Hidden Affection

(by Bay05 © 2013)

Pairing :

KyuSung Slight! KyuMin, YeWon

Cast :

Kyuhyun, Yesung, Sungmin, Siwon, Eunhyuk, Donghae, Kangin, Kibum

Genre :

Romance, Friendship

Rate : T

Disclaimer : Cast belongs to each other ^^

Warning :

Boys Love, Crack pair, Cerita super aneh, Abal, Typo(s)

A/n :

Terinspirasi dari film layar lebar Yes or No

.

.

Enjoy!^^

.

.

Yesung melongo, tidak bergerak dari tempatnya berdiri selama beberapa saat. Mulutnya sedikit terbuka dan onyx gelapnya membulat lucu. Memberikan friksi bahwa si pemilik onyx tengah terkejut dengan apa yang berada di depan matanya sekarang.

Oh, bukan! Jangan berpikir macam-macam dan terlalu jauh. Kyuhyun tentu bukanlah seorang buronan polisi kelas kakap yang menyamar menjadi murid SMA. Dan bukan pula cinta pertama Yesung yang mematahkan cinta si manis dan pergi begitu saja. Omong-omong, yang kedua itu terdengar begitu klise di abad ke dua puluh satu ini. Hanya saja...

Kyuhyun yang dia bayangkan benar-benar berbeda dengan namja yang berdiri di depannya sekarang.

Seorang Cho Kyuhyun dalam bayangan Yesung semalam adalah namja jangkung yang memiliki tubuh atletis. Dengan rambut hitam yang tertata dengan begitu rapi, berpakaian bak murid teladan, dan menggunakan sepatu segelap malam di kakinya. Jangan lupakan kulit cerah yang begitu bersih. Benar-benar gambaran anak baik-baik dari keluarga terpandang.

Dan Cho Kyuhyun dalam 'dunia nyata' adalah seseorang yang sangat berbeda dengan bayangan Yesung, bahkan kau bisa mengatakan kedua hal tersebut sangat bertolak belakang.

Baiklah, Kyuhyun memang masih seorang namja jangkung. Dengan rambut emo yang hampir menutupi mata sebelah kanannya. Rambut emo itu sendiri berwarna dark chocolate yang Yesung berani bertaruh bahwa itu adalah hasil semir murahan. Baju yang Kyuhyun kenakan pun sangat jauh dari kata rapi. Entah kapan terakhir kalinya baju kusut itu menyentuh mesin cuci. Dan Ugh, bisakah kita melewati saja deskripsi soal sepatu Kyuhyun?

Hei, walaupun Yesung adalah namja pemalas yang terkadang juga membutuhkan waktu lama untuk membersihkan ruangan pribadinya, Yesung sangat tidak mennyukai namja dengan penampilan berantakan. Yang aku maksud tidak suka adalah, benar-benar tidak menyukai dan berusaha menghindari orang dengan penampilan berantakan seperti Kyuhyun.

Lihatlah, mood si manis nampaknya mulai terjun hanya dengan melihat penampilan berantakan Kyuhyun.

"Hey," suara bass berat menarik Yesung ke dunia nyata.

"Kau bilang tadi namamu Kim Yesung? Aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun." Kyuhyun tersenyum lebar, memamerkan deretan gigi rapinya – yang mungkin merupakan satu satunya hal yang rapi dari Kyuhyun. "Aku sudah tahu," Yesung berkata datar, membuat satu alis Kyuhyun terangkat.

Si Cho tersenyum canggung. "Apakah aku membuat kesalahan?" Yesung menggeleng. "Hanya jagalah jarak dariku, okay?" Yesung berkata sedikit sinis sebelum akhirnya mengambil earphone putihnya dan memasang di telinganya.

.

Kyuhyun mengetuk-ngetukkan jemari panjangnya secara monoton ke meja nakas di sebelah tempat tidur barunya, membuat bunyi keras – yang jika diperhatikan – membentuk sebuah nada yang teratur. "Berisik!" suara baritone merdu dari seorang namja yang menjadi roommate-nya sontak membuat Kyuhyun menghentikan aktifitasnya.

Yesung yang tadinya tengah serius melafalkan rumus rumus untuk ulangan Fisika besok langsung memutar kursinya untuk menghadap si pemecah konsentrasinya, Cho Kyuhyun. Kedua onyx Yesung memberi tatapan mematikan pada Kyuhyun, yang hanya ditanggapi senyuman tipis oleh si jangkung, membuat Yesung semakin muak saja.

"Aku sedang belajar untuk ulangan fisika! Tidak bisakah kau diam?" Berusaha untuk membuat Kyuhyun takut, namun yang ada malah senyuman Kyuhyun yang semakin lebar dan berubah mejadi cengiran tidak bersalah. "Maaf." Kyuhyun berkata ramah.

Si namja manis langsung berdiri dengan penuh emosi, menatap Kyuhyun tajam. "Cho, dengar. Karena aku adalah penghuni kamar ini sebelum kau, maka akulah yang berhak menentukan peraturan untuk kamar ini. Mengerti?"

Belum sempat Kyuhyun memberikan reaksi, bibir tipis Yesung sudah terbuka lagi. "Satu, karena aku tidak menyukai kebisingan, maka kau harus memeankan suaramu. Lebih baik lagi kalau kau diam."

"Dua, jangan memakai kamar mandi lebih dari lima belas menit. Walaupun aku tidak yakin kau tipikal orang yang suka membersihkan diri." Yesung berkata sarkastis.

"Tiga, tidur dalam keadaan lampu menyala." Kyuhyun baru saja akan membuka mulutnya ketika Yesung menatapnya tajam. "Aku tidak menerima penolakan."

"Satu lagi." Tangan Yesung terulur untuk mengambil lakban dan gunting. Kedua kakinya melangkah menuju dinding di depannya, sedikit merunduk untuk menempelkan lakban di lantai. Menarik lakban itu dan mengguntingnya ketika si manis merasa panjangnya sudah cukup. Terlihat lakban itu membelah jarak antara kedua single bed Yesung dan Kyuhyun.

Tempel. Gunting. Tempel. Gunting. Tempel. Gunting. Begitu terus hingga senyum kecil tersungging di bibir Yesung. Baiklah, aku akan mendeskripsikan hasil karya si manis bermarga Kim ini.

Garis yang dibentuk Yesung dari lakban membelah kamar menjadi dua bagian yang jauh dari kata seimbang. Garis yang mengitari kasur Kyuhyun lebih sempit, hanya cukup untuk single bed dan juga separuh dari meja nakas. Selain garis yang membelah kamar mereka, Yesung juga membuat garis menuju pintu, kamar mandi, lemari dan kulkas.

"Seperti yang bisa kau lihat, aku membagi kamar ini menjadi dua bagian dengan garis. Aku menyebutnya garis territory. Bagian itu." Yesung menunjuk garis yang mengitari kasur Kyuhyun dengan telunjuk mungilnya.

"Itu adalah bagianmu. Sementara yang lainnya adalah bagianku. Aku juga memberi garis menuju pintu, kamar mandi, lemari dan kulkas. Maksudnya adalah agar kalau kau atau aku ingin menuju ke tempat yang diluar garis territory kau atau aku, kita harus berjalan dpada garis. Tidak ada boleh keluar dari garis walaupun roommate yang lain tidak ada. Mengerti?"

"Baikla-" belum sempat Kyuhyun menyetujuinya, Yesung langsung mengambil buku fisika tebalnya dengan cepat dan langsung keluar dari kamar keduanya.

Brak!

Dan Kyuhyun hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan kekanakan Yesung.

.

"Yesung-ah!" suara tenor yang sudah cukup ia kenal langsung menyapa telinganya begitu tangan mungilnya melepa pegangan dari kenop pintu sambil menggerutu kecil. Si manis pun membalikkan badannya untuk melihat sumber suara.

Lee Sungmin.

Sang namja – yang harus ia akui, imut – yang merupkan teman sekelasnya. Secara pribadi, Yesung tidak terlalu menyukai sifat Sungmin yang begitu tebar pesona ke semua namja tampan berstatus seme di SIHS ini.

"Yesung-ah," Sungmin tersenyum begitu manis.

Yesung hanya mendengus kecil, sedikit bosan. "Katakan apa maumu, Sungmin-ah."

"Kudengar kau memiliki roommate baru. Kudengar dia cukup tampan wa-"

"Masuk saja, Sungmin-ah." Yesung berkata datar, sudah dapat membaca kemauan namja imut di depannya.

Bibir M Sungmin membentuk senyuman. "Kamsahamni-"

Uh, nampaknya si manis Kim Yesung terlalu sibuk untuk mendengarkan ucapan terima kasih Sungmin, huh?

.

.

.

.

Bay05

.

.

.

.

"Namaku Lee Sungmin." Sungmin mengulrkan tangannya pada si dark chocolate di hadapannya. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum canggung, tidak berminat untuk menyambut uluran tangan Sungmin sepertinya. "Cho Kyuhyun,"

Bibir Sungmin maju beberapa senti, namun nampaknya penolakan halus Kyuhyun tadi tidak meredupkan semangatnya.

"Jadi, kapan tepatnya kau datang?" Si namja Lee bertanya antusias. "Kemarin sore." Sungmin mengangguk mengerti.

Tiba-tiba, sudut kanan Sungmin terangkat, membentuk sebuah smirk tipis yang bahkan Kyuhyun pun tidak dapat melihatnya.

Tanpa aba-aba, Sungmin menjatuhkan dirinya ke kasur yang menjadi singgasana Kyuhyun sedari tadi. Sedikit kaget, Kyuhyun hanya bisa melongo untuk beberapa saat. Namun beberapa detik kemudian Kyuhyun mencoba bangkit dari tempat tidurnya, berusaha memberikan ruang untuk Sungmin. Namun kedua tangan Sungmin langsung memeluk lengan Kyuhyun, menahan pergerakan si namja Cho.

"Jangan."

"Biarkan saja seperti ini." Sungmin tersenyum manis. Walaupun sedikit risih, akhirnya Kyuhyun hanya mengangguk mengiyakan.

Perlahan, tangan bebas Kyuhyun menyingkirkan pelukan Sungmin pada lengannya, yang membuat air muka Sungmin berubah kesal untuk beberapa saat. Namun toh Sungmin tidak mengatakan apa-apa soal itu.

"Omong-omong, bagaimana Kim Yesung? Apakah dia menerimamu dengan baik?"

"Kurasa tidak." Kyuhyun berkata dengan tidak bersemangat. Sebelah alis Sungmin terangkat. "Hey, apa yang terjadi?"

"Entalah, pada awalnya dia adalah namja yang sangat ramah. Namun setelah melihat penampilanku, entah mengapa dia menjadi cukup dingin."

Sungmin diam. Menunggu Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya. "Namun aku merasa Yesung hanya butuh waktu untuk menerimaku. Kurasa hal itu memang pantas dilakukan oleh namja manis seperti Yesung." Senyum tipis terlihat di bibir Kyuhyun.

Sementara Sungmin hanya mendengus pelan ketika mendengar kata 'manis' dari bibir tebal Kyuhyun. Sungguh memuakkan untuknya. "Hng~ Yesung memang begitu. Selalu bersikap menyebalkan, arogan dan kekanakan."

"Hey, untuk apa kita membahas Yesung. Bukankah lebih baik kau bercerita tentang dirimu!" intonasi Sungmin berubah ceria. Dan detik berikutnya namja Lee itu langsung sibuk merubah posisi untuk semakin dekat dengan Kyuhyun.

.

.

.

.

Bay05

.

.

.

.

Si manis Yesung terlihat begitu sibuk sekarang. Kedua kakinya membawa melewati koridor asrama yang begitu sepi. Dengan buku teori fisika yang sangat tebal di tangan kanannya dan buku catatan yang penuh dengan angka di tangan kirinya.

Sesekali onyx sipitnya menelusuri kedua buku di tangannya dengan begitu serius, kemudian kepalanya mengadah ke atas seraya menutup mata untuk berbisik mengulangi teori atau rumus yang baru saja dia baca. Tersenyum, atau bergumam 'yeah' pelan ketika apa yang dia sebut cocok dengan apa yang ia baca. Dan berdecak kesal ketika apa yang ia sebut melenceng begitu jauh dari teori yang sebenarnya.

"Sibuk sekali, manis?" suara baritone berat membuat si namja Kim menoleh ke asal suara.

Onyx sabitnya sedikit melebar ketika melihat segerombolan namja yang berjarak dua langkah darinya. Mungkin tadi dia memang begitu sibuk hingga tidak menyadari keberadaan mereka.

Kangin, Kibum, Donghae dan Eunhyuk. Di seluruh penjuru sekolah ini, tidak ada yang tidak mengenal mereka. Kelompok pembuat onar yang menamai grup mereka dengan Max-apapun-itu. Keempatnya sangat suka menggoda dan mengusik namja berstatus uke yang benar benar cantik, menggemaskan ataupun manis.

Dan akhir-akhir ini, Yesung merasa begitu muak karena Kangin, Kibum, Donghae dan Eunhyuk begitu sering menggodanya maupun mengirimi surat surat cinta di kamarnya yang membuat Yesung mual.

"Apa mau kalian, huh? Pergi dari hadapanku sekarang!" Yesung menggertak, yang tentu saja tidak membuat satupun dari mereka goyah.

Sang pemimpin –Kangin, tertawa meremehkan. "Oh, sang uke manis ternyata begitu galak, eoh?" Yesung berdecih tidak suka. "Kalian memuakkan." Rahang ke empat namja itu mengeras, tidak suka atas perbuatan si manis.

Bruk!

"Akh!"

Tanpa aba-aba, Donghae dan Eunhyuk mendorong Yesung ke tembok terdekat, membuat buku fisika Yesung membentur lantai, dan membuat sang empunya buku meringis kesakitan.

"Jangan mencoba untuk membantah kami, manis." Kibum berkata tajam dengan seringai yang terbentuk di wajahnya yang biasanya hanya menampilkan ekspresi datar dan dingin. "Pergi dari hadapanku!"

"Beraninya kau memerintah kami, huh!" Tangan kanan Donghae terangkat, bersiap untuk menampar Yesung. Sementara yang dipojokkan hanya bisa menutup mata. Berusaha mempersiapkan menahan rasa sakit yang akan dia terima.

"STOP!" suara bass yang Yesung cukup yakin baru pernah dia dengar tadi siang menghentikan gerakan tangan Donghae.

Perlahan, onyx-nya terbuka. Hal pertama yang ia tangkap adalah sosok jangkung Kyuhyun dengan badan tegap dan wajah keras yang hanya terpaut sekita empat meter dari tempatnya di pojokkan. "Lepaskan dia." suara rendah Kyuhyun terdengar begitu mengancam.

"Ck, ayo kita pergi. Nampaknya si manis ini mempunyai pengawal baru." Kangin berkata sarkatis sebelum menarik kelompoknya pergi menjauhi Kyuhyun dan Yesung.

Wajah Kyuhyun langsung melembut begitu keempat punggung namja pembuat onar di sekolah itu menghilang di persimpangan koridor. Perlahan, si dark chocolate memunguti buku dan lembaran lembaran fisika Yesung yang tercecer di lantai.

"Ini," Kyuhyun menyodorkan buku-buku tebal itu ke hadapa si manis. Yesung mengambilnya dengan cepat.

"Terima kasih." Yesung berkata lirih tanpa melihat caramel Kyuhyun. Dan detik berikutnya kaki si namja manis sudah membawa tubuh mungilnya menjauhi Kyuhyun dengan kecepatan tinggi –meninggalkan Kyuhyun yang tersenyum lebar mendengar perkataan lirihnya barusan.

'Apa yang aku pikirkan? Itu tadi hanya sekedar ungkapan terima kasih.' Yesung memejamkan matanya erat dan menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali.

.

"Aaakh! Bagaimana cara menghfalkan ini semua?" jemari mungil Yesung menjambak raven miliknya. Onyxnya melebar –bahkan hampir keluar karena frustasi. "Ini semua mustahil untuk dihafalkan! Bahkan aku yakin Einstein pun tidak mengerti apa maksud dari angka-angka ini." Yesung menggerutu.

Dan lihatlah, kini bibir tipis Yesung sibuk menyumpah dan mengutuk sang penemu ilmu yang membuatnya hampir mati kebingungan.

"– Lagi pula apa untungnya membuat rumus seperti ini? Tidakkah dia berpikir atas kesulitan anak cucunya mendatang? Dasar orang yang ti– Auuuw! Yah! Siapa yang melakukan ini!"Tangan kanannya mengacung-acungkan apel yang sudah berani menghantam kepalanya. Sementara tangan kiri Yesung mengelus-ngelus kepalanya yang baru saja terkena hantaman dari benda bulat tersebut.

Oh, great. Nampaknya arwah Newton sedang mencoba memberi si namja manis itu pelajaran.

"Apa yang kau lakukan disini, Yesungie?" suara berat itu tiba-tiba menyapa telinganya. "Gyaaaah~! Astaga! Siwonnie~ kau mengagetkanku!"

Yesung protes. Bibirnya maju, membentuk pout yang menggemaskan. "Astaga, Yesungie. Apakah kau sudah lupa berapa umurmu, huh?" Siwon mencubit pipi chubby Yesung, membuat sang empunya meringis kesakitan.

"Ish, kau menyebalkan sekali! Aku sedang berusaha menghafal rumus fisika yang menyebalkan ini, tahu! Dan mengapa aku tidak bisa menghafal semua angka angka bodoh ini, huh? Padahal, kau tahu, Siwon-ah, aku sudah berusaha menghafalkan ini dari tadi siang!"

Sudut bibit tipis Yesung tertarik kebawah, membuat Siwon tertawa kecil. "Hey, jangan merusak wajah manis ini."

Blush

Kedua pipi chubby sang Kim merona sempurna, membuat Siwon semakin ingin menggodanya lebih jauh kalau saja si namja Choi itu tidak langsung mengingat bahwa Yesung sedang tidak dalam mood yang baik sekarang.

"Ah, begini saja. Bagaimana kalau kita mencari udara segar dulu? Setelah itu kau bisa melanjutkan belajarmu." Siwon menawarkan. Yesung menghembuskan nafasnya berat. "Pasti itu akan memakan waktu lama."

"Tidak. Aku ini tidak akan lama, aku berjanji. Hanya sebentar." Siwon membentuk huruf V dengan jari tengah dan telunjuknya.

"Well, Mr. Choi, aku tahu seberapa sebentar-nya maksudmu."

"Hhh~ baiklah. Aku berjanji aku akan mengantarmu ke kamarmu pada jam setengah sembilan, bagaimana? Dan–,"

Siwon mengambil buku yang dipegang oleh Yesung, membacanya sekilas. "Ah, Mrs. Jung sudah memberikan ulangan pada kelasku untuk materi ini. Walaupun jelas aku bukan yang terbaik dalam bidang ini, namun paling tidak aku bisa jika hanya untuk mengajarimu dan membantumu menghafal soal soal ini."

"Plus, aku bisa memberimu beberapa bocoran soal," Siwon tersenyum menggoda, membuat Yesung tertawa senang.

"Ah, Siwon-ah. Kau memang yang terbaik." Yesung tersenyum lalu menautkan tangannya dan tangan Siwon.

.

.

.

.

TBC

Yaaa Baiklah, Bay tahu bahwa dua chapter ini terlalu aneh, absurd, terlalu pendek dan tidak layak baca. Maaf ya readers, ini semua karena urusan sekolah Bay /malah curhat/ -_-. Untuk chapter depan, Bay janji deh bakal lebih panjang daripada ini (tapi itupun kalau masih ada yang berminat baca ff absurd Bay ini /pundung di pojokan/)

Baiklah, Bay hanya ingin berterima kasih pada readers yang sudah mau membaca ff aneh Bay /hug/ ^^ Mohon review-nya agar Bay bisa memperbaiki semua kesalahan di ff ini. Dan pendapat readers juga apakah ff ini perlu dilanjutkan atau tidak, okay? ^^

Big Thanks To :

ranimaharsi – ajib4ff – Cloud246 – ysismine – aku suka ff – KyundaClouds – tiaa – Jy – CheftyClouds – 24 – Tata – SparQClouds – cloudya – kimyo – cloud3024 – sungie – GaemCloud – tety sinaga.9 – kjwzz – Dewi CloudSparkyu – Veeclouds – Sasaclouds – Purieclouds – Nakazawa Ryu – hera3424 – CloudsYesungie – beberapa 'Guest' ^^

Bay minta maaf kalo ada yang nggak kecantum atau typo ._.v