Hidden Affection

( by Bay05 © 2014 )

Pairing:

KyuSung Slight! YeWon, KyuMin

Cast :

Yesung, Kyuhyun, Siwon, Sungmin

Genre :

Romance, Friendship ….maybe?

Rate : T

Disclaimer :

Boys Love, Crack Pair, Alur Ngebut, OOC, Typo(s)

A/n :

A-annyeong?

Oke, jadi setelah 9 bulan 10 hari (semacem hamil-_-v) nganggurin ff ini, akhirnya Bay datang dengan update-an! ^^ /dilempar tomat/

Apakah masih ada yang menunggu ff ini?

Oke, Bay gabakal ngomong panjang-lebar lagi,

.

.

Enjoy!^^

.

.

Matahari hampir berada tepat diatas kepala ketika kedua kelopak mata itu akhirnya terbuka, menampilkan onyx cerah yang menawan. Empunya mengerjap beberapa kali, masih berusaha mengumpulkan nyawanya.

Dahinya berkerut bingung begitu kesadarannya telah genap terkumpul. Tubuhnya terasa begitu lemas, sendi-sendinya ngilu. Dan pusing ringan di kepalanya sama sekali tidak membantu. Jemari mungilnya bergerak menuju dahinya yang terasa sedikit basah. Benar saja dugaannya, ada kompres yang hampir kering disana.

'Apa aku demam semalam?' –pikirnya.

Yesung –sosok manis itu– mencoba mendudukkan dirinya dengan sedikit limbung beberapa kali. Pandangannya mengedar ke seluruh kamar. "Kyu?" panggilnya nyaring ketika menyadari namja tampan itu tak berada disana.

Tak ada jawaban. Namja Kim itu mem-pout kan bibirnya kesal. Biasanya 'kan, Kyuhyun langsung datang ketika ia memanggilnya.

Baru saja Yesung akan kembali membuka mulutnya ketika ekor matanya melihat sebuah note kecil di meja makan. Warnanya biru muda dan diletakkan disebelah makanan, maka pasti Kyuhyun yang meninggalkannya.

'Kau tadi demam, maka dari itu aku membuatkanmu cream soup. Semoga kau menyukainya. Jangan masuk sekolah dulu, istirahatlah dan lekaslah sembuh^^.

-Roommate'

Yesung terkekeh pelan membaca note tersebut. Ia mencemooh Kyuhyun dalam hati. Bukankah dari fisiknya saja Kyuhyun itu memenuhi kriteria seorang seme? Bahkan ia harus mengakui bahwa Kyuhyun itu lebih manly darinya.

Fakta bahwa Kyuhyun cukup baik dalam hal memasak menggelitik perutnya. Ditambah lagi kebiasaannya yang kerap kali meninggalkan note kecil berisi pesan manis untuknya. Seperti yeoja saja.

Namja manis itu mengambil tempat di meja makan. Menggapai sendok di sebelahnya kemudian mencicipi cream soup buatan Kyuhyun.

Ia tidak dapat menahan seulas senyum tipis yang spontan muncul di bibirnya begitu lidahnya mencicipi cream soup tersebut. Walaupun sudah dingin dan terlalu kental, Yesung harus mengakui bahwa rasanya masih begitu nikmat. Mengingatkannya pada masakan eomma-nya sendiri.

Yesung merutuki dirinya sendiri. Apa selama ini ia memang terlalu keras pada Kyuhyun? Terlalu mendiskriminasinya atas bagaimana namja Cho itu berpenampilan?

Kyuhyun telah melakukan banyak kebaikan untuknya. Mengajarinya soal fisika, membuatkan sarapan untuknya, dan jangan lupakan juga siapa yang menjaganya semalam ketika ia ketakutan akan kegelapan dan merawatnya ketika ia terserang demam.

Diam-diam Yesung pun tahu, ketika ia tidak di kamar pun, Kyuhyun selalu menaati 'garis territory' –garis yang bahkan ia sendiri menganggapnya adalah hal bodoh. Yesung selalu membentak Kyuhyun jika namja jangkung itu melanggar garis tersebut barang satu inchi pun. Namun kemarin, Kyuhyun bahkan mempersilahkan Yesung untuk tidur di daerahnya ketika kasurnya basah.

Selama ini Yesung selalu mendeklarasikan bahwa kebahagiaan tersebasarnya adalah jika Kyuhyun tidak berada di sekitarnya. Tetapi tadi pagi, ketika ia bangun dan mendapati bahwa tidak ada Kyuhyun disana, mengapa rasanya justru–

–kecewa?

Namja Kim itu menghela nafasnya. Ia membenci Kyuhyun terlalu jauh, hingga kini ia sadar bahwa ia mulai tergantung pada namja bersurai brunette tersebut. Yesung memejamkan matanya. Kini tekadnya sudah bulat.

Ia akan meminta maaf pada Cho Kyuhyun.

.

.

.

.

Bay05

.

.

.

.

Yesung menghela napasnya. Posisinya sama sekali tidak berubah sejak lima belas menit lalu; dengan apron biru muda bermotif kura-kura, ia hanya menggembungkan pipinya dan menatap bahan-bahan masakan di depannya dengan ekspresi ter-bingung yang ia miliki.

Astaga, apa Yesung diutus oleh tuhan ke bumi untuk menguji nafsu para seme, huh?

"Bagaimana cara memulai semua ini?"

Namja manis itu mengusap tengkuknya. Sedikit merutuki kebodohannya juga. Awalnya ia hanya ingin meminta maaf pada Kyuhyun. Dan karena roommate-nya itu kerap kali membuat makanan untuknya, maka Yesung pikir bukan ide buruk jika menyampaikan permintaan maafnya dalam bentuk makanan, bukan?

Sekali Kyuhyun pernah mengatakan bahwa ia menyukai chocolate cake, maka Yesung pun memutuskan untuk membuat kue cokelat spesial untuk Kyuhyun. Dengan bodohnya melupakan fakta bahwa ia bahkan tidak dapat membuat telur dadar tanpa menggosongkan salah satu sisinya.

Tetapi kini, Yesung tidak bisa mundur, ia telah menghabiskan separuh uang jajan bulanannya untuk membeli bahan-bahan kue cokelat dan ia tidak akan semudah itu untuk menyerah tanpa perlawanan. Paling tidak, ia harus mencoba.

"Baiklah Kim Yesung, kau bisa melakukan ini. Fighting!" monolognya pada dirinya sendiri.

Dan dari situ, bermodalkan nekat dan resep yang ia dapat dari internet, Yesung pun mulai membuat kue cokelat . Lagipula, membuat kue cokelat yang kecil dan sederhana, tidak mungkin sesulit itu

–kan?

.

.

Bay05

.

.

Tap

Tap

Tap

Kaki panjang Kyuhyun melangkah ringan, bibir tebalnya membentuk senyuman lebar. Ia mempercepat langkahnya ketika ia melihat pintu asramanya diujung lorong, tidak sabar untuk bertemu sang roommate.

Alasan dibalik kebahagiaan Kyuhyun bukanlah sesuatu yang terlalu besar. Sedikit bocoran; namja tampan itu memiliki sebuah kejutan 'kecil' yang sudah ia persiapkan untuk Yesung.

Kyuhyun tidak dapat menahan senyum sumringahnya membayangkan bagaimana reaksi Yesung nantinya.

Cklek.

"Yesung-ah, aku pulang." umum Kyuhyun keras-keras begitu ia mencapai asramanya dan Yesung.

Tetapi nihil. Tak ada balasan apapun. Kerutan terlihat di dahi Kyuhyun. Hening sekali –terlalu hening. Apa mungkin Yesung masih demam? Tetapi kasur namja Kim itu kosong dan telah tertata rapi.

"Yesung-ah? Eodiga?" panggil si tampan lagi.

Namun hasilnya tetap sama. Hanya keheningan yang ia dapat. Beberapa kali Kyuhyun memanggil Yesung dan tetap saja tidak ada sahutan. Namja jangkung itu mulai khawatir. Apa mungkin Yesung pingsan karena demamnya?

Baru saja Kyuhyun akan kembali memanggil Yesung ketika akhirnya caramel-nya menemukan sosok mungil yang ia cari sedari tadi. Di sudut dapur –berada dalam posisi memungungginya, dengan kedua earphone di telinganya dan kedua tangannya yang sibuk dengan sesuatu.

Namja Cho itu menghela napas lega sambil terkekeh kecil. Untunglah tidak ada hal buruk yang menimpa Yesung.

Dan omong-omong, memangnya seberapa keras Yesung menyetel musik hingga namja manis itu tidak mendengar Kyuhyun yang terus memanggilnya bak orang gila tadi?

"Yesung-ah," Kyuhyun menepuk pundak Yesung pelan.

Namja Kim itu berjengit kaget, hingga tangan kanannya tak sengaja menyenggol mangkuk besar di hadapannya dan membuat sebagian cream tumpah ke apron kura-kuranya.

Yesung berdecak kesal. Ia melepas earphone di kedua telinganya. Bersiap-siap mengomeli orang di belakangnya tanpa ampun. "Yah! Apakah kau tak lihat apa yang sedang kulakukan?! Cream-ku tumpah, pabbo!"

Sosok mungil itu berbalik, bersiap memarahi orang yang sudah berani menganggu acara memasaknya. Tetapi bukannya memarahi sosok tersebut, Yesung malah langsung membatu begitu melihat sosok jangkung di depannya.

Satu menit

Dua menit

Lima menit

Hingga sepuluh menit, dan masih belum ada pergerakan dari keduanya.

"Apakah rasa terkejutmu sudah selesai?" Kyuhyun memecah keheningan, mulai terkekeh pelan melihat namja manis di hadapannya masih menatapnya dari ujung kaki ke ujung kepala dengan mulut menganga lebar.

Yesung tidak bereaksi, membuat Kyuhyun mulai sedikit khawatir. "Apakah perubahannya sedrastis itu?" monolognya.

"K-kau.. C-cho Kyu-hyun?"

Alis Kyuhyun terangkat. "Tentu saja,"

Bukan. Yesung bukannya amnesia atau apa. Tetapi, ingatkah kalian tentang kejutan yang akan Kyuhyun berikan untuk Yesung tadi? Well, kejutan tersebut bukan berupa makanan ataupun benda. Kejutan itu melekat pada diri Kyuhyun sendiri. Kejutan itu berupa sebuah–

makeover. Pada diri Kyuhyun sendiri.

Kyuhyun menyadari bahwa sedikit banyak Yesung terganggu dengan penampilannya yang berantakan. Dan seorang kenalan noona-nya mengatakan bahwa ia bisa mengubah Kyuhyun menjadi seorang namja super tampan dengan sebuah makeover.

Dan itu bukanlah isapan jempol. Kini Kyuhyun memang terlihat lebih tampan dengan surai brunette ikal yang lembut dan wajahnya yang terlihat lebih bersih. Di tambah dengan tubuh tingginya yang dibalut kemeja bergaris sederhana dan dipadu dengan sebuah blue jeans.

Bohong jika Yesung mengatakan ia sama sekali tidak tertarik dengan penampilan Kyuhyun yang baru. Tetapi– hell, ia tidak menyangka Kyuhyun akan menjadi setampan ini.

Bukan bermaksud untuk menjadi hiperbola, namun Yesung tidak akan keberatan menukar jiwanya hanya untuk melihat Cho Kyuhyun 'baru' selama beberapa detik

"Kau terlihat sedikit... uhm, berbeda." komentar Yesung setelah ia berhasil kembali ke alam sadarnya.

"Yah, seorang teman noona-ku menawarkan sedikit bantuan. Dan... beginilah hasilnya. Tidak buruk, bukan?" Kyuhyun tersenyum lebar, membuat Yesung meneguk ludahnya. Namja Kim itu bahkan dapat merasakan jantungnya berdetak menggila, seolah akan keluar dari dadanya.

'Sial, mengapa tidak dari dulu saja teman noona-mu melakukannya' –gerutu Yesung dalam hati.

"Omong-omong, apa ini?" Kyuhyun berjalan mendekati sebuah chocolate cake di meja makan.

Mata sabit Yesung sedikit melebar. Keterkejutannya tadi membuatnya lupa seketika akan kue cokelat yang akan ia berikan untuk Kyuhyun. "A-ah, itu. Aku ingin minta maaf padamu, Kyu. Selama ini aku bersikap dingin dan mendiskriminasimu. Dan kau tetap memperlakukanku dengan baik walaupun aku tidak pernah menggubrisnya."

"Kini aku menyadari itu sama sekali tidak baik dan aku hanya ingin minta maaf. Mianhae, Cho Kyuhyun." Yesung menunduk dalam.

Kyuhyun mengacak surai raven Yesung. "Kau tahu aku sudah memaafkanmu tanpa kau harus melakukan semua ini, Yesung-ah."

"Omong-omong, apakah kau sendiri yang membuat kue cokelat ini?" pandangan Kyuhyun mengedar ke sekililing dapur.

Yesung mengangguk.

Baiklah, itu menjelaskan oven yang terbakar serta ceceran telur dan tepung di lantai.

"Wah, aku tersentuh. Belum pernah ada yang berusaha memasakkan sesuatu untukku–" Namja berkulit putih pucat itu melihat kue cokelat itu lekat-lekat. Beberapa detik kemudian cengiran jahil tersemat di wajah tampannya "Hanya perasaanku atau kue cokelat ini memang berbentuk hati?"

Blush!

Wajah Yesung memerah seketika. Tadinya entah mengapa Yesung memang ingin membuat kue cokelat berbentuk hati untuk Kyuhyun. Namun syukurlah ketika ia memanggang kue cokelat itu, adonannya meluber keluar hingga akhirnya kue tersebut lebih berbentuk seperti lingkaran yang tidak sempurna.

"A-Aniya! Tidakkah kau lihat kue tersebut berbentuk lingkaran?" Yesung menggeleng cepat. Harus ditaruh dimana harga dirinya jika Kyuhyun benar-benar menyadari bahwa Yesung membuat kue berbentuk hati untuknya.

Kyuhyun menyeringai senang. "Jinjja? Lalu mengapa wajahmu memerah?"

"Yah, Lupakan saja! Aku tidak jadi minta maaf padamu!" gerutu yang lebih pendek sambil mendengus kesal, ia berlalu memunggungi Kyuhyun.

Belum sampai dua langkah Yesung berjalan menjauhi Kyuhyun, si tampan langsung menahan lengan Yesung. Memutar tubuh mungil tersebut hingga onyx teduh Yesung bertemu dengan caramel-nya. Kemudian menahan bahu si manis agar tetap pada posisinya. "Hey, mana bisa kau menarik permintaan maafmu seenaknya begitu" Kyuhyun berkata dengan seringai andalannya.

Yesung kembali terpaku. Menyelami dua caramel bening Kyuhyun yang entah sejak kapan menjadi begitu menawan. Bahkan hanya dengan memandang sepasang manik teduh itu, pipi Yesung sukses kembali memerah untuk yang kesekian kalinya.

Si jangkung tersenyum lembut dan melepaskan pegangannya pada bahu Yesung. Ia langsung berbalik mengambil piring dan garpu. "Jja! Ayo kita mencicipinya."

"M-mwo? Yah, jangan!" Yesung langsung merebut piring dan garpu dari tangan Kyuhyun. "Aish, waeyo?!" protes Kyuhyun.

"Apa kau tidak lihat? Kue-nya gosong dan bentuknya jelek. Rasanya juga pasti tidak enak. Lebih baik aku membelikanmu kue cokelat di toko kue sebelah asrama. Bagaimana?"

Kyuhyun menggeleng. "Aku tidak suka kue dari toko sebelah asrama. Mereka payah. Lebih baik aku memakan kue-mu saja."

"Jangan! J-jika memakan kue-ku, kau bisa keracunan. Jika kau tidak menyukai toko kue itu, aku akan membelikanmu di toko kue Gangnam! Mereka menjual kue terbaik. Aku akan membelikanmu kue yang lebih enak dan lebih besar dari ini. Setuju?"

Si tampan berdecak, ia langsung merebut piring piring dan garpu dari tangan Yesung. "Aniya! Aku tidak ingin kue dari toko manapun. Aku ingin mencicipi kue yang kau buat. Lagipula, aku yakin rasanya tidak mungkin seburuk itu"

Kyuhyun mengambil sepotong kecil kue cokelat tersebut, mencicipinya baik-baik. Sementara Yesung menutup matanya –ia benar-benar tidak ingin melihat jika Kyuhyun memuntahkan kue-nya nanti.

"Sejujurnya, ini tidak terlalu buruk." Kyuhyun mengambil sepotong kue lagi dan memasukkan ke mulutnya.

Sebelah alis Yesung terangkat, mencoba menerka apakah namja Cho itu hanya sedang menjahilinya. "Apa kau serius?"

Kyuhyun mengangguk, kemudian menyodorkan sepotong kue tersebut pada Yesung. "Tentu saja! Ini, kau juga harus mencobanya sendiri."

Yesung mencoba potongan tersebut. Kunyahan pertama rasanya buruk sekali. Permukaan yang gosong terasa begitu pahit dan cream yang terlalu manis. Kunyahan kedua terasa lebih buruk dengan tambahan tekstur kue yang aneh dan terlalu padat. Kunyahan ketiga–

well, pada kunyahan ketiga Yesung buru-buru mencari tissue dan membuang kue yang telah terkunyah separuh ke tempat sampah terdekat.

"Omo, rasanya mengerikan! Mengapa kau tidak membuang-nya?!" Yesung menatap horror Kyuhyun yang sedang mengunyah kue buatannya sambil memejamkan matanya, menelannya seolah itu adalah kue ter-enak di dunia.

Yesung menundukkan kepalanya melihat yang lebih tinggi sama sekali tidak menggubris ucapannya, ia malah kembali mengambil potongan kecil dari kue tersebut. "Kau tidak perlu melakukannya, Kyu. Aku tahu rasanya menjijikkan, kau tidak perlu memakannya untuk menghargaiku. Mianhae, bahkan dalam meminta maaf pun aku tidak dapat melakukannya dengan benar."

"M-mwo? B-bukan begitu Yesung–"

"Maaf, aku benar-benar payah." onyx sabitnya menatap Kyuhyun menyesal.

Kyuhyun mengacak surai raven si manis gemas. "Mungkin kue buatanmu memang tidak sempurna. Namun, kau telah berusaha keras membuatnya, dan itulah yang terpenting. Bagiku, itu adalah kue yang paling enak di dunia. It's the effort that counts."

"Dan lagipula, untuk orang yang sama sekali belum pernah memasak, kue-mu cukup lumayan. Kue pertamaku bahkan jauh lebih buruk dari itu."

Yesung mendengus. "Jangan mengatakannya untuk menghiburku."

Kyuhyun terkekeh pelan. Namja di hadapannya ini begitu menggemaskan. "Jadi.. teman?"

Si manis mengangguk mantap. "Teman!"

.

.

Bay05

.

.

Setelah hari itu, Yesung dan Kyuhyun menjadi jauh lebih dekat dari sebelumnya. Mereka seolah kedua sisi mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Walau menimbulkan desas desus miring dan tanda tanya di pikiran banyak orang, keduanya tidak terlalu ambil pusing.

Jika dahulu Yesung begitu risih dan berusaha menepis keberadaan Kyuhyun, kini Yesung malah selalu menempel pada namja tampan itu. Sementara Kyuhyun sendiri senang senang saja jika teman sekamarnya itu bermanja-manjaan padanya.

Keduanya menjadi pasangan paling populer di sekolah mereka. Selain karena keduanya memang serasi, si tampan dan si manis ini hampir selalu terlihat bersama di setiap kesempatan. Baik di kelas, di perpustakaan, ketika mengisi waktu senggang–

–atau mungkin hanya sekedar menghabiskan waktu makan siang, seperti sekarang ini.

"Kyu-ah, kau tunggu disini, ya? Aku akan memesankan makanan untuk kita berdua. Kau ingin makan apa?"

"Apapun yang kau pilih pasti akan kumakan, Yesungie." goda Kyuhyun membuat pipi si manis merah seketika.

"Dasar penggombal ulung. Baiklah, aku akan memesan makanan. Baik-baik disini dan jangan menggoda sembarang namja!" Yesung memberi death glare terbaiknya.

Belakangan ini Yesung memang menjadi super posesif pada Kyuhyun. Karena penambilan Kyuhyun yang 'sedikit' berubah, menyebabkan uke-uke menggilai namja Cho itu. Dan ia tidak suka itu! Kyuhyun 'kan pernah mengatakan akan selalu memperhatikannya, dan ia tidak ingin perhatian Kyuhyun terbagi.

Ehm, apa kau cemburu, Tuan Kim?

.

Bruk!

Hanya beberapa langkah lagi sebelum Yesung mencapai stan tempat ia dapat memesan makanan untuknya dan Kyuhyun, sebelum sepasang tangan besar menarik tubuh mungilnya dan membenturkan punggungnya ke tembok terdekat.

"Yah! Tuan, dimana letak sopan santunmu?! Apa kau tidak bisa meli– Siwon?!" kedua mata sabit Yesung membola melihat sosok di depannya. "Apa yang kau lakukan? Mengapa menarikku seperti itu?"

"Aku hanya ingin berbicara denganmu." Siwon mengeluarkan cengiran kuda khas-nya, yang disambut oleh jitakan sayang dari tangan mungil Yesung.

"Jika kau ingin berbicara denganku, kau bisa saja kan memanggilku? Tidak perlu menarikku begitu" Yesung mendengus kesal.

"Mianhae. Tapi beberapa hari ini, aku sudah mengirimu pesan, tapi kau tidak membalasnya. Aku juga menelponmu beberapa kali dan kau tidak mengangkatnya. Sungmin memberitahuku bahwa kau sedang sibuk dengan Kyuhyun. Aku hanya ingin berbicara sebentar denganmu."

Yesung menghela napasnya. Memandang Siwon dengan pandangan menyesal. Ucapan Siwon ada benarnya. Sejak Yesung dan Kyuhyun akhirnya menjalin pertemanan, Yesung memang belum pernah memulai atau sekedar membalas pesan Siwon.

Apa ia telah bersikap tidak adil disini?

"Siwon-ah, bukan begitu maksudku. Kita telah bersahabat selama bertahun-tahun dan tidak mungkin aku menomor duakanmu. Mianhae jika aku sibuk dengan hal lain belakangan ini." si manis menundukkan kepalanya.

Sudut bibit Siwon sedikit tertarik, menyeringai kecil. "Tentu saja. Lagipula mana mungkin kau bisa melupakan Choi Siwon yang tampan begini,"

Yesung mendengus kesal. Dari dulu sahabat kecilnya ini tidak pernah berubah; masih saja kelewat narsis.

"Omong-omong, jika dihitung, lama juga kita tidak pergi berdua. Kudengar ada film bagus yang akan diputar Sabtu nanti. Apakah kau ada waktu?"

Si manis Kim terdiam, berpikir. Sebenarnya beberapa hari lalu ia dan Kyuhyun memang telah membuat janji untuk menonton sebuah musikal bersama hari Sabtu nanti. Jika ia membatalkannya, Kyuhyun pasti akan sangat kecewa. Namun ia juga tidak bisa membuat Siwon terus mengalah.

"Yesung-ah, bagaimana? Kau bisa tidak?" Siwon melambaikan tangannya di depan wajah manis Yesung ketika namja manis itu tidak menjawab pertanyaannya.

'Kyuhyun bisa menunggu' –putus Yesung akhirnya. Ia pun mengangguk menyetujui ajakan Siwon.

Namja kuda itu tersenyum lebar. "Sudah kuduga! Baiklah, pukul lima aku akan menjemputmu di depan kamar asrama. Jangan sampai terlambat, kura-kura!"

"M-mwo? Kau pikir aku yeoja yang perlu kau antar dan kau jemput setiap saat? Shirreo! Aku bisa berangkat sendiri." tolak Yesung mentah-mentah.

"Aku tidak menerima penolakan, Yesungie." Siwon mengacak surai Yesung gemas. Bibirnya mengecup pipi Yesung singkat sebelum berlalu meninggalkan sahabat kura-kuranya yang masih belum sadar dari rasa terkejutnya.

Siwon itu namja cuek dan terkadang terkesan dingin. Bahkan sudah kelewat sering ia menolak yeoja maupun para uke dengan cara yang begitu kejam. Bagaimana bisa namja Choi itu bersikap semanis itu padanya? Memanggilnya dengan 'Yesungie' dan bahkan berencana untuk menjemputnya?

Yesung mengendelikkan bahunya. Memutuskan untuk tidak ikut ambil pusing.

Mungkin otak Siwon benar-benar telah miring karena ia terlalu sering menjitaknya.

.

.

Bay05

.

.

Kyuhyun melihat cermin di depannya dengan pandangan ragu. Pantulan di kaca tersebut, seperti bukan dirinya saja. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya ia memakai baju berlapis-lapis ala remaja masa kini. Menurutnya gaya seperti itu tidak praktis. Menyusahkan. Tetapi mau bagaimana lagi, noona-nya bilang ini adalah trend remaja masa kini.

Dalam hati ia mencemooh trend yang dibuat orang-orang. Bukankah lebih nyaman jika mengenakan sepotong kaos atau kemeja saja? Kadang ia tidak dapat mengerti jalan pikiran orang kebanyakan.

Si tampan menghela napasnya. Sudahlah, ia harus berhenti mengeluh. Lagipula kemarin juga ia sendiri yang meminta noona-nya membelikan baju 'masa kini'.

Walaupun heran, Kyuhyun tahu kalau noona-nya senang ketika ia meminta noona-nya memperbaiki cara berpakaiannya. Kyuhyun memang tidak pernah memperhatikan baju yang ia pakai. Yang penting nyaman. Namun, kali ini ia ingin tampil berbeda. Ia ingin memukau seseorang.

Ia ingin memukau Kim Yesung.

Kyuhyun memperbaiki kerah bajunya, kemudian menarik nafas dalam-dalam. Tersenyum yakin pada dirinya sendiri. Setelah ini, Kim Yesung pasti akan jatuh padanya.

Kriett...

"Kyuhyun-ah? Kau disini?" lewat pantulan cermin di hadapannya, Kyuhyun dapat melihat si manis yang baru saja masuk ke kamar asrama mereka.

Si tampan berbalik, memasang senyum terbaiknya untuk namja yang beberapa senti lebih pendek darinya. "Apa yang kau lakukan disini? Mengapa belum bersiap-siap? Acaranya hampir dimulai, Yesungie."

"Mwo? Memangnya aku ada acara apa? Dan, mengapa pakaianmu rapi sekali, eoh?"

Alis Kyuhyun bertaut bingung. "Hey, bukankah kita sudah berjanji untuk menonton musikal bersama? Aku bahkan sudah membeli dua tiket untuk kita. Barisan pertama," Kyuhyun memperlihatkan dua tiket biru muda bertuliskan 'VIP' di tangan kanannya.

Yesung menunduk seraya mengusap belakang tengkuknya. "Ah~ itu. Sebelumnya aku minta maaf, Kyu. Aku tidak bisa menonton musikal itu denganmu. Kemarin Siwon mengajakku untuk pergi berdua. Dan karena akhir-akhir ini kita selalu menghabiskan waktu berdua, kupikir tidak adil jika aku kembali menolak ajakan Siwon, bukan?"

"A-ah, begitu. Ya, kau ada benarnya juga. Pergilah bersama Siwon."

Yesung memandang kedua tiket di tangan Kyuhyun dengan pandangan bersalah. "Tapi kau sudah membeli tiket itu, Kyu. Mianhae, aku janji aku akan mengganti uang tiketnya!"

Kyuhyun menggeleng. "Aniya. Lagipula Ahra noona juga ingin menonton musikal ini. Kurasa aku bisa menonton dengannya."

"Benarkah?"

Kyuhyun mengangguk seraya mengulum senyuman kecil. "Jinjja! Sekarang pergilah dengan Siwon. Ia pasti sudah menunggumu bukan?"

Yesung berjinjit kecil, kemudian mengecup pipi Kyuhyun singkat. "Terima kasih, Kyu!"

Begitu punggung Yesung telah menghilang di balik pintu, Kyuhyun langsung menghela napas kecil. Bohong jika ia berkata ia tidak kecewa. Tentu saja Kyuhyun kecewa, Kyuhyun telah mempersiapkan segalanya untuk hari ini, namun ternyata semua berjalan tidak sebaik rencananya.

Namja Cho itu menatap kedua tiket di tangannya. Ia tersenyum miris. Noona-nya bahkan tidak menyukai drama musikal. Sebenarnya begitupun dengannya. Ia menghabiskan uang sakunya hanya untuk menyenangkan Yesung. Namun rasanya semua itu tidak ada gunanya lagi. Jemari panjangnya meremas kedua tiket tersebut.

Kemudian membuangnya ke tempat sampah di sebelah kasurnya.

.

.

Bay05

.

.

"Yahh~~ tidak kena!" Si manis menggerutu sebal ketika peluru dari sniper mainan yang ia pegang meleset dari target utama untuk yang kesekian kalinya. Ck, ia benar-benar payah dalam hal ini.

Mata sabitnya berkaca-kaca hampir menangis melihat boneka kura-kura besar yang di pajang di etalase, hadiah jika ia bisa mengenai bulatan merah kecil di papan target.

Namja Kim itu berbalik melihat sahabat kudanya yang berdiri tepat di belakangnya, bersandar pada papan kayu dengan wajah bosan. Yesung pun mengepalkan kedua tangannya sambil memasang wajah ter-melas yang ia punya. "Siwon-ah, bisakah aku mencoba sekali lagi?"

Yang lebih tinggi memutar bola matanya jengah. "Sudahlah, Yesung-ah. Jika kau benar-benar menginginkan boneka kura-kura itu, aku juga bisa membelikan yang lebih besar dan lebih bagus untukmu."

"Aniya! Aku maunya yang itu... toko boneka dimanapun tidak ada yang menjual boneka kura-kura yang seperti itu!" Yesung menekuk bibirnya sambil menunjuk barang impiannya yang terlihat aneh di mata Siwon.

"Ck, tapi tadi adalah percobaan ketujuhmu dan kau belum berhasil juga. Lagipula untuk apa kau mencobanya jika kau tahu kau buruk dalam hal ini. Jika kau masih saja termakan nafsu untuk memiliki boneka itu, aku bisa bangkrut, Yesung-ah!" Omel Siwon panjang lebar.

Lagipula ini yang terbaik, tak peduli ia terlihat seperti ahjumma cerewet di mata Yesung. Sahabat kura-kuranya itu selalu lepas kendali melihat apapun yang berhubungan dengan kura-kura, dan kadang ia sendiri yang malah kerepotan.

Sementara Yesung hanya bisa mempoutkan bibirnya. Siwon memang ada benarnya. Melihat sniper mainan saja tangannya sudah gemetaran. Tapi mau bagaimana lagi, boneka kura-kura itu seolah meminta untuk ia miliki.

"Ayolah, kuda... yang ini pasti berhasil,"

Siwon menghela napasnya. Toh, ia benar-benar tidak mempunyai pilihan. Setidaknya ini lebih baik daripada mendengar rengekan Yesung sepanjang perjalanan pulang nanti. Ia pun mengeluarkan dompetnya yang mulai menipis, kemudian mengambil selembar uang 5000 won. "Ini yang terakhir."

Penjaga stan tersebut memberikan tiga buah peluru mainan pada Yesung, membuat si manis tersenyum lebar. Dengan tangan mungilnya, Yesung mengeset sniper mainan tersebut. Menatap target di papan lekat-lekat. 'Bersabarlah, kura-kura! Sebentar lagi daddy akan mengambilmu'

Dor!

Tembakan pertama, cukup jauh dari target.

Dor!

"Ck!" Yesung berdecak sebal ketika peluru yang ia tembakkan meleset hanya beberapa inchi dari target.

"Aish, jika begini, mana mungkin kau bisa menang." yang lebih tinggi pun mulai turun tangan, tidak kuasa melihat sahabat kecilnya kesulitan.

Tangan kanan Siwon menyangga sniper, sementara tangan kirinya ia letakkan di pelatuk bersama dengan jemari Yesung. Membuat si mungil yang seakan berada di dekapan Siwon tersentak. "Begini cara memegang senjata. Bukan gemetaran seperti itu."

"Kemudian, kau harus membidik target dengan benar." Siwon membetulkan postur tubuh Yesung menjadi lebih tegak.

"Setelah kau yakin kau membidik targetmu dengan tepat..." Siwon meletakkan dua jari telunjuk mereka di depan pelatuk. "Tembak!"

Dor!

Bingo! Tepat di tengah!

"Selamat, ini hadiah anda!" Sang penjaga stan menyodorkan boneka kura-kura super besar yang tentu saja langsung disambut senyum sumringah oleh si Kim.

"Choi Kuda, Jika kau jago begitu, mengapa tidak dari tadi saja kau membantuku?!" Yesung mendengus sambil membelai boneka kura-kura di tangan kanannya. Siwon mengendelikkan bahunya. "Aku kan tidak tahu ternyata kau sepayah itu."

"Ya!" Yesung mengangkat sebelah tangannya seolah akan memukul Siwon.

Yang lebih tinggi tertawa pelan. "Hey, apakah begitu caramu berterima kasih pada orang yang telah memberikan boneka padamu? Harusnya kau membayar hutangmu, tahu!"

"Mwo?" Mata Yesung membulat. "Bukankah kau sendiri yang bilang jika kau akan mentraktirku sepanuhnya hari ini?"

Namja Choi itu mengacak surai raven Yesung gemas. "Aish~ aku tidak memintamu mengganti uangku kura-kura."

Sudut bibir Siwon terangkat sedikit. Telunjuknya menunjuk wahana ferris wheel yang terletak tepat di tengah-tengah amusement park, menjadi pusat dari taman bermain tersebut dengan ukuran raksasanya serta lampunya yang ditata apik.

"Kajja, kita mencobanya!"

.

.

Bay05

.

.

"Waah~ yeppeuda!" onyx sehitam malam itu melihat pemandangan dibawahnya dengan mata berbibar takjub. Kini ia dan Siwon memang berada di puncak tertinggi ferris wheel, memberikannya pemandangan malam sempurna seluruh arena taman bermain dan pemukiman malam di sekitarnya.

Ia tersenyum semakin lebar melihat lampu-lampu dari berbagai wahana lain yang seolah menyala dan berkelip dengan begitu harmonis. Seolah ia melihat bintang dalam media yang berbeda. "Melo, lihatlah~ semua orang terlihat seperti semut, kkeuji?" Yesung memeluk Melo –boneka kura-kuranya– semakin erat.

Sementara seorang namja tampan yang duduk berhadapan dengannya hanya bisa tersenyum melihat tingkah Yesung. Rasanya sejak kecil Yesung memang tidak pernah berubah. Baik fisik maupun mental, masih sama saja saat ia bertemu dengannya sepuluh tahun lalu.

"Kupikir tadi ada seseorang yang menolak mati-matian untuk menaiki wahana ini," Siwon tersenyum jahil.

Si manis mem-poutkan bibirnya. Jelas saja Siwon menyindirnya. Tadi ia memang menolak untuk menaiki ferris wheel karena ia benci ketinggian. Namun Siwon tetap memaksanya, bahkan jurus aegyo yang Yesung lontarkan untuk Siwon tetap tidak berhasil. Tetapi Yesung bersyukur Siwon berhasil membujuknya. Yesung tidak bisa membayangkan jika ia benar-benar menolak pemandangan seindah ini.

"Ish, aku kan tidak tahu jika ternyata pemandangannya seindah ini. Lagipula di atas sini kan anginnya kencang dan dingin. Aku tidak suka dingin!"

Siwon mendengus pelan, kemudian melepas jaketnya untuk ia pakaikan pada Yesung. "E-eh? Apa yang kau lakukan?" pipi Yesung memerah ketika Siwon menggosokkan dua telapak tangannya dan menempelkannya pada pipi tembem Yesung.

"Apakah masih dingin, tuan putri?"

Yesung berusaha melepas jaket Siwon. "B-bukan seperti ini maksudku. Pakailah, nanti kau yang kedinginan."

Namja Choi itu menahan pergerakan Yesung dengan sebelah tangannya. "Sudahlah, kau saja yang pakai. Kita berdua tahu jika aku ini lebih kuat darimu. Aku tidak akan terserang flu hanya dengan angin sekecil ini. Tenang saja, kura-kura."

Yesung ingin mengembalikannya, namun ia tidak ingin berdebat lebih panjang dengan Siwon. Jadi ia memilih untuk diam.

"Yesung-ah?"

"Hmm..." Yesung menggumam pelan, masih asyik melihat pemandangan dibawahanya sebelum putaran ini berakhir.

Siwon memainkan jarinya. "Aku tidak ingin malam ini terlewati begitu saja."

"Mwo?" Si manis menoleh, kemudian mengeluarkan ponsel dari sakunya. "Apakah maksudmu, kau ingin berselca denganku?"

Yang lebih tinggi mendengus kesal. "Aish, apakah dipikiranmu itu hanya ada kura-kura dan selca, eoh?" Si Kim menekuk bibirnya. "Lalu apa yang kau maksud?"

Siwon menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak terasa gatal, kemudian dengan segenap keberanian yang telah ia kumpulkan, obsidian-nyamenatap onyx Yesung dalam-dalam. "Aku tahu ini akan terasa aneh, apalagi karena kita telah berteman sejak lama. Namun, aku tidak bisa terus menyembunyikannya darimu."

"Berkali aku mencoba menyangkalnya namun yang semuanya menjadi semakin jelas dan besar. Aku bahagia denganmu disekitarku, sedih jika kau lebih memilih untuk bersama Kyuhyun dan entah otakku selalu mencari alasan untuk bisa berada di dekatmu. Yang ingin kukatakan adalah–"

"–Aku menyukaimu."

"Ne?" Yesung menatap sahabat kudanya dengan tatapan bingung. Apa yang sedang Siwon lakukan? Apakah Siwon benar-benar–?

"Aku mencintaimu, Kim Yesung. Apakah kau mau menjadi kekasihku?" Siwon tersenyum menawan, sambil mengeluarkan setangkai mawar merah yang entah tadi ia sembunyikan dimana. Menunggu jawaban Yesung dengan tatapan penuh harap.

"A-aku–.."

.

.

TBC!

Hallo~! ^^

Boleh curhat sedikit? (:

Maaf ya readers (kalau masih ada) tersayang karena Bay updatenya molor mulu. Sebenernya Bay udah janji ama Ucchan mau update akhir Juli. Eh taunya ngaret sampe akhir Agustus XD

Mau Bay sempetin publish kemarin pas ulang tahun umma, tapi maag Bay kambuh. Rasanya Bay kena azab ingkar janji mulu kali ya u,u

FF ini Bay lanjutin karena banyak desakan dari fic-collector (?) di PM.

Dan kalau emang masih ada yang nungguin fic Bay yang lain, mohon sabar ya. Antri dulu~

Juga, Happy Birthday buat Kim JongWoon & Kim Kibum!

Awalnya Bay mau buat ff KiSung, eh tapi kok males ya /dibuang ke got/. -_-v

Terakhir, walaupun ff ini ngaret mulu, apa masih ada yang mau review?

p.s. : mian, Bay ga sempet ngedit. Maaf jika ada salah salah kata...

Big Thanks To:

sisil . Li24 – ica – ErmaClouds13 – iwsumpter – idda KyuSung – sweetyYeollie – SasaClouds – Jy – ajib4ff – Cloud246 – Kim Raein – PandaMYP – GaemCloud – Lukyuky – tety . Sinaga . 9 – dewicloudsddangko – kjwzz – indah . Lestari . 18 – JeremyKim 63424 – ryani clouds – AegyaCrackCouple SJ – LittleCloud'sIrizv – Kisscha – ty – yesungie lover – cloudsparkyu – guixianim – beberapa Guest.

(maaf jika ada yang terlewat&typo^^v)