Hidden Affection
(by Bay05 © 2013)
Pairing :
KyuSung Slight! YeWon, KyuMin
Cast :
Kyuhyun, Yesung, Siwon, Sungmin
Genre :
Romance, Friendship (nggak yakin ._.v)
Rate : T
Disclaimer : Cast belong to each other ^^
Warning :
Boys Love, OOC, Alur ngebut, Cerita aneh, Typo(s)
A/n :
Maaf ye Bay baru bisa update sekarang T.T Seperti yang udah Bay bilang, urusan sekolah Bay bener-bener ribet *alesan. Gini deh, sebagai permintaan maaf Bay, chapter ini words-nya agak banyak. Tapi, itu kata Bay sih /kabur/
.
.
Enjoy!^^
.
.
"Well, terima kasih kasih karena telah menepati janjimu, Mr. Choi." Yesung berkata santai, namun bermaksud menyindir. Ia menyodorkan arloji tag heuer hitam yang mengikat tangan kirinya ke hadapan Siwon.
Sementara yang lebih tinggi hanya bisa nyengir lebar ketika menyadari bahwa dua puluh tiga menit lagi, hari sudah berganti. "Oh, ayolah Yesung. Ini hanya terlampau tiga jam dari jan–,"
"Yah, tiga jam yang harusnya aku gunakan untuk belajar fisika. Dan kini menguap begitu saja. Agaknya aku harus bersiap untuk mendapat nilai F besok. Terima kasih padamu, Siwonnie." onyx sabit Yesung menatap Siwon tajam. Namun yang ditatap seperti itu malah balik menatap Yesung malas.
Namja dengan tubuh atletis itu menepuk-nepuk punggung Yesung santai, mencoba menenangkan si manis Kim, mungkin. "Tenanglah, Yesung. Sejak kapan kau menjadi begitu naif, huh?"
Yang lebih pendek mendengus kesal, namun tidak berminat untuk membalas perkataan Siwon yang nantinya pasti akan merambat ke perang mulut. Siwon menghembuskan nafasnya pelan, sedikit merasa tidak enak melihat mood Yesung berada di titik terendahnya. "Baiklah, baiklah. Begini saja, sebagai permintaan maafku, aku akan memastikan bahwa ulangan fisika-mu akan diundur, bagaimana?"
Yesung menatap Siwon ragu. "Huh? Bagaimana caranya?"
Siwon berdecak, "Sudahlah, kau tidak perlu memikirkannya. Kali ini, aku serius."
Namja penyandang marga Kim itu terlihat berpikir dan menimbang-nimbang sebentar. Beberapa saat kemudian ia mengangguk. "Baiklah, aku setuju. Tetapi, lain kali berusahalah untuk menpati janjimu, Choi."
Siwon memandang Yesung dengan pandangan menggoda. "Hey, bukankah kau sudah tidak marah lagi? Tersenyumlah padaku."
Yesung memandang Siwon dengan pandangan tidak berminat, walaupun ia tidak bisa menghalangi semburat merah tipis yang mulai berani menghiasi pipi chubby-nya. "Selamat malam, Choi." Yesung berusaha mengalihkan perhatian dengan cepat, kemudian langsung masuk ke kamar-nya, meninggalkan sang namja atletis yang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyolnya.
"Yah! Dasar kuda menyebalkan!" sedikit berteriak, Yesung berkata dari dalam kamarnya.
Siwon dan Yesung.
Keduanya memang sudah berteman dari mereka kecil. Sahabat yang tak terpisahkan. Dimana ada Yesung, di situ pasti ada Siwon. Mereka berdua selalu berbagi, akan banyak hal, akan semuanya. Suka, duka, perasaan, rahasia, semua.
Bisa dibilang, Yesung dan Siwon adalah pasangan sahabat yang paling fenomenal seantero sekolah. Bukan apa-apa, meskipun keduanya sudah bersahabat sejak lama, keduanya juga selalu ribut dan bertengkar akan hal-hal kecil.
Baik Yesung maupun Siwon juga adalah seorang trouble maker, musuh terbesar mereka adalah guru-guru yang mereka nilai terlalu naif atau terlalu disiplin. Jika keduanya sudah bersatu, maka itu akan menjadi keributan dan masalah. Mungkin karena itulah para pengurus asrama enggan menyatukan Siwon dan Yesung dalam kamar yang sama.
Persahabatan mereka begitu kuat, bertahan bertahun-tahun meskipun masalah dan perdebatan hebat selalu datang. Namun, agaknya sebentar tembok persahabatan yang kuat itu sebentar lagi akan runtuh. Karena –
– Ah, kurasa lebih baik aku tidak memberi tahukannya sekarang.
.
.
.
.
Bay05
.
.
.
.
Tik. Tik. Tik.
Tangan mungil Yesung mengetuk-ngetukkan pensil mekanik bergambar kura-kura di tangan kanannya ke meja dengan monoton. Frustasi dengan angka angka di hadapannya.
Bukan, bukan! Si manis bukannya sedang frustasi menghadapi ulangan fisika. Tadi, saat jam pelajaran fisika – secara ajaibnya – Siwon benar-benar menepati janjinya. Entah gurunya izin atau bagaimana, Yesung tidak terlalu peduli. Yang jelas tadi ia berteriak seperti orang kehilangan akalnya ketika mengetahui ulangan fisika diundur karena gurunya berhalangan.
Namun, kebahagiannya langsung runtuh seketika ketika menyadari bahwa ia memiliki jam fisika besok. Dan kali ini, tidak ada lagi alasan untuk mengundur ulangan tersebut.
Ia benar-benar frustasi dengan angka-angka memuakkan di hadapannya. Yesung mendengus kesal. Namun, kali ini bukan karena deretan angka – yang bahkan ia tidak tahu itu ada maksudnya. Melainkan karena roommate barunya yang berantakan – Kyuhyun – sedang bermain game dengan heboh di belakangnya.
Sebenarnya heboh bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana namja dengan surai brunette ikal tersebut. Kyuhyun bermain dengan tenang, tidak menimbulkan banyak suara. Malahan, ia memakai headset agar Yesung tidak terganggu.
Namun entahlah, Yesung merasa begitu kesal atas semua yang dilakukan Kyuhyun, begitu menjengkelkan di matanya. Sebenarnya memang bukan salah Kyuhyun bahwa ia adalah namja jenius yang tidak perlu belajar untuk mendapatkan nilai sempurna. Tetapi sekali lagi, semua yang dilakukan Kyuhyun itu salah di mata Yesung.
Namja dengan surai raven itu menghampiri Kyuhyun, dan berkacak pinggang dengan wajah merah padam menahan kekesalan.
Menyadari kehadiran Yesung, namja jangkung itu langsung mencopot headset-nya dan menoleh pada namja yang sedang berkacak pinggang di hadapannya. Sedikit tersenyum melihat wajah Yesung yang tetap manis walaupun ia sedang marah. "Ada apa, Yesung-ah?" Kyuhyun bertanya dengan senyuman lebar di wajahnya, membuat Yesung muak.
"Kau menganggu konsentrasiku, Cho Kyuhyun-ssi," Yesung berkata dengan sinis. Melakukan penekanan pada tiga kata terakhir.
Kyuhyun menatap Yesung dengan ekspresi ter-bingung yang ia punya. "Menganggu? Tetapi, aku tidak mengeluarkan suara apapun."
"Tetapi kau tetap bergerak! Pergerakanmu itu menimbulkan suara, tidakkah kau menyadarinya? Dan lagi. Cahaya cahaya dari game-mu itu benar-benar merusak konsentrasiku, tuan Cho." Yesung menaikkan sedikit suaranya, hampir terdengar seperti bentakan.
Hening.
Kyuhyun tidak menjawab apapun, hanya diam. Membuat Yesung mau tak mau menjadi heran juga.
Satu detik.
Dua detik.
Tiga detik.
"Hahahahaha," suara tawa renyah Kyuhyun membuat Yesung hampir pingsan karena kaget. Hey, apakah bentakan Yesung tadi begitu parah hingga namja Cho ini kehilangan akal sehat dan kewarasannya, huh?
Perlu beberapa saat bagi Kyuhyun untuk menghentikan tawanya. Detik berikutnya, Kyuhyun menatap Yesung dengan serius. "Mana bagian yang sulit?"
"Apa?"
"Materi fisika apa yang tidak bisa kau pahami? Aku bisa membantumu, Yesung-ah." Kyuhyun tersenyum dengan senyum malaikat andalannya.
Wajah Yesung memerah – entah bersemu malu atau kesal akan perlakuan Kyuhyun yang tidak ada etikanya. "Kau." Yesung menunjuk Kyuhyun dengan telunjuk mungilnya. "Dengar, Cho. Kau tidak perlu memamerkan kecerdasanmu disini. Karena aku sama sekali tidak mem–,"
Sebelum Yesung sempat menyelesaikan kalimatnya, namja dengan iris caramel itu sudah berdiri, kemudian menghampiri meja Yesung dan melihat buku fisika Yesung yang begitu berantakan. Menganalisa buku dengan sampul berwarna hijau itu sesaat sebelum akhirnya menatap Yesung dengan tatapan penuh arti.
"Kemarilah, aku mempunyai beberapa trik untuk menyelesaikan soal seperti ini."
.
Kedua onyx itu terbuka perlahan, berusaha menyesuaikan cahaya matahari yang seperti berlomba-lomba untuk masuk ke retina-nya. Pemilik bibir tipis – yang sama dengan pemilik onyx sabit – melenguh. Lalu menggerutu kecil. Perlahan, akhirnya namja mungil itu terbangun dari posisi tidurnya beberapa saat lalu.
Yesung – pemilik onyx sabit dan bibir tipis itu menguap lebar-lebar lalu merenganggakan otot ototnya. Butuh beberapa saat baginya untuk mengumpulkan seluruh nyawanya.
Setelah nyawanya benar-benar terkumpul dan matanya sudah benar-benar terbuka, ia mengerjab beberapa kali dengan malas.
Ia menghela napas kecil – entah untuk ekspresi lega atau apa – ketika menyadari ia sudah berada di kasurnya. Seingatnya kemarin ia mengerjakan soal fisika hingga tengah malam sebagai latihan. Entah ia mengerjakan semuanya atau tidak. Di saat saat terakhir, ia rasa ia mengerjakan dalam keadaan setengah tertidur.
Namun, Yesung harus mengakui bahwa Kyuhyun adalah guru yang baik kemarin. Kyuhyun berkali-kali lipat lebih ahli daripada Mr. Ahn dalam hal mentransfer ilmu. Walaupun berkali-kali rasanya Yesung ingin mencekik Kyuhyun yang memaksanya mengerjakan ini dan itu.
Berbicara soal Kyuhyun, dimana namja berantakan itu sekarang? Yesung menoleh ke arah kasur Kyuhyun. Sedikit mengernyit ketika tidak mendapati apa-apa disana. Apakah ia sedang berada di kamar mandi? Tetapi, Yesung tidak mendengar suara gemericik air atau apapun. onyx-nya melihat jam yang berada di meja nakas.
Jam enam.
Jika memang Kyuhyun sudah berangkat ke sekolah, bukankah ini masih terlalu pagi?
Yesung menghela napas. Toh pada akhirnya ia memilih untuk tidak peduli. Ia hanya memiliki beberapa puluh menit untuk bersiap-siap ke sekolah, sebaiknya ia bergegas.
Yesung beranjak dari tempat tidurnya dan memutuskan untuk mengisi perutnya terlebih dahulu. Ia baru saja akan memasak omelet dan memanggang roti, atau apapun yang sederhana untuk makan paginya ketika ekor matanya menangkap seporsi makanan yang-entah-apa-namanya di meja makan. Yesung pun memutuskan untuk melihatnya sejenak.
Kedua matanya terpejam ketika indra penciumannya menangkap bau yang begitu sedap keluar dari makanan tersebut. Disamping makanan tersebut ada notes kecil berwarna biru muda. Jemari kecilnya terulur untuk mengambil dan membacanya.
'Selamat pagi, Yesung-ah! Bagaimana tidurmu? Tadinya aku mau membangunkanmu, tetapi kau terlihat begitu polos saat tidur^^, karena itu aku tidak tega membangunkanmu. Aku memasakkan egg benedict untukmu. Semoga kau menyukainya^^. -Kyuhyun'
Entah mengapa , senyuman kecil terlihat di wajah manis Yesung begitu ia membaca notes itu. Sedikit norak memang menurutnya untuk menulis notes dan bertindak kelewat naif seperti yang baru saja Kyuhyun lakukan. Tetapi, entahlah. Sisi lain dari dirinya mengatakan bahwa apa yang dilakukan Kyuhyun itu sangat manis.
Nampun pada akhirnya – seperti biasa – Yesung tidak mau ambil pusing. Ia hanya duduk di depan meja makan, lalu mengambil pisau dan garpu untuk segera memakan egg benedict Kyuhyun yang mengugah selera.
.
.
.
.
Bay05
.
.
.
.
Jemari mungil Yesung meletakkan lembar jawaban fisika dengan senyum lebar di wajah manisnya. Ia merasa begitu puas. Memang sih, tidak semua soal dapat ia jawab. Namun, Yesung bisa menjamin nilainya paling tidak nilainya bisa mencapai B- atau B.
Dengan senyum selebar sebelumnya, Yesung menghampiri Kyuhyun yang berada di pojok ruangan. "Hey, Cho."
Kyuhyun yang sedang sibuk dengan banyak lembaran kertas – entah kertas apa – sedikit berjengit kaget, kemudian dengan senyum lebar, ia menatap Yesung. "Ada apa, Yesung-ah?"
"Aku hanya ingin berterima kasih soal bantuanmu kemarin. Jadi, aku ingin mengajakmu keluar malam ini. Bukan apa-apa. Hanya sebagai ucapan terima kasih, bagaimana?" Kyuhyun tersenyum semakin lebar. "Boleh. Setelah pulang sekolah ya?"
Yesung baru saja akan mengangguk ketika suara tenor tinggi hampir saja membuat jantungnya copot. "Kyuhyunnie~"
Suara yang berasal dari namja aegyo – Lee Sungmin – terdengar begitu manja. "Kyuhyun-ah, apakah kau dan Yesung akan pergi sepulang sekolah? Kemana?" Sungmin bergelayut manja di lengan Kyuhyun, membuat Yesung benar-benar muak.
Kyuhyun terlihat berusaha melepaskan gelayutan Sungmin pada lengan kanannya. Namun agaknya Sungmin tidak mau melakukan hal itu, ia malah memeluk Kyuhyun semakin erat. "Ke mall dekat sini." Yesung menjawab sekenanya.
Mata dark chocolate Sungmin melebar. "Begitu? Yah, kedengaran begitu menyenangkan! Bolehkan aku ikut bersama dengan kalian?"
Jika harus jujur, Yesung sebenarnya ingin acara nanti malam hanya menjadi acara mereka berdua. Hanya berdua. Yesung dan Kyuhyun, tidak ada yang lain. Namun tingkah Sungmin yang sepeti ini tidak memberikan Yesung pilihan lain. Lagipula, rasanya Sungmin tidak benar-benar bertanya disini. Jikapun Yesung menolaknya, ia yakin namja bermarga Lee itu tetap akan terus memaksanya hingga telinganya terbakar. Karena itu, ia merasa lebih baik mengiyakan saja ajakan Sungmin.
"Ah, terima kasih, Yesung!"
Pemilik surai raven itu hanya mengangguk seadanya, dan memilih untuk meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin.
Ia pun merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya. Namja manis itu tidak mengerti mengapa, namun otaknya memerintahkan jarinya untuk mengirim pesan pada sahabat bermarga Choi-nya.
'Siwonnie, aku ingin hang out sepulang sekolah. Bersama Sungmin dan Kyuhyun juga. Kau harus ikut bersamaku, arra? Aku tidak menerima penolakan, kuda! Awas jika kau tidak datang!'
Namja manis itu menghela napas kecil sebelum akhirnya memasukkan ponselnya kembali ke saku celananya.
.
.
.
.
Bay05
.
.
.
.
Bibir mungil Yesung mengeluarkan decihan tidak suka ketika ia melihat Sungmin yang terus bergelayutan di lengan Kyuhyun dengan wajah tanpa dosanya. Walaupun Sungmin sudah menyadari usaha Kyuhyun untuk melepaskannya, Sungmin tetap tidak mau bergeser satu inchi pun.
"Kyunnie~ aku ingin bermain itu!" Sungmin menunjuk sebuah mesin game yang entah apa namanya sambil sedikit menarik lengan Kyuhyun. Yesung memutar bola matanya kesal. Ia tahu pasti namja aegyo itu bahkan tidak tahu nama atau cara memulai game tersebut. Yesung dapat menjamin seribu persen bahwa alasan Sungmin untuk memilih game itu adalah karena pemain game tersebut yang harus berjumlah dua orang.
Atau jika dikatakan dengan lebih mudah dan gamblang, Sungmin ingin menyingkirkan Siwon dan Yesung dari Kyuhyun.
Caramel Kyuhyun menatap Sungmin dengan pandangan 'tolong-jangan-memaksaku.', kemudian menatap Yesung dengan pandangan memelas.
Sementara nama bermarga Lee itu agaknya tidak terlalu peduli dengan pandangan memelas Kyuhyun yang hanya sebagai angin lalu untuknya. "Sudahlah, Kyu. Tidak apa-apa jika kau ingin memisahkan diri dengan kita dan bermain dengan Sungmin."
Namja dengan surai brunette itu terlihat salah tingkah dan kebingungan. "A-apa? Bu-bukan begitu maksudku, Yesung-ah. Namun aku hanya–," namun belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, namja berambut blonde di sebelahnya sudah menarik si brunette menuju permainan tersebut.
Yesung menghembuskan nafasnya kesal, Sungmin benar-benar kekanakan. Dan lihatlah hasil perbuatannya! Rencana hang out berempat mereka sudah hancur berkeping-keping. Great. Baginya, ini lebih tampak seperti double date antara Kyuhyun-Sungmin dan juga Yesung-Siwon. Menyebalkan.
"Jangan menekuk wajah manismu seperti itu, Sungie." namja dengan tubuh atletis di sebelahnya berkata. "Sungmin benar-benar merusak semuanya. Lain kali aku tidak akan mengajaknya," Yesung berkata sebal. Bahkan sekarang wajah manisnya sudah cukup merah karena kesal. Siwon mengacak raven Yesung. "Hey, sudahlah. Sejak kapan Kim Yesung menjadi begitu tempramental, huh?"
Onyx Yesung memberi death glare terbaiknya pada namja dengan iris obsidian tersebut. Ia tahu, namja yang lebih sering ia panggil 'Choi Kuda' itu sedang menggodanya. Sejak pertama kali menjalin persahabatan, Yesung memang seorang anak yang tempramental dan sedikit egois. Sifat tempramental namja manis itulah yang membuat kedua sahabat itu sering perang mulut dan berdebat.
Sementara yang dipandang dengan tajam hanya bisa tertawa renyah. "Ah, ekspresimu menakutkan sekali, Yesungie." Siwon memasang wajah takut main-mainnya yang menyebalkan.
Pletak!
"Yah! Mengapa kau menjitakku, huh?" Siwon mengelus kepalanya yang baru saja menjadi landasan tangan mungil Yesung. "Lihatlah ini, kepalaku menjadi tidak simetris lagi, Yesung-ah!" Siwon menunjuk-nunjuk kepalanya, membuat Yesung mau tak mau akhirnya tertawa juga,
Ah, Choi Siwon selalu bisa membuat suasana hatinya menjadi lebih baik.
.
Yesung dan Siwon menatap pemandangan di depannya dengan tatapan heran. Pada Sungmin yang masih saja lengket bergelayutan di lengan Kyuhyun. "Kyunnie~ Aku ingin itu, suapi aku, ne?" Sungmin melebarkan matanya, berusaha membuat puppy eyes – sepertinya.
Sementara sosok menggemaskan lainnya yang duduk di seberang Sungmin dengan tatapan meremehkan. Ayolah, bagaimana caranya Kyuhyun menyuapi Sungmin dengan tangan kanan yang disandra oleh Sungmin seperti itu?
"Sungmin, tidak bisakah kau makan sendiri, huh? Kyuhyun juga ingin makan. Kau ini merepotkan sekali." Yesung berkata sarkastik. Namja Lee itu menatap Yesung dengan tatapan tajam. "Huh, katakan saja jika kau cemburu, Yesung. Kau cemburu karena kau tidak bisa mendapatkan perhatian Kyuhyun sebaik aku."
Ketiga pasang mata lainnya yang berada di meja itu membola mendengar perkataan Sungmin, terlebih lagi bagi Yesung.
Kemarahan Yesung sudah sampai ke ubun-ubun, ia benar-benar muak dengan semua kelakuan Sungmin. Namun baru saja Yesung akan membentak dan mengatai namja aegyo itu ketika ia merasakan lengan kekar Siwon menyentuh punggungnya lembut, membuat kemarahannya tertunda untuk sejenak.
Ia menengok pada Siwon yang tengah menunjukkan dimple smile-nya. "Sabar, Yesungie. Kita sedang berada di tempat umum sekarang." Siwon berbisik pelan di dekat telinga Yesung, membuat hanya ia dan Yesung yang dapat mendengarnya.
Pada akhirnya, Yesung hanya memejamkan mata dan berusaha mati-matian menahan amarahnya.
"B-bisakah kita melanjutkan acara makan ini?" Kyuhyun bertanya dengan gugup yang hanya dibalasa anggukan ragu-ragu oleh Siwon.
Namja dengan iris caramel itu menghembuskan nafas lega, menganggap semuanya kembali berjalan normal.
Tetapi baru saja Kyuhyun akan menikmati makanan di depannya ketika Yesung bangkit dari tempat duduknya dan mengambil tasnya. "Aku akan pulang lebih dulu. Kalian silahkan menikmati sisa malam ini." Yesung tersenyum – terpaksa – sebelum akhirnya pergi dari sana tanpa mengatakan apapun lagi.
"Yah! Yesung! Kau mau kemana, huh?" tanpa pikir panjang, namja dengan iris obsidian yang tadinya duduk di sebelah Yesung, Siwon, langsung berdiri dan berlari mengejar Yesung.
Sementara namja bermarga Cho itu hanya bisa diam di tempat. Bukan, bukan karena ia tidak merasa bersalah dan tidak ingin mengejar pemuda manis dengan iris onyx itu, namun tangannya sudah terlebih dulu ditahan oleh Sungmin.
Sungmin berdecih tidak suka. "Sudahlah, Kyu. Yesung itu memang moody dan tempramental. Tidak usah kau pikirkan, besok ia akan baik-baik saja."
Kyuhyun hanya bisa menghela napas berat. Mau melawan, tentu saja tidak ada gunanya. Sungmin akan terus mengikutinya yang nantinya malah menghancurkan mood Yesung lebih parah lagi.
.
.
.
.
Bay05
.
.
.
.
Kriiing! Kriiing!
Jam digital berwarna merah seperti batu ruby di meja nakas samping kasur Yesung kembali berbunyi nyaring setelah sepuluh menit lalu di-snooze oleh si mungil yang masih berbaring nyaman di kasur untuk ke sekian kalinya.
Tubuh mungil yang tersebembunyi di balik selimut biru muda itu menggeliat resah. Terganggu oleh suara bising di sebelahnya. Tangan mungilnya keluar dari selimut tersebut dan berusaha menggapai-gapai sumber bunyi bising tersebut, berusaha mematikannya.
Selama beberapa saat, tangan Yesung tidak dapat mematikan suara bising itu, membuat namja manis bermarga Kim itu semakin dongkol saja.
Pada akhirnya, namja dengan surai raven itu menyerah. Ia bangkit dari tidurnya dengan malas, lalu mematikan bunyi alarm tersebut sambil mendengus kesal. "Ish, menyebalkan sekali." Ia mengucek matanya perlahan, lalu merenganggkan otot-ototnya seperti kebiasannya di pagi hari.
Ia melihat benda kubus yang telah berani menganggu tidurnya, bermaksud untuk mengecek jam.
Enam lebih tiga puluh lima menit.
Yesung menguap, agaknya ia harus sedikit bergegas agar bisa sampai di kelasnya tepat waktu. Setelah bangkit dari duduknya, si manis berjalan ke kamar mandi, bermaksud untuk membersihkan diri ketika ekor matanya menangkap sosok jangkung yang masih berbaring nyaman di kasurnya bernuansa hitamnya.
Satu alis Yesung terangkat. Bukankah harusnya Kyuhyun sudah bangun jika ia tidak ingin terlambat? Namun, dilihat dari posisinya, agaknya namja – yang ia anggap – berantakan itu tidak akan bangun dalam waktu dekat.
Yesung berjalan mendekat, rencananya akan membangunkan Kyuhyun ketika sebuah pertanyaan yang entah dari mana asalnya terlintas di otaknya.
Bukankah Kyuhyun biasanya bangun pagi? Apa yang terjadi hingga ia belum bangun hingga sekarang?
Dan tiba-tiba memori Yesung tentang apa yang terjadi semalam kembali teringat, ketika Sungmin meng-klaim Kyuhyun sebagai miliknya dan ketika ia memutuskan pergi karena mood-nya yang sudah benar-benar berada di tingkat paling bawah.
Rasa kesal itu kembali muncul, membuat niat awal Yesung untuk membangunkan Kyuhyun menguap entah kemana.
Dan pada akhirnya, Yesung hanya menatap Kyuhyun datar sebelum akhirnya meninggalkan namja tampan itu untuk membersihkan tubuh mungilnya.
.
.
.
.
Bay05
.
.
.
.
Yesung mendongak ke arah jendela, berusaha untuk melihat langit biru dengan awan-awan yang terlihat jauh lebih menarik daripada kumpulan huruf yang ditulis Ms. Jung di papan tulis. Sekali lagi ia menguap, ia benar-benar bosan dengan pembawaan materi Ms. Jung yang benar-benar membosankan. Ditamblah lagi suara kecilnya yang bahkan tidak bisa di dengar murid di barisan pertama.
Susana di kelas ini lbahkan ebih menggambarkan jika tidak ada orang di dalamnya daripada sedang ada guru yang menjelaskan.
"Jadi, pengertian dari–,"
Brak!
Suara pintu yang dibuka dengan kencang hingga menabrak tembok membuat beberapa orang berjengit kaget. Bahkan, si pembuat onar – YongHwa – hampir saja terjungkal ke belakang saking kagetnya.
Semua mata tertuju sosok tampan sang pembuat kegaduhan, seorang namja tegap dengan kulit pucat dan bersurai bruntte yang tidak perlu kusebutkan namanya lagi, bukan? Sosok itu terlihat terengah-engah, seolah habis berlari belasan mil.
Ms. Jung menyilangkan kedua tangannya di dada, tidak mengatakan apapun, namun pandangannya mengatakan bahwa ia menunggu penjelasan dari Kyuhyun.
"S-saya bangun kesiangan, Ms. Jung. Saya minta maaf. Saya berjanji saya tidak akan mengulanginya lagi." Kyuhyun berkata pelan sambil menatap lantai yang agaknya lebih menarik daripada tatapan mengintimidasi dari Ms. Jung.
Wanita berusia pertengahan lima puluh itu hanya mengangguk – entah apa maksudnya. "Lalu, mengapa kau bisa bangun kesiangan, Kyuhyun-ssi?"
Sang raven memejanmkan matanya, menunggu jawaban Kyuhyun. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang. Bisa saja Kyuhyun mengatakan bahwa ini semua salahnya, bukan? Walaupun memang Sungmin adalah orang yang patut disalahkan atas kepulangan si brunette yang begitu larut. Namun ia juga sadar, hal itu tentu tidak akan terjadi jika dari awal dia tidak mengajak Kyuhyun untuk hang out.
Namun tidak seperti yang Yesung pikirkan, Kyuhyun hanya menghembuskan nafas kecil lalu mengulum senyum tipis. "Tidak ada, Ms. Jung. Saya hanya menonton tayangan di televisi hingga larut malam."
Terdengar hembusan nafas kecewa dari wanita dengan rambut yang hampir seluruhnya beruban itu. "Baiklah, Cho Kyuhyun. Silahkan keluar, kau bisa menunggu di tengah lapangan hingga pelajaran saya selesai."
Tanpa mengatakan apapun lagi, namja jangkung itu hanya membungkuk hormat lalu berjalan ke luar kelas. Meninggalkan si manis yang masih melongo dengan onyx sabitnya yang dipaksa melebar. Apa yang Kyuhyun katakan tadi?
Menonton tayangan di televisi hingga larut malam, huh?
.
Onyx Yesung tidak bisa lepas dari sosok yang tengah berada di tengah lapangan saat ini. Beberapa kali Yesung melihat tubuh jangkung namja ikal itu limbung dan hampir saja jatuh ke belakang. Rasa bersalah merayap dihatinya. Karena secara tidak langsung, ini juga salahnya –
– kan?
Namun dengan cepat Yesung memejamkan matanya dan menggeleng. 'Tidak, tidak! Ini bukan salahku. Lagipula salah sendiri dia terlalu naif untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi tadi malam.'
Namja bersurai raven itu pun memperhatikan papan tulis, barusaha memperhatikan pelajaran Ms. Jung untuk meredamkan rasa bersalahnya. Tetapi– Ya ampun, sihir apa yang diberikan Kyuhyun untuk Yesung? Bahkan setelah Yesung berusaha mati-matian untuk fokus pada pelajaran, bayangan Kyuhyun yang pingsan menghantuinya.
Namja manis itu pun menoleh, sekali lagi melihat Kyuhyun. Bukan untuk apa-apa, hanya untuk mengecek.
Sekali lagi, onyx-nya dapat melihat dengan jelas namja dengan kulit putih pucat itu limbung ke belakang, membuat sekali lagi rasa bersalah menggerayangi pikirannya. "Kim Yesung, apakah jendela itu terlihat lebih menarik daripada pelajaran saya. Apa yang membuat perhatianmu teralihkan?"
Yesung menggeleng pelan. "Tidak ada, Ms. Jung." wanita dengan kulit yang hampir seluruhnya keriput itu memandang Yesung agak tajam. "Baiklah, berusahalan untuk fokus ke pelajaran saya jika kau tidak ingin menyusul namja Cho itu." Sang raven hanya dapat mengangguk.
Satu menit. Yesung masih fokus pada pelajaran.
Dua menit. Yesung mulai penasaran dengan keadaan Kyuhyun.
Lima menit. Onyx Yesung tidak bisa menahan untuk tidak melihat Kyuhyun.
Sepuluh me –
Astaga, ini sudah cukup!
Sebuah ide terlintas di otaknya, namja dengan iris onyx tersebut langsung mengambil bulpen dan menulis di selembar kertas, sebelum akhirnya merobek kertas tersebut dan meremas-remasnya hingga menjadi berbentuk bola.
"Ms. Jung," Yesung mengangkat tangannya.
"Ada apa, Yesung-ssi?"
"Bolehkah saya ke toilet?"
.
.
.
.
Bay05
.
.
.
.
Yesung mendongak, menyipitkan matanya yang sudah sipit, terlihat begitu menggemaskan. Namun, ia tidak mencoba bersikap menggemaskan disini. Ia ingin mengecek keadaan. Bahaya jika ada teman sekelasnya yang melihat dia berkeliaran di lapangan dan bukannya ke toilet saat ini.
Apalagi, Sungmin duduk di dekat jendela tadi. Bisa bisa Sungmin akan langsung melaporkannya dengan efek dramatis, membuat ia harus rela semua nilainya berubah menjadi 'F'
Dengan mengendap-ngendap dan hati-hati, ia berjalan ke pohon di pinggir lapangan. Sedikit merepotkan memang posisinya, namun paling tidak ia tidak akan terlihat dengan cukup jelas dari kelasnya.
Sang raven menatap bola kertas di genggamannya. Menghembuskan nafas kecil, sebelum akhirnya melempar bola kertas tersebut pada Kyuhyun.
Pluk
Tepat sasaran! Pemilik wajah baby face itu tersenyum kecil, lalu bergegas kembali ke kelasnya. Pasti sekarang Ms. Jung ataupun Sungmin sudah mulai curiga dengan kepergiannya yang cukup lama.
.
Pluk
Caramel Kyuhyun yang semula akan menutup, sontak terbuka lebar ketika ia merasakan sesuatu yang cukup ringan menyentuh kepala bagian belakangnya.
Satu alisnya terangkat ketika ia melihat bola kertas di dekat kakinya. Bola kertas? Apakah ada orang yang sedang berusaha menganggu atau menggodanya. Namun, seingatnya ia tidak punya musuh atau orang yang terganggu dengan keberadaannya.
Kecuali Yesung, mungkin.
Tetapi Yesung bukanlah tipe orang yang seperti itu. Jika pun Yesung terganggu dengan keberadaannya, ia yakin namja dengan surai raven lembut itu pasti melakukan sesuatu yang lain. Seperti marah atau membentaknya, bukan dengan menjahilinya.
Kyuhyun menghembuskan nafasnya pelan. Entah mengapa, otak jeniusnya mengatakan bahwa itu adalah sebuah pesan.
Jemari panjangnya terulur untuk mengambil bola kertas tersebut, lalu membukanya. Kedua sudut bibir tebalnya sedikit terangkat. Walaupun baru sekali melihat tulisan Yesung, namja pucat itu dapat menjamin bahwa ini adalah hasil tulisan namja dengan jari mungil itu.
'Tidak rapi,' gumamnya
Caramel Kyuhyun menelusuri surat tersebut, membacanya.
'Kyuhyun-ah. Aku... aish, bagaimana cara mengatakannya-_-. Aku merasa bersalah. Seharusnya kau tidak perlu berdiri disini sekarang. Jadi, aku... Aish, lupakan. Hanya maaf, okay?'
Senyum lebar terpatri di wajah tampan Kyuhyun setelah ia membaca surat Yesung yang kelewat singkat itu. Rasanya ingin melompat kegirangan. Yesung bukanlah tipe orang yang suka membuang waktu, maka, tentu saja Kyuhyun harus merasa beruntung Yesung mau melakukan hal ini padanya.
Terlebih, kini Yesung sudah memanggilnya dengan 'Kyuhyun-ah', bukan lagi Cho seperti biasanya.
Ah, agaknya hubungan mereka akan berjalan membaik.
.
.
.
.
TBC
Okay, Bay minta maaf karena update-nya lama banget T.T, tapi, ini words-nya udah lebih banyak dari chapter kemarin, 'kan? Emang sih, nggak banyak banyak banget, tapi kan udah nambar /dilempar bakiak/
Walaupun update-nya molor, Bay harap readers masih mau nge-review fic ini, ne^^
Big Thanks To :
Cloud246 – ajib4ff – Jisaid – 24 – iwsumpter – aku suka ff – cloudya – .9 – Kim Raein – – SasaClouds – nin nina – tiaa – CloudsYesungie – ermaclouds – GaemCloud – AsHa Lightyagami kisslicksucks – – Veeclouds – Kei Tsukiyomi – ranimaharsi – kjwzz – TrinCloudSparkyu – hera3424 – berberapa 'Guest'
Maaf jika ada yang nggak kecantum atau typo ._.v
