MY MATE

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

KUROKO NO BASUKE © TADATOSHI FUJIMAKI

Genre : Romance, Fantasy

Rate : T

Pairing's : Sasunaru, Akakuro, Itakyuu, and others

Warning : AU, OOC, Devils Seme, typo(s), Tidak sesuai EYD, cerita pasaran, gaje, alur maju-mundur, alur cepat, femUke, Human Uke, absrud, dan segala kekurangan lainnya.

"Don't Like, Don't Read"

Chapter 4 :

Sebuah apartemen mewah yang terletak di tengah Kota Tokyo, seorang gadis dengan surai biru langit masih memejamkan matanya damai. Di kamar mewah dalam apartemen tersebut terlihat dua insan masih bergelung nyaman dalam selimut tebal nan hangat. Surai sebiru langitnya sedikit menyembul dari balik selimut merah beraksen biru langit di kamar sang pemuda scarlet, Akashi Seijuurou. Sinar matahari menerpa paras manis gadis baby blue yang masih terbuai mimpi, mengacuhkan jika pagi telah datang dan membuat kehangatan ini meninggalkan dirinya. Pemuda bersurai merah itu memandang lembut paras manis Si Baby Blue, sebelum kembali memejamkan kedua manik ruby-gold dengan lengan kekarnya masih melingkar erat di pinggang ramping sang gadis.

Gadis dengan surai secerah langit musim panas menggeliatkan tubuhnya namun, gerakkannya terhalang sesuatu yang melingkar erat dipinggangnya. Manik aquamarine terbuka hanya untuk mendapati sebuah dada bidang menghalangi pandangannya, manik indahnya bergulir ke bawah terlihat sepasang lengan kekar seputih poselen melingkari pinggangnya. Kuroko Tetsuya mendongakkan kepalanya ke atas paras tampan pemuda bersurai scarletlah yang saat ini memenuhi penglihatannya, tangan mungil sang gadis Kuroko terangkat ke atas untuk mengelus lembut pipi pemuda bermarga Akashi yang masih memeluknya tersebut.

Manik heterochrome itu masih tersembunyi kelopak seputih porselen enggan membuka karena belaian lembut dari tangan gadis didekapannya. Rasa nyaman yang membuai seorang Akashi Seijuurou membuatnya enggan membuka mata dan menghentikan kenyamanan ini, perlahan manik ruby-gold menampakkan sinarnya. Ia menatap lembut gadis dalam pelukkannya sebelah tangannya membelai surai langit sang istri sayang. Kuroko Tetsuya menyembunyikan paras manisnya di dada bidang sang Akashi, tangan mungilnya semakin erat memeluk pinggang pemuda bersurai scarlet tersebut.

"Sei-kun?"

"Tetsuya?!" Manik heterochrome Akashi Seijuurou melebar ketika telinganya mendengar panggilan lirih sang istri. Paras manis sang istri pun tak jauh berbeda darinya dahinya mengereyit tidak mengerti, hanya nama sang Akashi yang pertama kali terlintas dipikirannya.

"Kau mengingatku?" Tanya pemuda itu penuh harap sembari mengeratkan pelukkan.

"Mengingat apa, Akashi-kun?" Paras manis Sang baby blue memperlihatkan raut bingung yang ketara.

"Masa lalu yang kamu lupakan, Tetsuya." Sahut pemuda scarlet itu sembari menangkup kedua pipi chuuby sang istri lalu mengelusnya sayang.

"Hm. Entahlah!" Entah sadar atau tidak Kuroko Tetsuya tidak menghindari belaian hangat kedua tangan kekar pemuda didepannya.

Manik aquamarine sang gadis Kuroko membulat sempurna ketika pandangannya tertuju pada jam dinding di kamar sang suami. Gadis yang semula bermarga Kuroko itu melompat dari ranjang mewah, menghiraukan peringatan sang suami untuk berhati-hati saat turun dari ranjang king sizenya. Kuroko Tetsuya berlari ke kamar mandi dengan cepat setelah sebelumnya menyambar pakaian ganti di lemari yang terletak di samping ranjang mereka. Akashi Seijuurou telah bangun menatap khawatir sang baby blue yang tergesa-gesa berlari ke kamar mandi.

Kata-kata peringatan sang scarlet tidak dihiraukan sama sekali oleh sang baby blue, gadis itu tetap berlari ke kamar mandi dengan terburu-buru seakan tiada hari esok. Bahkan Kuroko Tetsuya hampir terpeleset jika tidak ada sepasang lengan kekar yang memeluk pinggangnya erat, raut khawatir enggan meninggalkan paras tampan sang scarlet. Sang gadis yang berada didekapan Akashi Seijuurou hanya menundukkan kepalanya merasa bersalah saat dirinya hampir terjatuh di lantai karena kecerobohannya sendiri. Kedua lengan kekar Sang Akashi semakin erat melingkar di pinggang ramping Kuroko Tetsuya, jemari tegas sang pangeran membelai lembut pipi putih gadisnya.

Akashi Seijuurou mengecup kening gadisnya lembut kemudian perlahan melepas dekapannya pada tubuh mungil sang istri, Kuroko Tetsuya yang diperlakukan lembut oleh seorang laki-laki tanpa bisa mencegah rona merah di paras cantiknya. Namun, tak dapat dipungkiri jika hatinya merasa nyaman dengan perlakuan tersebut. Tetsuya melangkah cepat ke kamar mandi kali ini dengan hati-hati karena tak ingin melihat raut khawatir di paras tampan pemuda yang tanpa sadar sangat berarti dihatinya. Pemuda scarlet itu tersenyum lembut dengan tingkah manis sang gadis yang tak berhenti membuatnya khawatir, perlahan senyumnya menghilang saat menyadari ingatan sang istri masih tersegel dan entah kapan matenya dapat mengingat masa lalu mereka.

"Tetsuya?"

"Hm." Sahut gadis baby blue itu yang sudah berpakaian rapi. Karena semua pakaiannya masih ada di apartemen lamanya, sekarang sang baby blue menggunakan pakaian sang suami dengan ukuran terkecil itupun masih kebesaran di tubuhnya yang mungil.

"Kamu mau kemana, Tetsuya? Kamu libur 'kan?" Tanya Sang Akashi heran.

"Aku mau ke Namikaze Mansion, Akashi-kun."

"Untuk apa, Tetsuya?"

"Hanya ingin menengok keadaan Kyuubi dan Naruto saja, Akashi-kun."

"Oh, begitu rupanya. Tetsuya, mulai sekarang biasakan kamu memanggil namaku bukan margaku, bisa!" Akashi Seijuurou yang jengah mendengar sang istri selalu memanggil marganya sekarang ia meminta (memaksa) sang gadis memanggil nama kecilnya.

"Huh?"

"Panggil aku 'Sei-kun', Tetsuya! Seperti dulu, Sayang!" Perintahnya lembut.

"Tapi-" Bantahan Sang baby blue tak dapat dilanjutkan, karena jemari telunjuk sang Akashi berada di depan bibirnya.

"Dan aku tidak menerima penolakkan, Tetsuya!"

"Hmph!" Gadis dengan helaian secerah langit itu mengerucutkan bibirnya imut.

"Jangan mengerucutkan bibirmu seperti itu, Tetsuya. Kau mau menggodaku, hm?" Tangan kekar Akashi Seijuurou menangkup kedua pipi chubby sang istri sayang.

"Siapa yang menggodamu, Sei-kun?"

"Akhirnya kamu mau memanggil nama kecilku, Tetsuya." Senyum lembut terpatri indah di bibir tegas Sang Pangeran Akashi Seijuurou.

Akashi Seijuurou mendekati sang gadis Kuroko dan mendekap tubuh mungilnya erat menyalurkan kebahagiaannya yang tak terbendung. Sedang gadis baby blue dalam dekapannya tak mampu menyembunyikan senyum tipis nan lembut, kedua lengan mungilnya semakin erat melingkar di pinggang kekar sang suami. Setelah lama keduanya dalam posisi itu sang pria melepaskan dekapannya sejenak untuk melayangkan kecupan singkat nan lembut di kening sang istri, kemudian melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengantar sang istri ke mansion Namikaze pagi ini. Tak mau berlama-lama di kamar mandi sang Akashi keluar hanya dengan handuk melingkar di pinggangnya, membuat sang istri blushing hingga ke telinga.

Seringai tampan tampak di bibir Pangeran Akashi Seijuurou manik heterochrome berkilat jenaka, berbeda jika ia menatap orang lain penuh intimidasi dan menjanjikan penyiksaan yang tak sebentar. Hanya pada sang matelah tatapannya selalu melembut dan meneduhkan juga melindungi sang istri dari apapun yang mengganggunya. Kuroko Tetsuya segera keluar dari kamar sang suami karena ingin membuat sarapan untuk keduanya. Sekaligus menghindari Sang Akashi yang tak pernah lelah menggodanya, senyuman tipis merekah di bibir mungilnya hatinya terasa menghangat walau tak diketahui alasan dibaliknya. Karena terlalu fokus sang gadis tak menyadari seseorang menghampirinya dari belakang, hingga sepasang lengan kekar melingkar erat di pinggang rampingnya.

Hembusan napas hangat menerpa telinganya dan tubuh beraroma mint menyapa hidung bangirnya, serta kecupan lembut di pelipisnya dari lelaki yang tengah mendekapnya. Tangan mungil sang gadis menyikut pelan perut sang Akashi untuk melepas dekapannya. Akashi Seijuurou semakin mengeratkan dekapannya tak peduli dengan penolakkan sang istri. Kuroko Tetsuya menghela napas lelah mendapati tingkah ajaib sang Akashi yang tak pernah disangkanya, yakni kemanjaannya. Akhirnya Kuroko Tetsuya memasak dengan susah payah karena sang suami memeluk pinggangnya erat sekali.

"Lepas, Sei-kun!" Lirih Sang gadis baby blue sembari memberontak dalam dekapan suaminya.

"Ssstttss diamlah, Tetsuya!" Bukannya melepas Sang Akashi semakin mendekapnya erat.

"Sei-kun~" Sang gadis berusaha melepaskan diri dari dekapan hangat sang suami.

"Jangan mengeluarkan ekspresi seperti itu, Sayang! Jangan menggodaku sekarang, Tetsuya!" Suara baritonenya sedikit bergetar seperti tengah menahan sesuatu manik heterochrome Sang Suami menatap lembut sang istri setelah mematikan kompor dan membalikkan tubuh mungil sang gadis menghadap dirinya.

"Aku tak berniat menggodamu, Sei-kun." Bibir mungil sang baby blue semakin maju ke depan dengan imutnya membuat pertahanan sang Akashi runtuh seketika.

"Hmpphhh...!" Bibir plum sang Kuroko sukses terbungkam oleh bibir tegas sang pangeran.

"Mmpphhmm..! mmmpphhcchhkk..! mmmhhmmpphh!" Ciuman panas kedua sejoli itu semakin panas saat lidah Sang Pangeran memasuki rongga hangat sang gadis baby blue.

"Leeeppphaassshhh, Sei-kuuunnhh!" Sang Gadi baby blue tampak kesulitan bernapas akibat serangan sang suami namun, perlahan manik aquamarinenya melebar saat merasa sensasi yang terasa familiar. Lengan kecil sang gadis tanpa sadar mengalung di leher jenjang sang Akashi.

Kuroko Tetsuya segera menundukkan kepalanya saat sang pemuda melepas ciumannya, poni panjang sang baby blue terlihat menutupi paras cantik sang gadis yang memerah hingga telinga. Akashi Seijuurou tersenyum tipis setelah melihat betapa merahnya paras sang istri, kerinduan dalam hatinya sedikit berkurang ketika mereka berciuman. Tangan kekar sang suami mengapit dagu sang gadis lembut untuk mendongkak ke arahnya dan memperlihatkan wajah cantik seorang Akashi Tetsuya yang memerah sempurna menuai senyum lembut nan tulus dari pemuda scarlet di depannya.

Keduanya beranjak dari dapur ke meja makan dengan sang istri dalam gendongan Akashi Seijuurou, lutut sang gadis baby blue terasa lemas paska ciuman panasnya dengan sang suami. Kuroko Tetsuya memakan sarapannya dengan lahap, gadis itu mengacuhkan pemuda scarlet di depannya. Senyum lembut terukir di paras tampan sang kekasih ketika manik heterochromenya menangkap pemandangan menggemaskan tersebut. Tangan kekar seputih poselen itu membelai surai langit sang gadis baby blue sayang.

Skip time!

Kini sepasang suami-istri tersebut tengah bersiap-siap pergi ke mansion Namikaze, gadis dengan surai secerah langit itu tampak tidak nyaman dengan pakaian sang suami yang kebesaran di tubuh mungilnya. Sang suami yang mengerti kegelisahan sang gadis baby blue disampingnya mengangkat tangan kanannya kemudian menggenggam lembut jemari mungil sang istri untuk menenangkannya. Kuroko Tetsuya memejamkan iris aquamarinenya ingin menenangkan pikirannya yang berkecambuk dalam kepalanya, hatinya terasa hangat oleh tangan kekar sang Akashi yang menggenggam tangannya erat.

Mobil mewah itu melaju dengan kecepatan sedang melewati jalanan Kota Tokyo, gadis bersurai langit memenjamkan matanya damai rasa pusingnya enggan menghilang. Pemuda yang duduk di kursi kemudi tak lepas melihat keadaan gadisnya walau harus membagi konsentrasi pada jalanan di depannya. Raut khawatir terlihat jelas di paras menawan sang scarlet sebelah tangannya memegang kening sang istri untuk mengetahui keadaan gadis baby blue yang tertidur di kursi penumpang. Tak butuh waktu lama mobil keduanya tiba di mansion Namikaze pemuda scarlet itu memakirkan kendaraannya di halaman luas mansion tersebut.

Pemuda bersurai merah itu pertama turun lalu memutari mobilnya untuk membukakan pintu bagi gadis yang menyandang status sebagai pendamping hidupnya. Gadis bersurai sky blue hanya bisa menundukkan kepalanya sehingga helaian rambutnya menutupi paras manisnya yang memerah pekat. Kuroko Tetsuya hanya bisa mengikuti sang Akashi tanpa protes sedikitpun memasuki mansion Namikaze, langkah kaki keduanya menggema di ruang tamu yang luasnya menyamai lapangan basket tersebut. Sampai di ruang keluarga mereka di sambut pemandangan dua gadis pirang dan orange kemerahan yang tampak selojoran di karpet alih-alih sofa. Dua orang gadis yang diketahui bernama Naruto dan Kyuubi Namikaze tengah asyik dengan kegiatan mereka, hingga mengabaikan dua pemuda tampan yang tengah duduk tenang di atas sofa tempat para gadis itu beraktivitas.

Akashi Seijuurou hanya menggelengkan kepalanya maklum dengan kelakukan kedua pangeran yang tak pernah berubah sejak dulu tersebut. Kuroko Tetsuya turut duduk di samping gadis bersurai orange kemerahan yang tengah memangku laptop berchassing hitam dengan lambang Uchiha di pinggir bawah sebelah kanannya. Gadis bernama Kyuubi Namikaze itu menoleh sedikit ke samping ketika merasakan kehadiran seseorang, butuh kejelian untuk melihat gadis bersurai langit yang mempunyai hawa keberadaan setara hantu tersebut. Sedang para pria hanya memperhatikan tingkah gadis-gadis yang sangat berarti bagi ketiganya dengan senyum lembut terukir di paras menawan mereka.

"Tetsuya-chan?"

"Hm."

"Kapan kau datang?"

"Baru saja, Kyuu. Apa yang tengah kau lakukan, Kyuu?"

"Bukan apa-apa kok."

"Mencurigakan."

"Hn."

Kuroko Tetsuya mengintip sedikit apa yang tengah dikerjakan sang Namikaze Sulung hanya akan membuat iris aquamarinenya membesar. "Eh?!" Serunya terkejut.

"Ada apa, Tetsuya?" Suara baritone terdengar di dekat telinganya entah sejak kapan sang suami berada di sebelahnya.

"Ya ampun, Kyuubi." Lirih Sang baby blue tak habis pikir dengan kelakukan sahabatnya tersebut.

"Tetsuya?" Akashi Seijuurou semakin mendekati sang istri sebelah tangannya melingkar di pinggang ramping sang gadis erat.

Kuroko Tetsuya tak menjawab pertanyaan sang suami karena masih terkejut dengan tingkah ajaib sang sahabat. Kyuubi yang melihat gadis berhelai langit itu terkejut hanya terkekeh geli, tidak menyangka reaksi yang dikeluarkan sang sahabat akan sekaget itu. Itachi Uchiha menghampiri sang istri dan mengitip sedikit apa yang tengah dilakukan wanitanya. Sang pangeran Uchiha sulung menggeleng-gelengkan kepala tak habis pikir akan kelakuan ajaib sang gadis rubah. Naruto Namikaze hanya tersenyum maklum sudah sangat terbiasa dengan tingkah unik sang kakak yang tak pernah berubah sejak dulu tersebut. Kuroko Tetsuya masih sangat syok dengan apa yang tadi dilihatnya, pemuda bersurai merah itu mengerenyit heran juga cemas akan keadaan sang kekasih.

Kyuubi Namikaze tak bisa menyembunyikan tawa gelinya sembari menatap laptop di pangkuannya, mengabaikan sang suami yang saat ini memeluk tubuhnya dari belakang. Itachi semakin mengeratkan pelukkannya dan meletakkan dagunya di bahu mungil sang kekasih sembari memejamkan sepasang onyxsnya sejenak. Sedangkan gadis yang di peluk tak sekalipun menunjukkan sikap keberatan, malah ia semakin menyamankan dirinya dalam dekapan sang terkasih. Sebelah tangan kekar sang Uchiha Sulung membelai rambut panjang sang istri penuh kasih, menghiraukan kedua pasangan lainnya membuat Kyuubi semakin bersandar nyaman di dada bidang sang suami. Entah kemana sifat tsunderenya selama ini, kini yang ada sang Kyuubi bermanja-manja pada sang suami padahal biasanya tidak pernah dan selalu menolak jika sang suami ingin memanjakannya.

Gadis bersurai langit mengalihkan pandangannya ke arah samping tempat sang suami duduk, sehingga kedua manik aquamarine dan heterochrome bertemu pandang. Sang Gadis Kuroko yang pertama kali memutuskan kontak pandang keduanya, tangan kekar sang suami mengelus lembut helaian teal yang menunduk saat ini sehingga menutupi paras cantik sang gadis. Senyum lembut terukir di paras sang Akashi melihat pemandangan manis sang istri yang saat ini tengah cemberut. Akashi Seijuurou mengapit dagu sang kekasih lembut untuk melihat manik secerah musim panas yang sangat disukainya, sedang tangan lainnya melingkari pinggang ramping sang istri.

"Tetsuya?"

"Sei-kun?"

"Kau baik-baik saja?" Lirihan lembut menyapa telinga sang gadis.

"Tidak tau, Sei-kun!"

"Kyuu?!"

"Apa, Tetsu-chan?" Tanggapan santai dari seorang Kyuubi Namikaze yang tengah menyeringai sadis.

"Tolong rubah sedikit kebiasaanmu menyiksa orang itu, Kyuu! Kasian mereka." Peringatan sang baby blue tak pernah diindahkan oleh Kyuubi sedikit pun.

"Aku tidak bisa janji, Tetsuya!" Balasnya santai namun seringai sadisnya tak pudar dari bibir plum Sang Sulung Namikaze, membuat yang lainnya menghela napas lelah.

"Jangan pernah melibatkan istriku dalam masalah, Kyuubi-san!" Sahut Sang Akashi tegas.

"Kami tidak janji, Akashi-kun. Sebab untuk memancing 'mereka' kami membutuhkan istrimu sebagai umpannya, Akashi-kun!" Jelas Kyuubi membeberkan rencananya pada pemuda bersurai semerah darah itu selaku suami dari sahabatnya, Kuroko (Akashi) Tetsuya.

"Itu sangat berbahaya, Kyuubi-san. Dan aku tak mau mengambil resiko dengan membahayakan keselamatan istriku. Kecuali kalian berani menjamin Tetsuya bisa kembali dengan selamat tidak kurang suatu apapun! Mereka sangat mengincar gadisku dan kali ini aku tidak ingin melibatkan gadis yang kucintai dalam peperangan ini." Manik heterochrome Sang Pangeran Akashi berkilat menatap gadis bersurai orange kemerahan itu tajam pun sembari mengeratkan dekapan pada pinggang ramping sang istri.

"Kalau Seijuurou-san tidak percaya kepada kami kau boleh ikut dalam rencana itu sekalian mengawasi istrimu dan melihat jalannya rencana ini. Bagaimana, Seijuurou-san?" Itachi Uchiha menengahi perdebatan sang istri dengan pemuda scarlet sembari mendekap erat tubuh mungil sang istri yang gemetar dalam pelukkannya.

"Baiklah! Aku ikut rencana kalian!" Sang pangeran mengambil keputusan setelah mempertimbangan segala resikonya.

"Terima kasih, Seijuurou-san!"

"Ya."

Kuroko Tetsuya menghela napas panjang ketika sadar dirinya menjadi bahan perdebatan teman-temannya serta pemuda scarlet yang mengaku suaminya. Iris aquamarinenya mengedip beberapa kali juga paras manis sang baby blue sedikit menegang seakan bisa membayangkan jalannya rencana yang dijalankan sahabat semasa kecilnya nanti. Tubuh mungil itu seketika berbalik mendekap erat tubuh tegap sang pemuda scarlet yang masih memeluk dirinya. Paras cantik sang surai langit ia benamkan dalam dada bidang sang pangeran Akashi, pikirannya berkecamuk tak tenang bayangan mengerikan yang akan terjadi dalam peperangan kali ini sudah dapat dipastikan akan memakan banyak korban.

Air mata meleleh membasahi kemeja biru tua sang suami, isakkan lirih terendam di dada bidang Akashi Seijuurou. Manik heterochrome sang Akashi melebar terkejut saat menyadari istrinya menangis dalam dekapannya, pemuda scarlet sedikit melonggarkan pelukkannya untuk menghapus lelehan air mata yang menodai paras cantik sang istri. Akhirnya perang besar akan segera terjadi dan kali ini merebutkan seorang gadis yang mempunyai kekuatan tersembunyi sangat dibutuhkan pihak lawan. Namun, tentunya ketiga klan yang menjadi pelindung sang target tidak akan tinggal diam, mereka menysun rencana untuk memenangkan peperangan ini tanpa menuai korban jiwa. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah perang besar akan terjadi untuk yang kedua kalinya? Bagaimana reaksi sang pangeran Akashi dan pangeran Uchiha saat mengetahui sang target adalah matenya?

To Be Continue?

Review?

Kritik dan saran untuk fic ini selalu di tunggu. Saya masih bingung untuk scene perang kecil yang mungkin muncul di chapter depan. Adakah saran? Apa perlu menyiksa para seme di chapter mendatang? Scene akakuronya kayaknya mendominasi disini dan pairing utama malah adem ayem tidak kebagian peran. Menurut kalian sasunaru mau di buat bagaimana jujur saya bingung sekali menentukan adegan mereka. Last review minna-san?

See you next chapter!

Sign,

Syabyaku