MY MATE
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
KUROKO NO BASUKE © TADATOSHI FUJIMAKI
Genre : Romance, Fantasy
Rate : T
Pairing's : Sasunaru, Akakuro, Itakyuu, and others
Warning : AU, OOC, Devils Seme, typo(s), OC, Tidak sesuai EYD, cerita pasaran, gaje, alur maju-mundur, alur cepat, femUke, Human Uke, absrud, dan segala kekurangan lainnya.
"Don't Like, Don't Read!"
Chapter 6 : Rencana Namikaze Kyuubi!
Suasana di taman belakang Konoha High School tampak mencekam setelah pertarungan sengit sang pendamping hidup Akashi Seijuurou, udara berhembus dingin hingga menembus tulang. Sesosok berjubah hitam itu menyeringai walau pun hanya hidung dan mulutnya saja yang terlihat. Sosok itu langsung menghilang di balik pohon besar yang tertutupi pohon besar lainnya, seringaiannya menakutkan membuat siapapun yang melihatnya bergidik ngeri. Setelah beberapa lama meneliti sosok berjubah hitam tersebut meninggalkan taman belakang sekolah yang selalu sepi.
Tak lama setelah sosok misterius itu pergi seorang gadis menampakkan diri dari persembunyiannya, sebuah senyum kecil tampak di paras cantiknya mata tajamnya lekat menatap tempat sosok hitam tersebut menghilang. Surai orange kemerahannya beriak termainkan angin yang membuatnya berantakkan, seringai kecil terbit di bibir ranum sang gadis. Rencana yang mereka susun telah berjalan saat ini walau, sang gadis bersurai langit yang menjadi umpannya tentu saja atas izin sang Pangeran Akashi.
Namikaze (Uchiha) Kyuubi mengeringai tipis umpan kecilnya tersambar musuh, pertarungan Kuroko Tetsuya tempo hari membuahkan hasil. Musuh bebuyutan kerajaannya telah mulai bergerak mengicar sang sahabat, gadis Namikaze tersebut berjalan santai meninggalkan tempat pertarungan Kuroko (Akashi) Tetsuya. Kyuubi melangkahkan kakinya menuju ruang guru untuk menyerahkan tugas matematika siang tadi, karena sang guru sedang ada urusan mendadak. Tak butuh waktu lama gadis dengan surai orange kemerahan itu sampai di ruang guru, kepala bersurai orange kemerahan itu menoleh kesana kemari untuk mencari keberadaan sang guru bersurai Raven panjang, wali kelasnya.
Cklek!
"Permisi!" Kyuubi memasukkan kepalanya sedikit untuk mengintip ke dalam ada orang atau tidak. Setelah yakin ruangan itu kosong sang Namikaze sulung melangkahkan kakinya masuk dan duduk di kursi belakang meja kerja sang guru, terkesan tidak sopan memang, namun bagi Namikaze Kyuubi hal itu tak menjadi masalah karena sudah biasa.
Gadis itu menelungkupkan badannya di meja kerja sang guru sembari tangannya memainkan ponselnya dalam diam. Perhatian sang gadis telah sepenuhnya tersita oleh layar ponsel digenggamannya, sehingga dirinya tidak sadar seseorang menghampirinya dan selanjutnya yang ia rasakan adalah sepasang lengan kekar melingkar kuat di pinggang rampingnya. Sedikit terkejut gadis Namikaze itu menolehkan kepalanya ke belakang, hanya untuk mendapati senyum menawan sang guru yang sedari tadi ditunggunya dan jangan lupa sebuah kecupan singkat mendarat di bibir ranumnya.
Wajah cantik sang Namikaze memerah atas kelakuan guru sekaligus suaminya ini, tangan mungilnya yang tak memegang ponsel seketika melayang hendak menjitak suami mesumnya tersebut. Namun, apalah daya sebelum melaksanakan niatnya tangannya sudah terlebih dulu di cekal sang suami, pemuda Uchiha tersebut tersenyum lembut nan tulus sebelum mencium kening sang istri sayang.
"Keriput mesum!" Kata Sang Istri jengkel sambil cemberut.
"Kyuu-chan?" Uchiha Itachi semakin mempererat dekapannya pada sang istri sambil sesekali mencium pucak kepalanya sayang.
"Hm."
"Aku merindukanmu!" Bisik Sang Pangeran Uchiha mesra di telinga istrinya.
"Jangan bicara sembarangan, Keriput!" Bentak gadis itu cepat sembari menoleh ke arah lain untuk menyembunyikan wajah meronanya dari sang Uchiha.
"Aku serius, Sayang!" Tangan kekar Uchiha Itachi meraih dagu sang istri dan dengan lembut mengarahkan ke wajah tampannya, sedikit memaksa sepasang ruby itu untuk menatap kedua onyxsnya.
Kedua sejoli itu masih bertahan dengan posisi saling memeluk walaupun sang istri sudah meronta minta dilepaskan namun, pemuda tampan tersebut tak mengindahkan rontaan sang gadis rubah. Sadar jika pemberontakkannya sia-sia Namikaze Kyuubi meletakkan kepalanya di bahu lebar sang suami, entah sejak kapan sang Uchiha Sulung mengubah posisi mereka kini sang istri berada di pangkuan Pangeran dari kerajaan Uchiha tersebut. Sepasang manik ruby tersembunyi di balik kelopak pucat, gadis itu mencoba memenjamkan matanya sejenak mengesampingkan masalah yang menerpa mereka.
Itachi Uchiha merasa beban didadanya semakin berat, dengan gerakkan lembut sang pangeran membalik tubuh mungil sang istri menghadap dirinya. Senyum lembut terukir di bibir tipis sang Uchiha memdapati istri cantiknya tengah terlelap di pelukkannya. Karena sang istri telah terlelap, pemuda dengan surai raven panjang itu menggendong gadisnya ke kamar yang di buat khusus dalam ruangannya. Itachi Uchiha dengan perlahan dan sangat hati-hati membaringkan tubuh mungil istrinya di kasur kingsizenya. Setelah membaringkan gadis kecilnya lalu mencium lembut kening sang istri, pemuda bermarga Uchiha itu meninggalkan kamar tersebut untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Skip time!
Di ruang kelas tiga terasa sepi karena orang yang biasanya membuat keributan tidak ada, seorang gadis bersurai secerah langit musim panas tengah duduk termenung menghadap papan tulis. Manik aquamarinenya menatap kosong tak mempedulikan sang guru yang tengah mengajar, sepasang manik heterochromenya menatap penuh kekhawatiran pada sang gadis. Pemuda itu terus memperhatikan gerak-gerik gadisnya yang di rasa tengah melamun tersebut. Gadis itu Kuroko Tetsuya merasa ada yang menatapnya sedari tadi mengalihkan pandangannya sejenak ke arah orang tersebut. Hanya untuk mendapati tatapan lembut sang suami yang bersiborok dengan sepasang manik secerah langit miliknya.
Kuroko Tetsuya segera mengalihkan pandangannya dari sepasang heterochrome menawan sang Akashi, seketika hal itu membuat seorang Akashi Seijuurou bingung dengan sikapnya yang tak seperti biasanya. Pemuda tampan bersurai scarlet sebenarnya ingin menghampiri gadis Kuroko tersebut namun, sepertinya niat itu harus di tunda untuk menghindari yang tak diinginkan. Akashi Seijuurou melanjutkan pelajaran sambil sekali-kali manik beda warnanya menatap penuh khawatir pada sang terkasih.
Tak terasa sudah dua jam pelajaran matematika usai semua siswanya berhamburan keluar kelas, begitu juga dengan gadis bersurai langit tersebut. Namun, ketika akan keluar tangan mungilnya terlebih dulu di cekal halus oleh orang dibelakangnya. Membalik tubuh mungilnya ke belakang untuk melihat siapa yang menahan tangannya, ternyata sang guru lah yang saat ini menggenggam lembut telapak tangannya. Akashi Seijuurou mencegah gadisnya keluar bukan tanpa alasan, melihat wajah murung sang istri tak pelak membuat hatinya di landa rasa khawatir. Saat tau yang menahan dirinya adalah sang suami, Kuroko Tetsuya maju mendekati suaminya lalu memeluknya erat dan paras cantiknya ia sembunyikan di dada bidang sang kekasih.
"Sei-kun?" Panggil Kuroko Tetsuya lirih.
"Ya, Sayang?" Gumam Sang Akashi lembut.
"Haruskah perang ini terjadi, Sei-kun?" Tanya sang istri yang terendam dada bidang Sang Akashi.
"Inikah yang membuatmu murung seminggu ini, Tetsuya?" Bukannya menjawab sang suami malah mengajukan pertanyaan lain.
"Iya, Sei-kun."
"Semua akan baik-naik saja, Tetsuya. Percaya padaku!" suara baritone Akashi Seijuurou terdengar lembut.
Tangan kekar Sang Pemuda Akashi membelai lembut pipi putih sang gadis, bibir pemuda itu mengecup kening istrinya lembut. Kuroko Tetsuya sedikit tenang dari rasa gelisahnya, gadis itu mengikuti kemanapun sang suami membawannya. Akashi Seijuurou membawa gadisnya ke ruang pribadinya, Kuroko Tetsuya sudah tidak terkejut jika meja di ruangan suaminya penuh dengan makanan. Gadis bersurai langit itu berjalan cepat ke meja tempat berbagai jenis makanan tersebut dan mengambil vanilla milkshake yang dengan cepat diminumnya tak menghiraukan keberadaan sang suami.
Pemuda bermarga Akashi itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya maklum dengan tingkah ajaib sang istri yang bila bertemu minuman favoritnya tersebut. Sang Scarlet berjalan menghampiri sang istri yang dengan tenang menyeruput minumannya tak mempedulikan sekitarnya. Akashi Seijuurou mendekati tempat sang istri duduk, sebelah tangannya membelai lembut surai langit gadisnya. Kuroko Tetsuya tetap melanjutan makannya walau tak menolak sentuhan lembut sang suami pada rambutnya. Akashi Seijuurou menyampirkan lengan kekarnya di seputar bahu mungil gadisnya, Kuroko Tetsuya hanya mendengus kesal dengan tingkah laku Sang Pengeran.
Skip time!
Namikaze Kyuubi perlahan membuka sepasang rubynya mengamati sekeliling sembari mengumpulkan kesadarannya yang tercerai berai ketika dirinya terlelap. Kyuubi menyadari dirinya berada di kamar pria dilihat dari aroma maskulin dan cat yang didominasi hitam dan abu-abu. Gadis bersurai orange kemerahan itu menyibak selimut tebal yang menyelimuti tubuh mungilnya, lalu berjalan gontai menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Kaki jenjangnya melangkah keluar dari ruangan yang ditempatinya beberapa saat lalu, langkah kakinya mantap mencari seseorang yang tadi menggendongnya ke kamar di ruang kerja sang suami.
Manik ruby menawan sang gadis sedikit melebar mendapati gurunya masih menyibukkan diri dengan dokumen-dokumen di depannya. Pemuda bersurai raven itu tidak menyadari kehadirannya, padahal suaminya adalah salah satu Pangeran Iblis dari Kerajaan Uchiha yang terkuat. Kesal karena diacuhkan gadis dengan surai orange kemerahan tersebut menghentakkan kakinya sembari berjalan menghampiri Pangeran Sulung Uchiha, Uchiha Itachi. Kyuubi Namikaze perlahan mendekat ke tempat sang suami duduk, tanpa basa-basi gadis itu mendudukkan dirinya di pangkuan Sang Uchiha sembari mengusap rahang tegas suaminya lembut.
Itachi Uchiha sudah tidak terkejut lagi dengan tingkah laku ajaib sang istri jika sedang kesal, bertahun-tahun mengenal sang mate membuatnya tahu semua sifat istri kesayangannya itu. Pemuda tampan itu menghentikan sejenak pekerjaannya hanya untuk mendaratkan kecupan lembut di bibir manis sang istri. Kyuubi semakin cemberut melihat tingkah mesum suami tampannya namun, ia tak menolak sedikit pun sentuhan pemuda Uchiha tersebut. Tangan mungil sang istri mengalung erat di leher jenjang sang kekasih, semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami menyembunyikan semburat merahnya dan menuai senyum lembut di bibir tegas sang Uchiha.
"Kamu sudah bangun, Sayang?" Tanyanya lembut.
"Sudah. Kau bisa lihat sendiri 'kan?" Jawabnya ketus.
"Maaf, Sayang! Bagaimana tidurmu? Nyenyak?" tanyanya lembut seolah tak terpengaruh dengan kekesalan sang istri.
"Hm." Jawabnya singkat semakin menyusupkan kepalanya di leher sang suami untuk menghirup aroma menenangkan yang menguar dari tubuh suaminya.
"Kyuu?"
"Ya."
"Kamu mau menggodaku, hm?" Suara baritone pemuda itu terdengar serak seperti menahan sesuatu.
"Siapa yang menggodamu, Keriput?" Sanggah gadisnya kesal.
"Kamu, Sayang." Jawabnya sambil tersenyum.
Kyuubi membiarkan suaminya berlaku sesukanya, gadis itu tidak peduli dengan keadaan sekitarnya pikirannya terlanjur semrawut. Permasalahan yang menimpa sahabat serta adiknya membuatnya tak mampu berfikir jernih, tak sadar telapak tangan besar mengelus lembut puncak kepalanya. Gadis cantik itu semakin menikmati perlakuan lembut sang suami, sentuhan itu dapat merilexskan sejenak pikirannya dalam dekapan hangat sang Pangeran. Hingga kesadaran menghantamnya seketika gadis itu bangun dari pelukkan suaminya, membuat sang suami terkejut dan raut khawatir terpahat jelas di paras menawannya.
Kyuubi segera mengambil smartphonenya untuk menghubungi sahabat kecilnya, Kuroko Tetsuya. Jemari lentiknya menari lincah di layar smartphonenya mengetik dengan cepat, tak sampai semenit pesannya telah terkirim ke nomor sang sahabat. Ia akan menjalankan rencana besarnya besok. Seorang gadis tengah berbaring di ranjang dengan sebuah lengan kekar sebagai bantalnya tampak menggeliat pelan. Kelopak pucatnya bergerak membuka perlahan, memperlihatkan iris aquamarine indah pada dunia. Tubuh mungilnya bergerak pelan seolah takut membangunkan pemuda tampan yang terlelap damai disampingnya.
Tangan mungil seputih porselin meraba makas disampingnya untuk mengambil handphonenya yang terus berdering. Dengan mata setengah mengantuk sang gadis bersurai langit melihat layar smartphonenya yang menampilkan pesan singkat dari sang sahabat. Manik secerah langitnya membulat setelah memahami maksud sahabatnya, Kyuubi. Gadis itu mengeluarkan pekikan pelan atas rencana yang telah di susun sang sahabat dimana mengharuskan dirinya menjadi umpan. Tubuhnya lemas setelah mengetahui gadis Namikaze itu serius dengan rencananya, tangan mungilnya melingkar erat di pinggang kekar sang suami setelah meletakkan telepon genggamnya di samping bantalnya.
Gerakkan pelan sang gadis ternyata sedikit mengusik tidur pemuda yang terlelap disampingnya, tangan kekarnya yang tidak digunakan sebagai bantalan sang istri bergerak pelan untuk mengambil ponsel kesayangan kekasihnya. Sepasang heterochromenya memicing tajam setelah melihat pesan singkat dari sahabat istrinya yang akan memulai rencananya besok. Akashi Seijuurou sebenarnya sedikit keberatan dengan rencana istri dari Sulung Uchiha itu namun, dirinya juga ingin tahu bagaimana jalannya rencana yang melibatkan istri kesayangannya.
Skip time!
Pagi menyinari Kota Tokyo sinar hangat sang mentari menerobos jendela di sebuah kamar mewah, seorang gadis manis nan imut bersurai biri langit menggeliat pelan. Namun ia tak kunjung terbangun seolah enggan beranjak dari alam mimpi. Kedua tangannya semakin erat mendekap pinggang kekar pemuda scarlet yang tidur disampingnya. Wajah cantiknya ia sembunyikan di dada bidang sang suami, tak menghiraukan ponselnya yang berdering sedari tadi. Akashi Seijuurou merasa terganggu dengan ponselsang kekasih yang terus-menerus berdering, secepat kilat ia menggangkat panggilan tersebut tak dipedulikan kalimat protes dari gadisnya.
Akashi Seijuurou tengah berbicara serius dengan orang di seberang sambungan, sambil sesekali membelai lembut surai sebiru langit milik gadisnya. Kuroko Tetsuya semakin mengeratkan pelukkannya di tubuh tegap sang suami, sembari telinganya mendengarkan percakapan sahabatnya dengan sang suami yang berlangsung seru. Paras cantiknya tampak merona mendengar isi percakapan itu yang sedikit banyak membicarakan dirinya, kata-kata yang dikeluarkan sang suami terang-terangan menunjukkan rasa keberatan dengan dirinya menjadi umpan untuk memancing musuh. Pemuda Akashi meminta gadis Namikaze tersebut mengubah rencana, akan tetapi sang gadis menolak dan tetap pada rencana semula.
Gadis bersurai langit itu perlahan bangun dari baringannya, manik aquamarinenya melihat jam dinding didepannya lalu beranjak pelan ke kamar mandi. Hari ini adalah hari Senin yang berarti ia harus berangkat lebih pagi untuk mengikuti upacara bendera. Pemuda tampan bersurai merah itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, maklum dengan sikap unik sang istri yang tak pernah berubah. Gadis dengan surai secerah langit itu sedikit merasa was-was dengan apa yang akan terjadi nanti, sampai dirinya tidak menghiraukan keberadaan sang suami yang sedari tadi selalu memperhatikan gerak-geriknya.
"Tetsuya?"
"Hm?"
"Nanti kuharap kamu jangan jauh-jauh dari pandanganku, Tetsuya! Karena musuh yang kita hadapi saat ini belum diketahui kekuatannya dan dari golongan apa. Mengerti, Tetsuya?" suara baritone sang Akashi terdengar lembut namun, tidak dapat menyembunyikan nada khawatirnya.
"Iya, Sei-kun. Aku mengerti!" Balas gadis bersurai langit itu pelan.
"Bagus, Sayang!"
Akhirnya perang yang ditakutkan semua makhluk immortal terjadi juga setelah seribu tahun berlalu. Entah apa jadinya jika perang ini berlangsung, yang pasti akan ada banyak korban berjatuhan termasuk orang-orang terdekat mereka.
TO BE CONTINUE
Review?
See you next chapter!
Sign,
syabyaku
