HALF OF MY HEART

Kyuhyun and Sungmin

KyuMin

They belong to each other

The Storyline is mine

PLAGIARISM IS NOT ALLOWED

Cast: SUPER JUNIOR

Genre: Drama, Romance, Little Angst

WARNING: BOYS LOVE, IF YOU READ DON'T BASH

TYPOS

xxx


Chapter 8

"Kyuhyun, kau datang?"

Sungmin tersenyum dengan kemunculan Kyuhyun di area belakang sekolah, tempat dimana terakhir kali ia bertemu dengan Kyuhyun. Sungmin memang sengaja menghubungi Kyuhyun untuk datang ke tempat ini. Pembicaraan mereka yang terakhir, Sungmin rasa itu belum tuntas. Ia butuh menyelesaikan segala kesalahpahaman dengan Kyuhyun.

"Aku tidak mempunyai ide mengapa kau meminta kita untuk bertemu, ada apa lagi sekarang?"

Senyum Sungmin menjadi semakin lembut dengan ucapan Kyuhyun yang bernada tidak menyenangkan. Itu tidak masalah, karena meskipun Kyuhyun mengatakan ia enggan bertemu dengannya, toh Kyuhyun tetap datang menemuinya.

"Aku ingin menyelesaikan semua kesalahpahaman di antara kita, Kyuhyun."

"Salah paham?"

Sungmin mengangguk.

"Banyak kesalahpahaman di antara kita, membuat kita saling menjauh satu sama lain. Bahkan menyakiti kita selama bertahun-tahun. Tetapi bagian tersedihnya adalah, kita sakit hati karena kesalahpahaman, sakit hati kita seakan percuma."

Kyuhyun menghela napasnya berat, dari posisinya yang berdiri di depan Sungmin kini ia duduk berhadapan dengan Sungmin.

"Sungmin, tidak ada yang harus diselesaikan di antara kita. Bahkan jika ada kesalahpahaman yang begitu fatal, aku sudah tidak tertarik lagi untuk meluruskannya. Aku sudah tidak membutuhkan itu," ucap Kyuhyun serius, matanya tajam menatap Sungmin berharap Sungmin mengerti apa yang ia maksud.

"Ta-tapi..."

"Sungmin dengar, aku sudah tidak membutuhkan itu karena aku sudah tidak bisa lagi kembali mencintaimu. Aku juga sudah berhenti membencimu, aku menghapusmu dari hidupku. Kau tidak perlu susah payah memperbaiki apapun di antara kita, karena aku tidak mempunyai rasa apa-apa terhadapmu."

"Kyuhyun, jangan..."

"Aku bahkan kini menyesali hari dimana kita pertama bertemu, aku berharap kita tidak pernah mengawali sesuatu bersama. Tetapi itu tidak mungkin, yang bisa kita lakukan sekarang adalah aku menjauh darimu, dan kau menjauh dariku. Kita selesai sejak bertahun-tahun yang lalu, Sungmin. Tidak ada jalan untuk kembali. Menjauhlah."

Kyuhyun berdiri tepat ketika ia menyelesaikan kalimat terakhirnya. Berjalan menjauhi Sungmin, meninggalkan Sungmin yang memandang punggungnya dengan sedih.

"Kyuhyun, jangan pergi. Kita bisa kembali, Kyuhyun. Aku membutuhkanmu," Sungmin bahkan tidak ada tenaga untuk meneriakkan nama Kyuhyun, ia hanya berbisik pada dirinya sendiri.

Tetapi keajaiban itu nyata, Kyuhyun bisa mendengar bisikan Sungmin. Meski begitu ia tidak membalikkan badannya hanya untuk menenangkan Sungmin yang sudah tersedak oleh tangisannya sendiri.

Kyuhyun memulai langkah ini, membebaskan dirinya dari Sungmin.

.

.

.

Kyuhyun terpekur, mengingat pertemuannya dengan Sungmin di sekolah tadi siang. Dengan yakin ia berkata kepada Sungmin bahwa ia akan menjauh, menganggap Sungmin sudah tidak eksis lagi di dalam kehidupannya. Kyuhyun pikir ia bisa melakukan itu, semua hanya tentang waktu. Tetapi ketika ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Sungmin bertahan dengan kesakitannya, bagaimana Sungmin terluka, antara hidup dan mati. Ternyata Kyuhyun tidak sekuat itu.

Ia tidak berhenti berdoa, meskipun Tuhan mungkin tidak menerima doa dari seorang pendosa seperti ia. Setidaknya hanya ini yang bisa ia lakukan ketika menunggu Sungmin sedang ditangani oleh dokter-dokter di spesialisnya masing-masing dalam ruang operasi itu.

Profesional shooter berhasil menembak Sungmin dari jarak jauh, itu bisa dilihat karena luka tajam yang melesat dari area belakang lengan Sungmin hingga ke punggungnya. Ledakan pelurunya tepat meledak di dalam punggung Sungmin. Ia meringis ngeri ketika para lelaki berbadan tegap dan berjas hitam mengatakan analisis luka tembak kepadanya, ketika Siwon membawa mereka untuk memeriksanya. Bagaimanapun ia satu-satunya saksi mata pada kasus penembakan Sungmin.

Meskipun ada kemungkinan Sungmin keracunan oleh bubuk mesiu yang dibawa oleh peluru itu, setidaknya tembakan itu tidak mengenai salah satu organ vital milik Sungmin. Tetapi tetap saja, wajah kesakitan Sungmin menghantuinya. Rintihan kesakitan Sungmin terngiang di telinganya. Ia bahkan tidak mau berspekulasi, Sungmin kesakitan atas luka fisiknya atau batinnya.

"Hei..." Kyuhyun merasakan tepukan lembut di bahunya, dan merasakan kehadiran seseorang yang duduk di sampingnya.

Tetapi Kyuhyun tidak menoleh, bahkan untuk mencari tahu siapa orang itu. ia tetap sibuk dengan mulutnya yang terus merapal doa untuk Sungmin.

"Kau butuh istirahat, Kyuhyun. Aku antarkan kau pulang ya?"

Kali ini Kyuhyun menoleh, kemudian menggeleng.

"Tetapi ini sudah lewat tengah malam, Kyuhyun."

"Heechul dengar, Sungmin di dalam sana sedang mempertaruhkan kehidupannya. Dan kau menyuruhku untuk pulang dan istirahat? Aku tidak akan melakukannya sebelum dokter keluar dan menyatakan Sungmin baik-baik saja."

Heechul, orang yang datang dan duduk di sampingnya, merasa takjub menghadapi Kyuhyun yang emosional seperti ini. Kyuhyun yang ia kenal biasanya adalah seseorang yang tenang dan cenderung tidak mempedulikan sekitarnya. Ia terlalu sibuk dengan dirinya sendiri.

"Siapa sebenarnya Sungmin untukmu?" Heechul tahu pasti bagaimana kepedulian Kyuhyun terhadap Sungmin sekarang.

"Bisakah kita tidak membicarakan ini sekarang? Aku hanya ingin sendiri dan sedang tidak ingin mendengar siapapun berbicara denganku. Ini juga bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal yang seperti ini"

"Dia orangnya bukan? Mantan teman sekamarmu yang membuatmu jatuh kepadanya?" Heechul bukan orang yang mudah menyerah tentu saja.

Kyuhyun menoleh ke arah Heechul, akhirnya. Matanya tajam menatap ke dalam mata Heechul, Heechul pun tak gentar, juga menatap Kyuhyun dengan tajam. Ia sudah tidak bisa mengenal Kyuhyun yang berlaku manis kepadanya beberapa saat lalu sebelum peristiwa ini terjadi.

"Heechul, mari kita berhenti saja?" kata Kyuhyun akhirnya.

"Apa?"

"Kita hentikan saja kesepakatan kita untuk menjadi sepasang kekasih."

"Ke-kenapa? Kyuhyun..."

Kyuhyun meraih pergelangan tangan Heechul, membawa telapaknya ke genggamannya.

"Heechul dengar, aku minta maaf karena aku seperti memanfaatkanmu di situasi seperti ini. Ini semua kebodohanku yang selalu mencoba lari dari kenyataan dan mengingkari naluriku sendiri. Seharusnya tanpa bantuanmu aku bisa mengakui, 'ya aku gay, dan aku mencintai Lee Sungmin', tapi aku terlalu pengecut. Aku pikir sebelum kita terlalu jauh, kita hentikan saja."

Heechul tahu ia belum jatuh kepada Kyuhyun, tetapi mendengar Kyuhyun melepasnya begitu saja karena Sungmin, mau tidak mau menghadirkan perasaan tidak terima di hatinya. Kyuhyun memberikan warna sendiri di hidupnya yang membosankan. Celetukan-celetukan sarkatis Kyuhyun sungguh menjadi hiburan untuknya. Dan Kyuhyun adalah orang yang bisa sangat menghargainya, di saat orang lain meremehkannya hanya karena fisik yang tidak tegas seperti lelaki lainnya.

Heechul membalas genggaman tangan Kyuhyun kepadanya. Membuatnya seakan menguasai Kyuhyun sepenuhnya. Heechul memiliki ego untuk mempertahankan Kyuhyun.

"Bagaimana jika aku tidak mau?"

"Heechul..."

"Heechul hyung..."

Kyuhyun belum menyelesaikan bicaranya ketika Kibum berdiri di depannya dan Heechul. Dengan kedua tangan yang tersimpan di saku celananya, dan wajah angkuh menatapnya seakan ia sampah. Atau ia salah menafsirkan, ia tidak peduli.

"Dan kau, Cho Kyuhyun. Aku pikir kehadiran kalian disini tidak dibutuhkan, terlebih hanya untuk bermesraan seperti ini. Kalian bisa pergi dari sini," ucap Kibum tegas.

"Kibum, aku disini untuk Sungmin," sergah Heechul, ia tidak suka mendengar nada bicara Kibum kepadanya.

"Setelah yang kalian lakukan kepada Sungmin, aku tidak yakin ia akan senang melihat kalian disini."

"Apa yang aku lakukan? Apa kesalahanku?" sementara Kyuhyun hanya diam mendengarkan Kibum, Heechul tetap berusaha menyangkal adik tirinya.

"Kau menjadi kekasih Kyuhyun, datang ke arena berangkulan dengan mesra bersama Kyuhyun. itu kesalahanmu, hyung."

"Tapi aku..."

"Kau, Cho Kyuhyun. Sungmin bertahun-tahun bersembunyi, lari kesana kemari di luar negeri demi keselamatan dirinya. Dan dia kembali, mengambil resiko kembali ke Seoul, hanya untuk bertemu denganmu kau tahu? Dan kau lihat dia sekarang? Terbaring di dalam sana, akhirnya tumbang oleh resiko yang ia ambil sendiri, dan dengan hati yang terluka karena ulahmu. Aku mengutuk hari kelahiranmu Cho Kyuhyun!" Kibum berteriak dengan emosional, hal yang luar biasa untuknya.

"Aku mengutukmu! Dan pergi kau dari sini, jangan perlihatkan wajahmu di depanku!" teriak Kibum lagi.

"Kibum...ini rumah sakit," Heechul berusaha menenangkan Kibum, dan menurunkan telunjuknya yang menuding ke arah Kyuhyun yang menunduk merasa bersalah.

"Kau yang diam!" bentak Kibum kepada Heechul.

"Kibum! Siapa Sungmin untukmu hingga kau seperti ini kepada hyung-mu sendiri?" Heechul sungguh tidak pernah menghadapi adiknya yang kurang ajar seperti ini.

"Sungmin? Kau tanya siapa Sungmin untukku? Dia orang yang menyelamatkanku ketika aku kabur dari rumah karena ayahku menikah dengan ayahmu, dia yang membuatku menerima ayahmu dan kau menjadi hyung-ku. Kau tidak sadar bagaimana aku tiba-tiba pulang dan membawa Sungmin bersamaku setelah sekian tahun aku kabur dari rumah?"

Selama menumpahkan amarahnya, Kibum tidak henti menuding wajah Heechul. Hilang sudah semua hormatnya kepada Heechul. Tumpah semua kekesalan yang ia pendam. Kibum akan membuka mulutnya lagi, bersiap mengeluarkan hujatan-hujatannya kepada Heechul dan Kyuhyun, ketika ia merasakan pinggangnya ditarik seseorang dan membawah wajahnya ke dalam pelukan hangat.

"Kibum sudah, kendalikan emosimu. Daripada menumpahkan emosimu, lebih baik berdoa saja untuk Sungmin," bisik Siwon sambil mendekap kepala Kibum ke dadanya. Tidak ada perlawanan. Ia selalu tahu bagaimana cara menenangkan Kibum.

"Heechul hyung, kita bisa bicarakan ini nanti. Hanya pergi saja dari sini, aku akan memberi kabar kepadamu jika aku sudah mengetahui keadaan Sungmin," Siwon beralih berbicara kepada Heechul.

Heechul hanya mengangguk dengan sedih, sama sekali tidak mengerti kekacauan apa yang ia hadapi. Ia baru saja memutuskan, mungkin melepas Kyuhyun menyelesaikan satu kerumitan yang ia hadapi. Ia berdiri dan hendak pergi dari tempat itu.

"Bawa Kyuhyun bersamamu, hyung. Bukankah kalian datang bersama?" seru Siwon.

Tetapi Heechul menggeleng dan melemparkan senyumnya kepada Siwon.

"Meskipun aku datang bersamanya, dia bukan lagi tanggung jawabku. Kau bebas mengusirnya jika kau mau," kemudian Heechul berjalan menjauh, tidak lagi menoleh ke arah kekacauan yang baru saja ia hindari, sesaat.

Siwon hanya mengedikkan bahunya tidak peduli.

"Dan kau bisa pergi, Cho Kyuhyun," katanya kaku kepada Kyuhyun.

"Tidak, aku tetap disini."

"Terserah, asal jangan mengganggu."

Dengan Kibum yang masih ada di pelukannya, ia berjalan menjauhi Kyuhyun kembali ke tempatnya semula.

"Kibum, jangan lagi mengungkit luka lamamu. Sungmin tidak akan senang," bisik Siwon. Dan ia tersenyum ketika merasakan anggukan di dadanya.

.

.

The day that the tears come flowing down again before it dries up

You hold my hand in the dark, silently standing by me

You're more weary than me, more wooried than me, right?

Because there's you, that's why I'm able to stand again

I'm often very thankfully

.

.

"Bagaimana Sungmin di dalam sana?"

Siwon menggeleng lemah ketika orang di depannya melemparkan pertanyaannya.

"Ini sudah lebih 2 jam dan belum ada kabar apa-apa dari ruang operasi?"

"Aku hanya melihat perawat-perawat keluar masuk ruangan, tetapi tak ada satupun yang membawa kabar dari Sungmin. Apakah ini pertanda buruk?" tanya Siwon dengan penuh harapan.

"Proyektil yang menembus punggung Sungmin bukan proyektil biasa, ia tidak meledak kemudian selongsongnya bisa kita temukan padat seperti biasa. Proyektil itu tidak meledak saat ia melesat, ia meledak saat menabrak sasaran. Artinya itu meledak di punggung Sungmin, material dan mesiu yang di bawahnya juga meledak di tubuh Sungmin. akan membutuhkan waktu untuk membersihkan serpihan material itu dari tubuh Sungmin. Kita juga belum tahu apakah mesiu yang di bawah mengandung racun atau tidak, kemungkinan terburuk selalu ada, Siwon. Entahlah, aku juga tidak bisa memprediksikannya."

Siwon menunduk, tidak berani berharap apa-apa sekarang.

"Jika kita bisa lebih cepat tanggap, mungkin kita bisa mencegah Sungmin turun ke arena dan tidak ada peristiwa ini, Donghae," sesal Siwon lirih.

Donghae, lawan bicara Siwon, menatap Siwon dengan mata penuh penyesalan.

"Ini kesalahanku, aku yang tidak cepat tanggap dengan peristiwa ini. Semua sudah terlambat ketika aku memberitahumu," Donghae juga tidak luput menyalahkan dirinya sendiri.

Siwon hanya terdiam tidak menanggapi. Mulutnya membisu sementara matanya menatap kosong ke depan kaca depan mobil Donghae yang terparkir di basemen rumah sakit. Donghae adalah partner Siwon, tetapi berbeda dengannya, Donghae lebih berperan secara gerilya. Tidak akan ada yang mengira Donghae ada hubungan dengan Sungmin, karena memang dibuat begitu agar musuh tidak mewaspadai pergerakan Donghae di sekitar Sungmin.

.

Drrt...drtt..

Siwon merasakan ponselnya bergetar di saku kemejanya, ia yang merangkul Kibum dan berusaha menenangkannya saat ia tahu Kibum naik emosinya karena melihat kehadiran Kyuhyun dan Heechul. Siwon melepaskan rangkulannya pada Kibum dan meminta ijin untuk mengangkat telepon setelah ia melihat id caller yang terpampang di layar ponselnya. Ini pasti panggilan sangat penting jika Donghae yang menghubunginya.

"Ya, Hae...ini aku," ucap Siwon sesaat ia menggeser tombol hijau di layar ponselnya.

"Keadaan bahaya Siwon, ada professional shooter yang mengincar Sungmin malam ini."

"Apa kau bilang?" Siwon berteriak tak percaya.

"Cegah Sungmin melakukan pertandingan malam ini, aku sedang menuju ke arena," titah Donghae.

Siwon tercengang, nyatanya mobil Sungmin dan Kyuhyun sudah menghilang dari pandangannya. Melesat. Pertandingan sudah dimulai.

"Oh tidak..."

"Siwon, ada apa?"

"Pertandingan sudah dimulai!" pekik Siwon panik, tentu saja ia tidak mau terjadi apa-apa pada Sungmin. Orang yang ia jaga hingga mempertaruhkan nyawanya.

"Kau tenang, ia tentu tidak bodoh dengan bertindak gegabah jika melihat kau berada di sekeliling Sungmin."

"Donghae, ini tentang nyawa Sungmin. Bagaimana aku bisa tenang?"

"Aku akan sampai disana, tidak lama lagi. Aku tebak kau tidak membawa senjata, jadi aku membawa beberapa senjata."

"Baiklah, nyawa Sungmin ada di tangan kita."

Siwon mengakhiri pangilannya setelah Donghae meyakinkan semua akan baik-baik saja."

"Hyung, ada apa? raut wajahmu terlihat tidak menyenangkan?" tanya Kibum yang tiba-tiba sudah berdiri di sisinya.

"Ahh...Kibum. Donghae baru saja menghubungiku."

"Donghae? Apa ada sesuatu yang genting?"

Siwon mengangguk, membuat Kibum menutup mulutnya. Wajahnya tidak luput juga terselimuti kecemasan.

"Apa Sungmin dalam bahaya?"

DORR

Belum sempat Siwon menjawab, mereka mendengar suara tembakan dari dalam arena. Membuat siapapun yang hadir di sana membisu, menebak di dalam hati tentang apa yang terjadi. Tidak menunggu waktu, Siwon menarik lengan Kibum, masuk ke dalam mobilnya dan melintasi arena mencari kemungkinan jika suara tadi adalah musibah untuk Sungmin atau bukan.

.

.

.

"Kyuhyun...Kyuhyun..."

Kyuhyun membuka matanya ketika ia merasakan tubuhnya diguncang oleh seseorang, ia memejamkan matanya sejenak untuk mengumpulkan kesadarannya. Punggungnya terasa pegal karena ia tertidur dengan posisi duduk yang tidak nyaman. Ia membuka matanya lagi dan tersadar ia tengah ada di ruang tunggu di rumah sakit.

"Ahh, Siwon...apa ada sesuatu terjadi?" tanya Kyuhyun setelah menyadari siapa yang membangunkannya.

"Tidak, hanya saja operasi sudah selesai dilakukan. Sungmin sudah dipindah ke ruang pemulihan. Kau bisa pulang karena semua berjalan dengan lancar," terang Siwon.

"Begitu rupanya, syukurlah jika semua berjalan dengan lancar," gumam Kyuhyun.

"Kau tidak akan pulang?"

Siwon menatap Kyuhyun dengan pandangan aneh menurut Kyuhyun.

"Apa aku dilarang untuk berada disini?"

Siwon menggeleng, "Tidak, tentu saja tidak. Hanya saja kau terlihat sedikit...ermmm berantakan."

Kyuhyun tersenyum, "Aku hanya ingin disini sampai Sungmin tersadar dan dokter menyatakan Sungmin sudah terhindar dari resiko buruk apapun dan hanya tinggal menunggu pulih saja."

"Baiklah," Siwon kemudian membuka kaleng kopi instannya, menawarkan kepada Kyuhyun sebelum ia meminumnya tetapi Kyuhyun menggeleng.

Setelah itu sunyi beberapa saat. Tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua. Lorong ruang tunggu juga terlihat sepi, karena ini masih dini hari.

"Sebenarnya apa yang menimpa Sungmin? Siapa yang menembak Sungmin?"

Keheningan sesaat tadi pecah oleh suara Kyuhyun, pertanyaan yang terus bergelayut di benak Kyuhyun akhirnya ia keluarkan. Siwon terlihat berpikir, menimbang apakah ia perlu mengatakan yang sebenarnya kepada Kyuhyun atau tidak.

"Aku sebenarnya tidak yakin untuk menceritakan ini padamu, tapi mengingat keputusan Sungmin untuk kembali ke Korea karena dirimu maka aku akan mengatakan semuanya. Mungkin lebih baik Sungmin yang mengatakan padamu, tapi aku tidak yakin ia akan mau berbicara padamu setelah apa yang terjadi malam ini," Siwon berhenti sejenak, meminum kopinya kemudian meletakkan kaleng kosongnya di kursi kosong sebelahnya.

Sementara Kyuhyun masih dengan sabar menunggu Siwon bercerita.

"Ayah Sungmin adalah seorang agen rahasia pemerintah Korea sejak bertahun-tahun lalu, ia memiliki akses sadap yang canggih tidak hanya pada kelompok-kelompok mafia tetapi juga negara-negara bahkan politikus dan Bank Dunia. Dalam sehari ia bisa menerima 1000 dokumen rahasia sebagai hasil sadapannya. Kehadiran ayah Sungmin membuat beberapa kelompok mafia, kepala negara, politikus hingga Gedung Putih pun merasa insecure. Kau tahu, Korea bisa melumpuhkan Amerika, Tiongkok, hingga Jepang jika ayah Sungmin membocorkan beberapa saja dokumen rahasianya."

Siwon berhenti sejenak, menarik napasnya dalam-dalam. Kyuhyun menyimak, ia pernah mendengar kisah ini dari Sungmin saat mereka tinggal di asrama.

"Itu tidak hanya mengancam keselamatan ayah Sungmin, tetapi juga dengan keluarga termasuk Sungmin sendiri. Pernah sekali di tahun 2010, satu dokumen rahasia dibocorkan oleh salah satu staff ayah Sungmin. Tentang rekaman helikopter Apache milik Amerika yang menembaki truk penduduk sipil di Baghdad, akibatnya fatal saat itu. Badan intelijen Amerika berhasil menemukan persembunyian ibu dan adik Sungmin di Swedia, selama mereka tidak berani membawa perkara ini ke peradilan internasional, maka Amerika berusaha menekan dan mengancam keluarga ayah Sungmin. Sungmin yang di Korea pun tidak luput dari ancaman, ia keracunan saat itu. Jika kau ingat, setelah ia sedikit pulih ayah Sungmin menyuruhku untuk membawanya keluar Korea karena Korea sudah tidak aman untuk Sungmin."

"Jadi saat itu ada yang sengaja mencelakai Sungmin?" Kyuhyun tentu saja mengingat dengan jelas kepanikannya saat mendengar Sungmin dirawat di rumah sakit karena keracunan.

Siwon mengangguk dengan pertanyaan Kyuhyun.

"Tapi saat itu kau berkata Sungmin adalah milikmu, kau bahkan mencium Sungmin seakan sengaja menegaskan bahwa benar Sungmin milikmu?" tanya Kyuhyun tidak percaya.

Siwon tertawa kecil.

"Itu yang membuatmu marah kepada Sungmin dan melepaskannya kan? Asal kau tahu hanya itu yang ada di pikiranku untuk mengusirmu pergi, Sungmin tidak akan bisa melepasmu. Ia akan menolak jika aku mengajaknya meninggalkan Seoul karena ia masih berharap kepadamu. Tapi aku mengatakan kepadanya, bahwa aku sudah memberitahumu tentang keadaan dia tapi kau tetap menolak untuk menjenguknya dan kau bilang padaku kau sudah tidak memikirkannya sama sekali. Aku memanipulasi semuanya di depan Sungmin?"

"Apa? Ta-tapi kenapa? Jadi bertahun-tahun aku membenci Sungmin itu bukan karena kesalahan Sungmin, itu manipulasimu?" Kyuhyun sama sekali tidak terima dengan kelakuan Siwon, tetapi itu sudah bertahun-tahun yang lalu.

"Aku melakukannya dengan alasan, Kyuhyun. Ia tidak punya siapa-siapa di Korea selain aku, aku harus segera membawanya pergi keluar Korea dan menurutku saat itu hanya kau kemungkinan untuk Sungmin tetap tinggal. Tapi toh bertahun-tahun kami hidup di tempat aman dia tetap ingin kembali ke Seoul dan menemukanmu," elak Siwon.

"Kau selama ini berada di sekitar Sungmin, jadi kau bukan kekasihnya?" tanya Kyuhyun memastikan.

"Bukan, tentu saja. Aku pengawal pribadinya, pelindungnya, pengasuh, dan terserah kau menyebutnya apa. Aku hanya memastikan keamanan Sungmin, dan malam ini aku gagal," tutur Siwon sedih, tetapi Kyuhyun terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri.

Mungkin ini yang ingin Sungmin jelaskan siang tadi kepadanya. Mungkin Sungmin sudah hampir putus asa dengan kebencian Kyuhyun terhadapnya dan hampir menjelaskan tentang ini kepadanya, tetapi Kyuhyun sama sekali tidak memberinya kesempatan.

"Jadi aku membenci Sungmin yang tidak memiliki kesalahan apapun? Aku mendorong Sungmin pergi karena egoku sendiri, dan kesalahpaham yang aku bahkan tidak berusaha mencari kebenarannya sedikitpun?" gumam Kyuhyun penuh sesal.

"Seoul juga tetap tidak aman untuk Sungmin saat ini, aku pikir ini tentang perusahaan besar di Korea yang akan melakukan ekspansi ke Kuwait untuk mengambil minyak buminya. Dan organisasi ayah Sungmin sudah memegang dokumen-dokumen kesepakatan itu yang ternyata sifatnya ilegal. Dengan kejadian ini mungkin aku akan membawa Sungmin pergi dari Seoul lagi?" terang Siwon tentang rencananya.

"Apa? Meninggalkan Seoul? Tapi bagaimana denganku?"

"Bagaimana denganmu? Aku pikir kau sudah bersama Heechul, untuk apa aku mempertimbangkan dirimu?"

Sungguh, Siwon kembali menjadi Siwon yang Kyuhyun benci saat ini. Matanya yang menampakkan rasa waspada dan posesif kepada Sungmin, itu yang membuatnya muak.

"Masalah aku dengan Heechul aku pikir sudah menyelesaikannya, ahh dan asal tahu itu bukan urusanmu, Siwon. Aku hanya tidak bisa membuatmu membawa Sungmin pergi sebelum kami menyelesaikan apapun. Setidaknya jika Sungmin pergi, itu adalah karena kemauannya bukan karena manipulasimu lagi."

Siwon tertawa meremehkan dengan gertakan Kyuhyun.

"Kau pikir Sungmin akan bersedia menyelesaikan sesuatu denganmu setelah apa yang kau lakukan? Kau pikir Sungmin mau bertahan beberapa menit menatap wajahmu tanpa merasa terluka? Kau tidak mengenal Sungmin, Kyuhyun," balas Siwon tak kalah mengancam.

"Setidaknya beri aku kesempatan, aku meminta sedikit saja waktu darimu untuk bertemu dengan Sungmin," Kyuhyun sedikit melunakkan suaranya.

"Kita bisa membicarakan ini lagi, yang terpenting sekarang adalah Sungmin bisa benar-benar pulih dan ia sendiri yang akan memutuskan apa yang ingin ia lakukan. Tapi aku memberitahumu, kau sangat melukai Sungmin hari ini. Sungmin tidak pernah melewatkan sehari saja tanpa memikirkanmu, tapi ia hanya mendapat sinar mata penuh kebencian setiap kali berhadapan denganmu," kata Siwon datar, kemudian ia berdiri meraih kaleng kosongnya dan berlalu dari hadapan Kyuhyun.

.

.

.

Kyuhyun menatap Sungmin yang terbaring dengan posisi yang tidak nyaman menurutnya, ia memakai penyangga leher, dan ada penyangga pula untuk punggungnya. Ada luka di dahinya, tetapi meski begitu pipi Sungmin tetap memerah seperti biasanya. Merasa sedang diamati, Sungmin pun salah tingkah. Beberapa kali ia menghela napas, menggigit bibirnya dan pura-pura tidak menatap sisi kiri ranjang pasiennya. Tetapi Kyuhyun bisa menangkap berkali-kali pula Sungmin melirik ke arahnya. Kyuhyun menyentuh punggung tangan Sungmin, ia tersenyum saat Sungmin sedikit berjingkat karena sentuhannya. Tetapi tidak ada perlawanan, membuat Kyuhyun berani menggenggam tangan Sungmin. Mendekapnya dengan erat ke dalam genggamannya sendiri. Meski begitu Sungmin masih enggan menatapnya.

"Sungmin, aku senang melihatmu tersadar pagi ini," kata Kyuhyun masih dengan senyumnya.

"Hmm."

"Kau membuatku khawatir semalaman, kau lihat aku bahkan tidak pulang hanya untuk sekedar berganti pakaian. Pakaian ini sudah kukenakan sejak kemarin siang, kuharap kau tidak terganggu," Kyuhyun berusaha mencairkan suasana canggung di antara mereka.

Kali ini Sungmin menatap Kyuhyun, ia mengamati penampilan Kyuhyun. Meski tidak berganti pakaian dan membersihkan tubuhnya Kyuhyun tetap tampan tentu saja. Tetapi bukan itu yang mengganggu Sungmin. Hari kemarin, membuatnya mengingat kesakitannya saat melihat Kyuhyun menggandeng mesra Heechul. Kyuhyun juga mengenakan pakaian itu kemarin. Maka kemudian Sungmin menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun, membuat Kyuhyun terperangah dengan penolakan Sungmin.

"Aku tidak mengerti mengapa kau menungguiku seharian dan tidak pulang, apa Heechul hyung tidak menyuruhmu pulang?" tanya Sungmin, kembali menghindari mata Kyuhyun.

"Sungmin, aku dan Heechul tidak ada hubungan apa-apa."

"Benarkah? Tetapi kau merangkul Heechul hyung, kau bahkan menciumnya di depan orang banyak. Aku tidak melihat poin dimana kalian tidak mempunyai hubungan apa-apa."

Kyuhyun membisu, membenarkan pernyataan Sungmin. Siapa yang akan percaya ia dan Heechul tidak mempunyai hubungan apa-apa jika kemarin dia berlaku kelewat mesra terhadap Heechul.

"Jika aku tahu kau adalah Vincent, aku tak akan melakukan itu kepada Heechul. Maksudku bermesraan berlebihan."

Terdengar Sungmin tertawa kecil, Kyuhyun yang menunduk beralih menatapnya. Senyum Sungmin terlihat sangat tidak menyenangkan, Kyuhyun merasakan hatinya perih melihat Sungmin seperti ini.

"Mendengarmu berbicara tentang Heechul hyung membuat kesakitanku berlipat. Bisa kau keluar saja dari sini?" tanya Sungmin menatap Kyuhyun dengan dalam, ada pahit di sorot matanya.

"Baiklah, kita tidak membicarakan Heechul."

Sungmin menggeleng samar, dan menatap Kyuhyun tidak percaya.

"Ternyata benar, kau sudah tidak memiliki perasaan apa-apa kepadaku. Pekamu terhadapku sudah hilang tidak berbekas, ini semua hanya tentang kebodohanku yang tidak mau menerima kenyataan. Aku terus berdelusi, kebencianmu kepadamu itu dilandasi cinta. Aku berusaha mengejarmu lagi, mendapatkan hatimu dan membalik benci di hatimu menjadi cinta kembali. Nyatanya memang di hatimu bahkan tidak menyimpan sedikit rasa sedikitpun kepadaku, Kyuhyun," Sungmin terus menatap Kyuhyun yang salah tingkah, dalam hatinya sangat sedih. Tapi ajaibnya ia bahkan tidak bisa menangis sedikitpun.

"Aku pikir ucapanmu kemarin, bahwa kau tidak bisa mencintaiku lagi, dan kau sudah tidak membenciku hanya gertakan untuk mengusirku mundur. Tetapi ternyata itu benar, kau tidak berbohong. Maka aku berhenti, maafkan aku mengganggumu berbulan-bulan belakangan ini, Cho Kyuhyun. Kehadiranku membuat hari-hari nyamanmu menjadi terusik. Maafkan aku, kau bisa pergi sekarang," lanjut Sungmin tegas.

"Sungmin, tidak seperti itu..."

Kyuhyun berusaha meluruskan prasangka Sungmin terhadapnya. Tetapi rupanya Sungmin sudah benar-benar menutup kesempatan untuk Kyuhyun.

"Kyuhyun, ini yang kau inginkan sejak dulu bukan? Sejak tahun terakhir kita di asrama, kau sudah mendorongku pergi. Kau ingin terbebas denganku, bodohnya aku yang terus mengikutimu dan bergantung padamu. Hingga bertahun-tahun aku terus mengejarmu. Dengan keadaanku yang terluka seperti ini, kau tidak perlu merasa kasihan kepadaku. Pergilah, Kyuhyun. Maafkan aku sudah sangat menganggumu."

"Sungmin..."

"Sungmin, kau mempunyai tamu satu lagi, apa kau mau mengijinkannya masuk?" belum sempat Kyuhyun mengatakan sesuatu kepada Sungmin, pintu ruangan Sungmin terbuka dan ada Siwon yang berbicara tanpa mengenali situasi yang terjadi antara Sungmin dan Kyuhyun.

"Tentu saja, lagipula Kyuhyun sudah mau keluar," jawab Sungmin riang.

Kemudian pintu ruangan Sungmin terbuka lebih lebar, dan satu orang masuk dengan senyum lebarnya dan bunga lili di tangannya.

"Kangin hyung..." pekik Kyuhyun dan Sungmin bersamaan.

Jika Sungmin merasa senang dengan kehadiran Kangin, karena artinya bertambah orang yang peduli padanya. Maka Kyuhyun menyimpan rasa terkejut. Bagaimana bisa Kangin mengunjungin Sungmin? Terlebih Sungmin menyambutnya dengan hangat. Ia tidak ingat Kangin mengenal Sungmin sebaik itu.

"Apa aku mengganggu kalian?" tanya Kangin sedikit tidak enak, ia masih berdiri di belakang pintu yang sudah tertutup dari luar.

"Tidak hyung, Kyuhyun sudah mau pergi. Bukankah begitu?" tanya Sungmin kepada Kyuhyun, Kyuhyun mengerti Sungmin tengah mengusirnya lagi.

"Iya benar, aku akan pergi sekarang. Nikmati waktu kalian," maka Kyuhyun bangkit dari duduknya, sedikit menunduk kepada Sungmin kemudian berjalan keluar.

Ia menghadapi Kangin di pintu keluar, dan Kangin hanya tersenyum kepadanya. Tidak merasa canggung, seakan mengunjungi Sungmin adalah hal yang biasa.

"Sungmin, bagaimana keadaanmu? Aku mengkhawatirkanmu..." Kyuhyun sempat mendengar Kangin menyapa Sungmin dengan akrab sebelum ia menutup pintu ruangan Sungmin.

Ada Siwon bersama dengan Kibum yang duduk di depan ruangan Sungmin. Kibum masih menatapnya dengan dingin, sedangkan Siwon mulai berdiri dari duduknya menyambut Kyuhyun.

"Kau sudah mau pergi, atau ingin menunggu Sungmin lagi disini? Dokter sudah mengatakan kondisinya baik-baik saja," ucap Siwon.

"Tidak, aku akan pulang saja."

"Begitu, baiklah hati-hati di jalan kalau begitu. Aku akan mengantarmu hingga ke basement," Siwon menepuk lengan Kibum untuk minta ijin dan Kibum hanya mengangguk kepadanya.

Kyuhyun dan Siwon berjalan beriringan, terdiam tidak ada yang bicara. Kyuhyun masih sibuk memikirkan Sungmin yang sekarang menarik garis pemisah untuk mereka. Sungmin yang mengatakan bahwa ia sudah tidak memiliki perasaan apa-apa kepada Sungmin, membuat Kyuhyun mengevaluasi hatinya sendiri. Ia membutuhkan waktu untuk berpikir dan merasakan hatinya sendiri. Tetapi kehadiran Kangin tadi juga tidak luput dari pikirannya.

"Aku tidak mengerti Kangin hyung seakrab itu dengan Sungmin," kata Kyuhyun, Siwon menekan tombol turun pada pintu lift.

"Ahh itu, sebenarnya aku juga tidak tahu sejauh apa keakraban mereka. Yang aku tahu, sama seperti dirimu, Kangin mengira aku adalah kekasih Sungmin. Tetapi semalam saat ia tahu aku adalah kekasih Kibum, sepertinya membuatnya lebih berani mendekati Sungmin."

"Mendekati Sungmin?" Kyuhyun menatap Siwon tidak percaya.

"Aku pikir kau sudah tahu mengingat Kangin dekat denganmu. Ahh aku lupa, aku dengar beberapa waktu lau kau adalah homophobic. Mungkin itulah yang membuat Kangin tidak mau jujur kepadamu jika sebenarnya ia tertarik kepada Sungmin. Aku juga memegang kendali atas ponsel Sungmin, karena itu aku tahu mereka sering bertukar pesan dan mengobrol akrab," jawab Siwon, kemudian pintu lift terbuka dan Siwon masuk ke dalamnya.

Tetapi Kyuhyun masih terdiam di tempatnya. Terlihat berpikir dalam. Fakta bahwa ternyata diam-diam Kangin dan Sungmin menjalin komunikasi tanpa sepengetahuannya membuatnya terancam. Entahlah, ia merasa tidak terima.

"Kyuhyun, kau akan turun atau tidak?" panggil Siwon menyadarkan lamunan Kyuhyun.

"Ah iya.."

Kyuhyun memutuskan akan memikirkan dan mencari tahu tentang ini. Tetapi saat ini ia sangat membutuhkan istirahat. Tubuhnya letih luar biasa, pikiran dan hatinya pun tidak jauh berbeda. Menghadapi kejutan demi kejutan sejak semalam membuat ia merasa melewati hari yang sangat panjang dan melelahkan. Dalam sehari jalan hidup Kyuhyun seakan sudah berubah.

Tentang Kangin dan Sungmin, Kyuhyun akan memberikan perhatian khusus pada hubungan mereka yang tiba-tiba terjalin sejauh ini. Ia berjanji pada dirinya untuk mencari tahu. Ia mungkin tidak yakin akan bagaimana perasaannya kepada Sungmin setelah kejadian ini, tetapi ia juga tidak akan membiarkan dirinya terbelenggu lagi dalam teka-teki yang membingungkan, untuk kemudian kembali menjadi orang paling bodoh di permainannya sendiri.

Kyuhyun menyesal? Iya dia sangat menyesal setelah apa yang ia ketahui hari ini, tentang Vincent, tentang mengapa Sungmin tiba-tiba menghilang dari kehidupannya, tenang Siwon dan Sungmin, tentang betapa ternyata Sungmin masih mengejarnya tetapi sekarang sudah melepaskannya, dan tentang Kangin dengan Sungmin. Kyuhyun menyesali semua peristiwa iini terjadi karena berakar dari kesalahan dan egonya yang terlalu besar.

Tapi Kyuhyun pikir terlalu dini untuk memutuskan bahwa ia tengah terpuruk sebelum ia membuka semua tabir yang ada tentang ia dan Sungmin. Sebelum Kyuhyun memperjuangkan apa-apa, ia tidak akan membiarkan dirinya jatuh dan meratap patah hati, tenggelam dalam penyesalan. Tidak sekarang.


T B C


Siapa yang kesel sama KyuChul kemarin, terus minta dibalesin dendamnya ke Kyuhyun pake Kangin, hayo siapa? Saya turutin deh kasih Kangmin abis ini *nangis bahagia* sengaja saya siksa gini biar kalian minta KangMin muahahahaha. Tapi yang minta Kyuhyun nyesel sampe sujud-sujud, tidak semudah itu. Kyuhyun itu tangguh ya, segala keputusan dan tindak tanduknya udah dia pikirin mateng-mateng. Mungkin iya dia beberapa kali kepeleset dan bikin salah, tapi karena itu dia nggak mau jatuh lagi sebisa mungkin dia bakal benerin kesalahannya. Daripada liat Kyuhyun sedih sedihan terus nangis nangisan, tidak tidak. Sementara nanti biar Sungmin manja manjaan dulu sama Kangin, selagi Kyuhyun benerin kesalahannya dan nyari jalan keluar semua masalahnya sama Sungmin. Setuju ibu-ibu?

Oia tentang pembocoran rekaman helikopter Apache yang menembaki warga sipil Baghdad itu kisah nyata, dan yang bocorin itu WikiLeaks. Ayah Sungmin saya bikin kayak pendiri WikiLeaks, Julian Assange, tapi nggak sedrama itu sih. Assange nggak dapet ancaman pembunuhan sama Amrik, tapi karakternya udah dibunuh, karena Gedung Putih waktu itu, tahun 2010, menyatakan Assange ini adalah pengangguran yang mengalami guncangan mental terus ditinggalkan anak istrinya. Tetapi kemudian dia ditangkap sama polisi Inggris dengan tuduhan pemerkosaan, ya kalo gila kenapa diadili? Kenapa juga dia nggak ditangkap di Swedia, negara asalnya? Karena ini adalah strategi mafia ala Gedung Putih.

Oh iya mulai sekarang jawaban review saya rapel aja gimana, kebanyakan pernyataan dan reaksinya sama soalnya. Ini demi efisiensi waktu aja, ya meskipun saya nggak bisa sering-sering update tapi kan lumayan kalo updatean maju sehari -dua hari karena jawaban review dirapel hehehe. Tapi kalo keberatan boleh kok, nanti chapter depan saya bales semua meskipun ada 100an review lagi. Tapi ya harap sabar, saya lagi nggak produktif banget. bisa ngetik sebentar sebentar dan dikit dikit gitu. Makasih loh ya semua, betapa saya menghargai review kalian satu persatu. Saya bahkan sering membicarakan review kalian ke teman-teman saya.

Oke jawab review ya;

Q: Siapa yang nembak Sungmin ?

A: Udah dijawab Siwon, peristiwa penempakan ini ada hubungannya sama profesi ayah Sungmin. Ini adalah chapter jawaban semua kesalahpahaman antara Kyuhyun dan Sungmin, meskipun yang jawab bukan dari Sungmin tapi Siwon ya.

Q: Sungmin ketembak apa menembak dirinya sendiri?

A: Udah dijelaskan ya pelurunya nembus kaca mobil Sungmin mengenai punggungnya, jadi yang jelas dia ketembak.

Q: Kenapa Heechul harus jadi pacar Kyuhyun sih? Biasanya kan mereka pasangan ibu-anak?

A: Saya adalah penganut antimainstream hahaha bersama saya kalian akan menemukan hal-hal yang nggak biasa lainnya, dan lama-lama akan terbiasa kok.

Q: Kyuhyun bangke banget sih pake acara nyium-nyium Heechul?

A: Ya namanya cowok, kalo dapet pacar cantik pasti dibangga-banggakan dong, makanya dia sengaja pamerin abis-abisan tuh. Nggak terima berangkat bareng doang, sekalian dirangkul dan dicium aja buat pamer. Ahh tapi sengaja saya bikin gitu biar maksimal sakit hatinya Sungmin hihihihi

Q: FF-nya keren banget si kakak, beda sama yang lainnya?

A: Terimakasih, tapi saya yakin banyak banget yang lebih keren dari saya, saya masih belajar sampe sekarang. Kalo masalah beda sih, emang harus beda kan? Kalo disama-samain nanti jadi plagiat dong hahaha ngeles aja sih

Q: Rintihannya Sungmin yang bilang sakit itu kenapa nyesek banget?

A: Sama saya ngetiknya juga nyesek, sampe unmood seharian gara-gara itu doang

Q: Sungmin bilang sakit tuh karena luka tembak apa karena abis ngeliat Kyuhyun mesra sama Heechul?

A; Wallahu'alam, nanti biar Sungmin sendiri yang cerita ya, tapi yang jelas sih ketembak itu sakit nggak tau kalo hatinya ya

Q: Aku nggak suka bagian KyuChul, jadi aku skip!

A: Ahh kamu adalah pembaca cerdas, saya suka itu, kalo nggak suka bisa diskip. Saya biasanya juga gitu soalnya

Q: Cerita tentang masa lalu TeukWonChul dong

A: Iya nanti pasti saya ceritain, nantiada sidestorynya Kibum juga kenapa dia sampe belain Sungmin banget terus jadi durhaka sama Heechul gitu

Q: Aku pikir Siwon bakal jadi orang ketiga yang ngerecokin KyuMin loh?

A: Enggak, karakter saya adalah selalu jadiin Siwon sebagai jebakan hahahaha saya mah suka cemburu kalo liat Siwon deket deket Sungmin, ya masa saya nyakitin diri sendiri masangin dia sama Sungmin di ff saya juga

Q: Semua udah ngumpul, kok Donghae nggak ada?

A: Dia ini agen rahasia, bodyguardnya Sungmin juga, versi intelnya gitu jadi nggak akan sering-sering keliatan di sekitar Sungmin

Q: Saya sampe googling buat nyari mobilnya loh, authornya menginspirasi diriku

A: Kakak, ini khusus buat Kak Dee. Kakak yang lebih menginspirasi aku buat tetep setia sama SJ, tetep jadi ELF sampe usia Cinta udah mau masuk SD ya? Kakak yang terhebat

Q: Author review saya panjang banget, bakal dibaca nggak ya?

A: Sepanjang apapun, mau bikin ff baru di kotak reviw saya pun pasti saya baca kok. Saya nggak akan menyia-nyiakan perhatian kalian.

Q: Itu Sungmin kenapa balapannya pelan gitu ya?

A: Y a udahlah karena banyak yang nanya Sungmin sidenya nanti chapter depan saya kasih

Q: Siwon kok lebih perhatian ke Sungmin ya daripada ke Kibum?

A: Itu kerjaan Siwon, sayang. Suami saya kalo banyak kerjaan juga lebih mentingin kerjaannya daripada saya (lhaaa curhat)

Q: Aku mau ngobrol-ngobrol sama kakak di twitter boleh kan?

A: BOLEH BANGET! Mau ngobrol kek, nggosip kek, apa deh boleh. Oia saya baca review ada yang nanya sebenarnya ada yang pengen deket sama saya tapi karena dia bukan KMS dan bukan ELF (seingat saya gitu) jadi segan, nggak sayang. Siapapun boleh deket sama saya, siapapun, asal sopan dan menghargai saya. Jangan bikin garis kalo saya author dan kalian readers terus kalian jadi segan sama saya, jangan gitu. Kita ini sama-sama fans, nggak ada superior atau yang inferior. Saya nggak akan kenal kalian kalo kalian nggak ngajakin saya ngobrol. Ngobrol ya semacam ada timbal balik jadi ada pertanyaan yang harus saya jawab, kalo kalian ngajak saya ngobrol pasti saya tanggapin.

Q: Kakak bntar lagi lahiran ya, jadi abis ini hiatus dong?

A: Iya bakal hiatus pasca lahiran, tapi tetep akan nyelesaiin ini kok. Diusahain pas babynya tidur nanti ngetik dikit-dikit.

Q: Kibum dan Siwon kan tau masalah KyuMin, tapi kenapa diem aja nggak bantu cari jalan keluar?

A: Iya sih tau, tapi kan gimana juga mereka orang luar. Kalo Sungmin nggak ngijinin mereka bertindak ya mereka nggak bisa ngapa-ngapain. Tapi akhirnya Siwon kok yang buka semuanya ke Kyuhyun. Saya udah nyuruh Siwon tuh buat cerita hehehe

Q: Kakak aku sudah curhat sedemikian panjangnya, dan kakak percaya ya sama curhatanku?

A: Ini khusus tsubakiming ya, nggak ada alasan saya nggak percaya sama cerita tiap orang kok. Meskipun saya nggak pernah ngalamin, tapi selagi kamu bercerita saya pasti baca dan bilang makasih karena kamu mempercayakan rahasia ke saya

Q: Kakak FFN sekarang susah diaksesnya dong?

A: Coba mention saya ya, saya kasih tau cara lolos dari dampak internet positif yang ngeblokir FFN nanti. Kita lawan Menkominfo yang sotoy itu bersama-sama! (lhaa provokator)

Ya udahlah, sekian terimakasih ya

THANKS TO:

BunnyEvilKim, KyuMin2131, imAlfera, deviyanti137, maymoon581, anieJOYer, Kiyoko Yamada, grace grace 9026, minskyu0101, L137, Iam ELF and JOYer, Cho Adah Joyers, Park Heeni, chkyumin, airi tokieda, tiara pumpkins137, cloudsKMS, qie andriani, Harukahzy, zagiya joyers, ayyu annisa1, Maximumelf, spfly3024, wulandari apple, danactebh, fazar zee1, myblacksmile137, ncisksj, iciici137, el Voldysh, akika akika 96, 12chaaan, ist cho minkyu, 143 is 137, ChoHuiChan, coffeewie1137

IndahKyumin137, TiffTiffanyLee, fitriKyumin, nova137, babychoi137, colywinejoy, JoyELF, Cho MeiHwa, RithaGaemGyu, Gyumina, Voice 13Star, Lee Minhyun (Minhyun, ahh kok aku kangen sama kamu ya, kangen balesin review hehe), Finda Elf 137, L137A, TeukHaeKyu, thiafumings, nw kim 37, Tika137, aameliaRa, KyuMinDaughter137, dewikaa, myFridayyy, Keyla6384, diynazha gint, noo, meyfa, choyoumin, mooiejoy, Lieza petals, paringgafs, gyumin4ever, cywelf, Baby's Kyumin, PRISNA SPARKYU, Kimmyonginara, chobangmin, melsprakyu, kyuminnieee, hyeri, 5351, Zen Liu, sparkyuminmin, lids, sissy

Miyoori29, sary nayolla, myangelickyumin, lee minjung, Thania Lee, Andrea, Gaemgyu, fuji, lily, fariny, Adekyumin joyer, FiungAsmara, Chikyumin, aiueo4, Sitara1083, aiueoooo, NurLarasati13, tsubakiming, ChoLee KyuMinie, ikhaosvz, fonami joy nielle, Choi Lee, arvita kim, Ria, endah kyumin137, allea1186, kimteechul, lee sunri hyun, andhani, JoyElf Cute, Phia89, reaRelf, AyuClouds69, Heldamagnae, Aida0611, bunnyblack FLK 136, Vesperlind16, Karen Kouzuki, rpnapcy, nggarr 137, kyuboss, Hazelsung, 1307, atiqah elfpumpkin, gyuhyunmings, Kyuminsimple0713, GaemGyu137, qyvmins, chonaira, ganisyanardhin09, Park Min Chan, MinieLee, nunzai rhienna, ChoLeeKyuMin, CkyuMin137

Terimakasih dan maaf kalo ada nama yang keselip ya

Oia besok JOYday dong ya? Saya udah nyiapin OS, karena Rate M jadi besok malem saya postingnya. Tunggu ya dan mohon dukungannya.