Previous chap

"baiklah, kita akan menghabiskan bubur ini. Dan kau akan segera beristirahat sayang"

Dan acara menyuapi sungmin yang tidak biasa itu terus berlanjut hingga bubur itu habis. Keduanya begitu larut dalam suasana tersebut seolah lupa apa yang tempo hari terjadi pada mereka berdua

Cho's lee proudly present

Only you

Cast:

Lee Sungmin (yeoja)

Cho Kyuhyun (namja)

Rated : T to M

Genderswitch (GS)

Typo(s)

Malam terasa begitu cepat berlalu. Kyuhyun masih terus saja berada disamping Sungmin. Menjaganya seolah tak ingin kekasihnya terusik sesuatu hal pun. Kyuhyun tidur dengan memeluk Sungmin dari belakang. Mendekapnya erat hingga tak ada jarak lagi yang memisahkan mereka. Menyalurkan seberapa besar cinta yang dimlikinya.

Keesokan harinya

Kyuhyun mengerjapkan matanya saat seberkas sinar matahari dari celah jendela mulai mengusik tidurnya. Dirinya baru menyadari ternyata posisi mereka tidak berubah sedikitpun. Sungmin masih teteap berada di pelukannya. Masih tertidur dilengannya, menjadikan lengannya alas tidur semalaman. Seulas senyum tercipta. Entah sudah berapa lama dirinya tidak mersakan hal ini. Betapa bahagia perasaannya saat ini. Tiba-tiba Sungmin bergerak gelisah, sepertinya sinar matahari itu juga mengusik tidurnya. Sadar akan hal itu, Kyuhyun mencoba membalikkan badan Sungmin. Mengubah posisi kepala Sungmin hingga menghadap ke dadanya. Sungminpun menuruti pergerakan Kyuhyun, sepertinya dia masih belum sadar sepenuhnya. Lagi, seulas senyum tipis tergurat di bibir Kyuhyun.

"Tuhan, kumohon. Moment seperti ini akan terus ada di setiap hari aku membuka mata dari tidurku. Mendekap Sungmin dengan penuh cinta. Membenamkan kepalanya pada dadaku hingga membuatnya nyaman"

Rupanya sungmin merasa nyaman dengan dada Kyuhyun. Terbukti dirinya makin melesakkan wajahnya pada Kyuhyun. Mencoba menyamankan wajahnya pada dada hangat kekasihnya. Kyuhyun yang menyadari hal itu hanya mampu tersenyum. Tangan kirinya semakin mendekap Sungmin sedangkan tangan kanannya membelai surai kehitaman Sungmin. Sesekali mencium pucuk kepala Sungmin.

Sungmin merasa tubuhnya hangat sekali, ciuman di pucuk kepalanya terasa nyata. Perlahan dia membuka matanya. Matanya terbelalak saat menyadari dada Kyuhyun berada di depannya begitu dekat.

"Kyu?"

"Hm?"

"Kau tidur disini semalaman?"

"Tentu saja, sayang. Bagaimana aku bisa pulang ke apartemen setelah melihatmu pingsan"

"Kau berlebihan Kyu, hanya anemiaku saja yang kambuh"

"Anemia dan maagmu lebih tepatnya Ming. Sudahlah, jangan bahas hal ini lagi. Kesehatanmu yang terpenting sekarang"

"Kyu, tentang Jungmo..."

"Ming, bagaimana kalau kita ke Pulau Jeju? Aku ingin menghabiskan waktu denganmu. Aku merindukanmu Ming." Kyuhyun tidak ingin mendengar

"Kyu, kita tidak bisa seenaknya begitu. Apa kata appamu jika kita benar melakukan hal itu."

"Ssst, tenanglah Ming. Aku berjanji setelah ini kau akan berkata yang sebenarnya pada appa. Tentang peraturan itu, tentang Jungmo, dan tentang rencanaku untuk menikahimu"

"Kyuu.."

"Percayalah padaku Ming. Kumohon. Kali ini saja"

Sungmin diam. Lidahnya terlalu kelu untuk membalas ucapan Kyuhyun. Jauh di lubuk hatinya, dirinya masih menginginkan Kyuhyun. Cintanya msih begitu besar pada pemuda ini.

.

.

.

Kyuhyun terlihat sedang membereskan beberapa pakaian Sungmin. Ya, hanya Kyuhyun. Sungmin tidak diijinkan membantunya karena alasan dirinya belum pulih benar. Alasan konyol menurut Sungmin. Bagaimana Kyuhyun terlalu protektif padanya. Dirinya hanya terlalu lelah hingga maag dana nemianya kambuh. Bahkan Sungmin sudah terlalu sering untuk menjalani hal itu. Entahlah, dirinya terlalu malas berdebat dengan Kyuhyun. Tidak ada salahnya kan menuruti perkataannya.

Sungmin duduk di sofa dekat ranjangnya. Memperhatikan Kyuhyun yang dengan teliti mengemasi beberapa barangnya. Tampak Kyuhyun sedang dalam mood yang baik, wajahnya tidak berhenti mengulaskan senyuman sejak tadi.

"Cha, selesai" Kyuhyun tersenyum lebar kearah Sungmin.

Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin. Sesampainya disana, dirinya menunduk, menyamakan tingginya dengan Sungmin. Kedua mata mereka saling memandang. Perlahan namun pasti Kyuhyun mulai mendekatkan wajahnya dengan Sungmin, mengusap dagu Sungmin dengan tangan kanannya. mempertemukan keduah belah bibir tebalnya dengan bibir mungil Sungmin. Kyuhyun membungkam bibir Sungmin, sesekali menyesapnya. Sungmin hanya mampu memejamkan matanya. Mencoba merasakan energi cinta yang disalurkan Kyuhyun. Entah berapa lama mereka bertahan dengan posisi seperti ini, yang jelas saat Kyuhyun teringat rencanya untuk menghabiskan waktunya dengan Sungmin dirinya segera melepaskan ciuman itu. menggenggam tangan Sungmin untuk segera meninggalkan rumah sakit dan meluncur menuju Pulau Jeju.

.

.

.

Kini keduanya sudah berada di mobil Kyuhyun. Kyuhyun terlihat sangat cerah. Dirinya tak mampu menyembunyikan kebahagiannya. Sesekali tangannya menggenggam tangan Sungmin.

"Ada yang mengganggu pikiranmu sayang?"

"Ah.. ani. Hanya saja apa benar tidak apa kita pergi seperti ini. Apa appamu tidak semakin marah padaku?"

"Sudah kubilang bukan. Kita akan menyelesaikan ini semua sepulang dari sini. Dan aku akan memperjuangkan cinta kita. Aku berjanji padamu" ucap Kyuhyun sambil mengusap telapak tangan Sungmin dengan ibu jarinya.

Sisa perjalananpun hanya diwarnai dengan keheningan, Sungmin yang bosan akhirnya tertidur. Bahkan dirinya tak kunjung bangun saat Kyuhyun sudah selesai memarkirkan mobilnya di villa miliknya yang letaknya tak jauh dari pantai. Kyuhyun tersenyum kecil saat menyadari Sungmin tertidur. Ia segera membuka seat belt miliknya. Membuka pintu mobil dan segera memutar untuk membuka pintu dan segera melepaskan seat belt yang dipakai Sungmin. Menggendongnya bridal style. Kyuhyun terus melangkahkan kakinya menuju kamar kemudian membaringkan Sungmin. Membelai rambutnya dan mengecup bibir Sungmin sekilas untuk kemudian turun membereskan barang mereka yang masih tertinggal di dalam mobil.

.

.

.

Sungmin mengerjapkan matanya saat merasa aneh pada tubuhnya. Seingatnya dirinya masih di mobil Kyuhyun saat dirinya belum mengantuk. Rupanya Kyuhyun sudah menggendongnya hingga kamar ini. Apakah dirinya terlalu hingga tak menyadari semuanya?

Sungmin melangkahkan kakinya pada balkon yang ada di kamar tersebut. Menghirup udara malam yang menyejukkan. Sudah lama dirinya tak mengalami hal seperti ini saat di Seoul. Langit malam begitu mempesona baginya. Begitu terpesonanya hingga dirinya tak menyadari seseorang yang kini telah masuk kedalam kamarnya. Lelaki itu tersenyum kecil saat menyadari kekasihnya sedang menikmati udara malam.

"Kau sudah bangun sayang?" ucap Kyuhyun sambil melingkarkan lengan kokohnya pada pinggang ramping Sungmin.

"Astaga, kau mengagetkanku Kyu. Kapan kau datang?"

"Baru saja sayang. Kau terlalu menikmati udara disini sampai tidak mendengarku masuk. Aku tidak salah memilih tempat kan?" Kyuhyun terkekeh

Hening. Keduanya kembali hening. Menikmati suasana. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada Sungmin. Mencoba mencari kehangatan pada malam itu. Kyuhyun sudah menenggelamkan wajahnya di leher Sungmin. Menghirup aroma Sungmin dalam-dalam. Sungmin memejamkan matanya. Menikmati setiap perlakuan Kyuhyun. Suasana yang begitu mendukung tak mampu membendung hasrat lelakinya. Dirinya sudah tak sanggup untuk menyesap dan sesekali menggigit leher mulus Sungmin.

"Aaaah..." desah Sungmin

Kyuhyun semakin menjadi-jadi mengerjai leher putih Sungmin. Apalagi saat Sungmin mulai menjenjangkan lehernya. Semakin mempermudah akses Kyuhyun untuk menikmati lehernya. Kyuhyun yang sudah tak sabar mulai membalikkan tubuh Sungmin untuk menghadapnya. Keduanya bertatapan cukup lama hingga akhirnya kedua belah bibir itu kembali bertemu untuk kesekian kalinya. Menyesap, melumat, dan sesekali menggigit saat hasrat mereka terlalu besar untuk ditahan.

Kyuhyun mengeksplorasi mulut Sungmin, melesakkan lidahnya kedalam mulut sungmin. Mengabsen deretan gigi Sungmin. Saat kebutuhan oksigen tak bisa lagi dibendung, Kyuhyun melepaskan ciumannya. Menatap dalam pada Sungmin.

"Jadilah milikku malam ini Ming"

TBC

Haloooo, akhirnya bisa update lagi ehehe Adakah yang msih nunggu ff ini? mian buat update yang lamaaaaa banget. Sibuk banget akhir-akhir ini. Tugas kuliah semakin menjadi-jadi. Ide gak kunjung dapet pula. Mian buat alur yang maik acak kadut ini. Aku pengen buat scene yang romantis aja sih sebenernya tapi gatau deh kesampaean apa enggak hhe. Yah semoga readerdeul suka sama part ini.