Disclaimer : Masashi Kishimoto

maaf bila masih banyak kekurangan , semoga tidak terlalu mengecewakan. thanks yang sudah berkenan membaca. hehe.. jangan lupa kripik dan sarannya ya,

Hari menjelang sore, Ino sudah lelah dan tidak berdebat lagi dengan Hinata. Ino sadar, sekuat apapun dia membujuk Hinata untuk berbuat tegas. Bagaimana pun Hinata butuh waktu untuk memantapkan hati dan tindakannya. Toh itu jalan hidup Hinata, jalan yang akan ia jalani sendirian. Dan Ino hanya dapat menasehati atau memperingatkan Hinata sebagai sahabatnya dan tidak dapat berbuat lebih.

"Hai, sudahlah Hinata. Lupakan sejenak si baka dobe! lebih baik kau segarkan pikiranmu itu, kau sudah terlihat seperti mayat hidup tahu!" Protes Ino sambil berdandan di depan kaca.

Hinata yang berbaring di kasur lebar milik Ino hanya memandang sekilas Ino yang sedang memoles wajah cantiknya di depan kaca rias yang terletak beberapa meter di depan kasur itu.

Ino melirik Hinata dari pantulan cermin,

"Ayolah, setidaknya kau butuh refresing kan?" Desis Ino menghela nafas panjang.

"Aku~" Lirih Hinata.

"Setidaknya temani aku berbelanja. Kau tidak lupa kan, Neji memintamu sebagai penggantinya dalam acara pesta sambutan kedatangan pengusaha muda Uchiha Sasuke ke Konoha?" Potong Ino sambil beralih menatap Hinata penuh selidik.

Hinata melebarkan matanya menyadari apa yang sudah ia lewatkan. Hinata baru ingat beberapa hari lalu Kakak sepupunya, meminta Hinata untuk datang sebagai penggantinya dalam sebuah pesta karena ada pekerjaan di luar kota. Sementara Ino, juga mendapat undangan yang sama sebagai perwakilan dari Yamanaka Style.

"Karena terlalu memikirkan Naruto, aku sampai lupa janjiku pada kakak. Bahkan aku belum sempat membaca undangan itu" Batin Hinata penuh sesal.

"Aku benar – benar ceroboh, tidak professional, sampai kapan aku mau begini?" Pikir Hinata kesal.

"Hei hei, kau mendengarkanku kan Hinata?" Tanya Ino menggoyang – goyangkan kedua tangannya di depan Hinata, membuyarkan lamunannya.

"Aah, Iya… " Jawab Hinata sekenanya.

"Kalau begitu ayoo, kita tidak punya waktu lagi Hinata! Acara akan di mulai jam 7 nanti malam." Desis Ino, tidak sabar.

"Ino bagaimana ini, apa mataku terlihat bengkak?" Tanya Hinata polos, sukses membuat Ino terkikik geli.

"Haha, kau harus bersyukur memiliki sahabat sepertiku. Hari ini, aku akan menjadikanmu Cinderella!" Goda Ino sambil menarik paksa Hinata.

Setelah bersiap – siap dan merancang apa saja yang akan mereka butuhkan. Ino pun mengajak Hinata untuk sekedar melihat – lihat dan berbelaja di salah satu mol ternama di Konoha.

Ketika sedang asyik berbelanja dan melihat – lihat sepatu, tidak sengaja indra penglihatan Hinata menangkap sosok Naruto yang berlari menggandeng gadis bersurai merah muda menghindar dari kejaran para fans dan reporter.

Naruto POV

"Naruto, apa gaun ini cocok untukku di acara nanti?" Tanya Sakura sambil melihat pantulan dirinya di cermin.

"Haha… tentu saja Sakura, kau terlihat cantik!" Seruku bersemangat.

'Hai, lihat bukankah itu Naruto? iya, itu actor terkenal itu' beberapa orang berbisik mengusik ketenangan Naruto.

"Kau kenapa Naruto?" Tanya Sakura melihat ekspresi Naruto yang berubah kaku.

"Tidak apa, hehe…" Kataku mencoba mengalihkan perhatian Sakura dari beberapa pengunjung yang terlihat sedang membicarakan kami.

Beberapa pengunjung yang melihat mereka pun semakin sering berbisik dan Sakura tidak menyukainya.

"Hai, kalian! tidak bisakah kalian tidak menggunjing orang sembarangan!" Solot Sakura kesal mendengar bisik – bisik tidak sedap tentangnya dan Naruto.

'Kenapa dia, mengganggu saja. dia pikir dia siapa ? sok cantik,' Kata beberapa fans yang tidak suka melihat tindakan dan kedekatan Sakura dengan Naruto.

"Sudahlah Sakura, sebaiknya kita pergi" Bujuk Naruto tidak enak hati.

"Tidak bisa begitu Naruto!" Tolak Sakura kesal.

"Kalian hanya iri kan, jangan bermimpi!" Desis Sakura sinis dan marah pada beberapa pengunjung, tidak sengaja beberapa reporter melihat tindakan Sakura itu dan hendak merekamnya. Naruto yang mengetahui itu langsung menarik Sakura pergi.

"Kenapa kita lari Naruto?" Desis Sakura tidak mengerti, dan beberapa reporter pun mengejar mereka.

"Cih, kenapa mereka bisa disini? ini tidak bagus Sakura" Desis Naruto berusaha menyelamatkan image Sakura yang tadi terlihat kasar pada beberapa pengunjung.

Normal POV

"Apa yang harus aku lakuhkan? aku tidak ingin Naruto terkena masalah lagi." Desis Hinata bimbang.

"Hinata kau kenapa?" Tanya Ino heran melihat ekspresi khawatir Hinata.

Belum sempat Hinata menjawab, dia sudah berlari ke arah Naruto dan Sakura berada. Ino yang baru menyadari keberadaan Naruto dan Sakura pun mengerti kenapa Hinata pergi secara tiba – tiba. Tanpa perduli pada belanjaan mereka, Ino segera menyusul Hinata.

Naruto berlari kearah Hinata, begitu juga sebaliknya Hinata. Sekilas Naruto melirik Hinata dengan ekor matanya ketika berselisipan. Terasa getaran aneh di dada Naruto.

"Apapun yang terjadi, aku akan melindungi Naruto" Tekat Hinata.

"Berhenti!" Teriak Hinata sekuat tenaga menghadang reporter dan fans – fans yang terbilang lumayan banyak.

"Aku bilang berhenti!" Teriak Hinata tidak mau menyerah, Ino pun segera membantu Hinata menghadang mereka.

Dari jauh Naruto melihat ke arah Hinata,

"Hinata, bertahanlah…!" Kata Ino sambil berusaha menghadang gerombolan yang terus mendesak mereka berdua.

Tubuh mungil Hinata terdorong kuat hingga hampir terjatuh, tangannya membentur tembok dengan keras hingga lecet. Beruntung ada seseorang yang memeluk pinggang Hinata dengan kuat, menjaganya agar tidak terjatuh.

Naruto terkejut melihat Hinata terluka. Seperti ada batu besar yang menghujam tubuhnya, melihat Hinata seperti itu.

"Hinata…" Sebuah nama pun lolos dari bibir Naruto tanpa dia sadari, tanpa aba – aba tubuh Naruto berhenti dan seperti berjalan sendiri ingin berlari ke arah gadis itu. Tetapi Sakura segera menariknya dengan kuat.

"Kearah sini Naruto!" Perintah Sakura mengembalikan kesadaran Naruto yang sempat hilang.

Naruto pun mengikuti Sakura, mereka bersembunyi di dalam kamar pas.

"Siapa dia? Siapa dia…? Siapa dia? Arrgghh…" Pikir Naruto frustasi.

Kepalanya terasa berdenyut dan ingin meledak, tatapan gadis mungil bersurai indigo terus mengusik pikirannya. Hati Naruto yang terasa sakit melihat gadis itu terjatuh, memaksanya untuk berusaha keras mengingat gadis itu.

Sakura yang terengah – engah, kelelahan mengatur nafas terkejut karena tiba – tiba Naruto memeluknya dengan posesif.

"Kau terluka? kau baik – baik saja kan?" Desis Naruto seperti ketakutan, tubuhnya bergetar hebat.

"Tidak apa, aku akan menjagamu." Kata Naruto panic, tatapannya kosong.

"Naruto, kau kenapa? aku tidak apa-apa." Jawab Sakura bingung dan khawatir berusaha menenangkan Naruto.

"Kau tidak apa kan? jangan takut." isak Naruto semakin ketakutan.

"Naruto… Naruto, sadarlah!" Desis Sakura mengguncang – guncangkan tubuh Naruto, melepaskan pelukan Naruto yang terlihat seperti orang yang penuh tekanan.

"Argghhh…" Erang Naruto memegangi kepalanya sambil terjongkok lemas di depan sakura, Sakura memeluk erat Naruto mencoba menenangkannya.

"Sa-kit… Sa-" Rintih Naruto sedikit meronta.

Tiba – tiba Naruto pingsan dalam dekapan Sakura.

"Naruto… ?!" Desis Sakura panic, dia pun menghubungi Kakashi untuk meminta bantuan.

Hinata tertegun ketika melihat siapa orang yang kini telah memeluk pinggangnya dengan posesif untuk menjaganya agar tidak terjatuh.

"Lihat! bukankan itu Uciha Sasuke… " Teriak seseorang dari kerumunan.

"Lihat, gadis itu bersamanya…!" Perhatian fans dan reporter tadi pun beralih pada Sasuke dan Hinata.

Ino yang mendengarnya pun beralih menatap kearah Hinata dengan terkejut sekaligus tidak percaya.

"Bukan, bukankah dia Hyuga… Hyuga Hinata" Celetuk beberapa orang mulai memotret.

'H-Hi.. Hinata…" Desis Ino tidak yakin.

Hinata terlihat takut dan tidak suka, Sasuke pun menghadang beberapa orang yang mengambil gambar. Menyembunyikan Hinata di belakang tubuh tegapnya dan melindungi Hinata dengan tubuhnya dari kamera.

"Hey… hentikan! Dilarang memotret!" Tegas Sasuke dan di acuhkan.

"Keamanan!" Teriak Sasuke kesal.