World Cup…! Cangkir dunia ?!

Disclaimer: MASHAMI KURUMADA…

Author: Istar Fantasy (Add my FB: IStar SrFantasy ...or Follow my Twitter : IS_magicgirl)

Sakit Keras Vs Preman Pasar

Karena kesebelasan Keong Racun kemarin langsung pesta hura-hura untuk ngerayain kemenangannya atas kesebelasan Persis Setan, mereka sampai mengundang orkes dangdut dan goyang sampai pagi. Makanya pertandingan berikutnya diundur kedua hari kemudian. Bukan hanya karena mereka kembali begadang tapi karena telah joget semalaman badan mereka jadi pegal semua.

2 hari kemudian.

"Akhirnya pertandingan kedua antara kesebelasan Preman Pasar melawan kesebelasan Sakit keras terlaksana juga… bukan begitu Bung Apollo…!" Theseus membuka acara dengan semangatnya.

Krekkk… kreekkk…

Suara Apollo meregangkan otot-ototnya.

"Benar sekali… Haduh masih pegal ni… Bung Thessy sekalian pijitin dong…!" Apollo kayanya masih butuh tukang urut.

"Thessy…?"

Dilapangan kedua kesebelasan telah memasuki area pertandingan seperti halnya tim Keong Racun, Sakit Keras pun menggunakan binatang (Serigala-serigala Fenrir) untuk melengkapi jumlah anggota tim.

Dan untuk mencegah kejadian monoton kaya kemarin, kali ini kedua kesebelasan sepakat untuk tidak memakai kekuatan mereka.

Mereka tampaknya sangat bersungguh-sungguh, terlihat dari seragam kedua kesebelasan yang kinclong dan modis dengan aneka warna dan pola. Seragam kesebelasan Sakit Keras tampak menjadi pusat perhatian dengan adanya hiasan bulu-bulu dibagian kerahnya.

Hyoga: "Wah keren juga… kalao boleh tau itu bulu apa…?"

Shun: "Bulu beruang ya…?"

Fenrir: "Bukan… ini terbuat dari Janggutnya si Thor yang rontok dan sudah dihimpun selama 5 tahun…!"

Gubrakkk….

Semua anggota tim kesebelasan Preman Pasar menjatuhkan diri keatas rumput akibat sweatdrop berlebihan.

Untuk pertandingan kali ini Kronos lah yang menjadi wasitnya menggantikan Icarus yang hingga detik ini masih ngorok ditempat tidurnya.

"Ekor… kepala…?" Kronos bersiap melempar Koin.

"Menurut rumus hukum fisika, dan gerak parabola ditambah gaya gravitasi wilayah sini… sepertinya kepala bakalan lebih sering muncul dari pada ekor… jadi aku pilih…"

"Kepala…!" Teriak Bhan memotong Alberich dan kontan membuat kapten yang merasa paling jenius itu kesal tingkat tinggi.

"Woi…!"

"Siapa yang cepat dia yang dapat…!" Ban hanya nyengir liat si Alberich ngamuk sendirian.

Pritttt….

Kronos meniup peluit supaya Alberich berhenti guling-gulingan ditengah lapangan dan gak merusak pertandingan.

"Ya… udah gue ekor ajalah…!" Kata Alberich yang takut dihajar wasit Kronos.

Masih dengan muka masam, Kronos melempar koin itu keudara, lalu…

"Punya gue…!"

"Enak aja punya gue…!"

"Gue…!"

"Gue…!"

"Gue…!"

"Gue…!"

Ingin tahu yang terjadi:

Begitu kain dilempar oleh wasit Kronos, para pemain langsung berebut menangkap koin itu kaya anak-anak diacara saweran dikawinan.

Gubrak…

Freya pingsan.

Hilda: "Mereka itu ya… malu-maluin banget kaya gak pernah liat uang receh aja…!"

Athena: "Shion untuk gajian bulan depan kita kasi saja para bronzies itu uang recehan…!"

Shion: "Bukannya setiap gajian juga mereka emang dapat recehan semua…?"

Prittt….. Prittt…

Terpaksa Kronos kembali meniup peluit untuk mengendalikan situasi.

Untuk mencegah hal yang sama terulang kembali kali ini Kronos memakai koin bekas kerokan supaya gak ada yang berani ngambil.

Sesuai dengan perhitungan Alberich, Kepalalah yang terlebih dahulu menendang… maksudnya kesebelasan yang memilih kepala yaitu kesebelasan Preman Pasar yang mendapat Kick off pertama.

Ikki dan Zabu tampak berdiri didepan berhadapan dengan Alberic dan serigalanya Fenrir.

Prittt…

Pluit telah berbunyi menyambut operan Zabu, Ikki menendang dengan sekuat tenaga sampai terkena jidatnya ALberich. Tampaknya bagi wasit Kronos itu bukan sebuah pelanggaran hingga dibiarkan begitu saja meski peluit masih tak lepas dari bibirnya.

Bola jatuh kekaki Mime, lalu diover pada Sid. Tackle yang indah dari Ritsu berhasil memotong operan dari Sid ke Bud…

Sid & Bud: "Kebalik… Aku Sid… dia Bud…!"

(?)

Kita lanjutkan saja. Bola diberikan pada Seiya, terjadi kemelut tampaknya antara Seiya dan Siegfried. Bola ditendang melambung jauh…

Kini terjadi perebutan bola antara Hagen Vs Hyoga ditengah lapangan.

"Sesuai kesepakatan… Ayo kita lihat siapa yang lebih pantas buat Freya…!" Kata Hagen berniat satu lawan satu dengan Hyoga.

"Siapa takut…!" Tantangan diterima.

Deathglare sangat jelas dari kedua mata mereka.

"Banyak gaya…!"

Shiryu merebt bola dari kaki keduanya yang lagi saling melempar petir dari matanya. Hagen dan Hyoga tercengang kaget, karena bola justru direbut dengan mudahnya dari kaki mereka.

"Hoi… koq gitu… loe kan dah punya Shunrei… jangan ambil Freya juga dong…!" Teriak Hyoga ngejar.

"Malah rebutin cewek tuh yang direbutin… kitakan mau rebutin tu cangkir kopi…!" Shiryu gak mau tahu.

"Piala dunia….!"

"Iya…"

"Tapi aku dan Hagen udah sepakat siapapun yang dapet ni bola bakalan nonton film horror dibioskop bareng Freya…" Hyoga berhasil menyusul.

"Hah…?"

Gubrakkk…

Goaaalllll….

"Eh loh Koq…?"

Gara-gara keasikan ngobrol Shiryu dan Hyoga gak sadar sudah masuk sampat terjerat jaring kaya ikan tangkapan digawang tim lawan dengan keeper Thor telah tersungkur dibawah kaki mereka (Bukan kiasan)

Skor 1-0 untuk keunggulan Preman Pasar. Skor bertahan hingga paruh babak pertama.

Setelah turun minum babak kedua dimulai dengan Kick Off dari Sakit Keras.

Alberich mengoper bola pada serigala Fenrir, dan dengan keras serigala itu menyundul bola overran kedepan hingga menimpuk perut Bhan lalu mantul kembali membentur muka Alberich, sehingga ini adalah kali kedua dia tertembak bola. Dan untuk kedua kalinya juga wasit Kronos membiarkannya.

Kini Bola ada dikaki Siegfried yang maju kedepan gawang dengan melakukan pormasi menawan bersama sikembar berhasil melewati Nachi, Geki juga Ichi dengan mudah. Dibelakangnya Fenrir dan kawanannya juga datang untuk membantu sementara Mime dan Hagen kini membantu Thor dibelakang.

Bola ditendang dengan sangat kuat namun sayang, keeper Shun masih bisa menghadang dengan sebuah pukulan berputar 360 drajat, hingga bola kembali ketengah lapangan.

Mime dan salah seekor srigala Fenrir tampak datang menyongsong. Karena Mime terlalu focus pada bola dia justru tersandung srigala dan kepalanya menyundul punggung Alberich yang baru bangkit setelah terkena bola. Akibatnya Alberich terpental, entah kebetulan atau dia lagi bejo, karena dia menyundul bola yang datang dengan keras, sampai tu bola balik lagi dengan keras dan tak bisa dicegat pemain belakang kesebelasan Preman Pasar termasuk keeper Shun.

"Goaaaallll….!"

Skor 1-1.

Theseus "Tambah seru aja ya Bung Pollo…!"

Apollo: "Apollo…! Tapi benar sekali bung Thessy… sangat berbeda dengan pertandingan sebelumnya yang gak bermutu…!"

Theseus "Theseus…!"

Duak… dug… gock… doing…

Tiba-tiba saja Hades dan Posseidon datang dan menyerang mereka lalu mengurung keduanya kedalam toilet.

Hades: "Bung Posseidon sekarang kita yang ambil alih pertandingan ini…"

Posseidon: "Ya… Ok… Bung Hades…!"

Karena setelah peluit panjang ditiup, hasil masih seri, maka akan diadakan babak perpanjangan waktu, Kick off akan dimulai dari kesebelasan Preman Pasar. Wasit Kronos bersiap meniup peluit…

"Gak… gue gak mau ditembak lagi…!" Jerit Alberich yang udah kapok terkena bola diawal pertandingan.

Parahnya akibat Histeria Alberich dia justru gak sengaja nabrak Kronos hingga peluit tertelan dan tersangkut diantara kerongkongan dan tenggorokannya.

"Pritt… Priiiitttt… Priiiiitttt…!" Kronos marah gak jelas karena adanya peluit dalam tenggorokannya.

"Buahahaha….!" Semua pemain, penonton, komentator dan semua pokoknya tertawa ngakgak mendengar tiap ucapan Kronos berubah jadi suara peluit.

Akibat rasa malu yang tidak tertahankan, amarah Kronos akhirnya sudah tak terbendung, dan dengan segenap keringat, jiwa, raga serta emosi, dia melempar, bukan hanya Alberich tapi semua yang berada disana ke Tartarus. Hingga permainan pun benar-benar berakhir seri 1-1.

To Be Continue

Behind the scane

Istar: "Aku gak mau main bola kalo Kronos yang jadi wasitnya ah… serem…!"

Kronos(Marah): "Prittt… priiiiitt… priiittttt…. prittt… prittt…."

Istar (Sweatdrop): "Maaf… gak ngerti morse peluit…!"