Previous chap
Tanpa Sungmin sadari, seorang namja telah mengamati gerak-gerik Sungmin. Dia bertanya pada orang disebelahnya.
"pak Park, apa maksudnya ini?"
Cho's lee proudly present
Only you
Cast:
Lee Sungmin (yeoja)
Cho Kyuhyun (namja)
Rated : T to M
Genderswitch (GS)
Typo(s)
"maaf tuan Cho. Saya belum mendapatkan info lebih lanjut mengenai hubungan tuan muda Cho kyuhyun dnegan nona Lee Sungmin"
"segera selidiki apa yang terjadi. Aku tidak mau kehilangan sedikitpun informasi tentang anakku"
"ne"
Jajaran petinggi perusahaan Cho itu pun terus melangkah memasuki bangunan tinggi menjulang itu. belum tampak kesibukan yang berarti mengingat jam kerja akan dimulai setengah jam lagi. Tuan Cho terlihat sedang menunggu lift terbuka dengan beberapa orang kepercayaannya.
Ting
Pintu lift terbuka, segera saja Tuan Cho memasukinya. Beberapa saat lagi pintu akan segra tertutup. Namun, pintu kembali terbuka saat seseorang menekan tombol pintu terbuka.
"oh.. selamat pagi, sajangnim" sapanya seraya membungkukkan badan
"selamat pagi nona Lee. Masuklah. Sebentar lagi lift akan tertutup"
"ne"
Hening kembali menjalar. Suasana begitu canggung. Yah, siapa yang tidak akan canggung jika satu lift dengan pemilik perusahaan tempat kau bekerja.
"anda dilantai berapa nona lee?"
"lantai 13 sajangnim" jawab sungmin sopan
"lantai 13? Kurasa anakku juga dilantai tersebut. Benarkah?"
Deg
"ne, sajangnim" jawabnya suram. Baru beberapa jam yang lalu dia berusaha melupakan apa yang telah terjadi kemarin tapi ia sudah kembali harus mengingat perihnya menjalin kisah cinta dengan Cho kyuhyun.
"apakah kalian satu departement?"
"tidak sajangnim. Kami berbeda departement."
Tuan Cho baru saja akan menanyakan sesuatu lagi namun kali ini sungmin lebih beruntung sepertinya. Pintu sudah terbuka. Egera saja dia berpamitan pada big boss nya.
"saya permisi dulu sajangnim" ucap Sungmin sambil membungkukkan badannya
LEE SUNGMIN POV
Haah, untung saja lift ini segera terbuka. Jika tidak, bagaimana nasibku menjawap pertanyaan dari Tuan Cho itu. Sungguh aku tidak bisa berpikir lagi sejak kejadian kemarin. Otakku serasa melemah.
"sungmin-ah"
Deg
Suara ini. Bahkan suaranya saja selalu menghantuiku. Ya Tuhan, apakah aku terlalu mencintai namja itu. kulangkahkan kakiku terus menuju meja kerjaku.
"sungmin-ah"
suara itu terasa begitu dekat sekarang. Kali ini disertai derap langkah seseorang. Oh, ini pasti bukan khayalanku semata. Biarlah, anggap saja aku tidak pernah mendengarnya. Kupercepat langkahku. Dan sayangnya derap langkah kaki itu juga semakin dipercepat. Tiba-tiba seseorang sudah menarik lenganku menuju tangga darurat.
Tubuhku terasa sesak sekali. Dia memelukku terlalu erat. Pelukannya serasa melumpuhkan setiap sel yang ada ditubuhku. Sungguhm aku juga merindukan pelukan posesif ini. Tapi sayangnya, logika masih cukup menguasaiku.
"leph..lepaskan kyuhyun-ah. Kau menyakitiku"
Tak ada jawaban darinya. Sepertinya dia juga sama merindukan kemesraan seperti ini.
"biarkan seperti ini ming. Aku sangat merindukanmu"
"lepaskan kyu. Ini dikantor"
Maafkan aku kyu. Aku tahu ini sangat menyakitimu. Tapi inilah yang terbaik untuk kita.
LEE SUNGMIN POV END
Kyuhyun terlihat tidak tega melepas pelukannya. Namun, apa yang bisa dia lakukan. Membuat sungmin marah setelah kejadian tempo hari sepertinya justru akan memperburuk keadaan.
"baiklah, jika itu keinginanmu Ming"
Sungmin segera beranjak dari tempatnya berdiri namun sebuah lengan kokoh menahannya.
"pulanglah bersamaku nanti"
"tidak bisa kyu, aku lembur. Pekerjaanku menumpuk"
Tidak. Sungmin tidak lembur hari ini. Sungmin hanya ingin sendiri untuk beberapa hari ini. Entah sampai kapan. Dia hanya perlu menjernihkan pikirannya hingga dia memutuskan keputusan yang tepat untuk mereka berdua.
"aku akan menunggumu"
"sudahlah, pulanglah lebih dulu. Kau harus menjaga kesehatanmu untuk meneruskan perusahaan ini kan. "
Jleb
Entah mengapa kyuhyun merasakan ngilu dihatinya. Perkataan sungmin seolah membuat dirinya menyadari bahwa selama ini dia hanya fokus pada pekerjaannya. Pekerjaan untuk meneruskan perusahaan yang telah dibangun susah payah oleh appanya.
"ming, kumohon jangan seperti ini."
"tidak kyu. Itulah kenyataannya. Aku akan kembali kemejaku jika kau sudah selesai. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku jika tidak ingin dipecat"
Sungmin langsung saja membuka pintu darurat melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya. Sungmin ingin segera menenggelamkan dirinya pada pekerjaannya. Begitu sampai dimejanya, wanita itu langsung saja menyentuh pekerjaannya. Sungguh, sepertinya yeoja itu terus berusaha melupakan masalahnya. Wajahnya terlihat sangat fokus. Jam makan siangpun tak menjadi penghalang untuknya. Bahkan beberapa rekannya telah mengingatkan untuk beristirahat sejenak tetapi apa daya, sungmin terlalu keras kepala untuk menuruti nasehat mereka.
Saat lelah, sungmin hanya meneguk air mineral yang berada dimejanya atau mungkin hanya meregangkan otot-otot yang berada ditubuhnya. Bayangkan saja, sejak pagi hingga sekarang malam sudah tiba sungmin tetap saja berkutat dengan dokumen-dokumen tersebut. Jenuh memang tapi sepertinya akan jauh menyakitkan jika dirinya kembali mengingat masalah pribadinya.
"sungmin-ah, kau lembur lagi?" tanya hyukjae
"ah, ne. Dokumen ini harus segera diselesaikan hyukkie-ah."
"jangan bekerja terlalu keras ming. Kerjakan saja besok pagi. Ini sudah terlalu malam untuk seornag yeoja. Jika kau sakit, dokumen itu justru akan makin menumpuk dimejamu"
"sebentar lagi hyukkie. Aku janji akan segera pulang jika sudah selesai"
"kau tetap saja keras kepala ming. Baiklah, aku pulang dulu. Dongahe sudah menjemputku. Jaga kesehatan ming"
"ne, hati-hati hyukkie"
Hening. Sekarang hanya sungmin saja diruangan itu. biasanya kyuhyun akan segera muncul jika sudah sepi. Namun, sekarang sungmin tidak bisa lagi seperti itu. inilah pilihannya. Menyakitkan memang tapi apa lagi yang harus dilakukannya. Sungmin tidak mungkin terus bertahan saat kyuhun terus saja menggantung hubungan mereka kan. Sungmin tahu kyuhyun tidka bermaksud seperti itu. sungmin juga tahu bahwa kyuhyun sangat mencintainya tapi sungmin juga sadar jika kyuhyun juga sangat mencintai keluarganya. Tak mudah memang tapi sungmin harus mengambil tindakan tegas. Hidup terus berjalan, sekarang hanya kau saja yang harus memilih. Tetap ditempatmu atau berjalan melawan arus. Dan sungmin sepertinya lebih memilih.
Nyut~
Sungmin merasakan kepalanya pening. Mungkin akibat dari dirinya yang tidak makan seharian dan terus memaksa bekerja keras menyelesaikan pekerjaannya.
"sepertinya aku harus pulang sebelum pingsan di kantor" batin sungmin
Sungmin segera membereskan barang-barangnya. Memasukkan beberapa dokumen penting untuk dilanjutkan dirumah. Setelah semuanya selesai, sungmin segera berjalan menuju lift. Kepalanya sudah tidak bisa diajak berkompromi lagi. Apalagi perutnya sudah melilit bukan main. Pintu lift terbuka, sungmin mempercepat langkahnya segera keluar dari gedung tempatnya bekerja tersebut. Sepertinya malam ini dia lebih memilih pulang dengan taksi dari pada harus menunggu bus. Sungmin terlihat memucat saat udara malam menerpa wajahnya. Dia merekatkan blazernya berusaha membuat tubuhnya hangat. Sirinya terlihat sangat buruk, wajah pucat kepala pusing dan perut melilit itu terasa hampir membuatnya mati rasa. Sungmin sudah tidak kuat lagi menahan semuanya dan tiba-tiba semuanya terasa ringan.
Bruk
"Sungmin-ah!"
Sungmin pingsan. Seorang lelaki yang dari tadi mengawasinya segera berlari berusaha menangkap tubuh mungil itu namun semuanya terlambat. Sungmin sudah jatuh menimpa aspal dingin itu. lelaki alngsung menggendong tubuh sungmin. Saat sebuah taksi berjalan didepannya, dia langsung memberhentikannya.
"rumah sakit pak'
Lelaki itu mendekap sungmin yang ada di pangkuannya. Mengusap keringat dingin yang mengalir di pelipisnya.
"kenapa kau seperti ini ming. Kumohon jangan menyiksaku lebih dalam lagi"
Beberapa saat kemudian, beberapa suster segera membantu lelaki itu untuk membawa sungmin ke UGD. Saat pintu tertutup, lelaki ituhanya mampu jatuh terduduk di lantai. Pikirannya sangat kalut, takut sesuatu terjadi pada wanita yang sangat dicintainya itu.
Lampu di pintu ruang UGD itu meredup. Lelaki itu segera menghampirinya saat pintu mulai terbuka.
"bagaimana keadaannya dok?"
"sepertinya anemia dan maagnya kambuh. Dia terlalu bekerja keras. Ditambah lagi, pikirannya sedang kacau. Hal itu makin memperburuk kesehatannya. Sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Anda boleh menjenguknya tuan..?"
"cho kyuhyun"
"ah, anda boleh menjenguknya tuan cho kyuhyun. Pastikan dia makan dengan benar dan istirahar yang cukup."
"ne, gamshamida" kyuhyun membungkukkan tubuhnya dengan hormat.
Lega sekali rasanya saat mengetahui keadaan sungmin baik-baik saja. Kyuhyun berjalan gontai menuju kamar inap sungmin. Tangannya terulur untuk membuka pintu. Langkahnya terus saja menuju ranjang tempat wanita yang menghiasi hidupnya beberapa tahun belakangan ini. Kyuhyun tak kuasa menahan tangannya untuk membelai surai kehitaman milik sungmin.
"kenapa harus seperti ini Ming? Kenapa kau harus menyikasaku seperti ini? Tak cukupkah kita berbahagia dengan cinta yang ada. Setelah aku bekerja keras mendapatkanmu, apakah aku juga harus melepaskanmu dengan mudah. Tidak Ming, kumohon jangan hukum aku seperti ini"
Kyuhyun menundukkan wajahnya, mencoba menggapai bibir mungil mungil yang selama ini menjadi candu baginya. Kyuhyun memejamkan kedua matanya saat bibir mungil itu terperangkap dengan indah di mulutnya hingga setetas air matanya mengenai wajah sungmin.
Sungmin mengerjapkan matanya. Rupanya air mata kyuhyun tadi sanggup membangunkan dirinya yang terlelap menahan sakit di seluruh tubuhnya.
"eungh" lenguhan sungmin menyadarkan kyuhyun.
"ming? Kau sudah adar chagi? Ada yang sakit?" kyuhyun langsung memberondong sungmin dengan berbagai pertanyaan dikepalanya.
"aniyo, aku baik-baik saja. Ini dimana kyu? Sepertinya bukan di apartemenku. Apakah apartemenmu sudah pindah?"
"kau dirumah sakit chagi, kau pingsan saat ingin [ilang tadi. Untung saja aku mengikutimu jika tidak mungkin kau akan tetap berbaring di aspal hingga esok pagi" ucap kyuhyun sambil membelai kepala sungmin.
Sungmin terdiam. Lagi-lagi kyuhyun mampu merobohkan pertahanan yang sudah ia bangun dengan susah payah.
"ming? Kau melamun sayang?"
Sungmin seakan tersadar , kedua matanya kini menatap dalam manik mata kyuhyun. Lagi. Sugnmin lagi-lagi tenggelam dalam pesona cho kyuhyun. Cintanya yang terlalu besar membuat dia terus saja terjatuh lagi untuk kesekian kalinya.
"ani, apa kata dokter kyu?"
"ah aku hampir lupa. Kata dokter, anemia dan maag mu kambuh sayang. Kau sudah makan? Jangan terlalu keras bekerja"
Sungmin menggeleng
"sudah kuduga, saat jam makan siang tadi aku melihat hyukjae sendirian. Pasti kau dengan keras kepalanya terus saja berkutat dengan dokumen-dokumen itu. baiklah, tunggu disini. Aku akan keluar sebentar membeli bubur. Kau harus makan saat ini juga. Aku tidak ingin kau seperti ini"
"kyuu.. "
"aku tidak menerima penolakan ming. Karena jika kau sakit, aku juga ikut merasakannya."
Sungmin tak mampu berkata-kata lagi. Lidahnya terlalu kelu untuk membalas perkataan kyuhyun"
"cha, aku akan keluar. Jika kau lelah, tidurlah. Aku akan membangunkanmu saat sudah sampai nanti."
Kyuhyun segera berdiri dan mengecup bibir sungmin sekilas. Sungmin membeku merasakan kecupan singkat dibibirnya. Sungmin terus saja menatap punggung tegap yang semakin lama semakin mengecil dan menghilang dibalik pintu itu. pikirannya seolah terbang melayang memikirkan kejadian tempo hari yang mebuat dirinya marah bear kepada kekasihnya itu. belum lagi kejadian barusan yang membuatnya tak bisa berpikir lagi. Pikirannya terus saja berputar-putar hingga dirinya tak mampu berpikir dan tertidur.
Beberapa saat kemudian
Kyuhyun meletakkan bubur yang baru saja dibelinya saat melihat sungmin sudah jatuh terlelap diranjangnya.
"ming.. bangunlah sebentar chagi. Kau harus makan" ucap kyuhyun sambil mengecup kening sungmin.
"eugh, kepalaku pusing kyu. Bisakah aku memakannya sambil berbaring?"
"baiklah, aku akan menyuapimu"
Kyuhyun sungguh sabar menyendokkan beberapa sendok bubur untuk sungmin. Namun, pada akhirnya dia frustasi karena bubur itu justru meleber ke dagu sungmin membuatnya merintih kepanasan dan mersa tidak nyaman.
"aish, baiklah. Sepertinya aku harus menyuapimu dengan caraku sendiri ming."
Sungmin mengerutkan keningnya, tak paham dengan ucapan kyuhyun.
Kyuhyun memasukkan bubur itu kedalam mulutnya. Tidak, kyuhyun tidak memakannya. Kyuhyun akan menyuapi sungmin dengan caranya sendiri. Kyuhyun menundukkan badannya. Tangan kirinya mengangkat dagu sungmin dan menariknya seolah ingin membuat mulut sungmin terbuka. Saat sudah terbuka, kyuhyun mempertemukan kedua bibirnya dengan bibir sungmin. Mendorong bubur yang ada dimulutnya untuk berpindah kedalam mulut sungmin. Mata sungmin terbelalak melihat kelakuan kekasihnya itu. tak percaya dengan apa yang dilakukan kekasihnya. Saat bubur itu sudah berpindah dengan indahnya ke mulut sungmin, kyuhyun segera melepaskan tautan mereka.
"bagaimana? Ini lebih enak kan?"
Blush
Wajah sungmin merona. Entah mengapa sungmin malu mendengar ucapan kyuhyun. Padahal itu hanya sebuah ciuman saja. Bahkan mereka pernah melakukan lebih dari ini
Kyuhyun terkekeh pelan melihat suungmin salah tingkah
"baiklah, kita akan menghabiskan bubur ini. Dan kau akan segera beristirahat sayang"
Dan acara menyuapi sungmin yang tidak biasa itu terus berlanjut hingga bubur itu habis. Keduanya begitu larut dalam suasana tersebut seolah lupa apa yang tempo hari terjadi pada mereka berdua
TBC / END?
Halooo, akhirnya aku update typo bertebaran ya? Maaf banget, aku gak ngedit lagi. Udah malem sih hoho. Alurnya cepet? Hhe mian. Sebenernya udah mau update cepet tapi beberapa hal telah menghambat. Jujur aja nih, aku kecewa sama beberapa readers yang komplain kenapa partnya pendek banget dengan cara yang kasar. Sejujurnya aku juga tau kok, kalo partnya pendek tapi itu semata-mata pengen menuhi permintaan kalian yang mau update cepet. Jadinya terjadilah part yang pendek karena kehabisan ide. Dan bukannya aku emang selalu update partnya dengan rentan kata-kata segitu kan. Kenapa gak protes dari dulu. Reader baru sepertinya ya? Kekanakan? Terserah sih mau nilai gimana
Mungkin aku gak bakalan bisa update cepet lagi, kuliah udah masuk dan baru beberapa hari masuk tugas udah numpuk aja. Jadi mohon pengertiannya ya.
Semoga gak kecewa sama part ini. Silakan direview :D
