.
Internet university dot com
A SasuSaku fiction
Naruto©Masashi Kishimoto
Internet university dot com©Nurama Nurmala
Warning : Typo(s), OOC, Alternate Univers, Another 'abal' story
Cerita sebelumnya…
Akhirnya mereka berhasil membuka pintu gerbang, tapi karena kesalahan Sakura, gerbang kembali tertutup secara paksa dan menyebabkan mereka terjebak dalam lorong ke ruangan hukuman.
Dan Sasuke… terluka.
Setelah menyusuri lorong dalam gelap, akhirnya mereka menemukan pintu masuk ke ruang hukuman. Yang membuat mereka ternganga adalah… ruangan itu kosong tanpa benda atau ornament apapun terkecuali bunga putih yang bersinar di tengah ruangan.
Entah karena suasana melankolis tersebut, sebuah pembicaraan yang melibatkan hati masing-masing pun terjadi. Dan kejadian yang akan membuat Sakura mengerang dan mencaci dirinya sendiri di masa depan adalah… ketika Sakura memeluk Sasuke dan berkata bahwa dia bisa memilikinya.
Internet_university dot com
Chapter 9
Sakura terpana dengan tingkat apatisme Sasuke yang sudah terdeteksi sangat akut. Ia menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya. "Haahhh…" dan embusan napas kuat keluar sebagai gantinya. "Tapi, Sasuke. Bukankah hidup seperti itu sangat sepi?"
"Sepi?" Sasuke balik bertanya dengan tampang—bingung, eh? "Sepi hanya bisa dirasakan ketika kau memiliki sesuatu, lalu karena suatu hal yang lain kau kehilangannya. Itulah yang dinamakan sepi. Itu tidak akan berlaku pada seseorang yang memang tidak memiliki sesuatu itu dari awalnya."
Sekali lagi… Sasuke membuat Sakura terdiam. Lalu… tanpa sadar, Sakura bergerak mendekati Sasuke, melepas jaket hangat yang membebat tubuhnya sedari tadi dan menelungkupkan jaket itu ke tubuh Sasuke yang terluka. Lalu tanpa sadar… tubuh ringkih milik seorang wanita itu memeluk tubuh Sasuke pelan.
"Kau bisa memilikiku," bisik Sakura perlahan, lembut, pasrah.
….
Kepala Sasuke terkulai ke depan—menunduk penuh kepedihan. "Jika kau jadi milikku, kau tidak akan pernah bisa lepas dariku. Selamanya."
DEG!
Entah mengapa… setelah mendengar jawaban Sasuke, hati Sakura bergemuruh dasyat. Namun… kesunyian itu seketika terombak terali gaduh.
BRRRRAAAAAKKKK!
"Sasuke, Sakura!"
DEG!
Secara refleks Sakura melepaskan pelukannya pada Sasuke dan mundur beberapa langkah.
Mereka lupa… jika 10 menit sudah berlalu sejak mereka memasuki ruangan itu. Seorang lelaki dengan perawakan sedang dengan surai perak berlari khawatir diikuti beberapa orang lain berpakaian teknis di belakangnya. "Bagaimana keadaan kalian?" lelaki itu langsung menghampiri Sasuke yang terlihat bergelut dengan darah. Roman dan ekspresi wajahnya tidak begitu terlihat karena masker hitam yang selalu setia menutupi sebagian wajahnya. "Kau terluka, Sasuke?" tanyanya dengan suara kaget sementara Sasuke yang dikhawatirkan masih tertunduk dalam diam.
"Sasuke terluka ketika pintu gerbangnya tertutup, Kakashi-Sensei," rikuh Sakura dengan tatapan nanar. Kedua telapak tangannya yang dingin kini beradu dengan lengannya yang lampai. Ah… dingin masih saja menggerogoti kulitnya, terlebih ketika jaket hangat Sasuke meninggalkan tubuh telanjangnya.
"Baiklah, yang penting sekarang adalah memberikan pertolongan pertama pada Sasuke," Kakashi-Sensei dengan sigap memeriksa luka di sekujur tubuh Sasuke hingga akhirnya memberi instruksi kepada beberapa orang teknis untuk memindahkan tubuh Sasuke ke tandu yang mereka bawa.
Sementara sisa petugas masih bergumul meneliti tingkat kerusakan di gerbang depan dan beberapa lainnya terlihat sibuk dengan pertolongan untuk Sasuke, salah satu dari petugas yang bertopi melepaskan jaketnya sendiri untuk menyelimuti tubuh mengigil Sakura, lalu menuntunnya menuju pintu keluar.
"Daijobu… daijobu…" suara dalam dari petugas teknis itu sedikitnya memberi ketenangan pada diri Sakura. Dengan tubuh terbalut jaket yang kedodoran, Sakura melangkah keluar dari ruang hukuman dengan menyisakan tatapan sayu.
Sasuke telah terlebih dahulu meninggalkan ruangan dengan kawalan beberapa orang, sedangkan di hitungan ke empat langkah Sakura telah terhenti.
Sreeeetttt….
Perlahan kepalanya menoleh ke belakang; ke arah ruang hukuman yang menjadi tujuan akhir teka-teki ketiga. Tergoda untuk melihat sosok indah dari bunga legenda itu sekali lagi. Namun…
HEGGGG!
"Na-nande?"
Tanpa ia sadari, bulir keringat dingin mencumbui garis dagunya hingga terjerembab mencumbui petak lantai. Pupil matanya melebar dan matanya membeliak terkejut. Ia tak percaya dengan apa yang sedang ia lihat kini.
Bunga itu… telah lenyap.
Internet_university dot com
Chapter 9
Kejadian tak terduga yang terjadi dini hari mulai tersebar ke seantero murid internetuniversity. com. Tidak hanya murid offline saja yang mengetahuinya, bahkan murid yang memantau kegiatan secara online karena berhalangan hadir juga tahu mengenai kabar Uchiha Sasuke dan Sakura Haruno yang kini menjadi bahan pembicaraan hangat di universitas.
Kabar angin yang menyebutkan bahwa teka-teki ketiga telah disiarkan waktu dini hari dan pasangan UchiHaru yang berhasil memecahkannya saling tumpang tindih dengan kabar bahwa pasangan UchiHaru tertangkap basah telah melakukan suatu aktivitas di luar kegiatan pendidikan oleh pihak universitas.
Tentu saja kabar angin mendominasi hingga para siswa tak tahu kabar mana yang sejatinya benar.
"Neji-san…" seorang gadis dari Cina terlihat memancang lirih di tengah ruangan. Sementara itu seorang lelaki bersurai panjang terlihat berusaha menahan amarahnya dengan duduk menunduk kesal. Gertakan gigi dan tatapan sengit menghiasi paras tampannya.
"Dia…" gumaman yang tertahan meradiasikan seberapa tinggi tingkat emosinya. Gadis Cina itu enggan melangkah lebih dekat dan hanya bisa mengkhawatirkannya dari jauh. "Aku tak boleh kalah lagi dari dia!"
"Neji-san…."
Sementara itu…
di kamar Yamanaka Ino – Haruno Sakura – Hyuuga Hinata
"Sakura."
"…."
"Sakura!"
"…."
"Hei… SA-KU-RA!"
Deg!
Sakura yang sedari tadi hanya terduduk di ranjangnya akhirnya berhasil kembali ke dunia nyata. Ia menatap Ino yang sudah jengah memanggilnya dengan pandangan bersalah. "Go-gomen… tadi kau bilang apa?"
"Sebentar lagi pelajaran akan dimulai," terang Ino sambil melirik jarum jam yang meringkuk di angka 07.12. "Kau harus bersiap-siap."
"Um…dimengerti," Sakura menatap Ino yang masih berkacak pinggang di depannya, lalu berganti menatap Hinata yang berdiri di belakang Ino dengan raut khawatir. "Kalian pergilah duluan, aku akan segera mandi," seulas senyum Sakura sodorkan sebelum benar-benar menghilang di balik pintu kamar mandi meninggalkan kedua teman sekamarnya.
Zrrrraaaaaasssssshhhh!
Bunyi air yang keluar dari shower membuat tubuhnya diterpa siraman hangat. Ketika surai merah muda itu terurai dan jatuh pasrah di antara bahu, Sakura terdengar menggeram tertahan; kesal dengan sikap irrasional yang dia lakukan pagi dini hari kepada Sasuke.
"Ggggrgrrrrr! Kenapa? Kemana akal sehatku?! Kenapa malah bicara ngawur ke lelaki iblis ituuuuuu?!" teriakkan frustasinya menggema di kamar mandi, sementara kepalan tangan dan gertakan gigi tersamarkan oleh bunyi shower yang deras. Sakura berdiri timpang dengan tangan terkulai jatuh—lemas.
Ia kaget dengan sikapnya yang tak biasa. Jika dipikir dengan nalar, sungguh tidak mungkin seorang gadis batu seperti Sakura bersikap lembut bahkan menyentuh dan memeluk Sasuke. Kenapa? Kenapa? Kenapa hal itu bisa terjadi?
Ah, mungkin aku merasa bersalah karena dia terluka karena ulahku. Bagaimanapun juga aku tetap seorang wanita. Wanita itu berhati lembut, iya 'kan Haruno Sakura?
Sebersit alasan yang sebenarnya mulai masuk akal melintas di kepala Sakura.
Ia mematikan shower lalu mendongak dengan seulas senyum penuh percaya diri. Ia tidak menyadari… bahwa setiap sangkalan yang ia buat akan melahap jiwanya semakin parah dan membuat mentalnya jatuh semakin dalam.
Oh… Sakura….
Internet University dot com
Chapter 9
Seperti yang diprediksi, Sasuke tidak bisa mengikuti pelajaran selama masa perawatan. Walau kabar sakitnya Sasuke sudah diberitahukan kepada pihak keluarganya, namun tak satu pun anggota keluarga Uchiha terlihat menjenguk Sasuke di rumah sakit.
"Sakura, kau sudah menjenguk Sasuke?"
"Eh?" Tidak terbetik sekalipun di dalam benak Sakura bahwa lelaki jabrik berambut kuning di depannya ini akan menanyakan pertanyaan tabu itu kepada Sakura. "Kenapa aku harus menjenguknya?" Mimik Sakura yang aneh dan bingung semakin menambah kesan mungkin-pertanyaan-Naruto-salah-sasaran ketika Sakura melayangkan serentetan pertanyaan lain.
"Kau 'kan satu tim dengan dia," Kiba turut meracau di samping Naruto sambil berkacang pinggang penuh penghakiman. "Dan lagi kau 'kan pacarnya—" belum selesai Kiba meruntukan kalimat pernyataan yang dibuat sekenanya, pupil mata Sakura seolah keluar—membuat Kiba dan Naruto seketika membatu terkejut.
"Apa kau bilang?"
"Eh? Kau… bukan pacarnya?"
"Bukan!"
"Meski kau sudah tidur bersama Sasuke?" Pertanyaan terakhir yang bisa dilontarkan Kiba membuat seisi kelas senyap seketika. Sudah bisa dipastikan ekspresi macam apa yang diperlihatkan Sakura 'kan?
BUAAAKKHHH!
Dengan sekuat tenaga Sakura melayangkan tinju lurus ke arah muka Kiba sambil berteriak, "JANGAN BICARA SEMBARANGAAAAANNNN!"
Suasana kelas yang sudah dimakan gosip dinilai sudah tidak kondusif oleh Sakura. Setiap layang mata yang tertuju padanya meradiasikan tatapan penasaran dengan kebenaran dua hal; harta karun teka-teki ketiga dan satu lagi yang berhasil membuat Sakura erosi jiwa adalah tatapan penasaran akan hubungan Sakura dan Sasuke.
Salah satunya… adalah lelaki bersurai merah yang sudah berdiri di depan Sakura tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Kau sudah berdiri di sana selama 10 menit. Apa yang kau inginkan dariku, Gaara-kun?"
"Kau menyadarinya?"
"Haa?" Sakura membeliak tak percaya. "Kau pikir mataku minus seratus hingga tak menyadari keberadaanmu?"
"Kebanyakan orang seperti itu, mereka tak menyadari aku ada walau aku sudah berada di samping mereka selama beberapa jam."
"Heee… kau ini manusia apa angin sih?"
"Itu, yang ingin aku tanyakan padamu," dia tetap berujar tanpa ekspresi. Masih berdiri di depan Sakura—tak beranjak barang se-senti pun.
"Itu apa?"
"Soal Sasuke."
"Haaahhhh!" Sakura dengan sengaja mengembuskan napasnya keras, penuh beban dan ketidakterimaan. "Aku menolak menjawab pertanyaan apapun tentang Sasuke!" Gaara terlihat tidak memberikan respon apapun. Dia hanya terdiam dengan tatapan kosong—sama seperti sebelumnya.
"Kalau tentang Shino Aburame?"
Deg!
Benar juga.
Sakura telah melupakan salah satu kejadian penting yang terjadi waktu itu.
Seorang lelaki misterius dengan pisau dan sebuah buku tiba-tiba muncul di hadapan mereka dan secara aneh memberikan berbagai intruksi. Karena sikap Sasuke waktu itu, perhatian Sakura jadi teralihkan pada urusan tak penting bernama Sasuke dan melupakan kejadian janggal yang muncul saat itu.
"Data siswa kelas E sesungguhnya berjumlah 13 orang. Namun hanya 12 orang saja yang datang dan memenuhi undangan universitas," pikiran Sakura gamang. Informasi yang dipaparkan Gaara di depan Sakura terdengar seperti gembar-gembor suara televisi yang terdengar sayup-sayupnya saja. "Satu orang lagi tidak berkemungkinan hadir dengan alasan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan," entahlah… Sakura merasa tidak enak dengan pembicaraan ini. Ada sesuatu yang salah, atau mungkin… ada sesuatu yang membahayakan akan terjadi. Ya, dari pembicaraan ini. "Kamera CCTV hanya menangkap rekaman sebelum kalian memasuki pintu gerbang. Dan sebelum kalian benar-benar memasuki pintu gerbang, seseorang bermantel dengan penutup di setengah wajahnya telah berbicara kepada kalian 'kan? Apa dia menyebutkan namanya? Apa dia bilang kalau dia Shino Aburame? Jika ya… maka kalian berdua mungkin dalam masalah."
Internet University dot com
Chapter 9
"Tak apa-apa 'kan, Sasuke?" lontaran pertanyaan Kakashi tak mengubah ekspresi dingin Sasuke. "Kau tidak bisa kembali ke universitas dan harus tetap dirawat di rumah sakit selama satu bulan. Dilihat dari lukamu dan beberapa tulang kakimu yang patah, sudah sewajarnya kau mendapatkan perawatan yang intensif di sini. Karena itu aku mengajukan partner baru untuk Sakura."
"Tidak apa," entah apa yang berada dalam pikiran Sasuke, namun peristiwa yang telah terjadi sebelumnya dengan gadis merah jambu itu sukses merenggut pikiran Sasuke selama beberapa saat. "Itu memang yang terbaik."
"Baguslah…" raut kelegaan tergambar di sela-sela iris Kakashi. Ia mengangguk beberapa kali, lalu menjatuhkan dirinya di balik punggung kursi. "Anak itu juga sudah menyanggupi. Aku sempat khawatir dengan kondisi kesehatannya, tapi dia bilang dia akan baik-baik saja selama bersama Sakura. Hehehe… entahlah, mungkin mereka pernah bertemu atau bahkan berteman sebelumnya."
Pernyataan Kakashi sukses menyita perhatian Sasuke. Dengan kedua atensi yang mengarah pada Kakashi, Sasuke dengan penuh kehati-hatian bertanya, "Siapa… orang itu? Orang yang akan ber-partner dengan Sakura?"
"Oh, dia? Namanya Shino Aburame. Sepertinya dia anak yang pendiam."
DEG!
Entah Kakashi tidak memperhatikan ekspresi keterkejutan Sasuke, atau dia hanya pura-pura tak menyadari perubahan yang terjadi pada Sasuke. Tapi yang jelas… informasi yang dihantarkan Kakashi pada Sasuke, akan merubah masa depan internetuniversitydotcom!
To be Continued….
AN: Saya Cuma mau berkomentar… entah mengapa, karakter Gaara di sini terasa agak random O.o #pout
Special Thanks To:
Wtashi No Namae, Chitanda Chi-chan, ChieAkane ga log, Benrina Shinju, Edelwush, Yuuki Igarashi, v3, wattirah, fitripitroy, Amaya Aihara, uchiha saara, Queeny Qyu, 13ginger, Scarlet24, peyek chidori, Baby Kim, Uchiha Cesa, Ribby-chan, gita Zahra, sora azura, Clarissa Afternoon, ravenpink, nisachan, o . O rambu no baka, Sheiyuki, Kikyu RKY, Michelle Aoki, hanazono yuri, Refunny, Akasuna Sakurai, wedusgemebel41, Chic White, Lhylia Kiryu, Balasoka Acapati, Myu , IisVadelova, titan-miaw, aguma, zhaErza, Tomat 2-3, dan beberpa reviewer yang tampil sebagai Guest.
