MY MATE

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

KUROKO NO BASUKE © TADATOSHI FUJIMAKI

Genre : Romance, Fantasy

Rate : T

Pairing's : Sasunaru, Akakuro, Itakyuu, and others

Warning : AU, OOC, Devils Seme, typo(s), Tidak sesuai EYD, cerita pasaran, gaje, alur maju-mundur, alur cepat, femUke, Human Uke, absrud, dan segala kekurangan lainnya.

"Don't Like, Don't Read"

Chapter 3 : Sekolah Baru, Kehidupan Baru

Senja menjelang semburat jingga menampakkan sinarnya di Kota Tokyo, jalanan penuh dengan para pejalan kaki yang akan kembali ke rumah masing-masing. Begitu juga di sekolah terelit di Tokyo tersebut, masih ada beberapa murid yang belum pulang walau bel pulang sudah berbunyi setengah jam lalu. Seorang gadis bersurai langit tampak berjalan senidiri di koridor kelas tiga, langkahnya menelusuri kelas demi kelas dan berhenti di depan kelas 1-2 tempat gadis Namikaze mengikuti pelajaran.

Ruangan itu telah sepi hanya ada satu orang didalamnya gadis bersurai pirang keemasan tengah duduk dibangkunya, Naruto tidak menyadari kehadiran gadis baby blue itu hingga tepukkan lembut mendarat di pundak sang gadis. Naruto Namikaze terlonjak kaget karena merasakan tepukkan itu pada pundaknya, menimbulkan tawa kecil mengalun lembut dari bibir tipis sang gadis Kuroko. Naruto yang melihat tawa itu tersenyum lembut turut senang Kuroko Tetsuya bisa tertawa. Saking asyiknya kedua gadis itu bercanda hingga tidak menyadari ada dua pasang mata tengah mengawasi mereka.

Pemuda dengan surai scarlet dan raven kebiruan ikut tersenyum melihat raut bahagia terbias cantik di paras manis kedua gadis tersebut. Sang Scarlet berjalan santai mendekati gadis baby blue tersebut, sebelah lengan kekarnya merengkuh erat pinggang ramping sang istri. Tindakkan tiba-tiba tersebut membuat Kuroko Tetsuya berjengkit kaget, manik aquamarinenya menatap tajam sepasang heterochrome didepannya. Akashi Seijuurou hanya menyeringai tipis menanggapi pelototan tajam istrinya, pun lengannya semakin erat mendekap pinggang rampingnya. Kuroko Tetsuya yang habis kesabaran mencubit keras pinggang kekar Sang Pangeran Akashi.

Akashi Seijuurou mengaduh sembari memegang pinggangnya yang tadi kena cubitan maut sang gadis, Kuroko Tetsuya tersenyum tipis menikmati paras kesakitan pemuda scarlet yang seenaknya memeluknya. Walau sedikit harus ia akui dekapan pemuda itu hangat dan nyaman, seakan memang disinilah tempatnya berada. Kedua sejoli itu terlalu larut dengan dunianya sendiri hingga melupakan kedua orang yang masih terpaku pada pemandangan didepannya.

"Tetsu-nee?" Panggil Naruto lirih.

"Hm?" Kuroko Tetsuya mendongakkan kepalanya ketika mendengar panggilan lirih kohainya.

"Hari sudah sore Tetsu-nee tidak pulang?"

"Nanti, Naru-chan. Aku masih ada kegiatan klub."

"Aku ikut!" Teriaknya semangat membuat ketiganya menutup telinga rapat-rapat.

"Jangan berteriak, Dobe!" Tegur sang raven datar.

"Huh?" Sahut sang blonde bingung, ia memiringkan kepalanya membuat kesan imut di depan dua pria satu gadis disana.

"Jangan memasang wajah seperti itu, Dobe!" Kata sang Uchiha sembari memalingkan wajahnya yang memerah.

Naruto Namikaze yang masih belum mengerti hanya memiringkan kepalanya dengan tatapan polos, membuat pemuda bersurai raven berstyle pantat ayam itu frustasi melihat pemandangan manis gadisnya. Kuroko Tetsuya hanya tersenyum tipis tidak sekalipun mengalihkan pandangan dari kedua subyek didepannya, tak memperdulikan pemuda tampan bersurai merah disampingnya yang tak pernah melepaskan pandangannya sedetikpun. Akashi Seijuurou tetap datar melihat apapun didepannya namun, tidak dengan binar di kedua manik heterochrome miliknya yang bersinar cerah penuh kebahagiaan karena keberadaannya tidak di tolak sang istri.

Kuroko Tetsuya yang merasa diperhatikan mengalihkan pandangannya ke samping dimana tatapannya bertemu dengan sepasang manik heterochrome Sang Akashi. Rona merah menjalar di pipi putih sang gadis saat merasakan tatapan lembut dari pemuda scarlet disampingnya. Sang gadis baby blue itu menundukkan kepalanya, rasa malu telah menguasai hatinya pun untuk menyembunyikan rona merahnya yang semakin pekat. Akashi Seijuurou tersenyum lembut melihat tingkah malu-malu sang gadis, sebelah lengan kekarnya mengacak rambut sewarna langit itu penuh sayang. Tidak mau di buat lebih malu lagi sang gadis cepat-cepat beranjak keluar dari kelas menuju klub basket yang digelutinya.

Kuroko Tetsuya meninggalkan ketiga orang yang mengikutinya dari belakang, pemuda scarlet mempercepat langkahnya menghampiri sang gadis baby blue dan menggenggam tangannya lembut begitu sampai disampingnya. Tak butuh waktu lama mereka sampai di gym suara decitan sepatu terdengar hingga keluar, tanpa basa-basi Kuroko Tetsuya membuka pintu berdaun dua itu cepat. Akibat tindakkannya yang tiba-tiba mengakibatkan aktivitas di dalam gym sebelumnya terhenti semua perhatian tertuju pada pintu masuk gym. Seorang gadis bersurai orange kemerahan berjalan cepat menghampiri sang baby blue, raut khawatir tak lepas dari paras manisnya melihat rona pekat di kedua pipi sang gadis bersurai langit.

"Tetsuya-chan, ada apa denganmu?" Gadis bersurai orange kemerahan itu mengguncang bahu mungil sang Kuroko pelan.

"Aku tidak apa-apa, Kyuu." Balasnya lirih.

"Kyuu-nee, kau juga belum pulang?"

"Naru-chan, apa yang kau lakukan disini?" bukannya menjawab gadis dengan surai orange kemerahan yang di panggil Kyuubi itu malah balik bertanya.

"Naru ingin menemani Tetsu-nee main basket, Kyuu-nee."

"Ya, sudah. Kau duduk saja di bangku itu. Lalu kalian berdua siapa?" Manik ruby kembar sang Namikaze Kyuubi memincing tajam menatap pemuda scarlet dan raven didepannya.

"Hn/Hm." Balas kedua pemuda itu tanpa menjawab pertanyaannya.

Kedua pemuda yang mendapat pelototan tajam dari Namikaze sulung hanya tersenyum tipis tak terpengaruh tatapan intimidasi dari manik ruby didepannya. Perepatan imajiner mampir di pelipis sang sulung Namikaze, dia sangat kesal terlebih wajah pemuda raven itu mirip dengan seseorang yang sering membuat dirinya marah. Seringai terukir indah di paras tampan keduanya karena telah berhasil membuat seorang Kyuubi Namikaze kesal, akhirnya Sasuke sudah menemukan istri sang kakak yang kabur dari istana Kerajaan Uchiha tiga tahun yang lalu. Tinggal mengirim laporan pada sang Uchiha Sulung jika istri rubahnya telah diketemukan, dan membiarkan sang kakak sendiri yang menjemputnya.

Akashi Seijuurou tengah mengamati latihan basket sang istri, manik heterochromenya tak pernah lepas dari tubuh mungil sang gadis Kuroko. Latihan hari ini berlangsung seru karena pemain inti lengkap datang, sang copy cat yang selalu sibuk dengan modelingnya akhirnya bisa latihan setelah beberapa kali absen. Seorang gadis bersurai pirang pucat sepinggang tanpak serius saat menghadapi gadis baby blue tersebut. Kuroko Tetsuya tampak serius sembari melepas phantom shortnya dan keakuratan ignite pass kai dengan hawa tipisnya berpadu sempurna untuk mematikan lawan. Sang gadis pirang bernama Kise Ryouta kelihatan kewalahan menghadapi kelincahan sang baby blue beberapa kali ia kehilangan keberadaan Kuroko Tetsuya bahkan, gadis dengan poni belah juga tidak menyadari hawa tipis sang Kuroko. Mereka semakin bersemangat ingin mengalahkan semua lawannya hingga kejar-kejaran skorpun tak terelakkan.

Skip time!

Takao Kazuari saat ini tengah menghapus keringatnya yang mengucur deras di dahinya dengan handuk. Pertandingan itu dimenangkan oleh tim biru dengan skor selisih lima poin, kemampuan Kuroko Tetsuya memang tidak bisa diremehkan. Hawa keberadaannya yang tipis di tambah passnya selalu tepat dan kemampuannya seperti bayangan itu mampu membuat lawan-lawan mereka gentar. Lalu sang kapten dengan surai orange kemerahan dengan dribble maut serta lay up yang memukau dan kemampuan shootingnya yang tak pernah meleset membuat tim basket putri Konoha High school sangat disegani. Belum lagi kemampuan meniru gerakkan lawan oleh model cantik Kise Ryouta dan hawk eyes seorang Takao Kazuari memang tiada duanya juga kemampuan para anggota inti yang lain yang tak kalah mengerikan.

"Tetsu-nee, istirahatlah dulu!" Sang Namikaze bungsu berteriak dari pinggir lapangan.

"Diamlah, Dobe!"

"Bagaiman keadaanmu, Tetsuya?" Sang Akashi bertanya lembut sembari mengelus helai langit sang gadis sayang.

"Hanya sedikit capek, Akashi-kun." Balas sang gadis ketika tiba di samping Akashi Seijuurou.

"Tetsu-chan/Tetsuya-cchi!" Teriakkan kompak dari model pirang serta gadis poni belah tengah, Kise Ryouta dan Takao Kazuari.

Belum sempat keduanya memeluk sang bayangan tubuh mungil Kuroko Tetsuya telah lebih dulu jatuh dalam dekapan Akashi Seijuurou. Gadis dengan helaian teal itu terkejut dengan tindakkan tiba-tiba sang Akashi, Kuroko Tetsuya mendongakkan kepalanya memandang paras tampan sang scarlet. Tatapan sepasang manik heterochromenya menghujam tajam ke arah sang copy cat dan pemilik hawk eyes, membuat kedua gadis itu gemetaran mendapat tatapan penuh intimidasi dari pemilik emperor eyes didepannya. Tangan mungil sang gadis mengelus lembut rahang tegas sang Akashi ingin meredakan amarah pemuda itu, karena tak tega melihat kedua sahabatnya gemetaran di tatap begitu tajam oleh pemuda merah tersebut.

Akashi Seijuurou yang mendapati tatapan memohon sang istri hanya menghela napas lelah, manik heterochromenya melembut saat menatap aquamarine sang istri. Kedua lengan kekarnya tetap mendekap pinggang ramping Kuroko Tetsuya, kini posisi sang gadis berada di kedua kaki sang emperor. Pemuda scarlet itu meletakkan dagunya di atas puncak kepala sang baby blue, sebelah tangannya mengelus sayang surai langit sang gadis. Manik heterochromenya menyapu sekeliling ruang gym tersebut sampai tatapannya terhenti pada gadis bersurai orange kemerahan yang duduk tak jauh dari gadisnya.

Seringai tipis terukir indah di bibir tegas sang pangeran semua orang tidak menyadari seringai mengerikan sang Akashi karena terhalang helaian langit sang istri, pemuda itu tengah mindlink (telepati) dengan Sulung Uchiha yang saat ini tengah mencari sang istri selama tiga tahun belakangan. Seorang pemuda dengan surai raven panjang diikat longgar sedikit terkejut saat mendapat berita istri tercintanya telah ditemukan, senyum bahagia tak pupus dari paras menawannya hingga membuat semua penghuni kerajaan bingung termasuk kedua orang tuanya. Pemuda raven panjang itu Itachi Uchiha segera menuju gerbang pemisah antar dimensi untuk mememui istri tercintanya dan menyalurkan rasa rindunya yang mendalam selama tiga tahun.

"Akashi-kun?" Panggil sang baby blue lirih.

"Hm?"

"Kamu sebenarnya siapa?" Akhirnya pertanyaan yang tertunda tempo hari tersampaikan juga.

"Kenapa kamu menanyakannya, Tetsuya?" Bukannya menjawab sang Akashi malah berbalik tanya.

"Hanya aneh saja, Akashi-kun."

"Aneh?" Tanyanya tidak mengerti.

"Iya aneh. Aura Akashi-kun berbeda lebih kuat atau bahkan sangat kuat dan mustahil dimiliki oleh manusia biasa." Manik heterochrome sang pangeran membesar sedetik setelah itu kembali seperti semula, berganti dengan senyum lembut terukir manis di bibir tegas Sang Pangeran Akashi.

"Jadi, menurutmu aku ini apa, Tetsuya?" Seringai tampan terukir di bibir pemuda itu.

"Entahlah. Aku juga tidak tahu." Suara Kuroko Tetsuya melirih.

"Sudah jangan dipikirkan suatu saat kamu akan tau dengan sendirinya, Tetsuya!" Tangan kekar sang Akashi mengacak lembut surai langit kesukaannya.

Mereka beranjak dari tempat duduknya berjalan ke pintu keluar karena sesi latihan hari ini sudah selesai. Sepasang manik ruby mengawasi kedua sejoli itu intens hatinya berdenyut nyeri ketika melihat kemesraan sang gadis baby blue yang menjadi sahabatnya. Dengan langkah gontai ia keluar dari persembunyiannya lalu berjalan pulang di belakang pasangan AkaKuro tersebut. Paras manisnya tersembunyi oleh poni panjang yang menjuntai menutupi mata ruby menawan sang Namikaze Sulung. Kyuubi berjalan tanpa melihat depan pandangannya fokus pada kedua kakinya, sehingga dia tidak sadar jika didepannya ada tembok pagar rumah warga.

Sedikit lagi kepalanya akan membentur tembok tersebut sebuah lengan kekar menarik tubuhnya dan memutarnya, sehingga sang penolongnyalah yang sekarang berdiri membelakangi tembok itu dengan gadis bersurai orange dipelukkannya. Kyuubi Namikaze sangat terkejut saat mendongakkan kepalanya pandangan matanya terhalangi sebuah dada bidang. Kedua tangan orang itu melingkar di pinggang ramping dan punggung mungil sang gadis, kepala Kyuubi semakin ia benamkan di dada bidangnya. Susah payah sang gadis melepaskan dekapan erat pemuda didepannya, mendongakkan kepalanya hanya untuk melihat paras tampan pemuda raven panjang yang di ikat longgar dan menimbulkan debaran hangat dihatinya.

Pemuda raven panjang itu tak lain adalah Itachi Uchiha sang pangeran sulung Uchiha yang telah berhasil melewati gerbang antar dimensi. Kini wanita yang ia rindukan sudah ada dalam dekapannya, paras manis sang istri tetap mampu mengalihkan dunianya. Kyuubi Namikaze hanya memasang wajah bingung dengan sang pemuda yang tersenyum lembut menatapnya, sang gadis berusaha melepaskan dekapan hangat sang pangeran dengan sedikit mengerahkan tenaganya. Tidak ingin menyakiti wanitanya Itachi melepaskan dekapannya sejenak namun, tidak dengan pandangannya yang tetap menatap Sang Sulung Namikaze lembut.

"Kyuu-chan." Panggil Sang Uchiha lirih.

"Huh?" Balasnya dengan memiringkan kepalanya bingung yang mampu membuat runtuh pertahanan diri sang Uchiha.

"Hmphh!" Bibir ranum sang gadis telah sepenuhnya tersegel oleh bibir tegas Uchiha Itachi.

"Lhephaassh hmphh!" Kyuubi kesusahan mengambil napas karena ciuman maut sang suami.

"Hah.. ...!" gadis bersurai orange kemerahan itu terkulai lemas dalam dekapan Uchiha Sulung setelah pemuda raven itu melepas ciumannya yang berdurasi lebih dari lima menit.

"Apa yang kau lakukan hah?!" bentak Kyuubi tidak terima di cium tiba-tiba oleh pemuda yang harus ia akui tampan didepannya. Tangannya bergerak menghapus sisa saliva dimulutnya sembari melayangkan tatapan tajam ke manik onyxs Sang Uchiha.

"Hanya mencium istriku." Balasnya santai dengan seringai tampan terukir indah di bibir tegas sang pengeran.

"Dasar keriput mesum!" bentak sang gadis keras.

"Uchiha Kyuubi, akhirnya kau kutemukan." Gumam Itachi Uchiha seraya melayangkan ciuman lembut di kening sang istri.

Kedua sejoli yang baru berjumpa setelah tiga tahun berpisah itu berjalan santai di jalan raya yang cukup sepi, tangan keduanya saling bertautan lebih tepatnya sang Uchiha tidak ingin melepaskan sang istri walau sedetik. Mereka berjalan berdampingan didepannya juga ada sepasang sejoli yang asyik berdebat di tengah jalan. Pemuda bersurai raven yang bagian belakangnya mencuat ke atas (red: pantat ayam) saat ini tengah berdebat dengan seorang gadis pirang keemasan dan tidak ada dari mereka yang mau mengalah. Itachi segera menghampiri adiknya yang tidak sadar dengan kedatangan dirinya, tangan kirinya setengah menyeret sang istri untuk menghampiri adik mereka.

Kedua orang yang masih saja bertengkar tak memperdulikan sekitarnya bahkan, mereka tidak sadar ketika pemuda dengan surai raven panjang itu menghampirinya. Itachi Uchiha hanya mampu menghela napas lelah melihat pertengkaran sang adik yang tidak akan selesai dalam waktu singkat. Sang kakak yang sudah tidak tahan dengan pertengkaran kedua sejoli itu berniat melayangkan jitakkan sayang pada sang adik namun, terhenti saat sang istri terlebih dulu menjitak kepala raven Sasuke Uchiha keras. Jitakkan Uchiha Kyuubi menuai ringisan pedih dari bibir tipis sang pangeran bungsu uchiha, sedang sang suami hanya mampu menahan tawanya melihat sang adik teraniaya di depan matanya.

Sasuke melayangkan deathglare mematikan kepada gadis bersurai orange kemerahan itu namun, tidak berpengaruh sama sekali. Tatapan sepasang manik ruby menajam pada sang adik ipar yang tak mau mengalah jika sudah beradu mulut dengan adik kesayangannya. Begitu melihat kedatangan sang kakak Naruto berjalan cepat menjauhi Sang Uchiha Bungsu, ia bersembunyi di belakang punggung Kyuubi yang sebelah tangannya masih di genggam erat sang suami. Kyuubi menyembunyikan Naruto di balik punggungnya tidak ingin sang adik ketakutan melihat pemuda asing yang seakan ingin memakannya. Beberapa saat kemudian Itachi Uchiha setengah menyeret istrinya pulang, setelah memberi peringatan kecil kepada sang adik.

Lengan kekar sang pangeran melingkar erat pada pinggang ramping gadisnya, sepasang sayap hitam terbentang di punggung lebarnya. Tanpa membuang waktu sang Sulung Uchiha mendekap erat sang istri dan membawanya terbang dengan cepat. Pemuda dengan surai raven panjang itu melesat cepat di atas atap rumah warga. Kyuubi mempererat kaitan lengannya pada leher jenjang sang suami, sepasang manik ruby tersembunyi kelopak seputih porselen karena pemiliknya memejamkan mata dan menyembunyikan wajah cantiknya di leher Sang Uchiha. Tampaknya perjalanan mereka belum berakhir, entah rintangan apa yang akan menghadang pejalanan mereka. Takdir telah mengikat ketiga pasaangan ini dan tak akan dapat dipisahkan walau maut merenggut jiwa mereka.

T.B.C

Review?

Kriktik dan saran untuk fic ini selalu diharapkan. Karena kesibukan tidak padat dan idenya selancar jalan tol tidak sampai satu bulan chapter ini selesai. Maaf jika chapter ini sedikit mengecewakan dan yang minta moment itakyuu sudah saya buatin walau sedikit. Last review?

See you next chapter!

Sign,

Syabyaku