Kumpulan Drabble Kehidupan Sehari-hari Cowo SMA

Danshi Koukousei No Nichijou©Yasunobu Yamauchi

Nurama Nurmala

Seperti biasa, Yoshitake dan Hidenori tengah menghabiskan waktu sepulang sekolah mereka di rumah si tokoh utama; Tadakuni.

Hidenori dan Yoshitake terlihat sibuk dengan kerjaan masing-masing, yaitu membaca majalah komik mingguan yang baru terbit di Shounen Jump, dan Tadakuni yang notabene adalah pemilik dari majalah komik itu terasingkan di sudut kamarnya.

"Hei…" sebuah panggilan terdengar dari arah belakang mereka, tapi mereka terlihat enggan menggubris dan lebih memilih untuk meneruskan membaca chapter selanjutnya dari judul manga yang lain. "Hari ini kulihat Karasawa membuka sebuah buku di kelas."

"Heee…" Yoshitake berujar malas.

"Lalu kenapa?" Tanggapan ogah Hidenori tak terlihat mengganggu Tadakuni sedikitpun.

"Buku yang ia keluarkan sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegiatan kita di sekolah."

"Heee… jadi dia mengeluarkan buku hentai di sekolah?"

Tadakuni memandang Yoshitake dengan tatapan memangnya elu? Lalu menggeleng pelan. "Bukan. Dia mengeluarkan buku rencana hariannya."

"Heee…" sahut Yoshitake dan Hidenori bersamaan.

"Aku tidak pernah menyangka bahwa dia begitu terorganisir. Dia selalu menulis apa yang harus ia kerjakan di buku itu. Itulah mental anak muda yang siap dengan masa depan, bukankah begitu?"

"Heeee…" perlahan, Yoshitake dan Hidenori bangkit dari duduknya dan beranjak menuju tasnya masing-masing.

SREEETTT!

Setelah mengambil sebuah buku dari tas sekolahnya, Hidenori lalu membenarkan letak kacamatanya lalu menunjuk Tadakuni dengan tatapan menyalang.

"DENGAR TADAKUNI! Manusia jaman sekarang tidak akan bisa bertahan hidup tanpa rencana!"

"DENGAR TADAKUNI!" Kali ini berganti Yoshitake yang berteriak dengan buku di tangan kiri dan jari telunjuk kanannya yang menunjuk Tadakuni. "Diantara kita bertiga hanya kau saja si manusia tanpa rencana!"

"APPAA?" Tadakuni yang kaget melihat kedua sahabatnya tak percaya. "Kalian juga terbiasa menuliskan apa yang akan kalian lakukan seperti Karasawa?"

"Huh! Kau begitu meremehkan kami!" Hidenori melipat kedua tangannya di depan dada, lalu memandang Tadakuni dengan pandangan meremehkan.

"Bahkan tanpa kau tahu, kami sudah membuat rencana untuk 10 tahun ke depan!" Terang Yoshitake dengan bangganya.

"NAANIIIII?"

Bagai orang yang tertinggal dari kawan-kawannya, Tadakuni seketika dihinggapi depresi yang berlebihan. Ia terduduk di sudut dengan aura hitam di sekitar tubuhnya.

"Maka dari itu, dengarkanlah rencana kami," Hidenori melepas sebuah pose dramatis sementara Yoshitake berdiri mendampinginya di sebelah kiri. "Akan kami bacakan rencana kami hari ini."

"Ah!" Yoshitake mengangguk setuju, tangannya bergerak membuka lembaran buku yang sedari tadi ia pegang. "Rencana hari ini, Jam 08.15 pergi sekolah bareng Tadakuni."

Hidenori yang tak ingin kalah membuka buku rencananya dan mulai membacakan rencana sehari-harinya dengan lantang. "Dari jam 08.25 sampai jam 08.40 nyontek PR-nya Tadakuni."

"Dari jam 12.00 sampai jam 12.30 mencicipi bekal makan siang Tadakuni," lanjut Yoshitake.

"Dari pulang sekolah sampai jam 18.59 main di rumahnya Tadakuni," lanjut Hidenori.

"Jam 19.00 sampai jam 20.00 makan malam di rumahnya Tadakuni," sembur Yoshitake.

"Lulus bareng Tadakuni."

"Kuliah bareng Tadakuni."

"Kerja bareng Tadakuni."

"Menikah bareng Tadakuni."

"Tu-tunggu!" Dengan syok Tadakuni menghentikan rincian rencana yang sedang diperlihatkan Hidenori dan Yoshitake. "Kenapa di setiap rencana kalian selalu ada namaku?"

"Heee?" Hidenori dan Yoshitake saling berpandangan. "Itu sudah jelas 'kan? Karena tujuan hidup kami adalah mengganggu hidup Tadakuni!"

"APPPPAAAAAAAAA?! MAMPUS AJA LU BERDUUAAAAAAAAAAAAAA!"

Chapter Rencana – End