Celebrity Conflict © AzuraLunatique

Spin Off of Stalker Conflict

Brothers Conflict © Idea Factory & Otomate

Genres are Romance, Family, Humor, Slice of Life

Rate is T

.

Summary

Aku adalah seorang idola terkenal, penyanyi juga baru-baru ini merambah dunia acting. Kehidupanku yang adem ayem hilang karena kedatangan Onee-san baru yang membuatku ingin memilikinya. TAPI, yang lebih parah, adalah munculnya cewek gila yang membuat kepalaku pusing juga… senang? Entahlah, setiap bertemu dengannya, aku merasa nyaman.

.

Happy Reading! :D

.

Fuuto POV

Hari ini melelahkan. Kerja jadi idola itu melelahkan. Tapi aku nggak bisa memungkiri kalau pekerjaan ini cukup menyenangkan.

Ting!

Lift pun sampai di lantai 5. Aku melangkah keluar dari lift. Baru beberapa langkah aku melihat seorang cewek dengan porsi badan yang nggak pendek banget tapi cukup mungil dari standar dan berambut hitam ikal panjang. Kedua matanya yang hitam bulat membelalak kaget ketika melihatku.

Kenapa cewek ini? Lagian, dia siapa?

"Siapa kau?" tanyaku pada cewek tak dikenal ini.

Tapi cewek itu tak langsung menjawab. Dia malah terlihat kayak orang ngeliat hantu. Hantu? Emang aku hantu? Oh, jangan-jangan dia fans. Saking senangnya ngeliat aku dia sampai kejang-kejang gitu.

Aaah, aku males ketemu fans, apalagi kalau dia tau rumahku. Apa aku sweet-talking aja? Biar dia nggak mengganggu hidupku. Bilang aja dia cantik dan aku pengen dia nggak datang lagi. Biasanya cewek digoda dikit kan langsung kalap. Haha. Hmm..

"Hei—"

"KAU IDOLA-MULUT-BUSUK!"

Aku melongo, kaget dengan teriak cewek di depanku.

"A-Apa?"

Aku mengernyitkan keningku. Dia bilang aku idola mulut busuk? Sialan banget ini cewek!

"A- itu…" cewek itu berkata dengan gugup. Ia tampak bersalah.

"Ada apa iniii~?" tanya sebuah suara yang langsung kusadari adalah Tsubaki-niisan.

"Tsubaki-san," panggil cewek di hadapanku dengan wajah yang kaget bukan main. Hm, cewek ini kenal Tsubaki-niisan?

"Tadi Aika-chan kan yang teriak?" kali ini Azusa-niisan muncul di belakang Tsubaki-niisan. Apa-apaan ini? Siapa sih cewek ini? Aika-chan? Nama cewek ini Aika?

Tiba-tiba, Tsubaki-niisan merangkul pundakku sambil menatapku geli. "Fuutoo, apa yang sudah kamu lakukan pada Aika-chan?"

Aku mendecih dengan kesal. "Aku nggak melakukan apa pun! Cewek ini yang tiba-tiba teriak."

Tsubaki-niisan menatap dengan tatapan tak percaya. "Heee~ Masaaa~?"

Sial! Dia lebih percaya cewek itu dibanding aku?

Aku meraih kerah baju Tsubaki-niisan dengan kesal. "Tsubaki-niisan lebih percaya sama cewek nggak jelas ini? Lagian, siapa sih dia?"

"Tetangga baru dan temannya Ema. Kau sibuk sih, jadi nggak tau," jelas Azusa-niisan. "Omong-omong, kenapa Aika-chan teriak seperti itu?" tanya Azusa-niisan berpindah perhantian ke cewek gila itu.

Cewek itu terdiam. Sepertinya ia tak ingin mengatakan alasannya.

Sumpah ya! Aku heran.

Cewek-cewek biasanya teriak kegirangan pas melihatku. Bahkan ada yang hampir pingsan bahkan ada yang langsung mengejarku kayak orang kesetanan. Lah, ini cewek meneriakiku dengan teriakan mulut busuk? Cewek ini normal kan? Nggak gila kan?

Tsubaki-niisan cekikikan. "Fuuto sih emang mulutnya busuuuk."

Brakkk!

Azusa-niisan langsung memukul Tsubaki-niisan.

"Ittai~!" rintih Tsubaki-niisan. Aku menatap Tsubaki-niisan geli. Huh, dasar mereka berdua. Benar-benar pasangan komedi.

Tiba-tiba sebuah dering ponsel terdengar dan cewek gila itu langsung merogoh saku celana jeans-nya. Wajahnya langsung terlihat kesal juga takut tatkala membaca pesan yang datang. Tanpa diduga, cewek itu langsung berlari kebawah, meninggalkanku Tsubaki-niisan dan Azusa-niisan.

Aku geleng-geleng kepala.

Ada ya cewek kayak dia? Aneh, dan tak terduga.

"Fuuto!" panggil Azusa-niisan.

"Hm?"

"Kamu benar-benar nggak ngapa-ngapain Aika-chan kan?"

"Haaa?!" Ngapa-ngapain cewek gila itu? Huh. Misal pun aku kalau sampai Cuma berduaan dengan cewek itu, aku nggak bakal ngapa-ngapain cewek itu. Ogah sama orang gila kayak gitu. Walau cukup cantik sih. Ck, lupakan. "Nggak. Cewek itu aja yang gila."

Azusa-niisan manggut-manggut. "Sepertinya, kamu pernah tanpa sadar menyakiti hati Aika-chan. Kamu belum pernah ketemu dia sebelumnya?"

"Nggak pernah," jawabku, spontan.

"Hmmm, aneh." Azusa-niisan tampak berpikir keras.

Aku memutar bola mataku.

Menyakiti hati cewek gila itu? Aku aja nggak ingat pernah ketemu dengan dia.

Terdengar suara seseorang menaiki tangga dan muncullah cewek itu.

"Cewek jelek, aku belum selesai denganmu. Ingat itu!" seruku pada cewek yang langsung berlari melewatiku begitu saja dengan memeletkan lidah yang membuatku tambah jengkel.

Di sebelahku, Tsubaki-niisan tertawa sambil memegangi perutnya. Azusa-niisan masih sibuk dengan pikirannya.

Ck, kenapa sih cewek itu?

.

.

.

Nomor 6 dipanggil.

Setelah ini, giliranku akan dipanggil untuk audisi film Flaminggo Dress. Kedua aktor utama merupakan aktor terkenal dan jika aku mendapat peran ini, benar-benar akan jadi batu lompatan yang bagus.

Aku berdehem, mengecek suaraku. Aku melirik ke sekelilingku. Ada beberapa penyanyi juga model, dari yang terkenal sampai yang aku nggak tahu siapa.

Ah, apa peduliku.

Aku mendapat awalan yangberuntung karena dapat nomor 7, nomor keberuntunganku.

"Nomor 7, silahkan masuk!"

Aku berdiri, merapikan ujung bajuku lalu melangkah menuju pintu ruang audisi.

Yang pertama tertangkap dalam area pandanganku adalah sosok seorang cewek yang duduk paling pinggir dari deretan juri.

Itu… kan.. cewek gila!

Ngapain dia ada disini?

Nggak mungkin banget dia sutradara atau pun aktor. Aku nggak pernah liat ini cewek. Tapi kalau dia juri, pastinya dia orang penting.

Aku berdehem lalu memasang senyuman terbaikku.

"Selamat siang!" sapaku pada para Juri.

Dan berikutnya, audisi pun dimulai.

.

.

.

Aku dapat peran di Flaminggo Dress! Woohooo!

Dari pagi, manager-ku berisik karena menurutnya aku kayak orang gila, tapi apa peduliku.

Aku melangkah pede ke cafetaria studio. Masih ada dua jam lagi sebelum jadwalku siang ini. Baru saja aku mau melangkah menuju kasir, aku melihat cewek gila sedang misuh-misuh di meja yang tak jauh dari tempatku berada sekarang.

Wajah cewek itu jelek banget. Pipi mengembung. Mulut manyun. Dan kedua tangannya sudah siap untuk menyambak rambutnya.

Wah, cewek ini gila beneran ya?

Tapi… tanpa kusadari, kini aku sudah berada di dekat cewek itu. Tapi, cewek itu tak menyadari keberadaanku. Aku terkekeh geli. Cewek-cewek yang ada di sekitarku aja nyadar kalau aku ada, ini cewek sama sekali in her own world banget.

"Yo!" sapaku.

Bahu cewek itu bergetar, tapi ia sama sekali tak menolehkan wajahnya pun membalas sapaanku.

"Hei! Kamu budek ya?" tanyaku, jengkel. Argh, nggak nyangka ada cewek yang berani ngacangin aku!

Aku pun memikirkan cara agar cewek gila ini nggak kacangin aku, dan…

"Fuuuh!" aku meniup telinganya dengan lembut. Hm, telinga adalah salah satu spot sensitive para cewek.

Dan rencanaku berhasil.

Cewek itu spontan mendongakkan wajahnya yang memerah juga kaget. Aih, reaksinya manis juga.

Cewek itu berdiri dari kursinya. "A-Apa yang baru saja kau lakukan bodoh?" serunya. Wah, cewek ini bahkan memanggilku bodoh.

Aku tak bisa untuk tak nyengir. "Kenapa? Kau tak suka? Lagipula, salahmu sendiri mencoba untuk mengabaikanku."

"Aku Cuma nggak mau bicara sama kamu tau!"

Cengiranku melebar. Wah, ini pertama kalinya ada cewek yang nggak mau ngobrol sama aku. Tipe cowoknya cewek ini nggak normal ya? Aku ganteng gini juga.

"Heee~! Kenapa gitu?"

"Nggak mau aja! Weeek!" dia memeletkan lidahnya dengan semangat. Apaan sih? Anak kecil apa dia? "Lagian kamu sendiri ada urusan apa sih? Kalo Cuma mau gangguin mending pergi aja! Aku ogah deket-deket kamu! Waktu itu pas aku ngomong, kamu juga nyuekin aku kan. Langsung melenggang pergi begitu saja! Huh! Apaan! Pergi ke laut aja sana!"

Aku cengo. Ini cewek aneh banget! Dan… ya ampun! Ini cewek Tsundere ya?

"Wahahahaha!" sontak aku tertawa.

"Apa yang lucu?" tanya cewek itu bingung.

"Haha! Ini pertama kalinya aku ketemu Tsundere selain Yuusuke-nii. Hahaha!"

Adu-duh, perutku sakit!

"Siapa yang Tsundere?" teriaknya nggak terima.

Nah, itu itu! Tsunderenya disitu!

Dan sampai beberapa menit berikutnya, aku masih tak bisa untuk menahan tawa.

Ah, perutku… sakit…

Cewek ini… lucu.

.

.

.

To be continued…

.

1214 words.

July of seventh 2014.

.

Author's Note :

Since it's short and I already have the plot, I can update quickly.

So, stay tune readers-tachi!

See you! #bow