika diingat, Kyuhyun seperti itu jika melihat Sungmin sedang bersama dengan Siwon. Tetapi kali ini, ekspresi Kyuhyun terlihat datar, tidak mempedulikan Sungmin. Tidak mencuri pandang seperti biasanya.
Ada perubahan besar dalam diri Kyuhyun, hanya itu yang Hangeng tahu. Tetapi apa sebabnya, Hangeng bahkan sama sekali tidak bisa menebaknya. Tetapi melihat betapa Kyuhyun sibuk dengan ponselnya, ia yakin Kyuhyun memiliki kekasih atau setidaknya orang yang bisa merebut perhatian Kyuhyun dari Sungmin. Akan perubahan Kyuhyun ini, entah mengapa melahirkan rasa ingin tahu Hangeng yang lebih besar dari sebelumnya.
Sejak kecil mereka bertiga sudah bersahabat, tidak ada satupun hal yang tidak diketahui Hangeng tentang Kyuhyun. Bahkan tentang kerinduan Kyuhyun kepada orangtuanya sendiri, itulah yang membuat Hangeng bersama Kangin untuk selalu membesarkan hati Kyuhyun. Tetapi ada satu waktu ia kehilangan Kyuhyun, sama sekali tidak mengetahui kabarnya selama bertahun-tahun, itu adalah selama Kyuhyun tinggal di asrama. Hangeng pikir pasti terjadi sesuatu pada Kyuhyun di masa itu. Dan bukan tidak mungkin itu berhubungan dengan Sungmin ataupun Siwon. Ia butuh menghubungi Changmin untuk mengetahui ini.
.
.
.
"Si Bodoh ini, aku pikir kau tidak bisa tepat waktu."
Kyuhyun menoleh ketika mendengar suara familiar menyapanya. Di tempat yang sama, bangku yang sama, seperti pertama ia bertemu Heechul di taman ini.
"Seperti itu panggilan kesayangmu untukku?"
Heechul melangkah mendekat, duduk di samping Kyuhyun.
"Panggilan kesayangan? Terdengar menggelikan hingga membuatku mual," Kyuhyun tertawa, Heechul tetaplah Heechul, tiada satu katapun yang berisi pujian dari mulut manis di lelaki di sampingnya ini.
Meski begitu, Kyuhyun sudah mengerti tabiat Heechul. Ia tidak pernah benar-benar berniat buruk akan ucapan kasarnya. Heechul memang seperti itu. Meski begitu, Kyuhyun tidak pernah melewatkan satu pun pertemuannya dengan Heechul tanpa merasa terpesona dengannya. Heechul hanya mengenakan tshirt polos berwarna putih, celana skinny berwarna biru tua dan sepatu putih. Heechul terlihat lebih rapi dibandingkan pertemuan terakhir mereka. Ada yang berubah dari penampilan baru Heechul.
"Kau menyiapkan dirimu untuk kencan denganku ya?"
Heechul sontak menatap Kyuhyun tidak percaya, pertanyaan macam apa barusan? Heechul memasang ekspresi wajah jijik, tetapi Kyuhyun hanya tertawa.
"Menyiapkan diriku untuk berkencan denganmu? Dalam mimpimu!" sangkal Heechul.
"Kau terlihat berbeda, kau rapi, dan liat kau bahkan mengganti tatanan rambutmu. Terakhir aku melihat rambut panjangmu yang terurai sembarangan, dan sekarang terpotong dengan rapi dan berwarna hitam kelam, apalagi jika bukan untuk bertemu denganku?" Kyuhyun tidak mau berhenti menggoda Heechul.
"Dengar Kyuhyun, pertama aku tidak mempersiapkan apa-apa untuk bertemu denganmu, kedua aku memotong rambutku hanya agar lebih terlihat seperti lelaki. Agar tidak ada lelaki lainnya yang terpesona padaku sepertimu."
Kyuhyun menatap Heechul, memang potongan rambutnya semakin membuatnya terlihat manly, tetapi tetap saja ia dapat melihat sisi dewi dari seorang Heechul. Ia pun tersenyum kecil. Kemudian meraih telapak tangan kanan Heechul dengan tangan kirinya, menyatukan jemari mereka dan membawanya masuk ke dalam saku mantel panjangnya.
"A-apa yang kau lakukan?" bagaimanapun Heechul tdiak siap menerima perubahan sikap Kyuhyun.
"Udara sangat dingin, ini memasuki musim gugur tetapi kau malah mengenakan tshirt setipis itu. kau pikir apalagi yang aku lakukan, selain sedikit menghangatkanmu," jawaban Kyuhyun membuat Heechul tersenyum, tidak menyangka Kyuhyun bisa seperti ini padanya.
"Kau terlihat alami."
Kyuhyun beralih menatap Heechul tak mengerti.
"Alami?"
"Caramu memperlakukanku, pesan-pesanmu, perubahan gaya bicaramu, semua benar-benar terdengar seperti bagaimana kau memperlakukan kekasihmu dengan sebenarnya. Kau sedang berusaha sangat keras melupakan mantan teman sekamarmu, bukan?"
Kyuhyun terdiam, tadinya ia sama sekali tidak berniat untuk melupakan Sungmin dengan memperlakukan Heechul seperti layaknya kekasih sungguhan. Tetapi ada rasa baru di hatinya setiap ia mengingat fakta bahwa Heechul adalah kekasihnya, miliknya, kepunyaannya. Rasa memiliki, itu yang dirasakan Kyuhyun kepada Heechul. Maka ia tetap terdiam, tidak menjawab pertanyaan Heechul.
Dengan tangan yang masih tergenggam di dalam saku mantel panjangnya, Kyuhyun mengajak Heechul menikmati senja di taman, sebelum mereka sepakat untuk datang ke arena Nowon bersama-sama malam ini.
.
.
.
Sungmin terus-terusan menatap jam digital di ponselnya, matanya berkilat gelisah. Seperti ada yang sedang ia pendam, tetapi sikap Sungmin kali ini tentu saja tidak luput dari perhatian Kibum. Sungmin menatap ponselnya, kemudian menggigit bibirnya sendiri, tidak lama ia akan menggigit kuku jemarinya. Kibum memperhatikan itu.
"Apa yang terjadi denganmu sih?"
"Kibum, Heechul Hyung...kenapa dia belum tiba?" Sungmin tidak menjawab Kibum, ia malah bertanya lagi kepada Kibum.
"Kau seperti tidak mengenal Heechul Hyung, dunia balap ini bukan passion-nya. Ia lebih suka duduk diam di kesepian dan berpikir, entah apa yang ia pikirkan."
"Apa ia ingat malam ini kita akan bertanding?"
"Tentu saja, ia melakukan kontak dengan Hangeng setiap hari."
"Tetapi ini sudah malam, Kibum. Dan kelompok black blade itu belum datang? Ini tugas Heechul Hyung untuk memastikan mereka datang bukan?" Sungmin sudah tidak bisa sabar lagi, ini sudah lewat setengah jam dari waktu yang ditentukan.
"Kau tenang saja, mereka pasti datang. Seorang Cho Kyuhyun tidak akan menyerah kepadamu dengan cara seperti ini."
"Kau benar."
Sungmin memang tidak bisa menyalahkan perkataan Kibum. Kibum mengenal Kyuhyun sama dengan bagaimana ia mengenal Kyuhyun. Tentu saja semua berdasar cerita Sungmin, sudut pandang Sungmin mengenal Kyuhyun, seperti itu juga Kibum melihat Kyuhyun.
"Sungmin lihat. Ada satu kelompok yang datang, aku tidak yakin itu black blade karena aku tidak melihat Reventon Kyuhyun disana," Kibum menepuk lengan Sungmin, menyadarkan ia dari lamunannya.
Sungmin mengikuti arah pandangan Kibum, dan memang ada 3 mobil asing yang datang ke arena mereka.
"Apa kita harus menyambut mereka?" tanya Kibum.
"Kau yang menyambut mereka, bukan aku, Kibum. Bagaimana jika mereka ada hubungannya dengan Kyuhyun?"
"Ah kau benar, tunggu aku disini kalau begitu," Kibum keluar dari Veneno milik Sungmin, dan berjalan menuju sisi lain arena yang tidak jauh dari tempatnya tadi.
Ada tiga mobil disana, Mclaren F1, Pagani Zonda dan Aston Martin. Kibum menggelengkan kepalanya, pemandangan di depan matanya itu luar biasa mewah. Ia terus berjalan mendekat, sampai 4 orang keluar dari 3 mobil sport super mewah itu.
Ia tersenyum menyapa mereka, hingga salah satu dengan senyum yang terlihat sangat menyenangkan itu berhadapan dengannya.
"Hallo, perkenalkan saya Park Jungsoo. Maaf kelompok kami datang tanpa diundang," Jungsoo menyalami Kibum.
"Park Jungsoo? Angel's Jewel? Ah sunbae-nim, kehormatan untuk kami dengan kedatangan kelompok besar seperti kalian. Oh iya, perkenalkan saya Kim Kibum, saya teknisi purple phoenix," Kibum membungkuk dalam-dalam, penghormatan dan salam untuk Jungsoo.
"Aku datang karena mendengar kelompok kalian yang berhasil mengalahkan Cho Kyuhyun dari black blade sampai 2 kali. Itu luar biasa, bahkan aku belum pernah mendengar nama kelompok kalian sebelumnya," kata Jungsoo.
"Itu tidak seberapa dengan prestasi kelompok Sunbae-nim, kami masih terlalu baru di arena ini, Kibum merendah, karena ia tahu siapa Park Jungsoo di masa lalu. Meskipun ia tidak lama bergelut dengan dunia balap seperti sekarang.
"Kau berlebihan, dulu mungkin aku berprestasi tetapi sekarang aku baru terbangun dari tidur panjangku, kelompokku masih lumpuh bahkan belum berhasil berdiri sendiri. Dan kau bisakah hanya memanggilku Hyung tanpa Sunbae-nim, kita bisa menjadi teman bukan?"
"Baiklah, Jungsoo Hyung. Dan aku yakin, Angel's Jewel akan segera bangkit, tidak lama lagi."
Jungsoo tersenyum, dan tidak lagi berbicara karena ada satu kelompok lagi yang berjalan mendekati mereka.
Kali ini ada 3 mobil mendekat ke arah mereka. Benz SLR Mclaren, Aston Martin dan Venom GT Spyder. Satu lelaki berpostur tinggi dan memiliki wajah oriental turun dari Aston Martin berwarna hitam pekat. Kibum mengenali lelaki ini hingga ia berjalan mendekat, dan menyapa dengan akrab.
"Zhoumi Hyung, akhirnya kalian keluar dari persembunyian?" sapa Kibum akrab.
Lelaki yang disapa Zhoumi itu tersenyum dengan hangat, menyambut salam dari Kibum dan sedikit mengacak rambutnya.
"Aku tidak sendiri tentu saja," Zhoumi melambai ke arah pengemudi Benz SLR Mclaren, yang kemudian keluar dua orang dari pintu pengemudi dan penumpang.
"Wow...Henry dan Ryeowook juga datang? Aku tidak percaya ini, aku bahkan berpikir kalian sudah berhenti dari dunia balap tetapi kalian datang hari ini," Kibum memeluk Henry dan Ryeowook.
"Sungmin Hyung memintaku langsung untuk datang ke pertandingan hari ini, jadi disinilah kami," lelaki yang terlihat paling mungil, Ryeowook, menjawab Kibum.
"Ah aku bahkan lupa kalian satu sekolah, bersama Henry juga bukan?" Kibum meninju pelan lengan Henry.
"Kalau perlu kau pindah sekolah yang sama dengan kami," saran Henry.
"Tidak, tidak mungkin. Aku hanya akan mengganggu tugas utama Siwon Hyung."
"Bicara tentang kekasihmu, ia juga datang malam ini," celetuk Zhoumi sambil melirik Venom GT Spyder di belakangnya.
Zhoumi tersenyum saat menyadari perubahan sikap Kibum yang mendadak menjadi sedikit gugup.
"Dia disini hanya untuk Sungmin Hyung, bukan untukku. Jangan menatapku berlebihan seperti itu," Kibum pun merasa Zhoumi sedang menggodanya.
"Tidak, jika ia datang untung Sungmin Hyung ia pasti tidak menuju kemari," kali ini Henry pun bergabung dengan Zhoumi menggoda Kibum, sedangkan Ryeowook tertawa dengan kencang.
Kibum hampir memukul lengan Henry untuk kedua kalinya malam ini, ketika pintu pengemudi Venom GT terbuka dan menampakkan pengemudinya dengan penampilan yang elegan luar biasa. Orang awam tidak akan mengira ia masih siswa tingkat atas.
Ia berjalan mendekat ke arah Kibum, diikuti pandangan penuh rasa antisipasi dan menggoda milik Zhoumi, Henry dan Ryeowook. Sedangkan Kibum semakin terlihat gugup dan gelisah di atas dua kakinya. Wajah datarnya terlihat sangat lucu malam ini.
"Kibum-ah, mengapa tidak menghampiriku? Kau menunggu aku yang mendatangimu ya?" dengan cepat lelaki itu merengkuh kepala Kibum dan mendaratkan kecupan ringan di pelipis kiri Kibum.
Kibum sudah bisa menguasai dirinya kembali saat ia merasakan pelukan yang nyaman dan hangat.
"Mereka menghalangiku, Siwon Hyung," keluh Kibum.
"Sial, apa maksudmu sih?" Henry pura-pura akan memukul kepala Kibum atas tuduhannya.
Tetapi tentu saja itu hanya bercanda, dan mereka tertawa dengan akrab setelah itu. Siwon merangkul bahu Kibum ketika ia tertawa dengan lepas. Kemudian Siwon berbisik dengan cepat.
"Aku serius, mengapa kau jarang sekali menghubungiku sekarang?"
Kibum mengamati teman-temannya yang terlihat sibuk dengan candaan mereka.
"Aku pikir kau terlalu sibuk dengan Sungmin Hyung dan sedang tidak suka aku ganggu." Jawab Kibum, juga berbisik.
Siwon tersenyum penuh arti kepada Kibum, sebelum mencium pipinya.
"Kau terdengar seperti sedang cemburu, berada di sekeliling Sungmin adalah pekerjaanku."
"Aku tahu."
"Hey...aku tidak melihat ada kelompok lain disini, Kibum-ah?" celetukan Henry membuyarkan pembicaraan intim antara Siwon dan Kibum.
Dan Kibum merasa betapa bodohnya ia melupakan sunbae yang ia sapa dengan hormat sebelum kelompok Siwon datang.
"Ah Ya Tuhan...Jungsoo Hyung maafkan aku, sungguh maafkan aku," Kibum melepaskan rangkulan Siwon kemudian berbalik dan membungkuk berkali-kali di hadapan Jungsoo.
"Tidak masalah, sungguh jangan sungkan seperti itu," balas Jungsoo dengan senyum lembutnya.
"Oh iya, ini adalah kelompok Moonraker , kelompok kami bersahabat. Dan ini adalah ketuanya, Choi Siwon," Kibum mendorong punggung Siwon selagi ia memperkenalkannya kepada Jungsoo.
"Tentu saja aku pernah mendengar nama Choi Siwon, dia pernah menjadi bagian angel's jewel bertahun-tahun yang lalu," Kibum tersenyum senang dengan fakta bahwa Jungsoo dan Siwon saling mengenal, tidak menyadari raut wajah Siwon yang mendadak menjadi pucat dengan bibir yang bergetar.
"Te-teukie...Hyung," suara Siwon bahkan terdengar tidak stabil.
"Choi Siwon, apa kabar? Aku pikir kau sedang berpacaran dengan adik Kim Heechul sekarang, benar?" Jungsoo menyalami Siwon dan menggenggam telapak tangannya erat.
Sedangkan Kibum terkejut bahwa Jungsoo ternyata juga mengenal Heechul, kakak tirinya.
"Heechul Hyung? Jungsoo Hyung mengenal Heechul Hyung?" tanya Kibum penasaran.
"Tentu saja, kami bertiga berada di satu kelompok yang sama 3 tahun lalu. Tetapi karena satu peristiwa membuat kami terpisah dan tidak saling menegur, meski begitu kami memiliki hubungan yang baik saat kembali bertemu seperti ini," Jungsoo mengelus lengan Kibum, membuat Kibum percaya.
Sedangkan Siwon masih dengan wajah yang pucat dan menyimpan rasa terkejut yang besar di dalamnya. Beruntung Kibum tidak menyadarinya.
"Mungkin kita bisa bertanding suatu hari, aku hanya ingin melihat performamu apakah masih secemerlang dahulu," tawar Jungsoo kepada Siwon.
"Ah itu...tentu saja, dengan senang hati," balas Siwon tidak tahu lagi harus menjawab seperti apa.
"Tetapi tidak melawanku, karena aku mempunyai pembalap baru sekarang. Perkenalkan ini Kim Jongwoon, ini Lee Hyukjae sang mindmaker dari kelompokku, dan ini Shin Donghee teknisiku," Jungsoo memperkenalkan satu persatu anggota kelompoknya kepada Siwon dan Kibum.
"Senang berkenalan dengan anggota kelompok Teukie Hyung, dan ini anggota kelompokku," Siwon sudah bisa menguasai dirinya kini, ia mendorong anggota kelompoknya mendekat.
"Ini adalah Zhoumi dan Henry teknisiku, dan ini adalah Ryeowook. Dan aku menyebutnya public relation di kelompokku Sebenarnya aku juga memiliki 1 mindmaker, tapi dia sangat jarang bergabung dalam event seperti ini," terang Siwon memperkenalkan satu persatu anggota kelompoknya.
"Ah mereka terlihat brilian, kau selalu tahu caranya memilih nggota kelompok yang ahli di bidangnya masing-masing," puji Jungsoo.
Belum sempat Siwon menjawabnya, satu sorot lampu mobil menyorot mereka dari kejauhan. Zenvo ST1 dan Bugatti veyron, Kibum mengenali itu sebagai mobil milik Kangin dan Hangeng. Tetapi Kibum tidak melihat Reventon milik Kyuhyun ada di antara mereka.
"Rupanya black blade sudah tiba," gumam Kibum.
Dan benar, itu adalah Kangin dan Hangeng keluar dari mobilnya masing-masing. Dan ada satu lagi, Kibum mengenalnya sebagai teknisi black blade, Changmin. Kibum berjalan mendekat dan menyalami mereka bertiga.
"Aku tidak melihat Kyuhyun bersama kalian?" tanya Kibum.
"Ia sedang menuju kemari," jawab Hangeng, matanya berputar dan fokus pada gerombolan yang ada di belakang Kibum.
"Siwon? Bukankah ini Choi Siwon dari sekolah kita?" belum sempat Hangeng bertanya, Kangin sudah terlebih dulu terkejut dengan kehadiran Siwon.
"Dan kau...bukankah kalian berdua yang biasa bersama Sungmin di sekolah? Bagaimana bisa?" tanya Kangin lagi menunjuk Ryeowook dan Henry.
"Benar, kami memang memiliki kelompok balap sendiri," jawab Siwon sambil menyalami Kangin yang tengah menunjuk-nunjuk kelompoknya.
"Apakah Sungmin juga disini?" tanya Kangin lagi sambil menoleh, matanya mengitari jika ia juga melihat Sungmin. Tetapi ia tidak menemukannya tentu saja.
"Tidak, dia tidak ada disini," jawab Kibum tegas.
"Dan Vincent, mana pembalapmu itu?" kali ini Hangeng yang bertanya.
Kibum menunjuk satu sudut arena yang tidak terlalu terang oleh lampu arena, ada Veneno terparkir disana.
"Dia ada di dalam sana," jawab Kibum.
"Aishhh...dia tidak mati?" tanya Kangin.
Kibum hanya tersenyum tipis, raut wajah dingin dan datarnya telah kembali.
"Itu bukan urusanmu, dan itu tidak melanggar peraturan. Setidaknya ia tidak terlambat satu jam dari waktu yang ditentukan," sindir Kibum.
"Ia akan segera datang, tenang saja," jawab Hangeng, ia merasa sedang disindir Kibum.
Selanjutnya hanya diam, sesekali Hangeng melirik kelompok Siwon dan kelompok Jungsoo yang ternyata berdiri tidak jauh dari mereka. Kembali ia menatap Siwon, mengingat apa yang diceritakan oleh Changmin tentang masa lalu Kyuhyun yang berkaitan dengan Sungmin dan Siwon. Jika Siwon sekarang hadir disini, maka ini semakin menguatkan dugaan Hangeng tentang jati diri Vincent Lee. Dan ia hampir bisa menebak apa maksud Vincent menantang Kyuhyun beberapa kali ini.
"Kau sadar tidak, sewaktu kita bertanya tentang Sungmin, mengapa Kibum yang menjawabnya?" bisik Kangin.
Kangin adalah orang yang cermat jika mengenai hal-hal yang disukainya. Hangeng tahu Kangin menyukai Sungmin, hanya saja ia tidak tahu bagaimana taraf suka yang dimiliki Kangin. Dan Hangeng membenarkan dalam hati, jika Kibum menjawab pertanyaan tentang Sungmin dengan begitu tegas dan lantang, ini pasti ada hubungannya dengan Vincent.
Setidaknya ia membutuhkan momentum untuk membuktikan bahwa Vincent adalah Sungmin. Hanya agar Kyuhyun tidak terlalu jauh membenci Sungmin, dan akan menyesal untuk kedua kalinya.
Tiba-tiba ia mendengar derum mobil mendekat ke arah ia dan kelompok lain berdiri, itu adalah Reventon Kyuhyun. Hangeng berjalan hendak mendekati pintu pengemudi Reventon Kyuhyun, ketika ada seseorang yang keluar dari kursi penumpang. Dahinya berkerut, bertanya dalam hati siapa kiranya yang dibawa oleh Kyuhyun?
Napasnya seakan berhenti ketika sosok yang duduk di kursi penumpang Reventon menampakkan diri. Itu adalah Heechul, Kim Heechul dari purple phoenix. Kim Heechul yang menarik perhatiannya. Hangeng merasa di sekitarnya mendadak sunyi, sepertinya semua sedang terperangah dengan kehadiran Kim Heechul. Terlebih ketika Kyuhyun merangkul pinggang Kim Heechul, dengan wajah angkuhnya, seperti sedang menunjukkan bahwa Heechul adalah miliknya. Hanya miliknya.
"Kim Heechul? Kyu-Kyuhyun...bagaimana bisa?" pertanyaan Kangin sepertinya adalah pertanyaan dari semua yang berdiri bersama Hangeng sekarang.
Hangeng bahkan bisa menangkap wajah Kibum yang memucat dan Siwon yang biasanya terlihat berwibawa, mendadak seperti orang tertolol yang pernah lihat.
Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Kangin, ia hanya tersenyum dengan satu sudut bibirnya saja, matanya bersinar penuh keangkuhan. Sedangkan Heechul sesekali menunduk dan menatap Kibum meminta pengertian, bergerak gelisah dalam rengkuhan Kyuhyun. Pertama kali dalam hidupnya, Hangeng mengutuk Kyuhyun dalam hati. Telapak tangannya terkepal, bergetar, menahan luapan emosi yang bisa saja bersarang di wajah orang yang ia anggap adiknya itu.
Sesaat ia melirik Veneno yang tadinya berhenti diam di kegelapan, bergerak mendekati mereka. Mobilnya berhenti di tengah-tengah mereka, tepat ketika Kyuhyun mencium pipi Heechul seakan mendeklarasikan lebih jelas bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
"Oh tidak, aku mohon..." desis Hangeng.
.
.
.
Suasana arena sudah mencekam sejak Kyuhyun dan Heechul keluar dari satu mobil, tapi ini semakin mencekam sesaat setelah Kibum keluar dari Veneno milik Vincent Lee. Raut wajahnya sama sekali tak terbaca, tapi sorot matanya menunjukkan ia tengah sedih, terpukul, marah menjadi satu. Ia bahkan tidak menyapa Heechul, mendiamkannya seakan Heechul tidak ada di sekitarnya. Ia tahu, ini adalah pukulan untuk Sungmin. Sangat tahu, bahkan ia bisa merasakan kesakitan yang tengah dirasakan oleh Sungmin yang ada di dalam sana. Tetapi pertandingan tetap harus berjalan.
Kibum menyeka sudut matanya yang ia rasa telah basah, ketika ia berjalan mendekati Kyuhyun. Dengan Heechul yang tetap menempel kepada Kyuhyun. Ia membutuhkan pisau sekarang, atau benda tajam apapun untuk menusuk kakak tirinya yang menempati tempat yang seharusnya ditempati oleh Sungmin. Sisi Kyuhyun. Tetapi ia dipaksa untuk memaklumi, bahwa Heechul tidak tahu apa-apa tentang Vincent atau Sungmin, tentang masa lalu Kyuhyun dan Sungmin, Heechul tetaplah seseorang yang innocent.
"Vincent tidak bisa lagi menunggumu lebih lama..." uacapan Kibum terhenti, ini adalah yang Sungmin katakan beberapa saat lalu. Kibum tahu pasti apa maknanya.
Kyuhyun menatapnya penuh tanya.
"Lebih baik kau cepat bersiap, pertandingan akan segera dilaksanakan," lanjut Kibum.
"Hanya itu pesan ketuamu? Ia tidak ingin berhadapan muka denganku?" tanya Kyuhyun dengan enteng, tidak menyadari situasi sekitarnya.
"Tidak perlu, hanya segera bertanding. Karena ia memiliki hal yang harus segera ia bereskan setelah ini," jawab Kibum.
"Baiklah, kita akan segera bertanding."
Sekali lagi Kyuhyun mencium pipi Heechul sebelum berjalan ke arah mobilnya. Kibum memejamkan matanya, berharap Sungmin di dalam sana juga melakukan hal yang sama dengannya.
Selanjutnya hanya terdengar suara derum mesin mobil sport dari tengah arena, Kyuhyun dan Sungmin telah bersiap di posisinya masing-masing. Kibum yakin, hanya ia dan beberapa orang saja yang paham bagaimana situasi yang terjadi setelah kehadiran Kyuhyun bersama dengan Heechul. Tapi entah mengapa, seluruh arena terlihat suram. Atau mungkin ini perasaan Kibum saja. Kibum tenggelam dalam lamunannya, sampai ia merasakan tepukan halus dibahunya. Siwon memberinya isyarat bahwa ia akan menerima panggilan selulernya. Kibum mengangguk, kemudian Siwon berjalan menjauh dan Kibum tinggal sendirian mengamati Kyuhyun dan Sungmin yang mulai melaju ketika bendera dikibarkan. Adu balap Kyuhyun dan Sungmin sudah dimulai.
.
.
.
Kyuhyun melirik spion dalamnya dengan pikiran yang penuh tanya. Ini sudah hampir setengah lap tetapi Vincent tampaknya tidak berniat serius bertanding dengannya. Sejak garis start ia sudah berhasil mendahului Veneno Vincent, dan sama sekali tidak ada perlawanan apapun. Kyuhyun tentu tidak lupa pada pertandingan pertama mereka, Vincent juga berlaku seperti ini. Mengalah di awal, kemudian dengan mudah mengalahkan Kyuhyun. kyuhyun akan mewaspadai ini.
Tapi hingga melewati setengah lap, Vincent bahkan tidak nampak di belakangnya. Maka Kyuhyun mengurangi kecepatannya. Menunggu Vincent. Karena ini sangat tidak menyenangkan jika harus menang dengan mudah.
Tidak lama ia menangkap suara derum mobiul dan sorot lampu di belakangnya, dan itu pasti Vincent. Tetapi lawannya itu seakan tidak sedang melakukan pertandiungan. Ia menjalankan kecepatan mobilnya dengan sangat rendah. Kyuhyun tidak menambah kecepatannya, hingga Vincent mendahuluinya. Tetapi hanya mendahului begitu saja, mobil mereka berjalan beriringan, Kyuhyun tidak merasakan aura bertanding.
Ia melirik angka digital yang menunjukkan kecepatannya, 95 km/jam. Ini bahkan bukan kecepatan standar untuk bertanding balap.
"Apa-apaan ini?" gerutu Kyuhyun.
Kesal, ia menarik tuas persneling dan menginjak pedal gasnya. Melesat mendahului Veneno Vincent, berharap lawannya itu akan terpancing dan mengejarnya. Tetapi nyatanya Vincent stagnan dengan kecepatannya. Ini sudah tidak menarik lagi. Untuk apa ia meneruskan pertandingan membosankan seperti ini? Ia tidak butuh dikasihani untuk menjadi pemenang.
Kyuhyun sudah melewati lap pertama, masih kurang 4 lap lagi. Biasanya jika ia berhasil mendahului lawannya, ia akan melihat Kangin dan Changmin bersorak. Tapi malam ini hanya sunyi ia dapatkan meskipun di garis lap berkumpul banyak orang. Kyuhyun tidak tahu mengapa tepatnya, mungkin fakta ia membawa Heechul dan mendeklarasikan bahwa mereka adalah sepasang kekasih meskipun sesama lelaki, masih mengejutkan mereka. Tetapi ia tidak ambil pusing, ia hanya akan memberi penjelasan jika Hangeng dan Kangin bertanya kepadanya.
.
.
.
Kyuhyun menurunkan lagi kecepatannya, ini bahkan sudah mencapai 80 km/jam. Tetapi Vincent benar-benar berjalan seperti siput di belakangnya.
"Arrghhh...sialan! kau pikir siapa memperlakukanku seperti ini? Jika aku menang, aku bersumpah akan aku paksa kau keluar dari kursi pengemudi sialanmu itu dan akan menginjak-injak wajahmu di depan orang banyak," desis Kyuhyun kesal sendiri.
Vincent rupanya sudah ada di belakangnya, maka ia sedikit menepi. Sedikit memberi jalan untuk Veneno milik Vincent agar bisa mendahuluinya. Ketika posisi mereka sejajar, Kyuhyun menoleh. Dengan lampu jalan yang tidak begitu terang, dan kaca mobil yang begitu gelap, tentu saja Kyuhyun tidak bisa melihat apapun di balik kaca Veneno itu.
Ia hanya membiarkan Vincent berjalan seperti siput di depannya. Menjaga jarak hingga sekitar 25 meter di belakang Veneno milik Vincent, untuk kemudian ia menginjak pedal gasnya dan mendekati posisi Vincent. Sampai...
DORR
Kyuhyun yakin meskipun mobilnya dibekali peredam yang canggih, tetapi suara ledakan peluru di depannya masih bisa ia dengarkan. Kyuhyun bahkan bersumpah ia melihat cahaya kilat api menepus kaca samping Veneno di depannya. Mendadak Veneno itu oleh, berjalan dengan tidak stabil, hingga menabrak pembatas jalan. Beruntung Vincent tidak menjalankan mobilnya dengan kecepatan standar balap, meski begitu ia menabrak dengan keras. Dan Kyuhyun mampu mendengar suara benturan di depan sana.
Kyuhyun menghentikan Reventonnya. Jantungnya berdetak sangat cepat, belum bisa menyadari apa yang baru saja ia hadapi. Matanya nyalang, tidak berkedip menatap mobil Vincent yang sudah berasap bagian depannya. Vincent...
"Astaga Vincent!" Kyuhyun segera membuka pintu mobilnya. Berlari ke arah mobil Vincent.
Veneno dilengkapi keamanan yang sangat canggih, ini akan sulit membuka pintu mobil jika terkunci dari dalam. Kyuhyun berusaha membuka pintu mobil Vincent dengan panik, mendadak merasa bodoh. Kemudian ia mengingat sistem keamanan yang bisa paralel dengan sesama Lamborghini yang memiliki spesifikasi yang sama meskipun varian yang berbeda.
Kyuhyun berlari kembali ke mobilnya, mengambil ponsel canggihnya kemudian ia menyambungkan dengan usb ke beberapa sistem komputerisasinya yang dimiliki mobilnya. Ia mengutak-atik sebentar, hingga menemukan sistem keamanannya. Dan ia mengaktifkan jaringan keamanan, dengan kejeniusannya Kyuhyun berhasil menyambungkan jaringan keamanan antara Reventonnya dan Veneno di depannya.
"Berhasil," gumam Kyuhyun.
Ia menonaktifkan sistem keamanan pada kedua mobil, kemudian berlari kembali ke Veneno milik Vincent dan berusaha membuka lagi pintu mobilnya. Berhasil lagi. Dan ia menemukan Vincent yang merintih, kepala tertelungkup di roda kemudianya. Kepanikan melanda Kyuhyun ketika ia mencium aroma mesiu peluru yang pekat.
Tshirt abu-abu yang dikenakan Vincent penuh darah di bagian punggungnya, berasap di lengan belakangnya. Peluru menembus lengan atas hingga ke punggungnya.
"Vincent..apa yang terjadi? Vincent, aku akan membawamu ke rumah sakit. Bertahanlah," hanya itu yang ada di kepala Kyuhyun.
"Sakit...Kyuhyun, ini sakit sekali," Kyuhyun mematung ketika mendengar suara Vincent. Suara itu sangat ia kenali, suara yang ia kenang sejak bertahun-tahun lalu.
"Kyu-hyun...sakit."
"Sung...min?"
Mulut Kyuhyun mendadak kering, tenggorokannya susah sekali mengeluarkan suaranya. Itu adalah Sungmin, Vincent adalah Sungmin. Dan kini ia tengah terluka.
"Sakit..."
Rintihan itu membawa Kyuhyun ke alam sadarnya. Dengan hati-hati ia membawa kepala Vincent untuk menyandar pada jok mobilnya. Dan itu benar-benar Sungmin. Dengan dahi yang berdarah, mengalir hingga ke matanya yang terpejam. Wajahnya menahan kesakitan yang teramat sangat. Dan punggung yang penuh darah. Kyuhyun menangis, air matanya luruh menyaksikan kesakitan yang dialami Sungmin. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia bahkan tidak menyadari gerombolan mobil yang sudah mengitarinya.
"Sungmin...Ya Tuhan Sungmin," itu adalah Siwon, menyingkirkan Kyuhyun dari Sungmin dengan cepat.
Kyuhyun yang sudah lemas, dengan mudah terjatuh di atas aspal. Dan hanya bisa mendengar keriuhan di sekitarnya, sudah tidak mempunyai tenaga sedikit pun.
"Kibum, beri aku sesuatu untuk menghentikan pendaharan. Cepat!" riuh suara Siwon memenuhi telinga Kyuhyun, selebihnya ia tidak mendengar apa-apa.
"Kyuhyun sakit..." tetapi telinganya masih bisa menangkap rintihan lemah Sungmin dengan sangat jelas.
Kyuhyun yang tadinya terduduk dengan lemas di atas aspal, dengan wajah yang basah, akhirnya bangkit. Dengan tenaga yang entah datang darimana, ia mencoba menyingkirkan Siwon. Mengambil posisi Siwon, mendorongnya menjauh.
"Sungmin butuh aku...Sungmin hanya butuh aku, sialan! Kau tidak lihat ia kesakitan? Ia butuh aku!" teriak Kyuhyun kalap.
Kyuhyun sangat mengganggu pertolongan pertama yang tengah dilakukan Siwon terhadap Sungmin. Membuat Siwon menatap penuh geram kepada Kyuhyun. Heechul yang sadar akan bahaya yang mengintai Kyuhyun, segera menarik Kyuhyun yang menghalangi Siwon. Siwon bisa saja menghajar Kyuhyun tanpa ampun, jika itu berhubungan dengan Sungminnya.
"Lepas! Sungmin membutuhkanku, sialan!" Kyuhyun terus memberontak dari cengkraman Heechul.
"Kyuhyun jangan bodoh, Sungmin membutuhkan pertolongan!" sergah Heechul.
"Kau bahkan tahu siapa Vincent, tapi kau tidak memberitahuku. Aku mati-matian melupakannya. Aku sudah bilang padanya aku akan menjauh, aku menyuruhnya juga menjauh dariku. Tapi dia membutuhkanku, Heechul!"
Kyuhyun sudah sangat berantakan. Heechul sungguh tidak tahu apa yang terjadi pada Kyuhyun. apa hubungannya dengan Sungmin. Tapi sungguh, Heechul tidak tega melihat Kyuhyun seperti ini.
"Bersabarlah, kendalikan dirimu. Aku akan membawamu kepada Sungmin nanti."
Tenaga Kyuhyun seakan tercabut lagi, ia terjatuh dengan tubuh yang lemas. Hanya memandang kesibukan beberapa orang yang melakukan pertolongan pertama. Hingga ambulans datang mengangkut Sungmin ke rumah sakit. Kyuhyun tidak bergerak dari tempatnya terjatuh.
"Kyuhyun sakit..." Kyuhyun mendengar lagi rintihan Sungmin, dan itu mengiris hatinya. Hatinya nyeri karena itu.
Those sweet words of you
Those words of you that kill me
The words that are bitter to taste, don't say them
I can't hate you
I can't love you either
You're about to say you're going to run away
Don't don't say it
T B C
Sudahlah saya speechless dengan plot yang saya bikin sendiri. Kenapa saya kejam? Huhuhu. Ahh tapi ya masa nggak ngasih a/n? Baiklah jadi ini klimaks, dan chapter ini terpanjang sepanjang sejarah HOMH. Ada berapa poin ya, mari kita review.
Poin pertama, Kyuhyun-Heechul pacaran. Tolong jangan ngatain Heechul ya, itu nyonya saya masalahnya. Sebelnya sama saya aja. Lagian kayak yang Kibum bilang, Heechul innocent kok. Dan saya perlu bikin pairing ini biar penyesalan yang Kyuhyun rasain dalem banget.
Kedua, Siwon ketemu Jungsoo. Tapi...ehh tapi kok aneh? Ada hubungannya sama Heechul lah, inget kan? Nanti lah dibahas kalo kekusutan Kyuhyun Sungmin terurai ya?
Ketiga, Sungmin ketembak? Ini tembak beneran pake pistol, bukan pake mawar. Siapa yang bikin Sungmin ketembak, pada ngira nggak?
Keempat, saya bikin SiBum. Untuk yang tau saya di twitter, tau dong saya ngeship Siwon sama siapa? Tapi yau udahlah karena draftnya ada beberapa official couple jadi ya saya bikinin official couple. Dan ini yang pertama, setelah KyuMin tentu saja. Siapa official couple berikutnya ya?
Dan di chapter ini saya nggak cuma bikin Kyuhyun's side, saya nyerahlah. Jadi saya bikin sudut pandang semua, ada dari Kyuhyun, Heechul, Hangeng, Kibum, dsb. Saya alami aja lah, ngalir, nggak maksain Kyuhyun mulu. Tapi tentu saja, saya nggak bakal ngasih Sungmin side. Dia yang pegang kunci soalnya.
Udah deh gitu aja ya, makasih reviewnya. Dan maaf kalo makin lama saya makin lelet, saya udah susah duduk lama-lama buat ngetik, udah tujuh bulanan. Tapi tetep fic ini bakal saya selesaiin kok. Dan minta maaf yang sebesar-besarnya karena di chapter ini saya nggak bikin balesan review. Tapi saya hafal semua sama kalian semua, terutama yang suka hadir di ff chaptered saya, dan bawel di oneshoot saya. Insyaallah chapter depan saya balesin lagi, semoga waktu saya lebih longgar. I Love You...
THANKS TO
BunnyEvilKim, Gyumina, sitara1083, cloudsKMS, choyoumin, coffeewie137, airi tokieda, imAlfera, Cho Hyun Ah Sparkins 137, Meonbelle713, reaRelf, HayatiLee, babychoi137, Heldamagnae, 12chaaan, RithaGaemGyu137, 137-411, wulandari apple, cintakyumin137, ayyu annisa1, TiffTiffanyLee, chkyumin, nova137, vesperlynd16, SukiYJ57, AngelKM137, Cho MeiHwa, gyumin4ever, qie andriani, TeukHaeKyu, Miyoori 29, melsparkyu, nw kim 37, Park Heeni, Mayu ChoLee, diynazha gint, Phia89,
BabyRiihyun, NurLarasati13, zagiya joyers, GaemGyu137, bunnyblack FLK 136, thiafumings, 5351, maximumelf, bluble, lizuka myori, Liezapetals, evilmagnae5, iciici137, parkhyun, kimmyonginara, chobyunbang, Chiikyumin, 143 is 137, Aida0611, harukazhy, mooiejoy, tsubakiMing (khusus curhatanmu, aku simpen dalam hati ya), hyeri, ChoLee KyuMinnie, endah kyumin137, PRISNA SPARKYU, Adekyumin joyer, Sparkyuminmin, sissy,
Lee 90ar Kim, Zen Lie, nggarr 137, danactebh, myblacksmile137, shippo chan7, Lee MinHyun, Chanz, lee sunri hyun, novanoba, myFridayyy (emang dari twit kamu, makasih ya saya jadi berkaca), arvita kim, Kyuminsimple0713, Kyumin2131, kimteechul, Imtwins, grace grace 9026, MinieLee, Thania Lee, OktaLita Joy, kyuboss, L137A, KyuMinDaughter137, JoyElf Cute,
TERIMA KASIH SEKALI LAGI
DAN
I REALLY LOVE YOU
