A/N : Halo, semuanya… kali ini saya akan membawakan cerita IF Story dari BoBoiBoy season 1 finale… Kenapa? Well… Let's just say, gegara teori konpirasi antar fans BoBoiBoy di grup. Dikarenakan saya juga sudah jarang atau bahkan hampir tidak pernah menulis, tolong dimaafkan kalau ada kata, kalimat, typo dan sebagainya di FF saya… Saya hanyalah manusia biasa. So, daripada makin panjang ini A/N dan nanti di akhir story ada A/N… Check it out!
Best regards,
Bittersweet217 ααα
Disclaimer : BoBoiBoy©Animonsta Studio (Monsta Studio)
Story following the canon story exclusive just this chapter, next chapter will be following my story.
Language : Indonesia
Rating : Could be change during time, but for now I will rate it T+ for now
Warning : This fanfic contains spoiler *maybe* ! If you hate spoiler thingy, go back for your safety, contains side character OC, lil bit bromance between Fang and BoBoiBoy and lot of warning that will be long if I list it one by one...
Genre : Mix!
Sebelumnya :
Menjauh dan menjauh dari hadapan teman-temannya dan perlahan menghilang dalam gugusan-gugusan bintang layaknya gugusan bintan itu memakannya… dan meninggalkan senyuman penuh kemenangan di bibir musuhnya…
Chapter 2
Saat ini di ruang kokpit markas Tempur-A, sedang memiliki pertemuan mendadak pasca kekalahan Captain Vargoba. Pasti pada bertanya bagaimana Captain Vargoba dapat dikalahkan? Tepat setelah terlemparnya BoBoiBoy ke angkasa lepas, pasukan Captain Vargoba sampai di markas TAPOPS, para hero kita dengan susah payah bangkit berdiri untuk mempertahankan power-power sphera dan semangat menemukan BoBoiBoy yang entah bagaimana nasibnya itu, Ochobot hampir tertangkap Captain Vargoba, syukurlah itu dapat digagalkan oleh Fang dengan elang bayangan dia, kalau tidak… Keselamatan galaksi berada di ujung tanduk. Pertempuran sengit antara kubu hero kita dan kubu Captain Vargoba kembali terpecah, untung saja Captain Kaizo dan para anak buah TAPOPS datang di saat yang sama dan mulai bergerilya melawan Captain Vargoba dan anak buahnya. Beberapa lama kemudian, Captain Vargoba berhasil digugurkan… Berterima kasihlah kepada Kapten Kaizo dbantu dengan temannya menyerang Captain Vargoba dengan ultimate kekuatan mereka yang berhasil membuat para superhero kita tercengang takjub akan kekuatan Captain Kaizo dan temannya yang besar itu. Dikarenakan keadaan Stasiun TAPOPS yang rusak parah akibat kekuatan dua kubu yang berbanding terbalik itu, mereka dan semua power sphera di Stasiun TAPOPS diungsikan ke markas teman Captain Kaizo… Markas Tempur-A. Dan beginilah keadaannya sekarang…
"Jadi anak yang bernama BoBoiBoy itu terlempar dan menghilang di antara gugusan galaksi ini akibat serangan tidak terduga Captain Vargoba itu?" ujar teman Captain Kaizo yang bernama Mr.X (Saya ngarang namanya karena belum ada nama official dari studionya sendri~).
"Benar,Mr. X! Maka dari itu kami meminta ijin untuk mengadakan misi pencarian BoBoiBoy," ujar Yaya dengan penuh wibawa.
"Saya akui keberanian kalian mengusulkan misi tidak pasti ini… Tapi, kalian baru saja pulih setelah pertempuran Captain Vargoba itu, maka saya akan menolaknya demi kepentingan kita semua," jawab Mr.X tidak kalah berwibawa.
"Tapi, Mr.X… BoBoiBoy adalah orang terpenting kami…! Kami tidak akan bisa tenang sebelum mencarinya!" balas Ying dengan nada kesal.
"Saya paham dengan perasaan kalian… Maka dari itu saya mohon sekali untuk menuruti apa kata saya…! Di galaksi sana luas dan berbahaya! Kalau kalian tetap nekat untuk mencarinya dengan keadaan kalian yang seperti ini… Maka kalian tidak akan pernah bertemu dengan teman kalian itu lagi untuk selamanya… Paham?" sahut Mr.X mulai tersulut emosinya yang sukses membuat mereka semua terdiam… Apa yang dikatakan Mr. X itu ada benarnya… Cuma saat ini mereka khawatir dengan teman jingga bertopi mereka itu… Bimbang… Itu yang saat ini mereka rasakan.
"Sekarang… kalian kembali ke kamar kalian masing-masing!" tegas Mr. X yang langsung dituruti mereka semua.
~OoO~
Di tengah malam yang sunyi nan gelap itu, perasaan akan teman sekaligus tim BoBoiBoy tidak tenang sama sekali, mau tidur pun rasanya sangat sulit karena selalu terpikirkan sosok jingga bertopi tanduk itu. Setiap jam yang ada terasa seperti bertahun-tahun lamanya, pikiran mereka kalut… Bahkan sang pemuda berambut ungu kacamata pun memikirkan rivalnya itu, otak sudah menyuruhnya untuk tidur namun perasaannya menolak dengan tegas perintah sang otak, sebab itu dia tetap terjaga dan memutuskan untuk minum dulu begitu kerongkongannya terasa kering dan sakit dengan perlahan dia membuka pintu kamarnya dan pergi menuju tempat yang ia tuju. Tidak butuh waktu lama dirinya sudah sampai di tempat yang ia tuju, dengan segera dia mengambil gelas untuk diisi dengan air dan meminumnya mencoba untuk merilekskan pikirannya yang kalut itu, sehingga ia tidak mementingkan sekitarnya—
"Fang!"
"! UHUK UHUK!"
Sebuah panggilan pun sukses membuyarkan lamunannya dengan hasil dirinya tersedak oleh minumannya sendiri, sungguh dia ingin menghajar orang yang mengagetkannya itu, dengan penuh emosi dan cepat dia langsung menoleh ke sumber suara dan menemukan pemuda gempal keturunan India tengah tersenyum kikuk.
"APA-APAAN SIH KAU GOPAL?! MENGAGETKANKU SAJA! BISA MATI TERSEDAK AKU!" omelnya kepada pemuda gempal yang bernama Gopal itu.
"Ehehe… maaf Fang… maaf… tidak sengaja," tawa Gopal dengan nada kikuk.
"Untuk apa kau kemari?" tanya Fang seakan lupa akan kejadian tadi.
"Aku tidak bisa tidur…" jawab Gopal lesu.
"Biar kutebak… BoBoiBoy?" ujar Fang yang langsung membuat pemuda gempal dihadapannya ini terkejut dan segera termenung.
"Sudah kuduga" batin Fang begitu mengenai jackpot akar masalah dari insomnianya Gopal.
"Kalau kau sendiri kenapa disini? Tumben sekali…" tanya Gopal balik yang sukses membuat Fang termenung sebentar dan langsung menghilangkannya.
"Aku kemari karena kerongkonganku kering dan sakit, dan aku tidak bisa tidur karena itu," jawab Fang seraya meletakkan gelasnya di meja terdekat.
"Tidak mungkin. Pasti ada sebab lain sehingga kau tidak bisa tidur," sahut Gopal dengan tatapan menyelidik mengarah ke Fang. Yang ditatap pun merasa rishi dengan itu, maka dengan cepat dia memulai topic pembicaraan.
"Apa-apaan sih?! Itu memang benar alasannya," ujar Fang berbohong, tidak sepenuhnya sih...
"Alah! Kau ingin menyembunyikannya bukan? Bilang saja kenapa sih… Bilang saja kalau kau juga khawatir dengan BoBoiBoy!" balas Gopal dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.
"Untuk apa aku menyembunyikannya sih…? Tidak berguna sama sekali! Malah aku senang karena aku bisa mengambil habis kepopuleran orang itu," sanggah Fang kesal, dia masih menyembunyikan kekhawatirannya akan anak jingga bertopi tanduk itu.
"Ish! Dasar tidak punya hati! Kau dan keirianmu akan popularity itu…!" balas Gopal mulai emosi.
"Suka-suka a—"
"Fang! Gopal! Kalian ada disini?!"
"Haiya! Tidak kusangka kami akan bertemu dengan kalian…"
"Apa yang kalian lakukan?"
Tiga suara yang familiar pun menyapa indera pendengaran mereka berdua dan dengan segera mereka menoleh ke sumber suara dan menemukan Yaya, Ying bahkan Ochobot sekalipun sedang bergerak menuju tempat mereka.
"Ya ampun… kenapa mereka harus datang sih? Takdir apa ini? Apa yang harus kulakukan?" batin Fang bingung sekaligus merana karena dia yakin mereka bertiga pasti dapat melihat topengnya itu, berbeda dengan Gopal.
"Oh! Yaya! Ying! Ochobot! Kenapa kalian kemari?" sapa Gopal yang langsung melupakan percakapannya dengan Fang tadi.
"Kami tidak bisa tidur… Setiap kami menutup mata kami, yang ada selalu rasa gelisah mengenai BoBoiBoy… Bahkan Ochobot pun mendatangi kami untuk mengobrolkan tentang kegelisahan kami akan BoBoiBoy," jawab Ying menjelaskan, Fang yang melihat ini pun segera mengambil kesempatan untuk pergi dari tempat ini, untuk menjauhi kemungkinan yang paling dia sebali terjadi…
"Bagaimana denganmu Gopal?" tanya Yaya.
"Sama halnya dengan kalian… Aku kemari untuk merilekskan pikiranku dan rupanya Fang sudah berada di—Fang!" jawab Gopal seraya melihat ke belakangnya dan menemukan Fang sedang mundur perlahan dan panggilan Gopal itulah yang membuat Fang langsung terperanjat dan berhenti otomatis.
"Ermm… Ya?" sahut Fang dengan senyuman penuh kekikukan dan peluh yang mulai mengalir.
"Fang ada disini? Kau mau kemana, Fang?" tanya Ochobot yang langsung memusatkan perhatiannya dari Gopal ke Fang setelah mendengar nama pemilik kekuatan bayangan itu dari Gopal.
"Ermm… kembali ke kamar…?" jawab Fang dengan nada linglung.
"Fang… Apakah kau khawatir dengan BoBoiBoy…?" tanya Ochobot dengan nada penuh harap menerima jawabannya yang diduganya.
"U-Untuk apa aku harus m-mengkhawatirkan dia…? B-Buang waktuku saja!" jawab Fang agak tergagap begitu mendengar pertanyaan Ochobot yang diucapkan dengan nada penuh harap itu. Sungguh, dia merasa kalau dirinya sedang dikerjai oleh Dewi Takdir.
"Kenapa aku mendengarnya seperti kau menyembunyikannya Fang?" ujar Yaya dengan sebelah alis terangkat, heran.
"Ma-mana mungkin…!" jawab Fang ketus, namun, di hatinya dia ingin sekali untuk masuk ke lubang yang dalam dan mengubur dirinya disitu.
"Ya lo! Kau seperti sangat mengkhawatirkannya…" sahut Ying.
"Aku juga punya firasat kalau Fang si landak ungu ini, menyembunyikan rasa khawatir dan gelisahnya itu," balas Gopal sengaja dengan nada meledek, guna menyulut emosi Fang biar dia jujur.
"M-mana mungkin…! Dan apa-apaan nama panggilan itu,Gopal?!" emosi Fang yang langsung bergegas keluar namun dirinya ditahan oleh sebuah tarikan di lengannya, dan begitu dia menoleh untuk mencari tahu pelaku penarikan lengannya itu, ia menemukan Ochobot yang menarik.
"Fang, aku mohon…" ujar Ochobot dengan nada sedih, yang sukses membuat Fang termenung dan menundukkan kepalanya, sebelum berkata…
"…Dugaan kalian benar… Aku khawatir dengannya…! Tidakkah ini lucu kalau aku mengkhawatirkannya yang jelas-jelas merupakan rivalku itu…?! YA! AKU KHAWATIR DENGANNYA! AKU KHAWATIR DENGAN RIVALKU SENDIRI! PUAS KALIAN?!" emosi Fang sudah tidak terbendung lagi. Ya… Dirinya sangat mengkhawatirkan rival jingga bertopi tanduk itu. Ingin rasanya dia tertawa menertawakan dirinya sendiri yang naif ini. Tepat setelah penuturan kalimat penuh emosinya itu, semua yang berada di tempat itu langsung tersenyum lebar setelah mereka tersadar dari keterkejutannya mereka atas ucapan penuh emosi Fang tadi.
"Fang…! Terima kasih! Terima kasih karena juga mengkhawatirkan BoBoiBoy!" haru Ochobot yang langsung memeluk Fang yang sempat terkejut akan tindakan tiba-tiba robot kekuatan bundar kuning hitam itu. Tangannya terangkat untuk mengelus robot bundar itu.
"Kita harus selamatkan BoBoiBoy!" ujar Fang tiba-tiba yang langsung mengambil perhatian dari semua yang berada disana.
"Kau gila dey! Luar angkasa itu luas!" cercah Gopal tiba-tiba.
"Benar kata Gopal. BoBoiBoy ada dimana saja… Kita tidak tahu," sahut Yaya menyimpulkan kesimpulan yang sangat mungkin terjadi.
"Kita juga tidak tau apakah dia masih di gugusan bintang ini atau bintang lain," sahut Ying melengkapi kesimpulan Yaya.
"Kita harus mencarinya…! Aku takut sesuatu yang buruk menimpa BoBoiBoy…" tekad Ochobot.
"Ochobot…" gumam mereka semua kecuali Ochobot dan Fang dengan nada sedih.
"Kenapa kalian menjadi pesimis seperti itu? Bukankah kalian yang tadi memaksaku untuk mengatakan yang sebenarnya kepada kalian? Aku tanya balik kepada kalian… Apakah kalian mengkhawatirkannya atau tidak?" tanya Fang yang sukses membuat ketiga orang dihadapannya itu terdiam untuk waktu yang cukup lama sebelum mereka menjawabnya dengan serempak.
"TENTU SAJA KAMI SANGAT MENGKHAWATIRKAN BOBOIBOY!" jawab mereka nyaring dan serempak.
"Bagus… Dengan begitu kita tidak perlu takut menghadapi resiko-resiko yang akan kita alamin nanti," sahut Fang dengan senyuman di wajahnya.
"Hanya satu perkara… Bagaimana cara kita untuk membuat Mr. X menyetujui pengusulan misi kita? Menurutku beliau merupakan tipe yang keras kepala dan susah dibujuk…" sahut Ying.
"Keras kepala dan susah dibujuk… Beliau mengingatkanku akan ketua kita itu," gelak Fang.
"Itu dia yang saat ini masih dipikirkan…" gumam Ying.
"Misalkan ada seseorang yang hampir setara dengan Laksamana Tarung… Kemungkinan besar pengusulan misi kita diterima," gumam Gopal dengan mode berpikir ala detektif.
TING!
Sebuah lampu bohlam imajiner pun bersinar di atas kepala Yaya, Ying, Fang dan Ochobot, nampaknya mereka sudah menemukan solusinya.
"Ying! Yaya! Ochobot! Apakah kalian memikirkan apa yang kupikirkan?" ujar Fang seraya tersenyum misterius yang mendapat balasan berupa anggukan dari mereka masing-masing.
"Terima kasih Gopal!" sahut mereka bertiga serempak sehingga membuat sang pemilik nama terkejut.
"Eh?! Ma-maksud kalian apa…?" bingung Gopal.
"Kami menemukan solusi pemecahan masalah Mr. X itu," sahut Ochobot dengan nada riang.
"Eh? Benarkah? Apa itu?" sahut Gopal semangat.
"Captain Kaizo," jawab Fang singkat, padat dan jelas.
"HEEEE? CAPTAIN KAIZO?"
~OoO~
A/N : Ulala! Kembali lagi dengan saya author Bittersweet217! Nah, chapter baru "A Little Hope" sudah hadir… Maafkan saya atas update-an yang terbilang cukup lama, secara saya butuh ide untuk pembuatannya, mohon mengertilah~ *dirajam* dan lagipula chapter ini juga cukup panjang bagi saya, so akhir kata aja deh… RnR?
Best regards,
Bittersweet217 ααα
CUPLIKAN :
"Bantuan?"
"Baiklah, akan saya terima usulan misi itu…"
"Target pencarian pertama kita dimana, Ochobot?"
"Menurut data terakhir yang aku dapatkan… Kita mulaikan pencarian kita di planet Northsea…"
