Previous chap

Ting tong

"ah, sepertinya ada tamu. Aku lihat dulu siapa yang datang."

Sungmin berjalan menuju pintu apartemennya. Kedua matanya membulat sempurna saat mengetahui siapa yang datang.

"ju...Jungmo?"

Cho's lee proudly present

Only you

Cast:

Lee Sungmin (yeoja)

Cho Kyuhyun (namja)

Rated : T to M

Genderswitch (GS)

Typo(s)

Kyuhyun berjalan mengampiri Sungmin, tangannya sudah mendarat dengan indah di pinggang Sungmin.

"siapa sayang?"

Baik Sungmin maupun namja didepannya hanya mampu terdiam terpaku ditempatnya. Mereka sungguh tidak dapat memahami apa yang sudah ada di depan mata.

"ju...Jungmo? Kim Jungmo?"

"kau tidak mempersilahkan aku masuk dulu?"

"ah iya. Aku hampir lupa, silahkan masuk Jungmo-ah"

Sungmin dan Jungmo telah berjalan mendahului Kyuhyun. Kyuhyun masih menautkan kedua alisnya tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi diantara keduanya.

Sesampainya disofa, mereka langsung mendaratkan pantatnya.

"jadi, namja ingusan seperti ini yang sudah membuatmu meninggalkanku min?" tanpa banyak basi-basi Jungmo langsung mengeluarkan pertanyaan itu.

"ya! Apa maksudmu Jungmo-shi? Siapa dia sebenarnya Ming?

Sungmin menghela nafas sesaat

"dia mantan kekasihku Kyu"

CHO KYUHYUN POV

"dia mantan kekasihku Kyu"

Deg

Bagai tertimpa berton-ton salju dikepalaku, tubuhku terasa membeku mendengar penjelasannya. Jadi orang inilah yang membuat Sungmin bepikir ulang untuk menerimaku dulu. Cukup dewasa memang tapi terlihat sedikit angkuh.

"jadi benar kan Lee Sungmin, kau memutuskan hubungan kita hanya demi bocah seperti ini?"

Apa dia bilang bocah? Aish, dia pikir dia siapa berani sekali menyebutku bocah.

"sudahlah kim Jungmo, hubungan kita sudah berakhir bukan, jangan ungkit masalah ini lagi. Ada perlu apa kau kemari?"

"kudengar di perusahaanmu tidak boleh menjalin asmara diantara sesama pegawai. Benar begitu Cho?"

Ya Tuhan, kenapa dia bisa mengerti akan hal ini. Apa maksudnya ?

"lalu apa yang dikatakan direktur Cho jika mengetahui kalian berdua seperti ini?

Ya Tuhan, rencana apalagi yang ingin kau lakukan padaku.

"hahaha, pasti direktur Cho akan sangat kecewa pada putra tunggalnya ini. Baiklah, aku akan memberi penawaran untuk membantu kalian jika begitu."

Oh tidak mungkin, pasti dia merencanakan sesuatu. Wajah liciknya sudah mulai terlihat

"bagaimana jika kau berpura-pura menjadi kekasihku selama di kantor Ming? Bukankah itu ide yang bagus? Perusahaan tidak akan curiga karena aku tidak bekerja disitu bukan"

CHO KYUHYUN POV END

Wajah Sungmin terlihat memucat seketika. Sungguh,ini berada diluar dugaannya. Ternyata Jungmo mengunjungi apartemennya untuk sebuah alasan yang menurutnya tidak masuk akal ini? Baiklah, sudah tebukti bukan , cinta mampu membutakan segalanya.

Ketiganya hanya mampu terdiam. Sungguh penawaran itu sungguh tidak masuk akal bagi Sungmin dan Kyuhyun. Berpura-pura tidak mempunyai hubungan saja sudah sulit bagi keduanya apalagi harus berpura-pura menjadi kekasih orang lain. Namun, suara itu tiba-tiba mengalihkan bikiran kedua namja itu

"baiklah Jungmo-ssi. Aku akan menuruti permintaanmu"

"Ming! Apa yang kau katakan!"

"kurasa sudah cukup jelas. inilah jawaban yang aku tunggu. Segera beri penjelesan pada bocah ini"

Jungmo segera pergi meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun. Kini, hanya mereka berdua yang tersisa. Keheningan masih saja setia menemani mereka. Keduanya terjebak dengan pikiran masing-masing.

"jelaskan padaku apa maksud perkataanmu tadi Ming?"ujar Kyuhyun dingin

"apa lagi yang harus dijelaskan Kyu? Sudah jelas bukan, mulai besok aku akan berpura-pura menjadi kekasih Jungmo di kantor"

"ya! Lalu aku harus melihat kalian bergandengan mesra begitu? Tidak terima kasih Ming, itu sangat menyakitkan untukku"

"bekerja samalah Kyu. Hanya dikantor saja, setelah itu aku milikmu seutuhnya. Ini hanya untuk menutupi kecurigaan appamu saja. Kau juga menyadari kan jika appamu sudah mencurigai kita sejak kejadian di tangga darurat tempo hari"

"tapi tidak seperti ini Ming! Berhentilah bersikap kekanakan!"

Sungmin membulatkan matanya mendengar perkataan Kyuhyun.

"apa maksudmu dengan bersikap kekanakan Kyu" balas Sungmin dingin

"kau tidak memutuskan dengan matang tentang apa yang akan kau lakukan Ming. Kau bahkan tidak memikirkan perasaanku saat memutuskan hal ini"

"lalu apakah kau pernah memikirkan perasaanku tentang hubungan ini? Apakah kau pernah berpikir secara matang tentang arah hubungan ini? Apa kau pernah sekali saja mencoba menjalani peranku Kyu" teriak Sungmin

Kyuhyun terkesiap mendengar rentetan pertanyaan Sungmin. Baru kali ini Kyuhyun merasa yeojanya begitu rapuh. Kali pertama Kyuhyun melihat Sungmin berteriak sambil menangis dihadapannya. Setahunya Sungmin yang dia kenal tidaklah mudah menitikkan air mata. Kyuhyun baru saja akan membuka mulutnya namun Sungmin sudah kembali bicara

"kurasa kau benar Kyu. Aku terlalu kekanakan memang. Kekanakan karena dengan begitu saja menuruti semua permainanmu. Kekanakan karena dengan mudahnya aku menyerahkan semuanya padamu. Kekanakan karena dengan mudahnya mempercayai bahwa kau akan segera mengenalkanku pada keluargamu"

"Ming, kumohon jangan berkata seperti itu..."

"lalu kenapa kau tega berkata seperti itu padaku Kyu? Hiks...tak cukupkah aku mengorbankan semuanya hanya untuk bersamamu. Karirku, masa depanku, bahkan kehormatanku pun aku serahkan padamu. Tak cukupkah? Hiks..."

Kyuhyun sudah tak mampu lagi berkata-kata. Dia sungguh kehabisan kata-kata saat ini. Hatinya sungguh tak kuasa melihat wanita yang paling disayanginya itu menangis seperti itu. Kyuhyun sudah beberapa langkah akan mendekap Sungmin,namun niatnya urung seketika mendengar perkataan Sungmin

"sudahlah Kyu, jangan mendekat lagi. Kumohon jangan beri aku harapan untuk kesekian kalinya. Kumohon hiks..."

"Ming..."

"pergilah Kyu, tinggalkan aku sendiri. Kembalilah ke apartemenmu. Pikirkan baik-baik tentang hubungan kita"

"baiklah, aku akan pergi jika itu maumu Ming. Aku akan menelponmu lagi"

Kyuhyun segera menyambar ponsel dan kunci mobilnya. Langkah sudah mendekati pintu. Tangannya dengan berat hati membuka daun pintu.

"ingatlah satu hal Ming. Apapun yang terjadi aku tidak akan pernah melepaskanmu. Bahkan jika aku harus menentang appa"

Blam

Sungmin hanya mampu menumpahkan tangisnya saat itu. hatinya terlalu perih merasakan ini semua. Otaknya yang cerdas pun tak mampu menjangkau kenapa cinta begitu rumit. Cukup lama Sungmin menangis dan meratapi keadaannya. Entah sudah berapa lama waktu yang dia habiskan untuk memikirkan ini semua hingga dirinya sendiri tidak menyadari bahwa diluar sana sudah petang. Nafsu makannya sudah hilang, yang Sungmin inginkan hanyalah tidur untuk menjernihkan pikirannya.

Keesokan harinya

Sungmin terlihat terlelap ditempat tidurnya. Kepalanya terlalu pening untuk bangun. Tiba-tiba sebuah getara halus di ponselnya mampu memaksanya membuka matanya.

"kau sudah siap min? Aku akan menjemputmu sebentar lagi"

Rupanya jung,o sangat bersengat sekali untuk menjalankan perannya hari ini. Bahkan Sungmin masih merasakan pening dikepalanya tapi namja ini sudah mengirimkan pesan padanya. Dengan terpaksa Sungmin segera menyiapkan diriya untuk berangkat ke kantor. Tak membutuhkan waktu yang lama bagi seorang Sungmin untuk bersiap diri mengingat betapa cekatannya dia dalam melakukan berbagai hal. Setelah semuanya siap Sungmin segera keluar dari apartemennya dan menaiki lift menuju lantai dasar. Dan ternyata Jungmo sudah siap.

"kau cantik sekali hari ini min?"

"ne, gomawo Jungmo ah"

"kita brangkat sekarang? Senyum lebar masih tergambar jelas dibibir Jungmo

"ne.."

Keduanya memasuki mobil mewah Jungmo. Takada percakapan sedikit pun diantara keduanya. Cukup lama keduanya diam tanpa kata.

"cha, kita sudah sampai Sungmin"

Sungmin langsung menatap kearah luar jendela. Ternyata dirinya sudah terlalu lama melamun hingga tak menyadari bahwa mobil Jungmo sudah berhenti tepat dikantornya

"ah, ne. Gomawo "

"apakah nanti aku harus menjemputmu Ming?"

"aniyo, kau pasti sibuk. Aku akan naik bus saja."

"benarkah? "

"ne, aku sudah dewasa Jungmo ah. Jangan mengkhawatirkan aku seperti gadis berusai 5 tahun lagi."

"haha baiklah, aku pergi dulu Sungmin ah"

"ne, hati-hati dijalan"

Tanpa Sungmin sadari, seorang namja telah mengamati gerak-gerik Sungmin. Dia bertanya pada orang disebelahnya.

"pak Park, apa maksudnya ini?"

TBC

Annyeong, mian buat update yang lama banget. Kemaren masih ada urusan akademik yang sedikit bikin galau. Oiya, author mau ngucapin terima kasih karena berkat doa kalian juga nilai author sangat memuaskan. Gomawo ne tebakannya pada bener semua ya kalo Jungmo mantannya Ming? Gampang ketebak kah? Hoho

Apakah readerdeul dapet feel buat moment sedih Kyumin diatas? Author sih nyesek ngetiknya. Gatau lagi deh kalo tanggapan readerdeul. Salurkan lewat review ne. Gomawoo