HALF OF MY HEART

Kyuhyun and Sungmin

KyuMin

They belong to each other

The Storyline is mine

PLAGIARISM IS NOT ALLOWED

Cast: SUPER JUNIOR

Genre: Drama, Romance, Little Angst

WARNING: BOYS LOVE, IF YOU READ DON'T BASH

TYPOS

xxx


Chapter 9

I was made to believe i'd never love somebody else

I made a plan, stay the man who can only love himself

'Til the day you came

Showing me another way and all that my love can bring *

Hangeng melangkah pelan memasuki area taman tengah kota. Ini adalah hari Minggu, dan sepagi ini tentunya taman sedang ramai sekali. Anak-anak kecil bermain, orang lanjut usia sedang berolahraga, atau sepasang kekasih sedang bercengkrama, Hangeng menemukan semua disini. Ia tidak merasa risih meskipun ia sendirian, dan sedang tidak mengenakan pakaian olahraga ataupun pakaian santai. Dengan celana jins dan jaket kulit membungkus tubuhnya, Hangeng seakan tidak tepat berada disini. Tapi ia tidak peduli, hanya ini yang tengah ia cari sebenarnya. Keramaian.

Peristiwa semalam, kejutan-kejutan yang ia hadapi satu persatu memukul telak akalnya. Ia hanya membutuhkan sesuatu untuk mengalihkan pikirannya dari kejadian-kejadian semalam. Tentang peristiwa penembakan Sungmin yang sekaligus membongkar identitas Vincent, terlebih tentang Heechul yang ternyata sudah menjadi kekasih Kyuhyun. Hangeng sedang tidak ingin mengingatnya. Ia terus berjalan, mencoba bergabung dengan keramaian taman. Sampai ia menemukan seseorang yang duduk membelakanginya, dan ia mengenali orang itu.

Meskipun Hangeng memutuskan untuk tidak ingin mengingat orang itu sesaat tadi, tapi Hangeng tetap ingin menghampirinya. Melihat bahunya yang turun, dan aura keangkuhan yang hilang dari dirinya, membuat kaki Hangeng melangkah semakin mendekati orang itu.

"Kau terlihat berantakan, Heechul," ucap Hangeng sesaat setelah ia duduk di bangku yang sama dengan Heechul, orang yang ia kenal itu.

Heechul menoleh, melihat siapa yang menyapanya. Tetapi kemudian ia kembali ke dunianya.

"Aku tebak kau pasti sering bertemu dengan Kyuhyun disini, karena ia juga sering kemari," kata Hangeng lagi.

"Aku sedang tidak ingin mendengar apa-apa tentang kisahku dengan Kyuhyun, Hangeng," putus Heechul sebal.

Ia hampir berdiri dan berlalu dari samping Hangeng, tetapi kemudian Hangeng menarik pergelangan tangan Heechul.

"Baiklah, hanya duduk saja disini. Kita sedang mengalami nasib yang sama," sergah Hangeng berusaha membujuk Heechul.

Heechul menautkan alisnya.

"Apa maksudmu mengalami nasib yang sama?"

"Aku menyukai seseorang dan dia ternyata sama sekali tidak melihatku, malah melihat temanku sendiri. Sama yang terjadi antara dirimu, Kyuhyun dan Sungmin bukan?"

"Tsk!" Heechul berdecih kesal, tetapi ia menuruti Hangeng ketika lelaki itu menarik pergelangan tangannya untuk duduk lagi di tempatnya semula.

Mereka diam beberapa lama, tidak ada pembicaraan apa-apa. Lebih suka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Menatap kesibukan orang-orang di depan mereka. Kadang terdengar helaan napas berat dari masing-masing keduanya. Hangeng tidak ingin mengganggu Heechul, Heechul pun tidak mau repot-repot untuk berbasa-basi dengan Hangeng. Sampai ada 2 anak lelaki di depan mereka, saling tertawa, berbicara dengan nada suara yang lucu, dan sibuk dengan permen kapas mereka. Sepertinya mereka ada di dunia yang sangat menyenangkan, dan pasti berbeda dengan dunia Hangeng dan Heechul. Hingga anak lainnya datang, menengahi pembicaraan mereka, dan merebut perhatian salah satu dari mereka. Dan membuat satu anak yang terabaikan merengut kecewa, kemudian berlalu dari sana.

Heechul tersenyum getir melihat pemandangan di depannya yang seakan menyindirnya.

"Sepertinya aku memang diciptakan untuk menjadi orang ketiga, menjadi pengacau," ucap Heechul tiba-tiba

"Huh?"

"Kau lihat anak lelaki berbaju merah, yang baru datang dan menengahi dua anak laki-laki yang berbagi permen kapas tadi?" tanya Heechul.

Hangeng mengangguk, tetapi tidak mengerti apa maksud Heechul.

"Anak itu seperti aku, selalu datang dan menengahi dua orang yang sudah sedemikian dekat. Tetapi ketika aku datang, maka dua orang itu akan rusak sedangkan aku tidak mendapat apa-apa selain kebencian," makin lama suara Heechul makin mengecil, tetapi Hangeng masih bisa mendengarnya dan ia kini sudah mengerti apa maksud Heechul.

"Tidak seperti itu, aku yakin kau tidak bermaksud merusak apapun dan kau bertindak atas dasar ketidaktahuanmu. Kau hanya belum menemukan seseorang yang tepat, yang membuat jiwamu tentram dan tidak lagi mendatangi orang lain."

"Aku tidak yakin akan menemukan seseorang yang tepat, karena aku sudah putus asa mencarinya."

"Baiklah, biarkan orang lain mencarimu dan kau hanya diam menunggu seperti ini," timpal Hangeng dengan senyumnya yang penuh arti.

"Apakah harus seperti itu? Apakah akan ada yang bisa menemukanku?" tanya Heechul tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

Hangeng mengangguk masih dengan senyumnya.

"Anggap saja seperti aku yang menemukanmu disini pagi ini. Di antara ratusan orang di taman ini, aku tetap bisa menemukanmu bukan?"

Heechul tertawa kecil, dalam hatinya ia membenarkan ucapan Hangeng. jika diingat memang benar, sepertinya ia lebih sering menemukan Kyuhyun disini daripada Kyuhyun yang menemukannya. Baiklah, ia akan berhenti mencari seseorang dan akan menunggu seseorang untuk datang mencarinya. Setidaknya ia tidak perlu melakukan pengorbanan apapun, jika tidak ada yang menemukannya, dan akhirnya ia harus sendiri seumur hidupnya, itu lebih baik daripada ia hidup dengan berharap belas kasih pada orang lain. Untuk pertama kalinya di pagi ini, Heechul tersenyum dengan cerah dan bebannya terangkat seketika saat ia menoleh ke arah Hangeng tepat saat lelaki itu juga tersenyum hangat kepadanya.

.

.

.

"Sungmin, apakah kau ingin orangtuamu datang menjenguk?" tanya Siwon sambil merapikan meja Sungmin sebelum ia menata botol obat dan mengeluarkan isinya masing-masing sebutir dan meletakkannya di cawan untuk dihabiskan oleh Sungmin.

Sungmin menatap Siwon dengan horor.

"Kau serius menanyakan ini atau sedang pura-pura bodoh sih hyung?" tanya Sungmin.

"Aku serius, apa salahnya orangtua menjenguk anaknya yang sedang sakit. Semua orangtua seperti itu bukan?"

"Tapi orangtuaku tidak termasuk bagian yang kau sebut 'semua' itu."

"Oh iya, kau benar. Ya sudahlah, hanya ada aku di sampingmu tidak masalah kan?"

Sungmin terkekeh kemudian mengangguk melihat raut penuh rasa bersalah pada wajah Siwon.

"Lalu apa yang kau lakukan kepada Kyuhyun setelah ini. Kyuhyun sudah mengetahui jati dirimu, kau bahkan tahu sendiri bukan? Ia datang bersama Heechul semalam. Tetapi sepertinya Heechul sudah tidak menjadi masalah di antara kalian," Siwon membuka suara setelah beberapa saat mereka terdiam.

"Heechul hyung?"

Siwon mengangguk.

"Aku melihat sendiri bagaimana Kyuhyun memutuskan hubungannya dengan Heechul, ia juga menungguimu semalaman. Tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya sejak kau masuk ruang operasi hingga dipindah ke ICU dan dipindah lagi ke kamar inap."

"Seperti itukah?"

"Dan kau tahu bagian menyebalkan untukku?"

Sungmin menggeleng kecil.

"Kyuhyun sangat susah diatur."

Sungmin tertawa pelan setelah itu.

"Aku tahu, aku tahu."

Kemudian sunyi beberapa saat, meski begitu Siwon tidak lagi melihat mendung di wajah Sungmin seperti hari kemarin atau bahkan sepanjang hari sejak 3 tahun yang lalu.

"Apa yang membuatmu bahagia sekarang?"

Dahi Sungmin berkerut saat mendengar pertanyaan Siwon, tetapi sesaat ekspresi wajahnya kembali seperti semula. Tiada yang mengenal dirinya sebaik Siwon, jadi Sungmin paham mengapa Siwon melemparkan pertanyaan itu kepadanya.

"Mungkin ini aneh, semalam seakan aku tidak menemukan jalan keluar apapun saat aku melihat Kyuhyun bersama dengan Heechul Hyung. Aku merasa seakan memang tidak ada harapan untukku memperbaiki kesalahan di masa lalu kami, tapi melihat kekhawatirannya yang ia tunjukkan kepadaku membuat harapanku hidup kembali," Sungmin menatap Siwon sungguh-sungguh. Siwon bahkan yakin ia melihat mata Sungmin berkaca-kaca.

"Siwon Hyung, mulai sekarang bagaimanapun kerasnya Kyuhyun akan mendorongku lagi untuk pergi darinya, aku tidak akan melepaskannya. Aku akan menjadi hama yang menyebalkan untuknya mulai sekarang, ah tapi aku akan sedikit bermain dengannya," dengan penuh keyakinan Sungmin mengatakan tekadnya kepada Siwon.

CTAKK

"Hyung..." Sungmin melenguh sebal sambil mengelus dahinya yang terasa nyeri karena Siwon.

"Aku bahkan bisa merasakan firasat buruk untuk Kyuhyun, semua perkataanmu tadi terdengar tidak mengenakkan."

Sungmin hanya terkekeh dengan perkataan Siwon.

"Tapi apapun itu, aku hanya akan mengikutimu selama itu tidak membahayakanmu lagi. Lakukan apapun sesukamu, asal aku harus berjanji kau akan bahagia dengan apapun jalan yang akan kau tempuh untuk mendapatkan Kyuhyun kembali."

Sungmin mengangguk dan memberikan senyum termanisnya untuk Siwon. Sungguh tidak ada yang Sungmin butuhkan selain dukungan dari orang terdekatnya.

"Apa kau sudah memaafkan Kyuhyun?" tanya Siwon lagi.

Sungmin menggeleng dengan tetap menjaga senyum termanisnya.

"Tidak ada yang perlu dimaafkan dari Kyuhyun, Hyung. Ia tidak memiliki kesalahan apapun."

"Tapi kau patah hati, Sungmin. Aku bahkan bisa merasakan aura suram di seluruh arena karena kau yang sedang patah hati melihat Kyuhyun dengan Heechul."

"The best way to heal a broken heart is to give God all the pieces."

Siwon tertawa dengan jawaban Sungmin, tidak menyangka Sungmin akan menjawab sebijak itu. Iya ia tahu bagaimana lembutnya perangai Sungmin, bagaimana baik hatinya Sungmin, tapi Sungmin bukanlah orang setegar itu. Setidaknya sepanjang ia berada di sisi Sungmin.

"Dan apa yang kau peroleh setelah kau menyerahkan semua kepingan hatimu kepada Tuhan?"

"Tuhan akan mengembalikan Kyuhyun kepadaku!" jawab Sungmin penuh keyakinan.

Siwon menggeleng sambil tersenyum takjub, tetapi sekali lagi ia tidak bisa menahan keyakinan Sungmin akan Kyuhyun.

"Kau bukan manusia, Sungmin."

"Terserah."

"Hatimu terlalu baik."

"Terima kasih, Hyung."

.

.

.

"Kangin sudah semakin jauh dari kita," ucap Hangeng dengan senyum pahitnya.

Tetapi Kyuhyun pura-pura tidak mendengarkannya, ia mengencangkan volume audio Bugatti Veyron milik Hangeng. ini terlalu pagi untuk berangkat ke sekolah sebenarnya, tetapi sudah berhari-hari ah tidak mungkin sudah berminggu-minggu Kyuhyun mengalami insomnia. Dan sindrom yang baru ia derita itu membuatnya bosan saat setiap malam hingga pagi ia hanya memandang atap kamarnya, merasa cepat atau lambat ia akan menjadi gila. Membuatnya mengharapkan pagi untuk datang dengan cepat, dan ketika matahari sudah muncul maka ia akan menghubungi Hangeng untuk lekas menjemputnya. Dan membuat mereka berakhir menjadi penghuni pertama di parkiran sekolah mereka.

Meski setiap hari Kyuhyun bertingkah aneh, toh Hangeng tidak bisa mengelak. Karena memang benar seperti pernyataan pertamanya tadi, Kangin sudah semakin jauh dari mereka. Mau tidak mau Hangeng hanya memiliki Kyuhyun sekarang. Selain itu, ia merasa ada yang tidak beres yang telah terjadi kepada Kyuhyun, sehingga membuatnya merasa harus berada di sisi Kyuhyun. Menuruti apapun kemauannya, dan menemani kemanapun ia mau.

Peristiwa mengejutkan yang berakhir dengan penembakan Sungmin sudah berlalu sebulan lalu, tetapi Hangeng yakin Kyuhyun masih menyimpan trauma atau setidaknya luka karena itu. Kyuhyun saat ini bukanlah Kyuhyun yang ia kenal sepanjang hidupnya. Kyuhyun sudah tidak mau lagi menyetir mobilnya sendiri, kesombongan yang dimiliki Kyuhyun seakan telah musnah saat ini. Ia juga tidak banyak bicara dan tertawa seperti dulu.

"Setiap hari kau mengajakku untuk berangkat ke sekolah lebih awal, kemudian hanya duduk diam di dalam mobil seperti ini. Apa hanya untuk menyaksikan Sungmin yang keluar dari Zenvo Kangin setiap pagi pula?" tanya Hangeng tidak sabar, akhirnya.

Tetapi Kyuhyun hanya menatap sekilas ke arah Hangeng dengan datar, untuk kemudian kembali memusatkan perhatiannya kepada Zenvo S1 yang terparkir tidak jauh di depan Bugatti milik Hangeng. Tampak Kangin membantu Sungmin turun dari mobilnya dengan hati-hati, kemudian meraih tas Sungmin dari dalam mobil dan menggandeng Sungmin berjalan pelan di sisinya. Semua terlihat natural, seakan mereka telah lama bersama.

Pikiran Kyuhyun kembali saat pertama ia bertemu Sungmin di sekolah ini, Sungmin yang berpenampilan tidak menarik yang berani terang-terangan memakinya. Meski tidak menarik, Kyuhyun dapat melihat sorot mata berbinar milik Kangin tertuju kepada Sungmin. Dan untuk berhari-hari setelah itu, Kangin tidak melewatkan untuk menyelipkan nama Sungmin setidaknya sekali dalam pembicaraan mereka. Kyuhyun tidak akan mengingkarinya sekarang, tidak juga mempermasalahkan apakah gay adalah normal atau abnormal, tetapi ia mengakui Kangin sudah jatuh cinta kepada Sungmin sejak pertemuan pertama mereka. Sama seperti yang terjadi padanya ketika pertama ia bertemu dengan Sungmin bertahun-tahun yang lampau.

Tetapi bedanya adalah dulu Kyuhyun menyukai sosok Sungmin yang terlihat sempurna dengan penampilannya yang menarik. Tetapi Kangin, begitu mudah jatuh begitu saja kepada Sungmin saat ia berpenampilan aneh dengan british style era 60-an andalannya, sama sekali tidak menarik. Jadi Kyuhyun menyimpulkan, cinta Kangin untuk Sungmin bukan cinta yang biasa-biasa ala remaja saja. Cinta Kangin kepada Sungmin lebih dalam dari itu. Membuat Kyuhyun semakin tidak pantas jika harus bersaing dengan Kangin, untuk bersanding bersama Sungmin. Kyuhyun menunduk sedih atas pikirannya sendiri, memegangi dadanya yang terasa nyeri secara tak kasat.

"Aku ingat terakhir kau berkata padaku akan mencari tahu apa yang terjadi antara Kangin dan Sungmin, kau juga bertekad untuk menyelesaikan masalahmu dengan Sungmin, Kyuhyun. Tapi aku pikir kau sudah jauh tenggelam dalam patah hatimu," cibir Hangeng.

"Karena semakin aku berpikir, semakin aku menemukan betapa banyak kesalahanku. Semakin aku mengingat kesalahanku, semakin aku malu pada diriku sendiri, Hyung. Aku membenci Sungmin tanpa alasan, kebencian yang aku tumpuk bertahun-tahun terasa percuma. Dan jika ia memilih berada di sisi Kangin hyung sepertinya memang itu yang terbaik, dan aku tidak akan melakukan apa-apa lagi kini."

Hangeng menatap Kyuhyun dengan penuh prihatin.

"Kau terlihat menyedihkan, Kyuhyun."

"Aku tidak tahu bagaimana menjadi lebih baik dari ini."

"Kau bukan lagi Kyuhyun yang aku kenal, yang tumbuh bersamaku dengan segala arogansinya."

"Aku bahkan tidak dapat mengenali yang mana diriku sebenarnya, Hyung."

"Sungmin terluka karenamu, maka hanya kau yang bisa menyembuhkannya. Bukalah matamu dan bawa Sungmin kembali."

Kyuhyun membisu, tidak dapat membalas apa-apa lagi. Sebenarnya hal itu sempat terlintas di pikirannya, tetapi rintihan penuh kesakitan milik Sungmin terus menghantuinya. Membuatnya menyadari bahwa luka yang diderita Sungmin begitu dalam hingga ia tidak sanggup untuk menyembuhkannya, dan kehadirannya hanya akan menjadi racun untuk luka Sungmin.

Brakk

Hangeng hanya tertegun saat Kyuhyun sudah membanting pintu Bugattinya dan berlalu meninggalkannya. Berada di posisi ini sungguh tidak menyenangkan. Tidak, keadaan ini tidak merujuk apakah ia akan berpihak kepada Kyuhyun atau Kangin. Ia sungguh tidak memikirkan hal itu, ia hanya memikirkan Kyuhyun. Keadaan Kyuhyun bahkan lebih buruk dari 3 tahun lalu.

Drrt Drrt

Hangeng melirik ke arah ponselnya yang bergetar, dan segera mengangkatnya ketika ia membaca nama pemanggilnya.

"Heechul-ah..."

[Hei aku lebih tua darimu jika kau lupa..]

Hangeng tertawa kecil karenanya. Sejak pertemuannya dengan Heechul di taman pada hari Minggu sebulan yang lalu, tidak pernah sehari pun mereka lewatkan tanpa saling bertukar kabar dan berbicara akrab.

"Baiklah, Heechul Hyung."

[Ahh itu tidak pantas untukmu, wajahmu tua]

"Huh?"

[Jadi apakah hari ini kau membutuhkan aku untuk menjemputmu?]

"Pertanyaan macam itu? Harusnya kau bertanya 'apakah aku bisa menjemputmu hari ini?' karena jujur saja kau yang sedang ingin bertemu denganku bukan?"

[Terserah]

"Baiklah, kau bisa menjemputku dan aku akan memasakkan makan malam untukmu jika kau mau lebih lama bersamaku hari ini."

[Benarkah?]

"Tentu saja, aku janji."

[Baiklah, aku pegang janjimu. Dan karena aku sibuk, aku akan menutup teleponnya]

"Fine, nikmati kesibukanmu sampai kau bertemu denganku."

Hangeng tertawa setelah mendengar Heechul sudah menutup teleponnya tanpa repot menunggu Hangeng menyelesaikan salam perpisahannya. Ia tidak pernah mengambil hati tentang ulah Heechul yang tidak menyenangkan seperti ini, tetapi ia bisa merasakan pasti ia telah menjadi orang terpenting dalam hidup Heechul saat ini. Setidaknya Heechul tidak tenggelam dalam penyesalan dan semua itu karena Hangeng. Dan untuk sesaat, Heechul dapat membuatnya melupakan Kyuhyun. Kyuhyun? Shit!

.

.

.

Seberapapun Kyuhyun membuatnya repot sendiri, Hangeng tetap merasa lega Kyuhyun tidak melakukan hal-hal yang mengkhawatirkan. Kyuhyun mungkin banyak berubah, ia menjadi pendiam, banyak melamun, tidak bisa diajak mengobrol, tetapi ia bersyukur Kyuhyun masih dapat ia kendalikan. Beberapa kali ia kehilangan Kyuhyun dari pandangannya, tetapi ia akan dengan mudah menemukan Kyuhyun di kelas atau di kantin sekolah, seperti saat ini. Dilahirkan sebagai anak tunggal dengan orangtua yang terlalu sibuk, tentu saja Hangeng menganggap Kyuhyun lebih dari teman. Hangeng menganggap Kyuhyun seperti adik kandungnya, dan dengan sendirinya ia menganggap apapun yang terjadi pada Kyuhyun adalah juga tanggung jawabnya.

Kyuhyun tampak baik-baik saja dari luar, ia seperti sedang sibuk dengan booklet otomotif bulanannya. Tapi ia tahu pasti Kyuhyun tidak benar-benar memperhatikan bookletnya, Hangeng tahu pikiran Kyuhyun tidak jauh-jauh dari Sungmin meskipun ia tidak tahu apa tepatnya. Meski begitu ia tidak memaksakan diri untuk mencari tahunya, dan membiarkan Kyuhyun tenggelam dengan dirinya sendiri sementara ia hanya mengawasi Kyuhyun. Selayaknya sudah terbiasa dengan kehadiran masing-masing, Kyuhyun tidak merasa terganggu dengan Hangeng yang mengawasinya dalam diam di depannya, sementara Hangeng juga sama sekali tidak memusingkan saat Kyuhyun tidak mempedulikan kehadirannya.

"Hai Bro..."

Perhatian Hangeng kepada Kyuhyun terusik ketika ia mendengar seseorang memanggil mereka, ia yakin karena ini bahkan belum jam istirahat. Kantin dalam keadaan sepi, tidak ada siswa lain selain ia dan Kyuhyun. Ia menoleh ke arah pintu masuk, dan ia membulatkan matanya ketika melihat siapa yang sedang berjalan menghampiri mereka.

Kangin.

Kangin datang duduk di meja yang biasa menjadi tempat mereka bertiga berkumpul. Kangin dengan senyum lebar dan raut wajah yang ceria, seakan tidak terjadi apa-apa. Dan seakan mereka biasa berkumpul, tidak ada jarak apapun seperti sebulan belakangan.

"Aku tidak melihatmu di kelas, jadi aku tahu pasti kau sedang disini," ujar Kangin sambil menyesap softdrink milik Hangeng, kebiasaannya.

"Aku tidak ingat kau masih memperhatikan kehadiranku di kelas."

Kangin tertawa kecil dengan jawaban sarkatis dari Hangeng.

"Hey apa aku salah mencari keberadaan sahabatku sendiri?"

Hangeng menggeleng pelan sementara Kyuhyun masih sibuk dengan bookletnya seakan tidak mengambil pusing dengan kehadiran Kangin.

"Apakah Siwon sudah berhenti menjadi bodyguard Sungmin?" Kyuhyun menekankan kata bodyguard pada pertanyaan yang tiba-tiba ia luncurkan.

Seakan tanpa tendensi apa-apa Kyuhyun meletakkan bookletnya di atas meja, kemudian menatap Kangin dengan santai. Tetapi Hangeng bersumpah ia bisa melihat mata Kyuhyun berkilat tajam, ia juga yakin Kangin menyadari itu. Tetapi Kangin hanya melemparkan pandangan tidak mengerti atas pertanyaan Kyuhyun.

"Sejak terakhir kita bertemu di kamar inap Sungmin, sejak itu aku melihatmu selalu menempeli Sungmin seperti yang biasa dilakukan Siwon," lanjut Kyuhyun.

"Ohh itu, pertama aku bukan pengawal pribadi Sungmin. Kedua, aku tidak menempeli Sungmin seperti yang kau pikir. Sungmin membutuhkanku, itulah yang ia katakan kepadaku agar aku selalu di sisinya."

Dahi Kyuhyun berkerut, tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya dengan jawaban Kangin. Tidak berbeda dengan Hangeng.

"Sejauh apa hubunganmu dengan Sungmin?"kali ini Hangeng yang bertanya.

"Wow kenapa kalian seperti sedang menyelidikiku?" tanya Kangin takjub.

Hangeng hendak mengejarnya dengan beberapa pertanyaan lagi, tetapi Kyuhyun menahannya dengan menyentuh lengannya.

"Tidak, kami tidak akan melakukan itu. Baiklah lakukan apapun yang perlu kau lakukan, hyung," putus Kyuhyun yang tidak dimengerti oleh Hangeng.

"Baiklah, aku harus kembali ke kelas kalau begitu. Aku hanya ingin menyapa kalian," Kangin bangkit dari duduknya, kemudian menghabiskan softdrink Hangeng sebelum melangkah keluar kantin.

Hangeng menatap Kyuhyun dengan mata yang sarat akan protes, tetapi Kyuhyun pura-pura tidak melihatnya. Hangeng hanya ingin menegaskan bagaimana posisi mereka bertiga sekarang, bagaimana hubungan Kangin dan Sungmin, dan apa maksud Sungmin yang sedang membutuhkan Kangin.

"Oh ya Kyuhyun-ah," seperti teringat sesuatu, Kangin berbalik sebelum ia mencapai pintu keluar kantin.

"Kau ingat saat kau mendapatkan Lamborghini Reventon limited edition milikmu setahun lalu, aku juga ingin memilikinya tetapi saat aku tahu kau menginginkannya maka aku mengalah dan memilih Zenvo untukku sendiri. Begitupun saat ini, pada akhirnya aku akan menyerahkan apapun yang kau inginkan, seberapapun aku juga menginginkannya" Kangin tersenyum lebar sampai ia benar-benar keluar dari kantin.

Kyuhyun tertegun dengan kalimat terakhir dari Kangin.

'Menyerahkan apapun yang kau inginkan, seberapapun aku juga menginginkannya.'

Ia yakin Kangin tidak bodoh, Kangin tahu pasti apa yang ia katakan dan Kyuhyun menangkapnya dengan mudah. Jika Sungmin yang membutuhkan Kangin untuk berada di sisinya, mengapa Kangin harus menyerahkan Sungmin kepada Kyuhyun?

"Hyung kita kembali ke kelas sekarang," ajak Kyuhyun sambil menyeret lengan Hangeng dan hanya diikuti Hangeng dengan pikiran yang masih belum memahami situasi apa yang sedang ia hadapi.

.

.

.

"Kyuhyun, apa kau bisa mengendarai mobilku?" tanya Hangeng ketika mereka berjalan.

"Tidak hyung, kau yang menyetir untukku," Kyuhyun menggeleng.

"Maksudku kau mengendarai mobilku sendirian, karena sepertinya aku tidak pulang denganmu."

"Hah?"

Kyuhyun menoleh ke arah Hangeng, menatapnya tdak mengerti.

"Karena akan ada yang menjemputku."

"Menjemputmu?"

Kyuhyun semakin tidak mengerti, siapa yang menjemput Hangeng?

"Kau akan tahu sebentar lagi," dengan semangat Hangeng berjalan cepat mendahului Kyuhyun, seakan tidak sabar menuju gedung parkir sekolah. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa mengikuti dengan penasaran.

"Heechul-ah.."

"Brengsek, kau sudah berani membuatku menunggumu huh?"

Kyuhyun tertegun, diam di langkahnya ketika melihat siapa orang yang menjemput Hangeng. Meskipun ia tidak memiliki ekspektasi tentang seseorang yang akan menjemput Hangeng, tapi sama sekali tidak terlintas di pikirannya bahwa orang itu adalah Heechul. Karena seingatnya hubungan mereka bersifat profesional, sama-sama juru bicara kelomok komunitas mereka. Tetapi apa ini?

"Heechul?" gumam Kyuhyun samar.

Heechul menepuk bahu Hangeng dengan hangat meski mulutnya menyapa dengan pedas sesaat tadi. Kemudian ia menatap ke belakang punggung Hangeng.

"Hai Kyuhyun? Apa kabar?" sapanya kepada Kyuhyun yang mulai berjalan mendekat ke arah Hangeng dan Heechul.

Ekspresi wajah Kyuhyun datar dengan kedua tangan yang ia masukkan ke saku celananya, meskipun kepalanya dipenuhi pertanyaan tentang bagaimana hubungan Hangeng dan Heechul. Untuk apa Heechul ke sekolahnya, dan sebagainya.

"Hai, aku baik. Dan kau terlihat lebih baik dibanding saat terakhir kita bertemu," timpal Kyuhyun.

"Ya, aku memang sudah jauh lebih baik," Heechul mengerling lucu kepada Hangeng.

Dan Kyuhyun dapat menangkap ada yang istimewa di antara mereka berdua. Kyuhyun mungkin baru sebentar dekat dengan Heechul, tetapi ia sudah cukup memahami bahwa Heechul tidak mudah dekat dengan orang baru. Karena dibalik kepribadiannya yang seenaknya sendiri itu Heechul menyimpan lubang hitam dalam kehidupannya.

"Dan aku tidak yakin kau sedang baik-baik saja," lanjut Heechul kepada Kyuhyun, tetapi Kyuhyun hanya tersenyum. Seperti Kyuhyun, Heechul pun mengenal dirinya dengan baik.

Heechul tidak merasa sebaik ini sebelumnya, sejak peristiwa sebulan lalu ia pikir ia tidak akan bisa lagi melihat Kyuhyun. Bukan masalah patah hati, tetapi melihat Kyuhyun mungkin akan mengingatkannya kepada Sungmin dan itu membuat perasaan bersalahnya akan kembali muncul. Tetapi kehadiran Hangeng tidak hanya mengubah suasana hatinya tetapi juga mengubah pola pikirnya.

Ia tidak membual saat mengatakan Kyuhyun tidak terlihat baik, dengan wajah yang kuyu, mata yang kosong, potongan rambut yang tidak teratur, Kyuhyun benar-benar memprihatinkan untuknya. Kemudian Heechul melempar pandangannya jauh ke belakang Kyuhyun, dan satu sisi bibirnya terangkat. Heechul tersenyum dengan misterius.

TRAKK

Hangeng melemparkan kunci mobilnya kepada Kyuhyun.

"Kau yang membawa mobilku ya, aku akan..."

"Ah Kyuhyun!" Hangeng belum menyelesaikan kalimatnya ketika Heechul memanggil nama Kyuhyun, terdengar seperti berteriak sebenarnya.

"Biar Hangeng yang membawa mobilku dan aku pulang denganmu," Heechul berbicara dengan kencang, membuat Hangeng menatapnya heran.

"Kau serius?" tanya Kyuhyun tidak mengerti, ia tidak memusingkan apa-apa sebenarnya.

"Tentu saja, kau masuk ke mobil terlebih dahulu," ucap Heechul, dan Hangeng tetap ternganga dengan tingkah Heechul. Ia pikir Heechul sudah tidak memiliki perasaan apa-apa kepada Kyuhyun.

Tetapi Heechul hanya menyenggol bahunya meminta pengertian, bibirnya tersenyum lebar ketika ia melihat targetnya menghentikan segala aktivitasnya disana dan menoleh ke arah mereka bertiga. Ah tepatnya ke arah Kyuhyun yang berjalan ke arah pintu kemudi Bugatti milik Hangeng dan hilang di baliknya. Dengan langkah penuh dramatis, Heechul berjalan ke arah pintu penumpang Bugatti.

Senyumnya semakin lebar ketika sudut matanya menangkap sang target yang melesat ke arah Bugatti yang ditumpangi Kyuhyun, tetapi Heechul pura-pura tidak mengetahuinya. Hangeng pun juga tidak memperhatikan sekitarnya selain memandang Heechul dengan sedih. Hingga tiba-tiba...

"Oouchh...!"

Pekik Heechul terdengar tepat saat ia membuka pintu penumpang Bugatti, semua berjalan begitu cepat ketika seseorang mendorongnya menjauh dari pintu Bugatti dan membuatnya terjatuh di sisi Bugatti milik Hangeng.

BRAKK

Dan pintu penumpang Bugatti sudah tertutup begitu saja. Hangeng semakin ternganga tidak mengerti dengan peristiwa yang baru saja terjadi. Sedangkan tawa Heechul semakin lebar hingga ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

Hangeng bergegas menolong Heechul yang masih ada di posisi jatuhnya.

"Hei kau baik-baik saja?" tanya Hangeng.

Tetapi Heechul tidak menjawab, ia masih tertawa dengan cantiknya.

"Kau sengaja ya?" tidak percaya dengan prasangkanya sendiri, Hangeng memberondong Heechul lagi dengan pertanyaannya.

Heechul memaksakan diri untuk berhenti tertawa.

"Kyuhyun akan berterimakasih padaku setelah ini," bisik Heechul sambil bersandar kepada Hangeng, karena jujur saja pantat Heechul terasa nyeri sekali saat Sungmin mendorongnya hingga terjatuh dengan kencang.

Targetnya adalah Sungmin. Sungmin yang sesaat tadi berjalan bersama Kangin menghampiri Zenvo yang terparkir di depan Bugatti milik Hangeng. Dan seperti prasangka Hangeng, Heechul memang melakukan itu dengan sengaja.

Meski ia tidak pernah lagi bertemu dengan Kyuhyun maupun Sungmin, ia cukup banyak tahu tentang perkembangan mereka terutama Sungmin. Siwon dan Kibum tidak pernah absen menceritakan tentang Sungmin kepadanya. Tentang bagaimana rasa cemburu Sungmin yang masih besar kepada Heechul, Heechul merasa bersalah akan ini dan ia berniat akan meminta maaf karena itu. Tetapi baru saja sesaat tadi ia memanfaatkan rasa cemburu Sungmin kepadanya, untuk menjebak Sungmin bersama Kyuhyun. Ah ia juga sudah tahu tentang Sungmin dan Kangin, dan ia berniat akan merusak rencana Sungmin yang menggunakan Kangin untuk mempermainkan perasaan Kyuhyun.

"Heechul..kau benar-benar. Ckk!" keluh Hangeng yang dapat membaca pikiran licik Heechul hanya dari senyumnya.

Tetapi Heechul hanya menjulurkan lidahnya, siapa sangka jika Heechul lebih tua dari Hangeng saat melihat kelakuannya seperti ini?

.

.

.

"Sungmin? Apa kau...? Apa?" Kyuhyun begitu kesulitan menata ucapannya saat menyadari siapa yang duduk di sisinya.

Ia pikir tadi Heechul yang berkata akan pulang dengannya, kenapa tiba-tiba ada Sungmin memasuki mobilnya dan duduk di sampingnya?

"Apa? Ini tempat Heechul hyung, jadi aku tidak boleh menempatinya?" tanya Sungmin angkuh, membuat Kyuhyun semakin tidak bisa mengendalikan akalnya. Hei itu sama sekali bukan Sungmin yang ia kenal.

"Tidak, itu tempatku."

"Uh-huh, jadi kau akan menjalankan mobilnya atau diam disini?"

"Kau...umm maksudku kau tidak pulang bersama Kangin hyung?" tanya Kyuhyun memastikan, sungguh ia tidak mau jika Sungmin ternyata hanya salah masuk mobil.

"Ohh kau keberatan aku disini rupanya, dan kau ingin aku menyerahkan tempat ini kepada Heechul hyung? Baiklah."

Sungmin sudah bersiap-siap membuka lagi pintu mobil ketika ia mendengar mesin mobil sudah mulai dihidupkan.

"Baiklah, kau ikut denganku," ucap Kyuhyun kali ini penuh ketegasan. Ia menekan kunci otomatis pintu mobil sehingga Sungmin benar-benar terjebak dengannya.

Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun, terpaku oleh wajah serius Kyuhyun yang sedang menyetir dan membunyikan klakson beberapa kali untuk menyapa Hangeng dan Heechul di luar sana. Dan dia tiba-tiba teringat Kangin yang ia tinggalkan begitu saja ketika ia terpancing emosi saat melihat Kyuhyun bersama lagi dengan Heechul.

Ah sial!

Melihat senyum licik Heechul dari dalam mobil, ia baru saja menyadari jika ia sudah masuk ke dalam perangkap Heechul. Heechul tidak benar-benar mengajak Kyuhyun pulang bersama, semua hanya untuk memancing cemburunya hingga lepas kendali seperti sekarang. Sungmin memijit pelipisnya, merutuki dirinya sendiri.

"Kau baik-baik saja?" tanya Kyuhyun sambil melirik Sungmin, kemudian fokus kepada kemudinya lagi.

"Umm ya...aku baik-baik saja."

"Kau tidak menyesal masuk mobil bersamaku bukan?"

Sungmin terdiam, tidak menjawab.

"Kalau kau menyesal, aku bisa mengantarmu kembali kepada Kangin hyung."

Sungmin menatap Kyuhyun, wajahnya benar-benar datar dan dia tidak bisa membaca apa-apa. Mendadak Sungmin merasa sedih, ternyata Kyuhyun benar-benar tidak merasa apapun saat ia begitu dekat dengan Kangin, menempeli Kangin kemana pun dan bahkan menjauhkan Kangin dari Kyuhyun. Pikirannya tentang Kyuhyun yang mengkhawatirkannya karena Kyuhyun masih menyayanginya dulu ternyata salah, nyatanya memang keadaannya begitu mengkhawatirkan saat itu. Tidak lebih dari itu.

"Hei apakah kau benar-benar menyesal pergi denganku?" tanya Kyuhyun lagi membuyarkan prasangka Sungmin.

"Jika aku bilang aku sengaja mengikutimu, apakah sekarang kau yang menyesal karena menuruti mauku?" Sungmin balik bertanya.

"Tidak, jika memang kau ingin ikut denganku maka aku akan membawamu kemana kau ingin."

Hati yang membiru sesaat tadi mendadak berbunga-bunga sekarang.

"Ada apa denganmu, kau banyak berubah? Kau yang dulu bahkan tidak akan mengijinkanku berada di sekitarmu dalam radius 5 meter?"

Kyuhyun tertawa kecil karena pertanyaan konyol Sungmin.

"Dan ada apa denganmu, kau banyak sekali berubah? Kau yang kukenal adalah Sungmin yang tenang, tidak mudah terprovokasi apapun seperti hari ini?"

"Ahh benarkah?" mendadak Sungmin merasa wajahnya memanas, membuatnya mengipasi dengan telapak tangannya.

"Dan satu lagi, aku tidak pernah melihatmu merajuk seumur aku mengenalmu kecuali hari ini," lanjut Kyuhyun.

Sungmin memalingkan wajahnya ke arah luar jendela mobil, menatap apa saja, apapun asal matanya tidak bertemu dengan wajah Kyuhyun. Ia sendiri tidak mengerti bagaimana hari ini ia begitu tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.

"Jadi apakah sekarang kau sudah pulih benar?"

"Huh?" Sungmin beralih menatap Kyuhyun lagi, tidak percaya dengan pendengarannya.

"Kau sudah terlihat dalam keadaan terbaik sekarang, seandainya kau tahu bagaimana rasanya menjadi aku yang menyaksikan kau kesakitan malam itu. Melihatmu bisa kembali ke sekolah, beraktivitas normal, entahlah aku merasakan lebih dari lega mungkin."

Sungmin terpaku, ternyata Siwon tidak mengada-ada saat ia mengatakan Kyuhyun mengkhawatirkannya hingga tidak bergerak sedikitpun saat ia dioperasi. Tetapi Kyuhyun sama sekali tidak pernah berekspektasi seperti ini sebelumnya, Sungmin tidak pernah berani berharap Kyuhyun akan se-transparan ini menunjukkan kekhawatirannya di depan Sungmin. Tetapi kemudian Sungmin tersenyum.

"Maaf, maafkan aku Kyuhyun."

Kali ini Kyuhyun menoleh ke arah Sungmin, menatapnya sekilas sebelum fokusnya kembali menuju jalan di depannya.

"Maaf?"

"Sepertinya aku terlalu banyak berprasangka buruk tentangmu, aku minta maaf."

Kyuhyun tertawa kecil karena itu, menyadari apa kesalahan mereka selama ini.

"Ya, dan aku terlalu banyak berpikir. Mungkin semuanya tidak akan menjadi berantakan jika kita mengikuti kata hati kita," Kyuhyun menginjak pedal rem ketika lampu lalu lintas di depannya berubah menjadi merah.

Sungmin masih menatap Kyuhyun dengan dalam, Kyuhyun benar, jika dulu mereka hanya mengikuti keinginan hai kecil mereka, mengikuti ambisi masa remaja mereka, tidak terlalu banyak berpikir dan berprasangka mungkin semuanya tidak seperti ini keadaannya. Tidak ada Kyuhyun yang membenci Sungmin, tidak ada Sungmin yang mengatur strategi demi bisa mendapatkan Kyuhyun kembali.

Maka kemudian Sungmin menyentuh tangan Kyuhyun yang kencang mencengkeram kemudi. Kyuhyun menoleh, tatapannya bertemu dengan mata Sungmin. Dengan mudah ia akan tenggelam disana, Kyuhyun tahu itu, tetapi ia sama sekali tidak menolaknya. Jemarinya melemas, beralih menggenggam tangan Sungmin.

"Jika kita mengembalikan semua seperti sedia kala, apakah kita bisa berjalan bersama di jalan yang pernah kita impikan?" bisik Sungmin, pelan tetapi penuh pengharapan.

"Sungmin."

Sungmin tersentak saat ia tidak bisa membaca apa-apa di sorot mata Kyuhyun. Ia menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun, ia pikir mungkin ini terlalu cepat sehingga akan membuat Kyuhyun tidak nyaman dan kembali mendorongnya menjauh. Tetapi Kyuhyun tidak mau melepas genggamannya pada tangan Sungmin.

"Sungmin, mungkin aku terlalu banyak memikirkan pendapat orang lain di luar kita, aku terlalu banyak memikirkan orangtuaku. Dan aku yakin, kau terlalu banyak berprasangka tentang aku. Tetapi itu bukan kesalahanmu, dari awal semua adalah kesalahanku."

Kyuhyun berhenti sejenak, melihat ekspresi wajah Sungmin. Ia sama sekali tidak berubah, masih penuh pengharapan disana.

"Mari kita kembalikan apa yang seharusnya ada di tempatnya, mari kita luruskan kesalahpahaman yang tercipta. Tapi semua tidak akan berjalan jika tidak ada kesepakatan, mari berhenti berpikir dan kau berhenti berprasangka," tawar Kyuhyun.

"Aku hanya... Itu karena..."

"Aku mengerti, Sungmin. Maafkan semua sikapku kepadamu hingga kau selalu berprasangka buruk kepadaku."

"Ah baiklah, sekarang kau bisa menjalankan mobil lagi, lampu lalu lintas berubah menjadi hijau," dengan kikuk Sungmin menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun dan menatap lurus ke depan. Berusaha setenang mungkin.

Hanya satu kata maaf saja, maka Kyuhyun sudah menghapus semua kesalahannya kepada Sungmin. satu maaf saja, luka Sungmin yang dibuat oleh Kyuhyun akan hilang tak berbekas. Sungmin sudah tidak membutuhkan penjelasan apa-apa lagi, jika kali ini adalah pertanda baik maka Sungmin hanya ingin berjalan melihat ke depan bersama Kyuhyun. Semua kesalahpahaman yang lalu seakan tidak pernah ada, hanya dengan kata maaf dari Kyuhyun. Sungmin mengulum senyumnya. Hatinya terlalu meletup-letup bahagia, hingga ia tidak berani membuka mulutnya. Atau ia akan terlihat aneh di depan Kyuhyun.

Jika saja semua terlihat mudah seperti ini.

.

.

.

"Kau tidak membawa Sungmin pulang bersamamu?" Siwon menatap serius ke arah Kangin yang memasuki rumah kecilnya seorang diri.

Kangin menggeleng, tidak merasa takut sedikitpun kepada Siwon. Malah senyumnya terlihat lebar bersinar.

"Tenang saja, ia akan baik-baik saja. Kyuhyun membawanya pergi, dan kau bisa mempercayainya," jawab Kangin, melemparkan dirinya ke atas sofa besar di ruang tengah rumah Siwon.

"Apa, Kyuhyun?"

Kangin mengangguk malas-malasan sambil memejamkan matanya, tidak menyadari raut wajah Siwon yang mendadak menegang.

"Dan kau membiarkan Kyuhyun pergi bersama Sungmin?"

"Siwon, aku sudah lelah bermain-main dengan Kyuhyun."

"Tidak, tidak mungkin. Padahal aku baru saja menemukan sesuatu."

"Hah, menemukan apa?" tanya Kangin tidak mengerti saat ia mendengar nada panik dari suara Siwon.

Tetapi Siwon tidak menjawab, ia beralih meraih teleponnya mencoba melakukan panggilan. Dan Kangin tidak bisa mendengar apa-apa karena Siwon sudah berlalu dari hadapannya, sepertinya sedang memiliki pembicaraan rahasia dengan seseorang sedangkan ia tidak ingin ikut campur. Kangin sudah paham akan posisi Siwon di sisi Sungmin, bagaimana jati diri Sungmin, bagaimana lingkaran pergaulan Sungmin yang otomatis ia juga masuk ke dalamnya. Kangin tahu jika di lingkaran Sungmin banyak sekali rahasia yang tidak boleh orang awam ketahui, termasuk dirinya sekalipun. Ia tidak butuh tentang itu, Kangin hanya ingin bergaul dengan Sungmin apa adanya.

"Kangin, kita tidak boleh membiarkan Sungmin dengan Kyuhyun. Kita harus mencari dan menjemput Sungmin sekarang juga," lamunan Kangin buyar begitu saja saat Siwon tiba-tiba muncul di hadapannya dengan raut wajah yang sama sekali tidak santai.

Tetapi ia tidak memliki kesempatan untuk melemparkan pertanyaan apapun saat Siwon melemparkan jaketnya ke depan wajahnya dan bergegas berjalan ke arah mobilnya, mengisyaratkan Kangin untuk mengikutinya. Apapun itu yang terjadi, Kangin harap ini bukan sesuatu yang serius.

.

.

.

There will be a thunder striking after the happy moment


* Half of My Heart by John Mayer feat Taylor Swift

T B C


Yosh, chapter 9 sebelum saya lahiran, tinggal menghitung hari saya lahiran. Ihiyyyy...sesuai pesan temen saya tolong bikin Sungmin bahagia sebelum saya hiatus. Ya udah jadi saya belokkan, saya pangkas beberapa scene kesalahpahaman biar KyuMinnya nemu kata sepakat. Tapi konflik tidak berhenti disini, konflik bukan datang dari KyuMin. Kalo cermat, saya masih ninggalin 1 konflik yang belum selesai. Penembakan Sungmin.

KangMin momentnya juga saya bikin dikit, ada beberapa yang protes soalnya, nggak tega kalo ngeliat Kyuhyun dihukum lama-lama. Saya juga kalo bikin KangMin moment kebanyakan takut kebablasan.

Ini terlalu lama saya updatenya ya, ahh ya sudahlah minta maaf ya. Saya pamit hiatus setelah ini, nggak sampe tahunan kok, bisa sebulan, dua bulan, pokoknya saya sempet sempetin nulis deh. Berulang kali saya bilang tekad saya, saya akan menyelesaikan ini. Cuma tinggal 1 penyelesain konflik, dan kita akan menemukan kata akhir. Udah nggak bisa balapan ya, kan Vincentnya udah ketauan. Tapi nanti bakal ada reuni gank-gank balap lah, kumpul tumpengan kek terserah deh yang penting masalahnya terpecahkan dan tidak ada rahasia di antara Sungmin dan kita.

Dan woohooooo...2nd official couple after SiBum! HANCHUL...HANCHUL...HANCHUL!

BIG THANKS TO:

BunnyEvilKim: yaa kan Kyuhyun cuma nyium pipi Heechul, anggep aja anak nyium ibunya jadi jangan dijambak dong hehehe. Iya Donghae agen rahasia tuh, keren kan?

Specialgirl13: hallo iya saya udah nikah, anak mau 2 nih dan terimakasih pujiannya, udah bikin saya dilingkari pelangi ini. Ohya Sungmin juga remaja kok, jadi masih labil juga. Tapi di chapter ini udah ngakuin salahnya masing-masing kan.

Shywona489: Amiin Amiin...terimakasih doanya buat kelahiran anak kedua saya ya, tetep tungguin update selanjutnya karena saya nggak berhenti nulis kok

Diynazha gint: iya iya nggak dikasih KangMin kok, dan kayaknya kangmin nggak pacaran tuh. Sungmin juga nggak semudah itu buat lupa sama Kyuhyun terus pacaran sama yang lain, dia cuma mau ngasih therapy shock ke Kyuhyun. Kyuhyun juga butuh dihukum kan? Biar depresi dikit.

AyuClouds69: terimakasih semangatnya

Sitara1083: Salahnya ada dimana udah diakuin Kyuhyun kok, diem-diem dia mikir juga ehh kebanyakan mikir jadi bikin salah deh

anieJOYer: nggak papa tukeran, nanti juga balik lagi

Kiyoko Yamada: iya saya mau lahiran anak kedua beberapa hari lagi hehehe. KangMinnya dikit kan ya, KyuChul juga udah nggak bisa dibikin lagi kan Heechul udah punya Hangeng

Ayyu annisa1: Sungmin nggak ngelepas Kyuhyun kok tenang aja

Zen Liu: nanti kalo ada waktu saya kasih chapter khusus kenapa pada perhatian ke Sungmin ya, semau ada masa lalunya sama Sungmin insyaallah deh, nggak janji tapi ehhehe

Dewikaa: hahahah sorry ya udah bikin moodnya updown, iya jadi kebiasaan saya kalo ada flashback nggak dikasih keterangan, pindah POV juga nggak pake keterangan, ngalir aja gitu. Jadi mohon dimengerti yaa..

Gyumin4ever: Ummm jadi kayaknya jalan Kyuhyun buat dapetin hati Sungmin mulus-mulus aja di chapter ini, nanti gangguan dateng dari luar mereka kok yaaaa sama aja ya hehehehehe

May moon 581: Sungmin itu hidupnya dikelilingi bahaya, jadi yang jagain dia ya ada agen khusus. Kalo KyuChul udah bubar ya, dengan bangga saya kasih Hanchul di chapter ini. Amiin Amiin terimakasih atas doanya, insyaallah sehat anak dan ibu Amiin

RaniahMing: ahh masa nyesek?

Xianmingsmile: hahahahah jadi insecure ya kalo orang ketiganya KyuMin dateng dari Kangin, Kangin kan ada kisah masa lalunya sama Sungmin tuh (eh keceplosan) ohh iya dan boleh review dimanapun kok bebas, sesempetnya aja, semangat untuk praktek ngajarnya dan terimakasih atas doanya diaminin

Karen Kouzuki: Siwon nggak bawa kabur Sungmin kok, setidaknya di chapter ini nggak tau deh chapter depan hehehehe

Arevi are vikink: heyy selamat datang dan selamat membaca

imAlfera: emang iya, Siwon juga ikut bertanggungjawab dalam rusuhnya KyuMin tapi dia ada maksudnya kok, nggak ngasal ngancurin

Gyumina: Sungmin emang sakitnya berlipat-lipat ya, tapi kalo mau liat dari awal yang kuat justru Sungmin daripada Kyuhyun. Kayak kata Siwon sih, Sungmin bukan manusia. Kalo Heechul sih duah ketemu jodohnya kayaknya sih (tsahh jodoh)

Zagiya joyers: Amiin...ehh bayinya kok mirip KyuMin? Kan anak saya hahahah emang tau fb saya ya?

fitriKyumin: Kyuhyun udah tau tentang Sungmin, tinggal Sungmin nih yang nggak tau apa-apa tentang Kyuhyun

melsparkyu: mels...hai mels ahh review kamu selalu panjang, kalo saya hiatus boleh ngobrol sama saya di twitter kok, mention aku yuk biar aku tau kamu. Dan yaa Kyuhyun emang duah tahu kisah sebenarnya Sungmin ya, dia udah tobat tuh. Tinggal Sungmin yang nggak tau apa yang terjadi sama Kyuhyun, nanti dikeluarin lah kartunya Kyuhyun.

JoyELF: Ini ngeliat jenis pelurunya ya, kalo yang aku maksud di Sungmin itu ledakannya bukan yang ledakan api gitu, tapi mesiu yang di dalamnya. Jadi dia udah meledak sebelum kena kulit Sungmin, nah pas udah di dalam mesiunya pecah

Aegyeo789: KangMin nggak jadian kok, Kangin kan udah sama...saya hahahhaha

Akikakaika 96: ayo Kyuhyun berjuang hahahaha

Babychoi137: tapi akhirnya Kyuhyun duah sadar kesalahannya kok

Qie andriani: iya bener, makin kesini makin kasian Kyuhyun ya. Dia Cuma punya Hangeng loh, sedangkan Sungmin ada banyak orang yang nemenin dia

Chkyumin: Kalo kangmin nggak papa ya, beneran? Nanti saya bikinin kangmin yang banyak loh

CloudsKMS: udah di dunia nyata Kyuhyun diduain Sungmin sama mask manager, di ff pun dia digangguin Kangin. aahh kapan Kyuhyun hidup tenang berdua sama Sungmin?

12chaaan: pit...pipit tetep di belakang Kyuhyun ya, kasian Kyuhyun sendirian Pit, dia Cuma ada Hangeng tuh. Di dunia nyata pun dia dicuekin mulu sama Sungmin, kasian bener nasib biasmu Pit, maapin bias eke ya hahahahha

Phia89: Insyaallah abis ini nggak ada orang ketiga di antara KyuMin, kasian ihh kok Kyuhyun disakitin mulu ya di ff akhir-akhir ini?

Nova137: nah iya 'guncangan' yang dialamin Kyuhyun dari keluarganya ya, kamu inget juga? Ini nanti yang bakal bikin Sungmin balik ke Kyuhyun kok

Fazar zee 1: yoshhh review kamu indah banget, kayak baca puisi beneran deh, semua berakhiran 'U'

Bunnyblack FLK 136: eyyy...nggak papa tanya aja, nyapa aku di twitter bilang "ini bunnyblack loh kak" soalnya kalo nggak pake penname ffn aku suka nggak ngeh ini siapa ya, padahal kan di ffn kita akrab. Yang mention juga banyak, ya nggak sampe 100 sehari sih ahhahah tapi beneran aku suka nggak ngeh yang mention aku itu readersku kalo nggak nggak ngenalin dirinya

Ist cho minkyu: Jangan banyak-banyak kangminnya, nanti aku bikinin ff kangmin aja...nahloh? hahahha insyaallah suka KyuMin sampe akhir, sampe kawin deh, baik saling ngawinin ato kawin sama pasangan masing-masing. Suami sih Cuma tau aku suka SJ, kalo kyumin nggak tau hehehehe

Sandrimayy88: udah ini Heechulnya udah bahagia sentosa, bentar lagi juga jatuh cinta sampe bersimpuh depan Hangeng. Aku setuju sama kamu, aku juga nggak mau Kangin nasibnya jelek mulu di ff KyuMin

aameliaRaa: aduhh Heechulnya udah ketemu sama Hangeng tuh, udah disembuhin sama Hangeng, kalo sama Kyuhyun nggak mempan kayaknya. Kan Heechul nggak cinta beneran sama Kyuhyun. Iya saya hamil, minggu depan insyaallah melahirkan, doanya aja ya hehehehe

Iciici137: tau nggak sih aku mau nulis nama kamu daritadi keliru isisis mulu hahahah maaf ya, akhirnya Kyuhyun galau juga kok, tangguh di awal doang

IndahKyumin137: Nggak kok, Sungmin nggak mesra-mesraan sama Kangin, Cuma berangkat sekolah bareng. Eeiitssss mending Kangin buat saya aja, kalo sama Teuk nanti saya nangis lagi hihihi

Kyuboss: hahahha iyaaa maafkan typo saya yang seambrek ya, ngetiknya sambil engap-engapan napasnya sih, nggak diedit lagi, salah banget emang author kok males ngedit. Maaf yaa

TiffTiffanyLee: Lhaa Kyuhyun kurang dibikin nyesel ya? Nyeselnya Kyuhyun mah dipendem sendiri, sampe insomnia tuh, kalo kelamaan insomnia kan bisa mati ya?

Myblacksmile137: idih saya selalu meletup-letup kalo ngetik nama kakak ihh...kalo mau dicermati dari klimaks sampe sekarang sih yang paling sakit&ngenes sebenarnya Kyuhyun kan kak, liat dong Sungmin sakit banget sih emang, tapi semua orang di pihak dia, bahkan Kangin juga ke dia. Lha Kyuhyun? Dia Cuma ada Hangeng, dan Heechul sebentar lagi. Tapi Heechulnya udah jatuh bersimpuh dalam pesona Hangeng kok. Hahahah dan untuk politik, umm apa ya strategi hankam kali ya, masih ada dong ihiyy

Kyumin0301: ahh hyeri, inget banget loh pas pertama kita mentionan di twit kamu ngasih aku link fic-fic kamu ya? Ahh mau baca deh heheheh

Finda ELF 137: Nggak, KangMinnya nggak banyak-banyak kok, jadi sekarang ada pertanyaan apa lagi?

Alietha doll: hallo selamat datang ya, semoga nggak eneg lagi sama Kyuhyun yaa

Vesperlynd16: hahahahha kalo ada kangmin bahayanya di authornya ya, iya sih bisa kelamaan kangmin daripada kyumin nanti

Nw kim 37: Kyuhyun udah tobat kok, kapok deh kayaknya nggak nyakitin Sungmin lagi daripada insomnia mulu

I am ELF and JOYer: naaah iya ini setuju, Sungmin aja ngejar-ngejar sampe pulang ke Korea ya? Tapi kok chapter ini Sungmin lagi yang ngejar hihihi

RithaGaemGyu137: Heechul mau ngelepas Kyuhyun kok, asala ada Hangeng dong. Dan tentang dokumen rahasia, chapter depan konfliknya berhubungan sama dokumen rahasia.

NurLarasati13: iya emang kalo dipikir-pikir kasiannya ke Kyuhyun sih ya, aku mau bikin Sungmin yang menderita malah balik lagi sebenarnya yang sakit Kyuhyunnya. Untuk ketemunya Kibum, nanti lah insyallah ada chap khusus, Yuri kemana? Yuri muncul kayaknya chapter depan, dia punya peran juga sih.

Choyoumin: kamu suka kangmin gara-gara aku hahahahha selamat ya, kamu orang ke 303 yang jadi korban kangminku kayaknya

Grace grace 9026: iya nih emang Siwon lagi Siwon lagi yang misahin KyuMin, eh tapi Siwon kan punya alasan ya, disuruh bapaknya Sungmin mungkin.

Fonami joy nielle: silahkan membaca

ChoLee KyuMinie: lhaa chapter ini bisa saling memaafkan ya kan? Tapi ya sayanya masih suka misah misahin kyumin lagi nih hehehehe

Juwitasafrani: oke aku suka review yang dipoin gini, jadi enak jawabnya hehe. 1. Kyuchul bentar banget ya, soalnya hubungannya didasari mutualisme bukan cinta. 2. Kangin emang sibuk sama Sungmin, untungnya nggak sampe pacaran. 3. Leeteuk & Eunhyuk nggak dibikin jatuh cinta? Kalo dibikin jatuh cinta nanti kebanyakan pairing dong. 4. Hangeng apa kabar? Nah itu keluar banyak Hangeng, lagi sama Heechul dia

Lee Minhyun: yaaa kangen lagi dong sama minhyun, ngobrol di twit dong biar nggak kangen. Ahh iya kamu bener, masa lalu Siwon dan Sungmin ya, kayaknya ini butuh chapter khusus, sama Kibum juga kan? Kalo masalah cinta, sebenarnya di chapter ini juga masih buram si Kyuhyun masih cinta sama Sungmin apa nggak, Sungmin juga sama aja, intinya sampe sejauh ini belum dibahas urusan cinta sama sekali. Yang penting baikan dulu deh. Perasaannya masih harus diuji buat nyari tau itu cinta atau bukan, makasih udah ngingetin ya. I love you lah

Park Heeni: ohh Kaisar Cho ya, iya pasti dilanjut kok. Tapi aku butuh banyak belajar dulu kalo bikin ff itu hahahah sabar ya

myFridayyy: apa, Sungmin gatel? Apa? Ya tolong dimaklumin ya, rasa percaya diri Sungmin lagi tinggi banget, jadi sekarangdia sok banget gitu makanya semuanya digandeng sama dia (kok jadi ghibahin Sungmin sih?) nggak deh, ini udah aku bales satu persatu. Tapi kondisional aja, kalo aku pengen banget balesin semua ya aku balesin tapi kalo nggak sempet ya rapel, kalo lebih nggak sempet lagi ya cantumin nama doang ahahhaha *upss*

Heldamagnae: Ayo Kyuhyun semangat!

ayyaLaksita: kalo hiatus diuasahain nggak lama, asal sabar nunggunya ya

FiungAsmara: masa KangMin kayak bapak-anak? Ahh salah liat kali hahahha mau lahiran anak kedua insyaallah minggu depan, suami nggak cemburu kok udah biasa dinomorduain sama Super Junior dari dahulu kala, kamu orang medis ya kok pake istilah medis?

Abilhikmah: hueh ming kenapa?

reaRelf: iya bener, saingan terberat ya sahabatnya sendiri, amna berani maju dia

thiafumings: ahhh kamu salah satu yang cermat, siapa musuh ayah Sungmin yang nembak Sungmin. chapter ini bisa nebak nggak? Chapter depan keluar

Miyoori 29: ini muncul di chat, di mention, Miyu selalu mengisi hari-hariku dengan cinta berpelangi *halah* kamu jangan insecure sama Heechul, dia udah punya pawang, dia mudah jatuh cinta. Kalo kamu insecure sama yang lain, yang doyan brondong itu, aku setuju aku temenin juga soalnya aku juga insecure.

Wulandari apple: yaaa kok pengen liat Kyuhyun menderita sih, jangan dong (padahal udah dibikin menderita)

Arvita Kim: Sama, Kyuhyun juga labil kok. Tadinya dia juga mau ngelepasin Sungmin juga, tapi malah diajakin baikan. Sungmin apalagi, lebih labil lagi, katanya mau balas dendam malah ngejar Kyuhyun

Allea1186: yaaa semua deh yang dipasangin sama Sungmin jatuhnya emang manis ya, tapi kalo wonmin...erghhhh saya jealous

Sparkyuminmin: Jangan banyak-banyak KangMin momentnya, ntar Kyuhyun mogok main di fic saya gimana?

Cho Min Hyun: katanya anak tapi seneng liat Kyuhyun ditolak Sungmin? ckkckkckk awas papah Kyuhyunnya ngambek nanti ya

Ici: tadinya mau bikin Sungmin manja ke Kangin, tapi Kanginnya nolak diceritain detail dia pesennya gambarinnya dari jauh aja hahahha

Chobangmin: Kyuhyun ditinggalin semua orang ya, ya itu sih kasiannya

Lee sunri hyun: tapi sekarang udah nggak kesel lagi dong ya?

Lieza petals: ahhh maaf updatenya ternyata nggak cepet ya, semoga tetep menegangkan

PRISNA SPARKYU: Amiin...terimakasih ya insyaallah semangat dan sehat ibu-anaknya

Andrea: lhaa kenapa nggak suka sama Kangin, padahal itu bias saya jadi dia bakal sering muncul hehehehe

Chikyumin: Sungmin move on dari Kyuhyun? Mana bisa, kalo pura-pura move on itu baru bener

Ckyumin137: sampe chapter ini rasanya masih nano nano nggak?

Anakyumin: aduh sampe dibaca ulang, ingetin saya ya kalo ada yang kurang, makasih banyak loh

Sry: baiikkk...saya sial ngelanjutin

Chominhyun: hallo selamat datang ya, dan silahkan dieksplore ff-ff butut saya. Iya saya mau lahiran insyaallah minggu depan.

Coffeewie137: Sungmin udah deket kok sama Kangin, tapi bukan berarti Sungmin nyerah masalah Kyuhyun dong. Dia tetep ngejar Kyuhyun tuh

Mooiejoy: kamu nanya nasib Heechul, itu udah ditangani sama yang punya, Hangeng. bulan kemarin KyuMin masih jalan sendiri-sendiri ya, sekarang Sungminnya ada temen jalan baru sayangnya bukan Kangin, ahh Kyuhyun maafkan bias ane *bersimpuh*

Sissy: tenang KangMinnya dikit kok

Nggar 137: abis kyuchul terus kangmin, abis ini KyuMin jalan sendiri sendiri dulu nah abis itu baru berduaan. Fbku ya Tigarini SCP cari aja ya

143 is 134: sekarang masih susah bukan ffn ya? Mention ke twit coba

Tsubakiming: hahhaha ya masa soundtracknya lagunya Judika sih, kasih lagunya Yesung kek yang patah hati gitu. Chapter depan udah nggak ada balap-balapnya kok, kehidupan agen rahasia baru lah dimulai chap depan

Sun young: Kyuchulnya udah tamat, Heechul udah ketemu sama jodohnya tuh. Kalo happy ending sih pasti, kalo update cepet ummmm?

Cho Kyuna: hallo kyuna, oke pertama, bukan Cuma kamu saya juga kalo baca ff, novel apalagi diktat suka nggak ngeh tiap ada di bab 1, karena ya masih buram, Cuma bisa nangkep ide utama tapi belum bisa meraba pendukungnya. Tapi thanks udah ngelanjutin baca sampe sejauh ini. Kedua, masalah typo ya, itu murni kekurangan saya sebagai author. Harusnya author lebih ati-ati ngeditnya, dan saya minta maaf. Ketiga, masalah karakter Kyuhyun, jujur saja saya gambarin karakter Kyuhyun itu yang arogan, percaya diri tapi labil sesuai dengan usianya. Dan saya emang masih nekad sih buat make Kyuhyun side, tapi makin kesini makin saya alirin aja siapapun sidenya saya bikin kondisional nggak harus Kyuhyun. Ngikutin dan ngamatin saya di twitter ya? Aduh jangan diamatin doang dong, bisa mention saya dan nyebut penname di ffn ini, kita bisa ngobrol banyak setelah itu. karena ngeliat karakter orang tidak hanya cukup lewat media social, saya mungkin terdengar selalu gembira, melucu dan ceria di twitter, tapi itu cuma secuil karakter asli saya. Jadi biar ngerti bagaimana saya menggambarkan skinship, atau tentang pembelaan terhadap kaum gay bisa langsung ngobrol ke saya.

Andisita: Sungmin pasti maafin Kyuhyun dong, udah sifat dia sih

Adekyumin joyer: Percaya dong sama Kangin dia nggak bakal nusuk Kyuhyun, adeknya sendiri?

Thania Lee: ahh joyday udah berlalu sebulan yang lalu, okay happy KyuMin day ya

Fuji: iya terimakasih ya

Ardeliafarah: hahahah dewasa dan pinta? Makasih ya, kamu juga

Ria: Iya Sungmin sakit hati kok, tadinya. Tapi dia adalah tipe orang yang abis disakitin terus dibaikin lagi ya udah lupa sama kesalahan yang sebelum-sebelumnya

Santiyani febby: yaa kamu nungguin kangmin ya? Sayangnya Kangminnya nggak banyak ya

Lily: nggak papa, kangminnya dikit ini kok, bentaran munculnya

Kimteechul: ahhh ada biasnya Heechul hahahha sorry ya udah bikin Heenim menderita, tapi kan udah jatuh ke Hangeng, jadi sekarang udah aman kan?

Airi tokieda: ahh iya flashback kangmin ya? Nanti deh dibikin

Fariny: oke siap

1307: chapter ini sih Sungmin nggak kemana0mana, nggak tau lagi deh kalo chapter depan

Okalee: amiin semoga bersatu

Anik0405: amiin deh amiin

Chanz: siaaaap kangminnya nggak banyak kan ya, nantilah aksih kyumin lagi.

DdangkomaChagi: Kangteuk? Ohh tidaaaak, nanti saya nangis kalo ada kangteuk. Kalo Hanchul sih ada noh. Kalo Sungmin milih Kangin ato Kyuhyun, enaknya milih siapa? Dia milik mask manager kayaknya

GaemGyu137: ohh tidak jangan jangan, jangan pasangin Kangin sama Teuk, nanti aku nangis, aku udah nangis loh SMTown kemarin. Kangin kan punya aku hehehehe kamu bener banget, kalo Kangin sama Sungmin, Kyuhyun Cuma ngeliatin dari jauh, yang bingung akhirnya ya Hangeng. aahh untung ada Heechul. Mau lahirannya insyaallah minggu depan hihihi doain ya

Kyukyu: satukan Kyumin! Tapi setuju juga ding, usaha dulu dong biar bisa dapetin Sungmin

Endah kyumin137: emang chapter kemarin Kibum aku bikin mewakili keselnya readers sih hahahha *selamat ulang tahun Kibum* Kyuhyun nggak sampe minum minum sih, tapi dia insomnia kalo kelamaan ya bisa mati juga

Nunzai rhienaa: thanks ya

TeukHaeKyu: pasti saya bikinnya happy ending, kuncinya harus sabar hehehehe

Natzzy Rahman: dibaca ulang? Whoahhh makasih ya, kalo Kangteuk sih saya nggak mau bikin huhuhu kalo Kyumin tetep, Kanginnya bakal dipasangin sama authornya boleh kan ya?

Ren: hallo terimakasih sudah buang waktu ngubek-ubek ffn dan akhirnya menemukan ff saya, selamat datang ya. Boleh panggil saya apa aja kok bebas

ChoLeeKyuMin: hahahah ehh jangan salah ya, kemarahan Kibum itu mewakili readers bukan Sungmin. sungmin mah kalem orangnya, kayak dibilang Siwon, Sungmin itu bukan manusia.

Bebek: Aya astaga aya kemana aja sih nggak pernah keliatan ihh? Diriku kangen dengan dirimu. Ahh apapun lah review kamu ya, selalu ngasih energi positif buat aku. Kamu yang paling paham teka teki sesulit apapun yang aku kasih. Aku mah liat kamu lagi udah seneng banget. Yang nembak orang profesional juga, agen rahasia juga kali makanya ngerti Vincent dan Sungmin samaan.

Secretadmire: makin kayak guru PAUD ya dipanggil bunda gitu hehehe tapi boleh panggil apapun, maafnya maaf nih uodatenya nggak bisa kilat, sabar ya

5351: oke next next

Lee 90: banyak yang nggak ngeh sama perannya Donghae ya, padahal aneh aja dia bisa punya mobil secanggih itu ya kan? Hidup KyuMin aja deh, kangminnya numpang lewat

HimekaruLI: iya mau lahiran nih, inysyaallah deh hiatusnya sambil nulis dikit dikit biar nggak ngilang sama sekali. Sabar nungguin HOMH update kan ya?

BabyRiihyun: apa, benturin kepala Kyuhyun ke tembok? Ya jangan dong, nanti Sungminnya marah, Kyuhyunnya ngambek bubar deh ffnya

Cywelf: oke sip

MinieLee: Kyuhyun bertapa sih sampe insomnia, tapi ya KangMin nggak jadian juga

Aida0611: hahahha Donghae sih sengaja dibikin misterius, biar pernah lah, kalo dibikin Donghae yang oon dan ceroboh udah biasa ya

Aurel: aduh ya jangan sampe mati penasaran dong nunggu updatenya

Jsr: etrharu banget loh, dan ngerasa bersalah tentunya sampe ada yang baca ulang saking bosennya nungguin update. Maaf ya

Minzy: sabar ya, emang ruwet banget sih tapi nanti diselesaikan satu persatu

Ffiuhhh...insyaallah udah saya jawab semua, kalo ada yang kelewat ya maaf ya. Maklum ngetiknya sambil nungguin Aishah tidur. HPL (Hari Perkiraan Lahir) anak kedua saya adalah 28-30 Agustus, jadi dengan ini saya pamit untuk hiatus. Nggak akan lama, karena ini anak kedua dan saya udah berpengalaman tentunya juga makin ngerasa santai, di sela waktu itu saya akan tetap berusaha ngetik. Karena kalo saya berhenti nulis sama sekali, yang ada kemampuan saya juga bakal mundur. Kalo saya sih ya, nulis 1 chapter itu nggak bisa saya selesaikan dalam 1 kali hidupin laptop terus langsung selesai. Setiap hari saya pasti nulis, entah cuma dapat 200-500 words. Ato bahkan di bawah 100 words, saya pasti nulis. Baru kemudian saya rangkai, diurutin. Makin banyak yang protes tentang typo, aduh maafin banget ya. Bye, have fun...

Terimakasih Semua

MAMACITA AYAYA!

HUH I'M SO EXCITED!